Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Penerapan Metode Mendongeng dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Nafisa Amelia1*. Riris Setyasa Hermawati 2. Olyvia Hera Anggeana 3. Bintang oktaviana 4. Artika Chrissa Agustina 5 . Bayu Purbha Sakti 6 Program Studi PGSD. Universitas Widya Dharma Klaten. Indonesia Email: nafisaamelia226@gmail. com* . ririssetyasa@gmail. olyviaheraanggreana@gmail. oktavianabintang@gmail. chrissa057@gmail. bayups2020@gmail. Abstrak Metode mendongeng merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa sekolah dasar. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep metode mendongeng, tahapan penerapannya dalam pembelajaran, manfaat yang diperoleh siswa sekolah dasar, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan memanfaatkan berbagai sumber, seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan metode mendongeng dalam pembelajaran sekolah dasar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa metode mendongeng mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan menarik sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbicara, membaca, menyimak, serta mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berpikir siswa. Selain itu, metode ini juga berperan dalam menanamkan nilai moral dan karakter positif kepada siswa. Keberhasilan penerapan metode mendongeng dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, seperti penggunaan media pembelajaran yang menarik, kemampuan guru dalam menyampaikan cerita, tersedianya bahan bacaan, serta dukungan dari sekolah dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya kegemaran membaca siswa, minimnya keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar, keterbatasan fasilitas sekolah, serta pengaruh lingkungan dan penggunaan gadget yang berlebihan. Dengan demikian, metode mendongeng mampu diterapkan sebagai salah satu cara pembelajaran yang efisien dalam meningkatkan keterampilan literasi dan pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Metode Mendongeng. Sekolah Dasar. Keterampilan Membaca. PENDAHULUAN Dongeng merupakan salah satu bentuk cerita rakyat yang disampaikan dalam bentuk prosa dan umumnya tidak dianggap sebagai peristiwa yang benar-benar terjadi. Dongeng biasanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi di dalamnya sering terkandung nilai-nilai moral, pesan kehidupan, maupun kritik sosial yang dapat menjadi pembelajaran bagi pembacanya (Gultom & Silitonga, 2. Melalui rangkaian peristiwa dan karakter yang terdapat dalam cerita, dongeng mampu menyampaikan berbagai ajaran dan nilai kehidupan dengan cara yang menarik serta mudah dipahami. Beragam nilai positif, meliputi sikap jujur, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, ketekunan, dan kepedulian terhadap orang lain, sering kali digambarkan melalui tindakan para tokoh dalam cerita. Dengan demikian, dongeng tidak hanya berfungsi sebagai bacaan atau cerita penghibur, tetapi juga sebagai media edukatif yang dapat membantu menanamkan nilai-nilai karakter, mengembangkan imajinasi, serta meningkatkan pemahaman pembaca terhadap berbagai aspek kehidupan. Mendongeng merupakan kegiatan menyampaikan cerita yang memuat suatu peristiwa, pengalaman, atau tindakan tertentu secara lisan kepada orang lain. Kegiatan ini Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 bertujuan untuk menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan, maupun pesan-pesan yang bermanfaat kepada pendengar. Oleh karena itu, mendongeng dapat dipahami sebagai salah satu keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif karena melibatkan kemampuan seseorang dalam mengungkapkan gagasan dan cerita secara runtut. Selain menjadi sarana komunikasi, mendongeng juga termasuk bagian dari keterampilan berbicara yang memiliki nilai seni. Dalam prosesnya, pendongeng tidak hanya menyampaikan isi cerita, tetapi juga menggunakan intonasi, ekspresi, gerak tubuh, dan kreativitas agar cerita menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh pendengar. Dengan demikian, mendongeng tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan pesan, tetapi juga sebagai bentuk seni bertutur yang mampu menciptakan pengalaman belajar dan hiburan bagi audiens. Metode merupakan cara atau prosedur yang digunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan secara terarah dan sistematis guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Zulfitria. Fadhila et al. , 