GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT (RELATING, EXPERIENCE. APPLYING. COOPERATION. TRANSFER) TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN PADA PESERTA DIDIK (Studi Korelasi Peserta Didik Kelas XI IPA MA AL-Khairiyah Rancaranj. Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Coresponding email: 1suzylawati2000@gmail. com, 2 damanhuri@untirta. 3 wika_hardika@untirta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model REACT (Relating. Experience. Appying. Cooperation. Tranferin. Terhadap Hasil Belajar PPKn Pada Peserta Didik Kelas XI IPA di MA Al-Khairiyah Rancaranji. Penelitian ini merupakan penelitian jenis korelasi dengan pendekatan Subyek dalam penelitian ini ada seluruh peserta didik kelas XI jurusan IPA di MA Al Ae Khairiyah Rancaranji Tahun 2022/2023 berjumlah 40 orang yang dijadikan sebagai populasi sekaligus sampel dalam penelitian. Untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang ada dalam penelitian ini, maka dilakukan diantara-Nya. uji liniaritas, homogenitas, normalitas, dan regresi sederhana. Hasil yang didapat dari seluruh uji prasyarat yang telah dilakukan dinyatakan telah memenuhi syaratatau asumsi masing-masing dari setiap pengujian yaitu bersifat . ormal, linear dan homoge. Dan hasil akhir yang menggunakan product momen dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model REACT terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik, yang signifikan dengan arah pengaruh yang bersifat positif. Dengan demikian dalam penelitian ini diketahui bahwa terdapat pengaruh antara penerapan model REACT terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik di MA Al Khairiyah Rancaranji. PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 Kata-kata kunci : Model REACT. Hasil Belajar. Pembelajaran PPKn Pendahuluan Pembelajaran merupakan suatu proses tranformasi ilmu antara peserta didik denganpendidik untuk mendapatkan pengetahuan serta penguasan kemahiran dalam pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan adanya proses pembelajaran, peserta didik akan dengan mudah memahami suatu materi yang diajarkan oleh pendidik. Proses pembelajaran merupakan tahapan-tahapan yang dilalui dalam mengembangkan kemampuan kongnitif, afektif dan psikomotor seseorang atau bisa diartikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta Menurut Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud pendidikan menyatakan bahwa belajar merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Adapun yang dimaksud dengan pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sedangkan Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan di sekolah-sekolah, sebagai mata pelajaranakademik yang memiliki kemiripan dengan bidang politik atau Prosespembelajaran PPKn perlu fokus pada berbagai interaksi sosial dalam hubungan warga- ke-warga. Namun saat ini, proses pembelajaran PPKn masih banyak menggunakan metode ceramah. Metode Ceramah yaitu Salah satu Metode Pembelajaran tradisional sangat praktis dan efisien dalam proses pembelajaran dari sejumlah besar model yang ada. Dalam proses pembelajaran dari tingkat paling dasar hingga lembaga pendidikan tinggi, dominan menggunakan model ceramah tersebut. Yang mana model cerama juga selain model pembelajaran yang praktis dan efisien tetapi terdapat suatu kelemahan yaitu,Minimnya kesempatan untuk berdiskusi memecahkan kasus. Melatih keberanian pada saat mengemukakan pendapat. Proses penyerapan pengetahuan kurang dikarenakan bertumpu dalam satu arah, kurang memberi ruang bagi para peserta didik untuk berbagi kreativitas, pembelajaran yang kurang kreativitas akan GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 menyebabkan situasi kelas yang monoton, kurangnya kemampuan pengajar pada berorasi yang baik akan menciptakan peserta didik cepat bosan, sangat sulit mendeteksi sejauh mana taraf pemahaman semua peserta didik, dan peserta didik gampang lupa atas apa yang telah disampaikan oleh pendidik. Sebagai upaya untuk mengoptimalisasikan proses pembelajaran Pancasila diperlukan sebuah model pembelajaran baru, salah satunya melalui model pembelajaran berbasis Relating. Experience. Applying. Cooperation, dan Transfering. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam pembelajaran PPKn di kelas sering kali muncul permasalahan, terutama pada hasil belajar yang kurang Dari pengamatan yang dilakukan peneliti pada tanggal 20 Mei 2022 di MA Al-Khairiyah Rancaranji, masalah umum yang muncul adalah keterampilan siswa belum diasah menjadi baik dan keterampilan berpikir telah mencapai standar waktu, karena pembelajaran di kelas masih berpusat pada guru, yang mana proses pembelajaran hanya sampai pada proses tahap pemahaman saja. Selain itu, model dan teknik pembelajaran juga tidak terlalu menarik karena guru memulai pelajaran dengan cerita, membaca apa yang sudah ada di buku, dan menyelesaikan saat bel Namun pada kenyataannya, kegiatan yang dilakukan di sekolah menunjukkan bahwa sebagian besar guru lebih aktif dari pada siswanya. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan belajar menggunakan strategi pembelajaran Relating. Experience. Applying. Cooperation, dan Transfering. Menurut (Sulistyaningsih and Prihaswati, 2. REACT adalah salah satu model pembelajaran kontekstual dengan mengaitkan permasalahan dengan masalah-masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dengan model REACT ini memaknai suatu konsep peserta didik diharuskan mampu mencari permasalahan yang ada disekitar lingkungannya sampai kepada kesimpulan untuk menentukan ide dan konsep yang sesuai berdasarkan permasalahan yang ada. Jadi, dengan menggunakan model REACT ini peserta didik mampu mencari solusi dari suatu permasalahan dalam pembelajaran PPKn. Peserta didik diajak untuk menemukan sendiri konsep yang dipelajari, bekerjasama, menerapkan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan mentransfer dalam kondisi baru. Peserta didik tidak akan cepat merasa bosan dan lebih termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran serta mudah untuk memahami materi yang akan mereka pelajari dan proses pembelajaran yang juga menghadirkan atau mengaitkan suatu permasalahan yang mereka temukan di kehidupan sehari-hari, sehingga peserta didik akan mampu menganalisis, akan lebih mudah untuk menghubungkannya GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 kedalam pembelajaran, mampu mengaplikasikan serta memanfaatkannya di kehidupan nyata . Berdasarkan uraian di atas, survei akan dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran REACT. Model ini merupakan salah satu model pembelajaran yang palingefektif dan diperkirakan mampu meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran PPKn pada peserta didik. Terutama pada kemampuan ranah kognitifnya, yang mana hasil belajar kognitif merupakan hasil belajar yang ada kaitannya dengan ingatan, kemampuan berfikir atau intelektual. Pada ranah ini hasil belajar terdiri dari tujuh tingkatan yang sifatnya hierarkis. Hasil belajar kognitif dapat dikatakan suatu Proses pembelajaran yang melibatkan kognisi termasuk persepsi sensorik dari rangsangan eksternal, penyimpanan dan pemrosesan informasi di otak, dan pengambilan informasi ketika diperlukan untuk memecahkan masalah, yang mengarah ke arah kognitif memainkan peran paling pentingdalam kaitannya dengan unit penelitian. Metode Jenis penelitian yang digunakan penelitian merupakan metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Metode dan pendekatan penelitian ini dipilih karena disesuaikan dengan rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini. Menurut Sugiyono, . dalam (Susilawati et al. mengartikan penelitian kuantitatif sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, yang digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument, analisis data bersifat kuantitatif