Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 OPTIMALISASI KINERJA UNIT KAMNEG SATINTELKAM TERHADAP RADIKALISME GUNA MEWUJUDKAN KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI WILAYAH POLRES TEMANGGUNG TUGAS AKHIR Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Terapan Kepolisian (S. Tr. HIZKIA REINHARD HEHAMAHWA NO. AK 19. AKADEMI KEPOLISIAN SEMARANG Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 ABSTRAK OPTIMALISASI KINERJA UNIT KAMNEG SATINTELKAM TERHADAP RADIKALISME GUNA MEWUJUDKAN KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI POLRES TEMANGGUNG Hizkia Reinhard Hehamahwa, 19. 225, hizkiareinhard@gmail. Penelitian yang dilakukan kali ini bertujuan untuk mendapatkan suatu gambaran terkait bagaimana kinerja yang telah dilakukan oleh unit kamneg Satintelkam Polres Temanggung khususnya dalam mencegah gangguan kamtibmas yang disebabkan oleh ormas. Selain itu gambaran bagaimana pelaksanaan pencegahan serta faktor apa saja yang mempengaruhinya. Pada penulisan penelitian ini penulis menggunakan teori manajemen, dan teori sumber daya organisasi, sebagai sarana penulis untuk menganalisis dan mengolah data yang didapatkan ketika melakukan penelitian, serta beberapa konsep dan pengertian untuk memperjelas pemahaman terkait penulisan ini. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pendekatan kualitatif dengan metode field research menggunakan teknik obeservasi, wawancara terhadap narasumber, dan telaah dokumen serta triangulasi data sebagai sarana validitas data yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa kinerja unit kamneg Polres Temanggung belum menunjukkan kemajuan. Dapat disimpulkan bahwa kinerja unit kamneg Satintelkam dalam meningkatkan deteksi dini tidak efektif berdasarkan teori serta metode analisis yang digunakan penulis dan juga adanya faktor yang memengaruhi terkhususnya dalam lingkup internal kepada sumber daya manusia dan metode yang digunakan dalam tahapan Kata Kunci: Deteksi Dini, . Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Mayarakat. Polres Temanggung. Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 ABSTRACT OPTIMIZING THE PERFORMANCE OF STATE SECURITY TEMANGGUNG POLICE INTELLIGENCE AGAINST RADICALISM TO REALIZE COMMUNITY SECURITY DAN ORDER IN TEMANGGUNG POLICE Hizkia Reinhard Hehamahwa, 19. 225, hizkiareinhard@gmail. This research aims to obtain an overview of the role of performance that has been carried out by The Temanggung Police Intelligence Unit, especially in preventing disturbances caused by community organizations. In addition, an overview of how the implementation of prevention and what faktors influence it. In writing this research, the researcher uses management theory and organizational resources theory as a means for researchers to analyse and process data obtained when conducting research, as well as several concepts and understandings to clarify understanding related to this writing. The data was collected by using a qualitative approach, a field research using observation techniques, interviews with sources, and document review and data triangulation as a means of validating the data obtained. Based on the results of research that has been carried out, the implementation of patrols in the jurisdiction of the Temanggung Police Station is still far from expectations because the expected real change is a significant reduction in the number of disturbances to security and social order by mass organizations. In addition, the increase in state security unit has not gone well because it still cannot meet the indicators of the effectiveness of an activity, namely understanding the program, achieving goals, and real changes. It can be concluded that the role of state security Unit in improving early detection is still not maximized based on the theory and analytical methods used by researchers and also the faktors that influence it, especially in the internal scope of human resources and the methods used in the planning, implementation, as well as supervision and control stages. Keywords: Early Detection. Role. Maintenance of Public Order and Temanggung Police. Jurnal Tanggon Kosala Security. Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Radikalisme merupakan sikap yang memiliki ideologi sendiri dan menolak tatanan yang telah ada. Radikalisme menggantinya dengan ideologi yang dianutnya sehingga kerap beberapa oknum yang menganut sikap ini menggunakan cara kamtibmas dan dapat merugikan pihak disekitarnya. Menurut Kartodirjo . , menjelaskan bahwa radikalisme adalah sebuah gerakan sosial dimana ia menolak semua tertib sosial dengan ditandai oleh kejengkelan moral yang kuat dan mempunyai kekuasaan. Menurut dawinsha . sendiri mengemukakan bahwa radikalisme ini adalah sikap jiwa yang melemahkan dan mengubah tatanan dan mengganti dengan suatu gagasan yang baru sedangkan menurut A. Rubaini . mengungkapkan bahwa radikalisme dalam lingkup agama merupakan gerakan keagamaan yang mempunyai tujuan untuk mengubah secara total tatanan sosial dan politik yang telah ada dengan aktivitas kekerasan. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia . , pengertian radikalisme yaitu: Aliran yang radikal dalam politik. Aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan. Sikap ekstrem dalam aliran politik. Menurut Khammami . , terdapat tiga unsur utama Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 paham radikalisme berkembang di Indonesia. Unsur yang pertama yaitu menurut mujibudin . perkembangan global bahwa kelompok radikal menciptakan sebuah situasi di Timur Tengah sebagai sebuah inspirasi untuk berjuang mengangkat senjata dan melakukan aksi terror atas dasar penderitaan sesame umat muslim. Kondisi seperti didudukinya palestina oleh Zionis. Irak. Syiria, dan seterusnya dinilai sebagai kerjasama Amerika Israel dengan bantuan blok pendukungnya. Faktor kedua yaitu wahabisme yang mengagungkan budaya islam ala Arab dimana hal ini adalah sebuah mentalitas yang menimbulkan batas pada kelompok sempit dari kaum muslimin sendiri sehingga menganggap diluar daripada kelompok mereka yang berbeda pemikirian, pandangan, dan sikap adalah kafir dan musuh yang harus diperangi. Faktor ketiga adalah karena kemiskinan atau keadilan sosial. Walaupun tidak berpengaruh secara langsung dalam merebaknya radikalisme, namun perasaan terpinggirkan yang membuat ketertarikan kuat antara kemiskinan dalam berkembangnya radikalisme. Radikalisme dan intoleransi merupakan dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Radikalisme terbentuk dari adanya rasa intoleransi terhadap kelompok atau tananan Intoleransi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri tidak adanya rasa tenggang atau toleran, toleran dapat diartikan sebagai rasa saling menghargai antar sesama dan dapat hidup berdampingan, sehingga intoleransi merupakan kebalikan dari toleransi dan dapat diartikan tidak adanya rasa menghargai antara sesama dan menolak adanya perbedaan di suatu tatanan masyarakat Indonesia adalah negara majemuk yang dimana terdapat berbagai keberagaman suku, agama, dan budaya tentunya radikalisme dan intoleransi dapat menjadi masalah yang serius karena dapat memecah belah bangsa dan menimbulkan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 pertikaian yang berkepanjangan. Radikalisme dan intoleransi pada umumnya terjadi di kalangan mayoritas terhadap minoritas terutama dalam radikalisme dan intoleransi agama dimana kelompok masyarakat dengan agama yang dominan menekan kelompok agama yang kecil dan terkesan ingin menyingkiran kelompok kecil tersebut. Salah satu contoh radikalisme dan intoleransi diambil dari news. adalah pembakaran gereja yang terjadi di Temanggung. Kejadian ini berawal dari ketidaksetujuan massa di pegadilan negeri Temanggung terhadap putusan jaksa terhadap kasus agama dimana pelaku menbagikan buku da selebaran yang dianggap menghina umat islam sehingga massa mengamuk dan berujung melakukan pengerusakan gereja. Kejadian Temanggung yang dikenal rukun. Kejadian pembakaran gereja menjadi contoh betapa merugikan dan berbahayanya jika masih radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat. Oleh karena intu, disinilah peran Polri dalam menekan menyebarnya dan munculnya sikap radikalisme dan intoleransi. Polri lebih dibandingkan dengan represif oleh sebab itu sudah banyak usaha yang dilakukan salah satunya dengan deteksi dini dan cegah dini. Deteksi dini dan cegah dini merupakan tugas pokok salah satu fungsi teknis di kepolisian yaitu fungsi teknis Peran pokok intelijen yaitu mengawali, menyertai, dan kamtibmas dengan tindakan pendeteksi dini, . arly detectio. , pemberi peringatan dini . arly warnin. dan pencegahan dini, dan sebagai bahan pengambilan keputusan pimpinan Polri termasuk juga pelaksanaan pemerintah dan pimpinan Polri dan Pencipta Kondisi untuk Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 mendukung pelaksanaan tugas Polri dan pencipta kondisi untuk mendukung pelaksanaan tugas dari kepolisian serta tugastugas pemerintah dalam rangka menciptakan keamanan dalam Fungsi teknis intelkam sendiri memiliki 4 unit dalam melaksanakan tugas menurut bidangnya masing-masing. Unit I bertugas di bidang politik, unit II di bidang ekonomi, unit i di bidang sosial budaya, dan terakhir unit kamneg atau keamanan negara yaitu di bidang kemanan negara. Unit kamneg inilah yang mengurus permasalahan yang berkaitan dengan radikalisme dan intoleransi Unit kamneg Intelkam sangat berperan penting dalam melakukan pencegahan tumbuhnya radikalisme dan intoleransi di masyarakat dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Bila ditemukannya adanya radikalisme dan intoleransi, maka sudah tugasnya unit kamneg intelkam penggalangan terhapat kelompok masyarakat tersebut agar menyebarnya radikalisme dan intoleransi sehingga terciptanya kondisi yang kondusif dan aman. Di Kabupaten Temanggung, radikalisme berkembang melalui organisasi-osrganisasi yang ada di dalam masyarakat. Ajaran-ajaran radialisme kerap disisipkan dalam dakwaan saat masyarakat tersebut. Ajaran-ajaran tersebut seperti ajaran untuk menggiring masyarakat agar tidak mendukung kebijakan pemerintah karena tidak sesuai dengan ajaran Islam. Masalah radikalisme di dalam ormas bukan menjadi sesuatu yang baru di Temanggung. Pada tahun 2015 kelompok bernaama Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) dengan jumlah anggota lebih dari 50 orang pernah melakukan pelatihan militer di gunung sumbing Densus Polres Temanggung, kemudian ormas Front Pembela Islam yang aktif saat kegiatan 212. Ormas Gerakan Pemudah KaAobah (GPK) Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 yang merupakan underbow Partai Persatuan Pembangunan . , namun berseberangan dan selalu mebgkritisi kebijakan pemerintah dan aktif salam pergerakan massa 212. Kemudian yang terakhir adalah kelompok Jamaah Anshohorousy Daulah (JAD) yang masih terdapat 3 terduga teroris. Bahkan masih terdapat 3 kecamatan yang terindikasi radikal di Kabupaten Temnaggung. Pada tanggal 7 oktober 2021 juga terjadi kasus Intoleransi dimana masyarakat lingkungan Bakungan kelurahan Tlogorejo melakukan unjuk rasa dalam menolak pembangunan Gereja. Selama tahun 2021 masuk 89 laporan Polisi mengenai radikalisme yang dimana terdapat permasalahan seperti unjuk rasa penolakan kebijakan pemerintah, penolakan gereja, perusakan tempat ibadah dll yang dimana oknum-oknum yang menyebabkan Polres Temanggung yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 1. Jumlah laporan polisi mengenai radikalisme yang masuk di Polres Temanggung BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JUMLAH Sumber : Urmintu Satreskrim Polres Temanggung Dari tabel diatas dapat dilihat masalah radikalisme masih sering terjadi di wilayah hukum Polres Temanggung sepanjang Berikut juga merupakan daftar kelompok radikal dan intoleransi yang masih ada di kabupaten Temanggung : Tabel 1. Kelompok dengan radikalisme dan intoleransi di Temanggung Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Nama Kelompok Keterangan Jamaah Ashorusy syariah (JAS) Front Pembela Islam (FPI) Gerakan Pemuda KaAobah (GPK) EX-HTI Temanggung Kelompok Temanggung Napiter Jamaah (JAD) Daulah Pada bulan Maret 2015 pernah melakukan pelatihan militer di gunung sumbing dan diamankan oleh densus 88 bersama Polres Temanggung Bergabungnya mantan Napi teroris Sdr. Aris Susanto dalam Ormas tersebut dan aktif mengikuji pengajian selapanan dan Baksos FPI. Aktif dalam kegiatan 212 Merupakan underbow daro partai beerseberangan dan sering mengkritisi kebijakan pemerintah. Aktif dalam kegiatan 212 Pasca dibubarkan oleh pemerintah sampai saat ini ex hti tidak pernah melakukan kajian atau kegiatan lainnya. Mantan Napiter yang menganggap demokrasi pancasila tidak sesuai dengan syariat islam. Golput pesta demokrasi (Pilkada. Pileg, dan Pilpres Terletak di Dusun Kalitengah Desa Bonjor Kec. Tretep, kabupaten Temanggung. Di wilayah tersebut terdapat 3 orang terduga teroris. Anshorousy Sumber : Unit kamneg Satintelkam Polres Temanggung Berdasarkan melakukan penulisan dengan judul : AuOPTIMALISASI KINERJA UNIT KAMNEG SATINTELKAM TERHADAP RADIKALISME GUNA MEWUJUDKAN KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI POLRES TEMANGGUNGAy. Alasan penulis mengambil judul tersebut adalah untuk mengengetahui bagaimana cara untuk mengoptimalkan unit kemanan negara Satintelkam dalam melaksanakan pencegahan dini radikalisme dan intoleransi guna mewujudkan kamtibmas yang kondusif khususnya di wilayah hukum Polres Temanggung berhubungan dengan masih adanya organisasi organisasi masyarakat yang terindikasi masih radikal di Kabupaten Temanggung. 