Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi e-ISSN: 2461-0585 PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA Aulia Tuffahati auliatuffahati2003@gmail. Kurnia Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya ABSTRACT This research examines the effect of the government's internal control system and information technology on the effectiveness of local fund financial management at Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. The research applies Furthermore, the data were primary. The data collection technique used was purposive sampling. In line with that, there were 7 villages from 72 total population of villages apparatus in Taman District. Sidoarjo Regency. Moreover, the data analysis technique used was multiple linear regression with SPSS application (Statistical Package for Social Science. to test the correlation between the independent and dependent variables. The result indicates that: . the governmentAos internal control system has a positive effect on the effectiveness of villageAos financial management . information technology has a positive effect on the effectiveness of villageAos financial management. It means that the better the level of the governmentAos internal control is, the more effective and accountable the villageAos financial management will be. In addition, this study has a contribution in strengthening the literature on the villageAos financial manage, and providing input for village governments in efforts to improve the quality of village fund management in a sustainable manner. Keyword: governmentAos internal control system, information technology, and effectiveness of villageAos financial ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem pengendalian intern pemerintah dan teknologi informasi terhadap efektivitas pengelolaan keuangan dana desa di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan sumber data penelitian yang digunakan adalah data primer. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metode purposive sampling, dari metode tersebut diperoleh sampel sebanyak 7 desa dengan total populasi 72 data perangkat desa yang terdapat pada wilayah Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Package for Social Science. untuk menguji hubungan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa . teknologi informasi berpengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa. Temuan ini mengidentifikasi bahwa semakin baik tingkat sistem pengendalian intern pemerintah maka semakin efektif dan akuntabel pula pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat literatur mengenai tata kelola keuangan desa serta menjadi masukan bagi pemerintah desa dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dana desa secara berkelanjutan. Kata kunci: sistem pengendalian intern pemerintah, teknologi informasi, efektivitas pengelolaan keuangan desa PENDAHULUAN Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa bertujuan untuk memberikan pengakuan kepada desa atas status dan kedudukannya dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Dengan ditetapkannya Undang-undang tersebut, desa diberikan kewenangan dalam mengatur dan mengurus desanya sesuai dengan kebutuhan dan prioritas Pengaruh Sistem Pengendalian. Aulia Tuffahati. Kurnia Dalam artian dana desa yang akan digunakan untuk mendanai keseluruhan kewenangan desa sesuai dengan kebutuhan dan prioritas dana desa. Otonomi desa diberikan oleh pemerintah pusat dengan tujuan agar desa dapat mengelola sendiri keuangannya demi kesejahteraan masyarakat desa. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 mengenai Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, menegaskan bahwa desa kini menjadi prioritas dalam pembangunan nasional. Tujuan utama dari undang-undang ini adalah untuk meningkatkan kemandirian desa melalui berbagai program dan kegiatan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa. Dengan adanya regulasi ini, pendekatan pembangunan telah beralih dari menjadikan desa sebagai objek menjadi subjek Jumlah dana desa yang dialokasikan oleh pemeritah pusat pada pemerintah daerah setiap tahun selalu mengalami peningkatan namun peningkatan jumlah dana tersebut tidak diikuti dengan kapasitas dari sumber daya manusia yang mengelola dana desa tersebut. Kapasitas sumber daya manusia yang kapasitasnya kurang juga ditambah partisipasi dari masyarakat juga kurang (Mahardika, 2. Menurut Karim et al. besarnya dana desa yang diterima oleh setiap desa memberikan kekhawatiran bagi banyak pihak. Terdapat beberapa macam kesalahan yang dapat terjadi dalam pengelolaan dana desa yaitu kurangnya sistem pengendalian intern yang kuat dan penggunaan teknologi informasi yang masih terbatas. Maka untuk dapat meminimalisir kesalahan kesalahan yang dapat terjadi dan untuk dapat mewujudkan tata kelola pemerintah desa yang baik diperlukan suatu sistem untuk dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan desa agar sesuai dengan tujuan pembangunan desa. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 tentang sistem pengendalian internal yaitu proses yang terintegral pada tindakan dan kegiatan untuk memberikan pemahaman yang memadai tentang tercapainya tujuan dari suatu organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, pelaporan keuangan yang andal, pengamatan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang dilakukan secara terus-menerus oleh pimpinan dan pegawai. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) memiliki peran penting dalam efektivitas pengelolaan keuangan desa terlihat jelas dari perannya dalam memastikan bahwa pengelolaan tersebut berlangsung secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan penerapan sistem pengendalian intern pemerintah yang baik, risiko penyimpangan dalam pengelolaan keuangan dapat diminimalisasi. Hal ini memungkinkan tujuan penggunaan anggaran desa dapat tercapai dengan cara yang efisien dan efektif. Faktor lain yang dapat menunjang efektivitas pengelolaan keuangan desa adalah teknologi Teknologi Informasi merupakan suatu teknologi yang di gunakan untuk mengolah data, termasuk memperoses, mendapatkan, menyusun, menyimpan dan memanipulasi data. Teknologi informasi digunakan dalam suatu organisasi baik swasta maupun pemerintahan untuk mencapai pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel (Karyadi, 2. Teknologi informasi memiliki peran penting terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa, terutama dalam meningkatkan transparansi, akurasi, dan efisiensi pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan keuangan. Dengan menerapkan sistem berbasis teknologi, seperti aplikasi pengelolaan keuangan desa, proses administrasi menjadi lebih cepat dan mengurangi potensi kesalahan Hal ini tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga mempermudah akses data bagi para pemangku kepentingan, serta memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, rumusan masalah yang dapat diangkat adalah sebagai berikut: . Apakah sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa?, . Apakah teknologi informasi berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa?. Penelitian ini bertujuan: . Untuk menguji dan menganalisis pengaruh sistem pengendalian intern pemerintah terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Taman. Sidoarjo, . Untuk menguji dan Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 menganalisis pengaruh teknologi informasi terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Taman. Sidoarjo. TINJAUAN TEORITIS Teori Stewardship Konsep stewardship menganggap manajemen suatu perusahaan bertanggungjawab kepada pemilik untuk mengelola kekayaan yang telah dipercayakan kepadanya. Hakekat sifat-sifat manusia yang dapat dipercaya, mampu bertindak dan bertanggung jawab, memiliki integritas dan kejujuran menjadi dasar filosofi dibangunnya teori stewardship untuk kepentingan publik. Teori stewardship juga menganggap bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kesuksesan organisasi dalam melindungi, memaksimalkan kinerja organisasi dan kepentingan pemilik dengan kepuasan pemilik (Arfiansyah, 2. Dalam konteks pemerintahan desa, kepala desa dan perangkat desa berperan sebagai steward yang mengelola keuangan desa demi kepentingan Berdasarkan teori ini, dapat menciptakan pengelolaan keuangan desa yang lebih baik, sehingga dapat mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Sistem pengendalian diharapkan dapat menciptakan budaya pengawasan terhadap seluruh kegiatan pemerintahan sehingga dapat mendeteksi sejak dini kemungkinan terjadinya penyimpangan yang dapat merugikan negara. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, unsur-unsur sistem pengendalian intern pemerintah diantaranya lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian intern. Teknologi Informasi Menurut Karyadi . mendefinisikan bahwa teknologi informasi merupakan sebuah bentuk umum yang menggambarkan setiap teknologi yang membantu menghasilkan, memanipulasi, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyampaikan informasi. Perkembangan teknologi informasi berkembang begitu pesat, dan dampaknya sudah kita rasakan dalam kehidupan yang kita jalani sehari-hari. Kini mengakses berbagai informasi menjadi lebih mudah. Teknologi informasi sendiri merupakan kombinasi antara teknologi komputer dan Teknologi informasi berperan penting dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, bisnis, pemerintahan dan kesehatan, karena kemampuannya dalam meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan dan mendukung inovasi. Efektivitas Pada umumnya efektivitas sering dihubungkan dengan efisiensi untuk pencapaian tujuan individu, kelompok dan sebuah organisasi. Efektivitas adalah kemampuan yang digunakan untuk melaksanakan tugas dan fungsi operasi program dalam sebuah organisasi atau entitas, apakah pekerjaan tersebut dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Konsep efektivitas berfokus pada pencapaian sasaran dalam jangka waktu yang telah ditetukan. Selain itu efektivitas juga berkaitan dengan berbagai aspek seperti produksi, kualitas, efisiensi, kepuasan, pengembangan dan Dengan kata lain, efektivitas adalah serangkaian langkah atau metode yang ditetapkan dan diukur berdasarkan kehematan waktu, biaya dan tenaga. Tujuannya adalah untuk memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam penetapan dan pencapaian tujuan bersama tanpa adanya tekanan atau ketegangan selama proses pelaksanaannya. Pengaruh Sistem Pengendalian. Aulia Tuffahati. Kurnia Pengelolaan Keuangan Desa Menurut Adelia dan Harahap . pengelolaan keuangan desa mencakup semua kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Dalam hal ini, pengelolaan keuangan desa harus dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi secara tertib dan disipilin sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Lahirnya Permendagri 113 Tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan desa diharapkan dapat menjadi pedoman bagi aparat desa dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, partisipatif serta dilaksanakan dengan tertib dan disiplin anggaran. Menurut Febrianto . pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan desa secara baik dan patuh akan mendorong pemerintahan berjalan dengan baik. Pengelolaan keuangan desa pada dasarnya bertujuan untuk menjadikan desa sebagai pemerintahan yang dekat dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Dengan pendekatan yang kuat, maju, mandiri dan demokratis desa diharapkan mampu menjalankan penyelenggaraan pemerintahan pembangunan secara efektif, sehingga tercipta masyarakat yang adil makmur, dan sejahtera. Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Sholikhah et al. dengan judul Pengaruh Komitmen Organisasi Pemerintah Desa. Sistem Pengendalian Internal dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Akuntanbilitas Pengelolaan Keuangan Desa menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa pada desa se Kabupaten Jepara. Penelitian yang dilakukan oleh Nursin et al. dengan judul Pengaruh Kualitas SDM. Pemanfaatan Teknologi Informasi. Sistem Pengendalian Intern terhadap Pengelolaan Keuangan Dana Desa dengan Kecerdasan Spiritual sebagai Variabel Moderasi menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan sitem pengendalian intern berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan desa. Penelitian yang dilakukan oleh Maharani dan Susanto . dengan judul Pengaruh Kompetensi Aparatur Desa dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa dengan Sistem Pengendalian Internal sebagai Variabel Intervening menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa dengan sistem pengendalian internal sebagai variabel intervening. Penelitian yang dilakukan oleh Karim et al. dengan judul Pengaruh Sistem Pengendalian Internal terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di seluruh Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo. Rerangka Konseptual Berdasarkan rumusan masalah dan tinjauan teoritis diatas, maka rerangka konseptual dalam penelitian ini dapat dirumuskan pada gambar 1: Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa (EPKD) Teknologi Informasi (TI) Gambar 1 Rerangka Konseptual Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Pengembangan Hipotesis Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa Sistem pengendalian intern pemerintah adalah sistem pengendalian intern yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Penerapan sistem pengendalian intern pemerintah dalam pengelolaan keuangan desa bertujuan utnuk memastikan bahwa setiap tahap, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dilakukan oleh pemerintah desa secara tertib, efisien dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sistem pengendalian internal yang efektif dapat mencegah terjadinya kecurangan dalam pengelolaan keuangan desa. Dengan adanya Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) risiko penyalahgunaan dana dapat diminimalisir melalui pengendalian internal yang kuat. Penelitian yang dilakukan oleh Nursin et al. menyatakan bahwa, sistem pengendalian intern diperlukan dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan dana desa. Hal ini karena, besarnya dana yang harus dikelola desa. Sehingga apabila desa menerapkan pengendalian internal dalam pekerjaanya maka perangkat desa dapat bertindak sesuai dengan kebijakan dan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan dan memiliki rasa tanggung jawab yang diberikan pemerintah pusat untuk mewujudkan pembangunan desa yang dapat mewujudkan pemerataan pembangunan desa. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Nursin et al. yang mengemukakan bahwa sistem pengendalian internal dapat mempengaruhi pemerintah desa dalam mengelola keuangan desa. Serta sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Karim . menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Berdasarkan penjelasan diatas dapat dirumuskan rumusan hipotesis sebagai berikut: H1: Sistem Pengendalian Intern Pemerintah berpengaruh positif terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa. Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa Pemanfaatan teknologi informasi mengindikasikan bahwa penggunaan teknologi informasi berupa komputer membantu aparatur desa dalam mengelola dokumen-dokumen desa secara Menurut Nursin et al. kegiatan memanfaatkan teknologi ialah kegiatan yang dilakukan seseorang dengan menggunakan teknologi sebagai alat bantu yang dapat menghasilkan suatu informasi. Dengan menggunakan teknologi informasi segala sesuatu yang kita lakukan mengefisienkan waktu dan mengefektifkan segala hal. Sebagai contoh di kantor desa dimana dalam mengelola keuangan desa, aparatur desa mengunakan komputer, hardware dan software atau aplikasi . icrosoft excel, microsoft word, dan aplikasi Siskuede. untuk memudahkan segala pekerjaan yang dilakukan. Semakin baik pemanfaatan dan memadainya teknologi yang digunakan maka akan menghasilkan suatu informasi yang lebih berkualitas. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sholikhah et al. serta Maharani dan Susanto . menunjukkan bahwa, variabel teknologi informasi berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nursin et al. yang menyatakan bahwa teknologi informasi berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan dana desa. Berdasarkan penjelasan diatas dapat dirumuskan rumusan hipotesis sebagai berikut: H2: Teknologi Informasi berpengaruh positif terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa METODE PENELITIAN Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi (Obje. Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis suatu fenomena yang ada berdasarkan pada data-data yang bersifat kuantitatif berupa bilangan atau angka Pengaruh Sistem Pengendalian. Aulia Tuffahati. Kurnia matematis dan dianalisis menggunakan statistic (Suliyanto, 2. Penelitian kuantitatif menekankan kepada analisis menggunakan angka-angka kemudian direpresentasikan dengan kalimat berdasarkan hasil perhitungan dari angka tersebut. Penelitian ini menggunakan data primer sebagai sumber data yang digunakan dalam penelitian. Data primer tersebut diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono dan Setiyawami, 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh perangkat Desa yang ada di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur. Peneliti melakukan penelitian pada 7 Desa di Kecamatan Taman tersebut berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa yang memiliki karakteristik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling merupakan penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan yang akan dilakukan. Adapun kriteria yang ditentukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut: . Responden yang terlibat dalam pengelolaan keuangan desa menurut Permendagri nomor 13 Tahun 2014 yaitu mulai dari kepala desa, sekretaris desa, bendahara desa, kepala seksi pelayanan, kepala seksi pemerintahan dan kepala seksi kesejahteraan, . Responden yang memiliki pengalaman kerja di Kantor Desa minimal 1 tahun, diasumsikan bahwa perangkat desa yang telah bekerja selama 1 tahun telah memiliki pengalaman dalam melakukan pengelolaan dana desa. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Pada penelitian ini, kuesioner digunakan untuk mendapatkan data dari variabel-variabel yang akan diteliti. Pengumpulan data didasarkan pada penyebaran kuesioner maka teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menyusun pertanyaan-pertanyaan terstruktur bersifat tertutup dengan jawaban yang telah disediakan dan diisi oleh responden dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang Skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur indikator-indikator pada variabel dilakukan dengan menggunakan skala likert serta skala interval untuk mendapatkan nilai interpretasi responden pada skala likert tersebut dengan perhitungan sebagai berikut: Interval = Skala Tertinggi Skala Terendah Skala Tertinggi Interval = =0,8 Sehingga hasil kelas interval untuk mendapatkan nilai interpretasi responden pada skala likert dijelaskan pada tabel 1: Tabel 1 Skala Interval Nilai Interval 1 A 1,8 1,8 A 2,6 2,6 A 3,4 3,4 A 4,2 4,2 O 5 Sumber : Sugiyono, 2013 Keterangan Sangat Tidak Setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat Setuju Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Variabel dan Definisi Operasional Variabel Variabel Dependen Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independen. Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa merupakan variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan pengelolaan keuangan desa yang baik dan patuh diharapkan mampu menjalankan penyelenggaraan pemerintahan pembangunan secara efektif, sehingga tercipta masyarakat yang adil makmur, dan sejahtera. Efektivitas pengelolaan keuangan desa dalam penelitian ini diukur menggunakan penggunaan anggaran desa sesuai yang telah ditetapkan, implementasi program alokasi dana desa, dan hasil dari pengelolaan keuangan desa yang efektif. Variabel Independen Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab terjadinya perubahan dan dapat memiliki arah pengaruh positif maupun negatif pada variabel dependen atau variabel terikat. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Sistem pengendalian intern pemerintah merupakan proses yang integral dalam tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh pimpinan dan seluruh pegawai dalam organisasi pemerintahan dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dalam penelitian ini, sistem pengendalian intern pemerintah diukur dengan indikator yang diungkapkan oleh COSO yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan Teknologi Informasi Teknologi informasi merupakan alat, perangkat, dan sistem yang dirancang untuk mengelola, memproses, menyimpan, dan menyampaikan informasi. Teknologi ini mencakup berbagai bentuk teknologi yang mendukung pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan pengelolaan data atau informasi, baik dalam format digital maupun non-digital. Dalam penelitian ini, teknologi informasi diukur dengan indikator ketersediaan perangkat komputer dan perangkat lunak, pemanfaatan teknologi informasi dan jaringan internet. Teknik Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif Menurut Ghozali . , statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis. Pengujian ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang demografi responden penelitian dan untuk mempermudah pemahaman variabel Ae variabel. Uji Kualitas Data Uji Validitas Menurut Sugiyono . , uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrument kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini sangat penting dalam penelitian karena membantu memastikan bahwa alat pengukuran yang digunakan benarbenar mengukur konsep atau variabel yang dimaksud dengan cara yang tepat. Dasar analisis yang digunakan untuk melakukan pengujian validitas yaitu, jika nilai sig < 0,05 maka pernyataan tersebut dinyatakan valid, sedangkan jika nilai sig > 0,05 maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid. Pengaruh Sistem Pengendalian. Aulia Tuffahati. Kurnia Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah suatu proses untuk mengevaluasi seberapa konsisten dan stabil suatu