dan statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetpakan. Yaitu untuk mengetahui terdapat pengaruh atau tidak mengenai pengaruh penerapan model react terhadap hasil belajara PPKn pada peserta didik. Penelitian ini berlangsung pada semester ganjil tahun ajaran 2022-2023. Uji validitas dilakukan pada peserta didik kelas XI IPA di MA Al-Khairiyah Rancaranji berjumlah 40 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuisioner, tes hasil belajar dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, dikarenakan ruang lingkup yang diteliti adalah pengaruh penerapanmodel REACT terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik di MA Al-Khairiyah Rancaranji, yang mana terdapat dua variabel yang ditentukan diantaranya Model REACT (Variabel X) dan Hasil Belajar (Variabel Y). masing-masing variabel dijabarkan kedalam sub-indikatator dan disusun sebagai butir-butir instrument berupa pertanyaan negative positif. Serta setiap responden berhak memilih dengan cara menberikan tanda centang (O. pada salah satu GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 jawaban yang dianggap tepat. Untuk menguji validitas data, peneliti menggunakan validitas kontruk dan Adapun rumus yang digunakan adalah korelasi product Setelah melakukan uji validitas selanjutnya menguji reliabelitas dengan skor uji spearman brownyang hasilnya akan dibandingkan dengan Analisis data yang digunakan yaitu uji linieritas, uji homogenitas, uji normalitas dan uji hipotesis. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan rumus kolomogorov smironov, uji linieritas dengan nilai signifikansi 0,005, uji homogenitas dengan jenis levene dan uji regresi sederhana serta uji product moment yang menentukan jawaban dari rumusan masalah yang ada. Hasil dan Pembahasan Hasil Data hasil penelitian yaitu untuk memberikan gambaran umum mengenai hasil pengelolaan data yang didapat dari dua variabel dalam penelitian ini, yaitu model pembelajaran REACT dan hasil belajar PPKn. Penelitian ini memuat hasil berturut-turutdari uji validitas yang menguji valid dan tidak validnya suatu instrument yang telah peneliti susun antara variabel X (Model REACT) dan variabel Y (Hasil Belaja. Sehingga instrument tersebut bisa atau tidaknya dapat digunakan dalam penelitian. Kemudian hasil reliabelitas yang menguji keandalan dari instrument yang hendak digunakan dalam penelitian, yang apabila kedepannya digunakan untuk meneliti lebih lanjut dipopulasi yang berbeda dengan varians yang sama yaitu sama-sama peserta didikkelas XI IPA di MA Al-Khairiyah Rncaranji. Selanjutnya melakukan uji prasyaratdiantaranya . uji linieritas yaitu untuk mengetahui apakah antara variabel X (Model REACT) dan V ariabel Y (Hasil Belaja. saling berhubungan berbanding lurus. selanjutnya uji homogenitas untuk mengetahui populasi memiliki varians yang sama, uji normalitas yaitu untuk menguji normal atau tidaknya data yang disebarkan kepada populas, dalam populasi ini yaitu peserta didik kelas XI IPA, tahap selanjutnya yaitu uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh variabel terikat, secara parsial . maupun bersamaan . , suatu hipotesis disini dapat diterima atau ditolak secara statistic dapat dihitung melalui tingkat signifikasinnya. Selanjutnya sebelum penyebaran angket kepada responden, terlebih dahulu angketdilakukan pengujian validitas dan realibilitas dengan tujuan untuk mengetahui layak atau tidaknya angket digunakan, penguian validitas tersebut telah diuji oleh pihak yang ahli dalam bidangnya, yaitu guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Di MA GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 Al-Khairiyah Rancaranji. TABEL 1. Hasil Uji Validitas Butir Angket Uji Modul REACT (X) Hasil Belajar (Y) Valididat Konstruk Validitas Empiris Dari tabel diatas diketahui bahwa terdapat butir angket yang diuji konstruk oleh ahli pada masing-masing variabel berjumlah 25 butir untuk variabel X (Model REACT) dan 40 soal tes variabel Y (Hasil Belaja. Kemudian setelah dilakukannya uji ahli, agkettersebut disebarkan untuk di uji cobakan kepada peserta didik, yang kemudian diketahui nutir angket yang valid dan tidaknya. Kemudian setelah diketahui butir angket yang valid, selanjutnya diuji reliabelitas untuk mengetahui tingkat keandalan dari angket penelitian. Tabel 2. Hasil Uji Reliabiliitas Variabel Rtabel Keterangan Reliabel Reliabel Setelah instrument diketahui valid dan reliabel, maka peneliti menyebarkan angketkepada responden yang kemudian data dari angket tersebut diolah oleh peneliti untuk menemukan jawaban dari permasalahan penelitian untuk menemukan jawaban daripermasalahan penelitian melalui uji pra syarat. Yaitu diantranya sebagai berikut: Tabel 3. Uji Linieritas GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 Berdasarkan tabel 3. di atas, dapat disimpulkan bahwa pengaruh penerapan model pembelajaran REACT (Reacting. Experience. Applying. Coorperation. Transferin. terhadap hasil belajar PPKn pada pesrta didik memiliki nilai deviation from liniearity sebesar 0,581 > 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang liniear. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Secara umum, uji normalitas dapat dilakukan melalui 4 teknik yaitu diantaranya: skewness-kurtosis, uji statistik . olomogorov-smironov dan shapiro-wil. Dari ke-empatteknik tersebut tentu memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Dalam beberapa kasus uji normalitas data secara analitik dan deskripstif tidak jarang ditemukanhasil yang berbeda (Dahlan, 2. Uji normalitas dengan kolmogorov-smirnov menunjukan hasil 0,304>0,05 maka menujukan data tersebut normal. Kemudian, agar lebih menjelaskan normalnya distribusi data, dapat dilihat dari gambar berikut yangpeneliti buat dengan bantuan program SPSS 25. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 Tabel 5. Hasil Uji Coba Homogenitas Levene Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic Hasil Belajar PPKn Sig. Based on Mean Based on Median Based Medianand with Based on Dilihat dari hasil uji coba homogenitas, terlihat bahwa nilai signifikasi data penelitian yaitu sebesar 0,227 Apabila dikaitkan dengan teori dasar pengambilan keputusan homogenitas suatu data, yaitu apabila hasil nilai levene statistic > 0,05, maka distribusi data adalah homogen. Sebaliknya, jika nila levene statistic < 0,05. Dalam hal ini nilai signifikan atau hasil levene statistiknya adalah sebesar 0,22 7yang artinya lebih besar dari 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa data penelitian memenuhi dasar keputusan homogenitas dan dapat dianggap homogen. Tabel 6. Hasil Uji Product Moment Correlations Model REACT Model REACT Pearson Correlation Sig. -taile. Sum of Squares and Cross-products Covariance Hasil Belajar PPKn GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 Hasil Belajar PPKn Pearson Correlation Sig. -taile. Sum of Squares and Cross-products Covariance Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai pearson correlation sbesar 0,653yang mana hal tersebut menunjukkan bahwa variabel model REACT (X) terhadap hasilbelajar PPKn pada peserta didik (Y) memiliki korelasi dengan tingkat AukuatAy. Dilihat dari tabel Kriteria Tingkat Keeratan Hubungan. Analisis Liniear Regresi Sederhana Langkah sebelum mendeskripsikan hasil uji regresi terlebih dahulu harus melakukan analisis korelasi untuk mengetahui tinigkat keeratanm hubungan antara dua variabel. Untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara variabel X . odel REACT) dan Y . asil belajar PPK. maka dihitung dahulu koefisien korelasinya. Adapun hasilnya sebagai berikut. Tabel 7. SUMMARY Model Model Summaryb Adjusted R Square RSquare Std. Error ofthe Estimate Predictors: (Constan. Model REACT Dependent Variable: Hasil Belajar PPKn Berdasarkan tabel hasil summary di atas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa kolom R mnunjukkan korelasi dari hubungan sebesar 0,653. Berarti korelasi atauhubungan antar variabel mempunyai hubungan yang kuat. Dan dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi sebesar 0,524. Angka tersebut dapat diartikan jikapengaruh variabel bebas (Model REACT) terhadap variabel terikat . asil belajar PPK. adalah 52,4%. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 Koefisien Secara umum rumus persamaan regresi sederhana adalah Y = a bX. Sementara untuk mengetahui nilai koefisien regresi tersebut dapat dilihat padatabel coefficients sebagai berikut. Tabel 8. Koefisien Coefficientsa Standardized Coefficient Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Model REACT Sig. Beta Dependent Variable: Hasil Belajar PPKn Dari tabel di atas, diketahui bahwasanya nilai konstan a sebesar 9,642 dengan nilai koefisien regresi b 2,814. Sehingga persamaan regresi dapat diterjemahkan menjadi: Y = a bX Y = 9,642 2,814X a = angka konstan dari unstandarized coeffisien. Dalam hal ini nilai a sebesar 9,642 di mana angka tersebut merupakan angka konstan yang memiliki arti bahwa nilai koefisien variabel model REACT sebesar 9,642. Koefisien regresi X sebesar 2,814 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% model REACT maka nilai partisipasi bertambah sebesar 2,814. Di mana koefisien regresi tersebut bernilai positif yang dapat dikatakan bahwa arah variabel X terhadap variabel Y adalah positif. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 Berdasarkan out put pada table Coofficient diatas, diketahui nilai t hitung sebesar7,541. Karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel dimana t tabel pada df n = 40 diperoleh nilai t tabel yakni sebesar 1,684. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabelX . odel REACT) dan Variabel Y (Hasil Belajar PPKn ). Pembahasan Dalam pembahasan ini untuk membahas bagaimana pengambilan keputusan suatu data yang telah didapat. Hasil Uji liniaritas yang dilakukan peneliti bertujuan untuk mengetahui apakah dari dua variabel tersebut mempunyai hubungan yang liniear atau tidak secara Dapat dikatakan libiear apabila taraf signifikansi lebih kecil 0,05 hal ini berdasarkan pengujian liniearitas yang telah dilakukan peneliti menggunakan bantuan program IBM SPSS 25 diperoleh hasil nilai signifikan sebesar sebesar 0,581 > 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang liniear. Berdasarkan pengujian kolomogorv smirnof tersebut diperoleh nilai 0,304>0,05 dengan taraf signifikan 0,304. Nilai tersebut > 0,05. Hal tersebut membuktikan bahwa data penelitian berupa angket variabel X . odel REACT) dan variabel Y . asil belajar PPK. berdistribusi normal. Sleanjutnya untuk uji normalitas, peneliti menabmbahkan hasil pengujian dengan menyajikan hasil dalam bentuk histogram dan kurva p-plot. Dari kedua bentuk kurva tersebut, yang mana hasil histogram membentuk lonceng sempurna dan kurva p-plot membentuk berada pada sekitar garis lurus. Dalamhasil perhitungan uji homogenitas yang menggunakan bantuan program IBM SPSS 25 diperoleh nilai sebesar 0,227. Apabila dikaitkan dengan teori dasar pengambilan keputusan homogenitas suatu data, yaitu apabila hasil nilailevene statistic > 0,05, maka distribusi data adalah homogen. Sebaliknya, jika nilai levene statistic < 0,05. Dalam hal ini nilai signifikan atau hasil levene statistiknya adalah sebesar 0,22 7yang artinya lebih besar dari 0,05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa data penelitian memenuhi dasar keputusan homogenitas dan dapat dianggap homogen. Dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil analisis hasil korelasi product moment sebesar 0,653 yang mana hal tersebut menunjukkanbahwa variabel model REACT (X) terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik (Y) memiliki korelasi dengan tingkat AukuatAy. Dilihat dari tabel Kriteria Tingkat Keeratan Hubungan. Dibandingkan GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan . PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 dengan Ttabel tingkat signifikan5% atau 0,05 dengan n=40 yaitu sebesar 7,54. Jadi. Thitung > Ttabel. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis nol (H. yaitu tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model REACT dan hasil belajar PPKn pada peserta didik ditolak, dan (H. yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model REACT dan hasil belajar PPKn pada peserta didik dinyatakan diterima. Analisis liniear regresi sederhana bertujuan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel. Dari hasil analisis regresi liniear sederhana yang dilakukan dengan bantuan program IBM SPSS 25 diperoleh nilai R yang merupakan simbol dari koefisien dengan nilai korelasi sebesar 0,653 nilai tersebut dapat diinterpretasikan bahwa hubungan keduaq variabel penelitian X . odel REACT) dan variabel Y . asil belajar PPK. berada pada kategori kuat. Hal tersebut dikarenakan nilai koerfisien sebesar 0,653 > 0,05. Melalui pengujian analisis regresi liniear sederhana yang dilakukan peneliti jugamemperoleh nilai R square atau koefisien determinan (KD) yang menunjukkan sberapa bagus model regresi yang dibentuk oleh interaksi atau hubungan variabel dependen . odel REACT) dan variabel independen . asil belajar PPK. menunjukkan angka sebesar 0,524. Angka tersebut dapat diartikan jika pengaruh variabel bebas (Model REACT) terhadap variabel terikat . asil belajar PPK. adalah 52,4% dan dapat dikatakan berpengaruh positif. Artinya, jika semakin tinggi model REACT . ariabel X) maka semakin tinggi pula hasil belajar PPKn . ariabel Y). Sedangkan 47. 6% lainnya merupakan faktor yang tidak mempengaruhi hasil belajar PPKn variabel Y. Untuk menguji sberapa besar pengaruh antara variabel X . odel REACT) dan variabel Y . asil belajar PPK. peneliti menggunakan analisis uji T dengan bantuan program IBM SPSS 25. Dari hasil analisis uji T diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel X . odel REACT) dan variabel Y . asil belaja. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji T sebesar 7,541. Sedangkan pada Ttabel 1,684 pada taraf signifikan 5% yang berarti bahwa menunjukkan H1 diterima. Selain itu juga diperoleh persamaanregresi Y = 9,642 2,814X. persamaan tersebut sesuai dengan prsamaan rumus regresi liniear sederhana Y = a bX, dimana Y merupakan lambang variabel terikat, a merupakan konstanta dan b merupakan koefisien regresi untuk variabel bebas (X). dapat disimpulkan dari hasil uji T terdapatpengaruh antara variabel X terhadap variabel Y dengan kata lain menerima H1 yaitu: terdapat pengaruh yang signifikan antara model REACT terhadap hasil belajar PPKn di MA Al-Khairiyah Rancaranji dan menolah H0, yaitu tidak . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan PENGARUH PENERAPAN MODEL REACT Susilawati1. Damanhuri2. Wika Hardika Legiani3 terdapat pengaruh yang signifikan anatara model REACT terhadap hasil belajar PPKn peserta didik di kelas XI jurusan IPA di MA Al-Khairiyah Rancaranji. Simpulan Berdasarkan temuan dan hasil analisis penelitian dapat diperoleh sesuai hipotesis yang ada yaitu terdapat pengaruh H0 : Tidak terdapat pengaruh penerapan model REACT terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik, sedangkan H1 : Terdapat Pengaruh Model REACT Terhadap Hasil Belajar Ppkn Peserta Didik. Simpulan dari hasil penelitian laporan skripsi Terdapat Pengaruh Model REACT Terhadap Hasil Belajar PPKn kelas XI jurusan IPAdi MA AlKhairiyah Rancaranji. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi product moment (Rx. sebesar 0,653 dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Yang dimana, apabila nilai korelasi Thitung > Ttabel taraf signifikan < 0,05 dan koefisien determinan bernilai menandakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara model REACT terhadaphasil belajar PPKn pada peserta didik. Daftar Pustaka