MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 1 - 14 MEMAHAMI GCG. CSR. DAN KINERJA KEUANGAN: MANAJEMEN LABA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRIAL YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2018-2022 Dwi Kurnia1. Zulkarnain Zulkarnain2. Fahrurrazi Fahrurrazi3. Ade Munhiar4. Herni Herdiani5. Prodi Akutansi. Universitas Sains Indonesia 3,4,5 Prodi Manajemen. Universitas Sains Indonesia kurnia@sains. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Good Corporate Governance (GCG) yang diproksikan oleh dewan komisaris independen dan kepemilikan institusional, serta Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keuangan dan manajemen laba sebagai variabel mediasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang melibatkan 25 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2018-2022. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive yaitu pengambilan sampel berdasarkan karakteristik tertentu. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini adalah dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap manajemen laba, kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. CSR tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, dewan komisaris independent tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. CSR berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan, manajemen laba berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Serta manajemen labaa tidak mampu memediasi hubungan antara dewan komisaris independen, kepemilikan institusional dan CSR terhadap kinerja Kata Kunci: Good Corporate Governance. Corporate Social Responsibility. Kinerja Keuangan. Manajemen Laba Abstract The purpose of this study was to determine the effect of Good Corporate Governance (GCG) proxied by the independent board of commissioners and institutional ownership, as well as Corporate Social Responsibility (CSR) on financial performance and earnings management as a mediating The data used in this study are secondary data involving 25 companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2018-2022 period. The sample was taken using purposive technique, namely sampling based on certain characteristics. The data in this study were analyzed using multiple linear regression analysis. The results of this study are that the independent board of commissioners has a positive effect on earnings management, institutional ownership has a negative effect on earnings management. CSR has no effect on earnings management, the independent board of commissioners has no effect on financial performance, institutional ownership has a negative effect on financial performance. CSR has a negative effect on financial performance, earnings management has a negative effect on financial performance. And earnings management is unable to mediate the relationship between the independent board of commissioners, institutional ownership and CSR on financial Keywords: Good Corporate Governance. Corporate Social Responsibility. Financial Performance. Earnings Management MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 1-14 100,000,000,000 PENDAHULUAN Perubahan dan perkembangan zaman yang terjadi pada saat ini sangat mengubah tatanan ekonomi global, termasuk Indonesia. Kemajuan zaman atau era globaliasasi ini ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan yang didirikan dari berbagai sektor yang saling bersaing untuk menjadi yang terbaik dan dapat bertahan diantara sektor yang lain, sehingga menyebabkan terjadinya persaingan bisnis yang sangat sengit dalam berbagai pasar domestik hingga pasar internasional. Salah satu tujuan mendirikan suatu perusahaan adalah untuk menghasilkan keuntungan bagi pemilik saham atau pemilik perusahaan. Jika suatu perusahaan mendapat keuntungan yang signifikan, akan dianggap sebagai prestasi yang telah dicapai oleh sebuah perusahaan serta berdampak pada aspek kinerja keuangan perusahaan. Tujuan utama mendirikan suatu perusahaan adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para pemilik atau pemangku kepentingan melalui peningkatan nilai perusahaan. 50,000,000,000 SPTO SCCO IMPC KBLI JTPE Dibalik suatu perusahaan yang berhasil dalam mendapatkan laba tersebut tentunya ada Good Corporate Governance (GCG) yang merupakan salah satu kunci keberhasilannya. Jika GCG dalam suatu perusahaan buruk maka keberhasilan atau laba yang mencerminkan kinerja keuangan perusahaan juga diduga akan Krisis yang pernah terjadi pada pertengahan tahun 1997 di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia. Berdasarkan pendapat Iskander dan Chamlou . , unsurunsur ekonomi makro bukan satu-satunya penyebab krisis ekonomi, tetapi juga governance di negara-negara tersebut lemah. Kelemahan ini termasuk hukum yang tidak kuat, standar akuntansi dan tidak memadainya audit keuangan, ketidakmampuan mengatur pasar modal secara baik, kurangnya pengawasan dari komisaris, dan pengabaian terhadap hak-hak pemegang saham minoritas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menerapkan sistem manajemen perusahaan yang baik (GCG) akan dapat menguntungkan pemegang saham dan pertumbuhan ekonomi Dengan banyaknya perusahaan yang ada, persaingan dalam hal mencari laba tentunya tidak dapat dihindarkan. Semua perusahaan berlomba-lomba untuk mencari laba dengan berbagai cara, karena dengan laba itu bisa mencerminkan kinerja keuangan perusahaan. Berkut persaingan laba yang terjadi pada beberapa perusahaan: Gambar 1. 1 Laba Perusahaan 350,000,000,000 300,000,000,000 250,000,000,000 Tujuan dari penerapan GCG ialah untuk membangun kepercayaan investor atas apa yang telah di investasikan itu akan menguntungkan 200,000,000,000 150,000,000,000 MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 1-14 dan tidak beresiko gagal. Selain itu. GCG merupakan dasar dalam penerapan ekonomi pasar yang bisa meningkatkan kesehatan bisnis serta menyingkirkan kasus-kasus korupsi dan suap dikarenakan GCG memperhitungkan responsibilitas, dan sebagainya. 4 Perusahaan harus menerapkan aspek GCG sebab mampu memperkuat kepercayaan kepada pemangku jabatan secara menyeluruh. GCG akan memastikan manajemen perusahaan bisa bertindak demi kepentingan perusahaan secara tepat, wajar, dan efisien. Berdasarkan teori keagenan, penerapan good corporate governance pada perusahaan dapat mengurangi permasalahan keagenan yang muncul antara pemilik perusahaan . dengan pengelola perusahaan . yang bertindak sebagai manajemen perusahaan. Permasalahan itu timbul karena kebanyakan informasi yang disampaikan terkadang tidak sesuai atas realita yang terjadi dan keadaan Ketika manajemen bertindak hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, konflik dalam perusahaan muncul. Salah satu hambatan yang tidak dapat dihindari ialah konflik dalam Terdapatnya kepentingan yang dikenal sebagai konflik lembaga dapat menyebabkan hambatan Konflik agensi terdiri dari dua jenis: konflik antara pemilik perusahaan . dan manajemen . dan konflik antara pemegang saham mayoritas maupun minoritas. Dengan melaksanakan atau mengadopsi GCG yang baik diharapkan kinerja perusahaan akan mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan GCG menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih baik oleh manajemen, yang akhirnya diharapkan akan menghasilkan keputusan yang lebih tepat waktu meningkatkan efisiensi, dan menciptakan budaya kerja yang lebih sehat. Terdapat membantu mengendalikan konflik keagenan, diantaranya yaitu dewan komisaris independent dan kepemilikan institusional. 10 Pengawasan yang dilakukan dewan komisaris independen diyakini bahwa dewan komisaris independen akan mengawasi dengan objaktif dan tidak akan Dengan independen dapat memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi yang ada dan berlaku. Selain menjadi pengawas, dewan komisaris independen juga menjadi penyeimbang kepentingan para pemegang saham, manajemen, dan pihak terkait lainnya. Kepemilikan institusional juga sama halnya dengan dewan komisaris. independen yaitu akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal. Dari penjelasan tersebut diatas, dapat diketahui bahwa GCG yang baik sangatlah penting, namum faktanya perusahaan di Indonesia masih banyak yang belum melaksanakan tata kelola yang baik. Dilansir dari CG Asian Watch 2023, menyatakan bahwa Indonesia menempati urutan ke 12 negara asia. Indonesia memperoleh skor good corporate governance sangat rendah diantara neagara lainnya yang masuk daftar, yaitu 35,7%. Nilai ini lebih rendah daripada negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Singapura dengan nilai 62,9%. Malaysia dengan nilai 61,5%. Thailand dengan nilai 53,9% dan Filipina dengan nilai 37,6%. Dari survei tersebut menunjukan bahwa masih kurangnya perusahaan di Indonesia dalam menerapkan good corporate governance. MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 1-14 Selain implementasi GCG, pertanggung jawaban sosial atau CSR juga mampu mempengaruhi kinerja keuangan. Tanggung jawab sosial perusahaan adalah perbuatan yang didasarkan pada aspek pertimbangan etis perusahaan dan diarahkan dengan tujuan peningkatan ekonomi. Perusahaan juga harus berusaha menciptakan citra yang baik di masyarakat dengan memperhatikan tanggung jawab sosial atau lingkungan. 13 Dengan memprioritaskan hal-hal yang ada disekitar membuat kemungkinan perusahaan akan dapat bertahan lama. 14 Hal ini juga dapat menumbuhkan kepercayaan investor terhadap keuangan itu terdapat salah satu informasi penting yang menjadi perhatian yaitu laba. Adanya kecendrungan perhatian yang lebih terhadap laba membuat manajer terkadang melakukan intervensi terhadap laporan keuangan atau melakukan praktik manajemen laba dengan tujuan mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan guna mendapat dukungannya. Manajemen laba merupakan tindakan legal menambah atau mengurangi manfaat sesuai standar akuntansi yang berlaku. 17 Meskipun tampak aman dan legal, manajemen laba dapat merugikan perusahaan jika terbukti melakukan Hal itu bisa berdampak pada jangka panjang perusahaan yaitu akan kehilangan dukungan dari pemangku kepentingan, dan akan meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan dari pemangku kepentingan dan pemegang saham lainnya. Pada umumnya, investor juga akan sangat tertarik mengetahui informasi pada laporan 15 Dibutuhkan alat yang bisa memberi informasi secara bersamaan tentang aspek keuangan, lingkungan serta sosial. Investor bukan satu-satunya orang yang merasakan dampak keberhasilan perusahaan. Pemangku orang-orang perusahaan, baik itu orang di dalam perusahaan seperti karyawan maupun orang di luar perusahaan seperti supplier, konsumen, kreditor, pemerintah, dan lainnya. Perusahaan tidak hanya memperhatikan laba, tetapi juga bertanggung jawab kepada stakeholder . spek sosial dan lingkunga. 16 Melalui tanggung jawab sosial-lingkungan, perusahaan kepada menunjukan bahwa perusahaan peduli terhadap berbagai dampak yang timbul selama beroperasi sehingga keberadaan dari perusahaan dapat diterima secara baik dan bisa meningkatkan kinerja keuangan. Pada kondisi tersebut sebuah mekanisme untuk mengontrol praktik manajemen laba diperlukannya gcg perusahaan. Penelitian (Abdou et al. , 2. menyatakan bahwa dewan komisaris independen mampu menurunkan praktik manajemen laba. 19 Pada penelitian (Putri et al. , 2. menyatakan bahwa CSR dengan pengungkapan yang tinggi mampu menurunkan praktik manajemen laba. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Dalam menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang data-datanya dinyatakan dalam angka. Sifat penelitian ini adalah asosiatif yang merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan korelasional Kinerja perusahaan dapat dilihat pada laporan keuangan, dimana dalam laporan MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 1-14 maupun hubungan Memuat informasi lengkap terkait tata kelola perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor industrial atau perindustrian yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada periode 2018 sampai 2022, melalui website BEI yaitu w. id maupun website resmi masing-masing perusahaan. Waktu penelitian ini berlangsung dari Oktober 2023 sampai Juni Tabel 3. 1 Hasil Penarikan Sampel Keterangan Populasi: Perusahaan Industrial yang terdaftar di BEI Pengambilan sampel berdasarkan kriteria (Purposive Samplin. Perusahaan yang tidak terdaftar di BEI periode 2018-2022 Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan keuangan periode tahun 2018-2022 Perusahaan yang tidak menggunakan rupiah Perusahaan yang tidak menyajikan informasi GCG atau CSR Sampel Penelitian Total Sampel . x periode penelitia. x 5 tahu. Jumlah Sumber: BEI, diolah oleh peneliti . Populasi dan Sampel Penelitian ini menggunakan perusahaan sektor Industrial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai populasi. Dengan rentang waktu yang digunakan dalam penelitian ini selama 5 tahun yang dimulai dari 2018 hingga Jumlah populasi perusahaan sektor Industrial yang terdaftar pada tahun 2022 yaitu sebanyak 56 perusahaan. Operasionalisasi Variabel Penelitian ini menggunakan empat variabel, yaitu variabel terkait . yaitu kinerja keuangan, variabel bebas . yaitu Good Corporate Governance yang diproksikan . ewan komisaris independen dan kepemilikan Corporate Social Responsibility, . yaitu manajemen laba. Dalam pemilihan sampel, penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Metode purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan persyaratanpersyaratan tertentu. Kriteria- kriteria tertentu diajukan sebagai persyaratan tersebut antara Tabel 3. 2 Operasional Variabel Perusahaan industrial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode Melaporkan laporan keuangan tahunan secara berturut-turut dan lengkap selama periode 2018-2022. Menyajikan laporan keuangan dengan Variabel Kinerja Good Corporate Governance (GCG) Konsep Variabel ROA diukur laba bersih dengan total aset Pengukuran GCG dalam penelitian ini diproksikan oleh dewan independen dan Indikator Return On Asset = Laba bersih Total aset Dewan Komisaris Independen = Jumlah dewan komisaris independen Jumlah total dewan komisaris Kepemilikan Institusional = Jumlah saham yang dimuliki institusi Jumlah saham yang beredar MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 1-14 Corporate Social Responsibili ty (CSR) Manajemen Pengungkapan CSR dapar diukur Indeks Global Reporting Initiative (GRI) yang berjumlah 91 Pengukuran manajemen laba dapat dilakukan Semakin kecil nilai dari accruals, maka semakin tinggi kualitas dari laporan keuangan perusahaan dan CSRI = OcX . ang diungkapkan perusahaa. ang seharusnya diungkapka. mengkombinasikan data time series dan cross section tanpa melihat atau meperhatikan dimensi individu maupun waktu. Sehingga pada model ini dapat diasumsikan bahwa pelaku data antar perusahaan sama dalam berbagai kurun Untuk mengestimasi model data panel ini, pendekatan Ordinary Least Square (OLS) atau dengan teknik kuadrat terkecil yang bisa Menghitung total accrual TACit = Niit - CFOit Nilai total accrual yag diestimasi dengan persamaan regresi linear sebagai berikut: TACit/Ait-1 = 1 . /Ait-. REVit/Ait-. 3 (PPEit/Ait-. Menghitung nondiscretionary accruals NDAit = 1 . /Ait-. 2 (. REVit - iRECi. /Ait-. 3 (PPEit/Ait-. Menghitung discretionary accruals DAit = (TACit/Ait-. - NDAit Fixed Effect Model (FEM) Model regresi FEM ini sering disebut dengan Least Squares Dummy Variable (LSDV) karena dalam mengestimasi data panel model ini menggunakan teknik variabel dummy untuk Sebab perbedaan antar individu yang menjadi asumsi model ini dapat diakomodasi dari perbedaan intersepnya. Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Analisis deskriptif merupakan gambaran tentang subjek penelitian berdasarkan data variabel yang diperoleh dari kelompok subjek tertentu dengan hasil olah data jumlah pengolahan data, minimum . ilai minimu. dan maximum . ilai maksimu. , mean . ilai rata-rat. dan standard deviation . tandar Analisis deskriptif ini akan membantu dalam menjelaskan variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian. Random Effect Model (REM) Model regresi REM ini sering disebut juga dengan teknik Generalized Least Square (GLS). Variabel gangguan mungkin bisa saja saling berhubungan antar waktu dan antar individu, maka model ini dapat dilakukan untuk mengestimasi data panel kemungkinan gangguan tersebut. Perbedaan intersep dapat diakomodasi oleh error term dari masingmasing perusahaan. Salah satu keuntungan menggunakan model ini dapat menghilangkan gejala heteroskedastisitas. Estimasi Model Analisis Regresi Data Panel Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode regresi data panel untuk menganalisis data yang telah ditetapkan. Pengujian regresi data panel ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh serta hubungan suatu variabel bebas . terhadap variabel terikat . Data panel yang dimaksud adalah gabungan dari data time series dan data cross Metode Pemilihan Model Regresi Data Panel Untuk memilih teknik estimasi data panel dapat dilakukan dengan beberapa pengujian berikut: Terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengestimasi model regresi data panel. Uji Chow Uji ini dilakukan untuk menentukan model manakah yang paling tepat untuk digunakan dalam mengestimasi data panel apakah Fixed Common Effect Model (CEM) Model regresi CEM ini adalah model yang paling sederhana dimana hanya MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 1-14 Uji Asumsi Klasik Effect Model (FEM) atau Common Effect Model (CEM). Adapun pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan: Uji mengevaluasi kecocokan model regresi yang digunakan dalam penelitian. Beberapa uji asumsi klasik yang umum digunakan dalam regresi data panel mencakup uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji . Apabila nilai probabilitas Cross-section F > 0,05 maka model terbaik yang tepat adalah Common Effect Model (CEM). Apabila nilai probabilitas Cross-section F < 0,05 maka model terbaik yang tepat adalah Fixed Effect Model (FEM). Uji Normalitas Uji normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan Uji Hausman dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada Uji ini dilakukan untuk menentukan model sebuah kelompok data atau variabel. manakah yang paling tepat untuk digunakan Apakah sebaran data tersebut berdistribusi dalam mengestimasi data panel apakah Fixed normal atau tidak. Ketentuan dari uji normalitas Effect Model (FEM) atau Random Effect Model yaitu probabilitas dengan nilai > 0,05 maka (REM). Adapun pengambilan keputusan disimpulkan bahwa data berdistribusi secara dilakukan berdasarkan: Apabila nilai probabilitas Cross-section Uji Multikolinearitas random > 0,05 maka model terbaik yang tepat Tujuan dari uji multikolinearitas adalah untuk adalah Random Effect Model (REM). memeriksa apakah terdapat korelasi yang tinggi antara variabel bebas . Apabila nilai probabilitas Cross-section model regresi. Sebuah model regresi yang baik random < 0,05 maka model terbaik yang tepat adalah Fixed Effect Model (FEM). seharusnya tidak memiliki korelasi yang signifikan antar variabel independen. Untuk Uji Laverange Multiplier (LM) mendeteksi adanya multikolinearitas atau korelasi yang tinggi antar variabel adalah Uji ini dilakukan untuk menentukan model yang dengan cara melihat nilai koefisien korelasinya, tepat untuk digunakan dalam mengestimasi data apabila nilai korelasinya < 0,80 maka tidak panel apakah Random Effect Model (REM) terjadi multikolinearitas. lebih tepat daripada Common Effect Model (CEM). Adapun pengambilan keputusan Uji Heteroskedastisitas dilakukan berdasarkan: Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan . Apabila nilai probabilitas Breusch-pagan > asumsi klasik. Heteroskedastisitas yaitu adanya 0,05 maka model terbaik yang tepat adalah ketidaksamaan varian dari residual untuk semua Common Effect Model (CEM). pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang . Apabila nilai probabilitas Breusch-pagan < harus dipenuhi dalam model regresi adalah tidak 0,05 maka model terbaik yang tepat adalah adanya gejala heteroskedastisitas. Jika nilai Random Effect Model (REM). probabilitas nya < 0,05 maka terjadi gejala MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 1-14 heteroskedastisitas dalam model penelitian, apabila nilai koefisien positif maka pengaruh sedangkan jika nilai probabilitas > 0,05 maka yang terjadi yaitu arah positif. tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam Sobel Test model penelitian. Sobel test digunakan untuk mengevaluasi Uji Hipotesis sejauh mana suatu variabel mediasi dapat Koefisien Determinasi independen terhadap variabel dependen. Uji sobel dilakukan dengan cara menguji kekuatan Koefisien Determinasi adalah indikator yang menggambarkan sejauh mana variabel bebas pengaruh tidak langsung yaitu variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) berpengaruh terhadap variabel terikat, apabila lewat variabel mediasi nilai prosentase R2 tidak mencapai 100%, maka nilai uji yang dilakukan terdapat pada indikator(M). Menghitung pengaruh tersebut dapat indikator bebas yang tidak diuji dalam dengan cara mengalikan jalur XM . dengan MY . Standar error koefisien a dan b ditulis Uji F (Simulta. dengan Sa dan Sb dan besarnya standar error Uji F adalah uji statitistik yang menerangkan tidak langsung adalah Sab yang dihitung dengan apakah variabel bebas secara bersama sama Dasar Sab = Ooyca2ycyca2 yca2ycyca2 ycyca2ycyca2 pengambilan keputusaannya dalam uji F berdasarkan nilai yaEaycnycycycuyci dari yaycycaycayceyco , jika Untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung, dapat dilakukan dengan menghitung nilai yaEaycnycycycuyci > yaycycaycayceyco nilai siginifikan 0,05 nilai t dari koefisien ab dengan rumus: maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. Selanjutnya membandingkan nilai t hitung Uji T (Parsia. dengan nilai t tabel. Jika t hitung > nilai t tabel maka disimpulkan terjadi pengaruh mediasi. Uji t adalah uji statistik t pada dasarnya Untuk mempermudah pengujian sobel, alat menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu bantu online seperti sobel test otomatis bisa variabel independen secara parsial terhadap digunakan yang tersedia di situs web quantpsy variabel dependen. Dasar pengambilan dengan alamat quantpsy. org/sobel/sobel. keputusan dalam uji t berdasarkan nilai probabilitas, apabila nilai probabilitas < 0,05 KESIMPULAN maka terdapat pengaruh antara variabel Kesimpulan independen terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika nilai probabilitas > 0,05 maka Hasil penelitian tentang Good Corporate tidak terdapat pengaruh antara variabel Governance dan Corporate Social Responsibiliy terhadap kinerja keuangan dengan manajemen independen terhadap variabel dependen. Tanda pada koefisien menunjukan arah penelitian, laba sebagai variabel mediasi pada perusahaan apabila nilai koefisien negatif maka pengaruh sektor industrial yang terdaftar di BEI periode 2018-2022 sebagai berikut: yang terjadi yaitu arah negatif. Sedangkan Simultan MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 1-14 Secara simultan GCG yang diproksikan dengan dewan komisaris independen dan kepemilikan institusional, serta CSR terdapat pengaruh terhadap manajemen laba. Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian ini, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan sebagai berikut: Saran Teoritis Diharapkan untuk para peneliti selanjutnya yang akan meneliti tentang topik ini agar dapat menambah literatur dan referensinya, serta memperhatikan keterbatasan pada penelitian Keterbatasan penelitian ini yaitu kurangnya proksi dari variabel yang digunakan (GCG dan kinerja keuanga. Peneliti selanjutnya bisa menggunakan proksi-proksi variabel lain yang bisa menjelaskan variabel independen lebih Secara simultan GCG yang diproksikan dengan dewan komisaris independen dan CSR, manajemen laba terdapat pengaruh terhadap kinerja keuangan. Parsial Secara parsial GCG yang diproksikan dengan dewan komisaris independen memiliki pengaruh positif terhadap manajemen laba, sedangkan GCG yang diproksikan kepemilikan institusional memiliki pengaruh negatif terhadap manajemen laba. Saran Praktis Bagi investor, diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan ketika akan melakukan investasi. Investor disarankan untuk tidak hanya melihat faktor GCG yang diproksikan oleh dewan komisaris independent dan kepemilikan institusional, serta CSR saja, namun investor harus melihat faktor lain yang lebih relevan yang dapat melihat kinerja keuangan perusahaan. Dengan begitu investor tidak akan salah langkah dalam melakukan atau memutuskan berinvestasi pada suatu perusahaan. Secara parsial CSR tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Secara parsial GCG yang diproksikan dengan dewan komisaris independen tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan, sedangkan GCG yang diproksikan dengan kepemilikan institusional memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Secara parisal CSR memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. DAFTAR PUSTAKA Secara parsial manajemen laba memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Manajemen laba tidak dapat memediasi hubungan dewan komisaris independen, kepemilikan institusional dan CSR terhadap kinerja keuangan. Abdou. Hussein A, and Khaled Hussainey. AuCorporate Governance Earnings Management Nexus : Evidence from the UK and Egypt Using Neural Networks. Ay Wiley, o December 2018 . :6281Ae6311. https://doi. org/10. 1002/ijfe. Manajemen laba tidak dapat memediasi hubungan CSR terhadap kinerja keuangan. Aini. Nurul, and Refi Ria Rumanti. AuSTUDI EMPIRIS GOOD CORPORATE Saran