Journal of Elementary Education : Strategies. Innovations. Curriculum and Assessment Volume 2 . November 2025, pp. E-ISSN : 3047-9398. DOI: https://doi. org/10. 61580/jeesica. Open Access: https://journal. id/index. php/jeesica/index Pengaruh Metode Drill Terhadap Keterampilan Passing Bawah pada Permainan Bola Voli Kelas 6 SDN Cinurman Adi Lutfi Rahmatillah 1*. Budi Hendrawan 2. Sunanih 3 123PGSD. Universitas Muhammadiyah. Tasikmalaya. Jawa Barat. Indonesia *Email: adilutfi. 630@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Article history Received: 13 Juli 2025 Revised: 25 Juli 2025 Accepted: November Kata Kunci: keterampilan passing bawah, metode drill, permainan bola voli Keywords: passing skills, drill methods. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode drill terhadap keterampilan passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas 6 SDN Cinurman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen. Sampel penelitian melibatkan 30 siswa kelas 6 SDN Cinurman yang dipilih melalui teknik purposive sampling, kemudian dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test keterampilan passing bawah. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS Versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol yang berlatih tanpa metode drill mengalami peningkatan rata-rata keterampilan passing bawah dari 19,20 . re-tes. menjadi 26,20 . ost-tes. , atau sekitar 3,64% dari hasil pretest. Sementara itu, kelompok eksperimen yang menggunakan metode drill menunjukkan peningkatan rata-rata yang lebih signifikan, dari 20,66 . re-tes. menjadi 31,33 . ost-tes. , dengan peningkatan sebesar 5,16% dari hasil pretest. Hasil analisis data diperoleh nilai t-hitung 25,298 dan t-tabel 1,701, dengan nilai signifikansi 0,000. Karena t-hitung 25,298 > 1,701 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang Ini berarti hipotesis alternatif (H. diterima dan hipotesis nol (H. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode drill memberikan peningkatan persentase keterampilan passing bawah yang lebih besar dibandingkan latihan tanpa metode drill. This study aims to examine the effect of the drill method on underhand passing skills in volleyball among sixth-grade students at SDN Cinurman. The research method used a quantitative approach with a quasi-experimental method. The research sample involved 30 sixth-grade students at SDN Cinurman who were selected using purposive sampling, then divided into a control group and an experimental group. Data collection was conducted through pre-tests and posttests of underhand passing skills. The collected data were analyzed using Microsoft Excel and SPSS Version 26. The results showed that the control group, which practiced without the drill method, experienced an average increase in underhand passing skills from 19. re-tes. ost-tes. , or about 3. 64% of the pre-test results. Meanwhile, the experimental group that used the drill method showed a more significant average increase, from 20. re-tes. ost-tes. , with an increase of 5. 16% from the pre-test The data analysis results obtained a t-value of 25. 298 and a t-table of 701, with a significance value of 0. Because t-value 25. 298 > 1. 701 and the significance value 0. 000 < 0. 05, it can be concluded that there is a significant difference. This means that the alternative hypothesis (H. is accepted and the null hypothesis (H. is rejected. Thus, this study concludes that the drill method provides a greater percentage increase in underhand passing skills compared to training without the drill method. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dari masa ke masa. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan pengetahuan dan keterampilan semakin meningkat, terutama bagi para orang tua yang menginginkan anak-anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kecerdasan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Ay Dengan demikian, pendidikan berperan sebagai sarana penting dalam mengembangkan potensi dan kepribadian individu ke arah yang lebih positif. Pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi ada juga yang dilakukan di luar ruangan kelas misalnya olahraga. Olahraga merupakan aktivitas gerak yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari- hari, tidak hanya untuk prestasi namun juga untuk menjaga Lutan (Praja et al. , 2. menyatakan bahwa Aumelalui aktivitas jasmani anak diarahkan untuk belajar sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang menyangkut aspek fisik, intelaktual, emosional, social, dan moralAy. Olahraga dalam Lembaga Pendidikan formal biasa disebut dengan mata pelajaran PJOK. PJOK adalah singkatan dari Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, yang merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Ada banyak cabang olahraga yang diajarkan di sekokah seperti lari, senam, renang, sepak bola, bola voli, bola basket, bulu tangkis dan lain Dari beberapa cabang olahraga yang diajarkan di sekolah khusunya sekolah dasar, bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang mudah dan menyenangkan. Permainan bola voli merupakan salah satu permainan beregu yang menarik, menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya yang besar untuk memainkannya (Prayoga et al. , 2. Dengan dermikian, permainan bola voli hanya membutuhkan lahan kosong yang bisa dijadikan lapangan, satu buah net dan bola sehingga permainan dapat dilakukan. Pendidikan bola voli di sekolah dasar diharapkan mampu membangun generasi muda yang mahir bermain bola voli di masa depan. Dengan melakukan pemembinaan bola voli sejak usia anak sekolah dasar, ada kemungkinan besar generasi penerus akan memiliki kemampuan di atas rata- rata di masa depan, karena sejak usia itu mereka sudah dibekali berbagai pengalaman. Pemerintah mengharapkan generasi penerus ini dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pentingnya olahraga bola voli pada jenjang pendidikan sekolah dasar tercermin dalam Kurikulum Pendidikan Jasmani untuk sekolah dasar tahun 2004. Dalam kurikulum tersebut, sebagaimana dikutip oleh Batiurat et al. , . , dijelaskan bahwa ruang lingkup materi pembelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk siswa kelas IV hingga VI mencakup aktivitas pembentukan tubuh, permainan dan modifikasi olahraga, kecakapan hidup di alam terbuka, serta kecakapan hidup personal yang mencakup kebugaran jasmani dan pembentukan sikap serta perilaku. Selain itu juga. PBVSI tahun1995 (Batiurat et , 2. menjelaskan bahwa salah satu usaha untuk meningkatkan prestasi bola voli yaitu E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih menerapkan teknik-teknik dasar bola voli sedini mungkin kepada anak usia 9-13 tahun melalui bola voli mini, karena pada usia tersebut akan mudah diserap mengenai teknik yang diberikan tentang bermain bola voli dibandingkan dengan orang dewasa. Dalam permainan bola voli, penguasaan teknik dasar sangatlah penting. Bukan hanya dimiliki oleh seorang atlet tapi juga oleh setiap siswa dalam pembelajaran penjas, khususnya materi permainan bola voli. Karena bila siswa mampu meningkatkan keterampilan teknik dasar dengan baik, dapat dikatakan pembelajaran bola voli tersebut berhasil diterapkan. Teknik passing bawah merupakan materi dasar di dalam permainan bola voli (Soler et al. Passing bawah harus banyak dilatih supaya arah bola terkendali dan tidak sampai menimbulkan cedera ataupun salah mengarahkan operan bola. Karena teknik passing bawah belum dikuasai maka perlu diupayakan peningkatan latihan. Namun pada kenyataannya, bagi siswa sekolah dasar permainan bola voli masih dianggap sulit sehingga tidak banyak siswa yang mampu melakukannya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan peneliti pada bulan Januari 2023 bersama Bapak Dudung selaku guru PJOK SDN Cinurman, permainan bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang kurang diminati oleh siswa. Banyak siswa yang lebih tertarik pada permainan sepak bola karena permainan tersebut dianggap mudah, sedangkan permainan bola voli dianggap sulit. Hal tersebut dikarenakan penguasaan teknikteknik dasar dalam permainan bola voli tidak dikuasai, salah satunya yaitu passing bawah. Permasalahan ini tentunya menjadi salah satu hambatan bagi siswa untuk bisa menyukai olahraga bola voli, karena pada dasarnya mereka mengaggap bahwa melakukan passing bawah itu sulit, sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk bermain bola voli. Passing bawah merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan bola voli yang dilakukan dengan cara merapatkan kedua tangan agar bola berada tepat di tengah-tengah pergelangan tangan. Kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan oleh guru juga merupakan salah satu faktor yang menjadikan permainan bola voli sulit dilakukan oleh siswa. Metode ceramah, kemudian di praktikan secara langsung merupakan metode yang digunakan guru PJOK SDN Cinurman dalam pembelajaran bola voli. Selain itu, pembelajaran PJOK khususnya bola voli di SDN Cinurman dalam hal sarana dan prasarana kurang memadai, sehingga dalam pembelajaran bola voli belum berjalan secara maksimal. Dari permasalahan yang dihadapi oleh siswa, guru harus menerapkan metode serta memilih strategi pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran bola voli khususnya dalam teknik passing Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peniliti memilih metode drill yang bisa digunakan dalam pembelajaran PJOK khususnya bola voli dalam teknik passing bawah. Metode drill merupakan salah satu cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan dan keterampilan lebih tinggi dari apa yang telah Penelitian ini didukung oleh beberapa penelitian terdahulu yang relevan seperti yang dilakukan oleh Imran . dengan judul AuPeningkatan Ketrampilan Passing Bawah Bolavoli Dengan Mengunakan Metode Bermain Bola Pantul Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMA Negeri 1 Praya Barat DayaAy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengalami kenaikan E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih ketrampilan bola voli. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji t antara data sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai signifikansi . sebesar 0,000. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Nurfadillah . dengan judul AuDampak Latihan Metode Drill Terhadap Akurasi Passing Bawah Cabang Olahraga Bola Voli. Ay Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah 14 orang atlet bola voli laki-laki dari club Optima Cv20. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T-Test, yang memberikan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan metode drill terhadap peningkatan akurasi passing bawah bola voli. Hasil analisis menunjukkan nilai sig sebesar 0,00 < 0,05, menunjukkan peningkatan akurasi yang signifikan setelah latihan drill. Temuan ini memberikan wawasan bahwa metode drill merupakan teknik latihan yang efektif untuk meningkatkan akurasi passing bawah, sehingga dapat diimplementasikan dalam latihan bola voli untuk meningkatkan keterampilan dasar pemain secara keseluruhan. Terakhir penelitian yang dilakukan oleh Aknasari et al. , . dengan judul AuPenerapan Metode Latihan Drill Pada Atlet Bola Voli Pengcab KabupatenAy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi . -taile. < 0. dan nilai thitung> ttabel atau 8,124 > 1,729, dengan pengingkatan rata-rata sebesar 66,67%. Simpulan, setelah diterapkan metode latihan drill kemampuan passing atas atlet bola voli putri Pengcab Kabupaten pada kategori sangat baik. Ketiga penelitian di atas memiliki fokus persamaan dengan peneitian yang dilakukan yaitu mengenai pengembangan keterampilan bola voli, khususnya teknik dasar seperti passing bawah atau keterampilan bermain bola voli secara umum. Sedangkan perbedaannya terletak pada subjek penelitian, dimana subjek penelitian terdahulu dilakukan kepada siswa kelas VII SMP dan Atlit bola voli, sedangkan penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas VI SD. Selain itu, perbedaan juga terdapat pada fokus teknik penelitian, dimana penelitian terdahulu fokus pada keterampilan bola voli secara umum, pasing bawah dan atas, sedangkan penelitian ini fokus pada teknik passing bawah. Berdasarkan hasil uraian dan kajian terdahulu di atas, maka rumusan penelitian yang dibuat adalah AuBagaimana pengaruh metode drill terhadap keterampilan passing bawah dalam permainan bola voli kelas 6 SDN CinurmanAy?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode drill terhadap keterampilan passing bawah dalam permainan bola voli pada pembelajaran olahraga di Sekolah Dasar Negeri Cinurman. II. KAJIAN PUSTAKA Metode Drill Metode latihan . merupakan metode dalam pengajaran dengan cara melatih peserta didik terhadap bahan yang sudah diajarkan atau berikan agar memiliki ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari (Fahrurrozi et al. , 2. Metode drill disebut juga metode training adalah suatu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan- kebiasaan tertentu, juga sebagai sarana memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Melalui metode ini. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih diharapkan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal (Rohadi, 2. Sedangkan menurut Lesmana et al. , . AuMetode drill adalah suatu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat atau menyempurnakan suatu keterampilan agar menjadi bersifat permanenAy. Penerapan metode pembelajaran bola voli dengan pendekatan drill bisa meningkatkan kemampuan passing secara drastis tidak hanya secara individual melainkan juga tim, khususnya passing bawah permainan bola voli. Berdasarkan teori di atas, dapat disimpulkan bahwa metode drill merupakan cara untuk membelajarkan siswa secara cepat dan tepat untuk mengembangkan kemahiran, keterampilan dan ketangkasan tertentu, serta dapat pula untuk mengembangkan sikap dan menanamkan kebiasaan- kebiasaan yang baik melalui petunjuk guru. Dalam konteks penelitian ini, metode drill merujuk pada suatu pendekatan latihan yang menekankan pengulangan gerakan atau teknik spesifik secara berulang-ulang. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk membentuk otomatisasi gerakan, meningkatkan akurasi, kecepatan, dan efisiensi dalam pelaksanaan keterampilan tertentu. Secara spesifik, dalam penelitian ini, metode drill diterapkan untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli pada siswa kelas 6 (Fahrurrozi et al. , 2022. Lesmana et al. , 2016. Rohadi, 2. Penerapan metode drill dalam dalam kontek penelitian sekarang dilakukan melalui tahapan yang dimulai dari persiapan, yaitu guru menetapkan tujuan spesifik seperti ketepatan dan teknik dasar passing bawah, menjelaskan gerakan secara sederhana, serta menyiapkan urutan latihan mulai dari gerak dasar tanpa bola hingga latihan menggunakan bola. Kemudian pada tahap pelaksanaan, guru memberikan demonstrasi singkat, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan memulai latihan dari bentuk yang paling sederhana seperti posisi tubuh, ayunan lengan, hingga latihan pantul mandiri dengan bola lembut, sebelum meningkat ke latihan berpasangan dan kelompok kecil. Setelah itu, masuk ke tahap pengulangan dan koreksi, di mana siswa melakukan passing bawah secara berulang sambil menerima umpan balik atas kesalahan umum seperti posisi lengan, kontak bola, dan kekuatan dorongan, termasuk variasi latihan untuk mencegah kebosanan. Selanjutnya pada tahap evaluasi, guru menilai ketepatan, kontrol bola, serta konsistensi gerakan siswa untuk menentukan latihan lanjutan, sehingga metode drill ini memungkinkan siswa SD menguasai teknik passing bawah secara bertahap, terstruktur, dan menyenangkan sesuai karakteristik perkembangan motorik mereka (Ramdani, 2. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa metode drill merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan latihan berulang secara terstruktur untuk membentuk keterampilan yang cepat, tepat, dan otomatis, sekaligus menanamkan kebiasaan positif melalui bimbingan guru. Dalam konteks pembelajaran passing bawah bola voli pada siswa sekolah dasar, metode ini diterapkan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, pengulanganAekoreksi, dan evaluasi, yang keseluruhannya dirancang untuk meningkatkan akurasi, ketepatan posisi tubuh, kontrol bola, serta konsistensi gerakan. Dengan latihan bertahap mulai dari gerakan dasar tanpa bola, penggunaan bola lembut, latihan berpasangan, hingga kelompok kecil, metode drill terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih passing bawah secara signifikan, sehingga siswa dapat mencapai penguasaan teknik yang lebih mantap, efisien, dan sesuai dengan perkembangan motorik mereka Permainan Bola Voli Permainan bola voli merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing regu terdiri dari 6 orang pemain di lapangan (Budi, 2. Lapangan dibagi dua bagian yang sama dengan sebuah garis tengah yang di atasnya dibentangkan net dengan ukuran tertentu. setiap pemain memiliki keterampilan khusus yakni sebagai pemukul, pengumpan, dan libero. Hal ini sejalan dengan pendapat PBVSI yang menyatakan bahwa bola voli adalah olahraga yang dimainkan secara berlawan antara dua regu yang berada dilapangan dengan dipisahkan oleh net (Ramdani, 2. Menurut Soler et al. , . , permainan bola voli merupakan suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah dilakukan oleh setiap oleh karena itu permainan bola voli dibutuhkan koordinasi gerak yang benar-benar bisa diandalkan untuk melakukan semua gerakan yang ada dalam permainan bola voli. Berdasarkan di atas, dapat dielaborasi bahwa permainan bola voli merupakan olahraga beregu yang menuntut kerja sama enam pemain dalam satu tim dengan peran dan keterampilan khusus, serta dimainkan di lapangan yang dibagi oleh net sesuai ketentuan. Sebagai permainan yang bersifat kompleks, bola voli menuntut kemampuan koordinasi gerak yang baik agar pemain mampu melakukan berbagai teknik dasar seperti memukul, mengumpan, maupun bertahan. Kompleksitas dan tuntutan koordinasi tersebut menjadikan penguasaan teknik dan pemahaman peran sangat penting bagi setiap pemain untuk dapat berpartisipasi secara efektif dalam permainan (Budi, 2021. Ramdani, 2022. Saputra, 2. Teknik bola voli merupakan serangkaian keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh setiap pemain untuk dapat bermain secara efektif dan sesuai dengan tuntutan permainan. Teknik-teknik tersebut meliputi servis sebagai awalan serangan, passing atau pengumpan untuk mengendalikan bola, set-up sebagai pengatur serangan, spike atau smash sebagai bentuk serangan utama, block untuk menahan serangan lawan, serta defense atau pertahanan Penguasaan teknik ini menuntut koordinasi gerak, ketepatan, kecepatan, serta kemampuan membaca situasi permainan. Oleh karena itu, latihan teknik yang berulang dan terstruktur sangat diperlukan agar pemain mampu menampilkan performa yang baik baik secara individu maupun dalam kerja sama tim. Adapun teknik yang menjadi fokus penelitian sekarang yaitu keterampilan passing bawah. Mengacu pada uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa permainan bola voli sebagai olahraga beregu yang kompleks menuntut koordinasi gerak, kerja sama tim, serta penguasaan berbagai teknik dasar agar setiap pemain mampu menjalankan perannya secara efektif. Teknik-teknik seperti servis, passing, set-up, spike, block, dan defense menjadi fondasi penting yang harus dikuasai melalui latihan terstruktur dan berulang untuk mencapai akurasi, kecepatan, dan konsistensi gerakan. Dalam konteks penelitian ini, keterampilan passing bawah mendapat perhatian khusus karena merupakan teknik fundamental yang berfungsi mengendalikan bola dan menjadi dasar keberhasilan rangkaian permainan berikutnya, sehingga penguatan teknik ini sangat menentukan kualitas performa pemain secara E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih Keterampilan Passing Bawah Dalam olahraga bola voli, terdapat beragam teknik passing atau mengoper, salah satunya adalah passing bawah. Operan lengan bawah merupakan teknik dasar bola voli yang harus dipelajari. Lebih jelas Prayoga et al. , . menyatakan bahwa AuOperan bawah ini bisanya menjadi teknik pertama yang digunakan untuk menerima servis, menerima spike, memukul bola setinggi pinggang ke bawah dan memukul bola memantul dari netAy. AuMengoper bola dengan tangan dari bawah selain berguna untuk mengoper bola juga dapat digunakan untuk menerima bola serta mengambil bola yang datangnya rendahAy(Azizi et al. Memainkan bola dengan sisi dalam lengan bawah merupakan teknik bermain yang cukup penting. Kegunaan teknik lengan bawah antara lain adalah untuk penerimaan bola servis, untuk penerimaan bola dari lawan yang berupa serangan/smash, untuk pengambilan bola setelah diblok atau bola dari pantulan net, untuk menyelamatkan bola yang kadang-kadang terpental jauh di luar lapangan permainan dan untuk pengambilan bola yang rendah (Aknasari et al. , 2. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa passing bawah merupakan teknik dasar yang sangat penting dalam permainan bola voli, karena digunakan dalam berbagai situasi permainan, terutama untuk menerima bola yang datang rendah. Teknik ini menjadi keterampilan pertama yang biasanya digunakan untuk menerima servis, menghadapi serangan lawan seperti spike, mengambil bola pantulan dari net, serta menyelamatkan bola yang berada jauh dari jangkauan. Dengan menggunakan sisi dalam lengan bawah, pemain dapat mengendalikan arah dan kecepatan bola secara lebih stabil, sehingga passing bawah berperan besar dalam memulai serangan maupun mempertahankan permainan (Aknasari et , 2021. Azizi et al. , 2022. Prayoga et al. , 2. Adapun indikator passing bawah yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari penelitian yang telah dilakukan oleh Aknasari et al. , . , diantaranya adalah siswa mampu melakukan beberapa gerakan untuk tahap persiapan dalam pelaksanaan test passing bawah, siswa mampu melaksanakan gerakan passing bawah sesuai dengan instruksi guru, dan siswa mampu melakukan gerakan fase Follow Through. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu menunjukkan konsistensi gerakan yang stabil selama pelaksanaan teknik tersebut. Berangkat dari uraian pendapat dan indikator yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan passing bawah merupakan komponen fundamental dalam permainan bola voli yang tidak hanya mendukung keberhasilan penerimaan bola, tetapi juga menjadi dasar dalam membangun pola serangan maupun pertahanan. Penguasaan teknik ini menuntut koordinasi gerak yang baik, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga fase follow through untuk menghasilkan kontrol bola yang optimal. Dengan demikian, pemahaman dan keterampilan siswa terhadap indikator-indikator passing bawah menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran, karena mencerminkan kualitas teknik yang stabil, konsisten, dan sesuai dengan tuntutan permainan bola voli modern. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain non-equivalent pretestAepost-test control group design. Quasi eksperimen bertujuan mengkaji pengaruh perlakuan tertentu dalam kondisi yang tidak sepenuhnya acak, namun tetap melibatkan pembagian partisipan ke dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan metode drill, sedangkan kelas kontrol tidak mendapatkan perlakuan tersebut. Kedua kelompok akan diberikan pretest dan post-test untuk mengukur perubahan Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cinurman, yang beralamat di Kampung Ciwaluran. Desa Parumasan. Kecamatan Sodonghilir. Kabupaten Tasikmalaya. Provinsi Jawa Barat. Adapun waktu penelitian penelitian dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan hingga pengumpulan data, yang berlangsung selama bulan Maret - Mei 2025. Subjek Penelitian Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VI SDN Cinurman, yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono. Data. Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, data dikumpulkan menggunakan instrumen tes, yaitu tes keterampilan passing bawah, yang bertujuan untuk memperoleh informasi akurat mengenai kemampuan siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap tes, yaitu pre-test dan post-test. Pre-test diberikan pada awal penelitian untuk mengukur kemampuan dasar siswa dalam melakukan passing bawah, sehingga peneliti memperoleh gambaran kemampuan awal sebelum perlakuan diberikan. Selanjutnya, peneliti melaksanakan perlakuan berupa latihan dengan metode drill selama enam kali pertemuan, masing-masing berdurasi satu jam. Setelah seluruh sesi latihan selesai, dilakukan post-test dengan prosedur yang sama seperti pre-test untuk menilai perubahan atau peningkatan keterampilan siswa secara kuantitatif. Instrumen tes keterampilan ini dirancang berdasarkan indikator penguasaan teknik passing bawah yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan gerakan, dan fase follow through. Apaun kisi-kisi instrument yang digunakan sebagai berikut: Tabel 1. Kisi-Kisi Instrumen Keterampilan Passing Bawah Aspek yang Keterampilan passing bawah Indikator Tahap persiapan Tahap E-ISSN: 3047-9398 Sub Indikator Jenis Instrumen Siswa beberapa gerakan untuk tahap persiapan dalam pelaksanaan tes passing bawah Siswa mampu melaksanakan gerakan passing bawah sesuai dengan instruksi guru Tes JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih Fase follow through Siswa gerakan fase follow through Sumber: Aknasari et al. , . Dengan menggunakan instrumen yang terfokus, penelitian ini mampu menghasilkan data yang lebih terukur dan relevan dalam mengevaluasi efektivitas metode drill terhadap peningkatan keterampilan passing bawah siswa sekolah dasar. Analisis Data Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat untuk memastikan bahwa data yang diperoleh memenuhi asumsi dasar statistik parametrik. Adapun uji prasyarat yang dilakukan meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Analisis data dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh metode drill terhadap keterampilan passing bawah pada siswa kelas VI SDN Cinurman. Uji hipotesis menggunakan teknik uji-t . -tes. untuk data berpasangan . aired sampl. Analisis dilakukan menggunakan program SPSS Versi 26 IBM, dengan membandingkan nilai rata-rata hasil pretest dan posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (TNR . Hasil Penelitian Deskripsi dan analisis data hasil penelitian Passing bawah diukur melalui dua kali percobaan, kemudian nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari kedua percobaan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan Braddy Volleyball Test, yang bertujuan untuk mengukur tingkat ketepatan dalam melakukan passing bawah. Hasil Pre-test dan Post-test Keterampilan Passing Bawah pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Pre-test dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam melakukan passing bawah. Setelah itu, dilakukan post-test dengan tujuan untuk mengevaluasi peningkatan keterampilan setelah perlakuan diberikan. Kelas kontrol tidak menerima latihan dengan metode drill, sedangkan kelas eksperimen menerima perlakuan berupa latihan dengan metode drill. Melalui pelaksanaan pre-test dan post-test pada kedua kelas tersebut, dapat diketahui sejauh mana kemampuan passing bawah siswa mengalami perubahan. Adapun nilai hasil dari pre-test dan post-test masing-masing kelas disajikan sebagai berikut: Tabel 2. Data Hasil Pre-Test dan Post-Test Passing Bawah Kelas Kontrol dan Eksperimen Nama Siswa RRK MFDA AWM E-ISSN: 3047-9398 Pretest Post-test Selisih Kode Kelas JEESICA Vol. November 2025 DAA ARM DSM MRF MSM MAR MAM NRN RHA Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih Keterangan: Kode kelas 1 : kontrol. Kode kelas 2 : eksperimen Hasil analisis statistik deskriptif pre-test passing bawah kelas kontrol, didapat nilai minimal = 18 , nilai maksimal = 21, rata-rata . = 19,2, dengan simpang baku . Deviatio. = 1. Sedangkan untuk post-test passing bawah kelas kontrol, didapat nilai minimal = 25, nilai maksimal = 28, rata-rata . = 26,2, dengan simpang baku . Deviatio. = 0,941. Hasil analisis statistik deskriptif pre-test passing bawah kelas eksperimen, didapat nilai minimal = 19, nilai maksimal = 23, rata-rata . = 20,6, dengan simpang baku . Deviatio. = 1. Sedangkan untuk post-test passing bawah kelas eksperimen, didapat nilai minimal = 29, nilai maksimal = 34, rata-rata . = 31,3, dengan simpang baku . Deviatio. = 1. Hasil selengkapnya terdapat pada tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Deskriptif Statistik Pre-Test dan Post-Test Passing Bawah Kelas Kontrol dan Eksperimen Statistik Mean Median Mode Std. Deviation Minimum Maximum E-ISSN: 3047-9398 Kelas control Pre-test Post-test Kelas eksperimen Pre-test Post-test JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih Uji Prasyarat Uji normalitas Uji normalitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel dalam penelitian ini mempunyai sebaran distribusi normal atau tidak. Untuk perhitungan uji normalitas ini menggunakan rumus Kolmogorov- Smirnov Z, dengan pengolahan data menggunakan aplikasi ms excel dan bantuan program SPSS 26. Hasilnya disajikan pada tabel 4 berikut Tabel 4. Uji Normalitas Pre-Test Post-Test Kelas Kontrol dan Eksperimen Passing Bawah Kelompok Pre-test control Post-test kontrol Pre-test eksperimen Post-test eksperimen 0,111 0,100 0,200 0,200 Sig. 0,05 0,05 0,05 0,05 Keterangan Normal Normal Normal Normal Jika dilihat dari hasil tabel 4 di atas, semua data pre-test dan post- test kelas kontrol dan eksperimen memiliki nilai p (Sig. ) > 0. 05, maka artinya semua data berdistribusi Maka dari itu karena data berdistribusi normal maka analisis dapat dilanjutkan. Uji homogenitas Uji homogenitas ini berfungsi untuk mengetahui sekaligus meyakini bahwa kelompokkelompok yang membentuk sampel ini berasal dari populasi yang homogen. Homogenitas ini diuji menggunakan program SPSS 26 dan uji f berbantuan ms excel. Kaidah uji homogenitas jiga p > 0. 05 maka tes dinyatakan homogen, jika p < 0,05 maka tes dinyatakn tidak homogen. Kriteria uji F apabila f hitung > f tabel maka data tidak homogen, namun jika f hitung < f tabel maka data dinyatakan homogen. Hasil uji homogenitas passing bawah pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini: Tabel 5. Uji Homogenitas Passing Bawah Kelompok Pre-test-post-test kelas control Pre-test-post-test kelas eksperimen Sig. Keterangan 0,294 Homogen 0,102 Homogen Dari tabel 5 di atas, dapat dilihat bahwa nilai pre-test dan post-test kelas kontrol memperoleh nilai sig. P 0,294 > 0,05 dan data pre-test dan post-test kelas eksperimen memperoleh nilai sig, p 0,102 > 0,05, sehingga dengan hasil ini semua data dikatakan bersifat homogen, kemudian analisis dapat dilanjutkan dengan statistik parametrik. Uji hipotesis Untuk menguji hipotesis ini menggunakan uji-t , adapun hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah Auterdapat pengaruh peningkatan yang signifikan dari latihan menggunakan metode drill terhadap peningkatan keterampilan passing bawah pada pembelajar bola voli siswa kelas 6 di SDN CinurmanAy, berdasarkan pada hasil nilai pre-test dan post-test pada kelas kontrol dan eksperimen. Apabila pada hasil analisis menunjukan perbedaan yang signifikan maka pemberian latihan dengan metode drill ini memberikan dampak pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan passing bawah. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih Pengambilan keputusan dalam uji paired sampel t test berdasarkan nilai signifikan . hasil output SPSS 26 menurut Santoso . adalah sebagai berikut: jika nilai sig . > 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima jika nilai sig . < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dan penelitian dikatakan signifikan apabila nilai t hitung > t tabel . Uji-t hasil pre-test dan post-test kelas kontrol dan eksperimen keterampilan passing bawah Berdasarkan pada hasil analisis diperoleh data pada tabel 6 berikut ini. Tabel 6. Uji-t Hasil Pre-Test dan Post-Test Kelas Kontrol dan Eksperimen Keterampilan Passing Bawah Kelas Kel Rata- rata Kontrol Pre-test Post-test Pre-test Post-test 19,20 26,20 20,66 31,33 Eksperi t-test for equality of means t hitung t tabel Sig Selisih 25,360 3,64% 25,298 10,67 5,16 % Dari hasil uji-t pada kelas kontrol, terdapat t hitung 25,360 dan t tabel 1. 701 dengan nilai Dikarenakam t hitung 25,360 > t tabel 1. 701 dan nilai signifikansi 0. 0,05, maka hasil ini dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan, maka artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Kemudian dari hasil uji-t pada kelas eksperimen terdapat t hitung 25,298 dan t tabel 1. 701 dengan nilai signifikansi 0. Dikarenakan t hitung 25,298 > t tabel 1,701 dan nilai signifikansi 0. 000 < 0,05, maka hasil ini dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan, maka artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Perhitungan persentase peningkatan keterampilan passing bawah Adapun tujuan dari perhitungan persentase peningkatan ini adalah untuk mengetahui tentang seberapa besar signifikansi perubahan peningkatan keterampilan passing bawah pada pembelajar bola voli siswa kelas 6 di SDN Cinurman. Untuk mengetahuinya dihitung dengan rumus sebagai berikut: Persentase peningkatan = ycoyceycaycu yccycnyceyceyceycyceycuyc ycu 100% ycoyceycaycu ycyycyceycyceycyc Berikut ini rangkuman hasil presentase peningkatan pre-test post-test kelas kontrol dan eksperimen keterampilan passing bawah. Tabel 7. Rangkuman Hasil Presentase Peningkatan Pre-Test Post-Test Kelas Kontrol dan Eksperimen Keterampilan Passing Bawah Kelas Variabel Mean Mean different Persentase peningkatan Kontrol Pre-test 19,20 7 3,64% Post-test 26,20 Eksperimen Pre-test 20,66 10,67 5,16 % Post-test 31,33 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata untuk pre-test kelas kontrol sebesar 19,20 dan post-test kelas kontrol sebesar 26,20, dengan hasil ini dapat diketahui bahwa peningkatan keterampilan passing bawah pada saat berlatih dengan latihan biasa tanpa menggunakan metode drill dapat memperoleh peningkatan sebesar 3,64 % dari hasil pre- test. Dan untuk kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 20,66 E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih dan nilai rata-rata post-test sebesar 31,33, dengan hasil ini dapat diketahui bahwa peningkatan keterampilan passing bawah saat berlatih dengan latihan menggunakan metode drill dapat memperoleh peningkatan sebesar 5,16 % dari hasil pre-test. Dengan hasil ini dapat disimpulkan bahwa persentase peningkatan keterampilan passing bawah dengan latihan menggunakan metode drill ini mendapatkan hasil yang lebih besar dari latihan tanpa menggunakan metode drill. Pembahasan Berdasarkan pada hasil analisis data hasil penelitian dapat dilihat bahwa terdapat hasil peningkatan yang signifikan terhadap kelompok eksperimen yang menggunakan metode drill pada saat melakukan latihan, hal ini dapat dibuktikan dalam perolehan hasil pretest dan posttest pada tabel di atas. Pemberian latihan sebanyak 6 kali pertemuan ini tentunya bisa dibilang cukup untuk mengetahui peningkatan kualitas passing bawah dengan diberikan latihan menggunakan metode drill asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan konsisten dalam waktu latihannya hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pada penelitian ini. Dalam pemberian latihannya tentunya ada ketentuan pemberian porsi latihan untuk anak usia 13 tahun tentunya dalam penelitian ini peneliti mengacu pada teori DNM atau denyut nadi maksimal untuk pemberian intensitas latihannya, teori ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Katch dan McARdle, . dalam buku Harsono . dengan judul kepelatihan olahraga tentang teori DNM (Aknasari et al. , 2. Adapun untuk mengetahui adanya pengaruh metode drill terhadap peningkatan keterampilan passing bawah ini dapat dibuktikan dengan uji-t, dengan uji-t ini nantinya akan menampilkan nilai t hitung dan nilai signifikansinya. Adapun hasil uji-t pada penelitian ini menunjukan bahwa latihan dengan metode drill ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kualitas keterampilan passing bawah pada pembelajaran bola voli kelas 6 di SDN Cinurman. Dengan hasil uji-t pada kelas kontrol terdapat t hitung 25,360 dan t tabel 1. 701 dengan nilai signifikansi 0. Dikarenakam t hitung 25,360 > t tabel 1. 701 dan nilai signifikansi 0. < 0,05, maka hasil ini dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan, maka artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Kemudian dari hasil uji-t pada kelas eksperimen terdapat t hitung 25,298 dan t tabel 1. 701 dengan nilai signifikansi 0. Dikarenakan t hitung 25,298 > t tabel 1,701 dan nilai signifikansi 0. 000 < 0,05, maka hasil ini dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan, maka artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Meskipun kedua kelas ini memperoleh hasil yang signifikan, namun pada persentase peningkatan kelas eksperimen yang menggunakan metode drill dalam latihannya ini mengalami persentase peningkatan yang lebih besar yaitu 5,16 % dibandingkan dengan kelas kontrol yang melakukan latihan tanpa menggunakan metode drill yang hanya memperoleh persentase peningkatan sebesar 3,16 %, itu artinya penggunaan metode drill dalam latihan passing bawah ini efektif untuk peningkatan kualitas passing bawah dalam pembelajarn bola E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih Dengan hasil ini hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh yang signifikan latihan menggunakan metode drill terhadap peningkatan kualitas keterampilan passing bawah pada pembelajaran bola voli siswa kelas 6 SDN Cinurman, maka Ha diterima dan Ho ditolak, itu artinya latihan yang diberikan menggunakan metode drill memberikan pengaruh yang Hasil penelitian ini memiliki sejumlah persamaan dengan tiga penelitian terdahulu, yaitu sama-sama menunjukkan bahwa metode drill memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan bola voli, menggunakan pendekatan kuantitatif, menerapkan latihan berulang sebagai perlakuan utama, dan menganalisis peningkatan melalui uji-t. Namun demikian, terdapat beberapa perbedaan yang menonjol, terutama pada fokus teknik yang ditingkatkan, di mana penelitian ini menekankan pada keterampilan passing bawah siswa SD, sedangkan penelitian Imran . menerapkan metode bola pantul pada siswa SMA. Nurfadillah . berfokus pada peningkatan akurasi passing bawah atlet klub, dan Aknasari et al. , . meneliti peningkatan passing atas atlet bola voli putri tingkat Selain itu, perbedaan juga terlihat pada karakteristik subjek penelitian, desain eksperimen yang digunakan, serta besaran peningkatan yang diperoleh, di mana penelitian ini mencatat persentase peningkatan 5,16% yang lebih rendah dibandingkan peningkatan 66,67% pada penelitian Aknasari et al. , . Perbedaan konteks pelaksanaanAimulai dari pembelajaran di sekolah dasar, ekstrakurikuler SMA, hingga klub dan pengcabAijuga turut memengaruhi variasi hasil, meskipun secara keseluruhan seluruh penelitian konsisten menunjukkan bahwa metode drill merupakan pendekatan latihan yang efektif untuk meningkatkan keterampilan dasar bola voli. Adapun kebaruan penelitian ini terletak pada konteks dan karakteristik subjek penelitian yang spesifik, yaitu siswa kelas VI Sekolah Dasar dalam lingkungan pembelajaran Meskipun penelitian terdahulu telah membuktikan efektivitas metode drill, penelitian ini mengisi celah dengan menunjukkan bahwa metode ini juga efektif secara signifikan pada populasi siswa usia dini (SD) yang sedang dalam tahap pengembangan keterampilan dasar. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa metode drill bukan hanya efektif untuk atlet atau siswa yang lebih tua, tetapi juga sangat relevan dan memberikan dampak positif pada siswa SD, yang merupakan tahapan krusial dalam pembentukan dasar-dasar keterampilan motorik. Penelitian ini juga memberikan dasar empiris yang kuat bagi guru pendidikan jasmani di tingkat sekolah dasar untuk mengadopsi dan mengoptimalkan penggunaan metode drill dalam pengajaran bola voli, khususnya untuk keterampilan passing bawah. Hal ini dapat membantu dalam pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran yang lebih efektif di sekolah dasar. Dalam penelitian ini ada beberapa siswa yang tidak mengalami peningkatan yang cukup pesat, hal ini bisa disebabkan oleh konsistensi latihan, faktor genetik dan juga waktu istirahat, sebagaimana yang disampaikan oleh Soler et al. , . tentang pembentukan kondisi fisik. Pada penelitian ini menggunakan eksperimen semu artinya sampel tidak sepenuhnya dalam pengawasan itu tidak menutup kemungkinan untuk sampel melakukan kegiatan yang dapat merusak kekuatan otot tungkai misalnya kurangnya waktu istirahat yang bisa membuat tubuh lemas. E-ISSN: 3047-9398 JEESICA Vol. November 2025 Adi Lutfi Rahmatillah. Budi Hendrawan. Sunanih SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa metode drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan passing bawah pada siswa kelas 6 di SDN Cinurman. Hal ini dibuktikan dari perbedaan hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan kemampuan secara nyata, serta hasil uji-t pada kelompok eksperimen yang memperlihatkan nilai t hitung lebih besar daripada ttabel dan nilai signifikansi < 0,05. Meskipun kedua kelompok mengalami peningkatan, persentase peningkatan pada kelompok eksperimen yang diberikan latihan dengan metode drill lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, sehingga membuktikan bahwa latihan yang dilakukan secara berulang, terstruktur, dan konsisten mampu meningkatkan ketepatan serta stabilitas teknik passing bawah. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa metode drill merupakan pendekatan latihan yang efektif, efisien, dan layak diterapkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya untuk meningkatkan keterampilan dasar passing bawah pada siswa sekolah dasar. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, beberapa saran dapat diberikan untuk mengoptimalkan hasil penelitian dan penerapannya di lapangan. Guru disarankan untuk secara aktif mengintegrasikan metode drill ke dalam setiap sesi pembelajaran bola voli, khususnya pada materi passing bawah, dengan melakukan variasi bentuk latihan agar siswa tetap termotivasi dan tidak merasa jenuh. Selain itu, lembaga pendidikan diharapkan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, seperti bola voli yang cukup, lapangan yang layak, atau area khusus seperti dinding pantul untuk mendukung efektivitas pelaksanaan drill. Untuk peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan dan menyempurnakan program latihan yang digunakan, termasuk mempertimbangkan pengasramaan sampel agar aktivitas dan konsistensi latihan dapat dipantau dengan lebih optimal, serta menambah media atau alat bantu latihan agar penelitian lebih variatif dan hasilnya lebih komprehensif. REFERENSI