Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN GINGIVITIS DI PUSKESMAS KAMAL BANGKALAN THE RELATIONSHIP BETWEEN PREGNANT WOMEN'S KNOWLEDGE ABOUT ORAL HEALTH MAINTENANCE WITH GINGIVITIS AT KAMAL BANGKALAN HEALTH CENTER Intan Damai Suksesty Zega1. Sri Hidayati. Ida Chairanna3 Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya. Jawa Timur. Indonesia . mail penulis korespondensi:intandamaiszega@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Pengetahuan terkait pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berperan penting untuk pencegahan dan penanganan munculnya penyakit gingivitis. Masa kehamilan merupakan masa yang rentan terhadap perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko peradangan pada jaringan Gingivitis merupakan peradangan gusi yang dapat dilihat dengan adanya gusi kemerahan, gusi bengkak, dan mudah berdarah, kondisi ini pada umumnya sering dialami oleh ibu hamil. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik menggunakan desain cross sectional dengan sampel penelitian berjumlah 36 ibu hamil. Periode pelaksanaan penelitian berlangsung dari Januari hingga Februari 2025. Alat pengumpulan data yang diterapkan berupa kuesioner dan lembar observasi untuk menilai kondisi gingivitis. Analisis data dilakukan menggunakan uji SpearmanAos. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan mayoritas ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup 58,3% dan hasil evaluasi klinis juga mengindikasikan prevalensi ibu hamil yang mengalami gingivitis sebanyak 72. Hasil uji analisis dari riset ini menunjukkan nilai Asymp. Sig. yaitu 0,01 < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis. Kata kunci : Pengetahuan. Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut. Gingivitis. Ibu Hamil ABSTRACT Background: Knowledge related to oral health maintenance plays an important role in the prevention and treatment of gingivitis. Pregnancy is a period that is prone to hormonal changes that can increase the risk of inflammation of the gingival tissue. Gingivitis is an inflammation of the gums that can be seen with reddish gums, swollen gums, and bleeding easily, this condition is generally often experienced by pregnant women. This study was designed to analyze the relationship between pregnant women's knowledge about oral health maintenance and gingivitis. Methods: This research approach applied is an analytical survey method using a cross-sectional design with a research sample of 36 pregnant women. The research implementation period lasted from January to February 2025. Data collection tools applied were questionnaires and observation sheets to assess the condition of gingivitis. Data analysis was performed using Spearman's test. Results: The findings showed that the majority of pregnant women had a level of knowledge in the moderate category 58. 3% and the results of clinical evaluation also indicated the prevalence of pregnant women who experienced gingivitis as much as 72. The results of the analysis test from this research show the value of Asymp. Sig. -taile. 01 <0. Conclusion: There is a relationship between the knowledge of pregnant women about oral health maintenance with gingivitis at Kamal Health Center. Bangkalan Regency. Keywords : Knowledge. Dental and Oral Health Maintenance. Gingivitis. Pregnant Women Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2023, diperkirakan sekitar 3,5 miliar orang yang berarti hampir setengah populasi dunia mengalami gangguan kesehatan pada gigi dan mulut (WHO, 2. Kesehatan merupakan aspek utama dalam kehidupan manusia mencakup kesehatan fisik dan mental termasuk bagi ibu hamil. Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian integral dari kesehatan Dengan demikian, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut menjadi begitu penting, bermaksud mendukung kesehatan ibu hamil secara umum. Perubahan fisiologis tubuh pada masa kehamilan akan mempengaruhi rongga mulut, menyebabkan masalah seperti pembesaran gusi disebabkan perubahan hormonal dan vaskular. Perubahan hormon selama kehamilan seperti lonjakan estrogen dan progesterone bersama dengan pola perawatan mulut yang kurang optimal, sangat meningkatkan kemungkinan ibu hamil mengalami masalah pada kesehatan gigi dan gusi. Gingivitis patologis pada jaringan periodontal yang ditandai dengan perubahan warna pada tepi gingiva . menjadi kemerahan atau merah kebiruan, pembengkakan kontur gingiva akibat proses inflamasi dan endema, serta kecenderungan pendarahan spontan. Kondisi ini di tandai dengan pembesaran gingiva yang disebabkan oleh akumulasi cairan . dan peningkatan sensitivitas jaringan yang mengakibatkan pendarahan ringan. Perubahan hormon seperti peningkatan estrogen dan progesteron dapat memperburuk kondisi Hormon dapat memicu tingginya produksi asam di mulut. Sehingga keadaan ini beresiko memperburuk kondisi mulut jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik. Selain faktor hormonal, bakteri plak pada gigi berperan penting dalam terjadinya gingivitis selama masa kehamilan, yang terkait erat dengan kebiasaan ibu hamil dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut. Rendahnya kesadaran dalam merawat kebersihan mulut dan gigi berpotensi memperparah kondisi inflamasi gingiva pada periode gestasi . regnancy gingiviti. Menurut data yang dikeluarkan oleh PDGI, angka kejadian gingivitis secara global mencapai 75-90% masuk dalam kategori tingkat sedang mencapai 75%. Prevalensi gingivitis yang terjadi di Amerika Serikat angka yang signifikan yaitu lebih dari 82% pada pupulasi usia muda dan lebih dari 50% pada populasi dewasa. Sementara itu untuk kasus gingivitis yang terjadi selama masa kehamilan, prevalensi global dari seluruh ibu hamil didunia adalah 30-100%. Memahami dan menerapkan perawatan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan sangat penting untuk menjaga kebersihan rongga mulut ibu hamil dan mencegah timbulnya berbagai penyakit mulut. Oleh karena itu, ibu hamil harus memiliki kesadaran dan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan mulut tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga demi keselamatan janin. Promosi kesehatan melalui penyuluhan oral, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut, menjadi langkah strategis yang sangat signifikan. Penelitian mengungkap bahwa banyak ibu hamil cenderung mengabaikan perawatan kesehatan gigi dan mulut karena minimnya pengetahuan mereka tentang meningkatnya kerentanan terhadap gingivitis selama Faktor-faktor seperti perubahan hormon, kondisi fisik, dan perilaku perawatan oral turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko tersebut. Keterbatasan pengetahuan ini juga berdampak langsung pada praktik menjaga kesehatan mulut yang kerap tidak Ibu hamil perlu memahami betapa krusialnya pemeliharaan kebersihan dan kesehatan rongga mulut serta gigi. Hal ini dikarenakan masalah kesehatan mulut yang dialami wanita selama kehamilan dapat berhubungan dengan risiko melahirkan lebih awal . dan bayi yang dilahirkan dengan berat badan di bawah normal (Setijanto dkk. , 2. Jenjang pendidikan yang lebih baik memberikan dampak yang menguntungkan bagi wawasan individu. Wanita hamil dengan latar belakang akademis yang lebih mapan umumnya memiliki kemampuan yang superior dalam memahami informasi terkini dan memperlihatkan perilaku yang lebih proaktif dalam memelihara kesehatan rongga mulut dan gigi. Di sisi lain, ibu yang sedang mengandung dengan riwayat pendidikan yang minim cenderung memiliki Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 pemahaman yang kurang memadai, hal ini menyebabkan upaya mereka dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut seringkali tidak efektif. Berdasarkan hasil survei kesehatan dalam Kementerian Kesehatan RI Tahun 2023 didapatkan hasil prevalensi masalah kesehatan gusi dan jaringan lunak disekitar mulut selama 1 tahun terakhir yaitu 18,8%. Di antara kasus tersebut gusi bengkak . dan gusi mudah berdarah diperoleh hasil mencapai 14,1%. Hal ini menunjukkan bahwa gingivitis merupakan penyakit ketiga terbanyak di alami oleh penduduk Indonesia. 7 Prevalensi masalah gusi bengkak . dan gusi mudah berdarah di provinsi Jawa Timur diketahui yaitu dengan presentase 10,1%. Berdasarkan data sekunder hasil pemeriksaan ibu hamil yang dilakukan di Puskesmas Kamal pada bulan Juli - Agustus didapatkan hasil bahwa data awal yang diperoleh pada pemeriksaan 64 ibu hamil didapatkan sebanyak 64 ibu hamil mengalami gingivitis dengan tingkat kejadian sebesar Diperoleh data sehat sebanyak 0 ibu hamil . %), gingivitis ringan sebanyak 10 ibu hamil . %), gingivitis sedang sebanyak 18 ibu hamil . %), dan gingivitis berat sebanyak 36 . %). Mengingat tingginya kasus gingivitis pada ibu hamil oleh karena itu pencegahan menjadi sangat penting. Salah satu cara efektif untuk menambah pengetahuan dan kesadaran ibu hamil adalah melalui edukasi kesehatan yang diberikan. Terbatasnya pemahaman terkait kebersihan gigi dan mulut berpotensi mempengaruhi keadaan kesehatan ibu hamil dan rasa nyaman di masa kehamilan. Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan, penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hubungan pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis di Puskesmas kamal. Kabupaten Bangkalan. METODE Studi penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan desain survei crosectional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis dengan melibatkan 36 ibu hamil subjek penelitian. Instrument pengumpulan data yang terapkan meliputi lembar kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai ada tidaknya Periode pelaksanaan penelitian ini berlangsung pada bulan Januari dan Februari Penelitian ini telah memperoleh peretujuan dari tim Komite Etik Poltekkes Kemenkes Surabaya dengan nomor surat keterangan layak etik No. No. EA/3091/KEPKPoltekkes_Sby/V/2024. Data dianalisis dengan uji SpearmanAos untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil terkait pemelihataan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian gingivitis. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan Kategori Persentase (%) Baik Cukup Kurang Mengacu pada table 1, bahwa 58,3% dari 21 ibu hamil termasuk dalam kategori mayoritas responden yang sudah menjawab kuesioner penelitian. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Gingivitis Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan Tahun 2025 Gingivitis Frekuensi Persesentase (%) Ada Tidak Mengacu pada table 2, sebanyak 72,2% atau sebanyak 26 ibu hamil mengalami gingivitis selama masa kehamilan. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 Tabel 3. Hasil Analisis Hubungan Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil dengan Gingivitis di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan Tahun 2025 Gingivitis Kategori Pengetahuan Ada Tidak Baik Cukup Kurang Total Value 0,01 Mengacu pada tabel 3, hasil penelitian menunjukan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, menunjukan bahwa ada korelasi antara pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil dengan gingivitis. Nilai signifikan penelitian adalah 0,01 dibawah 0,05. kariesnya tinggi memiliki tingkat kualitas hidup yang sedang. PEMBAHASAN Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, sebagian besar wanita hamil menunjukkan pengetahuan dalam kategori cukup terkait pemeliharaan kesehatan gigi dan Peneliti berpendapat bahwa tingkat pendidikan menjadi satu alasan utama dibalik hal ini. Pendidikan sangat mempengaruhi individu termasuk pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka terkait mereka terait gaya hidup, terutama dalam mendorong sikap Secara umum, semakin tinggi jenjang pendidikan individu, semakin baik pula pengetahuan baru. Walaupun sebagian wanita hamil telah menunjukkan wawasan yang cukup mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, program penyuluhan tetap perlu diintensifkan dan dikembangkan untuk memastikan pemeliharaan kesehatan oral yang maksimal sepanjang masa kehamilan. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh9 dalam studi berjudul AoPemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Gingivitis di Puskesmas Urangagung. SidoarjoAo, yang melaporkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut tergolong cukup, dengan persentase sebesar 66,33%. Pengetahuan didapatkan dengan indera, seperti melihat, mendengar, mencium, merasakan, atau menyentuh sesuatu. Dari semua indera tersebut. Dari semua, pendengaran . dan penglihatan . seringkali menjadi cara utama kita belajar. Namun, kemampuan yang berbeda beda dalam memahami informasi, ditentukan dengan seberapa banyak dan bagaimana mereka memproses hal-hal yang ditangkap oleh indera Berbagai studi menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami radang gusi . memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki kondisi gusi sehat. Salah satu penyebab utama kondisi ini adalah rendahnya pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, tingkat pendidikan juga berperan penting. semakin tinggi tingkat pendidikan seorang ibu hamil, semakin besar pula pengetahuannya tentang hal tersebut. Ini karena mereka lebih mudah menerima informasi baru, termasuk soal pentingnya kesehatan gigi dan mulut, hingga mereka cenderung lebih peduli. Sebaliknya ibu hamil dengan tingkat pengetahuan yang lebih rendah mungkin punya pengetahuan yang terbatas, yang bisa membuat seseorang kurnag memperhatikan program kesehatan gigi dan Berdasarkan temuan riset yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa mayoritas ibu hami di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan mengalami kondisi gingivitis. Adapun periode kehamilan yang paling tinggi Tingginya angka kasus gingivitis pada ibu hamil diakibatkan oleh minimnya wawasan tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut, sehingga mereka cenderung mengabaikan perawatan gigi dan belum menjalankan kebiasaan higienis oral yang optimal selama Bahwa terdapat hubungan antara status kehamilan dengan tingkat keparahan gingivitis, yang konsisten dengan hasil penelitaian 3 yang juga melaporkan hubungan bermakna antara Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 kehamilan dan tingkat keparahan gingivitis. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa korelasi ini terjadi sebagai akibat dari peningkatan kadar hormon estrogen dan progesterone selama kehamilan yang dapat mempengaruhi kondisi jaringan gingiva dan memicu terjadinya respon inflamasi yang Peneliti berpendapat bahwa tingginya angka gingivitis pada ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain peningkatan hormon selama kehamilan, akumulasi plak, keberadaan karang gigi, serta kurangnya sikap dan tindakan ibu hamil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut Gingivitis didefenisikan sebagai kondisi inflamasi pada jaringan gingiva yang dikarakteristikkan tanda-tanda klinik berupa kecenderungan pendarahan pada gusi, namun tidak melibatkan kerusakan tulang albeolar. Salah satu penyebab dari gingivitis yaitu bakteri Porphyromonas gingivali. Bakteri tersebut menempel dan menginisiasi maka terjadi pembentukan plak. Kehamilan menyebabkan perubahan hormon yang signifikan, dan berdampak langsung terhadap tatus kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Peningkatan hormon ini sering memicu berbagai keluhatan umum seperti ngidam, kenginan mual, dan muntah yang membuat gigi mengalami kontak dengan asam lambung dan menyebabkan tingginya permasalahan di rongga ulut ibu hamil. Analisis statistik menggunakan uji Spearman mengungkapkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis di Puskesmas Kamal. Kabupaten Bangkalan. Dalam studi ini, ditemukan hubungan statistik yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis. Hasil tersebut sejalan dengan berbagai studi sebelumnya yang berhasil mengidentifikasi adanya hubungan korelasi yang erat antara pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan risiko terjadinya gingivitis. Beberapa penelitian menerangkan bahwa peningkatan hormon selama kehamilan, ditambah dengan kurangnya perhatian pada kebersihan mulut, membuat perempuan rentan mengalami gingivitis di masa kehamilan. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa wawasan mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut menjadi elemen krusial yang berdampak pada kondisi kesehatan gusi ibu yang sedang mengandung. Wanita pemahaman mendalam mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan rongga mulut dan gigi cenderung lebih konsisten dalam menjalankan kegiatan perawatan rutin tersebut. Sebaliknya kesadaran yang kurang bisa membuat mereka tidak tertarik merawat gigi da mulut, sehigga banyak yang mengalami gingivitis. Fenomena ini sejalan dengan teori ABC Sulzer. Azzroff. Mayer . cit 12 menjelaskan bahwa suatu perilaku diawali oleh antecedent . , pemicu ini kemudian memengaruhi behavior . erilaku yang dilakuka. yang pada akhirnya memunculkan consequences menjadi pemicu yang berdampak pada kurangnya perawatan gigi dan mulut, dan konsekuensinya adalah tingginya kasus gingivitis. Proses hasil interaksi rantai ABC tersebut dapat mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk mengubah melalui tiga tahapan progresif, yakni dari ketidaktahuan menuju pemahaman, dari pemahaman menuju kemauan, dan dari kemauan menuju kemampuan bertindak. Terbatasnya wawasan ibu hamil dalam hal menjaga kebersihan gigi dan mulut umumnya tampak dari pola tingkah laku keseharian mereka . , yang berakibat pada meningkatnya risiko gangguan kesehatan rongga mulut dan dapat berujung . Oleh karena itu, peningkatan level pemahaman, sikap yang positif, dan Langkah-langkah pencegahan yang appropriate dapat mengurangi resiko pregnancy gingivitis. KESIMPULAN DAN SARAN Sesuai dengan hasil analisis penelitian, maka peneliti mengambil simpulan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan dengan Sehingga dapat disarankan untuk ibu hamil lebih meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan, ibu hamil juga harus mengetahui Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 7 No. Desember 2025 eISSN 2746-1769 jenis makanan yang baik dan sehat untuk kesehatan gigi dan menjaga daya tahan tubuh melalui berbagai sumber seperti buku, internet, dan penyuluhan kesehatan di Puskesmas. Ibu hamil dianjurkan untuk menggunakan kalender perawatan gigi yang berisi jadwal menyikat gigi dan jadwal pemeriksaan gigi secara rutin untuk mencegah terjadinya penyakit gingivitis. DAFTAR PUSTAKA