PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM PEMELIHARAAN KAPAL TERENCANA Eka Wahyu Ardhi1. Setyo Nugroho1. Triwilaswandio Wuruk Pribadi2. Departemen Teknik Transportasi Laut FTK. ITS Surabaya ardhi@gmail. 2 Departemen Teknik Perkapalan FTK. ITS Surabaya ABSTRAK Biaya operasi kapal yang tinggi merupakan tantangan bagi setiap industri maritim, dalam beberapa studi ditemukan bahwa komponen biaya untuk perawatan kapal mencapai 40% dari keseluruhan biaya operasi kapal, untuk itu diperlukan suatu perbaikan sistem perawatan kapal untuk menekan biaya ini namun tidak mengakibatkan kualitas pelayanan menurun. Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana/Planned Maintenance System (SPKT/PMS) adalah suatu sistem yang menyangkut/mengenai rencana-rencana, prosedur-prosedur, dan langkah-langkah untuk mengurangi pemeliharaan tak terduga/darurat . menjadi sekecil mungkin, sehingga dapat menekan biaya pemeliharaan menjadi sekecil mungkin. SPKT juga merupakan suatu sistem yang akan menolong untuk dapat mengetahui lebih awal kebutuhan-kebutuhan pemeliharaan yang akan datang, mengurangi pemakaian suku cadang . pare part. dan inventaris . , menghindari pemborosan pemakaian tenaga kerja/jam orang untuk pemeliharaan, menekan waktu dan biaya docking, dan secara umum dapat menghemat biaya pemeliharaan kapal, serta menjamin kondisi teknis kapal sehingga meningkatkan waktu pengoperasian kapal karena kondisi layak laut kapal yang lebih lama. Pemeliharaan terencana rneliputi pekerjaan pemeliharaan perbaikan . orrective maintenanc. dan pekerjaan pemeliharaan pencegahan . reventive maintenanc. Standard Operation Procedure Planned Maintenance System yang telah dibuat di desain untuk kegiatan PMS yang bersifat manual, dalam artian menggunakan media form-form berbasis kertas yang harus di-isi secara manual oleh semua entitas sistem PMS. Proses PMS secara manual membuat user harus lebih aktif dalam melakukan isian form yang sudah ada, diantaranya adalah memilah-milah perawatan harian, mingguan, bulanan dan lain sebagainya. Tantangan terbesar implementasi teknologi informasi pada Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana adalah bagaimana mentransformasikan SOP yang bersifat manual menjadi berbasis elektronik sehingga meningkatkan kualitas sistem menjadi lebih baik. Jurnal ini menguraikan langkahlangkah implementasi teknologi informasi pada Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana mulai dari transformasi SOP, arsitektur jaringan dan metode pelaporan Kata Kunci: Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana. Planned Maintenance System. Standard Operation Procedure, pengoperasian kapal Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya 11 PENDAHULUAN Latar Belakang Tantangan terbesar kegiatan pelayaran adalah biaya perawatan yang tinggi. Agar kegiatan tetap bisa berjalan dengan optimal, diperlukan sebuah perencanaan yang matang dalam kegiatan perawatan Meskipun dalam kenyataannya, prosedur dan rencana yang sudah terususun baik untuk rencana perawatan kapal sering kali gagal terlaksana karena berbenturan dengan jadwal operasi kapal yang sangat padat. Kurangnya koordinasi antara pihak kantor , pihak kapal, serta pihak charterer, sering kali menjadi sebab utama kegagalan melaksanakan rencana perawatan kapal disamping faktor-faktor lain misalnya sulitnya mendapatkan suku cadang dan perlengkapan serta rute kapal yang acak . dan merupakan pelayaran pendek. Penerapan Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) dalam Planned Maintenance System dapat membantu mempermudah proses perencanaan dan pengambilan keputusan, serta menjaga agar data tetap konsisten dan terjamin kebenarannya, karena data dari lapangan akan disimpan secara langsung dikantor pusat, sehingga meminimalisasi kesalahan data. Selain itu data yang terdokumentasi dengan baik akan memudahkan proses pencarian kembali apabila diperlukan di kemudian hari, baik sebagai bentuk pertimbangan maupun data statistik. 