Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Tren Publikasi Jurnal Bidang Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Terindeks Muchammad Irfan Fanani. Moh. Safii Universitas Negeri Malang 1802146@students. id, moh. safii@um. ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai topik analisis bibliometrik tren publikasi jurnal bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi terindeks Sinta menggunakan program R Biblioshiny dalam rentang 10 tahun terakhir . Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan publikasi, kajian, dan juga penulis dalam kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan bibliometrik. Data berasal dari seluruh artikel yang yang terbit di jurnal bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi terindeks Sinta dalam rentang waktu 10 tahun . yang berjumlah 2588 artikel. Hasilnya, dapat disimpulkan bahwa jurnal dengan publikasi terbanyak adalah AuMedia PustakawanAy. AuANUVA: Jurnal Kajian Budaya. Perpustakaan, dan InformasiAy dan juga AuBerkala Ilmu Perpustakaan dan InformasiAy. Kajian yang sangat menarik untuk dapat dikaji kedepannya adalah kajian mengenai AuBibliometricsAy. AuKnowledge ManagementAy. AuCitation AnalysisAy. AuOpen AccessAy, dan juga AuRepositori InstitusiAy. Penulis paling produktif adalah Winoto Y (Yunus Winot. Yusup PM (Pawit Muhammad Yusu. dan juga Komariah N (Neneng Komaria. Motivasi peneliti untuk produktif adalah adanya tingkat tanggung jawab pribadi sebagai seorang peneliti, dukungan dari instansi, dan kolaborasi dengan peneliti lainnya. Kata Kunci: Bibliometrik. Jurnal. Perpustakaan. Sinta. Biblioshiny. ABSTRACT This study discusses the topic of bibliometric analysis of the trend of publication of Sinta-indexed journals in the field of Library and Information Science using the R Biblioshiny program in the last 10 years . The purpose of this study is to map publications, studies, and also authors in the study of Library and Information Science. The method used in this research is a descriptive quantitative research method with a bibliometric The data comes from all articles published in journals in the field of Library and Information Science indexed by Sinta in a span of 10 years . totaling 2588 articles. As a result, it can be concluded that the journals with the most publications are "Media Librarians", "ANUVA: Journal of Cultural Studies. Libraries, and Information" and also "Library and Information Science Periodic". Very interesting studies that can be studied in the future are studies on "Bibliometrics", "Knowledge Management", "Citation Analysis", "Open Access", and also "Institutional Repositories". The most prolific writers are Winoto Y (Yunus Winot. Yusup Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PM (Pawit Muhammad Yusu. and also Komariah N (Neneng Komaria. The motivation of researchers to be productive is the level of personal responsibility as a researcher, support from agencies, and collaboration with other researchers. Keywords: Bibliometrics. Journal. Library. Sinta. Biblioshiny. PENDAHULUAN Kebutuhan publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi di zaman sekarang sangatlah penting bagi peneliti, khususnya pada bidang akademisi untuk berbagai alasan. Mengutip siaran pers mengenai sosialisasi AuPeraturan Menristekdikti Nomor 9 tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal IlmiahAy, ditegaskan bahwa publikasi di jurnal ilmiah saat ini menjadi sangat penting karena adanya persyaratan kenaikan jenjang jabatan bagi fungsional dosen, guru, para peneliti, widyaiswara, perekayasa, dan juga fungsional lainnya. Selain itu, persyaratan dalam mempertahankan tunjangan kehormatan jabatan Guru Besar dan Lektor Kepala seperti pada Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 yang mengharuskan publikasi ilmiah di jurnal Persyaratan kelulusan bagi mahasiswa magister dan doktor dalam standar perguruan tinggi juga memerlukan syarat untuk publikasi di (Kemristekdikti. Publikasi terakreditasi ini juga berdampak pada akademisi bidang Ilmu Perpustakaan Informasi. Akademisi Ilmu Perpustakaan membutuhkan sumber referensi informasi mengenai bidang studi mereka. Analisis bibliometrik dapat membantu akademisi dalam mendapatkan sumber Informasi tersebut. Menurut Noyons et al. , . bibliometrik dapat dipetakan menjadi 4 area kegunaan yaitu Performance Analysis. Mapping Science. Information Retrieval, dan Library Management. Dalam kaitannya dengan hal diatas, fungsi Mapping Science atau pemetaan pengetahuan dapat membantu dalam memberikan gambaran sumber referensi bagi akademisi. Noyons et al. , . juga menjelaskan bahwa dalam pemetaan pengetahuan berfungsi sebagai alat komunikasi ilmiah, sebagai alat untuk dapat melihat perkembangan pengetahuan di masa depan, dan juga sebagai salah satu bahan dalam pengambilan keputusan. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Hal ini sesuai dengan kebutuhan akademisi untuk mengetahui pemetaan pengetahuan kedepannya dan dapat menentukan langkah kebijakan Pada penelitian ini akan membahas mengenai analisis bibliometrik tren publikasi jurnal bidang perpustakaan terindeks Sinta menggunakan R Biblioshiny. Pritchard penerapan metode statistik dan matematika untuk buku dan media komunikasi lainnya. Dalam definisi tersebut, metode matematika dan statistika dapat diterapkan dalam segala bentuk media komunikasi yang telah direkam dalam arti luas, baik grafis maupun elektronik (Sulistyo- Basuki, 2. Menurut Perdirjen Dikti Nomor 19 Tahun 2018 mengenai AuPedoman Akreditasi Jurnal IlmiahAy. Sinta (Science and Technology Inde. sendiri merupakan sebuah portal pusat indeks, sitasi, dan keahlian di Indonesia untuk memudahkan mengukur kinerja para peneliti, institusi, dan jurnal di Indonesia yang sudah terakreditasi oleh sistem akreditasi ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasiona. yang dikelola Ristekbrin. Penelitian terdahulu yang mempunyai pembahasan yang hampir sama dengan penelitian ini yaitu penelitian dengan judul artikel AuAnalisis Informasi Penerbitan Topik Populer Terbitan Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi di IndonesiaAy oleh Nashihuddin et al. dengan membahas topik populer tentang Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Informasi dari semua terbitan berkala. Data diambil bukan hanya dari Sinta saja, tapi juga beberapa sumber seperti dari database ISSN LIPI, dan website terbitan. Penelusuran informasi pada website terbitan dilakukan pada tanggal 1 Ae 10 Juli 2020. Penelitian tersebut menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah aplikasi Voyant Tools. Hasilnya topik terpopuler terbitan yaitu tentang AuperpustakaanAy. Selain membahas topik populer tersebut, terbitan berkala Ilmu Perpustakaan di Indonesia juga membahas topik lainnya, seperti AuIlmu InformasiAy. AuManajemenAy. AuKearsipanAy. AuDataAy. AuLiterasiAy. AuLayanan DigitalAy. AuPublikasiAy. AuPustakawanAy. AuKoleksiAy. AuDokumentasiAy. AuTeknologi InformasiAy dan AuKomunikasiAy, dan sebagainya. Perbedaan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 memfokuskan bahasan kepada tren publikasi jurnal bidang perpustakaan terindeks khusus Sinta saja serta metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis bibliometrik. Selanjutnya. Penelitian ini membahas kajian yang direkomendasikan untuk dikaji kedepannya dengan pembahasan yang lebih komprehensif dan alat yang digunakan untuk menganalisis menggunakan program R Biblioshiny. Program Biblioshiny dikembangkan oleh Profesor Massimo Aria pada tahun 2017 berdasarkan bahasa R. Program ini didesain untuk mempermudah dalam penelitian kuantitatif pada analisis bibliometrika dan scientometrika. Beberapa penelitian dengan metode bibliometrik tentang masalah tren publikasi di bidang Perpustakaan telah dilakukan oleh beberapa peneliti, seperti Singh dan Chander . Dimsdale . Dwiyantoro dan Junandi . Heshmati et al. Winkler dan Kiszl . Dwiyantoro . , dan juga oleh Awan et al. dengan membahas mengenai tren di bidang perpustakaan yang bersumber dari berbagai jurnal nasional dan internasional serta dari pusat database internasional yang sudah terakreditasi seperti Scopus dan Web of Science. Berbagi penelitian yang menggunakan