Masyarakat Berdaya dan Inovasi , 2024, 48-51 Available online: https://mayadani. org/index. php/MAYADANI Peningkatan motivasi dan minat belajar siswa pada mapel biologi kelas X MAN 2 Sleman dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Ana Kurniawati Fathonah 1. Tarzan Purnomo 1. Isnawati 1 Universitas Negeri Surabaya-Jl. Raya Kampus Unesa. Lidah Wetan. Kec. Lakarsantri. Surabaya. Jawa Timur E-mail: anafathonah22@guru. Abstrak Siswa seringkali menganggap pelajaran biologi hanya sekedar kumpulan konsep yang harus dihafal. Siswa masih kurang banyak mengasosiasikan materi pembelajaran dengan fenomena yang ada di lingkungan sekitar. Dampaknya siswa kurang termotivasi dalam mempelajari materi. Rendahnya motivasi dan minat belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya penerapan model pembelajaran oleh guru. Melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi ekosistem pada Mapel Biologi di kelas X MAN 2 Sleman dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan metode Tindakan kelas (PTK) pada siswa kelas X di MAN 2 Sleman. Melalui penggunaan metode ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) 90 % siswa memiliki motivasi dalam mengikuti materi ekosistem. Kata Kunci: motivasi belajar. minat belajar. Problem Based Learning Abstract Students often consider biology lessons to be just a collection of concepts that must be memorized. Students still do not associate much learning material with phenomena in the surrounding environment. The impact is that students are less motivated to study the material. Low motivation and interest in learning can be influenced by several things, one of which is the application of learning models by teachers. Through the Problem Based Learning (PBL) learning model on ecosystem material in the Biology Subject in class X MAN 2 Sleman, it can increase students' motivation and interest in learning. This community service uses the Class Action method (PTK) for class X students at MAN 2 Sleman. Through the use of this method, student learning outcomes can be Based on the results of the analysis after participating in learning using the Problem Based Learning (PBL) model, 90% of students have the motivation to follow the ecosystem material. Keywords: learning motivation. interest to learn. Problem Based Learning This is an open access article under the CCAeBY-SA license. PENDAHULUAN Keberhasilan sebuah pembelajaran di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu faktor utama adalah motivasi belajar. Motivasi dan minat belajar siswa memiliki peran penting dalam sebuah pembelajaran (Ariana et al. , 2. Motivasi belajar merupakan dorongan bagi siswa untuk mengikuti proses belajar siswa. Pentingnya motivasi dalam belajar, seorang guru memiliki peran dalam pembelajaran siswa. Dengan memulai pelajaran agar memusatkan perhatian untuk memotivasi siswa. Selama pembelajaran siswa agar di jaga motivasinya dengan berbagai cara misalnya melalui pendekatan multi metode, media pembelajaran dan sebagainya. Sehingga siswa yang memiliki motivasi belajar hasil belajarnya akan semakin tinggi. Apabila strategi pembelajaran yang dilakukan guru kurang tepat maka motivasi belajar siswa dapat menurun. Dengan adanya motivasi, seseorang diharapkan memahami tujuan dari kegiatan yang dilakukan. Atas dasar itu motivasi belajar harus senantiasa ditingkatkan dan dipertahankan. Berdasarkan wawancara dengan siswa di MAN 2 Sleman bahwa mata pelajaran biologi seringkali dianggap mata pelajaran yang membosankan. Seringkali siswa merasa kurang termotivasi dalam https://doi. org/10. 33292/mayadani. info@mayadani. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 mengikuti pelajaran Biologi. Sebagai salah satu upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik, pengabdian masyarakat ini melakukan upaya salah satunya adalah penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL). Problem based learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk dapat melatih dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah berdasarkan masalah kehidupan nyata peserta didik yang otentik (Damopolii et al. , 2. Pelaksanaan metode pembelajaran model problem based learning (PBL) akan menghadapkan peserta didik pada masalah yang ada . eal worl. untuk memulai pembelajaran. Dengan upaya tersebut dapat memberikan lingkungan belajar siswa yang aktif dan interaktif. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh Hardina Briliyani Gusman . di SMA 10 Semarang menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) mempunyai kategori efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan hasil kognitif dan motivasi belajar. (Ns Sutomo. Aris Hartono & Dwipayanti, 2. Berdasarkan uraian diatas tujuan dari pengabdian masyarakat ini dengan melakukan pemberian materi ekosistem menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) pada materi ekologi di kelas X MAN 2 Sleman. METODE Pengabdian masyarakat ini menggunakan Metode Tindakan Kelas (PTK) yaitu dimana pengabdian masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan informasi terkait bagaimana tindakan yang tepat untuk hasil belajar matematika dan motivasi belajar siswa dengan menggunakan metode ProblemBased Learning (PBL). Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini ini difokuskan pada tindakantindakan untuk meningkatkan kemampuan guru dan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses berlangsungnya pembelajaran di kelas. Pengabdian Masyarakat dilaksanakan 1 siklus pada tanggal 12 Desember 2023 di kelas X MAN 2 Sleman Yogyakarta. Perencanaan Refleksi Pelaksanaan Observasi/ Evaluasi HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam 1 siklus pada tanggal 12 Desember 2023. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X MAN Negeri 2 Sleman tahun pelajaran 2023/2024. Pengabdian Masyarakat ini mengambil capaian pembelajaran menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional atau global terkait pemahaman keanekaragam makhluk hidup dan perannya, virus dan perananya, inovasi teknologi biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen, serta perubahan lingkungan. Adapun hasil penelitian tiap siklus adalah sebagai berikut : Proses belajar mengajar siklus I dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2 x 45 menit, sedangkan evaluasi belajar siswa dilaksanakan diakhir pertemuan. Kegiatan pada siklus I ini terdiri dari 5 tahap, yaitu: Perencanaan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah: Menyusun Modul Ajar Membuat lembar kegiatan peserta didik (LKPD) Membuat bahan ajar materi ekosistem Membuat materi ajar ekosistem (PPT) Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Membuat lembar observasi aktivitas peserta didik Membuat lembar observasi aktivitas guru Membuat soal latihan untuk dikerjakan secara individu Membuat kisi - kisi soal evaluasi Membuat soal evaluasi belajar siswa Menyiapkan pedoman pensekoran penilaian evaluasi siklus I Pelaksanaan tindakan Pada siklus I, wujud pelaksanaan tindakan pada pertemuan pertama . x 45 meni. Tanggal 12 Desember 2023 adalah sebagai berikut : Peneliti sebagai guru membuka pelajaran dengan membangkitkan motivasi siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran . Sintak 1 orientasi peserta didik pada masalah. Guru menayangkan video permasalahan mengenai pengaruh penggunaan pestisida terhadap keseimbangan ekosistem sawah. Sintak 2 mengorganisasikan peserta didik. Guru membagi peserta didik dalam beberapa dan membagikan LKPD. Sintak 3 membimbing penyelidikan secara individu atau kelompok. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendiskusikan alternatif solusi dari permasalahan yang ada dengan melakukan kajian literatur jurnal, . Sintak 4 mengembangkan dan menyajikan hasil. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kajian literatur jurnal secara infografis dalam rangka mengusulkan alternatif Solusi dari permasalahan. Guru dan peserta didik melakukan umpan balik dari presentasi setiap kelompok. Sintak 5 menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah. Guru memberi penguatan dari hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan siswa mengenai pentingnya keseimbangan ekosistem agar interaksi antar komponen biotik dan abiotik dapat berjalan dengan baik. Sebagai kegiatan akhir atau penutup dilakukan evaluasi. Guru dam peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan menyampaikan materi selanjutnya, doa, dan salam. Gambar 1. Kegiatan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) materi Berdasarkan hasil asesmen diagnostik untuk mengukur pengetahuan awal peserta didik terhadap materi pembelajaran yang akan dilaksanakan, sebagian besar peserta didik belum mengetahui perihal efek penggunaan pestisida kimia terhadap keseimbangan dan interaksi antar komponen ekosistem Dari hasil observasi pengembangan sikap profil pelajar pancasila menunjukkan bahwa peserta didik telah menunjukkan sikap profil pelajar pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Manfaat penilaian ini adalah untuk membentuk profil pelajar Pancasila dalam diri peserta didik sesuai dengan kurikulum merdeka. Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Dari hasil observasi penilaian kelompok saat melakukan diskusi dan kajian literatur, peserta didik telah mampu melakukan diskusi kelompok serta kajian literasi jurnal dalam proses pemecahan masalah. Selain itu peserta didik juga mampu mendesain mind map hasil diskusi kelompoknya secara infografis. Berdasarkan analisis hasil belajar melaui post test diakhir pembelajaran, dapat diketahui nilai ratarata 15 siswa adalah 92. Dari hasil tersebut menunjukan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ada peningkatan dalam pembelajaran di lihat dari perolehan siswa yang mencapai KKM. Tabel 1. Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Kriteria Jumlah Capaian Asesment Diagnostik Evaluasi pembelajaran . re tes. ost tes. Tuntas Belum tuntas Jumlah Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) dalam kegiatan pembelajaran membiasakan peserta didik pada permasalahan yang kontekstual, sehingga dapat memotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan model pembelajaran ini peserta didik akan mengusulkan alternatif solusi dari permasalahan. Peningkatan motivasi belajar peserta didik akan membuat mereka menjadi lebih aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based lerning (PBL) dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa MAN 2 Sleman. Dengan adanya kegiatan pembelajaran diskusi kajian literatur jurnal, memberi alternatif solusi, dan presentasi membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Materi disajikan dalam bentuk permasalahan kontekstual yang harus mengusulkan alternatif solusi menjadi lebih mudah dipahami. Sehingga dengan adanya model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik. UCAPAN TERIMA KASIH (OPSIONAL) Ucapan terimakasih kepada kepala Madrasah dan rekan guru MAN 2 Sleman. DAFTAR PUSTAKA