2 Sistem Pemeliharaan Terencana/ Planned Maintenance System (PMS) Sistem Pemeliharaan Terencana / Planned Maintenance System (PMS) adalah suatu sistem mengenai rencana-rencana, prosedur-prosedur, dan langkah-langkah untuk mengurangi pemeliharaan darurat . , sehingga dapat menekan biaya pemeliharaan menjadi sekecil PMS juga merupakan suatu sistem pendukung untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan pemeliharaan yang akan datang, mengurangi pemakaian suku cadang . pare part. dan inventaris . , menghindari pemakaian tenaga kerja secara berlebihan untuk pemeliharaan, menekan waktu dan atau biaya pengedokan, dan secara umum dapat menghemat biaya pemeliharaan kapal, dan juga menjamin kondisi teknis/laik laut kapal sehingga meningkatkan waktu pengoperasian PMS dapat berupa sistem yang berbasis dokumen atau software yang memungkinkan pemilik kapal atau operator untuk melaksanakan pemeliharaan dalam interval menurut persyaratan galangan dan klasifikasi. Pemeliharaan didasari oleh inspeksi yang dilakukan secara periodik. Perencanaan dan penjadwalan pemeliharaan, serta dokumentasi, harus dibuat sesuai dengan sistem yang disetujui oleh klasifikasi. Perencanaan pemeliharaan meliputi bagian-bagian lambung, permesinan dan sistem kelistrikan, serta peralatan beserta komponen-komponen dari bagian-bagian Perincian dan pengkodean komponen-komponen tersebut dilihat pada Ship Work Breakdown. 3 Elektronic Planned Maintenace System . PMS) Electronic Planned Maintenance System . PMS) adalah sebuah Planned Maintenance System / Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana yang berbasis elektronik / berbasis teknologi ePMS menggunakan serangkaian teknologi untuk menggantikan PMS manual sehingga menjadi lebih mudah digunakan dan meningkatkan daya guna sistem PMS. Implementasi ePMS selain untuk mengubah format data dari manual menjadi elektronik, juga melakukan serangkaian perubahan proses pada PMS manual sehingga menjadi lebih mudah 12 Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya digunakan, baik dalam hal perawatan, otorisasi, perencanaan maupun pelaporan. Aplikasi ePMS memudahkan komunikasi antar entitas yang terlibat dalam proses PMS, komunikasi tidak dibatasi oleh media fisik yang berpeluang memperlambat proses tetapi diubah menjadi media digital yang bisa di akses secara Tiap Ae tiap entitas bisa mendapatkan informasi secara aktual sesuai dengan hak aksesnya terhadap Penggunaan e-PMS terdiri dari 2 blok besar yakni: Pengisian data di lapangan. Petugas di lapangan, baik kru kapal maupun petugas pangkalan, akan mengisi data-data berkenaan dengan kegiatan PMS melalui perangkat Perangkat ini digunakan untuk memudahkan mobilitas dari Data yang diambil meliputi data: - Teks sesuai dengan form yang adal dalam aplikasi - Foto atau gambar, baik gambar kapal maupun beberapa dokumen yang berkaitan dengan PMS Gambar : Skema Pengambilan Data di Lapangan (Petugas lapangan mengisi data dengan perangkat tablet dengan isian teks dan Pertukaran data Data yang telah diambil oleh petugas lapangan dikirim melalui aplikasi tersebut pada server pusat untuk dapat diakses, baik melalui web maupun Data akan tersimpan dalam server sehingga pencarian dan pemanggilan data kembali mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja. Gambar : Skema Pertukaran Data 1 Sistem Kode Kode ini berdasarkan dari ship breakdown untuk memudahkan inventarisasi data komponen-komponen kapal. Sistem Kode yang diperkenalkan dan dipakai di sini adalah Sistem Kode Standar dari Marine Systems Division - The Universitas of Michigan, dimana kapal dibagi atas 5 bagian utama, yaitu: Bagian Lambung (Hull Part. Bagian Permesinan (Machinery Part. Bagian Peralatan dan Perlengkapan (Ship's Equipment Part. Bagian Kelistrikan (Electrical Part. Bagian Alat Keselamatan dan Pemadam kebakaran (Safety & Fire Fighting Equipment Part. Sistem kode ini terdiri dari 3 digit, dimana digit pertama menunjukkan bagian utama . ain section. , dan tiap main section dibagi lagi dalam satu digit section . aitu digit kedu. , serta tiap bagian section dibagi lagi dalam satu digit sub section . aitu digit ketig. Tujuan Tu j u a n d a r i i m p l e m e n t a s i teknologi informasi pada sistem