aplikasi Biblioshiny juga telah banyak digunakan seperti penelitian yang telah dilakukan oleh Radha dan Arumugam . Huh . , dan Patil . dengan membahas berbagai masalah seperti masalah di dunia medis dan dari berbagai jurnal database yang telah disebutkan dalam website Biblioshiny. Sementara itu penelitian ini berbeda dikarenakan penelitian ini lebih dikhususkan untuk mengkaji tren publikasi jurnal perpustakaan yang terindeks oleh database SINTA. Selanjutnya alat yang digunakan untuk menganalisis yaitu Program R Biblioshiny (Aria & Cuccurullo, 2. Aplikasi ini memiliki kelebihan daripada aplikasi lain diantaranya adalah keberadaan algoritma statistik yang lebih substansial dan efektif, akses ke rutinitas numerik berkualitas tinggi, dan terintegrasi dengan alat visualisasi yang lebih jelas. Selain itu. Ilmu Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Perpustakaan dan Informasi terakreditasi Sinta dengan rentang 10 tahun . yang belum pernah dilakukan peneliti lain sebelumnya. Berdasarkan pembahasan serta penelitian terdahulu yang telah dilakukan sebelumnya, maka penulis tertarik untuk membahas penelitian yang berjudul AuTren Publikasi Jurnal Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi Terindeks SintaAy yang akan membahas dan memetakan kajian mengenai tren pada bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang terakreditasi Sinta dari dalam 10 tahun terakhir . menggunakan program R Biblioshiny dengan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana visualisasi analisis deskriptif data bibliografi dari publikasi jurnal bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang terindeks Sinta dalam rentang waktu 10 tahun terakhir . ? Bagaimana visualisasi analisis Co-word atau Co-occurrence Network dari publikasi jurnal bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang terindeks Sinta dalam rentang waktu 10 tahun terakhir . ? Bagaimana authorship network dari publikasi jurnal bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang terindeks Sinta dalam rentang waktu 10 tahun terakhir . ? Bagaimana arah tren dan topik publikasi yang dapat dikaji terkait bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi kedepannya? Apa saja motivasi peneliti untuk tetap produktif dalam melaksanakan Diharapkan hal ini mampu menjadi sumber referensi akademisi/peneliti pada bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi dalam melihat penelitian yang dapat dikaji kedepannya. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan bibliometrik. Dalam pemetaan pengetahuan terdapat 5 alur kerja yang direkomendasikan (Zupic & Uater, 2. Desain studi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Dalam desain penelitian peneliti mendefinisikan rumusan masalah dalam penelitian dan memilih metode bibliometrik untuk menjawab pertanyaan tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana arah tren dan topik publikasi yang dapat dikaji terkait bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi kedepannya Pengumpulan data Data diambil berasal dari jurnal yang termasuk kedalam kajian bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi terakreditasi sinta yang berjumlah 24 jurnal mulai dari Sinta 2 hingga Sinta 6. Data yang diambil adalah metadata berupa Judul. Penulis. Jurnal. Tahun Publikasi. Abstrak, dan juga Kata Kunci dengan jumlah total artikel adalah 2588 Artikel. Author keywordAos 5272. Authors 2224 dan juga Authors Appearances dengan 4265. Pengambilan data dimulai tanggal 11 Oktober 2021 hingga 10 Februari Data dikelola menggunakan aplikasi AuMendeleyAy dan AuJabRefAy. Mendeley sebagai tempat input metadata, selanjutnya JabRef digunakan untuk mengecek kesesuaian metadata. Analisis data Analisis R-Bibliometrix Biblioshiny dengan 3 kajian utama yaitu: . Analisis Deskriptif Data Bibliografi . Analisis Co-word atau Co-occurrence Network . Jaringan kolaborasi atau co-authorship network. Visualisasi data Hasil visualisasi data terdiri dari Most Relevant Author. Most Relevant Words. Most Relevant Source. Trend Topics. Co-occurrence Network. Thematic Map, dan Collaboration Network Interpretasi Hasil kesimpulan dalam penelitian ini. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada hasil penelitian ini akan ditampilkan data yang telah diperoleh dari elaborasi data menggunakan program R Biblioshiny. Ada 3 garis besar pembahasan yaitu: . Analisis Deskriptif Data Bibliografi . Analisis Coword atau Co-occurrence Network . Jaringan kolaborasi atau coauthorship network. Untuk hasil penelitian ini akan ditampilkan seperti di bawah ini. Analisis Deskriptif Data Bibliografi Most Relevant Author Most Relevant Author 27 26 24 24 24 24 23 22 21 20 19 18 17 17 17 17 16 16 Gambar 1 Most Relevant Author (Sumber: Elaborasi penulis menggunakan Biblioshin. Pada gambar 1 adalah Most Relevant Author, yaitu daftar penulis yang paling produktif dalam kajian mengenai Ilmu Perpustakaan dan Informasi selama 10 tahun terakhir. Dalam data 20 penulis paling produktif diatas dapat diketahui penulis paling produktif adalah Winoto Y (Yunus Winot. dengan 39 publikasi, selanjutnya Yusup PM (Pawit Muhammad Yusu. dengan 32 publikasi, dan posisi ketiga ditempati oleh Komariah N (Neneng Komaria. dengan 27 publikasi. Ketiga penulis paling produktif di atas sama-sama berasal dari institusi Universitas Padjadjaran. 12 dari 20 penulis terbanyak berasal dari Universitas Padjadjaran. Penulis lainnya dapat diketahui dari tabel diatas dengan jumlah publikasi yang berbeda-beda. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Most Relevant Words Most Relevant Words 32 28 25 25 24 23 22 21 20 18 18 17 17 16 Gambar 2 Most Relevant Words (Sumber: Elaborasi penulis menggunakan Biblioshin. Pada gambar 2 diatas adalah Most Relevant Words yang menunjukkan kata atau kajian yang paling relevan dalam kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Dari data diatas dapat diketahui bahwa kajian AuInformation LiteracyAy menjadi kajian yang paling banyak digunakan dengan jumlah 54 kajian, selanjutnya kajian AuMedia SosialAy da juga AuLayanan PerpustakaanAy dengan 40 dan 39 kajian, serta juga kajian-lainnya yang digunakan dalam kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi seperti data di atas yang relevan dengan kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi. MOST RELEVANT SOURCE Gambar 3 Most Relevant Source (Sumber: Elaborasi penulis menggunakan Biblioshin. Most Relevant Source Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Pada gambar 3 diatas menunjukkan perkembangan sumber publikasi selama 10 tahun terakhir. Dari data diatas juga dapat diketahui bahwa jurnal AuMedia PustakawanAy memiliki jumlah publikasi yang paling banyak dengan 234 artikel, diikuti jurnal AuANUVA: Jurnal Kajian Budaya. Perpustakaan, dan InformasiAy dibawahya dengan 209 publikasi. Data publikasi lainnya dapat dilihat seperti di atas. Analisis Co-word atau Co-occurrence Network Trend Topics Tabel 1 Topik yang banyak dikaji dalam rentang 10 tahun . (Sumber: Elaborasi penulis menggunakan Biblioshin. No Tahun Topik yang Banyak Dikaji Information Source AuInformation SourceAy dan AuUniversitasAy AuSertifikasiAy. AuTenaga PerpustakaanAy, dan AuBahan PustakaAy AuMembacaAy AuKompetensiAy dan AuInternetAy AuAcademic LibrariesAy AuInformation TechnologyAy. AuCitation AnalysisAy. AuLibrary ServiceAy, dan AuPerpustakaan SekolahAy AuLiterasi InformasiAy. AuPerpustakaan Perguruan TinggiAy Academic LibraryAy. AuSocial MediaAy. AuBibliometricsAy dan AuLibrary ServicesAy. AuArsip StatisAy. AuInstagramAy, dan AuLayanan PerpustakaanAy AuSystematic Literature ReviewAy, dan AuPandemi Covid-19Ay. Pada tabel 1 di atas berisikan Trend Topics, yaitu topik apa saja yang sedang banyak dikaji dalam beberapa tahun terakhir. Dengan melihat data diatas dan dari analisis metadata yang berasal dari artikel secara mendalam, dapat dianalisis lebih lanjut beberapa alasan kajian populer pada tahun tersebut seperti berikut ini. Tahun 2014 Pada AuSertifikasiAy. AuTenaga PerpustakaanAy, dan AuBahan PustakaAy. Hal ini dapat disebabkan adanya undang-undang baru seperti Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014 tentang AuJabatan Fungsional Pustakawan dan Angka KreditnyaAy dan