Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 Model Kemitraan Pembenihan Hortikultura Yang Dapat Diterapkan Untuk Meningkatkan Kualitas Dan Produktivitas Pertanian Andrian Hendi Setiawan1. Ratna Dewi Mulyaningtiyas2. Ahsin Daroni2 CV Aura Seed Indonesia Magister Agribisnis. Pascasarjana. Universitas Islam Kadiri. Kediri Email: andrianhendi5@gmail. Abstrak Ketersediaan benih bermutu sangat strategis, karena merupakan kunci utama untuk mencapai keberhasilan dalam usaha budidaya hortikultura. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model kemitraan pembenihan hortikultura yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian. Penelitian menggunakan metode Objek dari penelitianadalah pelaksanaan model kemitraan pembenihan Hortikultura yang dilakukan oleh CV. Aura Seed Indonesia. Kediri. Subyek Penelitian adalah Karyawan CV. Aura Seed Indonesia. Kediri. Kelompok tani pelaksana kemitraan pembenihan, dan stakeholder dengan jumlah informan 10 orang. Data penelitian diperoleh dengan teknik wawancara mendalam, observasi. FGD (Fokus Discusion Grou. , maupun dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitianModel kemitraan pembenihan hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Kediri, yaitu Kemitraan Kerjasama Operasional, dengan pemberian stimulus. Kata Kunci: Hortikultura. Kualitas. Model kemitraan. Pembenihan. Produktivitas pertanian Abstract The availability of quality seeds is very strategic, because it is the main key to achieving success in horticultural cultivation efforts. The purpose of this study is to analyze the horticultural seed partnership model that can be applied to improve the quality and productivity of agriculture. The study uses qualitative methods. The object of the study is the implementation of the Horticultural seed partnership model carried out by CV. Aura Seed Indonesia. Kediri. The research subjects are employees of CV. Aura Seed Indonesia. Kediri, farmer groups implementing seed partnerships, and stakeholders with a total of 10 Research data were obtained through in-depth interviews, observations. FGDs (Focus Discussion Group. , and documentation. The analysis technique uses qualitative The results of the study show that the horticultural seed partnership model that suits the needs of farmers in Kediri Regency is the Operational Cooperation Partnership, with the provision of stimulus. Keyword: Agricultural Productivity,Horticulture. Partnership Model. Seeding. Quality Pendahuluan Produk beberapa keunggulan baik nilai jual tinggi, keragaman jenis, dan serapan pasar dalam dan luar negeri mengalami peningkatan permintaan baik dalam bentuk segar Untuk memberikan kesempatan berkembangnya produkproduk hortikultura dalam negeri, pemerintah harus membatasi jumlah impor produksi dalam negeri dan permintaan masyarakat. Sedangkan produk-produk Indonesia masih memiliki areal pertanian dan lahan potensial dimanfaatkan secara semakin terbatas. Menurut Antara . , peningkatan produksi hortikultura agar dapat memenuhi kriteria ekspor masih menghadapi beberapa kendala teknis, seperti produksi bibit/benih buah-buahan lokal dari segi kualitas relatif rendah dan Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 segi kuantitas relatif terbatas. Ini banyak dilakukan oleh penangkar benih yang tidak profesional. Pembinaan secara berkesinambungan agar para penangkar benih maupun bibit tanaman kualitas produksinya. Benih-benih hortikultura impor kacang panjang, bawang merah, cabai, mentimun semestinya dapat diproduksi di dalam negeri. Indonesia membangun komponen agribisnis benih menciptakan lapangan kerja, sehingga benih impor dapat ditekan. Benih hortikultura yang diimport tersebut dapat Seperti melakukan import benih padi hibrida China benih tersebut rentan dengan virus jenis RSV atau Rice Virus itu banyak menyerang padi di China, tapi belum ada di Indonesia. Dengan impor benih besar-besaran, potensi penularan virus itu di Indonesia diduga sangat besar sehingga bisa menyengsarakan petani di kemudian hari(Ashari, 2. Indonesia lingkungan dari daerah pantai sampai pegunungan sangat menunjang produksi beragam jenis tanaman Namun saat ini kelompok hortikultura belum mendapatkan prioritas yang cukup. Padahal peluang untuk melakukan ekspor komoditas Sehingga kerjasama yang baik dalam pasok industri perbenihan untuk bisa berdaya saing secara global. Usaha pertanian benih dan bibit komponen penting dalam proses usaha Hal ini disebabkan oleh dalam benih terkandung potensi akan memberikan hasil usaha pertanian. Sebaik apa pun faktor lingkungan, seperti ketersediaan unsur hara dan lainnya, ketika potensi Maka, persoalan benih harus mendapatkan perhatian lebih dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Sasaran perbenihan maupun industri pembibitan tersebut adalah dapat menyediakan benih yang bermutu dengan varietas unggul serta oleh petani. Manfaat yang petani dapat menghasilkan produk yang bermutu dan menggunakan benih maupun bibit dari industri dalam negeri dengan Sehingga petani juga Kemitraan hortikultura merupakan suatu model kolaborasi antara perusahaan benih . aik pemerintah maupun swast. dan petani yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan benih berkualitas tinggi serta mendukung peningkatan produktivitas Pola kemitraan terdiri dari. Kemitraan Inti-plasma, perusahaan mitra melakukan pembinaan pada unit usaha atau kelompok usaha yang lebih kecil sebagai mitranya. Kemitraan Sub-kontrak, dalam hal ini setengah jadi sebagai bahan baku untuk diproses menjadi barang jadi oleh Kemitraan Keagenan, khusus digunakan untuk kemitraan bidang perdagangan, dimana perusahaan mitra memberikan hak kepada unit usaha lain untuk menjual berdasarkan kesepatan. Kemitraan Dagang. Adapun Model kemitraan pembenihan hortikultura yang diterapkan CV. Aura Seed Indonesia yaitu Kemitraan Kerjasama Operasional, pemberian stimulus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: . Model kemitraan pembenihan hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Kediri, yaitu Kemitraan Kerjasama Operasional, dengan pemberian stimulus. Strategi paling cocok yang diterapkan dalam Pola Kemitraan Pembenihan Hortiklutura oleh CV. Aura Seed Indonesia, di Kabupaten Kediri adalah Strategi SO (Strength-Opportunit. , yaitu. mengoptimalkan manajemen perusahaan yang memiliki sertifikat Sistem Manajemen Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 Mutu, dengan memanfaatkan permintaan produk benih/ bibit hortikultura yang semakin meningkat. Dampak kemitraan pembenihan oleh CV. Aura Seed Indonesia terhadap Petani terjadi perbaikan kualitas, antara lain: . Meningkatnya kualitas SDM Mitra. Menguatnya usaha secara berkelompok. Memanfaatkan peluang pasar. Menurut Sumpena . Benih merupakan sarana yang sangat penting dalam produksi tanaman pertanian dan menjadi pembawa perubahan teknologi dalam pertanian. Pembenihan hortikultura, menurut beberapa ahli, adalah proses atau kegiatan yang berkaitan dengan produksi benih . tau bibi. tanaman hortikultura yang berkualitas tinggi dan Pembenihan ini bertujuan untuk menghasilkan bibit unggul yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman hortikultura yang lebih luas. Sedangkan alasan pemilihan produsen benih CV. Aura Seed Indonesia antara lain. merupakan perusahaan dalam negeri khususnya sebagai produsen benih hortikultura dengan skala nasional. Pada bulan september 2006 secara resmi CV. Aura Seed Indonesian berdiri dengan Siup nomor: 51/13-27/pk/ix/2006. Tanggal 11 Desember 2012 mendapat Sertifikat Sistem Manajemen Mutu. Kantor pusat CV. Aura Seed Indonesia beralamatkan di Jln. Ki Hajar Dewantoro 207 Kel. Bringin Kec. Badas Kab. Kediri. Pengertian peningkatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ditingkatkan atau bertambah. dalam artian dimana dari yang awalnya rendah meningkat menjadi lebih banyak. Sedangkan menurut Peningkatan berasal dari tingkat yang berarti, upaya, menaikan. Sedangkan kualitas produk adalah kemampuan produk untuk melaksanakan fungsi-fungsinya, kemampuan itu meliputi daya tahan, kehandalan, ketelitian yang dihasilkan, kemudahan dioprasikan dan di perbaiki dan atribut lain yang berharga kemampuan produk untuk memenuhi fungsi fungsinya. Menurut Herjanto . , produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Tujuan dalam penelitian ini untuk model kemitraan pembenihan hortikultura yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif . , penelitian tindakan . ifat masala. dan penelitian deskriptif. Objek dari penelitian ini adalah pelaksanaan Penelitian menggunakan metode kualitatif. Objek dari penelitian adalah pelaksanaan model kemitraan pembenihan Hortikultura yang dilakukan oleh CV. Aura Seed Indonesia. Kediri. Subyek Penelitian adalah Karyawan CV. Aura Seed Indonesia. Kediri. Kelompok tani pelaksana kemitraan pembenihan, dan stakeholder dengan jumlah informan 10 orang. Data penelitian diperoleh dengan teknik wawancara mendalam, observasi. FGD (Fokus Discusion Grou. , maupun dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif. SWOT, dan QSPM. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama 2 . bulan, sejak Bulan Juni sampai Juli 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan metode wawancara mendalam, observasi. FGD (Focus Group Discussio. , maupun Teknik analisis data yang digunakan adalah . Analisis kualitatif untuk menggambarkan model kemitraan Pembenihan Hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Kediri. Analisis matriks SWOT, matriks IE dan QSPM untuk mengetahui strategi yang paling cocok diterapkan oleh strategi yang paling cocok dalam pengembangan perusahaan dan petani. Teknik analisis data untuk menilai dampak kemitraan Pembenihan terhadap kualitas produk pertanian dan pendapatan petani. Hasil dan Pembahasan Kemitraan adalah salah satu strategi dalam bisnis melalui kerjasama antara dua pelaku usaha atau lebih. Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 bertujuan untuk memperoleh keuntungan bersama dan keduanya memegang prinsip saling membutuhkan dan membesarkan. Globalisasi ekonomi dan liberalisasi persaingan yang semakin kompetitif serta sehingga menuntut adanya perubahan cara beroperasinya kelembagaan kemitraan usaha sayuran. Kemitraan pembenihan hortikultura di Indonesia menghadapi berbagai permasalahan, termasuk masalah teknis seperti kualitas dan kuantitas bibit yang kelembagaan dan regulasi yang belum Selain itu, masalah pasar, seperti kesulitan akses ke pasar, harga yang tidak dan rendahnya kemampuan negosiasi petani, juga menjadi kendala (Wikipedia, diakses Mei 2. , antara lain. Masalah Teknis: Kualitas bibit rendah: Produksi bibit sayuran lokal masih memiliki kualitas yang relatif rendah, sehingga tidak memenuhi standar . Kuantitas terbatas: Ketersediaan bibit unggul di tingkat petani masih terbatas, . Pemanfaatan rendah: Penggunaan bermutu di tingkat petani masih rendah karena kurangnya akses dan ketersediaan. Benih palsu: Maraknya pemalsuan benih menjadi ancaman bagi produsen dan petani, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih Masalah Kelembagaan dan Regulasi: Pelaksanaan optimal: Pelaksanaan regulasi dan hortikultura belum sepenuhnya . Kapasitas SDM memadai: Kurangnya tenaga ahli dan SDM yang kompeten di Kelembagaan hortikultura masih lemah: Kelembagaan hortikultura, seperti kelompok tani dan asosiasi, masih belum kuat. Penerapan optimal: Penerapan teknologi baru dalam budidaya hortikultura masih belum optimal. Masalah Pasar . Akses ke pasar terbatas: Petani kesulitan mengakses pasar yang lebih luas, sehingga harga jual . Harga jual tidak stabil: Harga jual fluktuatif, sehingga pendapatan petani tidak stabil. Kemampuan negosiasi petani rendah: Petani seringkali tidak memiliki kemampuan negosiasi yang kuat, sehingga posisi tawar mereka lemah dalam transaksi dengan pihak lain. Kerugian pasca panen: Kerugian pasca panen yang besar akibat penyimpanan dan pengolahan Masalah Lain: Rendahnya petani: Rendahnya petani menjadi faktor penghambat . Keterbatasan petani: Keterbatasan pengetahuan petani tentang teknik budidaya, penggunaan pupuk, dan pestisida, serta pengelolaan pasca panen. Keterbatasan lahan: Keterbatasan lahan yang dimiliki petani menjadi faktor yang membatasi skala . Kendala finansial: Rendahnya/tidak tersedianya kredit, tingginya biaya produksi, dan kurangnya informasi mengenai pasar juga menjadi . Masalah lingkungan: Kualitas tanah yang buruk, seperti erosi, pemadatan, salinisasi, dan polusi. Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 dapat mengurangi produktivitas Solusi: Untuk mengatasi permasalahan kemitraan pembenihan hortikultura, dilakukan antara lain: Penguatan . Meningkatkan peran kelompok tani, asosiasi, dan lembaga terkait dalam pengembangan hortikultura. Peningkatan kualitas bibit: Memperbaiki kualitas bibit melalui pengembangan varietas unggul, peningkatan kapasitas produksi, dan pengendalian benih palsu. Peningkatan akses ke pasar: Membuka akses ke pasar yang pembentukan pusat penjualan, dan negosiasi petani. Peningkatan pengetahuan petani: Memberikan pelatihan, penyuluhan, dan akses terhadap informasi pengelolaan pasca panen, dan . Penguatan kemitraan: Memperkuat petani, perusahaan benih, dan pihak lain yang terkait. Peningkatan infrastruktur: Membangun pengolahan produk. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kemitraan yang dibangun oleh CV. Aura Seed Indonesia Kediri, yang dilaksanakan dengan Pola Kemitraan Kerjasama Operasional (KS), dengan . Bantuan benih hortikultura. Bantuan biaya Cost Off Living (Biaya hidup/gara. Bantuan pupuk dan . Jaminan harga jual produk benih hortikultura diatas 5 % dari harga di dan . Peningkatan kapasitas SDM petani melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan (CV. Aura Seed Indonesia Kediri, 2. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan focus group discussion dengan 10 orang informan petani dan Karyawan CV. Aura Seed Indonesia pada bulan Mei sampai dengan Juni 2025. Model Kemitraan Cv. Aura Seed Indonesia Dalam Pembenihan Hortikultura di Kantor CV Aura Seed Indnesia, yang beralamat Jalan Ki Hajar Dewantara No. 207 A. Desa Bringin. Kecamatan Badas. Kabupaten Kediri. Hasil penelitian Model Kemitraan CV. Aura Seed Indonesia Dalam Pembenihan Hortikultura di Kabupaten Kediri, sesuai dengan tujuan penelitian ke1 . , yaitu. Menganalisis model kemitraan Pembenihan Hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Kediri. Model Kemitraan CV. Aura Seed Indonesia Dalam Pembenihan Hortikultura di Kabupaten Kediri, yang diterapkan oleh CV. Aura Seed Indonesia. Kediri, yaitu Model Kemitraan Operasional, dengan stimulant sebagai berikut : Bantuan Benih Hortikultura Faktor-faktor Benih/bibit dan luas lahan berpengaruh terhadap produksi padi sawah. Sedangkan faktor produksi pupuk, tenaga kerja dan terhadap produksi padi sawah (Sari Wulan,dkk. Perbanyakan tanaman hortikultura dapat dilakukan dengan cara perbanyakan benih sistem arus generasi tunggal . ne generation flow syste. , perbanyakan melalui biji dan perbanyakan benih dengan arus generasi ganda . oly generation flow syste. Sedangkan dalam mendistribusikan benih dapat kita kelompokan kedalam penyaluran benih sumber dan penyaluran benih komersil. Subsistem produksi dan distribusi benih ditujukan untuk menjamin ketersediaan benih bermutu sampai ditingkat petani yang sesuai dengan kebutuhan tepat varitas, mutu, jumlah, waktu, tempat dan Untuk itu ketersediaan benih, penyaluran benih sangat menentukan (Aulya Rahma T, 2. Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 Menurut Sena Aulia kemitraan pada PT. Sayuaran Siap Saji adalah memberikan bantuan bukan benih, namun juga bantuan pinjaman uang kepada petani. Penyediaan bibit/benih unggul oleh perusahaan akan membantu petani dalam usaha meningkatkan kualitas dan kuantitas sayuran Dalam usaha pertanian benih dan bibit merupakan komponen vital atau komponen penting dalam proses usaha pertanian. Hal ini disebabkan oleh dalam benih terkandung potensi genetik produksi yang memberikan hasil usaha pertanian. Sebaik ketersediaan unsur hara dan lainnya, ketika potensi benihnya rendah, maka rendah pula produksinya. Maka, persoalan benih harus mendapatkan perhatian lebih pertanian (Sari Rukmana Okta Sagita Chan, 2. Benih yang unggul cenderung menghasilkan produk dengan kualitas yang baik, semakin tinggi produksi pertanian yang dicapai (Djoehna S. Penggunaan benih yang baik dapat menghasilkan produk pertanian yang baik Penggunaan benih dengan varietas yang bermutu dapat meningkatkan produksi Penggunaan benih yang unggul juga harus di perhatikan ketersediaan benih. Respikasari, dkk. Sejalan dengan pendapat Satria Indra Kusuma, dkk. Benih unggul menjadi salah satu faktor penting dalam produksi padi karena penggunaan benih unggul bermutu benih yang digunakan dalam usahatani, maka semakin tinggi pula tingkat produksi yang akan diperoleh. Menurut informan petani dan karywan CV. Aura Seed Indonesia, telah dilaksanakan melalui pertemuan rutin kelompok tani, komunikasi di group whatsapp, dan karywan/petugas lapangan kepada petani. Informasi yang diberikan dirasakan cukup bermanfaat, khususnya CV. Aura Seed Indonesia, tetapi juga oleh para petani. Hal tersebut, sependapat Puji Dwi Maulani dan Hari Prasetyo . , bahwa benih bermutu tinggi harus tersedia untuk mendukung peningkatan produksi kacang Dalam budidaya kacang panjang, penggunaan benih unggul sangatlah Petani kacang panjang memiliki mendapatkan hasil panen yang lebih baik jika mereka menggunakan benih dengan kualitas yang lebih tinggi. Bantuan Biaya Hidup/Biaya Garap (Cost Of Livin. Menurut Soekartawi . biaya dalam usaha tani, yaitu biaya yang berupa uang tunai, misalnya upah tenaga kerja untuk biaya persiapan atau penggarapan tanah termasuk upah untuk ternak, biaya untuk pembelian pupuk dan pestisida dan lain-lain. Sedangkan biaya panen, bagi hasil, sumbangan dan pajak dibayarkan dalam bentuk in natura. Biaya usaha . ost of livin. dalam usahatani pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan pertanian, termasuk biaya variabel . iaya saprodi dan tenaga kerj. dan biaya tetap . anah, bangunan, alat-ala. Biaya bervariasi tergantung pada jenis tanaman, luas lahan, dan intensitas budidaya, sedangkan biaya tetap umumnya tetap selama periode tertentu. Mengelola biaya usahatani hortikultura dengan baik sangat penting untuk mencapai keuntungan yang Pemantauan dan penghematan biaya-biaya produksi dapat membantu petani meningkatkan pendapatan mereka. Menurut sebagian besar informan petani dan karyawan CV. Aura Seed Indonesia kemitraan pembenihan hortikultura oleh CV. Aura Seed Indonesia. Kediri mulai dari proses awal budidaya hingga panen. Namun pendampingan tersebut dirasakan belum optimal, karena masih terbatasnya stimulant yang diberikan oleh . CV. Aura Seed Indonesia. Kediri, ditanggung sendiri . oleh para Wawancara dengan Bapak Roni Jaya Ketua Kelompoktani mitra. Desa Blereng. Kecamatan Purwoasri. Pada tanggal 28 Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 Mei 2025, peneliti menanyakan tentang hortikultura oleh CV. Aura Seed Indonesia. Bapak Roni Jaya . , pelaksanaan kemitraan pembenihan sebagai berikut: AuDalam wawancaranya Bapak Roni Jaya, bijaksananya, bahwa. CV. Aura Seed Indonesia, kemitraan antara perusahaan dengan petani dalam pembenihan hortikultura, pendapatannya, yaitu melalui. keperluan petani. adanya kerjasama dengan pihak perusahaan. Selain itu. Bapak Roni Jaya . , juga menerangkan pelaksanaan kemitraan dalam pembenihan hortikultura ini petani mendapat biaya garap (Cost Of Livin. , yang digunakan untuk biaya olah tanah, biaya tanam, dan biaya pengendalian OPT, dan panen, yang beliau alami, masalah dan kendala yang dihadapi, tentunya ingin pemecahan masalah Ay Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian Yuliana, dkk, 2024, menunjukkan bahwa pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan petani sangatlah signifikan. Jika biaya produksi terlalu tinggi tanpa diimbangi dengan hasil yang memadai atau harga yang baik, pendapatan petani akan menurun. Oleh pendapatan, petani perlu mengelola biaya produksi dengan bijak, memanfaatkan teknologi, dan memonitor perubahan harga pasar. Bantuan Pupuk dan Pestisida Pupuk dibutuhkan sebagai nutrisi perkembangan tanaman yang optimal. Pupuk yang sering digunakan adalah pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari penguraian bagian-bagian atau sisa tanaman dan binatang. Pupuk organik yang biasa di gunakan oleh petani adalah pupuk kandang. Penggunaan mensuplai bahan organik dan unsur hara mikroorganisme tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Djoehna Penambahan pupuk kandang meningkatkan porositas tanah, c-organik. Ca. Mg dan dapat meningkatkan berat gabah kering panen Kariada et al . Pupuk anorganik atau yang biasa disebut sebagai pupuk buatan adalah pupuk yang sudah mengalami proses di pabrik seperti pupuk Urea. TSP. NPK dan KCL (Djoehna S. Pupuk anorganik memiliki keuntungan yaitu dengan kandungan unsur hara tinggi, komposisi haranya dapat diketahui dan mudah larut dalam anorganik juga harus diperhatikan sesuai dengan kebutuhan tanaman pertumbuhan mikroorganisme tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Djoehna Pupuk kandang sapi di dalam menghasilkan humus dan melepaskan berbagai unsur hara makro (N. Ca. Mg, dan S) dan mikro (Fe. Cu. Mn. Cl dan Z. Semakin banyak kandungan bahan organik maka semakin banyak air yang dapat ditahan di dalam tanah. Kelebihan dari pupuk kandang sapi secara umum dapat diuraikan sebagai berikut: . mudah didapatkan, . harga murah dan terjangkau, dan . dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara dan kesuburan tanah yang tinggi. Oleh karena itu penambahan pupuk kandang sapi ke dalam tanah sangat penting dilakukan untuk meningkatkan agregasi tanah, meningkatkan ketersediaan air tanah, untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, dan meningkatkan kesuburan ( Ranesa,dkk. Pupuk anorganik atau yang biasa disebut sebagai pupuk buatan adalah pupuk yang sudah mengalami proses di pabrik seperti pupuk Urea. TSP. NPK dan KCL (Djoehna Pupuk anorganik memiliki keuntungan yaitu dengan kandungan unsur hara tinggi, komposisi haranya dapat diketahui dan mudah larut dalam anorganik juga harus diperhatikan sesuai Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 dengan kebutuhan tanaman. Penggunaan pupuk dan pestisida telah menjadi praktik umum dalam pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Meskipun kedua input ini memiliki manfaat signifikan, mereka juga memiliki dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak, dengan mengelola penggunaan pupuk dan pestisida secara bijaksana, petani tanaman sekaligus menjaga kesehatan tanah dan lingkungan. Pendekatan yang berkelanjutan dan terpadu sangat penting untuk mencapai keseimbangan antara produktivitas pertanian dan kelestarian ekosistem (Jurnal Fakultas Pertanian. Universitas Medan Area, diunggah. Juni Hasil penelitian Vira Divka Fitriana,dkk. , menunjukkan bahwa konsentrasi paclobutrazol berpengaruh signifikan terhadap panjang tanaman, jumlah daun, umur muncul bunga, jumlah bunga, berat polong total per tanaman, berat polong total per petak, berat polong per hektar, diameter polong, dan daya Hal Mahyuni . Emilianus Liko . Bahwa dosis pupuk NPK berpengaruh signifikan terhadap panjang tanaman pada 42-63 HST, jumlah daun pada 21 HST, 35 HST, dan 42 HST dan diameter polong. Interaksi antara konsentrasi paclobutrazol dan dosis pupuk NPK yang paling optimal terjadi pada paclobutrazol 150 ppm dan dosis pupuk NPK 450 kg/ha, yang dapat meningkatkan diameter polong. Sedangkan pestisida adalah substansi kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama. Petani dalam melakukan pekerjaanya untuk meningkatkan hasil produksi adalah dengan menggunakan pestisida untuk mengurangi hama atau serangga pada usaha taninya. Jaminan Harga Penjualan Benih Produk Pembenihan Berdasarkan gambar 4. , yaitu wawancara dengan Bapak Sunarto . Ketua Kelompoktani Mitra. Dusun Klepek. Desa Klepek. Kec. Kunjang. Kabupaten Kediri, tanggal 28 Mei 2025, peneliti menanyakan tentang pelaksanaan kemitraan pembenihan hortikultura oleh CV. Aura Seed Indonesia. Bapak Sunarto . , menjelaskan pelaksanaan kemitraan AuDalam wawancaranya Bapak Sunarto . , menjelaskan dengan gaya petaninya, bahwa. CV. Aura Seed Indonesia, kemitraan pembenihan hortikultura dalam hal harga jual produk benih hortikultura diatas 5 % dari harga di Pabrik CV. Aura Seed Indonesia yang beralamat Perusahaan ini berlokasi Jalan. Ki Hajar Dewantara No. Kelurahan Bringin. Kecamatan Badas. Kabupaten Kediri. Selain itu. Bapak Sunarto . , juga menjelaskan dengan adanya kontak kerjasama ada kepastian harga jual pendapatan meningkat. Selanjutnya didukung pemenelitian Wulandari and Nadapdap . , bahwa petani mitra menjual hasil panennya kepada lembaga mitra, sehingga lembaga tersebut dapat membeli pasokan yang Manfaat dari struktur kemitraan ini berasal dari margin harga, jaminan harga barang yang diperdagangkan, dan jaminan kualitas produk yang disesuaikan dengan kesepakatan para pihak. Menurut studi Umyati . , jaminan harga meningkatkan pendapatan petani karena terlindungi dari gejolak harga, terutama ketika pasar menurun tajam. Berdasarkan hasil penelitian. Sesuai dengan hasil penelitian Nurazizah, dkk. , bahwa. proses kemitraan di PT. TMCI menunjukkan bahwa kualitas biji kakao memenuhi norma, dan prosesnya meliputi pembentukan kelompok tani, pengisian dokumen, dan penandatanganan kontrak kerja sama. Rata-rata hasil tahunan responden yang bertani kakao adalah 974 kg/ha, dibandingkan dengan 908 kg/ha untuk responden yang bukan mitra. Pendapatan rata-rata tahunan mitra Rp26. dengan nonmitra Rp22. Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 Terdapat perbedaan yang cukup besar antara pendapatan dan output petani kakao mitra dan non mitra, dengan tingkat perbedaan pendapatan dan produksi petani kakao mitra dan non mitra. Berdasarkan temuan penelitian yang telah diuraikan di atas, dapat dikatakan bahwa PT. TMCI memiliki pengaruh yang pengetahuan petani dengan memberikan saran tentang proses produksi kakao. Selain . Peningkatan Kapasitas SDM Petani Mitra Secara Berkelanjutan. Peningkatan Kapasitas SDM Petani Mitra Secara Berkelanjutan melalui pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan yang Fokus utama adalah keterampilan teknis, manajerial, serta adaptasi teknologi baru yang relevan perkembangan pasar. Peningkatan SDM berkelanjutan, artinya kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan secara teratur dan tidak bersifat sesaat. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sujono . , bahwa agribisnis di lapangan, identifikasi ataupun pendataan pelaku utama dan pelaku usaha, dan pengembangan jejaring kemitraan adalah penting. Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat Komisi IV DPR RI. Febuari 2025, bahwa kemampuan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian sangat menentukan keberhasilan menghadapi tantangan yang Peningkatan kapasitas petani, peternak, nelayan, pembudidaya, dan pekerja sektor pertanian menjadi hal penting yang tidak dapat dikesampingkan swasembada pangan nasional. Program kapasitas perlu terus berlanjut sebagai upaya mendukung swasembada pangan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung kebijakan ini antara lain, pertama, memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan Utamanya dalam memperkenalkan dan memanfaatkan teknologi di sektor Kedua, kelembagaan melalui kelompok-kelompok tani atau nelayan. Kelembagaan yang kuat, akan mempermudah akses terhadap pembelajaran teknologi baru, pembiayaan untuk meningkatkan produksi, serta Ketiga memperluas kerjasama antara kelompok tani atau nelayan dengan sektor swasta atau industri, dengan memastikan bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan alat pertanian, tetapi juga pendampingan berkelanjutan dan transfer Hal tersebut didukung oleh hasil penelitian Yopan Latif, dkk. , 2023. bahwa perilaku petani yang ditunjukkan dalam bentuk tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan memiliki kategori sangat Kecamatan Tibawa. Setiap perilaku petani memiliki tingkatan yang bervariatif. Sikap petani memiliki tingkatan paling tinggi dibandingkan dengan lainnya dengan persentase sebesar 90,03. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Model Pembenihan Hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Kediri, berdasarkan hasil penelitian, model yang diterapkan oleh CV. Aura Seed Indonesia, yaitu Kemitraan Kerjasama Operasional, dengan pemberian stimulus. Penyediaan benih hortikultura. Penyediaan Biaya Usaha (Cost Of Livin. Penyediaan pestisida dan Benih. Adanya kepastian jaminan harga jual produk benih hortikultura diatas 5 % dari harga pasaran. Peningkatan kapasitas SDM petani melalui proses walaupun dalam pelaksanaannya belum Saran Model Kemitraan Pembenihan Hortiklutura yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Manajemen Agribisnis:Jurnal Agribisnis (Volume 26 Nomor 1 Januari 2. ISSN : 1829-7889. e-ISSN : 2715-9086 Kediri, berdasarkan hasil penelitian, model yang diterapkan oleh CV. Aura Seed Indonesia, yaitu Kemitraan Kerjasama Operasional, dengan pemberian stimulus, agar kedepannya diperluas wilayah dan jumlah petani mitra ditingkatkan Daftar Pustaka Ambar Teguh Sulistiyani. Kemitraan dan Model-model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media, h. Achmad Suharto. Pengaruh Harga Dan Strategi Promosi Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan. Vol. NO. 1 Januari 2016: 31-39. Aulya Rahma T. Pengaruh Luas Lahan. Tenaga Kerja. Bibit Dan Pupuk Terhadap Produksi Cengkeh Desa Seppong Kecamatan Tammerodo Kabupaten Majene. Sulsel. Jurnal Eknomi,Sosial, dan Humaniora. Vol 02 No 05 Desember 2020. Anak Agung Eka Suwarnata. Kajian Ekonomi Usahatani Hortikultura Pada Kelompok Wanita Tani Perkotaan Bogor. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Januari 7. : 424-436 Adhyta Puspita Summase. Model Pengembangan Usaha Penangkaran Benih Padi Pada UPB Tanete Tani Jaya. Kabupaten Pinrang. Sulawesi Selatan. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusines. Vol 10 No 1. Juni halaman 1-14. Ainun Muthmainnah Hasrah. Analisis Pola Kemitraan Petani Penangkar Dengan PT. Sang Hyang Seri (Perser. Unit Produksi Benih I Sidrap. Creswell. Research Design Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta. Pustaka