2 Permasalahan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Permasalahan yang diangkat dalam tugas akhir ini adalah mengapa kinerja unit kamneg satintelkam terhadap radikalisme guna Mewujudkan kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Temanggung belum optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, terdapat beberapa persoalan yaitu: Bagaimana negara satintelkam dalam pencegahan radikalisme dan intoleransi di wilayah hukum Polres Temanggung Bagaimana sumber daya organisasi unit keamanan negara satintelkam dalam pencegahan radikalisme Polres Temanggung? 3 Maksud dan Tujuan Berdasarkan perumusan masalah yang diangkat yaitu mengapa kinerja unit kamneg satintelkam terhadap radikalisme guna mewujudkan kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Temanggung belum optimal, maksud dari penulisan ini adalah untuk : 1 Maksud Berdasarkan pokok permasalahan yang disusun, maka maksud dari penulisan ini adalah untuk mengetahui mengapa kurang optimalnya kinerja unit kamneg satintelkam Polres Temanggung Polres Temanggung dan melakukan penulisan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja unit kamneg satintelkam Polres Temanggung untuk: Mendeskripsikan penyebab kurang optimalnya Kinerja Unit kamneg Satintelkam Polres Temanggung dalam Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 intoleransi di wilayah hukum Polres Temanggung dalam lingkup manajemen Mendeskripsikan pengaruh dari sumber daya organisasi unit kamneg satintelkam Polres Temanggung dalam intoleransi di wilayah hukum Polres Temanggung. 2 Tujuan Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjadi bahan acuan bagi pimpinan dalam bahan pengambilan keputusan dan juga pengoptimalan kerja angota terutama dalam Satintelkam radikalisme dan intoleransi sehingga terwujudnya kamtibmas terutama di Polres Temanggung. 4 Ruang Lingkup Penelitian ini membahas tentang pengoptimalan kinerja unit kamneg Satintelkam di Polres Temanggung dalam penanganan radikalsme dan intoleransi di wilayah hukum Polres Tersebut. Permasalahan yang dibahas seputar mengapa kinerja unit kamneg satintellkam Polres Temanggung terhadap radikalisme belum optimal. Oleh karena itu persoalan yang diangkat penuli adalah bagaimana manajemen unit kamneg satintelkam Polres Temanggung dimana penulis menganilis tentang tahapan perencanaan, pengoganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan kerja dari unit kamneg satintelkam Polres Temanggung. Berikutnya persoalan kedua adalah bagaimana sumber daya organisasi dari unit kamneg satintelkan Polres Temanggung. Disini penulis mengalisis tentang unsur sumber daya manusia, angaran, metode, dan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh unit kamneg satintelkam Polres Temanggung Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 5 Metode Penelitian Dalam metodologi penelitian mencangkup pendekatan dan jenis penulisan, lokasi penulisan, dan sumber data yang digunakan dalam penelitan ini. 1 Pendekatan dan Jenis Penulisan Berdasarkan permasalahan pada penulisan ini, maka pendekatan secara kualitatif. Penulisan kualitatif merupakan penulisan yang dilakukan dengan maksud untuk memahami semua fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penulisan pada suatu konteks yang alamiah dan dengan menmanfaatkan dari berbagai metode alamiah (Moleong, 2012:. Sedangkan menurutSugiyono . penulisan kualitatif juga dapat diartikan sebagai pendekatan penulisan yang landasannya merupakan sifat dari positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penulisan, analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penulisan bersifat untuk memahami makna, memahami keunikan Penggunaan penulisan kualitatif dimaksudkan agar objek penulisan mengenai manajemen serta sumber daya organisasi dalam kinerja unit keamanan negara satintelkam ini dapat diketuhi serta dideskripsikan informasi serta menjabarkan mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja unit keamanan negara Satintelkam dalam pencegahan radikalisme dan intoleransi guna mewujudkan kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Temanggung. Jenis penulisan yang akan digunakan yaitu penulisan lapangan atau field research dimana merupakan jenis penulisan yang bertujuan mengungkapkan jenis penulisan dengan tjuan menungkapkan makna yang diberikan oleh anggota masyarakat Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 maupun kepolisian pada perilakunya dan kenyataan sekitar. Terdapat istilah verstehen yang dapat diartikan sebagai melihat kenyataan melalui pandangan subjek di lapangan. Pada intinya jenis penulisan ini yaitu agar mengetahui kenyataan yang sedang terjadi di masyarakat. Sumber berasal dari fakta-fakta yang ditemukan setelah meneliti data secara cermat dengan teknik observasi, wawancara, dan pemeriksaan dokumen. 2 Fokus Penulisan Permasalahan mengapa kinerja unit keamanan negara satintelkam dalam pencegahan dini radikalisme dan intoleransi di wilayah hukum Polres Temanggung belum optimal. Persoalan yang difokuskan adalah manajemen dan sumber daya organisasi dalam kinerja unit keamanan negara dalam pencegahan dini radikalisme dan 3 Lokasi Penulisan Penulisan tugas akhir ini dengan judul AuOptimalisasi Kinerja Unit Kamneg Satintelkam Polres Terhadap Radikalisme Guna Mewujudkan yang Kondusif Polres Temanggung Temanggung Kamtibmas di Polres Temanggung. Polda Jawa Tengah. 4 Sumber Data Sumber Data Primer Data primer merupakan data murni yang didapatkan secara langsung tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Data Primer merupakan daya yang valid dan akurat dikarenakan data tersebut bersumber dari orang yang mengalami langsung atau mengetahui data secara rill. Sumber data ini antara lain: Kapolres Temanggung. AKBP Agus Puryadi. H ,S. M,Si . Kasat Intel Polres Temanggung. AKP Sri Haryono. Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 . Kanit p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Keamanan Negara Satintelkam Polres Temanggung. IPDA Deni Susiana. Personel Unit Keamanan Negara Satintelkam Polres Temanggung. BRIPKA Dedi. Sumber Data Sekunder Data sekunder merupakan data selain kata-kata dan tindakan dan telah diolah terlebih dahulu baru kemudian didapatkan oleh penulis dari sumber lain atau penulis terdahulu Sumber didapatkan melalu studi kepustakaan, peraturan perundangundangan, dokumen-dokumen atau arsip laporan dari instansi terkait permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan ini. Teknik pengumpulan Data Dalam melakukan penulisan kualitatif, seorang penulis harus mengambil data yang akan diteliti. Untuk mendapatkan data-data ini maka dikenal teknik pengumpulan data kualitatif, maka peneIiti menggunakan teknik pengumpuIan data dengan: Observasi Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim dalam metode penulisan kualitatif. Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan panca memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penulisan. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab melaksanakan observasi secara langsung di wilayah hukum Polres Temanggung dan melaksanakan pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Wawancara Wawancara adalah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara penulis dengan informan atau subjek penulisan. Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang tema yang diangkat dalam penulisan, maka dilakukan wawancara kepada: Kapolres Temanggung . Kasat Intelkam Polres Temanggung . Kanit IV Satintelkam Polres Temanggung . Anggota Unit kamneg Satintelkama Polres Temanggung Studi Kepustakaan Cara terakhir yang dipakai dalam mengumpulkan data dalam penulisan ini adalah studi kepustakaan atau studi Pelaksanaannya berupa pengumpulan data yang ada dan informasi dari sumber sekunder yaitu Laporan Informasi. Perkiraan Khusus. Intel dasar. Data Total Crime, dan peraturan perundang-undangan berupa Peraturan Kepala Badan Intelijen Kepolisian Nomor 1,2,3,4 dan 5 tahun 2013 tentang Penyelidikan. Validitas Data Menurut Sugiyono . AuValiditas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penulisan dengan data yang dapat dilaporkan oleh Ay Jadi dari kedua pendapat itu jelas batasan validitas adala berkenaan dengan derajat ketepatan, antara data obyek sebenarnya dengan data penulisan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Validitas data merupakan faktor yang penting dalam sebuah penulisan, karena sebelum data dianalisis terlebih dahulu harus mengalami pemeriksaan ataupun pengujian. Validitas data membuktikan hasil yang diamati sudah sesuai sebenarnya atau kejadiannya, sehingga pada akhirnya data yang dihasilkan adalah data yang benar adanya dan tanpa Penulis dalam mencari data menggunakan panduan wawancara dan pengamatan, serta studi dokumen. Oleh karena itu, data yang telah dipadukan akan dilakukan pemeriksaan secara teliti agar mendapat data yang apa adanya Teknik Analisa Data Analisis data adalah suatu proses dalam penulisan yang mengungkap pola-pola gejala sosial agar diteliti sehingga mempunyai laporan penulisan informasi, simpulan dan atau menyediakan rekomendasi untuk pembuat kebijakan. Analisis data merupakan proses untuk mengatur data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Kemudian hasil dan analisa ini selanjutnya diinterpretasikan dan dituangkan kedalam bentuk tulisan dan dilaporkan dalam bentuk tugas akhir. Reduksi Data Reduksi data merupakan pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan. Langkah-langkah permasalahan melalui uraian singkat, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data sehingga dapat ditarik dan diverifikasi, data yang di reduksi merupakan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 keseluruhan data mengenai permasalahan penulisan. Sajian Data Setelah direduksi maka langkah analisis selanjutnya adalah Penyajian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan Tindakan. Penyajian terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan sehingga makin mudah dipahami. Pada langkah ini, penulis berusaha menyusun data yang relevan sehingga informasi yang didapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu untuk menjawab setiap permasalahan pada penulisan. Penarikan Kesimpulan/ verifikasi Tahap ini merupakan tahap penarikan kesimpulan dari semua data yang telah diperoleh sebagai hasil dari penulisan. Penarikan kesimpulan atau verifikasi adalah usaha untuk mencari atau memahami makna/arti, keteraturan, pola-pola, sebab akibat Sebelum melakukan penarikan kesimpulan terlebih dahulu dilakukan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan atau kegiatan-kegiatan berdasarkan hasil penulisan yang disajikan dalam bentuk Penarikan kesimpulan merupakan tahap akhir dari kegiatan analisis data dan penarikan kesimpulan ini merupakan tahap akhir dari pengolahan data BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN Penulisan ini menggunakan dua jenis kepustakaan yaitu Kepustakaan penulisan adalah hasil dari penulisan-penulisan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 terdahulu yang dianggap relevan dan bisa digunakan untik Permasalahan maupun konsep dari teori yang nantinya digunakan sebagai dikemukakan untuk memberikan tujuan penulisan dan landasan Kepustakaan menjawab permasalahan dan menggunakan kerangka berpikir untuk membantu pemecahaan masalah yang ada di dalam tugas akhir. 1 Kepustakaan Penelitian Kepustakaan penelitan adalah sebuah kerangka teoritis yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan penulisan maupun dalam pembuatan tugas akhir. Supaya pelaksanaan penulisan tersebut memiliki arah, landasan, dan batas yang Dalam kepustakaan penulis diharapkan dapat memeroleh acuan yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Hal tersebut diharapkan agar penulis memperoleh gambaran dan perbandingan dengan permaslahan yang mengandung unsur kemiripan, sehingga dapat menyempurnakan kekurangan dalam penulisan dan sebagai acuan untuk memperoleh temuan yang lainnya. Pada penulisan tugas akhir ini, penulis menggunakan tiga penulisan yang relevan sebagai acuan atau referensi. Pertama adalah tugas akhir milik Stefanus Wishnu, perwira Akpol AuPeran Satintelkam Polres Temanggung dalam meningkatkan deteksi dini guna mencegah gangguan kamtbmas oleh OrmasAy. Penulisan tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Satintelkam Polres Temanggung dalam peningkata deteksi dini guna mencegah gangguan kamtibmas oleh ormas, kemudian ingin mendeskripsikan upaya yang dilakukan saruan intelkam Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Polres Temanggung dalam meningkatkan deteksi dini guna mencegah gangguan kamtibmas oleh ormas. Persamaan penulisan tersebut dengan penulisan penulis adalah samasama menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, fokus penulisan dari penulisan tersebut adalah meneliti peran dari deteksi dini Satintelkam Polres Temanggung. Penulisan tersebut dan penulisan penulis samasama pengumpulan data yaitu melalui pengamatan, wawancara, dan telaah dokumen. Perbedaan penulisan ini terdapat pada fokus penulisan gangguan keamanan dimana penulisan tersebut berfokus pada gangguan keamanan yang disebabkan oleh Stefanus Wishnu Intelakam Polres Penulisan Temanggung dalam peninggkatan deteksi dini unutk mencegah gangguan Kamtibmas oleh ormas. Hasil dari penulisan tersebut adalah masih adanya anggota yang tidak berkompetensi dalam bidang intelkam sehingga tidak maksimal dalam menyelesaikan Selain berkompetensi, sarana dan prasarana dari satuan kurang dimanfaatan dan jarang dirawat sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi tidak maksimal. Saran dan kesimpulan dari penulisan Satintelkam yang belum berkopetensi dengan memanfaatkan anggaran yag ada serta memaksimalkan sarana prasarana yang ada serta dilakukannya perawatan terhadap sarana prasarana tersebut. Kedua adalah tugas akhir milik Irham Rhozan,perwira polisi lulusan Akpol tahun 2022 dengan judul penelitan AuPeran dalam usaha deteksi dini, pengungkapan tindak pidana narkoba khususnya di wilayah Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 Polres p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 WonosoboAy mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan penyedilikan intelijen yang dilakukan oleh satuan intelijen dalam pencegahan tindak Polres Wonosobo mendeskripsikan apa peran intelkam dalam pencegahan tindak pidana peredaran narkoba di wilayah Polres Wonosobo. Persamaan penulisan tersebut dengan penulisan penulis adalah sama-sama menggunakan penulisan kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Fokus penulisan tersebut adalah peran penyelidikan intelijen pleh Satintelkam dalam pencegahan tindak pidana narkoba di wilayah Polres Wonosobo. Persamaan permasalahan yang disajikan. Perbedaan penulisan tersebut dengan penulisan penulis adalah penulisan tersebut brfokus terhadap peran satintelkam dalam penyelidikan intelijen guna pencegahan tindak pidanan penyalahgunaan dan peredaran optimalisasi kinerja unit keamanan negara guna dalam pencegahan dini radikalisme dan intoleransi. Hasil dari penulisan tersebut adalah masih kurangnya pelaksanaan tugas dan kegiatan intelijen melalui penyelidikan intelijen pencegahan peredaran narkoba dikarenakan satresnarkoba sudah memiliki penyelidik dan juga jaringan tersendiri lalu satintelkam tidak menggunakan sumber daya anggota, alat khusus intelijen, dan unit kamneg intelijen terkait kasus narkoba dan juga belum melaksanakan penyelidikan intelijen diluar operasi tugas seperti pengumpulan data dan informasi yang alan dilaporkan kepada pimpinan sebagai penentu arah dan kebijakan yang berkaitan dengan tindak pidana narkoba. Saran penulisan tersebut adalah dalam Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 pelaksanaan penyelidikan intelijen terkait kasus narkoba harus lebih melibatkan anggota intelkam sebagai penyedia dan pemberi informasi dan juga lebih dimanfaatkannya anggaran dan sumber daya anggota unit 4 yang dimana bertugas di bidang kemanan negara. Referensi ketiga adalah jurnal milik Rahmat Hutagaol yang merupakan alumni magister hukum fakultas hukum Universitas islam sumatera utara tahun 2019 dengan judul jurnal adalah AuPeran Satintelkam dalam mencegah paham radikal di masyarakat melalui deradikalisasi (Studi pada Satintelkam Polres Deli Serdan. Ay. Tujuan penulisan tersebut adalah untuk mengetahui peran Satintelkam Polres Delli Serdang dalam mencegah paham radikal melalui proses deradikalisasi, kemudian untuk mengetahui apa saja hambatan dari Satintelkam Polrs Deli Serdang dalam mencegah paham radikal melalui proses deradikalisasi, dan yang terakhir adalah untuk mengetaui upaya yang dilakukan satuan Satintelkam Polres Deli Serdang dalam mencegah paham radikal melalui proses deradikalisasi. Perbedaan penulisan tersebut dengan permasalahan bagaimana peran satuan Polres Deli Serdang sedangkan fokus permaslahan penulis adalah mengapa kinerja unit keamanan negara Satintelkam dalam melaksanakan pencegahan dini radikalisme dan intoleransi guna menciptakan kamtibmas yang kondusif di wilyah hukum Polres Temanggung belum optimal. Perbedaan lainnya juga adalah metode yang digunakan penulisan tersebut adalah metode yuridis normatf sedangkan penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif. Hasil dari penulisan ini adalah peran dari Satintelkam Polres Deli Serdang cukup berperan dalam mencegah paham radikal melalui deradikalisasi yaitu dengan melakukan pembinaan terhadap kelompok atau orang yang sudah menjalani hukuman Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 karena melakukan tindakan radikal, memberikan penyuluhan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hambatan yang ditemui adalah minimnya anggaran dimiliki untuk ditengah-tengah Tabel 2. Kepustakaa n Penulisan PENULIS Stefanus PERSAMAAN Pendekatan PERBEDAAN HASIL PENULISAN KEBARUAN Fokus Penulisan Terdapat anggota Fokus penulisan Wishnu yang digunakan satintelkam yang kepada optimalisasi tidak berkopetensi terhadap unit deteki dini guna di bidang intelkam Metode Sarana dan dalam pencegahan dini Prasarana dari terhadap radikalisme kamtibmas oleh satuan kurang dan intoleransi dimanfaatkan dan Teknik Penulisan pada teknis intelijen. Tempat Polres Temanggung Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 Irham Pendekatan p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Fokus Penulisan Kurangnya Fokus penulisan Rhozan yang digunakan kepada optimalisasi intelijen terhadap terhadap unit tindak pidana narkoba karena dalam pencegahan dini terhadap radikalisme Metode yang Tempat penulisan yang adalah analisis berlokasi di wilayah hukum Teknik Polres Satintel Temanggung dan intoleransi Lokasi penulisan berlokasi di wilayah hukum Polres Temaggung data adalah yang ada dan telaah Penulisan pada oleh fungsi teknis intelijen. Rahmat Teknik Fokus Penulisan Peran Fokus penulisan Hutagaol pada peran kepada optimalisasi data adalah Satintelkam terhadap unit dalam mencegah paham radikal dalam pencegahan dini dan telaah terhadap radikalisme Penulisan pada Tempat dan intoleransi Memberikan saran dan penulisan berada solusi terhadap oleh fungsi di Polres Deli masyarakat dan permasalahan yang teknis intelijen Serdang diangkat penulis. Metode penulisan yang adalah yuridif ditengah-tengah 2 Teori Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Penulis menggunakan dua teori yang digunakan sebagai pisau analisis pada penelitian ini. Teori pertama adalah teori manajemen fungsi dari George Terry dan teori kedua adalah teori sumber daya organisasi dari Barney 1 Teori Manajemen Menurut George Terry dalam bukunya AuPrinciple of ManagementAy . terdapat empat fungsi utama dalam proses manajemen, yaitu: Perencanaan (Plannin. Perencanaan pekerjaan yang harus dilakukan oleh kelompok tertentu untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Perencanaan mencangkup semua kegiatan pengambilan keputusan, karena terdapat pemilihan alternatif-alternatif dari suatu Diperlukan mengadakan suatu visualisai serta hipotesa untuk melihat ke depan agar untuk merumuskan tindakan untuk kedepannya. Pengorganisasian (Organizin. Adalah sebuah tindakan berupa pembinaan terhadap hubungan- hubungan yang efektif antara orang-orang, agar mereka bisa bekerja sama secara efektif serta efisien dengan begitu mendapatkan kepuasan pribadi dalam hal pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan tertentu dalam kondisi lingkungan agar mencapai sasaran atau sebuah tujuan tertentu. Kata organisasi berasal dari kata organisme berarti suatu entitas dengan bagian-bagian yang terintegrasi sehingga hubungan satu sama lainnya dipengaruhi oleh ikatan terhadap keseluruhan. Pelaksanaan (Actuatin. Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Pelaksanaan adalah upaya untuk menggerakan para anggota sehingga bisa mencapai mencapai sasaran atau cita-cita sebuah organisasi atau kelompok karena kelompok itu untuk mencapai sasaran atau target yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan, sebuah organisasi berusaha agar seluruh anggotanya bekerja secara efektif dan efisien untuk mencapai yang menyenangkan dan dapat meningkatkan keahlian dari para anggota dengan memberikan pendidikan dan juga ilmu pengetahuan yang Kemudian membentuk karakter disiplin, meningkatkan semangat dan motivasi kerja yang terdiri penghargaan, dan aktualisasi diri. Pengawasan (Controllin. Adalah penerapan cara dan alat untuk memastikan jika rencana sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang dufah ditetapkan. Tahapan pengawasan terdiri atas Penetuan standar. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan. Pengukuran pelaksanaan kegiatan Pembanding pelaksanaan dengan standar Pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan. 2 Teori Sumber Daya Organisasi Sumber daya organisasi menrut Barney . meliputi semua asset seperti keahlian, proses organisasi, atribut. Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 informasi dan pengetahuan. Sumber daya organisasi dapat menyusun dan mengimplementasikan sebah strategi yang meningkatkan efisiensi dan juga efektivitas. Barney . membuat kategori tiga jenis sumber daya sebagai berikut : Modal sumber daya fisik . arana prasarna, teknologi, moda. Modal sumber daya manusia . elatihan, pengalaman, wawasa. Modal sumber daya organisasional( Struktur formal, metod. Sumber daya fisik mengacu kepada sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu organisi dalam menjalankan segala aktifitasnya. Sumber daya fisisk adalah infrastruktur fisik yang digunakan dalam kegiatan oranisasional. Sumber daya manusia yaitu anggota yang melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi, dan mereka adalah orang- orang terampil dan terampil dan tidak terampil, manajer dan bawahan. SDM yang perofesional dan terampil sangat dibutuhkan di sebuah keorganisasian karena menunjang keberhasilan dari organisasi tersebut. SDM yang baik adalah orang- orang yang mahir dalam bidangnya dan baik dalam sikap maupun Sumber daya organisasional merupakan sebuah aset dari sumber daya organisasi. Sumber daya organisasional termasuk struktur pelaporan organisai formal, sistem control, sistem koordinasi, budaya dan reputasi, hubungan secara formal maupun informal antar kelompok dalam organisasi, antar organisasi dan juga lingkungan (Wandrial 2. Dalam penulisan ini penulis mengklasifikasikan SDO dengan 4M yaitu Man (SDM). Money (Anggara. Methode (Metod. Material (Sarana prasaran. 3 Konsep Dalam tugas akhir ini penulis menggunakan beberapa konsep sebagai bahan pendukung pemecahan permasalahan yang diangkat penulis. Konsep-konsep tersebut adalah sebagai Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 1 Konsep intelijen Istilah Intelijen menurut Y. Wahyu Saronto . berasal dari kata AuIntelegensiaAy yang berarti AukecerdasanAy. Ini AuinformasiAy. Pengertian intelijen terbagi menjadi dua tingkatan Pertama, makna yang umum yaitu mencakup kemampuan mempelajari, beraksi secara cepat dan tepat terhadap situasi yang menjadi target di sekelilingnya, dan memanfaatkan Kedua, makna yang khusus . ecara profes. ialah tugas dan kewajibannya telah terbatasi secara jelas karena intelijen merupakan suatu bentuk operasi atau aktivitas. Artinya, usaha yang terorganisasi untuk menghimpun informasi dan menilainya satu per satu, kemudian menghimpunnya hingga terbentuk gambaran yang lebih besar dan lebih jelas, sampai pada kemungkinan dapat memandang segala sesuatu yang akan terjadi. Dengan kata lain, intelijen adalah aktivitas yang menyelimuti, sehingga kita dapat menggambarkan langkahlangkah untuk hari esok. Intelijen dalam suatu negara dimaknai dalam tiga . , penampilan sebagai aktivitas . , dan . Intelijen memiliki tugas di antaranya yaitu menggagalkan hingga meniadakan ancaman terhadap kedaulatan negara, keselamatan bangsa, dan integrasi wilayah negara, melalui pengamatan secara terus- menerus dan bersifat sistematik terhadap potensi-potensi yang dapat menimbulkan ancaman Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 dalam bentuk deteksi dini. 2 Konsep Radikalisme Menurut Kartodirjo radikalisme adalah sebuah gerakan sosial dimana ia menolak semua tertib sosial dengan ditandai oleh kejengkelan moral yang kuat dan memusuhi kaum yang mempunyai hak istimewa Menurut mengemukakan bahwa radikalisme ini adalah sikap jiwa yang melemahkan dan mengubah tatanan dan mengganti dengan suatu gagasan yang baru sedangkan menurut A. Rubaini . mengungkapkan bahwa radikalisme dalam lingkup agama merupakan gerakan keagamaan yang mempunyai tujuan untuk mengubah secara total tatanan sosial dan politik yang telah ada dengan aktivitas kekerasan. 