Jurnal Manajemen Bisnis Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 10 I No. 2, hal 269-273 PENGARUH PENILAIAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA KERTA RAHARJA KABUPATEN TANGERANG Dudung Hadiwijaya1 Eka Mintarsih2 Program Magister Manajemen. Universitas Muhammadiyah Tangerang dhadiwijaya7@gmail. com, 2ekamintarsih1@gmail. Keyword Abstract Penilaian Kinerja. Motivasi Kerja. Kinerja Karyawan. Penilaian kinerja merupakan suatu hal yang dilakukan oleh perusahaan dalam menentukan keputusan yang berkaitan dengan sumber daya manusia dalam perusahaan tersebut. Motivasi dalam bekerja merupakan hal yang penting agar tujuan perusahaan tercapai. Kinerja karyawan yang baik dapat diketahui dari hasil penilaian kinerja yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penilaian kinerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan daerah air minum tirta kerta raharja kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan penelitian survei. Pupulasi dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan daerah air minum tirta kerta raharaja kabupaten tangerang. Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel jenuh sebanyak 30 . iga pulu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diolah menggunakan SPSS Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian kinerja terhadap kinerja karyawan diperoleh hasil thitung>ttabel sebesar 29,842>2,048 dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan diperoleh hasil sebesar t hitung > ttabel 11,776>2,048 yang artinya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan untuk penilaian kinerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan diperoleh hasil F hitung>Ftabel sebesar 695,789>3,35 yang artinya secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahan daerah air minum tirta kerta raharja kabupaten tangerang. A 2021 JMB. All right reserved PENDAHULUAN Setiap organisasi dituntut mampu berkompetisi agar tetap bertahan dalam Strategi untuk berkompetisi adalah dengan cara memperkuat kapasitas organisasi dan sumber daya manusia yang dimiliki. Masalah sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen karena keberhasilan manajemen tergantung pada kualitas sumber daya Apabila sumber daya manusia dalam perusahaan berjalan efektif maka perusahaan pun tetap berjalan efektif, dengan kata lain kelangsungan hidup perusahaan tergantung dari kinerja karyawan. Kinerja merupakan catatan hasil yang diproduksi . atas fungsi pekerjaan tertentu atau aktivitas-aktivitas selama periode waktu tertentu (Benardin . dalam sudarmanto . Kinerja karyawan meliputi kualitas dan kuantitas output serta keandalan dalam bekerja. Karyawan memiliki kinerja yang tinggi sehingga dapat menghasilkan kerja yang baik Dengan adanya kinerja yang tinggi yang dimiliki karyawan, diharapkan tujuan organisasi dapat tercapai. Kinerja karyawan yang baik dalam perusahaan dapat dilihat dari hasil penilain kinerja. Penilaian kinerja merupakan tolak ukur yang dilakukan perusahaan untuk mengetahui seberapa perkembangan dalam menjalankan setiap Penilaian kinerja sendiri merupakan proses mengevaluasi seberapa baik karyawan dibandingkan dengan satu set standar, dan kemudian mengkomunikasikan informasi tersebut (Irham Fahmi : . Penilaian Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang untuk mengetahui seberapa baik karyawan tersebut dalam melaksanakan pekerjaanya. Kriteria penilaian tersebut untuk tiap bagiannya memiliki bobot nilai yaitu untuk penilaian kinerja yaitu 80% sedangkan untuk perilaku kerja yaitu 20%. Berdasarkan hasil penilaian kinerja yang diperoleh hasilnya tidak sesuai dengan harapan, dari hasil penilaian tersebut tidak ada karyawan yang mencapai kriteria tersebut. Tabel 1 Penilaian Kinerja Jumlah Karyawan 8 orang Kinerja 80% 68,29% Perilaku Kerja 20% 17,04% 2 orang 73,50% 18,46% 9 orang 75,00% 15,66% 3 orang 76,00% 17,70% 8 orang 78,05% 15,1% Sumber : Laporan Penilaian Kinerja, 2018 Dalam penilaian karyawan yang memiliki kinerja dan motivasi kerja terhadap kinerja nilai yang tidak memenuhi kriteria tersebut karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum disebabkan karena beberapa faktor, yaitu : kriteria Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang? penilaian dinilai terlalu tinggi bagi seluruh II. TINJAUAN PUSTAKA karyawan, penilaian bersifat subjektif, kurang Penilaian Kinerja semangat dalam bekerja, kurang motivasi dari Menurut M. Yani . 2 : . penilaian dalam diri sendiri, atasan, maupun lingkungan kinerja merupakan mekanisme penting bagi kerja dan disiplin kerja yang kurang. manajemen untuk digunakan dalam menjelaskan Motivasi memiliki pengaruh besar dalam tujuan dan standar kinerja dan memotivasi kinerja mendorong seseorang untuk terus mengejar citaindividu waktu berikutnya penilaian kinerja cita hidupnya. Dan motivasi itu mendorong menjadi basis bagi keputusan-keputusan yang tumbuhnya semangat kerja yang maksimal dan mempengaruhi gaji, promosi pemberhentian, hasil maksimal. Dalam dunia kerja motivasi pelatihan, transfer, dan kondisi kepegawaian merupakan pendorong tumbuhnya semangat kerja yang maksimal. Menurut Irham Fahmi . 7 : . penilaian Masalah yang terdapat pada sumber daya sendiri merupakan proses mengevaluasi manusia di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta seberapa baik karyawan mengerjakan pekerjaan Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, yaitu mereka ketika dibandingkan dengan satu set menurunnya kinerja karyawan pada perusahaan standar, dan kemudian mengkomunikasikan Menurunnya informasi tersebut. disebabkan oleh kinerja karyawan belum optimal. Menurut Malayu S. P Hasibuan . 4 : . kurangnya motivasi dalam bekerja, disiplin kerja penilaian kinerja adalah menilai rasio hasil kerja yang kurang, serta pemberian promosi jabatan nyata dengan standar kualitas maupun kuantitas harus sesuai kemampuan dan penilaian karyawan. yang dihasilkan setiap karyawan. Berikut adalah rumusan masalah yang Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan berusaha di jawab pada penelitian ini. Berapa penilaian kinerja adalah suatu mekanisme besarkah pengaruh penilaian kinerja terhadap bagi manajemen dalam mengevaluasi kinerja karyawan pada Perusahaan Daerah Air kayawan dengan standar kualitas maupun Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang? Dimana hasil tersebut kemudian Berapa besarkah pengaruh motivasi kerja mempengaruhi keputusan tentang gaji, promosi, terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan pelatihan, transfer dan kondisi kepegawain lainnya. Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Motivasi Kerja Tangerang? Berapa besarkah pengaruh penilaian Motivasi berasal dari kata latin AuMovereAy yang berarti dorongan, daya poenggerak atau kekuatan yang menyebabkan suatu tindakan atau Kata AuMovereAy dalam bahasa Inggris sering disepadankan dengan AuMotivationAy yang berarti pemberian motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan. Menurut Irham Fahmi . 7 : . motivasi adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan. Menurut Wilson Bangun . 2 : . Motivasi didefinisikan sebagai suatu tindakan untuk mempengaruhi orang lain agar berperilaku . o behav. secara teratur. Menurut Stefan Ivanko dalam Arif Yusuf Hamali . 8 : . mendefinisikan motivasi sebagai keinginan dan energi seseorang yang diarahkan untuk pencapaian suatu tujuan. Motivasi adalah sebab dari tindakan. Upaya memengaruhi seseorang dalam rangka memberikan motivasi berarti mendapatkan kemudian ingin berbuat sesuatu yang diketahui dan seharusnya dilakukan. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah dorongan bagi seseorang untuk berprilaku dan bertindak yang dilakukan secara teratur untuk mencapai Kinerja Karyawan MenurutAnwar Prabu Mangkunegara . 5 : . istilah kinerja berasal dari job performance atau actual performane . restasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseoran. Pengertian kinerja . adalah hasil kerja secara kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Suparno Eko Widodo . 5 : . kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Menurut Irham Fahmi . 7 : . kinerja karyawan adalah hasil yang diperoleh oleh suatu organisasi baik organisasi tersebut bersifat profit oriented dan non profit oriented yang dihasilkan selama suatu periode tertentu. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja yang melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab pelaksanaan tugasnya dalam organisasi selama periode waktu tertentu dalam mengerjakannya. METODE PENELITIAN Definisi variabel-variabel yang diteliti Variabel Dependen (Y): Kinerja Pegawai. Kinerja Pegawai adalah sejauhmana pencapaian hasil kerja yang dimiliki setiap pegawai dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Variabel Independen (X. : Penilaian Kinerja. Penilaian Kinerja adalah suatu mekanisme penting bagi manajemen dalam mengevaluasi kayawan dengan standar kualitas maupun Variabel Independen (X. : Motivasi Kerja. Motivasi Kerja adalah suatu dorongan bagi seseorang untuk berprilaku dan bertindak yang dilakukan secara teratur untuk mencapai Pengukuran pengaruh kemampuan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai melalui skala Likert digunakan dengan lima tingkatan yang diberi skor sebagai berikut (Sugiyono, 2004:. Sangat setuju diberi skor lima . Setuju diberi skor empat . Ragu-ragu diberi skor tiga . Tidak setuju diberi skor dua . Sangat tidak setuju diberi skor satu. Populasi dalam penelitian ini, terdiri dari semua pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tangerang. Adapun dalam penentuan sampel pada penelitian ini, responden yang diambil merupakan seluruh pegawai yang berjumlah 30 orang. IV. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Pengujian Koefisien Determinasi (R. Pengujian dengan menggunakan uji koefisien determinasi (R. atau Goodness of Fit Test, yaitu untuk melihat besarnya pengaruh variabel bebas yaitu kemampuan (X. dan penilaian kerja (X. terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan (Y). Nilainya adalah 0 Ae 1. Semakin mendekati nol berarti model tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan dengan sangat terbatas, sebaliknya semakin mendekati satu maka suatu model akan semakin baik. Tabel 2 Pengujian Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Model Square ,990a ,981 ,980 ,531 Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Penilaian Kinerja Tabel 2 menunjukkan angka Adjusted R Square (R. sebesar 0,98 berarti variabel independen yaitu penilaian kerja (X. dan motivasi kerja (X. mampu menjelaskan sebesar 98% kinerja karyawan (Y). Uji Secara Serempak/simultan (Uji F) atau ANOVA Uji F menunjukkan apakah semua variabel bebas (X) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y). Tabel 3 Uji Regresi Simultan Model 1 Regression ANOVAa Sum of Squares df Mean Square 392,256 Residual 7,611 27 Total 399,867 29 Sig. 196,128 695,789 ,000b ,282 Dependent Variable: Kinerja Karyawan Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Penilaian Kinerja Tabel 3 memperlihatkan nilai Fhitung adalah 695,789 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. adalah 3,328. Oleh karena pada kedua perhitungan yaitu Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikansi . < 0,05, menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen yaitu penilaian kinerja dan motivasi kerja secara bersama-sama adalah signifikan terhadap kinerja karyawan. Analisis Regresi Berganda Uji regresi berganda digunakan untuk menentukan seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara individu. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. ,823 1,190 ,692 ,495 Penilaian Kinerja ,761 ,052 ,793 14,536 ,000 Motivasi Kerja ,224 ,056 ,220 4,030 ,000 Dependent Variable: Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil regresi berganda maka diperoleh persamaan regresi: Y = 0,823 0,761 X1 0,224 X2 e Hasil penelitian pada Tabel 4 dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Variabel penilaian kinerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikan . < 0,05 dan nilai koefisien variabel penilaian kinerja sebesar 0,761 artinya jika ditingkatkan variabel kemampuan sebesar satu satuan maka kinerja pegawai akan 0,761. Hal menunjukkan bahwa semakin meningkatnya penilaian kinerja maka kinerja karyawan akan lebih tinggi. Variabel motivasi kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikan . < 0,05 dan nilai koefisien variabel motivasi kerja sebesar 0,224 artinya jika ditingkatkan variabel motivasi kerja sebesar satu satuan maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,224. Berdasarkan hasil penelitian dapat dibuktikan bahwa variabel penilaian kinerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Bahkan berdasarkan penelitian ini, variabel penilaian kinerja lebih dominan dibanding variabel motivasi kerja. Hal ini menunjukkan bahwa variabel penilian kinerja dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. PENUTUP Dari rumusan masalah yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya maka akan ditarik kesimpulan sebagai berikut : Bahwa hasil hipotesis penilaian kinerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil menggunakan SPSS versi 22 diperoleh hasil thitung sebesar 29,842 lebih besar dari ttabel yaitu sebesar 2,042 . ,842>2,. dengan signifikan kurang dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan diterimanaya Ha membuktikan bahwa penilaian kinerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Bahwa hasil hipotesis motivasi kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hassil ari menggunakan SPSS versi 22 diperoleh hasil thitung sebesar 11,776 lebih besar dari ttabel yaitu sebesar 2,042 . ,776>2,. dengan signifikan kurang dari 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan diterimanya Ha membuktikan motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Penilaian kinerja dan motivasi kerja secara bersama-sama . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari menggunakan SPSS versi 22 uji fhitung sebesar nilai fhitung yaitu 695,789 lebih besar dari ftabel yaitu sebesar 3,35 . ,789>3,. maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan diterimanya Ha membuktikan bahwa penilaian kinerja dan motivasi kerja secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. DAFTAR PUSTAKA