pemeliharaan kapal terencana adalah Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya 13 merancang dan membuat sebuah alat bantu atau aplikasi . iranti luna. dalam proses perencanaan dan monitoring perawatan kapal-kapal. Alat bantu atau aplikasi tersebut juga mampu memberikan dan menyediakan informasi mengenai estimasi/perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk perawatan kapalkapal per tahun hingga 10 tahun ke depan. Disamping itu aplikasi tersebut nantinya akan dapat membantu dalam penyusunan daftar perbaikan pada saat kapal akan melaksanakan docking tahunan . epair list dockin. Metodologi Penelitian Mempelajari SOP Pemeliharaan Kapal Sistem Operasi dan Prosedur yang bersifat manual tentang perawatan kapal baik dalam negeri dan luar negeri dipelajari untuk memberikan gambaran nyata tentang proses perawatan kapal yang baik dan benar. Beberapa perubahan-perubahan yang perlu dilakukan atau disesuaikan dengan kondisi sistem elektronik agar sistem dapat berjalan dengan baik. Survei Lapangan Survei implementasi teknologi informasi pada perawatan kapal dilakukan pada 5 kapal dengan kegiatan survei adalah sebagai Survei kapal Mengambil data teknis kapal dan data riwayat perbaikan dan pemeliharaan yang telah dilaksanakan oleh kapal. Data dapat berupa teks, form-form, maupun gambar Data yang diambil adalah: Bagian konstruksi lambung: Bagian permesinan dan sistem Bagian peralatan di deck: Survei infrastruktur lokasi Mengetahui kondisi infrastruktur komunikasi data di lapangan sebagai dasar penggunaan teknologi komunikasi data yang akan digunakan. Pembuatan Desain Arsitektur Aplikasi Keluaran dari kegiatan ini adalah: desain arsitekur, baik desain aplikasi maupun desain komunikasi data sesuai dengan hasil dari kegiatan persiapan. 1 Desain Aplikasi Desain antarmuka pengguna/user interface yang familiar dan mudah digunakan . ser friendl. , disesuaikan dengan form-form yang ada dalam PMS Desain database sesuai dengan peruntukan dan kodefikasi. Database dirancang sedemikian hingga dapat digunakan untuk modular . udah 2 Desain Komunikasi Data Arsitektur komunikasi data serta teknologi dan metode yang digunakan dalam pertukaran data antara pusat dan pangkalan, sehingga pertukaran data dapat terus berlangsung Pembangunan Aplikasi Keluaran dari kegiatan ini adalah: aplikasi e-PMS web-based dan mobile-based. Aplikasi mencakup modul-modul sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan pelayaran yang telah diberikan, baik aplikasi web-based maupun mobile-based. Aplikasi dibangun berdasarkan hasil yang telah diperoleh dalam kegiatan sebelumnya. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 kegiatan Pembangunan aplikasi Ujicoba aplikasi, baik secara internal maupun melibatkan 14 Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya pengguna Implementasi di server Ujicoba Ujicoba dilakukan dengan memasukkan data komponen dan inventaris pada 1 kapal yang telah dilakukan proses survei untuk melihat bagaimana sistem bekerja. Apabila sudah tidak ada masalah, proses akan masuk pada tahap implementasi pada 5 kapal yang telah di survei Implementasi Implementasi teknologi informasi pada pemeliharaan kapal dilakukan pada 5 kapal yang telah dilakukan proses survey. Implementasi dilakukan dengan instalasi server dan client serta memasukkan datadata komponen serta inventaris pada sistem ePMS Hasil Penelitian Desain Komunikasi Data Aplikasi ini dibangun dengan konsep client-server dengan menggunakan jaringan internet melalui komunikasi seluler yang menghubungkan antara kapal, pangkalan dan pusat. Server data diletakkan pada servis cloud sehingga bisa diakses secara 24/7 oleh setiap bagian sistem / penguna. Data yang dikirimkan dari kapal dengan menggunakan perangkat tablet, disesuaikan sedemikian hingga sehingga ukuran data tidak memberatkan komunikasi. Data akan otomatis akan disimpan dalam perangkat dan dikirimkan secara utuh atau tercacah sesuai dengan ukuran data jika perangkat memperoleh jaringan internet. Hal ini untuk menyiasati koneksi internet yang masih semi terbatas di indonesia. Gambar 3 Skema Pengiriman data melalui perangkat tablet Teknologi Teknologi Client Server Teknologi client server adalah teknologi pengembangan aplikasi yang saat ini menjadi pilihan utama pengembangan aplikasi yang kompleks dan b e r k e l a n j u t a n . Te k n o l o g i i n i memungkinkan sebuah aplikasi dapat berjalan meskipun terus di kembangkan. Implementasi teknologi client server pada aplikasi ePMS yang dibuat adalah dengan meletakkan server aplikasi ePMS di layanan cloud sistem dan bisa di akses oleh pengguna dengan menggunakan web-browser atau dengan menggunakan aplikasi yang terinstall pada perangkat tablet android. Teknologi Mobile Computing Aplikasi ePMS yang dibangun menggunakan teknologi Mobile Computing, dimana proses menerima input yang berhubungan dengan kondisi kapal akan dilakukan dengan menggunakan perangkat tablet android. Keunggulan dari implementasi mobile computing pada penerapan aplikasi ePMS adalah sebagai berikut : Kemudahan akses aplikasi. Kemudahan proses instalasi. Desain yang intuitive. Harga relatif terjangkau. Teknologi Web Processing Aplikasi ePMS selain menggunakan teknologi mobile computing juga menggunakan teknologi web processing untuk mendukung kegiatan PMS yang lain, diantaranya adalah menyimpan teks atau data yang besar, proses pelaporan, proses persetujuan dokumen secara elektronik dan lain sebagainya. Aplikasi dan Spesifikasi Sistem Aplikasi dibangun dalam dua antarmuka, yaitu antarmuka web dan antarmuka mobile dengan sistem operasi Android. Tiap antarmuka memiliki fungsi dan Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya 15 kegunaan yang berbeda yang saling Server menggunakan cloud sistem yang bisa diakses menggunakan koneksi internet. Aplikasi ePMS Berbasis Web Cloud Server Cloud server sebagai otak dari aplikasi menggunakan layanan cloud server yang berlokasi di indonesia sehingga lebih cepat koneksi dengan client yang 100% berada di wilayah indonesia. Spesifikasi Aplikasi Web Aplikasi web dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP didukung dengan database MySQL diatas sistem operasi GNU/Linux yang menjamin keamanan dan kinerja yang optimal meskipun berjalan 24/7. Server menggunakan layanan cloud yang sudah dijelaskan pada bagian Spesifikasi Aplikasi Mobile Aplikasi mobile dibangun menggunakan android SDK. Dengan minimum versi yang didukung adalag Untuk menjalankan aplikasi ini spesifikasi minimal perangkat adalah android Ice Cream Sandswitch . dengan ukuran layar minimal 600x1024 piksel. Disarankan untuk menggunakan tablet android. Format dari aplikasi ini adalah . tandar format installer aplikasi untuk Androi. Kodefikasi Komponen - Kode 100: kode untuk perlengkapan - Kode 200: kode untuk perlengkapan - Kode 300: kode untuk perlengkapan - Kode 400: kode untuk perlengkapan - Kode 500: kode untuk perlengkapan peralatan dan keselamatan kapal Halaman utama, berisi peta lokasi kapal berdasarkan informasi yang didapat dari Noon Report kapal, selain itu di tampilkan juga komponen-komponen kapal yang memerlukan proses maintenance Menu-menu yang bisa diakses pada aplikasi ePMS berbasis web diantaranya adalah : menu database yang berkenaan dengan sistem, menejemen pengguna, laporan harian, mingguan, bulanan, perawatan terencana dan manajemen Berbasis Mobile (Androi. Aplikasi ePMS b e r b a s i s a n d r o i d m e m b a g i aktifitas kru kapal menjadi aktifitas harian . ntuk kegiatan perawatan pada hari tersebu. , a k t i f i t a s mingguan dan bulanan serta tahunan untuk kegiatan kapal yang harus dilakukan secara mingguan, bulanan dan tahunan sesuai dengan rencana perawatan komponen kapal yang telah dimasukkan pada sistem. Sistem akan memberikan gambaran umum tentang kondisi kapal yang dipantau dengan menampilkan informasi komponen / inventaris yang 16 Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya membbutuhkan proses perawatan, waktu docking yang akan datang hingga proses survei yang telah direncanakan. Selain itu, dilengkapi pula fasilitas komunikasi dengan ahli PMS baik berkenaan dengan teknologi . PMS) maupun yang berkenaan dengan SOP Perawatan Kapal. Daftar Pustaka