MENUMBUHKAN KEMBANGKAN BUDAYA MENULIS KARYA ILMIAH DI ERA 5. 0 PADA PESERTA DIDIK MA/SMA DAN MAHASISWA FAI UNDARIS UNGARAN KABUPATEN SEMARANG (PENULISAN ESAI SEJARAH ISLAM) Rina Priarni1. Badrus Zamani2 Correspondensi e-mail: rinapriarni222930@gmail. 1 Fakultas Agama Islam. Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman GUPPI Kab. Semarang 2Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah UIN Salatiga ABSTRACT Writing culture is a habit of conveying messages, expressing opinions and creating documentation. By writing we will have the habit of conveying systematic opinions. Writing also stimulates creativity. By writing, fresh ideas will emerge. Writing is a language skill that is very expressive and It is said to be expressive because writing is the result of thoughts and feelings that can be expressed through the activity of moving fine motor skills through the strokes of our hands. Furthermore, it is said to be productive, because it is the process of producing units of language in the form of real works, until they are born in written form. Recently, the problem of the lack of student writing productivity has begun to be Both in print and electronic media. Various discussion forums were opened, such as holding seminars on writing and soft skills training on writing. This is done to "stimulate" students again to be enthusiastic about writing. It cannot be denied that writing is something urgent for students because many student activities are related to writing. Such as writing papers, research reports, scientific work, and the most important thing is writing a thesis which is the determining factor for a student to get a bachelor's degree. The aim of this activity is . to develop a writing culture for MA/SMA students and FAI Undaris Ungaran students. help provide understanding for MA/SMA students and FAI Undaris Ungaran students about how to write essays, especially essays in Islamic History. The methods used in this activity are seminars and competitions. The seminar was carried out using a lecture, question and answer method. The competition was carried out using the method of presenting essay results by the competition participants, namely. MA/SMA students and FAI Undaris Ungaran students. Semarang Regency. MA/SMA students and FAI Undaris Ungaran students after taking part in the activity had sufficiently understood the importance of writing culture in academic circles, this was proven by the participants' enthusiasm for writing Islamic History essays. It is necessary to hold the same activity at FAI Undaris Ungaran as a follow-up to this activity with another theme that supports the culture of writing among academics. ABSTRAK Budaya menulis merupakan suatu kebiasaan untuk menyampaikan pesan, menyampaikan pendapat dan membuat dokumentasi. Dengan menulis kita akan mempunyai kebiasaan menyampaikan pendapat sistematis. Menulis juga merangsang kreativitas. Dengan menulis, maka akan memunculkan ide-ide segar. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat ekspresif dan produktif. Dikatakan sebagaiekspresif karena, menulis merupakan hasil pikiran dan perasaan yang dapat dituangkan melalui aktivitas menggerakkan motorik halus melalui goresan-goresan tangan kita. Selanjutnya, dikatakan produktif. Volume 2 Nomor 1 ARTICLE INFO Submitted: 27 Februari 2023 Revised: 15 Maret 2023 Accepted: 24 Maret 2023 Keywords: Writing Culture. Islamic History. Essays DOI: 10. 55080/jim. Kata kunci: Budaya Menulis. Esai. Sejarah Islam Pg. karena merupakan proses dalam menghasilkan satuan bahasa berupa karya nyata, hingga lahir dalam bentuk tulisan. Akhir-akhir ini masalah minimnya produktivitas menulis mahasiswa mulai perbincangkan. Baik di media cetak maupun media elektronik. Berbagai forum diskusi pun dibuka seperti menyelenggarakan seminar tentang kepenulisan maupun pelatihan soft skil tentang menulis. Hal ini dilakukan untuk kembali AumerangsangAy mahasiswa agar semangat untuk menulis. Tak bisa dipungkiri menulis merupakan sesuatu yang urgent bagi mahasiswa karena kegiatan mahasiswa sangat banyak berhubungan dengan tulis Seperti membuat Makalah. Laporan Penelitian. Karya Ilmiah, hingga yang paling penting yaitu menulis Skripsi yang merupakan penentu dari seorang mahasiswa untuk mendapatkan gelar S1 nya. Tujuan dari kegiatan ini adalah . untuk menumbuhkembangkan budaya menulis bagi peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran. membantu memberikan pemahaman peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran tentang cara pembuatan esai khususnya esai dalam Sejarah Islam. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah seminar dan lomba. Seminar dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab. Lomba dilaksanakan dengan metode presentasi hasil esai oleh peserta lomba yaitu, peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran Kabupaten Semarang. Peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran setelah mengikuti kegiatan telah cukup memahami arti pentingnya budaya menulis dalam kalangan akademik, hal ini dibuktikan dengan telah adanya antusiasme peserta untuk membuat esai Sejarah Islam. Perlu diadakan kegiatam yang sama di FAI Undaris Ungaran sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini dengan tema yang lain yang menunjang budaya menulis di kalangan akademisi. PENDAHULUAN Budaya menulis merupakan suatu kebiasaan untuk menyampaikan pesan, menyampaikan pendapat dan membuat dokumentasi. Dengan menulis kita akan mempunyai kebiasaan menyampaikan pendapat Menulis juga merangsang kreativitas. Dengan menulis, maka akan memunculkan ide-ide segar. Pengembangan karakter bangsa harus diaktualisasikan secara nyata untuk menjaga jati diri bangsa dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu bisa direalisasikan dengan budaya menulis. (Musaffak,2. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat ekspresif dan produktif. Dikatakan sebagai ekspresif karena, menulis merupakan hasil pikiran dan perasaan yang dapat dituangkan melalui aktivitas menggerakkan motorik halus melalui goresan-goresan tangan kita. Selanjutnya, dikatakan produktif, karena merupakan proses dalam menghasilkan satuan bahasa berupa karya nyata, hingga lahir dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, secara umum tulisan disebut sebagai karya dari hasil gagasan seseorang yang dapat dipahami oleh orang lain. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat ekspresif dan produktif. Dikatakan sebagaiekspresif karena, menulis merupakan hasil pikiran dan perasaan yang dapat dituangkan melalui aktivitas menggerakkan motorik halus melalui goresan-goresan tangan kita. Selanjutnya, dikatakan produktif, karena merupakan proses dalam menghasilkan satuan bahasa berupa karya nyata, hingga lahir dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, secara umum tulisan disebut sebagai karya dari hasil gagasan seseorang yang dapat dipahami oleh orang lain. (Vera Sardila, 2. Henry Guntur Tarigan . 6: . menyatakan bahwa menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media Selain itu, menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide,pendapat, atau pikiran dan Selain itu, menulis adalah meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain. Menulis dapat dianggap sebagai suatu proses maupun suatu hasil. Selanjutnya, menulis sebagai suatu usaha untuk membuat atau mereka ulang tulisan yang sudah ada. Menurut Nurgiyantoro . , menulis merupakan Volume 2 Nomor 1 Pg. suatu keterampilan berbahasa yang aktif, produktif, kompleks, dan terpadu yang berupa pengungkapan dan yang diwujudkan secara tertulis. Menulis juga merupakan keterampilan yang menuntut penulis untuk menguasai berbagai unsur di luar kebahasaan itu sendiri yang akan menjadi isi dalam suatu tulisan. Hal utama yang harus dibangun saat menekuni dunia menulis adalah memompa semangat menulis, menjaga secara konsisten, tekun, rajin, dan terus berusaha menulis (Ngainun Naim,2017:. Di dalam Surat alKahfi ayat 109 Allah berfirman: eAe Ia aU E a ae EaIae EacOe CaEA a AaI aU aIa EaNe aIa aOEaOe a aOe aEEaI ae aAIAa ae aIe Ca aEe E a ae EaA aI aA ae a aOe EaA aEEaIA Artinya: Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk . kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis . kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu . Ayat di atas menunjukkan betapa maha luasnya ilmu Allah. Sehingga seandainya pohon-pohon di bumi atau lautan menjadi tinta untuk menuliskannya, niscaya tidak akan habis dituliskan. Dan tidak berlebihan pula jika Qatadah, seorang ulama salaf, dalam tafsir al-Qurthubi menyatakan: AuMenulis adalah nikmat termahal yang diberikan oleh Allah, ia juga sebagai perantara untuk memahami sesuatu. Tanpanya, agama tidak akan berdiri, kehidupan menjadi tidak terarah. Bagi seorang pemula, menulis merupakan hal yang sulit. Padahal sebenarnya semua orang memiliki bakat menulis. Menulis hanya perlu berlatih dan meningkatkan keterampilan menulis untuk berbagai kebutuhan. Kegiatan menulis ibarat menciptakan suatu kebiasaan baru. Artinya seseorang akan bisa menulis apabila setiap hari membiasakan diri untuk menulis ( Mudrajad Kuncoro, 2009:. The Liang Gie mengungkapkan bahwa ada beberapa nilai yang dapat diperoleh dari kegiatan menulis. Nilai kecerdasan. Menulis membuat seseorang terbiasa untuk berolah pikir, mencari ide baru, menganalisis kasus, dan merancang urutan pemikiran yang logis untuk dituangkan dalam tulisan. Semakin sering menulis maka otak juga semakin terasah. Implikasinya, kecerdasan yang dimiliki juga semakin terasah, . Nilai kejiwaan. Menghasilkan tulisan itu seperti sebuah Saat sebuah tulisan selesai dibuat, ada rasa bahagia yang membuncah, . Nilai sosial. Seorang penulis yang telah berhasil menerbitkan karya tulisnya di media massa, baik lokal maupun Nasional, namanya akan semakin dikenal oleh publik, . Nilai pendidikan. Menulis yang dilakukan secara terus-menerus, mengandung nilai pendidikan, . Nilai keuangan. Menulis itu menghasilkan. Menekuni dunia menulis secara sungguh-sungguh dapat memberikan keuntungan material secara memadai atau cukup, . Nilai filosofis. Menulis memiliki makna yang mendalam berkaitan dengan beragam bidang kehidupan (The Liang Gie, 2002: 19-. Akhir-akhir ini masalah minimnya produktivitas menulis mahasiswa mulai perbincangkan. Baik di media cetak maupun media elektronik. Berbagai forum diskusi pun dibuka seperti menyelenggarakan seminar tentang kepenulisan maupun pelatihan soft skil tentang menulis. Hal ini dilakukan untuk kembali AumerangsangAy mahasiswa agar semangat untuk menulis. Tak bisa dipungkiri menulis merupakan sesuatu yang urgent bagi mahasiswa karena kegiatan mahasiswa sangat banyak berhubungan dengan tulis menulis. Seperti membuat Makalah. Laporan Penelitian. Karya Ilmiah, hingga yang paling penting yaitu menulis Skripsi yang merupakan penentu dari seorang mahasiswa untuk mendapatkan gelar S1 nya. (Rina Priarni & Isnaini, 2. Menurut Musyaffak . Cara menumbuh kembangkan kompetensi menulis dalam mengembangkan karakter bangsa sebagai berikut. Pertama, mempelajari tentang penulisan ejaan bahasa Indonesia yang benar. Kedua, memperbanyak kosakata dalam berbahasa dengan membiasakan membaca. Ketiga, membiasakan pembuatan garis-garis besar tulisan. Keempat, rangsang diri kita melalui kegiatan-kegiatan perlombaan Kelima, menumbuhkan kegiatan menulis melalui kegiatan ekstrakurikuler kejurnalistikan, penulisan kreatif, karya ilmiah remaja (KIR), melalui penerbitan media, majalah sekolah, majalah dinding sekolalfltau tabloid sekolah. Keenam, menunjukkan oentoh-contoh karangan kita yang pernah memperoleh kejuaraan dalam perlombaan dan telah dibukukan atau dipublikasikan melalui media massa. Ketujuh, rnengirimkan karangan kita yang baik ke media massa. Apabila karangan kita bisa dimuat di inedia massa, kita merasa percaya diri dan lebih bersemangat menulis serta dapat merangsang orang lain untuk menulis. Kedelapan, kita dijejali teori-teori tritang menulis, tetapi mereka sebaiknya langsung diajak praktik menulis. Volume 2 Nomor 1 Pg. Esai termasuk ke dalam suatu karya tulis. Namun, saat masih berada dijenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, siswa lebih mengenal esai sebagai suatu bentuk soal uraian dalam ujian atau tes. Sedangkan pada saat berada dijenjang perguruan tinggi, esai lebihdikenal sebagai suatu bentuk karya tulis. Untuk memahaminya berikut ini ada beberapa penjabaran mengenai pengertian esai. Secara bahasa. AuessayAy berasal dari bahasa Prancis, yang artinya mencoba atau berusaha. Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subjek tertentu yang dicoba untuk dinilainya (Dalman, 2. Pengertian tersebut mengarah pada isi bahasan esai, yang mana esai membahas tentang suatu subjek ataupun masalah. Lain halnya dengan Wijayanti yang menghimpun pendapat dari guru dan siswa tentang esai. Pendapat siswa dan guru mengenai esai memiliki kesamaan. Pertama, esai adalah karangan atau bentuk tulisan . rtinya lebih dari satu paragra. Kedua, esai bertutur tentang kejadian yang diketahui/dipahami tentang sesuatu yang terjadi di masyarakat atau lingkungan . engan demikian, mengandung fakta atau pengalama. Ketiga, esai berisi pendapat/pandangan penulis tentang hal yang dibicarakan . rtinya memuat argumentasi dan bersifat subjekti. (Wijayanti dkk. Lebih lanjut, esai secara mudahnya boleh dipandang sebagai suatu usaha untuk melahirkan pandangan mengenai suatu topik dengan bentuk yang pendek serta dengan cara penuturan yang sebaik-baiknya, yang terpenting dalam esai bukan apa yang dibicarakan, melainkan bagaimana cara membicarakannya (Widyamartaya dkk. Membuat esai merupakan sarana untuk melatih mahasiswa dan peserta didik di MA/SMA dalam membuat karya ilmiah. Mengacu latar belakang di atas, secara garis besar ditemukan permasalahan yang dihadapi mitra sebagai berikut: . Budaya menulis peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran masih rendah. Kurangnya pemahaman peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI undaris Ungaran tentang cara pembuatan esai. Kegunaan dari kegiatan ini diantanranya: . untuk menumbuhkembangkan budaya menulis bagi peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran. membantu memberikan pemahaman peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran tentang cara pembuatan esai khususnya esai dalam Sejarah Islam. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik di MA/SMA dan Mahasiswa FAI Undaris Ungaran Kabupaten Semarang, yang bertempat di aula Undaris Ungaran Kabupaten Semarang. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini diantaranya adalah: . Tumbuh dan berkembangnya budaya menulis dikalangan peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran. Esai Sejarah Islam. METODE Dalam kegiatan ini, bentuk kegiatan ini adalah seminar dan lomba. Seminar dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab. Lomba dilaksanakan dengan metode presentasi hasil esai oleh peserta lomba yaitu, peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran Kabupaten Semarang. Kegiatan seminar dilakukan dengan cara ceramah dengan maksud memberikan pengetahuan awal kepada peserta tentang arti pentingnya menulis karya ilmiah dan memberikan motivasi kepada peserta. Kemudian dilanjutnya dengan tanya jawab untuk memperdalam pengetahuan peserta dan agar peserta dapat berinteraksi langsung dengan pemateri dan menanyakan hal-hal yang belum dipahami. Kegiatan lomba dilakukan untuk memberikan pelatihan kepada peserta mengenai pembuatan esai. Setelah itu, peserta diminta untuk mempresentasikan hasil pembuatan esai-nya. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum dijelaskan secara mendetail hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, terlebih dahulu akan diberikan Gambaran umum tentang peserta sasaran yaitu peserta didik di MA/SMA di kabupaten Semarang dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Fakultas Agama Islam (FAI) memiliki Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan Status Terdaftar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 1989 tanggal 12 April 1989. Status akeditasi yang dimiliki oleh program studi PAI adalah Akreditasi B, dengan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (BAN-PT) Nomor 2039/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2016 tanggal 29 September 2016. Status akreditasi terakhir adalah B sesuai keputusan BAN-PT No. 446/SK/BAN-PT/AkVolume 2 Nomor 1 Pg. PPJ/S/I/2022. Visi. Misi. Tujuan dan Sasaran (VMTS) Program Studi Pendidikan Agama Islam secara konsisten mengacu pada visi, misi, tujuan dan sasaran institusi Universitas dan Fakultas Agama Islam Undaris. Tergambar bahwa cita- cita yang ingin dicapai adalah menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Islam yang unggul dalam penguasaan ilmu agama, pengetahuan, teknologi, dan seni yang berbasis kemasyarakatan dan pengamalan iman dan taqwa. Wujud konsistensi tersebut dituangkan dalam visi Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam, yaitu AuMenjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Islam yang menghasilkan tenaga kependidikan Islam yang profesional, memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kependidikan Islam, bertaqwa kepada Allah SWT dan berakhlaqul karimahAy. Kegiatan seminar dan lomba esai ini dilaksanakan sebagai berikut: Pada tahap awal kegiatan seminar dilakukan dengan cara ceramah atau pemaparan materi mengenai pentingnya budaya menulis. Pemateri juga memberikan motivasi dan trik-trik kepada peserta mengenai budaya menulis. Gambar 1. Pemaparan Materi Pada tahap selanjutnya peserta diberi kesempatan untuk tanya jawab mengenai materi yang dipaparkan oleh pemateri agar terjadi interaksi secara langsung antara pemateri dengan peserta sehingga pemahaman peserta diharapkan lebih dalam. Gambar 2. Kegiatan tanya jawab Setelah proses diskusi selesai, peserta diberikan kesempatan untuk membuat esai khususnya esai sejarah Islam. Untuk tahap akhir yaitu satu minggu setelah kegiatan, peserta khusus mahasiswa FAI mengumpulkan hasil esaI Sejarah Islam, dan peserta dari MA/SMA hasil esai dilombakan dan peserta yang memenuhi kriteria penilaian dinyatakan lulus dan mendapatkan uang pembinaan. Volume 2 Nomor 1 Pg. Gambar 3. Penyerahan piala sekaligus dokumentasi kegiatan KESIMPULAN Kegiatan penulisan karya ilmiah bagi siswa atau mahasiswa merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam disetiap semesternya. Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian fakultas dalam menumbuhkan minat siswa dan mahasiswa khususnya agar terbiasa menulis karya ilmiah dengan baik juga sesuai dengan kaidah penullisan dan kode etik dalam menulis. Dalam pelatihan ini Peserta didik MA/SMA dan mahasiswa FAI Undaris Ungaran setelah mengikuti kegiatan telah cukup memahami arti pentingnya budaya menulis dalam kalangan akademik, hal ini dibuktikan dengan telah adanya antusiasme peserta untuk membuat esai Sejarah Islam. Perlu diadakan kegiatam yang sama di FAI Undaris Ungaran sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini dengan tema yang lain yang menunjang budaya menulis di kalangan akademisi. DAFTAR PUSTAKA