2. Dalam pembelajaran, metode berperan sebagai pedoman bagi guru dalam menyampaikan materi sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Dengan demikian, ketepatan dalam memilih metode pembelajaran menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar, metode mendongeng dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk menyajikan materi pelajaran secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Melalui cerita yang disampaikan, guru dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan berbagai nilai kehidupan yang relevan sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap positif. Selain itu, kegiatan ini memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif melalui aktivitas menyimak, memberikan tanggapan, mengajukan pertanyaan, maupun mengungkapkan kembali isi cerita yang telah didengar. Oleh karena itu, metode mendongeng dapat membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta mendukung pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan . ibrary researc. , yang dilakukan melalui pengumpulan berbagai literatur terkait untuk mendapatkan data dan informasi yang relevan. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari jurnal ilmiah, buku, artikel, serta referensi lain yang membahas metode mendongeng dalam pembelajaran di sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca, mencatat, dan menelaah berbagai teori maupun hasil penelitian yang berkaitan dengan konsep metode mendongeng, tahapan penerapannya, manfaat metode mendongeng bagi siswa sekolah dasar, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Data hasil penelitian dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif melalui proses penjabaran, perbandingan, dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang Melalui pendekatan penelitian yang digunakan, peneliti dapat mengkaji secara lebih luas bagaimana metode mendongeng diterepkan dalam pembelajaran sekolah dasar Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 serta manfaatnya dalam membantu meningkatkan keterampilan membaca dan pembentukan karakter siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Metode Mendongeng dan Langkah-Langkah Penerapan Metode Mendongeng dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Metode mendongeng merupakan salah satu metode pembelajaran yang memanfaatkan cerita atau dongeng sebagai media untuk menyampaikan materi pelajaran, nilai-nilai moral, dan pendidikan karakter kepada siswa. Pada jenjang sekolah dasar, metode ini dinilai efektif karena sesuai dengan karakteristik anak yang menyukai cerita dan kegiatan yang melibatkan imajinasi. Penyampaian materi melalui cerita dapat membantu siswa memahami informasi dengan lebih mudah karena disajikan dalam bentuk yang menarik dan dekat dengan kehidupan mereka. Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan mendongeng juga dapat mendukung perkembangan kemampuan berbahasa, keterampilan menyimak, kreativitas, serta pembentukan karakter peserta didik (Kusumawati, 2. Metode mendongeng memiliki kontribusi yang besar dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa sekolah dasar. Melalui tokoh, peristiwa, dan konflik yang terdapat dalam cerita, siswa dapat mempelajari berbagai sikap positif seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Penyampaian pesan moral melalui cerita cenderung lebih mudah diterima oleh anak karena dilakukan secara tidak langsung dan disertai contoh perilaku yang dapat mereka pahami. Oleh sebab itu, kegiatan mendongeng sering dimanfaatkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia maupun mata pelajaran lainnya sebagai sarana untuk mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam proses belajar (Azis, 2. Selain mendukung perkembangan akademik dan karakter, metode mendongeng juga mampu meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran berlangsung. Cerita yang disampaikan dengan teknik yang menarik, seperti penggunaan intonasi, ekspresi, dan gerakan yang sesuai, dapat menarik perhatian siswa dan membuat mereka lebih fokus mengikuti kegiatan belajar. Ketertarikan terhadap cerita mendorong siswa untuk terlibat secara aktif, baik dengan menyimak isi cerita, menjawab pertanyaan, maupun memberikan tanggapan terhadap peristiwa yang terjadi dalam dongeng. Kondisi ini menjadikan proses pembelajaran lebih hidup dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi secara aktif dengan guru maupun teman sekelas. Kegiatan mendongeng dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial siswa. Setelah mendengarkan cerita, siswa dapat diajak untuk berdiskusi, mengemukakan pendapat, atau menceritakan kembali isi dongeng dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Aktivitas tersebut membantu siswa melatih kemampuan berbicara, menyampaikan ide secara runtut, serta menumbuhkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, metode mendongeng tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang mampu mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, baik dari aspek kognitif, bahasa, sosial, maupun karakter. Menurut (Suri et al. , 2. , penerapan metode mendongeng dalam proses pembelajaran dilakukan melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan agar tujuan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Tahap awal yang perlu dilakukan adalah tahap Pada tahap ini, guru menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, memilih cerita yang sesuai dengan usia dan karakteristik siswa, serta menyiapkan media atau alat bantu yang diperlukan selama kegiatan mendongeng. Pemilihan cerita yang tepat sangat penting agar isi dongeng relevan dengan materi pembelajaran dan mampu menarik minat siswa untuk mengikuti kegiatan belajar. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan kegiatan mendongeng. Pada tahap ini, guru memulai pembelajaran dengan kegiatan pembuka yang bertujuan membangun perhatian dan rasa ingin tahu siswa terhadap cerita yang akan disampaikan. Selanjutnya, guru menyampaikan dongeng dengan memanfaatkan berbagai teknik bercerita, seperti penggunaan intonasi suara yang bervariasi, ekspresi wajah yang sesuai, gerakan tubuh, kontak mata, serta penggunaan media pendukung. Penerapan teknik-teknik tersebut dapat membuat cerita menjadi lebih menarik dan membantu siswa memahami isi cerita dengan lebih baik. Selain itu, keterlibatan siswa selama proses mendongeng juga perlu diperhatikan melalui interaksi, pertanyaan, maupun tanggapan agar suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan Tahap terakhir adalah penutup dan evaluasi. Setelah kegiatan mendongeng selesai, guru mengajak siswa untuk merefleksikan isi cerita melalui kegiatan diskusi. Siswa dapat diajak membahas tokoh, alur cerita, maupun pesan moral yang terkandung dalam dongeng serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Untuk mengukur siswa, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan, meminta siswa menceritakan kembali isi dongeng, atau memberikan tugas yang berkaitan dengan cerita yang telah disampaikan. Kegiatan evaluasi tersebut tidak hanya bertujuan mengukur pemahaman siswa terhadap isi dongeng, tetapi juga memperkuat penanaman nilai-nilai positif yang terkandung dalam cerita. Manfaat Metode Mendongeng Bagi Siswa Sekolah Dasar Metode mendongeng dalam pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan mendongeng, proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan minat serta motivasi siswa untuk membaca. Selain itu, siswa juga dapat belajar memahami isi cerita, menangkap makna yang terkandung di dalamnya, memahami situasi yang terjadi dalam cerita, serta mengembangkan daya imajinasi mereka. Dengan demikian, pembelajaran tidak terasa membosankan dan siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Keberhasilan penggunaan metode mendongeng tidak terlepas dari peran guru sebagai pelaksana utama dalam proses pembelajaran. Guru perlu memiliki kreativitas dan kemampuan untuk memilih serta menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Jika guru hanya menggunakan metode yang monoton, siswa akan lebih mudah merasa bosan dan kurang tertarik untuk membaca. Selain itu, padatnya kegiatan sekolah terkadang membuat waktu untuk kegiatan literasi menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan waktu yang baik agar kegiatan membaca dan mendongeng tetap dapat dilaksanakan secara optimal. Di sisi lain, beberapa siswa menganggap pelajaran Bahasa Indonesia mudah sehingga kurang termotivasi untuk belajar lebih mendalam. Dalam kondisi Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 seperti ini, metode mendongeng dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Mendongeng tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran dengan lebih mudah. Melalui cerita yang disampaikan, siswa dapat mengenal struktur cerita, menemukan ide pokok, menambah kosakata baru, serta memahami pesan yang terkandung dalam cerita. Selain itu, mendongeng juga melibatkan perasaan dan pemikiran siswa secara bersamaan sehingga pengalaman belajar menjadi lebih bermakna (Akbar et al. , 2. Oleh karena itu, metode mendongeng memiliki banyak manfaat bagi siswa sekolah dasar, di antaranya sebagai berikut: Meningkatkan kemampuan berbicara Melalui kegiatan mendongeng, siswa dapat mengenal banyak kosakata baru dan belajar menerapkan istilah tersebut dalam komunikasi sehari-hari. Saat siswa diminta menceritakan kembali isi cerita, kemampuan berbicara mereka akan semakin terlatih dan rasa percaya diri dalam berkomunikasi juga meningkat. Mengembangkan kemampuan berbahasa Saat mendengarkan cerita, siswa belajar memahami arti kata, susunan kalimat, serta cara menggunakan bahasa yang baik dan benar. Hal ini membantu mereka meningkatkan kemampuan berbahasa, baik dalam berbicara, membaca, maupun Melatih imajinasi dan kreativitas Mendongeng mendorong siswa untuk membayangkan tokoh, tempat, dan peristiwa yang ada dalam cerita. Kegiatan ini dapat mengembangkan daya imajinasi serta kreativitas siswa dalam berpikir dan menciptakan ide-ide baru. Meningkatkan kemampuan berpikir dan memahami masalah Cerita biasanya memiliki alur, konflik, dan penyelesaian masalah. Melalui cerita tersebut, siswa belajar memahami sebab dan akibat suatu peristiwa serta menarik kesimpulan dari apa yang mereka dengarkan. Melatih daya ingat Siswa perlu mengingat tokoh, jalan cerita, dan pesan yang terdapat dalam cerita. Kemampuan mengingat ini akan semakin berkembang ketika siswa diminta untuk menceritakan kembali isi cerita dengan bahasa mereka sendiri. Mengembangkan kemampuan menyimak dan mengungkapkan pendapat Mendongeng melatih siswa untuk mendengarkan dengan baik dan memahami informasi yang diterima. Setelah itu, siswa juga dapat belajar mengungkapkan pendapat, menjawab pertanyaan, atau menceritakan kembali isi cerita yang telah didengar. Membantu mengenali dan memahami emosi Melalui berbagai karakter dalam cerita, siswa dapat mengenal emosi seperti rasa bahagia, kesedihan, ketakutan, maupun kecewa. Hal ini membantu mereka memahami emosi diri sendiri maupun orang lain serta menumbuhkan rasa empati. Merangsang perkembangan kemampuan berpikir Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Kegiatan mendongeng dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa. Mereka terdorong untuk bertanya, mencari informasi baru, dan berpikir lebih kritis terhadap isi cerita yang didengarkan. Melatih konsentrasi dan meningkatkan minat membaca Saat mendengarkan cerita, siswa harus fokus agar dapat memahami jalan cerita dengan baik. Selain itu, cerita yang menarik dapat membuat siswa tertarik untuk membaca buku atau cerita lainnya sehingga minat membaca mereka semakin meningkat. Menanamkan nilai moral dan karakter positif Banyak cerita yang mengandung pesan moral seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui cerita tersebut, siswa dapat belajar menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari(Access, 2. Faktor yang Mendukung dan Menghambat Penerapan Metode Mendongeng di Sekolah Dasar Menurut (Oktavera, 2. , penerapan metode mendongeng dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa dipengaruhi oleh adanya faktor pendukung dan penghambat, antara lain: Faktor Pendukung Media pembelajaran modern seperti audio dan audio visual Penggunaan sarana pembelajaran modern dapat membantu meningkatkan fokus siswa saat proses belajar berlangsung. Adanya suara, gambar, maupun video membuat siswa lebih mudah memahami isi mendongeng sehingga kemampuan membaca siswa dapat berkembang dengan lebih baik. Ketersediaan sumber buku sebagai penunjang belajar Buku menjadi sarana penting bagi siswa untuk melatih keterampilan Semakin banyak bahan bacaan yang tersedia, maka semakin besar pula kesempatan siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menambah pengetahuan mereka. Penggunaan alat peraga seperti boneka jari dan variasi suara tokoh Pemanfaatan alat peraga membuat kegiatan mendongeng menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Guru yang menggunakan ekspresi, gerakan, dan variasi intonasi suara mampu mendorong siswa agar lebih aktif dan bersemangat dalam Kemampuan guru dalam menguasai metode mendongeng Guru yang mampu membawakan cerita dengan baik, memilih karakter tokoh, serta menyesuaikan intonasi suara dapat membantu siswa memahami isi mendongeng dengan lebih mudah. Hal tersebut juga dapat meningkatkan motivasi siswa untuk Antusias dan rasa ingin tahu siswa Semangat dan rasa penasaran siswa terhadap cerita mendongeng menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan keterampilan membaca. Ketertarikan siswa terhadap cerita membuat mereka terdorong untuk membaca dan memahami isi bacaan hingga selesai. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Fasilitas sekolah yang mendukung Adanya fasilitas seperti pojok baca, media pembelajaran, dan sarana sekolah lainnya mampu menghadirkan suasana pembelajaran membaca yang lebih nyaman, efektif, serta menyenangkan bagi siswa. Faktor Penghambat Kondisi fisik siswa Siswa yang memiliki kondisi kesehatan kurang baik atau sering sakit akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran membaca secara optimal di sekolah. Kurangnya pendampingan orang tua Kesibukan orang tua sering kali membuat anak kurang mendapatkan bimbingan belajar membaca di rumah. Akibatnya, latihan membaca yang dilakukan siswa menjadi kurang maksimal. Rendahnya minat membaca siswa Kurangnya minat membaca menyebabkan siswa cenderung malas membaca meskipun guru telah menggunakan metode pembelajaran yang menarik dan Pengaruh keluarga dan lingkungan Lingkungan keluarga maupun masyarakat yang lebih mendukung kegiatan bermain dibanding membaca dapat memengaruhi rendahnya ketertarikan siswa terhadap kegiatan membaca. Siswa lebih senang bermain dengan teman sebaya Kebiasaan siswa yang lebih memilih bermain bersama teman-temannya membuat perhatian mereka terhadap kegiatan membaca menjadi berkurang sehingga proses belajar membaca kurang optimal. Keterbatasan sarana dan prasarana sekolah Kurangnya fasilitas pendukung seperti media pembelajaran dan bahan bacaan dapat menjadi hambatan dalam penerapan metode mendongeng untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa keberhasilan implementasi kegiatan mendongeng sebagai upaya mengembangkan kemampuan membaca siswa dipengaruhi oleh adanya faktor pendukung dan faktor penghambat. Menurut (Putu & Adhelia, 2. , faktor pendukung mencakup penggunaan media pembelajaran yang menarik, tersedianya bahan bacaan, kemampuan guru dalam menyampaikan mendongeng, fasilitas sekolah yang memadai, serta dukungan dari lingkungan sekolah dan orang tua. Faktor-faktor tersebut berperan dalam meningkatkan ketertarikan, konsentrasi, dan motivasi siswa dalam Di sisi lain, terdapat beberapa faktor penghambat dalam penerapan metode mendongeng, meliputi rendahnya budaya literasi siswa, kurang optimalnya peran orang tua dalam pendampingan belajar, terbatasnya fasilitas sekolah, serta pengaruh lingkungan dan penggunaan gadget secara berlebihan. Selain itu, kondisi fisik siswa dan perbedaan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 7 Nomor 4 Tahun 2026 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 kemampuan membaca juga menjadi kendala dalam upaya meningkatkan keterampilan membaca siswa melalui metode mendongeng. KESIMPULAN Metode mendongeng merupakan salah satu metode pembelajaran yang tepat diterapkan di sekolah dasar karena mampu menyampaikan materi pembelajaran dan nilainilai moral dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Penerapan metode mendongeng dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Metode mendongeng memberikan berbagai manfaat bagi siswa sekolah dasar, seperti meningkatkan kemampuan berbicara, kemampuan berbahasa, keterampilan menyimak, daya ingat, kreativitas, imajinasi, kemampuan berpikir, serta minat membaca siswa. Selain itu, metode ini juga dapat membantu mengembangkan nilai-nilai moral yang baik, meliputi sikap jujur, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, ketekunan, dan kepedulian terhadap orang Keberhasilan penerapan metode mendongeng dipengaruhi oleh adanya faktor pendukung, seperti penggunaan media pembelajaran yang menarik, kemampuan guru dalam mendongeng, ketersediaan bahan bacaan, fasilitas sekolah, dan dukungan dari orang tua maupun lingkungan sekolah. Namun, terdapat pula beberapa hambatan dalam penerapannya, seperti minimnya minat literasi siswa, kurang optimalnya peran orang tua dalam pendampingan belajar, terbatasnya fasilitas sekolah, serta pengaruh lingkungan dan penggunaan gadget yang berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara guru, sekolah, dan orang tua agar metode mendongeng dapat diterapkan secara optimal dalam meningkatkan keterampilan membaca dan pembentukan karakter siswa sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA