Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 PENGARUH FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI DESA BANDAR KLIPPA KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Faisal Azhari Baldan Panjaitan1. Fuad Balatif1 . Nazrina Rahmah Panjaitan1 Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah Medan Jl. Sisingamangaraja Km 5. 5 No. 10 Medan. Telp/fax : 061-7851881 *Email : lookatfaisal@gmail. ABSTRAK Salah satu komoditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian adalah komoditi jagung. Di Indonesia Jagung merupakan komoditas pangan kedua setelah padi dan sumber kalori atau makanan pengganti beras disamping itu juga sebagai pakan ternak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor produksi terhadap pendapatan petani dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil temuan dalam penelitian akan disimpulkan berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan dari hasil kuesioner yang disebarkan. Secara parsial variabel luas lahan, berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani jagung, sedangkan variabel biaya pupuk, biaya pestisida, biaya benih, jumlah tenaga kerja, dan harga output berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung. Secara simultan pengaruh variabel bebas luas lahan, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya benih, jumlah tenaga kerja, dan harga output terhadap pendapatan petani jagung menunjukkan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Kata kunci : usahatani, pendapatan, faktor produksi ABSTRACT One of the food crop commodities that can play a role in the development of the agricultural sector is corn. In Indonesia, corn is the second food commodity after rice and a source of calories or food to replace rice as well as animal feed. The research aims to determine the effect of factors of production on farmerAos income using quantitative research methods. The findings in the study will be concluded based on the results of calculations carried out from the results of the questionnaires distributed. Partially the variabel land area has a significant effect on the income of corn farmers, while the variabels of fertilizer costs, pesticide costs, seed costs, number of workers, and output prices have no significant effect on corn farming income. Simultaneously the influence of the independent variabel land area, cost of fertilizer, cost of pesticides, cost of seeds, amount of labor, and output price on the income of corn farmers shows a significant effect on the dependent variabel. Keywords : farming, income, factors of production Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 tahun 2019 sebanyak 23000,86 ton. Kecamatan Percut Sei Tuan sangat berpotensi dalam pengembangan tanamn jagung sebagai tanaman pangan Produksi usaha tani dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya modal, luas lahan dan tenaga kerja. Modal memiliki hubungan positif, artinya semakin banyak modal semakin banyak pula hasil produksinya. Luas lahan yang ditamanami akan mempengaruhi banyaknya tanaman yang ditanam, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi besarnya produksi jagung. Semakin luas lahan yang ditanami jagung, maka akan semakin banyak Tenaga kerja memiliki hubungan yang positif yang artinya semakin banyak tenaga kerja semakin banyak pula hasil produksi jagungnya (Ni Nyoman, 2. Penelitian mengetahui pengaruh faktor produksi menggunakan metode penelitian kuantitatif. PENDAHULUAN Di Indonesia komoditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian adalah komoditi jagung. Di Indonesia Jagung merupakan komoditas pangan kedua setelah padi dan sumber kalori atau makanan pengganti beras disamping itu juga sebagai pakan ternak. Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ketahun sejalan dengan peningkatan taraf hidup ekonomi masyarakat dan kemajuan industri pakan ternak sehingga perlu upaya peningkatan produksi melalui sumber daya manusia dan sumber daya alam, ketersediaan lahan maupun potensi hasil dan Jagung menjadi salah satu komoditas pertanian yang sangat penting dan saling terkait dengan industri besar (Prahasta. Selain untuk dikonsumsi untuk sayuran, buah jagung juga bisa diolah menjadi aneka Selain itu, pipilan keringnya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kondisi ini membuat budidaya jagung memiliki prospek yang sangat menjanjikan, baik dari segi permintaan maupun harga jualnya (Mahdiah. Kecamatan Percut Sei Tuan yang berpotensi dalam mengembangkan tanaman jagung, hal ini sesuai dengan data badan pusat statistik (BPS) Kecamatan Percut Sei Tuan menyatakan bahwa Kecamatan Percut Sei Tuan memiliki produktivitas yang cukup besar dari Kecamatan lainya di Kabupaten Deliserdang. Berikut disajikan data 3 tahun terakhir mengenai produksi jagung di Kecamatan Percut Sei Tuan sebagai berikut: Hipotesis Faktor-faktor luas lahan, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya benih, tenaga kerja dan harga jagung berpengaruh nyata kepada pendapatan petani di daerah penelitian. Faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala usahatani jagung di daerah penelitian. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Peneliti menyebarkan kuesioner kepada petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Sampel diambil sebanyak 33 orang, ditentukan secara random yaitu petani yang dapat dijumpai di tempat lokasi siapapun, dimanapun, serta kapan saja ketika ditemui yang kemudian dijadikan sebagai responden dalam penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Tabel 1. Total Produksi Jagung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017 Ae 2019 Total Produksi (To. Kecamatan Percut Sei 2480,6 29178 23000,86 Tuan Dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa Kecamatan Percut Sei Tuan berada pada posisi pertama sebagai produksi jagung terbesar di Kecamatan Percut Sei Tuan dengan total produksi pada Tahun 2017 sebanyak 2480,6 Ton, tahun 2018 sebanyak 29178 dan pada Teknik Analisis Data Teknik analalisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif yaitu analisis data yang menggunakan model matematika Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 mengolah, dan menginterprestasikan data yang diperoleh sehingga memberikan keterangan yang benar dan lengkap pemecahan masalah yang dihadapi. Adapun pengujian-pengujian dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai dengan menggunakan logaritma natural . maka membentuk persamaan sebagai berikut : Ln Y = o 1lnX1 2lnX2 3lnX3 4lnX4 5lnX5 6lnX6 Dimana : Y = Pendapatan Usahatani Jagung (Rp/K. o = Konstanta X1 = Luas Lahan (H. X2 = Harga Pupuk (Rp/K. X3 = Harga Pestisida(Rp/K. X4 = Harga Benih (Rp/K. X5 = Jumlah Tenaga Kerja (Jiwa/H. X6 = Harga Output (Jagun. (Rp/K. 1, 2, 3, 4 , 5, 6 = Koefisien Arah Regresi ln = Logaritma Natural = Error Term Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas di dalam model regresi dapat diketahui dari nilai toleransi dan nilai variance inflation factor (VIF). Jika nilai VIF diatas 10 maka ada gejala multikolinearitas dan sebaliknya jika nilai VIF dibawah 10 maka tidak ada gejala Untuk mengetahui tingkat signifikan dari masing-masing koefisien regresi variabel independen . ariabel beba. terhadap variabel . ariabel menggunakan uji statistik diantaranya: Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dengan melakukan pengujian nilai durbin watson (DW Jika nilai DW lebih besar dari batas atas . dan kurang dari jumlah variabel independen, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi. Untuk menguji hipotesis satu, dua dan tiga dapat dijelaskan sebagai berikut analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen yang ditampilkan dalam bentuk persamaan regresi. Variabel independen dilambangkan dengan X1. X2. X3. sedangkan variabel dependen dilambangkan dengan Y. Analisis ini dugunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani analisis regresi berganda yang secara matematis dapat dirumuskan dengan menggunakan pendekatan statistika sebagai Uji Simultan (Uji F) Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen. Pembuktian dilakukan dengan cara membandingkan nilai F-tabel dengan F-hitung. Untuk menentukan nilai Y = F (X1. X2. X3,X4. X5. X6, ) Y = X 1 X 2 X 3 X 4 X 5 X 6 Uji Parsial (Uji . Uji statistik pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen secara individual variasi-variabel Uji t digunakan untuk menentukan nilai uji statistik dengan persamaan. Atau juga dikatakan untuk menguji hipotesis, maka diadakan pengujian dengan menggunakan rumus AutAy. Adapun persamaan dari uji t ialah sebagai berikut: Kriteria pengambilan keputusan: Ha diterima apabila thitung>ttabel, pada = 5% dan nilai p- value < level of significant sebesar 0,05 . Ha ditolak apabila t hitunglevel of significant sebesar 0,05 Analisis Regresi Linier Berganda Uji Hipotesis Persamaan di atas kemudian di linearkan Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 F tabel, tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 5% dengan derajat kebebasan . egrees of freedo. df1 = . umlah total variabel-. dan df2 = . -k-. di mana n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel independen. Kriteria pengambilan keputusan: Ha diterima jika Fhitung< Ftabel pada = 5% Ha diterima jika Fhitung> Ftabel pada = 5% tidak terjadi gejala multikolinieritas. Adapun hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada Tabel 2 . Berdasarkan Tabel 2, maka dapat diketahui nilai VIF untuk masing-masing variabel penelitian sebagai berikut : Nilai VIF untuk variabel luas lahan 869 < 10 dan nilai tolerance 127 > 0,10 sehingga variabel kualitas angkatan kerja dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinearitas. Nilai VIF untuk variabel Biaya Pupuk 360 < 10 dan nilai tolerance 107 > 0,10 sehingga variabel kepemilikan modal dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinearitas. Nilai VIF untuk variabel Biaya pestisida sebesar 4. 666 < 10 dan nilai tolerance sebesar 0. 214 > 0,10 sehingga . Nilai VIF untuk variabel Biaya Benih 357 < 10 dan nilai tolerance 737 > 0,10 sehingga variabel sumber daya alam dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinearitas. Nilai VIF untuk variabel Tenaga Kerja 663 < 10 dan nilai tolerance 601 > 0,10 sehingga variabel pertumbuhan penduduk dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinearitas. Nilai VIF untuk variabel Harga Output 345 < 10 dan nilai tolerance 744 > 0,10 sehingga variabel pertumbuhan penduduk dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinearitas. Koefisien Determinasi (RA) Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar persentase sumbangan dari variabel independen . odal, luas lahan dan tenaga bersama-sama terhadap variabel dependen . roduksi usahatani dari besarnya koefisien determinasi (R ). Di mana R atau R Square menjelaskan seberapa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel Model yang baik adalah model yang meminimumkan residual berarti variasivariabel independen dapat menerangkan variabel dependennya dengan sebesar 0,05, sehingga diperoleh korelasi yang tinggi antara variabel dependen dan variabel independen. Akan tetapi ada kalanya dalam pengunaan koefisien determinasi terjadi biasanya terhadap satu variabel independen yang dimasukkan dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen akan menyebabkan peningkatan R2, tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen . emiliki nilai t yang Tabel 2. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa HASIL DAN PEMBAHASAN Model Uji Multikolinieritas Collinearity Statistic Tolerance VIF (Constan. Luas Lahan X1 Biaya Pupuk X2 Biaya pestisida X3 Biaya Benih X4 Jlh Tenaga Kerja X5 Harga Output X6 Sumber:Output SPSS 17 data diolah Tahun 2022 Uji ini untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. Berdasarkan aturan variance inflation factor (VIF) dan tolerance, maka apabila VIF melebihi angka 10 atau tolerance kurang dari 0,10 maka dinyatakan terjadi gejala multikolinieritas. Sebaliknya apabila nilai VIF kurang dari 10 atau tolerance lebih dari 0,10 maka dinyatakan Uji Autokorelasi Salah satu Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 4lnX4 5lnX5 6lnX6 mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dengan melakukan pengujian nilai durbin watson (DW Jika nilai DW lebih besar dari batas atas . dan kurang dari jumlah variabel independen, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi. Adapun hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada Tabel 3. Y = 14. 423 X1 0. 107 X2 - 0. 040 X3 017 X4 0. 006 X5 0. 026 X6 e Hasil persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta b0 = 14. 980 menunjukan besarnya pendapatan petani jagung pada saat luas lahan (X. , biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. , harga output (X. sama dengan nol. Variabel bebas Luas lahan (X. mempunyai koefisien regresi . 423 menunjukkan pengaruh luas lahan responden yang bernilai positif ( ). Artinya apabila luas lahan responden bertambah 1 hektar maka akan menyebabkan pertambahan pendaptan 423 dengan asumsi biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. , harga output (X. dianggap konstan. Variabel bebas biaya pupuk (X. mempunyai koefisien regresi . 107 menunjukkan pengaruh pupuk yang bernilai positif ( ). Artinya apabila penggunan pupuk secara baik maka akan menyebabkan pertambahan pendapatan petani jagung sebesar 0. dengan asumsi luas lahan (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. , harga output (X. dianggap konstan. Variabel bebas biaya pestisida (X. mempunyai koefisien regresi . sebesar 040 menunjukkan pengaruh biaya pestisida yang bernilai negatif (-). Artinya apabila pemberian pestida tidak sesuain dosis yang di perlukan tanaman maka pendapatan petani jagung sebesar 0. dengan asumsi responden luas lahan (X. , biaya pupuk (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. , harga output (X. dianggap konstan. Variabel bebas biaya benih (X. mempunyai koefisien regresi . 017 menunjukkan pengaruh biaya benih yang bernilai positif ( ). Artinya apabila biaya benih bertambah sesuai luas lahan yang di tanami maka Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi Model Summary b Model Std. Adjusted Error DurbinSquare of the Watson Square Estimate Sumber:Output SPSS 17 data diolah Tahun 2022 Analisis Regresi Linier Berganda Dalam penelitian ini menggunakan analisis data regresi linier berganda dengan menggunakan uji asumsi klasik. Regresi linier berganda digunakan karena dalam penelitian ini dimana dalam regresi linier berganda variabel Y merupakan variabel terikat yang tergantung pada dua atau lebih variabel bebas (X). Analisis regresi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh luas lahan (X. , biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. dan harga output (X. terhadap pendapatan petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai(Y). Hasil regresi berganda ini diolah dengan menggunakan Software Statistik Program For Social Science (SPSS) disajikan pad Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model (Constan. Luas Lahan X1 Biaya Pupuk X2 Biaya pestisida X3 Biaya Benih X4 Jlh Tenaga Kerja X5 Harga Output X6 Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber:Output SPSS 17 data diolah Tahun 2022 Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh hasil sebagai berikut: Persamaan regresi yaitu : Ln Y = Lno 1ln X1 2ln X2 3ln X3 Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 pendapatan petani jagung sebesar 0. dengan asumsi luas lahan (X. , biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , jumlah tenaga kerja (X. , harga output (X. dianggap konstan. Variabel bebas jumlah tenaga kerja (X. mempunyai koefisien regresi . 006 menunjukkan pengaruh jumlah tenaga kerja yang bernilai positif ( ). Artinya apabila jumlah tenaga kerja bertambah 1 orang maka akan menyebabkan pertambahan pendapatan petani jagung sebesar 0. 006 dengan asumsi luas lahan (X. , biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. , harga output (X. dianggap konstan. Variabel bebas Luas lahan (X. mempunyai koefisien regresi . 423 menunjukkan pengaruh luas lahan responden yang bernilai positif ( ). Artinya apabila luas lahan responden bertambah 1 hektar maka akan menyebabkan pertambahan pendaptan 423 dengan asumsi biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. , harga output (X. dianggap konstan. Variabel bebas harga output . (X. mempunyai koefisien regresi . sebesar 026 menunjukkan pengaruh harga output responden yang bernilai positif ( ). Artinya apabila harga output responden bertambah 1 maka akan menyebabkan pertambahan pendaptan 026 dengan asumsi luas lahan (X. biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. , dianggap konstan. luas lahan (X. , biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. , dan harga output (X. terhadap Pendapatan petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai(Y). Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji t Coefficientsa Model (Constan. Luas Lahan X1 Biaya Pupuk X2 Biaya pestisida X3 Biaya Benih X4 Jlh Tenaga Kerja X5 Harga Output X6 Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber:Output SPSS 17 data diolah Tahun 2022 Dari hasil analisis uji t diperoleh hasil sebagai berikut: Variabel luas lahan (X. memiliki nilai signifikan sebesar 0. 000, nilai ini menunjukkan bahwa nilai signifikan lebih kecil dari level of significance ( = 0,. Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa luas lahan berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai. Variabel Biaya pupuk (X. memiliki nilai signifikan sebesar 0. 219 nilai ini signifikan lebih besaer dari level of significance ( = 0,. Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa biaya pupuk tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai. Variabel biaya pestisida (X. memiliki nilai probabilitas t sebesar 0,430, nilai ini bahwa nilai signifikan lebih besar dari level of significance ( = 0,. Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa pbiaya pestisida petani jagung tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai. Variabel biaya benih (X. memiliki nilai Uji Hipotesis Uji hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah dalam Uji hipotesis terbagi menjadi tiga Uji t Uji t dalam analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh secara parsial antara variabel bebas Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 signifikan sebesar 0. 474, nilai ini bahwa nilai signifikan lebih besar dari level of significance ( = 0,. Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa biaya benih tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai. Variabel jumlah tenaga kerja (X. memiliki nilai signifikan sebesar 0. nilai ini menunjukkan bahwa nilai tidak signifikan lebih besar dari level of significance ( = 0,. Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai. Variabel harga output . (X. memiliki nilai signifikan sebesar 0. nilai ini menunjukkan bahwa nilai tidak signifikan lebih besar dari level of significance ( = 0,. Jadi, hipotesis yang menyatakan bahwa tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan petani jagung di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai. Tabel 6, pengaruh variabel luas lahan (X. , biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. , dan harga output . (X. terhadap pendapatan petani jagung (Y), maka diperoleh nilai signifikan 0. 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa keenam variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Koefisien Korelasi (R) Koefisien korelasi (R) digunakan untuk menerangkan keeratan hubungan antara variabel-variabel bebas . uas lahan, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya benih, jumlah tenaga kerja dan harga outpu. terhadap terikat . endapatan jagun. Koefisien korelasi dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 7. Tabel 7. Koefisien Korelasi Model Summaryb Regression Residual untuk menerangkan seberapa besar pengaruh dari seluruh variabel bebas . uas lahan, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya benih, jumlah tenaga kerja dan harga outpu. terhadap variabel terikat . endapatan jagun. Koefisien determinasi dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 8. ANOVAb Std. Adjusted Error DurbinSquare of the Watson Square Estimate Tabel 7 menunjukkan bahwa hasil dari perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi yang disimbolkan dengan R sebesar 0,969 atau 96,9% hubungan korelasi yang kuat serta eratnya hubungan antara luas lahan (X. , biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. dan harga output . (X. terhadap pendapatan jagung (Y). Sedangkan sisanya yaitu sebesar 3,1% dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar Koefisien Determinasi (R ) Koefisien determinasi (R. digunakan Uji F ini biasa digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara signifikan terhadap variabel dependen. Dimana jika fhitung< ftabel, maka H0 diterima atau variabel independen secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen . idak signifika. , artinya perubahan yang terjadi pada variabel terikat tidak dapat independen, dimana tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 0,5%. Hasil hasil uji F dalam penelitian ini dapat dilihat di Tabel 6. Tabel 6. Hasil Uji F Sum of Squares Sumber:Output SPSS 17 data diolah Tahun 2022 Uji F Model Model Mean Sig Square Sumber:Output SPSS 17 data diolah Tahun 2022 Dari hasil regresi yang ditunjukkan pada Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 8. Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model Std. Adjusted Error DurbinSquare of the Watson Square Estimate Sumber:Output SPSS 17 data diolah Tahun 2022 Tabel 8 menunjukkan bahwa hasil dari nilai koefisien determinasi yang disimbolkan dengan R2 938, dengan kata lain hal ini menunjukkan bahwa besar persentase variasi pendapatan petani jagung yang bisa dijelaskan oleh variasi dari keenam variabel bebas yaitu luas lahan (X. , biaya pupuk (X. , biaya pestisida (X. , biaya benih (X. , jumlah tenaga kerja (X. dan harga output . (X. berpengaruh sebesar 93,8% terhadap pendapatan petani sedangkan sisanya sebesar 6,2% dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar penelitian. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan sebagai Secara parsial variabel luas lahan, pendapatan petani jagung, sedangkan variabel biaya pupuk. Biaya pestisida. Biaya benih, jumlah tenaga kerja, dan harga output berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan usahatani Secara simultan pengaruh variabel bebas luas lahan, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya benih, jumlah tenaga kerja, dan output terhadap pendapatan petani jagung menunjukkan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Kendala usahatani jagung serangan hama dan penyakit, makin mahalnya harga bibit yang bermutu serta pupuk dan pestisida. jagung diharapkan kepada pihak yang terkait memberikan bantuan dalam bentuk tambahan pupuk kepada petani jagung karena pupuk sangat berperan penting dalam peningkatan pendapatan petani jagung. Untuk meningkatkan pendapatan bagi petani jagung pihak pemerintah ataupun swasta harus mengarahkan petani dalam hal pemasaran hasil panen yang diperoleh serta cara penggunaan teknologi dibidang pemasaran baik itu secara kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga pendapatan yang diperoleh petani jagung mengalami peningkatan. Masyarakat jagung untuk memperoleh tingkat pendapatan yang cukup untuk kebutuhan hidup sebaiknya membentuk kelompok tani yang dapat membantu dalam hal memperoleh pinjaman pupuk, membantu pemasaran hasil panen, dan tukar ilmu serta informasi antar petani jagung. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian yang telah di lakukan untuk melihat faktorfaktor lain yang mempengaruhi tingkat pendapatan petani jagung. DAFTAR PUSTAKA Apri Sri Nurjanah. Hardiani. Junaidi. Analisis faktor-faktor mempengaruhi pendapatan petani jagung di Kecamatan Kumpeh . tudi kasus pada Desa Mekarsar. e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol. No. Mei Ae Agustus 2018 ISSN: 2303-1220 . Badan Pusat Statistik Kabupaten Deli Serdang dalam Angka 2021. Danarti dan Sri Najiyati. Budidaya Dan Analisis Usahatani. Penebar Swadaya. Palawijaya Jakarta. Fio Sofianita. Herman Sambodo. Istiqomah. FaktorAeFaktor Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Padi dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Pliken. Jurnal Manajemen dan Sains, 7. April 2022, 86-92. ISSN 2541-6243 (Onlin. Saran