instrument pengukuran dalam menghasilkan hasil yang serupa jika diulang pada situasi atau waktu yang berbeda. Dalam istilah sederhana, reliabilitas mengukur sejauh mana alat atau metode pengukuran dapat diandalkan untuk memberikan hasil yang konsisten. Arikunto . menyatakan bahwa untuk menguji reliabilitas dapat digunakan teknik alpha cronbach, dimana suatu instrumen dapat dikatakan handal . bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik Uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik KolmogorovSmirnov (K-S). Data dikatakan normal apabila mempunyai tingkat signifikan lebih besar atau sama dengan nilai dari toleransi kesalahan yang ditentukan, sebesar 5% atau 0,05 dan sebaliknya jika nilai signifikan < dari 5% atau 0,05 maka data dikatakan tidak berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol (Ghozali, 2. Multikolinearitas dapat dilihat dengan cara menganalisis nilai VIF (Varinace Inflation Facto. , yaitu dengan nilai VIF tidak lebih dari 10 dan nilai tolerance tidak kurang dari 0,1 maka model tersebut dapat dikatakan terbebas dari multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskesdatisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Kebanyakan data crossection mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran . ecil, sedang dan besa. (Ghozali, 2. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Berikut ini merupakan cara pengambilan keputusan yang digunakan dalam pengujian ini: . Jika nilai probabilitas < 0. 05, maka terdapat heteroskedastisitas, . Jika nilai probabilitas > 0. 05, maka tidak terdapat heteroskedastisitas. Analisis Regresi Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan atau naik turunnya variabel dependen, bila terdapat dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predictor dimanipulasi atau dinaik turunkan nilainya. Analisis regresi linier berganda ini dilakukan apabila variabel independen yang digunakan dua atau lebih dengan persamaan regresinya: EPKD = 1 SPIP 2 TI e Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Keterangan: EPKD = Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa = Konstanta 1, 2 = Koefisien Regresi Variabel Bebas SPIP = Sistem Pengendalian Intern Pemerintah = Teknologi Informasi = term of error Uji Kelayakan Model Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk menilai sejauh mana variabel independen mempengaruhi atau menjelaskan variabilitas yang diamati pada variabel dependen. Nilai dari koefisien determinasi sendiri yaitu diantara nol sampai dengan satu . < R2 < . Jika nilai R2 mendekati 1 maka menunjukkan variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen semakin tinggi dan sebaliknya yaitu jika nilai R2 mendekati 0 maka menunjukkan variabel independen ketidakmampuan dalam menjelaskan variabel dependen semakin tinggi (Ghozali, 2. Uji Kelayakan Model (Uji F) Uji F ini pada dasarnya dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel Cara yang digunakan adalah dengan melihat besarnya nilai probabilitas Menurut Ghozali . , apabila nilai probabilitas signifikannya < 0,05 dan jika nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak dan variabel independen akan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Kemudian apabila nilai F hitung < F tabel dan jika probabilitas signifikannya > 0,05 maka H0 diterima, artinya variabel independen secara simultan atau bersama-sama tidak mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. Uji t Uji statistik t digunakan untuk menilai tingkat signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hipotesis diterima apabila memiliki tingkat signifikansi uji t < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel independen terhadap variabel dependen. Hipotesis ditolak apabila memiliki tingkat signifikansi uji t > 0,05 yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan variabel independen terhadap variabel dependen. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif adalah metode statistik yang digunakan untuk mendeskripsikan, menggambarkan, dan merangkum data secara ringkas. Dalam analisis ini mencakup ukuran pemusatan seperti min . ilai terenda. , max . ilai tertingg. , mean . ata-rat. , dan standart deviation . tandar devias. Hasil analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini sebagai berikut: Tabel 2 Analisis Statistik Deskriptif SPIP EPKD Valid N . Sumber: Data Primer, 2025 . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Pengaruh Sistem Pengendalian. Aulia Tuffahati. Kurnia Berdasarkan tabel 2, dapat diketahui bahwa dari total responden (N) 72, nilai variabel sistem pengendalian intern pemerintah minimum adalah 3,1 dan nilai maximum adalah 5. Variabel sistem pengendalian intern pemerintah memiliki rata-rata sebesar 4,325 yang artinya responden sangat setuju apabila sistem pengendalian intern pemerintah dapat mempengaruhi efektivitas pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Variabel teknologi informasi menunjukkan nilai minimum adalah 3,4 dan nilai maximum adalah 5. Variabel teknologi informasi memiliki rata rata sebesar 4,444 yang artinya responden rata-rata sangat setuju apabila teknologi informasi dapat mempengaruhi efektivitas pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Variabel efektivitas pengelolaan keuangan desa menunjukkan nilai minimum adalah 3,6 dan nilai maximum adalah 5. Variabel efektivitas pengelolaan keuangan desa memiliki rata-rata sebesar 4,322 yang artinya responden rata-rata sangat setuju apabila desa di Kecamatan Taman efektif dalam mengelola keuangan desa. Hasil Analisis Data Uji Validitas Uji validitas adalah pengujian data hasil penelitian untuk mengetahui apakah data yang dikumpulkan setelah penelitian benar atau tidak. Ini dilakukan dengan menggunakan instrumen atau alat ukur sebagai indikator yang diberikan dalam kuesioner (Ghozali, 2. Tabel 3 Uji Validitas Variabel Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Indikator SPIP1 SPIP2 SPIP3 SPIP4 SPIP5 SPIP6 SPIP7 Pearson Correlation 0,624 0,682 0,723 0,651 0,599 0,605 0,691 Sig. 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan hasil uji validitas tabel 3, dapat diketahui bahwa secara indikator untuk variabel sistem pengendalian intern pemerintah dikatakan valid semua karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05. Kemudian untuk hasil uji validitas dari variabel teknologi informasi dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4 Uji Validitas Variabel Teknologi Informasi Indikator TI1 TI2 TI3 TI4 TI5 TI6 TI7 Pearson Correlation 0,642 0,683 0,590 0,711 0,730 0,690 0,574 Sig. 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan hasil uji validitas tabel 4, dapat diketahui bahwa secara indikator untuk variabel teknologi informasi dikatakan valid semua karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05. Kemudian untuk hasil uji validitas dari variabel efektivitas pengelolaan keuangan desa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5 Uji Validitas Variabel Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa Indikator EPKD1 Pearson Correlation 0,614 Sig. 0,000 Keterangan Valid Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Indikator EPKD2 EPKD3 EPKD4 EPKD5 Pearson Correlation 0,783 0,601 0,597 0,529 Sig. 0,000 0,000 0,000 0,000 Keterangan Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan hasil uji validitas tabel 5, dapat diketahui bahwa secara indikator untuk variabel efektivitas pengelolaan keuangan desa dikatakan valid semua karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas bertujuan untuk menunjukkan apakah suatu instrumen dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten (Astriana, 2. Menurut Sugiyono . suatu item dikatakan reliabel ketika memiliki nilai koefisien . ronbachAos alph. sebesar > 0,6. Begitu sebaliknya, apabila suatu item memiliki cronbachAos alpha < 0,6 maka dapat dikatakan item tersebut tidak reliabel. Berikut adalah hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini: Tabel 6 Uji Reliabilitas Variabel Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Tekonologi Informasi Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa CronbachAos Alpha 0,777 0,784 0,618 N of items Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan tabel 6, dapat dilihat bahwa variabel sistem pengendalian intern pemerintah memiliki nilai cronbachAos alpha sebesar 0,777, variabel teknologi informasi sebesar 0,784 dan variabel efektivitas pengelolaan keuangan desa sebesar 0,618. Oleh karena itu, setiap variabel dalam penelitian ini dapat dikatakan reliabel karena memiliki nilai cronbachAos alpha sebesar lebih dari 0,6. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan uji statistik non parametrik one sample kolmogorov smirnov test. Dasar keputusan dalam uji ini apabila nilai signifikansi 0,05 maka data dapat disimpulkan berdistribusi normal, sebaliknya apabila dalam uji ini nilai signifikansi < 0,05 maka data dapat disimpulkan tidak berdistribusi normal. Berikut hasil uji statistik non parametrik one sample kolmogorov smirnov test sebelum Gambar 2 Grafik Probability plot Sumber: Data Primer, 2025 . Pengaruh Sistem Pengendalian. Aulia Tuffahati. Kurnia Berdasarkan hasil grafik pada gambar 2 menunjukkan bahwa penyebaran data mendekati garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Maka dapat disimpulkan bahwa data telah terdistribusi dengan normal dan memenuhi asumsi uji normalitas. Berikut adalah hasil uji Kolmogorov-Smirnov untuk penelitian ini: Tabel 7 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan tabel 7, dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig pada hasil uji KolmogorovSmirnov tersebut adalah sebesar 0,200. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini sudah memenuhi asumsi berdistribusi Uji Multikolinearitas Dasar pengambilan keputusan dalam uji multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF). Apabila nilai tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10 maka data dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas. Sebaliknya, apabila nilai tolerance O 0,10 dan nilai VIF Ou 10 maka data dapat dikatakan terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas data pada penelitian adalah sebagai berikut: Tabel 8 Hasil Uji Multikolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. SPIP Sumber: Data Primer, 2025 . Dari hasil uji multikolinearitas pada tabel 8 menunjukkan nilai tolerance dari masingmasing variabel lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10 dengan rincian nilai tolerance dan VIF dari variabel SPIP masing-masing sebesar 0,790 dan 1,265, dan nilai tolerance dan VIF dari variabel TI masing-masing sebesar 0,790 dan 1,265. Dari hasil uji multikolinearitas tersebut menunjukkan bahwa dari seluruh variabel independen memiliki nilai tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF O 10 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas pada model regresi. Uji Heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas dengan grafik scatterplot dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Gambar 3 Grafik Scatterplot Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan hasil grafik scatterplot pada gambar 3 menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model ini bebas dari masalah heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan karena peneliti ingin mengetahui bagaimana variabel dependen diprediksikan melalui variabel independen secara individual dengan kata lain untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Sugiyono. Berikut adalah hasil dari analisis regresi linier berganda: Tabel 9 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model (Constan. SPIP Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan tabel 9 di atas, dapat diketahui bahwa hasil analisis regresi linier berganda pada penelitian ini adalah sebagai berikut: EPKD = A 1 SPIP 2 TI e EPKD = 1,605 0,316 0,304 e Dari hasil regresi di atas maka diperoleh penjelasan sebagai berikut: . Nilai konstanta . yang dihasilkan sebesar 1,605 yang artinya variabel dependen yaitu efektivitas pengelolaan keuangan desa bernilai tetap sebesar 1,605 apabila variabel independen yang terdiri dari sistem pengendalian intern pemerintah dan teknologi informasi 0, . Koefisien sistem pengendalian intern pemerintah dalam persamaan linier berganda pada penelitian ini Pengaruh Sistem Pengendalian. Aulia Tuffahati. Kurnia menunjukkan angka sebesar 0,316. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada saat terjadi kenaikan pada variabel sistem pengendalian intern pemerintah maka variabel efektivitas pengelolaan keuangan desa akan mengalami kenaikan sebesar 0,316, . Koefisien teknologi informasi dalam persamaan linier berganda pada penelitian ini menunjukkan angka sebesar 0,304. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada saat terjadi kenaikan pada variabel tekologi informasi maka variabel efektivitas pengelolaan keuangan desa akan mengalami kenaikan sebesar 0,304. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi adalah untuk menilai seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) maka digunakan koefisien determinasi yang merupakan koefisien korelasi yang biasanya dinyatakan dengan presentase (%). Berikut adalah hasil uji koefisien determinasi pada penelitian ini: Tabel 10 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R. pada tabel 10 dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi yang menunjukkan nilai R Square untuk model regresi dalam penelitian ini sebesar 0,347 atau 34,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kontribusi yang diberikan oleh pengaruh variabel independen yaitu sistem pengendalian intern pemerintah dan teknologi informasi dapat menjelaskan variabel dependen yaitu efektivitas pengelolaan keuangan desa, sedangkan sisanya sebesar 65,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam model. Uji Kelayakan Model (Uji F) Menurut Dewi dan Asyik . dalam melakukan uji kelayakan model dengan uji F pada tingkat sebesar 5%. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka model penelitian yang digunakan tidak layak. Sebaliknya jika nilai signifikansi O 0,05 maka model penelitian yang digunakan Hasil uji F dalam penelitian ini sebagai berikut: Tabel 11 Hasil Uji F ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan dari hasil uji F pada tabel 11, dapat dilihat bahwa nilai signifikansinya adalah 0,000 maka dapat dikatakan variabel sistem pengendalian intern pemerintah dan teknologi informasi secara simultan berpengaruh terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa karena nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05. Uji Hipotesis (Uji . Uji t digunakan untuk melihat tingkat signifikansi antara variabel independen terhadap variabel dependen secara individu. Apabila nilai sig. kurang dari 0. 05, maka dikatakan signifikan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen secara individu. Adapun hasil uji t yang diperoleh sebagai berikut: Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Tabel 12 Hasil Uji t Coefficientsa Model (Constan. SPIP Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Data Primer, 2025 . Berdasarkan hasil uji t pada tabel 12 dapat disimpulkan sebagai berikut: . Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa dalam tabel 12 menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,316 dan nilai t hitung sebesar 3,273 serta nilai signifikansi sebesar 0,002 . urang dari 0,. Dari nilai tersebut menunjukkan bahwa Sistem Pengendalian Intern Pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa, sehingga hipotesis pada penelitian ini dapat diterima . Pengaruh Teknologi Informasi terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa dalam tabel 12 menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,304 dan nilai t hitung sebesar 3,035 serta nilai signifikansi sebesar 0,03 . urang dari 0,. Dari nilai tersebut menunjukkan bahwa Teknologi Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa, sehingga hipotesis pada penelitian ini dapat diterima. Pembahasan Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa Sistem pengendalian intern pemerintah merupakan upaya pemerintah desa untuk melaksanakan amanah masyarakat dengan baik. Sistem pengendalian intern pemerintah memiliki tujuan untuk memastikan kegiatan organisasi telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada, dan menjamin keefektifan data yang dihasilkan. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan untuk variabel sistem pengendalian intern pemerintah memiliki koefisien yang bernilai positif sebesar 0,316 dan tingkat signifikansi 0,002 A 0,05. Dengan begitu, hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa H1 diterima, yang mengartikan bahwa sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Taman. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desa-desa di Kecamatan Taman sudah berhasil mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan dalam pengelolaan keuangan desa kepada masyarakat. Dengan demikian, pemerintah desa mendapatkan kepercayan dari masyarakat dan pemerintah karena telah menerapkan sistem pengendalian intern pemerintah dalam pengelolaan keuangan desa. Hasil penelitian ini sejalan dengan Nursin et al. dan penelitian Karim . bahwa sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa. Hal ini ditunjukkan dengan sistem pengendalian intern pemerintah sebagai alat membantu pemerintah desa dalam mengawasi dan mengendalikan seluruh proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban anggaran. Dengan penerapan sistem pengendalian intern yang konsisten dan menyeluruh, efektivitas pengelolaan keuangan desa akan meningkat secara sgnifikan, sehingga tujuan pembangunan desa bisa tercapai dengan lebih baik. Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan Desa Pemanfaatan teknologi informasi memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan keakuratan informasi yang dihasilkan. Teknologi informasi memampukan perangkat desa Pengaruh Sistem Pengendalian. Aulia Tuffahati. Kurnia untuk menyusun laporan keuangan yang berkualitas dan menyediakan informasi keuangan secara transparan pada masyarakat. Penggunaan teknologi informasi mempermudah desa dalam perencanaan anggaran dan evaluasi program. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan untuk variabel teknologi informasi memiliki koefisien yang bernilai positif sebesar 0,304 dan tingkat signifikansi 0,003 A 0,05. Dengan begitu, hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa H2 diterima, yang mengartikan bahwa teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa di Kecamatan Taman. Hasil penelitian ini sejalan dengan Sholikhah et al. serta Maharani dan Susanto . bahwa teknologi informasi berpengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa. Hal ini ditunjukkan dengan pemanfaatan aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKeuDe. yang dikembangkan bersama oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Kementrian Dalam Negeri. Aplikasi ini bertujuan untuk mengawal transparansi pengelolaan keuangan desa, mengingat sumber daya perangkat desa yang minim dalam keuangan desa. Pemanfaatan aplikasi Sistem Keuangan Desa(SisKeuDe. membantu proses penyusunan laporan keuangan pada pemerintah desa lebih cepat. Semakin baik penggunaan teknologi informasi maka akan menghasilkan suatu infromasi yang berkualitas dan pengelolaan keuangan desa menjadi efektif. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan dengan sebagai berikut: . Sistem Pengendalian Intern Pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa. Hal tersebut bermakna bahwa sistem pengendalian intern pemerintah sebagai alat membantu pemerintah desa dalam mengawasi dan mengendalikan seluruh proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban Dengan penerapan sistem pengendalian intern yang konsisten dan menyeluruh, efektivitas pengelolaan keuangan desa akan meningkat secara sgnifikan, sehingga tujuan pembangunan desa bisa tercapai dengan lebih baik, . Teknologi Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan desa. Hal tersebut bermakna bahwa dengan pemanfaatan aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKeuDe. yang dikembangkan bersama oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Kementrian Dalam Negeri dapat mengawal transparansi pengelolaan keuangan desa, mengingat sumber daya perangkat desa yang minim dalam keuangan desa. Pemanfaatan aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKeuDe. membantu proses penyusunan laporan keuangan pada pemerintah desa lebih cepat. Semakin baik penggunaan teknologi informasi maka akan menghasilkan suatu infromasi yang berkualitas dan pengelolaan keuangan desa menjadi efektif. Keterbatasan Keterbatasan yang ada dalam penelitian ini, antara lain: . Beberapa responden mengalami kesulitan dalam memahami isi atau maksud dari pertanyaan dalam kuesioner, terutama jika bahasa yang digunakan terlalu akademik atau teknis. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas dan keakuratan data yang diperoleh, . Letak geografis desa-desa yang saling berjauhan menyulitkan peneliti dalam menjangkau lokasi secara merata, sehingga membatasi cakupan data yang dapat diperoleh di lapangan. Saran Berdasarkan dari hasil pembahasan dan yang dikemukakan dalam penelitian ini, maka terdapat beberapa saran untuk peneliti selanjutnya, antara lain: . Penulis menyarankan untuk penelitian berikutnya sebaiknya kuesioner dikembangkan lagi yaitu dengan menambah dan memperbaiki pernyataan-pernyataan yang ada dalam penelitian ini, karena Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 15. Nomor 4. April 2026 kuesioner yang digunakan penulis masih terbatas, . Bagi peneliti yang tertarik untuk melakukan penelitian dengan topik yang sama, disarankan untuk menambah variabel dalam penelitian selain sistem pengendalian intern pemerintah, teknologi informasi dan efektivitas pengelolaan keuangan desa seperti partisipasi masyarakat, akuntabilitas, kualitas laporan keuangan, kompetensi aparatur desa dan lain sebagainya sehingga bisa memberikan temuan baru dalam penelitian, . Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengganti teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara atau metode lainnya, sehingga informasi yang diperoleh dapat lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA