JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 Tahun 2021 | 35 Ae 45 JPK : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan http://journal. id/index. php/JPK/index ISSN 2527-7057 (Onlin. ISSN 2549-2683 (Prin. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic (SOM) Berbasis Problem Based Learning (Pb. Pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Di Ikip Budi Utomo Malang Khusnul KhotimahnC 1. Puspita Pebri Setiani nC 2 Informasi artikel Sejarah Artikel: Diterima Desember 2021 Revisi Januari 2021 Dipublikasikan Januari Keywords : instructional videos. Screencast-o-matic Problem based learning How to Cite : Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setiani. Pengembangan Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic (SOM) Berbasis Problem Based Learning (Pb. Pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Di Ikip Budi Utomo Malang. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 6. DOI: http://dx. org/10. 9/jpk. ABSTRAK Pengembangan video pembelajaran menggunakan media aplikasi screencast-omatic adalah penelitian yang mengembangkan materi perkuliahan secara daring yang mengkombinasi antara visual, dan audio visual dengan mengunakan model pembelajaran berdasarkan masalah. Tujuan pengembangan video pembelajaran yakni untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami materi dan meningkatkan berpikir tingkat tinggi mahasiswa. Model pengembangan produk menggunakan model Research & Development (R&D) dari Borg and Gall. Produk pengembangan video pembelajaran diuji melalui evaluasi ahli, uji coba dan uji lapangan. Evaluasi ahli dilakukan oleh ahli pembelajaran, desain media dan meteri. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam pengembangan adalah angket. Teknik analisis yang digunakan dalam pengembangan adalah analisis deskriptif kuantitatif berupa persentase dan rata-rata. Hasil evaluasi produk pada ahli pembelajaran menunjukkan kategori baik . %), ahli desain media menunjukkan kategori baik . %), ahli materi menunjukkan kategori baik . %). Pada uji coba yang dilakukan menghasilkan skor 92% dengan kategori baik dan pada uji lapangan menghasilkan skor penilaian 89% dengan kategori baik, dengan demikian produk berupa video pembelajaran screencast-o-matic ini dapat digunakan dalam pembelajaran dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. ABSTRACT The development of instructional videos using the screencast-o-matic application media is a study that develops online lecture materials that combine visual and audio-visual using a problem-based learning model. The purpose of developing instructional videos is to make it easier for students to understand the material and improve students' higher order thinking. The product development model uses Research & Development Model (R&D) from Borg and Gall. Products are tested through expert judgment, trials and field trials. Expert judgment consists of aspects of learning, media design and materials. The data collection instrument used in this development was a questionnaire. The analysis technique used is the percentage and The results of expert assessment are . the learning aspect shows a good category . %), . the media design aspect shows a good category . %), . the material aspect shows a good category . %). In the trials conducted, the score was 92% in good category. Based on the field test results in an assessment score of 89% with a good category. based on the results of product trials, this learning video cannot be used in learning and further research can be carried out. nC Alamat korespondensi: Ikip Budi Utomo1. Pendidikan Sejarah dan Sosiologi. Malang. Indonesia nC E-mail: khusnulkhotimah@budiutomomalang. puspitapebrisetiani@budiutomomalang. Copyright A 2021 Universitas Muhammadiyah Ponorogo DOI: http://dx. org/ 10. 24269/jpk. email: jpk@umpo. Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setian. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic PENDAHULUAN Pada dunia pendidikan di era industri 4. pembelajaran mengalami perubahan yang pesat khususnya cara penyampaian materi pada peserta didiknya. Media pembelajaran yang paling Video pembelajaran merupakan salah satu media pembelajaran yang paling diminati oleh mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan video pembelajaran membuat mahasiswa dapat menonton materi kuliah pada saat longgar atau kapanpun untuk meninjau materi atau memahami konsep, mahasiswa dapat memulai dan menghentikan video sesuai keinginan, membantu mengakomodasi gaya dan kecepatan belajar yang berbeda. Selain itu, video pembelajaran dalam lingkungan pendidikan tinggi meningkatkan pembelajaran melalui peningkatan motivasi, emosi positif (Pirhonen & Rasi, 2. dan preferensi yang kuat pada penggunaan video pembelajaran (Ketsman et , 2. Penggunaan Teknologi dalam kegiatana pembelajaran telah banyak dilakukan untuk memudahkan pembelajaran karena kata memudahkan para pelajar atau orang yang sedang belajar (Dwiyogo, 2. sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam kosep pembelajaran tersebur memudahkan seorang belajar dengan bantuan guru maupun tanpa bantuan guru. Peran guru dalam proses pembelajaran menjadi lebih ringan namun tetap menjadikan pembelajaran tersebut lebih kompleks dengan mengusahkan strategi yang dilakukan dalam proses Strategi pembelajaran dapat dilakukan dengan menciptakan atau merancang kegiatan pembelajaran yang menarik dan juga memudahkan mahasiswa. Pembelajaran di kelas dirancang untuk meningkatkan kepekaan sosial dan keterampilan serta pengetahuan, namun pendidikan yang dilakukan di luar kelas atau secara mandiri dirancang untuk dapat menghasilkan pengetahuan berpikir tingkat tinggi yang dibangun secara mandiri dengan bantuan metode dan media pembelajaran. Secara mengkombinasi antara kedua yakni dengan tatap muka maupun dengan online dapat menghasilkan pengetahuan dan kepekaan yang tinggi antar sesama mahasiswa. Media Pembelajaran berupa video pada era digital yang sangat berkembang pesat, hal itu . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan karena video dapat memberikan pendidikan penggunaannya sehingga pendidik sudah dapat menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis video. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan penggunaan gambar, suara, dan teks sehingga hal itu membuat peserta didik tertarik dalam belajar (Ljubojevic et al. , 2. pembelajaran adalah media audio visual yang menggunakan suara, teks dan gambar. Dibanding dengan media visual dan audio secara terpisah, penggunaan media audio visual berupa video pembelajaran mengurangi multi persepsi pada media visual dan mengurangi pernyataan abstrak pada media audio sehingga hasil belajar peserta didik akan meningkat. Penggunaan video pembelajaran yang mengombinasikan suara, gambar dan teks diperlukan agar proses pembelajaran lebih efesien. Penggunaan presentasi multimedia berupa video merupakan faktor penting untuk memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran (Ljubojevic et al. Teknologi multimedia video telah sering dieksploitasi untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran. Video adalah alat untuk melibatkan kecerdasan verbal . , visual . , dan musik . siswa dalam proses pembelajaran, terutama dalam proses belajar Efek positif dari fitur klip video . ultisensoris, dinamis dan mampu menarik perhatian peserta didi. sering digunakan dalam pendidikan (Marques et al. , 2. Menghasilkan video pembelajaran yang mampu memotivasi peserta didik dan efektif karakteristik dari video dan penggunanya (Riyana. Karakteristik pembelajaran yakni . kejalasan pesan (Clarity of Massag. , diharapkan peserta didik dapat memahami materi lebih cepat sehingga pesan pembelajaran dengan menggunakan media video diharapkan mahasiswa dapat memahami pesan pembelajaran yang tersirat dapat tersimpn dalam jangka panjang. berdiri sendiri (Stand Alon. Video pembelajaran yang dikembangkan dapat menjadi media satu-satunya dalam pembelajaran tanpa bergantung pada media lain. bersahabat/akrab dengan pemakainya (User Friendl. , dikembangkan harus menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Keterwakilan (Representativ. Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setian. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic pembelajaran haruslah representatif dengan Isi Materi pembelajaran. visualisasi, membuat video pembelajaran yang menyajikan materi berbentuk teks, animasi, sound atau suara. Video pembelajaran yang dikembangkan menggunakan grafis dengan resolusi tinggi akan tetapi juga melihat kemampuan pengguna video pembelajaran tersebut dalam perangkat pemutarnya, dengan kata lain harus support dengan perangkat . Teknologi yang memudahkan dalam dunia pendidikan membantu meningkatkan atau mengolah pengetauhan dalam kegiatan Disisi lain penggunaan media menggunakan antara visual dan audiovisual meningkatkan animo mahasiswa dalam Salah satu teknologi yang dapat dikembangkan yakni penggunaan media Screencast-o-matic. Screencast-O-Matic adalah perekaman digital keluaran . layar laptop, komputer atau smartphone yang dikenal juga dengan istilah screen capture video, selain itu juga memuat suara (Harrell, 2012. Priowijanto, 2. Screencast-o-matic merupakan software perekaman layar perangkat yang support pada sistem oprerasi . peration system - OS) Windows, iOS dan android. Terdapat beberapa pertimbangan untuk menggunakan Screencasto-matic dalam membuat video pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penggunaan Screencast-o-matic melakukan pembuatan video secara mandiri dengan merekam layar laptop, komputer atau smartphone seperti melakukan presentasi materi saat pembelajaran di kelas. Selain itu penggunaan video pembelajaran berbasis Screencast-o-matic dapat memaksimalkan diaplikasikan, fleksibilitas waktu dan tempat belajar yang tinggi. Penggunaan screen o matic dalam pembelajaran ini diharapkan mampu merancang Video pembelajaran yang dapat memberikan pendalaman materi berupa pemecahan masalah yang ada. Perbedaan penelitian yang dilakuakn peneliti yakni penelitian ini mengembangkan suatu video pembelajaran yang menggunakan media screen cast matic yang mengabungkan antara visual yang terdiri dari tulisan dan animasi yang di tampilkan serta diberikan penjelasan dari dari suara atau audio yang disampaikan sehingga diharapkan dapat memudahkan siswa dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Pembelajaran yang menggunakan media screencast-o-matic dapat digunakan pendidik untuk merekam ceramah pembelajaran, demonstrasi praktek, orientasi untuk kelas online, bercerita secara digital, menyampaikan materi dengan melibatkan visual dan audio visual dan memberikan umpan balik pada tugastugas mahasiswa, dan lain sebagainya Pengembangan berbasis screen o matic ini juga dilengkapi dengan assesment diakhir berkaitan dengan soal yang melibatkan berpikir tingkat tinggi Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran yang memberikan pendalaman materi menggunakan model problem based learning (PBL). Problem based learning merupakan salah satu model pembelajaran yang diaanjurkan digunakan dalam kurikulum 2013, model pembelajaran problem based learning adalah model pembelajaran yang yang berpusat atau yang diawali dengan masalah nyata (Fatimah et al. Kegiatan menggunakan problem based learning dirancang agar mahasiswa dapat mengetahui permasalahan yang terjadi di sekitar dan diharapkan mahasiswa mahir memcahkan masalah yang Selain itu problem based learning merupakan model pembelajran yang melatih berpikir tingkat tinggi, serta memiliki kecakapan dalam partisipasi dalam team. Selain itu model pembelajaran problem based learning juga mengajarkan kepada mahasiswa bahwasanya pembelajran tidak hanya berkaitan dengan konsep konsep nerkaitan dengan materi namun pembelajaran yang dilakukan juga dapat melibatkan pengetahuan bisa didapatkan dari informasi terkait dengan lingkungan sekitar. Model Problem based learning mahasiswa dapat dikerjakan melalui kelompok maupun individu. Langkah langkah dalam model pembelajaran problem based learning yakni pertama dengan memberikan informasi berupa konsep dasar berkaitan dengan materi yang telah disajikan melalui video pembelajaran kemudian model pembelajaran problem based learning berangkat dari permasalahan yang nyata, kemudian mahasiswa melakukan penyeledikan terhadap masalah msalah yang JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setian. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic pembelajar yang mandiri, dalam pelaksanaannya mengumpulkan data dari beberapa sumber dan, mahasiswa diberi pertanyaan yang melatih mahasiswa memikirkan masalah dan jenis informasi yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah, dalam model pembelajaran problem based learning memiliki tiga fase dalam pembelajarannya yakni fase memahami masalah, fase merencanakan penyelesaian masalah dan fase penyelesaian masalah (Wiyanti & Leonard, 2. Model problem based learning memiliki beberapa kelebihan antara lain yakni dapat melatih keterampilan mahasiswa dalam mengahdapi masalah dan menumbuhkan rasa tertantang dalam penyelesaian masalah yang dihadapai di kelas maupun dalam kehidupan sehari hari (Hidayah, 2. Kekurangan dalam model problem based learning yakni terkait dengan apabila mahasiswa tidak memiliki minat dan motivasi belajar yang tinggi serta memandang masalah yang diselidiki terlalu sulit maka mereka akan merasa enggan dalam mencoba menyelesaikan dan hal tersebut akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk Apabila dalam model problem based learning tidak melakuakn persiapan yang matang berkaitan dengan strategi pembelajaran maka yang menjadi tujuan dalam pembelajaran tidak akan tercapai. Solusi dalam permasalahan dalam penerapan model problem based learning yakni dengan melakukan persiapan sebelum kegiatan pembelajaran berkaitan dengan kesiapan bahan ajar yang akan diajarkan, pemilihan bahan ajar dan cara penyampaian konsep dasar yang menarik dapat membantu siswa dalam menarik perhatian dan fokus dalam Pengembangan dengan menggunakan screen o matic berbasis problem based learning yang dilakukan yakni dengan menyajikan konsep awal berupa kombinasi audio dan visual, audio berkaitan dengan penjeasan materi dan visual berkaitan tampilan materi yang menarik dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan, dan diakhir video pembelajaran yang disajikan setelah konsep dasar, siswa diberikan beberapa permasalahan terkait dengan permasalahan yang Sehingga video pembelajaran tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan mahasiswa dalam memahami materi dan yang . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan menyenangkan, kreatif dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir. METODE Model penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah model pengembangan Borg and Gall (Setyosari, 2. strategi pengembangan produk di bidang pendidikan disebut sebagai penelitian dan pengembangan dengan melibatkan suatu proses yang mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan (Setyosari, 2. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa produk video pembelajaran yang menggunakan aplikasi screencast-o-matic pada mata kuliah pendidikan Kewarganegaraan. Model pengembangan Borg n Gall (Sugiono, 2. memiliki langkah langkah sebagai berikut :. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam data empirik. Potensi adalah segala sesuatu yang bila digunakan akan memiliki nilai tambah, sedangkan masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi,. pengumpulan data perencanaan termasuk definisi keahlian mulai menentukan objekobjek masalah dalam satu lingkup masalah dan skala tes kecil yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut, . Desain produk, yaitu penjelasan mengenai produk yang akan mengembangkan produk awal meliputi persiapan materi pembelajaran, buku pedoman dan perangkat yng digunakan, . Validasi desain, yaitu proses kegiatan untuk meniali apakah rancangan produk secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Validasi desain dilakukan oleh para ahli atau pakar yang berpengalaman untuk menilai produk terbaru, sebelum fakta lapangan validasi menggunakan kuesioner dikumpulkan dan dianalisis, . Revisi desain, yaitu memperbaiki desain produk oleh peneliti berdasarkan hasil validasi oleh ahli, dan hasil tes persiapan lapangan, . Uji coba produk, yaitu melakukan pengujian penggunaan produk untuk mengetahui Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setian. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic efektivitas produk tersebut. Uji coba dilakukan dengan membandingkan nilai sebelum dan sesudah pada kelas eksperimen dengan kelas control. tes lapangan utama diadakan dengan subjek yang diteliti. Data kualitatif dalam penampilan subjek sebelum dan sesudah tes dikumpulkan. Hasilnya dievaluasi dengan memperhatikan objek penelitian yang dibandingkan dengan data kontrol grup yang tepat, . revisi produk operasional, revisi produk yang telah disarankan oleh hasil tes uji coba, . uji cba pemakaian, yaitu menerapkan produk baru dalam lingkup yang lebih luas, . revisi produk final seperti yang disarankan oleh hasil tes lapangan operasional, dan revisi produk, dilakukan apabila dalam pemakaian pada lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan . Produksi masal, yaitu apabila produk yang telah diuji coba dinyatakan efektif dan layak dalam beberapa kali pengujian, maka dapat dilakukan kerjasama dengan perusahaan untuk memproduksi produk tersebut secara masal serta penyebaran dan pelaksanaan laporan produk pada saat pertemuan profesional dalam jurnal. Bekerja dengan bertanggung jawab kepada distribusi komersil memonitor distribusi untuk menyediakan kualitas kontrol. Akan tetapi dalam penelitian pengembangan video pembelajaran menggunakan screen o matic kewarganegaraan ini menggunakan hanya 7 langkah saja yakni hingga uji coba produk. Berikut adalah Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yakni rancangan pembelajaran berupa pengembangan model pembelajaran daring pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraanadalah sebagai berikut: . riset awal berupa pengukuran dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan . eed assesmen. dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa, . pengembangan bentuk produk awal berupa rancangan produk, . evaluasi para ahli dengan menggunakan tiga ahli pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan uji coba model diterapkan pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan semester gasal 2019-2020 yang diikuti 15 mahasiswa, . revisi produk pertama . esuai dari hasil evaluasi para ahli dan uji cob. , . uji coba lapangan dengan menguji cobakan hasil revisi produk pertama pada kelompok yang lebih besar, uji lapangan media diterapkan pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan semester gasal 2019-2020 yang diikuti 30 mahasiswa . revisi produk akhir sesuai hasil dari uji lapangan . elompok besa. , . hasil akhir produk. Tidak semua tahapan pada model pengembangan digunakan karena disesuaikan dengan kebutuhan pengemb angan produk sesuai karakteristik pengguna produk (Lestari et al. , 2. Berikut adalah skema prosedur penelitian pengembangan Analisis Kebutuhan Pembuatan Rancangan Produk Evaluasi Para Ahli dan Uji Coba Revisi Produk Pertama Uji Lapangan Revisi Produk Akhir Produk Akhir Bagan 1. Alur Pengembangan Subjek penelitian yang dipilih adalah mahasiswa Prodi Sejarah dan Sosiologi angkatan 2018 kelas A yang menempuh mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Pemilihan purposive sampling, teknik Pusposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiono, 2. pertimbangan peneliti dalam penelitian menggunakan screencast-o-matic yakni. pertimbangan pada kelas tersebut sedang Pendidikan Kewarganegaraan dan telah memiliki sarana pembelajaran daring yang menunjang berupa JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setian. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic Jumlah sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini yakni sebanyak 15 mahasiswa dalam uji coba dan 30 mahasiswa dilibatkan dalam tahap uji lapangan. Instrumen yang digunakan dalam pengembangan video pembelajaran screen o kewarganegaraan adalah dengan menggunakan data kuantitatif yang berupa angket atau Angket mengumpulkan data antara lain: . penelitian awal . nalisis kebutuha. , angket ini dibagikan kepada mahasiswa yang berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan perkuliahan di IKIP BUDI UTOMO . evaluasi Ahli, yang terdiri dari ahli pembelajaran, ahli materi dan ahli mediia dan . tanggapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dan Sosiologi angkatan 2018 kelas A yang Pendidikan Kewarganegaraan tentang produk yang Teknik analisis data yang digunakan pembelajaran screencast-o-matic pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah dengan menggunakan analisis kuantitatif berupa persentase dan rerata. Kedua teknik tersebut pengumpulan data penelitian awal . nalisis kebutuha. , evaluasi ahli yang terdiri dari ahli pembelajaran, ahli media dan ahli pembelajaran, data uji coba produk terdiri 15 sampel dan uji coba lapangan yang terdiri dari 30 sampel. Rumus yang akan digunakan untuk mengolah data antara lain: p= y100% Keterangan: : angka persentase : frekuensi yang dicari persentasenya : Number of Cases . umlah frekuensi/banyaknya individ. 100% : konstanta Tabel 1: Klasifikasi hasil analisis persentase dari Guilford Persentase Klasifikasi Makna 0-20% 20,1-40% 40,1-70% Tidak baik Kurang baik Cukup baik 70,1-90% 90,1-100% Baik Sangat baik Dibuang Diperbaiki Dipergunakan . Digunakan Digunakan . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Rincian Waktu dan Kegiatan Pengembangan pembelajaran daring berbasis screencasto-matic Nama Kegiatan Februari Analisis Bulan Hasil yang Diperoleh Mengetahui problem yang terjadi pada kelas mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang sehingga pembelajaran pendidikan kewarganegaraan tidak menarik Maret Menyusun Mempelajari yang telah diketahui kemudian merancang April Pengambilan Memperoleh data untuk data analisis keperluaan April Menganalisis Mengetahui hasil analisis permasalahan di kelas minimnya pengunaan yang menarik dan bervariasi pada mata Pendidikan Kewarganegaraan April FGD Mendapatkan gambaran produk yang akan diciptakan sesuai MeiPenyusunan Menyusun produk awal produk awal berupa video pembelajaran Screencast-o-matic yang mengabungkan Juli Penyusunan Menghasilkan Agustus Validasi ahli Mendapatkan penilaian dari validator tentang produk awal produk awal yang telah Penilaian validator ini dijadikan Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setian. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic Bulan Nama Kegiatan Oktober Uji Coba Produk Hasil yang Diperoleh acuan dalam melakukan revisi terhadap produk. Melakukan uji coba berbasis screencast-omatic Desain Rancangan Produk Tahap desain produk merupakan tahap Penulis berencana untuk meningkatkan ketertarikan belajar, dan juga menstimulus mahasiswa untuk berlatih berpikir tingkat tinggi dengan memberikan penugasan penyelesaian masalah. Dari data awal survey peneliti dengan memberikan angket kepada mahasiswa untuk memperoleh hasil analisis kebutuhan menyimpulkan pertama bahwa pendidikan kewarganegaraan merupakan mata kuliah yang dianggap mahasiswa kurang menarik kedua, mahasiswa menganggap penyajian materi yang disampaikan ketika kuliah pendidikan kewarganegaraan kurang variatif, ketiga penyajian materi yang disampaikan oleh dosen pengampu lebih banyak menggunakan metode ceramah yang membuat siswa pasif (Helmi, 2016. Tarigan, 2015. Widayati, 2. dan kurang melibatkan siswa untuk berpikir tingkat tinggi, keterampilan abad 21 yang harus dimiliki oleh siswa salah satunya adalah kemampuan berpikir kritis . ritical thinkin. (Trisnawati & Sari, 2019. Zubaidah. Berpikir kritis merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan telah diketahui perkembangan sosial, perkembangan mental, perkembangan kognitif (Zubaidah, 2. , keempat dosen tidak menggunakan media yang beragam dan berwarna dari beberapa alasan tersebut yakni karena minimnya penggunaan Video pembelajaran sanagt efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa sehingga membuat hasil belajar dapat meningkat pula (Busyaeri et al. , 2. Sehingga hal ini menjadi alasan peneliti memilih beberapa materi dalam dikembangkan menjadi video pembelajaran yang menarik, berikut adalah skema video dan PKn Sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Identitas Nasional Negara dan Konstitusi Hubungan Negara dan Warga negara Pendidikan Kewarganegaraan Demokrasi Indonesia Negara Hukum dan HAM Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Hasil Evaluasi Ahli Evaluasi Ahli dilakukan di 3 bidang keahlian yakni ahli media, ahli materi dan ahli Pembelajaran. Hasil evaluasi dari ahli digunakan untuk pedoman atas pengembangan media serta untuk menilai dari segi kelayakan dalam menggunaan media pembelajaran. Data yang diperoleh dari masing - masing ahli adalah berupa data kuantitatif yang berasal dari angket yang diberikan pada saat melakukan evaluasi Pada angket menggunakan skala likert untuk menentukan kriteria evaluasi produk seperti di bawah ini: Tabel 3 : Skala evaluasi ahli Jawaban Skor Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik (Sumber : Dokumentasi Penelit. Berikut merupakan hasil evaluasi oleh 3 ahli Hasil Evaluasi Ahli Pembelajaran JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setian. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic Hasil evaluasi dari ahli pembelajaran yang terdiri dari beberapa aspek berkaitan kesesuaian tema dengan indikator, kesesuaian materi dengan penyampaian video. Penyajian materi yang menumbuhkan keaktifan pembelajaran Tabel 4 : Hasil Penilaian Ahli Pembelajaran Kriteria Kesesuaian tema yang disajikan dalam video pembelajaran Ketepatan kemampuan akhir yang direncanakan dengan indicator Kesesuaian indikator dengan materi yang disajikan Sistematika uraian isi materi Penggunaan bahasa yang sesuai dengan pemahaman mahasiswa Penyajian keaktifan pembelajaran Penyajian materi bisa memberikan Penyajian materi dapat memberikan pengalaman baru Kesesuaian materi dengan tugas 10 Instrumen evaluasi bisa mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi Jumlah Tabel 5: hasil Aspek yang Rerata Aspek Pembelajaran Nilai Persentase Kriteria Baik Kriteria Tampilan media pembelajaran Ketepatan tampilan warna yang Ketepatan ukuran huruf yang Jumlah Tabel 7 : Hasil persentase evaluasi ahli media Aspek yang Aspek media Rerata Persentase Kriteria Baik Persentase kelayakan video pembelajaran daring berbasis screencast-o-matic pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah 82% berada pada kualifikasi baik dan dapat Hasil Evaluasi Ahli Media Hasil evaluasi dari ahli media yang berkaitan dengan komponen tampilan media yang menarik, warna dan huruf yang digunakan,kejelasan suara, kesesuaian gambar memperoleh skor sebagai berikut: Tabel 6 : Hasil Penialain Ahli Media Pembelajaran Ketepatan jenis huruf yang Kejelasan suara atau audio Kesesuaian gambar dengan materi Kesesuaian suara penjelasan dengan tampilan gambar Kejelasan paparan materi Kejelasan pentunjuk penggunaan Kemudahan pengoperasian media NIlai . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Hasil evaluasi ahli media pada produk Kewarganegaraan adalah 86%. Hasil persentase baik namun ada catatan dari penilai yang perlu ditambahkan yakni berkaitan dengan kejernihan suara dan kestabilan suara yang ada dalam video Kejernihan atau kejelasan suara pada suatu video pembelajaran akan membantu mahasiswa memahami materi terutama pada mahasiswa yang bertipe belajar auditorial sehingga dari pemahaman materi tersebut akan dapat meningkatkan hasil belajar (Hendriana. Walaupun jumlah mahasiswa bertipe auditorial lebih sedikit dari tipe visual dan kinestetik (Khoeron et al. , 2014. Sari, 2. , produk ini harus mengakomodasi seluruh tipe belajar untuk memperbesar kebergunaan Hasil Evaluasi Ahli Materi Hasil evaluasi dari ahli materi berkaitan dengan . kejelasan bab dan sub bab, . ketepatan indikator dan kemampuan akhir yang direncankan, . keruntutan penyajian materi pembelajaran. kelengkapan materi yang . penyampaian materi, . kesesuaian penggunaan . pembelajaran,dari memperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 8: Hasil Penialain Ahli Materi Kriteria Kejelasan bab dan sub bab Ketepatan Nilai Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setian. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic Ketetpatan bab dan sub bab dengan materi pembelajaran Keruntutan Keakuratan materi pembelajaran Kelengkapan materi pembelajaran yang disajikan Penjelasan penyampaian materi. Kesesuaian penggunaan bahasa Kesesuaian evaluasi pembelajaran Kejelasan soal/tugas Jumlah Tabel 9: Hasil evaluasi ahli materi Aspek yang Aspek media Jumlah Persentase Kriteria Baik Hasil pembelajaran daring berbasis Screencast-omatic mata kuliah pendidikan kewarganegaraan adalah 90% berada pada kategori baik dan layak Saran dan komentar dari validator materi yakni kurang lengkapnya materi yang disajikan berkaitan dengan bab geopolitik dan ketahanan yang belum disajikan dalam video. Berdasarkan kesimpulan dari ketiga dari aspek pembelajaran, media dan materi produk yang dihasilkan dapat atau layak digunakan dalam Hasil Tanggapan Mahasiswa atau Pengguna Media Pembelajaran Pada Uji Coba Produk Berdasarkan hasil tanggapan mahasiswa sebagai pengguna media pembelajaran yang dilakukan dengan uji coba media dengan sampel kecil yakni 15 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa laki laki maupun perempuan. Dari perolehan data uji coba dari beberapa aspek terkait dengan format,isi dan bahasa. Hasil dari format media pembelajaran yakni aspek daya tarik gambar dalam media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh hasil 93%. Kesesuaian pada ukuran gambar dalam media pembelajaran memperoleh hasil 84%. Kesesuaian ukuran gambar dalam media pembelajaran 87 %. Kesesuaian penggunaan gambar animasi dalam menjelaskan materi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sebesar 93%. Keserasian tampilan warna yang memperoleh skor 100%. Kejelasan penggunaan huruf dalam media 100%. Berdasarkan memperoleh perincian hasil Kesesuaian judul dengan isi materi 100%. Sedangkan hasil dari respon mahasiswa berkaitan dengan kesesuaian materi pendidikan kewarganegaraan dengan tujuan pembelajaran memperoleh hasil 100%, selanjutanya berkaitan dengan kelengkapan materi yang disajikan dalam media memperoleh hasil 80%, tanggapan berikutnya berkaitan dengan kejelasan materi yang teridentifikasi pada media pembelajaran memperoleh hasil sebesar 93%, berkaitan dengan dengan aspek penggunaan media dapat membangkitkan minat belajar mahasiswa memperoleh skor 80%. Berdasarkan Indaktor dari tanggapan mahasiswa berkaitan dengan bahasa yang Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh hasil rincian sebagai berikut, yang pertama berkaitan dengan mudahnya ejaan yang digunakan dalam video pembelajaran memperoleh hasil 92%, kedua berkaitan dengan bahasa yang digunakan dalam video pembelajaran yang menggunakan EYD memperoleh presentasi skor sebesar 100%, ketiga yakni berkaitan dengan kemudahan bahasa yang digunakan dalam penyampaian vmateri yang ada di video pembelajaran mengguanakan bahasa yang mudah dipahami memperoleh skor 80%, keempat yakni tanggapan berkaitan dengan penggunakan video pembelajaran dapat mendorong minat baca mahasiswa memperoleh hasil skor 87%, yang kelima yakni berkaitan dengan kejelasan makna kalimat dalam media pembelajaran memperoleh hasil 100%. Berikut adalah hasil rerata dari tiga indikator yakni fotmat,isi dan bahasa: Tabel 10 : Hasil Ujicoba Produk Komponen Format Isi Bahasa Rata-rata Persentase (%) Uji Coba 93,33 91,11 92,15 Hasil Tanggapan Mahasiswa atau Pengguna Media Pembelajaran Pada Uji Lapangan Produk Pada tahap uji lapangan terdapat perbedaan peroleh hasil dari indiktor format, isi dan bahasa. Dari aspek isi mengalama penurunan hasil pada tahap uji coba indikator format memperoleh hasil rerata sebesar 93,33 persen sedangkan ketika tahap uji lapangan indikator format dalam media pembelajaran memperoleh skor 89,44%. Kemudian pada indikator isi yang dijabarkan dari isi materi yang sesuai dengan sub bab materi, tujuan, kelengkapan dan kejelasan materi pembelajaran JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Khusnul Khotimah. Puspita Pebri Setian. Pengembangan Video Pembelajaran Screencast-o-matic pendidikan kewarganegaraan yang disampaikan memperoleh skor 91,67% pada tahap uji coba yang dilakukan dengan jumlah 40 mahasiswa sebagai subyek penelitian. Sedangkan pada indikator indikator bahasa yang berkaitan dengan penggunaan ejaan, kejalsan bahsa dan kemudahan dalam memaknai memperoleh skor rerata sebesar 87,33%. Berikut adalah tabel rerata perolehan skor dari uji lapangan produk. Tabel 11: Hasil Uji Lapangan Komponen Format Isi Bahasa Rata-rata Persentase (%) Uji Lapangan 89,44 91,67 87,33 89,48 SIMPULAN Berdasarkan hasil Evaluasi ahli, yang terdiri dari ahli pembelajaran, ahli materi dan ahli media serta uji coba kelompok kecil sebanyak 15 sampel dan uji lapangan sebanyak 30 sampel, produk berupa video pembelajaran screencast-o-matic berbasis Problem based Learning dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran di perguruan tinggi terutama IKIP Budi Utomo. Produk ini dikembangkan sampai pada tahap uji lapangan saja, diperlukan penyebarluasan . pada perguruan tinggi lainnya sehingga perlu diadakan penelitian lanjutan untuk mengukur efektifitas dan efisiensi produk pada lingkup pengguna yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA