JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 PENGARUH DISIPLIN. KOMPETENSI. KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PT ARDHYA WAREHOUSE Vera Sylvia Saragi Sitio Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. sitio@gmail. Abstrak Dalam rangka mencapai standar kerja tersebut dan memperoleh hasil kerja yang memuaskan diperlukan kemampuan hard skill dan soft skill. Karyawan yang memiliki skill/ kemampuan yang baik, memiliki sifat keterbukaan dengan atasan dan rekan kerja, memiliki sikap tanggung jawab atas pekerjaan , minat yang baik terhadap pekerjaan akan memiliki motivasi kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaru disiplin, kompetensi dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan melalui motivasi sebagai variabel intervening. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan asosiatif kuantitaf dengan metode Partial Least Square (PLS). Penelitian ini dilakukan di PT Ardhya Warehouse dengan populasi berjumlah 62 responden. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan total responden berjumlah 62 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh disiplin terhadap kinerja dengan motivasi sebagai variabel intervening , terdapat penagruh kompetensi terhadap kinerha dengan motivasi sebagai variabel intervening dan tidak terdapat pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja dengan motivasi sebagai variabel intervening. Variabel kinerja dipengaruhi oleh disiplin, kompetensi dan karakteristik individu sebesar 77,3 % sedangan variabel motivasi dipengaruh oleh disiplin, kompetensi dan karakteristik individu sebesar 53 % sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Kata kunci : disiplin. , karakteristik individu. kinerja karyawan. Abstract In order to achieve these work standards and obtain satisfactory work results, hard skills and soft skills are required. Employees who have good skills/abilities, are open with superiors and coworkers, have a responsible attitude towards work, and have a good interest in work will have high work motivation. The aim of this research is to determine the influence of discipline, competence and individual characteristics on employee performance through motivation as an intervening variable. The research method used is a quantitative associative approach with the Partial Least Square (PLS) This research was conducted at PT Ardhya Warehouse with a population of 62 respondents. The sampling technique used in this research used a saturated sampling technique with a total of 62 The results of this research show that there is an influence of discipline on performance with motivation as an intervening variable, there is an influence of competence on performance with motivation as an intervening variable and there is no influence of individual characteristics on performance with motivation as an intervening variable. The performance variable is influenced by discipline, competence and individual characteristics by 77. 3%, while the motivation variable is influenced by discipline, competence and individual characteristics by 53%, the remaining 53% is influenced by other variables not examined. Keywords: discipline. individual characteristics. employee performance. 265 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 PENDAHULUAN PT Ardhya Warehous merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pendidikan, pelatihan, lokakarya, seminar dan cargo handling memiliki visi dan misi dan kebiasaan perilaku seseorang (Noor, 2. kewajiban untuk melaksanakan kegiatan Oleh pekerjaan secara benar, teliti, cepat dan tepat dalam menanggani barang-barang yang akan karyawan (Kristin Lumanauw, 2. dikirim ke pelanggan atau ke Gudang. Namun. Karakteristik dampak yang sangat nyata pada perilaku menghambat tercapainya tujuan Perusahaan Kebiasaan-kebiasaan perilaku sesorang sangat dipengaruhi oleh latarbelakang pendidikan. Permasalahan keterampilan, tingkat ekonomi, usia dan factor-faktor internal lain yang ada dalam diri pengiriman barang yang dilakukan oleh individu (Noor, 2. Penelitian yang karyawan dengan total rata- rata persentase dilakukan oleh (Dewi, 2. menunjukkan keterlambatannya per bulan adalah 1,31 % bahwa terdapat pengaruh secara signifikan atau setara dengan 134 tonase. Keterlambatan ini akan berdampak kepada penilaian kinerja Penyebab Karyawan adalah factor kemampuan soft skill yang keterbukaan dengan atasan dan rekan kerja, dimiliki oleh karyawan. Kemampuan soft skill memiliki sikap tanggung jawab atas pekerjaan berkaitan dengan perilaku disiplin , kreatif, , minat yang baik terhadap pekerjaan akan jujur, tidak kenal menyerah dan putus asa, keinginan belajar yang tinggi dan kemampuan (Kridharta & Rusdianti, 2. lain yang mendukung bagi pekembangan Berdasarkan uraian diatas penelitian perusahaan (A, 2. Displin kerja bersifat ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mengikat dan mengatur setiap karyawan yang disiplin, komptensi, karakteristik individu bekerja sehingga akan dapat meningkatkan terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kinerja karyawan. Hal ini dikarenakan disiplin kerja sebagai variabel intervening pada PT kerja merupakan salah satu indikator penilaian Ardhya Warehouse. kinerja yang paling utama Selain dari sisi kemampuan soft skill, peningkatan kompetensi berkaitan dengan KERANGKA TEORI Kinerja Karyawan kemampuan hard skill . Kegiatan-kegiatan 266 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Menurut (M. Hasibuan, 2. , kinerja aturan yang suah ditetapkan (Sinambela, merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang Adapun indikator dari displin kerja adalah sebagai berikut : kepatuhan karyawan kecakapan, usaha dan kesempatan . Dalam pada jam kerja, kepatuhan pelayanan pada (Stephen, 2. mengungkapkan kinerja perintah / instruksi dari pimpinan dan adalah upaya yang dikeluarkan individu pada menaatin peraturan dan tata tertib yang berlaku , menggunakan dan memelihara factor-faktor antara lain : harapan mengenai bahan- bahan dan alat-alat perlengkapan kantor dengan hati-hati, berpakain yang baik, kebutuhan, persepsi terhadap tugas, imbalan sopan dan menggunakna tanda pengenal internal dam eksternal , persepsi terhadap instansi, bekerja dengan mengikuti aturan imbalan dan kepuasan (Rivai, 2. Indikator yang telah ditentukan oleh organisasi. Kinerja tugas-tugas dalam kinerja adalah sebagai berikut : kuantitas, kualitas dan ketepatan waktu. Kompetensi Kompetensi Motivasi kapasitas yang ada pada individu sehingga Motivasi kerja adalah kebutuhan seseorang mampu memenuhi apa yang karyawan untuk mengarajkan daya dan diisyaratkan oleh pekerjaan dalam suatu potensi yang dimiliki, agar dapat bekerja dengan baik dan produktif sesuai dengan mampu mencapai hasil yang diharapkan. rencana dan tujuan yang telah ditentukan Menurut (Hutapea, 2. Kompetensi adalah (Rivai, 2. Menurut (P. Hasibuan, kombinasi dari ketrampilan dan pengatahuan 2. motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan diterapkan dari prestasi serta kontribusi kerja seseorang agar mereka mau bekerja pribadi karyawan terhadap organisasinya sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan (Ruky, 2. Menurut (Wibowo, 2. segala daya upaya untuk mencapai kepuasaan. terdapat lima kategori kompetensi yang Indikator motivasi terdiri dari : kebutuhan dimiliki seseorang yaitu : task achievement, akan eksistensi, kebutuhan akan afiliasi, relationship, personal attribute, managerial, kebutuhan akan pertumbuhan. dan leadership. Disiplin Karakteristik Individu Disiplin kerja adalah kemampuan Menurut (Hurriyati, 2. Karakter kerja seseorang untuk secara teratur, tekun dan individu adalah merupakan proses psikologi terus menerus bekerja sesaui dengan aturan yang berlaku dan tidak melanggara atura- memperoleh, mengkonsumsi serta menerima 267 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 lingkungan yang Karakteristik individu adalah ciri khas yang kinerja individu. Indikator dalam karakteristik menunjukkan perbedaan seseorang tentang individu adalah kemampuan, sikap, minat dan motivasi, inisiatif, kemampuan untuk tetap tergar menghadapi tugas sampai tuntas atau Kerangka Penelitian menyesuaikan perubahan yang terkait erat Disiplin Kompetensi Kinerja Karyawan Motivasi Karakteristik Individu Gambar 1 . Kerangka Penelitian METODE PENELITIAN komponen atau varian dan lebih bersifat Penelitian ini dilakukan di PT Ardhya Teknik Warehouse yang beralamat di Halim Perdana dilakuakn dengan dua tahapan yaitu Kusuma. Waktu penelitian ini dilaksanakan PLS Uji measurement model yaitu dengan pada Maret Ae Mei 2024. Metode penentuan Lokasi konstruk dari masing- masing indikator Penelitian Uji structural model yang bertujuan populasi yang berdasarkan pada kualitas dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh karakteristik tertentu yang telah ditetapkan antar variabel antar kontruks- kontruks yang diukur dengan menggunakan uji t Teknik digunakan pada penelitian adalah teknik sampling sensus yaitu mengguankan seluruh dari PLS itu sendiri. Pengujian model hipotesis penelitian jumlah populasi menjadi responden. Jumlah responden yang digunakan berjumlah 62 HASIL DAN PEMBAHASAN Karyawan bagian operasional Karakteristik Responden yang menjadi responden pada penelitian ini. Metode SEM yang digunakan adalah Berdasarkan hasil sebaran kuesioner. Partial Least Square (PLS) dengan applikasi berdasarkan karakteristik Secara rinci dapat SmartPLS versi 3. PLS adalah dilihat pada tabel 1 dibawah ini . persamaan structural (SEM) yang berbasis 268 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Tabel 1 Karakteristik Responden Usia >41 Total Jenis Kelamin Laki- laki Perempuan Total Masa Kerja 1-5 tahun 6-10 tahun >10 tahun Total Pendidikan Terakhir SMA sederajat Tanggungan Keluarga Total Jumlah Responden Jumlah Responden Jumlah Responden Jumlah Responden Jumlah Responden Persentase Persentase Persentase Persentase 99,46 % 0,4 % 0,14 % Persentase Berdasarkan data hasil karakteristik 99,46% atau berjumlah 50 responden. Rata- responden bahwa mayoritas usia responden rata responden memiliki tanggungan 1-3 yang itu berjumlah 100 %. persentase 96,2 %, seluruh responden berjenis laki-laki Pengujian Outer Model terbanyak adalah lebih dari 10 tahun yaitu Adapun pengukuran yang memenuhi sebesar 46 %. Pendidikan terakhir paling banyak di jenjang pendidikan SMA yaitu validity, discriminant validity, reliabilitas. Gambar 2. Outer Model 269 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Convergent Validity dibawah ini dapat menerangkan variasi yang Pengujian ini dilakukan beberapa ada didalam indikator. Tabel 3 menunjukkan tahap dengan menghilangkan item indikator nilai AVE. yang mana telah memenuji syarat yang memiliki nilai < 0. 7 sehingga semua item uji > 0. Hal ini dapat dinyatakan bahwa indikator memiliki nilai > 0. Hal ini penelitian ini dapat dilakukan untuk analisis menyatakan bahwa indikator Ae indikator lebih lanjut Tabel 3 Nilai Average Variance Extracted (AVE) Average Variance Extracted (AVE) Disiplin Kerja Karakteristik Individu Kinerja karyawan Kompetensi Motivasi Discriminant Validity Uji Reliabilitas Discriminant Uji mengukur sejauh mana hasil atau pengukuran variabel laten dengan membandingkan nilai dapat dipercaya atau dapat diandalkan serta AVE dengan kuadrat. Persyaratan uji yang memberikan hasil pengukuran yang relative harus dipenuhi adalah dengan nilai cross loading dengan kriteria > 0,7 dalam satu Uji reliabilitas dapat dilakukan Hasil uji discriminant validity telah dengan composite reliability dan Cronbach memenuhi untuk syarat penelitian . Alpha (Malhotra, 2. setelah dilakukan beberapa kali Tabel 4. Hasil uji Reliabilitas Cronbach's Alpha Composite Reliability Disiplin Kerja Karakteristik Individu Kinerja Karyawan Kompetensi Kerja Motivasi 0,866 Composite Reliability Composite Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa nilai composite reliability > 0,7 sehingga dapat untuk melihat reliabilitas konstruk. Hasil uji disimpulkan bahwa model pengukuran semua composite reliability yang harus dipenuhi variabel memiliki nilai yang reliabel. pada uji analisis SEM PLS adalah > 0,7. 270 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Cronbach Alpha untuk variabel kompetensi kerja memiliki Hasil uji Cronbach Alpha yang harus dipenuhi adalah > 0,6. Tabel 4 menunjukkan nilai CronbachAos Alpha < 0,6 yang artinya tidak reliable. bahwa nilai Cronbach Alpha semua variabel laten memiliki nilai > 0,6. dapat disimpulkan Pengujian Inner Model bahwa model pengukuran pada disiplin kerja. Model ini dapat dievaluasi dengan karakteristik individu, kinerja karyawan dan menggunakan R-square, uji t dan koefisien motivasi memiliki nilai yang reliabel. Namun parameter jalur structural. Gambar 2. Inner Model Koefisien Determinasi Nilai 0,772 Sedangkan motivasi memiliki nilai R sqaure mengevaluasi model regresi terbaik adalah adjusted sebesar 0,530 termasuk kategori adjusted R2 karena dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model (Sugiyono, 2. Uji t Ae test Tabel 6. Nilai Koefisien Determinasi Pengujian ini dilakukan secara parsial Square R Square Adjusted atau individu, dengan menggunakan uji t Kinerja Karyawan dengan tingkat kepercayaan tertentu. Jika t- Motivasi hitung < t-tabel, maka H0 diterima dan Ha statistik untuk masing-masing variabel bebas. Menurut (Sutanto & Setiawan, 2. nilai R square terdiri dari < 0,67 . < 0,33 moderat , dan < 0,19 ( lemah ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kinerja memiliki nilai R Square adjusted 271 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Tabel 7. Hasil Uji t Original Sample (O) Kesimpulan T Statistics (|O/STDEV|) P Values Ha diterima Ha diterima Disiplin Kerja -> Kinerja Karyawan Disiplin Kerja -> Motivasi Karakteristik Individu -> Kinerja Karyawan Karakteristik Individu -> Motivasi Ha ditolak Kompetensi Kerja -> Kinerja Karyawan Ha ditolak Kompetensi Kerja -> Motivasi Motivasi -> Kinerja Karyawan Ha diterima Ha diterima Ha ditolak Berdasarkan hasil uji hipotesis pada Terdapat pengaruh kompetensi terhadap Tabel 7, dapat dijelaskan sebagai berikut : kinerja karyawan Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap value 0,256 > 0,05 dengan nilai t statistic kinerja karyawan dengan nilai p value 1,138 lebih kecil 2,003. 0,028 < 0,05 dengan nilai t statistic 2. lebih besar 2,003. motivasi menunjukkan nilai p value 0,000 < 0,05 dengan nilai t statistic 5,138 lebih besar 2,003. value 0,00 < 0,05 dengan nilai t statistic 4,545 lebih besar 2,003. Terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan Tidak terdapat pengaruh karakteristik Terdapat pengaruh Pengaruh kompetensi terhadap motivasi menunjukkan nilai p Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap menunjukkan nilai p menunjukkan nilai p value 0,00 < 0,05 dengan nilai t statistic 6,035 lebih besar 2,003. menunjukkan nilai p value 0,720 > 0,05 dengan nilai t statistic 0,356 lebih kecil dari 2,003. Uji Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung Pengujian hipotesis menunggunakan Tidak terdapat pengaruh karakteristik individu terhadap motivasi menunjukkan taraf tingkat kesalahan ada 0,05 dan nilai t tabel yang digunakan adalah 2,003 nilai p value 0,243 > 0,05 dengan nilai t statistic 1,169 lebih kecil 2,003. Tabel 9. Uji Hipotesis Langsung Original Sample (O) Disiplin Kerja -> Motivasi -> Kinerja Karyawan Karakteristik Individu -> Motivasi -> Kinerja Karyawan Kompetensi Kerja -> Motivasi > Kinerja Karyawan T Statistics (|O/STDEV|) Kesimpulan P Values Ha diterima Ha ditolak Ha diterima 272 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tidak langsung dapat dinyatakan Ha diterima dimana terdapat pengaruh disiplin sebagai berikut : kerja terhadap motivasi kerja karyawan di PT Disiplin kerja berpengaruh terhadap Ardhaya memiliki motivasi yang tinggi memiliki sikap Warehouse. Karyawan positif dan signifikan. menunjukkan perhatiaan yang tulis kepada Karakteristik individu tidak berpengaruh rekan kerja dan membantu bekerja lebih baik, selalu menjaga keseimbangan sikap dalam Hal ini dinyatakan bahwa berbagai situasi, berpikir positif pada setiap kejadian (Yusuf, 2. Pengaruh Terhadap Kinerja Pegawai intervening pada penelitian ini. Kompetensi positif dan signifikan. Karakteristik Individu Hasil penelitian menunjukkan Ho di bahwa tidak terdapat pengaruh PEMBAHASAN karyawan di PT Ardhaya Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Penelitian yang dilakukan oleh (Kridharta & Karyawan Rusdianti, 2. menggunakan indikator Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan/skill Warehouse. Ha diterima dimana terdapat pengaruh disiplin karyawan bersifat terbuka dengan rekan kerja kerja terhadap kinerja karyawan di PT Ardhya dan pimpinan dalam hal pekerjaan, karyawan Warehouse. Disiplin kerja adalah perilaku memiliki sikap tanggung jawab menunjukkan seseorang sesuai dengan peraturan,prosedur bahwa terdapat nilai rendah dari indikator kerja (Jufrizen, 2. Disiplin berkaitan Hasil penelitian ini sejalan dengan dengan pengendalian diri karyawan dalam penelitian yang dilakukan oleh (Kristin melaksanakan tugas dan tanggung jawab Lumanauw, 2. bahwa tidak terdapat pengaruh karakteristik individu terhadap produktivitas dan meningkatkan prestasi kerja kinerja pegawai. Hasil penelitian (Dewi, 2. terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap Pengaruh Karakteristik kinerja karyawan. Terhadap Motivasi Individu Hasil penelitian menunjukkan Ho di Pengaruh Disiplin Motivasi Kerja Kerja Terhadap bahwa tidak terdapat pengaruh karakteristik individu terhadap motivasi kerja 273 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 karyawan di PT Ardhaya Warehouse Ardhaya Warehouse. Pekerjaan Motivasi secara keseluruhan sebagai bentuk dilakukan pada divdi operasional tidak pemberian motif kerja kepada karyawan sehingga mendorong karyawan untuk mau bekerja dengan Ikhlas demi percapainnya mendasari karyawan dalam mempengaruhi tujuan organisasi. Namun, dalam rangka cari berpikir dan bertindak terhadap segala sesuatu yang dihadapi dan mampu bertahan cukup lama dalam diri karyawan. Hasil meliputi pemberi kesan, sasaran dan situasi penelitian ini sejalan dengan penelitian yang serta sikap. Hasil penelitian ini sejalan dengan dilakukan oleh (Pariesti. Agustine, 2. penelitian yang dilakukan oleh (Yakin. Didik bahwa tidak terdapat pengaruh kompetensi Chusnul, terhadap kinerja karyawan. Kompetensi pengaruh karakteristik individu terhadap motivasi kerja karyawan. Pengaruh Kompetensi Terhadap Motivasi Kerja Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian menunjukkan Ha di terima bahwa terdapat pengaruh kompetensi Hasil penelitian menunjukkan Ha di terhadap motivasi di PT Ardhaya Warehouse. bahwa terdapat pengaruh motivasi Kompetensi berkaitan dengan potensi yang terhadap kinerja karyawan di PT Ardhaya dimiliki individu dalam berprilaku dan Warehouse. Kinerja mencapai tiga konsep bertindak untuk mencapai sebuah tujuan. yaitu sikap, kemampuan dan prestasi (Kristin Individu yang mandiri akan menghasilkan Lumanauw, 2. Motivasi yang tinggi baik penelitian ini sejalan dengan penelitian yang berdampak pada peningkatan kinerja individu dilakukan oleh (Pariesti. Agustine, 2. bahwa terdapat pengaruh komptensi terhadap organisasi (Yusuf, 2. Penelitian yang Hasil motivasi kerja karyawan. dilakukan oleh (Dewi, 2. menunjukkan bahwa terdapat pengaruh motivasi kerja Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan Ha di bahwa terdapat pengaruh motivasi Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja terhadap kinejra karyawan di PT Ardhaya Karyawan Warehouse . Karyawan yang berkerja dalam Hasil penelitian menunjukkan Ho di suatu Motivasi diidentifikasikan kedalam bahwa tidak terdapat pengaruh factor-faktor pemuas dan penguat sebagai kompetensi terhdap kinerja karyawan di PT urus mempengaruhi harapan dari karyawan. 274 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Karyawan Vol. Nomor 2 Juni 2024 berprestasi tinggi, persepsi terhadap bonus, karyawan melalui motivasi sebagai variabel mendapat apresiasi dari atasan berjalan intervening di PT Ardhaya Karakteristik individu merupakan ciri khas termotivasi dan system penilaian kerja yang atau sifat khsuus yang dimiliki karyawan yang semakin baik akan membuat peningkatan kinerja karyawan (Pariesti. Agustine, 2. kemampuan yang berbeda dengan karyawan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang lainnya untuk mempertahankan dan yang dilakukan oleh (Kridharta & Rusdianti, 2. bahwa motivasi memiliki pengaruh Karyawan yang tidak memiliki karakteristik terhadap kinerja. individu yang tidak realistis akan berpengaruh Warehouse (Aktarina, dalam pencapaian tujuan kinerja karyawan. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Sebagai Variabel Intervening Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian menunjukkan Ha di Melalui Motivasi Sebagai Variabel Intervening terima bahwa terdapat pengaruh disiplin kerja Hasil penelitian menunjukkan Ha di terhadap kinerja karyawan melalui motivasi terima bahwa terdapat pengaruh kompetensi sebagai variabel intervening di PT Ardhaya terhadap kinerja karyawan melalui motivasi Warehouse. kedisiplinan karyawan sangat sebagai variabel intervening di PT Ardhaya dibutuhkan karena menjadi tempat untuk Warehouse. Kompetensi dipandang sebagai melatih keperibadian karyawan agar selalu karakteristik dasar yang dapat menghasilakn menunjukan kinerja yang baik. Proses disiplin ini akan mengarahkan karyawan untuk (Mardiana. Kasmir, & Safuan, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh manusia untuk mencapai tujuan tertentu (Pariesti. Agustine, 2. terdapat pengaruh sehingga karyawan akan tercapai hak dan kompetensi kerja terhadap kinerja dengan Penelitian ini didukung oleh motivasi sebagai variabel intervening penelitian yang dilakukan oleh (Simatupang. Butarbutar, & Candra, 2. KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini adalah sebagai Pengaruh Terhadap Karakteristik Kinerja Karyawan Individu Melalui Disiplin kerja berpengaruh terhadap Motivasi Sebagai Variabel Intervening Hasil penelitian menunjukkan Ho di bahwa tidak terdapat pengaruh kinerja karyawan Disiplin kerja berpengaruh terhadap 275 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2024 Karakteristik individu tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan Karakteristik individu tidak berpengaruh terhadap motivasi Motivasi berpengaruh terhadap kinerja Modeling Metode Alternatif Dengan Partial Least Sqaure (PLS) Dilengkapi Software SmartPLS 3. 0 XLstat 2014 dan WarpPLS 4. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara. Kompetensi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan Kompetensi Disiplin kerja berpengaruh terhadap sebagai variabel intervening Karakteristik individu tidak berpengaruh motivasi sebagai variabel intervening Kompetensi sebagai variabel intervening Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Hurriyati. Bauran Pemasan dan Loyalitas Konsumen. Bandung: Alfabeta. Hutapea. dan T. Kompetensi Plus: Teori. Desain. Kasus dan Penerapan Untuk HR dan Organisasi Yang Dinamis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Jufrizen. dan F. Pengaruh Fasilitas Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja. Sains Manajemen, 7. , 35Ae54. https://doi. org/10. 30656/sm. DAFTAR PUSTAKA