3 Konsep Kinerja Kinerja berasal dari kata Job Performance atau Actual Perfomance . restasi Menurut A. A Anwar Prabu Mangku negara . bahwa AuKinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang telah dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikanAy. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dicapai SDM persatuan periode waktu dalam pelaksanaan tugas kerja sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan baik kualitas maupun kuantitas. Faktor yang dapat mempengaruhi kinerja adalah faktor motivasi . dan faktor kemampuan . Hal ini sesuai dengan pendapat Keith Davis dalam A. A Prabu Mangkunegara Prabu Mangkunegara . yang merumuskan bahwa Ability x Motivation Human Perfomance. Attitude Situation menghasilkan Motivation. Dalam hal rumusan Knowledge x Skill Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 maka akan menghasilkan Ability. Maka dijelaskan sebagai Faktor Kemampuan (Abilit. Secara psikologis, dilihat dari IQ yang merupakan potensi dan kemampuan nyata knowledge dan skill. Artinya, pimpinan dan anggota yang memiliki IQ diatas rata-rata apalagi IQ yang tinggi dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam melaksanakan tugas- tugas fungsi Kepolisian, maka akan mencapai kinerja maksimal. Faktor Motivasi (Motivatio. Motivasi adalah suatu sikap pimpinan dan anggota terhadap situasi kerja di lingkungan Polri, mereka yang bersikap positif . terhadap situasi pekerjaan akan menunjukkan motivasi yang tinggi, sebaliknya jika bersikap negatif . terhadap situasi kerja maka akan menujukkan motivasi kerja yang rendah. Situasi kerja yang dimaksud diantaranya, fasilitas kerja, hubungan kerja, iklim kerja, pola kepemimpinan kerja, kebijakan pimpinan dan kondisi kerja. Kinerja yang dilakukan satuan tugas fungsi Polri merupakan hasil dari sesuatu yang telah dikerjakan dalam organisasi Polri sesuai dengan tanggung jawab dan wewenang yang telah diberikan kepada individu atau kelompok guna mencapai suatu tujuan atas hasil yang dicapai sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. 4 Peraturan Berikut adalah peraturan-peraturan yang digunakan penulis sebagai pendukung penelitian terhadap permasalahan yang diangkat oleh penulis. Pasal 15 Perkabaintelkam No 1 Tahun 2013 Tentang Penyelidikan Intelijen Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Dalam pasal 15 Perkabaintelkam No 1 Tahun 2013 rentang Penyelidikan Intelijen dimana ada 4 . proses dalam kegiatan Penyelidikan Itelijen meliputi . Perencanaan Perencanaan intelijen di jelaskan pada Pasal 15 ayat 1 Peraturan Kepala Badan Intelijen Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 1 Tahun 2013 Penyelidikan Intelijen Republik Indonesia Kepolisian Proses Negara sebagaimana dimaksud pada pasal 14 huruf a meliputi. merumuskan sasaran. analisa sasaran. analisa tugas. menyusun rencana penyelidikan. pengawasan dan pengendalian kegiatan. Dalam prosesperencanaan sesuai Pasal 14 huruf a, penyelenggara melakukan perumusan rencana hingga pengambilan keputusan dalam menentukan langkah yang akan Hal ini hanya dapat dilakukan jika relevansi antara rencana, analisa tugas, pelaksanaan tugas, menghasilkan proses pengumpulan informasi yang bernilai sangat benar sesuai fakta yang ada Pengumpulan Pengumpulan intelijen bermakna sebagai proses dari . perencanaan, hal tersebut telah 26 dijelaskan dalam Pasal 15 ayat 1 Peraturan Kepala Badan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Intelijen Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia No. Tahun 2013 tentang Penyelidikan Intelijen Kepolisian Negara Republik Indonesia bahwa. Proses pengumpulan sebagaimana dimaksud pada pasal 14 huruf b merupakan kegiatan penyelidikan untuk mendapatkan dan menghimpun bahan-bahan keterangan dari sumber utama . sesuai dengan rencana penyelidikan. Didalam pasal 16 disebutkan pada ayat 2 dan 3 menjelaskan bagaimana taktik dan teknik penyelidikan yang Bentuk-bentuk taktik penyelidikan dalam rangka pengumpulan bahan keterangan dapat dilakukan melalui: over name, cover job, cover story dan lain-lai. esepsi kata, desepsi gera. Bentuk-bentuk teknik penyelidikan dalam rangka pengumpulan bahan keterangan dapat dilakukan melalui: penyelidikan terbuka: wawancara terbuka. Interogasi. penyelidikan tertutup: wawancara terselubung . Pengolahan Pengolahan intelijen dimaksudkan sebagai proses dari Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 pengolahan bahan keterangan . yang ada sesuai dengan perencanaan, hal tersebut dijelaskan pada Pasal 18 Peraturan Kepala Badan Intelijen Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 1 Tahun 2013 tentang Penyelidikan Intelijen Kepolisian Negara Republik Indonesia Proses pengolahan dalam penyelidikan sebagaimana dimaksud pasal 14 huruf c, meliputi: Proses pengolahan penyelidikan ini setidaknya harus memenuhi unsur yang telah ditentukan sebagaimana terdapat pada Pasal 19 Huruf C . yang menyatakan bahwa. Ausederhana, mudah dimengerti dan dapat dikerjakan oleh setiap anggota, tetapi mencakup data siapa, apa, dimana, dengan apa, mengapa, bilamana dan bagaimana (SIADIDEMENBIBA). Au , baket yang memenuhi unsur tersebut dapat diolah menjadi suatu produk intelijen yaitu informasi yang didapat dan siap digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ataupun kebijakan. (Herius Harefa. Penyajian/ penggunaan Penyajian penyelidikan intelijen dimaksudkan sebagai proses dari penyajian bahan keterangan . yang akan diserahkan kepada pimpinan, hal tersebut telah dijelaskan pada Pasal Peraturan Kepala Badan Intelijen Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 1 Tahun 2013 tentang Penyelidikan Intelijen Kepolisian Negara Republik Indonesia AuProses penyajian/penggunaan operasional penyelidikan sebagaimana dimaksud pada pasal Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 14 huruf d, merupakan produk Intelijen harus disampaikan kepada alamat dan waktu yang tepat Ketepatan waktu dan tujuan yang dituju merupakan hal pokok yang harus dilaksanakan. Hal ini berguna sebagai ketepatan pengambilan kebijakan yang dilakukan pimpinan karena pentingnya informasi ini harus akurat sebelum target atau sasaran mengubah operasi yang dilaksanakannya karena operasi yang dilakukan pasti tidak boleh diketahui pihak lawan. Hal ini disebutkan dalam pasal 24 ayat 2 . AuPenyajian Intel informasi, prediksi dan rekomendasi dalam rangka pengambilan keputusan/kebijakan. Ay Pasal 4 Perkabaintelkam Polri No 1 Tahun 2013 tentang Penyelidikan Intelijen Pasal 4 Peraturan Kepala Badan Intelijen Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 1 Tahun 2013 tentang Penyelidikan Intelijen Kepolisian Negara Republik Indonesia bahwa. AuSasaran penyelidikan yaitu potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata dalam bentuk fenomena, gejala dan kejadian di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan yang diperkirakan akan dapat mengganggu stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Ay Berdasar pengertian tersebut jelas bahwa objek dalam penelitian ini adalah radikalisme yang merupakan gangguan nyata dan apabila dibiarkan dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat hingga kehidupan bangsa dan negara. Pasal 5 Perkabaintelkam Polri No 3 Tahun 2013 Tentang Penggalangan Intelijen Tujuan penggalangan intelijen, yaitu mempengaruhi dan atau megubah sikap, tingkah laku, pendapat, dan emosi dari sasaran tertentu yang dilakukan secara tertutup agar tercipta Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 kondisi yang mendukung pelaksanaan tugas pokok Polri dalam rangka pemeliharaan keamanandan dan ketertiban masyarakat. 5 Kerangka Berpikir Untuk menjelaskan teknis dan bagaimana cara penulisan. Kerangka berpikir diawali dari permasalahan yang ada dijelaskan menggunakan konsep dasar permasalahan tersebut dimana hal tersebut menggunakan sebuah peran intelijen. Satuan intelijen mempunyai dasar instrument perundangundangan yang dikaitkan dengan teori maupun konsep yang dianut untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Hasil akhir adalah permasalahan yang telah diatasi. Kerangka berpikir ini dibuat agar menuntun penulis dalam melaksanakan penulisan FEED BACK sehingga tidak menyimpang dari studi kepustakaan. Kerngka berpikir pada pendekatan kualitatif diharapkan dapat memberi gambaran merinci informasi yang dibutuhan. Gambar kerangka berpikir dalam penulisan ini adalah sebagai berikut : Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Gambar 2. 1 Kerangka berpikir KINERJA UNIT KAMNEG SATINTELKAM FAKTOR-FAKTOR KONSEPTUAL KEKUATAN DAN KELEMAHAN TEORI A MANAJEMEN A SDO KONSEP A KONSEP INTELKAM A KONSEP PENYELIDIKAN INTELIJEN A KONSEP KINERJA PERATURAN A PERKABAINTELK AM NO 1 TAHUN A PERKABAINTELK AM NO 3 TAHUN SDM ANGGARAN METODE SARANA PRASARANA PELUANG DAN KENDALA A POLITIK A EKONOMI A SOSIAL BUDAYA A TEKNOLOGI INFORMASI UNIT KAMNEG PENYELIDIKAN DAN PENGGALANGAN INTELIJEN A TOKOH-TOKOH ORMAS A MANTAN NAPITER KINERJA UNIT KAMNEG SATINTELKAM OPTIMAL TERWUJUDNYA KAMTIBMAS Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 BAB i KINERJA UNIT KAMNEG SATINTELKAM POLRES TEMANGGUNG Kondisi Awal Polres Temanggung Polres Temanggung berada di Kabupaten Temanggung yang dimana merupakan salah satu kabupaten di wilayah Jawa Tengah dan memiliki ibukota yaitu kota Temanggung. Bagian utara Polres Temanggung berbatasan dengan wilayah hukum Polres Kendal, bagian timur berbatasan dengan Polres Semarang. Polres Magelang, dan bagian barat berbatasan dengan Polres Wonosbo. Satintelkam Polres Temanggung merupakan salah satu fungsi teknis kepolisian sebagai pengemban fungsi preventif dan preemtif. Misi dari Satintelkam Polres sendiri adalah AoMelaksanakan deteksi dini dan peringatan dini secara cepat, tepat, dan akuratAy dan AuMenjaga dan meelihara situasi dan kondisi yang kondusif di wilayah hukum Polres Temanggung dengan mengoptimalkan peran fungsi preemtif, preventif, dan represifAy. Salah satu masalah yang masih dihadapi oleh Polres Temanggung Radikalisme masyarakat yang ada di Temanggung. Radikalisme bukan masalah yang baru di kabupaten Temanggung, pada bulan Februari tahun 2011 terjadi aksi pembakaran 2 gereja oleh masyarakat dikarenakan masalah agama, kemudian pada bulan Maret tahun 2015 pelatihan militer oleh ormas Jamaah Ashorusy Syariah (JAS) di gunung Sumbing dan diamankan oleh tim Densus 88 bersama Polres Temanggung. Kemudian Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 yang terbaru pada bulan oktober tahun 2021 terjadi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga kelurahan Tlogorejo dalam rangka melakukan penolakan pembangunan gereja di dilingkungan Bakungan Tlogorejo. Adapun menolak karena di kawasan tersebut sudah ada gereja dan dianggap tidak urgent serta dinilai hanya bersifat memfasilitasi ummat nasrani yang justru dominan berasal dari luar Kelurahan Tlogorejo. Manajemen unit Kamneg Satintelkam Polres Temanggung Dalam manajemen unit kamneg, penulis menganalisis menggunakan teori manajemen yang dikemukakan oleh George Terry yang dimana dalam sebuah manajemen terdapat unsur 1 Perencanaan Dalam tahap perencanaan atau planning, unit keamanan negara membuat beberapa produk perencanaan mulai dari rengiat harian, mingguan, hingga bulanan berdasarkan dari perencan kerja yang dibuat oleh Polres. sebagai acuan agar personel dapat memahami pelaksanaan tugas perorangan di unit keamanan negara satintelkam Polres Temanggung. Dalam Polres Temanggung berdasarkan keputusan Kapolres Temanggung nomor : KEP / 5 / I / 2022. Tanggal 7 Januari 2022 beberapa upaya untuk mencegah radikalisme adalah : Menguatkan deteksi aksi melalui pemetaan jaringan mengantisipasi konflik sectarian yang berpotensi memunculkan radikalisme dan terorisme. Meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Berdasarkan renja diatas, penulis menjabar kan tahapan perencanaan yang dilakukan oleh unit kamneg satintelkam PolresTemanggung menurut pasal 15 ayat 1 Perkabaintelkam 1 Tahun 2013 yaitu dari sasaran, analisa sasaran, analisa tugas, penyusunan rencana penyelidikan, dan pengawasan dan pengendalian kegiatan. Sasaran Penyelidikan dan Penggalangan Dalam penentuan sasaran, unit kamneg satintelkam Polres Temanggung pengaruh besar terhadap mayoritas masyarakat di wilayah Temanggung. Sasaran-sasaran tersbut antara lain tokoh-tokoh ormas setempat yaitu tokoh-tokoh ormas Gerakan Pemuda Kabah dan Lindu AJi. Penulis menemukan bahwa sasaran utama penyelidikan dan penggalangan dominan kepada tokohtokoh ormas dan jarang kepada mantan napi teroris maupun kepada pondok-pondok pesantren yang tidak dinaungi oleh ormas-ormas besar seperti gerakan pemuda Kabah maupun Lindu Aji. Hal ini berakibat pada gangguan kamtibmas yang disebabkan oleh salah satu mantan napi teroris seperti pada wawancara penulis bersama Kapolres Temanggung : AuAda satu lagi itu yang namanaya aris. Aaris itu rumahnya di kedu. Menuju ke jumo. Aris inilah yang melakukan swiping terhadap tooh miras yang latar belakangnya sudah ditangkap oleh direktorat miras oleh satnarkoba dna didapati 400 botol di parakan didapati lagi 50 botol dan itu diekspos. Kemudian kalo dia operasi lagi di parakanAy Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Dari hasil wawancara diatas ditemukan bahwa sasaran melakukan hal tersebut untuk menarik perhatian Polres agar memberikan bantuan dalam dalam hal pekerjaan. Analisa Sasaran Penyelidikan dan penggalangan Pada analisa sasaran, unit kamneg satintelkam Polres Temanggung menganilisis dengan melihat sifat-sifat dari sasaran sebelumnya saat ditemui. Apakah sasaran tersebut mudah untuk diajak kerja sama atau tidak. Untuk keselurhan seluruh sasaran unit kamneg satintelkam Polres Temanggung dapat untuk diajak bekerja sama. Analisa Tugas Penyelidikan dan Penggaalangan Pada analisa tugas penyelidikan maupun penggalangan, personil intel menyesuaikan dengan dinamika yang tejadi di wilayah hukum Polres Temanggung. Jika terjadi indikasi masyarakat, maka akan dilaksanakan penyelidikan. Sedangkan jika memasuki keadaan yang menyebabkan potensi gangguan Penyusunan rencana penyelidikan Dalam penyusunan rencana penyelidikan unit kamneg satintelkam membuat rencana kegiatan mulai dari renggiat harian, mingguan, hingga bulanan. Dalam penyusunan rencana penyelidikan, penulis menemukan adanya ketidak sesuaian antara isi dari renggiat bulanan dan renggiat mingguan. Terdapat kegiatan yang ada pada renggiat bulan yang tidak dibuat pada renggiat mingguan sehingga berimbas juga kepada renggiat harian dan menyebabkan kegiatan yang telah dilaksanakan pada renggiat bulanan tidak dilaksanakan. Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Pengawasan dan pengendalian Kegiatan Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan dilaksanakan oleh kanit kamneg dimana kanit kamneg yang secara langsung terjun ke tempat sasaran dan ikut dalam melaksanakan penyelidikan maupun penggalangan. Setelah dilaksanakannya kegiatan, kanit melaporkan hasil kegiatan kepada Kasat Intelkam Polres Temanggung. 2 Pengorganisasian Kasat intelkam selaku pimpinan Satintelkam Polres Temanggung membawahi dua bidang yang dimana bidang pertama adalah urusan administrasi dan tata usaha (Urmint. dan urusan bidang operasional (Urbinop. Berikut wawanca penulis dengan Kasat Intelkam Polres Temanggung AKP Sri Haryono. H mengenai tupoksi terhadap pencegahan radikalisme dan intoleransi : AuYa, perencanaan pengorganisasian dan pelaksanaan. Jadi tentunya kita lalui sehingga apakah perencanaan personil sudah matang, kita harus melihat surat menyurat administrasi apakah sasaran yang kiranya personil titik lokasi sudah terarah atau belum. Termasuk Itu pelaksanaankami seperti itu. Berpegang pada sop yang Ay Dalam pelaksanaannya kanit atau pun anggota dari Unit Keamanan Negara mempunyai job desk Aenya masing-masing . Ipda Deni Susiana. S,H selaku Kanit keamanan negara dalam pelaksanaannya bertanggung jawab kepada Kasat Intelkam lalu Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 sebagai koordinator pada Unit Keamanan Negara, bertanggung jawab atas pelaksanaan opsnal dan min opsnal serta file dan Disamping tugasnya selaku kanit Keamanan Negara, juga melaksanakan tugas sebagai pengamanan terhadap masyarakat terhadap semua bentuk dari ancaman baik bidang keamanan untuk menghindari segala bentuk kerawanan kamtibmas. Tugas lain dari kanit Keamanan Negara juga adalah melaksanakan tugas operasional yang meliputi kegiatan ops intelijen guna terselenggarakannya deteksi dini, dan peringatan dini, pengebangan jaringan dan penyusunan perkembangan yang dinilai membutuhkan perhatian pimpinan. Seorang kanit juga wajib belajar dan memperdalam bidang yang berkaitan dengan tugasnya serta wajib ikut memelihara dan merawat alut dan alsus pada Sat Intelkam. Untuk setiap Unit Keamanan Negara Satintelkam Polres Temanggung mempunyai tugas membantu tugas dari kanit Keamanan Negara, membuat pemenuhan produk berupa rengas, bargas, dan lapgas giat. Mengumpulkan, mencari dan mengolah lalu menyajikan data bahan keterangan yang Kamtibmas. Wajib memperdalam hal-hal yang berkaitan dengan bidan tugasnya dan wajib ikut memelihara dan merawat alut dan alsus pada Sat Intelkam. Gambar 3. Struktur organsisasi Satintelkam Polres Temanggung Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Sumber : Urmintu Satintelkam Polres Temanggung Tahun 2022 Dalam pengorganisasian terdapat juga hubungan tata cara kerja atau HTCK. HTCK disusun dengan maksud untuk dijadikan sebuah pedoman yang berfungsi untuk mencega tejadinya tumpang tindih, penumpukan beban tugas dan hambatan informasi untuk kanit dan staf lainnya yang ada di lingkungan kerja Sat Intelkam termasuk hubungan dengan komponen lain pada tingkat Polres Temanggungdan jajaranya serta instansi terkait. Demi keseragaman dan persamaan persepsi cara bertindak yang terpadu serasi dan terkoordinasi, integrasi serta sinkronisasi baik secara vertikal, horizontal, diagonal atau lintas sektoral sehingga akan tercapai kondisi kerja uang lancar, harmonis, serta berdaya guna sesuai dengan pokok-pokok organisasi dan prosedur yang telah ditetapkan. Gambar 3. HTCK satintelkam Polres Temanggung Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Sumber : Urmintu Satintelkam Polres Temanggung Berdasarkan gambar HTCK di atas Satintelkam dipimpin oleh seorang Kasatintelkam dan bertanggung jawab kepada Kapolres dan WaKapolres. Kasat Intelakam dalam pelaksanaan Bagian internal seperti satuan fungsi lain. Bag Ops. Bag Ren. Sie Keu. SPKT maupun lainya. Untuk eksternal Kasat Intelkam berkoordinasi dengan Pemda. Pengadilan. Kejari. Kodim. DPRD. BUMN. BUMD, dan BPS. Dalam Kasat Intelkam Kaurmintu. Kauryamin,dan Kaurbinops dan juga memegang garis perintah, petunjuk, atau arahan kepada tiap tiap Kanit di satuan Intelakam Polres Temanggung. 3 Pelaksanaan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 Pada p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Polres Temanggung Pelaksanaan penggalangan disesuaikan dengan kebutuhan tujuan dari unit Penyelidikan mengumpulan bahan keterangan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan. Sedangkan penggalangan mengubah kondisi dalam masyarakat sehingga menguntungkan terhadap pelaksanaan tugas pokok kepolisian. Pelaksanan penyelidikan maupun penggalangan dilaksanakan dengan 3 personil yang terdiri dari 1 kanit dan 2 anggota. Pada penyelidikan dilakukan penyelidikan terbuka dan penyelidikan tertutup lalu pada penggalangan dengan Psikologis mempengaruhi pendapat sasaran, perasaan sasaran, sikap sasaran, dan tingkah lagu sasaran. Setelah pelaksanaan kegiatan, kanit melaporkan hasil kegiatan kepada Kasat Intelkam untuk diteruskan kepada Kapolres. 4 Pengontrolan Pengontrolan atau pengendalian dilakukan agar kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan tujuan dan tetap sesuai dengan prosedur yang ada. Pengontrolan di Satintelkam Polres Temanggung Kasat Intelkam Polres Temanggung AKP Sri Haryono S,H. M,H. dengan melakukan pengecekan berkala pada hasil kegiatan serta pengecekan laporan informasi yang berpotensi menyebabkan gangguan kamtibmas untuk dilaporkan kepada pimpinan. Pada Unit Keamanan Negara pengontrolan dilakukan olah Kanit IV Keamanan Negara IPDA Deni Susiana,S,H. Hasil dari kegiatan Unit Keamanan Negara adalah pembuatan laporan informasi. Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 laporan harian, maupun laporan harian khusus. Untuk menjaga performa kerja dari setiap unit di Satintelkam Polres Teamanggung, dibuat juga rekap laporan informasi sebagai bahan monitoring terhadap jumlah laporan informasi yang dibuat oleh tiap unit perbulannya. Berikut adalah rekap informasi Satintelkam Polres Temanggung : Tabel 3. Rekap laporan informasi terkait radikalisme tahun 2021 BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JUMLAH Sumber : Urmintu satintelkam Polres Temanggung tahun Dari tabel di atas dapat dilihat unit kamneg memiliki tingkat pembuatan yang fluktuatif atau naik turun. Pada bulan januari unit kamneg membuat sebanyak 11 LI kemudian jumlah tersebut naik hingga bulan Maret sebanyak 18 LI lalu turun di bulan April sebanyak 11 LI lagi. Pembuatan LI terbanyak pada bulan Juli dengan 20 LI kemudian dari bulan Juli turun hingga ke bulan November sebanyak 4 LI dan pada bulan Desember sebanyak 12 LI. Sumber daya organisasi Unit Kamneg Satintelkam Polres Temanggung Pada bagian ini berisi penjabaran tentang unsur-unsur sumber daya organisasi yang dimiliki unit kamneg satintelkam Polres Temanggung dalam pencegahan radikalisme di wilayah hukum Polres Temanggung. Unsur- unsur sumber daya organisasi yang dijabarkan disini berupa sumber daya manusia, anggaran, metode dan sarana prasarana yang dimiliki oleh unit kamneg satintelkam Polres Temanggung. Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 1 Sumber daya manusia Polres Temanggung Dalam Teori Sumber daya Organisasi Barney. unsur sumber daya manusia merupakan salah satu penunjang terpenting dalam peaksananan manajemen anggota. Unsur manusia merupakan unsur penggerak semua alat dan yang memanfaatkan anggaran yang ada, sehingga untuk mempunai sumber daya yang baik sangatlah penting bagi suksesnya sebuah organisasi. Berdasarkan data yang diperoleh penulis, personel satintelkam Polres Temanggung sebanyak 26 personil yang terdiri dari 25 personel polri dan 1 pegawai negeri sipil. Menurut DSP, satintelkam Polres Temanggung seharusnya memiliki 49 personil dari polri sehingga dari data riilnya, satintelkam Polres Temanggung kekurangan 22 personel dari Sumber daya manusia di sebuah organisasi juga harus memiliki pengetahuan yang baik dan telah melaksanakan pendididikan baik pendidikan kejuaruan maupun pendidikan umum dan yang terakhir adalah anggota harus memiliki moral, sikap perilaku yang baik demi optimalnya pelaksanaan tugas di Satintelkam Polres Temanggung. Berikut merupakan data pendidikan umum, pendidikan kejuruan, dan juga sikap moral dari anggota satintelkam Polres Temanggung : Pendidikan Kejuruan Pada pendidikan kejuruan, 25 personil satintelkam Polres Temanngung, hanya 9 personil yang telah mengikut dikjur bintara dasar dan 1 perwira yang mengikuti dikjur perwira lanjutan dan selebihnya belum mengikuti dikjur. Selain dari jumlah personil satintelkam yang mengikuti dikjur, terdapat personil diluar Satintelkam namun telah mengikut dikjur intel. Personil tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Tabel 3. Personil yang telah melaksanakan dikjur intel di Polres Temanggung Sumber : Urmintu Satintelkam Polres Temanggung tahun 2022 Dari tabel di atas dapat dilihat banyak personil yang telah melaksanakan dikjur intel namun beberapa ditempatkan di unit maupun satuan yang tidak sesuai seperti di reskrim maupun di bag ops sehingga ilmu dari dikjurnya tidak terpakai. Sikap Dalam pengawasan sikap dari angota tiap-tiap fungsi teknis pada Polres Temanggung diawasi oleh Propam Polres Temanggung. Setiap Kanit Propam Polres Temanggung diberikan atensi oleh Kasipropam Polres Temanggung yang dimana atensi tersebut dalah sebagai berikut : Lakukan pengawasan melekat terhadap setiap anggota Polri baik dalam melaksanakan tugas kedinasan maupun diluar kedinasan. Mencegah pelanggaran/penyimpangan anggota yang berpotensi menimbulkan keresahan dan institusi Polri. Para Kanit Propam harus hadir dan terjun langsung Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 melakukan langkah pencegahan terjadinya pelanggaran yang dilakukan anggota Polri. Manakala terjadi keributan, gesekan antara masyarakat Polri. Kanit Propam mengambil langkah-langkah dengan seminimal mungkin untuk mendokumentasikan dalam bentuk foto maupun Hal tersebut dikandung maksud sebagai tameng atau bahan untuk mencegah opini masyarakat yang bertugas di Sampaikan kepada seluruh anggota jajaran Polsek Polres Temanggung, dilarang menggunakan hak memilih dan dipilih dan melibatkan diri pada kegiatan politik praktis (Pasal 29 UU RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri dan Pasal 9 Perpol No 7 Tahun 2022 Tentang KEPP). Apabila terjadi permasalahan seger melaporkan pada kesempatan pertama kepada Kasipropam. Selama bulan Januari sampai dengan Oktober tahun 2022 terdapat beberapa pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh anggota Polres Temanggung Sejak bulan Maret hingga bulan Juli tahun 2022 terdapat 4 anggota Polres Temanggung yang tindakan tidak disiplin mulai dari judi online, meninggalkan tempat tugas tanpa izin, pencurian hingga tindakan kekerasan. Dari semua personil tersebut tidak ditemukan personil yang berasal dari atintelkam Polres Temanggung 2 Anggaran Demi administrasi. Satintelkam Polres Temanggung didukung oleh dukungan dana yang berasal dari DIPA Polda Jawa Tengah Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 dengan rincian yang dapat dilihat dibawah sebagai berikut : Tabel 3. RENDISGAR INTELKAM TAHUN 2022 PROGRAM JUMLAH BIAYA . alam Program Modernisasi Almatsus dan Sarana 2,730,000 Prasaana Polri -Layanan Umum 730,000 -Layanan Dukungnan Manajemen 2,000,000 Internal Program Pemeliharaan Keamanan 959,410,000 ketertiban Masyarakat -Layanan Informasi Analisis Keamanan 30,660,000 -Informasi Deteksi Aksi Strategi Keamanan 211,995,000 dan Ketertiban Bidang Politik -Informasi Deteksi Aksi Strategi Keamanan 232,685,000 dan Ketertiban Bidang Ekonomi -Informasi Deteksi Aksi Strategi Keamanan 210,265,000 dan Ketertiban Bidang Sosial Budaya -Informasi Deteksi Aksi Strategi keamanan 240,805,000 dan Ketertiban Bidang Keamanan Negara -Layanan Umum 33,000,000 JUMLAH 962,140,000 Sumber : Urmintu Satintelkam Polres Temanggung Tahun 2022 Berdasarkan Satintelkam Polres Temanggung anggaran diberikan kepada masing- masing unit dan unit kamneg mendapatkan anggaran sebesar Rp. 240,805,000,. Berikut adalah rincian anggaran yang digunakan untuk informasi deteksi aksi strategi keamanan dan ketertiban di bidang keamanan negara : Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Tabel 3. Anggaran Kamneg Penyelidikan dan penggalangan Satintelkam Polres Temanggung PROGRAM Lidik Taktis Intel Polres Pembentukan JUMLAH BIAYA . alam rupia. 700,000 Jaringan Intelijen 14,000,000 Intelijen Sasaran 198,000,000 Polres Penggalangan Perorangan (Polre. JUMLAH 212,700,000 Sumber : Urmintu Satintelkam Polres Temanggung Dari tabel diatas dapat dilihat anggaran untuk unit Rp. 212,700,000. Lidik Rp. 700,000 dan pembentukan jaringan intelijen sebesar Rp. 14,000,000 dan untuk anggaran penggalangan sebesar Rp. 198,000,000. 3 Metode Pencegahan Keamanan Negara Radikalisme Satintelkam Unit Polres Temanggung Dalam melaksanakan pencegahan dini radikalisme dan intoleransi di wilayah hukum Keamanan Negara tempat-tempat Polres Temanggung. Unit Satintelkam Polres Temanggung melaksanakan penggalangan terhadap tokoh masyarakat yang ada di tempat tersebut. Target penggalangan biasanya seorang yang berpengaruh pada ormas tertentu, mantan napi pidana teroris, dan juga terhadap kepala desa maupun pemuka agama Dalam pelaksanaan penggalangan. Unit Keamanan Negara Satintelkam Polres Temanggung juga melaksanakan penyelidikan intelijen dengan teknil wawancara terselubung menggunakan bahasa sehari-hari dan membahas tentang Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 keadaan sehari-hari untuk mengorek informasi dari sumber dimana sang sumber tidak menyadarinya. 4 Sarana dan prasarana Dalam pelaksanaan tugasnya dan untuk memaksimalkan pekerjaan. Unit Keamanan Negara dilengkapi dengan sarana dan prasana penunjang yang digunakan saat kegiatan baik pembuatan produk intelijen maupun kegiatan operasional seperti penggalangan maupun penyelidikan intelijen. Berikut adalah daftar barang inventaris yang dimiliki oleh Satintelkam Polres Temanggung yang digunakan oleh setiap unit sebagai penunjang pelaksanaan tugas intelijen: Tabel 3. Data Alsus Satintelkam Polres Teamnggung DATA ALSUS JUMLAH ALSUS KONDISI URAIAN KEGIATAN MESIN SANDI BAIK Operasional sandi ROMPI ANTI PELURU BAIK Operasional anggota BAIK Operasional anggota TAPE RECORDER (Kelangkapan Survailen. BAIK CAMERA Alat dokumentasi (Kelangkapan Survailen. BAIK HANDYCAM Alat dokumentasi (Kelangkapan Survailen. BAIK HP SAMSUNG A31 Operasional anggota (Kelangkapan Survailen. CAMERA SKCK Jurnal Tanggon Kosala BAIK Pelayanan SKCK Vol. 12 No. Okt 2023 LAPTOP p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 BAIK Kelangkapan Survailent PRINTER BAIK Kelangkapan Survailent HANDPHONE PDA MIS BIK KAMERA DIGITAL CYBER-SHOT STEREO IC RECORDER SOUND SYSTEM PORTABLE MESIN PHOTO COPY RUSAK Laporan ke satuan RINGAN BAIK Operasional kanit RUSAK Alat dokumentasi RINGAN RUSAK Operasional anggota BAIK Operasinal SKCK BAIK Mendukung pemenuhan produk BAIK RANMOR RODA 4 (SURVEILLANCE CAR WITH TACTICAL PASSIVE Operasional anggota MONITORING) PERANGKAT KOMPUTER SKCK ONLINE PERANGKAT KOMPUTER PERIJINAN HT DUDUK MOTOROLA JUMLAH BAIK BAIK BAIK Operasional SKCK Operasional Perijinan Operasional Sumber : Urmintu satintelkam Polres Temanggung tahun 2022 Dari data diatas dapat diketahui satintelkam Polres Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Temanggung memiliki 19 jenis alsus dan 1 unit mobil dalam membantu pelaksanaan tugas intelijen. Terdapat dua jenis alsus yang mengalami rusak dinas yaitu 2 unit Handphone PDA MIS BIK dan 1 unit Kamera Digital Cyber-Shot. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Unit Kamneg Satuan Intelkam Polres Temanggung terhadap radikalisme Temanggung Polres dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terbagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal terdiri dari kekuatan atau kelebihan yang dipunyai unit kamneg dan kekurangan dari unit tersebut juga. Faktor eksternal terdiri dati peluang yang berasal dari luar satuan Polres dan juga ancaman-ancaman dari luar yang dapat mengganggu tugas kepolisian. 1 Faktor internal kinerja Unit Kamneg Satintelkam Polres Temanggung terhadap Radikalisme Untuk faktor-faktor mempengaruhi internal maka penulis membaginya melalui SWOT dimana terdapat pendukung dan penghambat yang dimanapendukung internal adalah kekuatan . dan penghambat internal adalah kelemahan . yang dimana berasal dari unsur-unsur sumber daya manusia, anggaran, metode, dan saran prasarana. Kekuatan Kekuatan atau strength yang dimiliki oleh unit kamneg satintelkam Polres Temanggung ada pada sumber daya manusia, anggaran, dan sarana prasarana yang dimilikinya. Berikut penjelasan kekuatan yang dimiliki oleh unit kamneg satintelkam Polres Temanggung : Sumber daya manusia (SDM) Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Berdasarkan dari wawancara yang dilakukan penulis bersama Kanit kamneg satintelkam Polres Temanggung IPDA Deni Susiana. mengatakan bahwa: AuAnggota Unit Kamneg sudah baik kinerjanya. Mereka menguasai tugas yang diberikan sesuai dengan harapan karena mereka sudah lama di lapangan. Saya anggap mereka sebagai keluarga, suka dan duka bersama. Itu aja motivasi buat mereka karena di intelijen itu kita terapkan sistem pimpinan bawahan ya memang harus disitu ada tapi kalau saya menggunakan sistem kekeluargaan itu aja, jadi enakAy. Berdasarkan hasil wawancara tersebut penulis menilai jika bahwa motivasi kerja anggota masih tinggi sehingga dapat dapat melaksanakan tugas dengan baik. Selain itu tidak ada pelanggaran sehinnga menjadi nilai tamah bagi unit kamneg. Anggaran Untuk unit keamanan negara mendapatkan anggaran sebesar Rp. 240,805,00 dan berdasarkan wawancara dengan IPDA Deni Susiana. selaku Kanit kamneg Polres Temanggung mengatakan bahwa anggaran unit kamneg sudah cukup dalam melaksanakan tugas operasional sehari- hari. Unit kamneg didukung dengan dengan sarana dan prasarana yang di gunakan dalam kebutuhan pelaksanaan tugas seperti kertas untuk pembuatan LI. Laphar maupun laporan lainnya. ATK maupun kebutuhan lainnya. Sarana dan prasarana Dalam hal sarana dalam mobilitas kerja unit kamneg mempunyai satu unit Mobil untuk memudahkan anggota Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 berpindah tempat mengumpulkan informasi. HT atau Handy Talkie untuk keparluan komunikasi di lapangan dan computer untuk pembuatan produk. Selain itu sarana dan prasaran yang dimiliki unit kamneg satintelkam Polres Temanggung juga tebilang dalam kondisi yang baik dan hanya sebagian kecil saja yang rusak ringan. Kelemahan Kekurangan dalam unit kamneg sendiri masih di dalam lingkup sumber daya manusia. Pada personel satintelkam Polres Temanggung masih belum sesuai pada kemampuan dasar dari kejuruan personel tiap orang. Masih terdapat personel yang telah melaksanakan dikjur tapi ditempatkan diluar fungsi teknis intelkam. Kedua, personel yang bertugas di satintelkam sendiri ada yang belum melaksanakan dikjur di bidang intelijen. Berdasarkan tabel 3. 3 , personel yang sudah melaksanakan pendidikan intel dasar untuk bintara sejumlah 9 personel, perwira lanjutan 1 personel dan selebihnya belum memiliki pendidikan kejuruan di bidang intelkam. Faktor Kinerja Satintelkam Unit Kamneg Polres Temanggung terhadap radikalisme Selain faktor internal, terdapat juga faktor eksternal yang dimana berasal dari luar institusi Polri yang meliputi peluang dan ancaman yang berasal dari faktor politik, ekonomi, sosial budaya, dan juga teknologi dan informasi. Peluang Peluang yang dimiliki unit kamneg satintelkam Polres Temanggung mewujudkan kamtibmas yang kondusif terletak pada segi politik, dan sosial budaya. Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Politik Peluang pertama yang dimiliki oleh unit kamneg berasal dari segi Politik yang dimana Pemerintah setempat memliki Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau disingkat BNPT. Adapun mengkoordinasikan dan melaksanakan kebijakan, strategi, dan program nasional penanggulangan terorisme di bidang kesiapsiagaan nasional, kontra radikalsme dan deradikalisme. Polres Temanggung selalu berkoordinasi bersama BNPT terutama mengenai pembagian informasi yang berkaitan dengan radikalisme. Sosial budaya Peluang kedua berasal dari bidang sosial yang dimana Temangung memiliki penduduk yang berasal dari berbagai agama seperti Islam. Kristen. Budha, maupun Hindu. Walau memiliki keberagaman agama, wilayah Temanggung masih dikenal dengan tingkat toleransi yang baik yang dimana warga masih bisa hidup berdampingan. Pemerintah Kanupaten Temanggung juga kerap memfasilitasi tokoh-tokoh agama untuk melakukan silahturami antara satu dengan yang lain mapun melakukan dialog tokoh lintas agama. Ancaman Ancaman yang dihadapi oleh unit kamneg satintelkam Polres Temanggung dalam pencegahan radikalisme di wilayah hukum Polres Temanggung berasal dari segi ekonomi dan Berikut Ekonomi Ancaman pertama dihadapi unit kamneg satintelkam Polres Temanggung adalah masalah ekonomi masyarakat Temanggung berdasarkan intel dasar satintelkam Polres Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Temanggung tahun 2022 sebanyak 195,317 jiwa atau 24,41 % dari penduduk kabupaten Temanggung belum atau tidak Hal ini dapat menimbulkan peningkatan angka kemiskinan jika tidak segera ditangani karena berdasarkan 3 unsur penyebaran radikalisme menurut Khammami . , salah satu unsurnya adalah faktor kemiskinan yang dimana masuknya paham radikalisme. Teknologi Informasi Ancaman kedua berasal dari teknologi. Kabupaten Temanggung sendiri sudah memiliki dukungan jaringan internet yang baik dan rata-rata masyarakat kabupaten Temanggung sudah meggunakan smartphone. Dengan adanya smartphone, pihak-pihak tertentu dapat menyebarkan paham radikalisme biasanya melalui media sosial dengan leluasa tanpa harus berpindah-berpindah tempat. Ancaman ketiga adalah masih adanya ormas-ormas yang terindikasi radikal dan beberapa mantan napiteroris. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan jika ormas-ormas tersebut maupun mantan napiter kembali berusaha untuk menyebarkan paham radikalisme di wilayah Temanggung. BAB IV OPTIMALISASI KINERJA UNIT KAMNEG SATINTELKAM TERHADAP RADIKALISME GUNA MEWUJUDKAN KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI POLRES TEMANGGUNG Dari data-data yang didapatkan penulis dari hasi penelitian berupa wawancara, observasi dan juga telaah dokumen pada bab sebelumnya, pada bab ini penulis mencoba menganalis data-data yang sekiranya dapat dioptimalkan dalam rangka pencegahan radikalisme dan intolerensi di wilayah Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Temanggung oleh Unit Keamanan Negara Satintelkam Polres Temanggung dimana penulis membaginya menjadi beberapa sub bab yaitu kondisi yang diharapkan pada pada kedua persoalan dan juga langkah- langkah pemecahan masalahnya. Kondisi yang diharapkan pada manajemen unit Kamneg Satintelkam Polres Temanggung Dalam kondisi yang diharapkan, penulis menjabarkan berdasarkan teori manajemen yang dikemukakan oleh George Terry dimana unsur-unsur manajmen antara lain planning, organizing, actuating, dan controlling. 1 Perencanaan Perencanaan yang diharapkan dilakukan oleh unit kamneg satitelkam Polres temanggug terhadap pencegahan radikalisme berdasarkan pasal 15 ayat 1 Perkabaintelkam no. tahun 2013 dengan merencanakan sasaran, analisa sasaran, pengawasan dan pengendalian tugas. Rumusan sasaran Unit kamneg satintelkam Polres Temanggung harus menentukan sasaran yang didasarkan kepada situasi dan kondisi fatual yang dihadapi. Analisa sasaran Unit kamneg satntelkam Polres Temanggung harus mempelajari secara terperinci dan teliti sasaran penelidikan termasuk lingkungan daerah mana sasaran berada dan mengetahui kemungkinan yang ada serta fasilitas yang dapat mebantu usaha penyelidikan yang akan dilaksanakan. Analisa tugas Dalam analisa tugas diharapkan unit kamneg satinelkam Polres Temanggung mampu menganalisa bahan keterangan apa yang harus dicari, mengumpulkan sumber mana yang tepat Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 digunakan, dilakukan penyesuaian apakah penyelidikan secara pelaksanaan tugas dan mengali baket sebanyak-banyaknya. Penyusunan rencana penyelidikan Penyusunan rencana penyelidikan mencangkup waktu, personel teknik dan taktik, dukungan-dukungan dan penjabaran Pengawasan dan pengendalian Pengawasan dan pengendalian harus dilakukan pada tahap pengumpulan baket agar mengetahui apa saja yang menghambat atau mendukung. 2 Pengorganisasian Satintelkam Polres Temanggung pengorganisaian dengan membuat struktur organisasi seperti yang diatur dalam Peraturan Kepolisian Republik Indonesia No. 2 Tahun 2011 mengenai Struktur Organisasi dan tata cara kerja pada tingkatan kepolisian resor dan kepolisian sektor dengan tujuan menempatkan personel yang berkopetensi tiap individu. Pengorganisasian juga dilakukan dengan pembuatan surat perintah yang didalamnya berisi nama pangkat , dan jabatan personel sebagai bentuk memiliki tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan berdasarkan kepada renggiat harian yang telah dibuat sebelumnnya. Berdasarkan kepada Perkap No. 2 Tahun 2001 mengenai struktur organisasi dan tata kerja di tingkat Polres dan Polsek, fungsi satintelkam terdiri dari urusan pembinaan operasional, urusan administrasi dan ketatausahaan, urusan pelayanan administrasi, dan unit. Harapannya dalam pengorganisaian, tiap personel diharapkan memiliki penyusunan yang tepat sesuai dengan kemampuan anggota, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan maksimal. 3 Pelaksanaan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Menurut teori fungsi manajemen fungsi George Terry, mencapai sesuatu atau sasaran yang telah ditetapkan. Pelaksanaan oleh anggota diharapkan bekerja dengan efektif menyenangkan dan dapat meningkatkan keahlian dari para anggota dengan memberikan ilmu dan juga pendidikan kepada yang bersangkutan. Kemudian membentuk karakter disiplin, meningkatkan semangat kemudian motivasi kerja sendiri yang aktualisasi diri. Berdasarkan wawancara dengan Kanit kamneg satintelkam Temanggung Ipda Deni Susiana. H, menyatakan jika pada suasana kerja unit kamneg sudah diberkalukan sistem seperti keluarga sehingga tidak ada kesenjangan antara anggota dan kanit dalam pelaksanaan tugas yang kemudian membuat koordinasi antara kanit dan anggota menjadi leluasa dan tidak kaku. 4 Pengontrolan Perkap No 2 tahun 2021 mengenai Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pada Tingkat Kepolisian dan resor dan Kepolisian Sektor Kasatintelkam menyelenggarakan pengawasan / pengamanan kegiatan sosial / politik, masyarakat, dengan dibantu oleh Kaur Binops dan Kanit yang hasil dan pelaksanaannya dikoordinasikan kepada WaKapolres. Dari peraturan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengontrolan dilakukan oleh Kasat intelkam dan dibantu oleh Kauir Langkah-langkah Kamneg Satintelkam Polres waKapolres. Temanggung Berdasarkan data kondisi awal yang ditemukan penulis Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 pemecahan masalah guna pengoptimalan kinerja unit kamneg satintelkam terhadap radikalisme guna mewujudkan kamtibmas di Polres Temanggung. 1 Pemecahan pencegahan radikalisme dan intoleransi di wilayah Temangung. Pengoptimalan Temanggug Polres merencanakan sasaran, analisa sasaran, penyusunan rencana penyelidikan, dan pengawasan dan pengendalian tugas adalah sebagai berikut: Rumusan sasaran Penentuan sasaran selain kepada tokoh ormas namun juga kepada para mantan napi teroris, keluarga napi teroris pemuda-pemuda Polres Temanggung. Sehingga penyelidikan maupun penggalangan dapat merata dan terlingkupi keseluruhan Analisa sasaran Dalam penganalisaan sasaran, dalam penganilsaan tidak hanya dalam bentuk observasi kepada sasarana aja namun juga dengan wawancara kepada orang-orang terdekat Analisa tugas Dalam penganalisan tugas harus dilakukan dengan terperinci dan harus dikontrol lagi oleh Kasat Intelkam selu kepala satuan fungsi teknis. Penyusunan rencana penyelidikan Penyusunan perencanaan dilakukan dengan teliti dan kanit harus selalu mengecek kembali renggiat yang sudah dibuat sehingga tidak ada kegiatan yang tidak dilaksanakan selain itu agar personil selalu tahu kegiatan hari ini, maka Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 penulis memberikan pemecahan masalah penulis adalah dengan unit kamneg membuat papan informasi yang selalu update terhadap renggiat-renggiat sehingga personel jika terjadi moment yang sama maka jika ada kesalahan dapat diperbaiki Pengawasan dan pengendalian Selain pengumpulan baket kanit juga wajib melaporkan pelaksanaan di luar dan hasilnya langsung dilaporkan kepada Kasat Intelkam dibantu oleh para kamit. Media pelaporan berupa laporan melalui media whatsapp dengan membuat grup antara anggota kanit dan kasat sehingga pelaporan dapat langsung dimonitor pimpinan dan dapat langsung menjadi bahan pertimbangna pengambilan keputusan dapat disertai langsung dengan dokumentasi Kegiatan. 2 Pemecahan masalah pada pengorganisasian dalam pencegahan radikalisme dan intoleransi di wilayah Temanggung. Dalam Polres Temanggung. Kasat Intelkam selaku pimpinan tertinggi pada Polres Temanggung Kasat intelkam bertanggung kepada Kapolres dan Wakaporles. Dalam pelaksanaan tugasnya Kasat Intelkam dibantu 4 kepala unit yang memiliki tugas di bidangnya masing masing yaitu politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan Kasat intelkam juga bisa melakukakn koordinasi dengan fungsi teknis lain maupun diluar institusi kepolisian seperti pemerintah setempat. Dalam pengorganisasian pada struktur organisasi pada satintelkam Polres Temanggung, masih ditemukan penempatan personel yang masih tidak sesuai pada kemampuan dari anggota tersebut. Kurangnya kemampuan dapat menyebabkan kurang maksimalnya pelaksanaan tugas satintelkam Polres Temanggung terkhususnya unit kamneg Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 oleh karena itu diharapkan pada pengorganisasian anggota. Kasat intelkam dapat membuat struktur yang tepat dan sesuai dengan kemampuan anggota yaitu kemampuan dalam fungsi intelijen dan keamanan. Dalam hubungan tata cara kerja atau HTCK sendiri dapat dilihat kasat intelkam dapat berkoordinasi dengan eksternal dari kepolisian sendiri. Penulis ingin menambahkan sesuatu yang penulis lihat masih kurang. Pada zaman sekarang ini kebutuhan akan teknolgi begitu besar. Hampir sebagian Temanggung khususnya pada penggunaan media sosial. Media sosial menjadi tempat berinteraksi masyarakat dan pembagian informasi yang sangat efektif. Selain berkoordinasi dengan satintelkam Polres Temanggung juga merangkul para adminadmin dari halaman media sosial di Temanggung yang biasanya berbasis pada aplikasi Facebook. Instagram, maupun Twitter. Hal ini sangat penting dimana dengan adanya hubungan yang baik antara satintelkam Polres Temanggung dengan admin-admin tersebut, dapat terjalin suatu hubungan yang memungkinkan terjadinya pembagian informasi dengan pihak satintelkam Polres Temanggung sendiri dan juga jika ada kegiatan Polres, akun-akun tersebut dapat mempromosikannya dan menambah citra baik kepolisian yang kemudian menambah kepercayaan masyarakat kepada kepolisian. 3 Pemecahan intoleransi di wilayah Temanggung. Pengontrolan dilakukan oleh Kasat Intelkam selaku pimpinan tertinggi di satintelkam Polres Temanggung dengan melakukan pengecekan berkala pada hasil kegiatan serta pada pembuatan laporan informasi yang berpotensi menyebabkan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 gangguan kamtibmas. Kanit kamneg juga berperan penting dalam pengontrolan anggotanya terutama dalam pembuatan laporan informasi. Berdasarkan rekap LI satintelkam Polres Temanggung tahun 2021, frekuensi pembuatan LI cenderung tidak konsisten karena jumlah tiap bualnnya naik turun. Saran dari Penulis adalah pembuatan papan informasi, diharapkan untuk ditempelkan target LI yang harus dibuat dan juga hasil dari pembuataan LI di bulan sebelumnya pada papan informasi dan pemberian reward kepaada anggota yang memenuhi Dengan begitu dapat menumbuhkan motivasi anggota dan juga menaikan keinginan untuk mengejar target yang telah ditetapkan pada saar melihat ke papan informasi tersebut. 4 Pemecahan pencegahan radikalisme dan intoleransi di wilayah Temanggung Dalam pelaksanaan kegiatan intelijen terutama dalam intoleransi, anggota diberikan briefing terlebih dahulu agar hasil dari kegiatan tersebut dapat sesuai dengan target yang direncanakan. Tiap pelaksanaan di lapangan personil yang pergi berjumlah 3 personil yang dimana adalah 2 anggota unit kamneg dan 1 adalah kanit kamneg sendiri. Dan juga selalu berprinsip pada prinsip-prinsip penggalangan dan penyelidikan. Dan masing masing anggota diberikan pembagian tugasnya masing-masing. Kondisi yang diharapkan pada sumber daya organisasi Unit Kamneg Satintelkam Polres Temanggung Dalam kondisi yang diharapkan pada sumber daya organisasi unit kamneg satitelkam Polres Temanggung, penulis menjabarkan menggunakan teor sumber daya organisasi menurut Barney yang dimana sebuah organisasi mempunya sumber daya manusia. Jurnal Tanggon Kosala anggaran, metode, dan sarana Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 1 Sumber Daya Manusia Berdasarkan Peraturan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2021 tentang Struktur organisasi dan tata keerja pada tingkat kepolisian resor dan kepolisian sektor dengan menempatkan personil di jabatan-jabatan terrentu sesuai dengan kompetensi yang dimiliki pada tiap-tiap individu personel satintelkam Polres Temanggung dengan begitu, personel tersebut diharapkan pula kemampuannya dengan harapan dapat melaksanakan tugas yang diberikan secara maksimal. Namun pada satitelkam Polres Temanggung dari 26 Personel, hanya 10 personel saja yang telah melaksanakan dikjur Intelkam selain itu ditemukan Temanggung. Satintelkam Polres Polres Temanggung seharusnya memiliki 49 anggota namun satintelkam Polres Temanggung sendiri hanya memiliki 25 anggota sehingga kurang 22 anggota lagi. Selain itu dalam permasalahan sikap anggota, ditekan agar tidak melakukan pelanggaran yang masyarakat yang berdamak pada institusi Polri kemudian terutama tidak menggunakan hak pilih dan dipiih pada kegiatan poltik praktis. 2 Anggaran Satintelkam Polres Temanggung membutuhhkan dukungan. Di Satintelkam Polres Temanggung, diatur anggaran satuan dan pada anggaran setiap unit Dalam pelaksanaan tugasdi lapangan, pastinya kebutuhan anggota dalam melaksanakan tugas penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan harus terpenuhi sahingga dapat melaksanakanan tugas dengan baik dan juga dengn Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 pencapaian yang maksimal. Berdasarkan perkabik no 1 tahun 2013, pasal 32 tentang koordinasi dan adiministrasi anggaran, menyatakan Aupenyelenggaraan peraturan Kabaintelkam te Dari hal tersebut dapat disimpulkan segala kegiatan yang bersangkutan dengan dinas, segala biayanya ditanggung oleh Polres berdasarkan anggatan yang ada. Anggaran fungsi teknis satintelkam Polres Temanggung berasall dari DIPA Polres Temanggung. 3 Metode Dalam pelaksanakan kegiatan intelijen metode pelaksanaan didasari pada Perkabik no 1 tahun 2013 tentang prinsip-prinsip penyelidikan intelijen dan Perkabik no 3 tahun 2013 tentang prinsip-prinsip penggalangan intelijen. Dalam Perkabik no 1 tahun 2013 tentang prinsip-prinsip penyelidikan menyatakan prinsip-prinsip intelijen adalah sebagi berikut : Kerahasiaan, tertutup dan hanya diketahui oleh orang tertentu saja atau yang bersangkutan. Ketelitian, yaitu penyelidikan dilakuka secara cermat dan saksama. Kedisiplinan, didasari oleh kesadaran terhadap semua peratran dan tata tertib yang yang telah ditetapkan. Keamanan, yaitu penyelidikan dilakukan secara berhati-hati. Keberanian, yaitu penyelidikan dilakukan dengan hati yang mantap dan rasa percaya diri dalam menghadapi Mengutamakan sumber informasi di sasaran utama . secara langsung dan hindari sumber informasi kedua . Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Kemudian pada Perkabik no 3 tahun 2013 tentang prinsipperinsip penggalangan intelijen Polri menyatakan bahwa penggalangan berprinsip sebagai berikut : Kerahasiaan, dilakukan secara tertutup dan hanya orang tertentu saja yang tahu. Ketelitian, dilakukan secara cermat dan saksama. Kedisiplinan, dilakukan dengan dilandasi oleh kesadaran terhadap semua peraturan dan tata tertib yang ada. Keamanan yaitu penggalangan secara hati-hati. Keberanian, adalah penggalangan dilakukan dengan hati yang mantap kemudian percaya diri dalam menghadapi Mengutamakan sumber informasi di sasaran utama (Prime. secara langsung dan hindari sumber informasi kedua (Sekunde. Dari kedua peraturan diatas, diharapkan Satintelkam Polres Temanggung terkhusunya unit kamneg. prinsip-prinsip kerahasiaan, ketelitian, kedisiplinan, keamanan, keberanian, dan terntunya mengutamakan sasaran utama atau primer dan juga dengan penerapan yang beradaptai dengan keadaan yang ada di lapangan. 4 Sarana dan Prasarana Dalam Perkabaintelkam pasal 11 No 1 tahun 2013 mengenai penyelidikan intelijen, semua peralatan intelijen terdiri dari alat utama intelijen dan alat khusus intelijen. Pasal 12 ayat yang pertama dan keedua Perkabaintelkam no 1 tahun 2013 tentang pneyelidikan intelijen menyatakan bahwa : Au. alat utama intelijen sebagaimana dimaksud pada pasal 11 huruf a merupakan alat yang melekat pada setiap Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 anggota dan digunakan dalam melaksankan penyelidikan . alat-alat utama intelijen terdiri dari : alat pembuat laporan, alat transporasi, alat komunikasi, dan alat bantu lihat dan dengar serta alat-alat lain yang diperlukanAy Satintelkam Polres Temanggung penyelidikan intelijen telah menggunakan alat utama Alat bantu pembuat laporan seperti printer, personal computer (PC), mobil sebagai alat transportasi, handphone (HP) sebagai alat komunikasi, kamera dan handycam sebagai alat bantu dengar dan lihat dalam membantu satintelkam Polres Temanggung khususnya unit penggalangan intelijen. Sarana dan prasarana juga harus dalam keaadan baik dan tidak rusak sehingga tidak mengganggu atau bahkan menghambat proses penyelidikan maupun pengglangan guna mencegah radikalisme dan intoleransi di Kabupaten Temanggung. Langkah-langkah pemecahan masalah dalam sumber organisasi Unit Kamneg Satintelkam Polres Temanggung Dari data sumber daya organisasi yang diperoleh dan juga guna mewujudkan kondisi yang diharapkan, maka penulis satintelkam terhadap radikalisme guna mewujudkan kamtibmas di Polres Temanggung 1 Pemecahan masalah sumber daya manusia Pada sumber daya manusia, penulis membaginya menjadi tiga bagian yaitu jumlah personil, pendidikan kejuruan dan sikap. Jumlah anggota adalah berapa banyak personil yang Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 dimiliki satintelkam Polres Temanggung Pendidikan kejuruan mencangkup berapa anggota yang masih belum melaksanakan dikjur dan bagaimana menyingkapinya kemudian ada masalah sikap dimana kedisiplinan dari anggota unit kamneg satintelkam Polres Temanggung. Jumlah Personil Dapat dilihat pada bab sebelumnya satinelkam Polres Temanggung masih terkendala pada sediikitnya jumlah anggota Kabupaten Temanggung belum ter-cover dengan maksimal oleh karena itu seharusnya dibutuhkan penambahan jumlah personil untuk menutupi kekuurangna tersebut. Kendala dalam penambahan jumlah anggota adalah penambahan anggota tidak dapat dilakukan dengan instan dan harus melalui proses yang memakan waktu sehingga penulis memikirkan jalan alternatif Solusi penggalangan berdasarkan pasal 19 poin a perkabaintelkam 3 Tahun 2013 tentang taktik penggalangan intelijen yaiut pemberian bantuan, hadiah, dan bujukan. Diharapkan dengan bantuan kepolisian, para tokoh-tokoh ormas menjadi dekat dengan kepolisian dan tidak ada pembatas antara kepolisian dan ormas maupun kelompok masyarakat tersebut sehingga tokoh-tokoh ormas dan personil tidak perlu datang kepada sasaran melainkan sasaran yang datang kepada personil Selain kepadah tokoh ormas, unit kamneg juga dapat menjaring anggota-anggota ormas lain yang dapat dipercaya menjadi informan menggunakan taktik tersebut. Pendidikan Kejuruan Kendala kedua dalam SDM satintelkam adalah masih banyaknya anggota satintelkam khusunya unit kamneg yang belum melaksanakan dikjur, dan untuk melaksanakan dikjur pastinya akan memakan waktu sementara jumlah personil Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Solusi penulis adalah dengan membuat sebuah Polres Temanggung khususnya bagi satintelkam Polres Temanggung. Dalam bab 3 dapat dilihat banyak anggota Polres Temanggung yang telah melaksanakan dikjur Intelkam namun bertugas di satuan lain. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan menjadikan para anggota tersebut sebagai narasumber dalam program tersebut dengan membagikan ilmu dan juga pengalaman pelatihan yang diterima kepada para anggota satintelkam Polres Temanggung yang belum melaksanakan pendidikan kejuruan fungsi teknis Intelkam. Walaupun hal ini bukan dikjur namun diharapkan para peserta pelatihan diharapkan mendapat pengembangan ilmu sehingga memaksimalkan kinerja fungsi teknis intelkam dalam Temanggung. Selain itu dalam pelaksanaan kegiatan intelijen, kanit memberikan pengarahan terlebih dahulu mengenai pelaksanaan tugas dan SOP yang berlaku sehingga anggota paham tahapan-tahapan aa saja yang harus dilakukan terlebih Sikap Pada sikap, personil unit kamneg satitelkam Polres Temanggung sudah baik dan tidak ada personil yang melakukan pelanggaran disiplin. Untuk motivasi setiap personil juga baik sehingga tugas dapat berjalan dengan lancar. Agar meningkatkan lagi kinerja anggota adalah dengan pemberian apresiasi dan reward kepada anggota terutama anggota yang berprestasi dalam pelaksanaan tugas. 2 Pemecahan masalah pada anggaran Anggaran Temanggung Polres operasional maupun administrasi. Untuk satintelkam Polres Temanggung diberikan sebesar Rp. 962,140,000 dan untuk unit Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Rp. Tidak terlalu banyak kendala terhadap anggaran yang dimiliki oleh unit kamneg sendiri. Hal ini juga disampaikan oleh kanit kamneg Ipda Deni Susiana,SH yang menyampaikan bahwa anggaran untuk kegiatan unit kamneg sendiri sudah hanya saja berdasarkan hasil wawancara penulis dengan anggota unit kamneg sendiri. Bripka Dedy Setiawan. SH, operasional, anggota masih menggunakan dana pribadi seperti Dari wawancara tersebut dapat disimpulkan masih kurangnya komunikasi antara anggota dan kanit dalam penggunaan anggaran oleh sebab itu penulis memberikan saran agar dilakukan anev terkait penggunaan anggaran disetiap selesai terlaksananya kegiatan intelijen pada hari itu juga dan kanit lah yang harus aktif menanyakan tentang penggunaan dana pribadi kepada anggotanya. 3 Pemecahan masalah pada Metode Metode yang digunakan oleh unit kamneg dalam intoleransi adalah dalam bentuk penyelidikan intelijen dengan cara waawncara terselubung dalam mencari informasi dan juga dalam bentuk penggalangan kepada tokoh-tokoh ormas atau tokoh masyarakat yang berpengaruh pada daerah operasi. Dalam metode agar lebih luas adalah merekrut anggota anggota ormas yang terpercaya agar menjadi informan sehingga pencari informasi tidak hanya sebatas kepada anggota satintelkam. 4 Pemecahan masalah pada saran dan prasarana Satintelkam Polres Temanggung dibekali dengan sarana Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Terdapat 19 alat khusus yang terdata dalam urmintu satintelkam Polres Temanggung. Dari kesembilan belas alsus teersebut terdapat dua alsus yang dalam kondisi rusak ringan yaitu handphone PDA mis bik dan juga kamera digital cybershot. Tentunya ini mejadi masalah karena kedua alsus tersebut Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan handphone pribadi anggota sehingga anggota tidak perlu lagi untuk membawa banyak pegangan, selain itu juga dapat menghemat waktu pelaporan karena jika menggunakan alat komunikasi pribadi dalam pengambilan gambar, gambar langsung tersimpan dan dapat dikirim kepada pimpinan dalam rangka pelaporan pelaksanaan kegiatan intelijen. Untuk unit kamneg sendiri juga mempunyai 1 unit mobil dalam menunjang kegiatan intelijen Polres Temanggung. BAB V PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil Penelitian Penulis dengan permasalah radikalisme guna mewujudkan kamtibmas yang kondusif, maka 1 Manajemen Unit Kamneg Satintelkam Polres Temanggung Perencanaan Dalam tahap perencanaan, unit kamneg sudah membuat rencana kegiatan sebelum pelaksanaan tugas mulai dari renggiat harian, mingguan, hingga bulanan. Namun masih di temukan ketidak sesuaian pada perencanaan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 yang dibuat. Terdapat rencana mingguan yang berbeda dengan yang telah dibuat pada rencana bulanan renggiat bulanan tidak dilakukan. Pengorganisasian Dalam pengorganisasian, anggota yang ditempatkan belum sesuai kemampuan karena masih banyak anggota yang ditempatkan di unit kamneg belum melaksanakan pendidikan kejuruan Pelaksanaan Pelaksanaan dilaksanakan berdasarkan renggiat yang telah dibuat. Pelaksanaan menggunakan penyelidikan dan penggalangan terhadap target seperti tokoh-tokoh ormas dan juga tokoh masyarakat setempat namun jarang kepada mantan napiter, keluarga mantan napiter, maupun pemuda pemuda di Temanggung. Pengontrolan Pengontrolan dilakukan oleh kasat intelkam selaku pimpinan tertinggi di Satintelkam Polres Temanggung. Salah bentuk pengotrolan adalah pembuatan rekap produk terutama laporan informasi yang dibutkan rekap setiap bulannya. namun berdasarkan rekap yang diperoleh, pembuatan laporan informasi atau LI masih belum konsisten dan sedikit. 2 Sumber Daya Organisasi Unit Kamneg Satintelkam Polres Temanggung Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia yang dimiliki Satintelkam Polres Temanggung masih memiliki beberapa kekurangan seperti masih kurangnya jumlah anggota kemudian masih banyak anggota yang belum megikuti pendidikan Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 Anggaran Anggaran yang dimiliki unit Kamneg satintelkam Polres Temanggung masih bisa memenuhi kegiatan operasional sehari-hari namun masih ketertutupan antar kanit dan menggunakan uang pribadi saat melaksanakan tugas Metode Metode penggalangan adalah wawancara terselubung dengan bercerita bersama target dengan disisipkan pertanyaanpertanyaan terselubung guna mencari informasi dengan mendatangi tempat-tempat yang diindikasi terpapar paham radikalime Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang dimiliki unit Kamneg satintelkam Polres Temanggung masih dalam kondisi yang baik dan masih dapat mendukung kegiatan Saran 1 Manajemen Unit Kamneg Satintelkam Porles Temanggung Perencanaan Saran penulis adalah unit kamneg satintelkam Polres Temanggung adalah pembuatan papan informasi yang memuat semua renggiat dari satintelkam sehingga personil dapat selalu melihat kegiatan yang akan dilaksanakan dan diharapkan jika terjadi kesalahan lagi, dapat segera diketahui dan dapat segera diperbaiki. Pengorganisasian Pada Berdasarkan HTCK satintelkam Polres, hubungan koordinasi kasat Intelkam Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 adalah dengan unsur internal dan eksternal polri. Unsur eksternal hanya meliputi institusi pemerintahan maupun ormas-ormas setempat. Oleh karena itu, satintelkam harus memperluas lagi ke admin-admin halaman media sosial setempat agar menyesuaikan dengan pertukaran informasi di era teknologi. Pelaksanaan Pada pelaksanaan penyelidikan dan penggalangan tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh termasuk juga mantan napiter besera keluarganya. Saran penulis adalah penyelidikan dan penggalangan dilakukan juga kepada para pemuda dan remaja karena pemuda dan remaja sangat rentan terpapar paham radikalisme. Pengontrolan Dalam laporan informasi, saran penulis agar tetap konsisten, kasat intelkam membuat target minimal berapa laporan personel untuk mengejar target yang ditentukan. 2 Sumber Daya Organisasi Unit Kamneg Satintelkam Polres Temanggung Sumber Daya Manusia Saran penulis pada sdm unit kamneg satintelkam Polres Temanggung adalah dalam menyingkapi kurangnya personil adalah dengan membuat sumber informasi yang datang dan memberikan informasi sendiri ke Polres. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan bantuan berupa pelayanan kepolisian seperti pembuatan SIM. SKCK, surat-surat perizinan dan lain-lain. Kemudian melaksanakan dikjur, dilakukan program belajar yang dimana pengajar berasal dari anggota yang telah Jurnal Tanggon Kosala Vol. 12 No. Okt 2023 p-ISSN: 2087-0043 e- ISSN: 2775-8478 melaksanakan dikjur tapi berdinas diluar satintelkam. Program ini sebaiknya dilaksanakan setiap tahun agar selalu menyegarkan keahlian anggota. Anggaran Dalam penggunaan anggaran semaksimal mungkin anggaran yang digunakan tidak dari uang pribadi personil. Jika terpaksa menggunakan uang pribadi, maka anggota wajib melaporkannya kepada kanit agar segera diganti. Metode Pada metode dengan perekrutan infroman, pemilihan benar-benar informasi yang diberikan benar-benar sesuai dengan fakta yang terjadi. Sarana dan Prasarana Saran penulis untuk sarana dan prasaran adalah selelu dilakukan pengecekan bulanan terhadap inventaris yang Pengecekan fisik maupun jumlah ada terdata apakah sesuai dengan keadaan riilnya. DAFTAR PUSTAKA