juga Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PP Nomor 24 Tahun 2014 mengenai AuPelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang PerpustakaanAy dengan pasal 34 dan 35 masingmasing berbunyi AuPustakawan harus memiliki kompetensi profesional dan personalAy AuPustakawan kompetensiAy. Untuk itu kajian mengenai AuSertifikasiAy menjadi kajian yang sedang populer pada tahun tersebut Tahun 2015 Pada AuMembacaAy AuKompetensiAy dan AuInternetAy. Pada tahun ini kajian mengenai Kompetensi populer dikarenakan pada tahun 2014 juga banyak yang mengkaji kajian serupa seperti penjelasan tahun 2014 diatas. Kemudian kajian mengenai AuMembacaAy memiliki kuantitas yang banyak dapat disebabkan adanya program baru AuGerakan Literasi SekolahAy sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 yang salah satu bahasannya adalah mengenai kegiatan 15 menit membaca buku non-pelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Hal inilah yang diperkirakan kajian mengenai AuMembacaAy pada tahun 2015 menjadi populer Tahun 2021 Pada tahun 2021 kajian yang banyak dikaji adalah kajian mengenai AuSystematic Literature ReviewAy, dan juga AuPandemi Covid-19Ay. Hal ini dapat terjadi diperkirakan karena adanya pandemi Covid-19 yang dilanda dunia. Selain itu, pada tanggal 18 Maret 2020, pemerintah mengeluarkan Surat Edaran (SE) sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19 dengan adanya penundaan segala bentuk aktivitas untuk sementara waktu, baik aktivitas diluar maupun didalam ruangan, tidak terkecuali di bidang Pemerintah juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020, tentang AuPelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19Ay oleh Kemendikbud RI yang berisi tentang pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilaksanakan di rumah secara daring (Dewi, 2. Hal inilah yang membuat penelitian di luar ruangan menjadi terbatas, dan AuSystematic Literature ReviewAy menjadi Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 jawaban karena dapat diakses dimana saja dan kapan saja tanpa memerlukan kontak penelitian dengan banyak orang secara langsung. Co-occurrence Network Gambar 4 Co-occurrence Network (Sumber: Elaborasi penulis menggunakan Biblioshin. Pada gambar 4 menunjukkan skema Co-occurrence Network. Menurut Cobo et al. , . jaringan bola diatas disebut dengan jaringan tematik, dimana volume bola sebanding dengan jumlah dokumen yang sesuai dengan kata kunci. Selain itu, ketebalan hubungan antara 2 bola Perbedaan warna diatas disebabkan perbedaan pengelompokan yang saling terhubung, ini dapat disebabkan karena perbedaan tema yang memiliki kumpulan dokumen terkait. Warna dikelompokkan berdasarkan persamaan karakteristik dari objek-objek tersebut. Dari hasil visualisasi diatas, dapat diketahui bahwa terdapat 6 cluster dengan warna yang berbeda yaitu cluster berwarna Biru. Merah. Hijau. Orange. Coklat, dan juga Ungu. Cluster Biru Dalam cluster berwarna biru menunjukkan kajian mengenai perpustakaan yang berkaitan dengan fungsi dan kompetensi pustakawan dalam layanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca melalui program literasi informasi dengan dukungan teknologi informasi dan juga perkembangan media sosial. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Cluster Merah Pada pustakawan dalam proses preservasi informasi dalam ruang lingkup perpustakaan digital. Cluster Hijau Cluster warna hijau menunjukkan kajian mengenai proses pelayanan perpustakaan dan pengelolaan koleksi di masa pandemi Covid-19 untuk dapat dimanfaatkan dalam proses persebaran literasi informasi melalui media sosial dalam ruang lingkup perpustakaan khusus dan perpustakaan perguruan tinggi. Cluster Orange Cluster warna orange menunjukkan kajian mengenai proses pengelolaan dan pengembangan koleksi di sistem OPAC pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Cluster Coklat Cluster Retrieval Knowledge Management Information Bibliometrik dan analisis sitasi yang berasal dari repository. Cluster Ungu Cluster berwarna ungu menunjukkan kajian mengenai perilaku pencarian informasi dan proses dalam pemenuhan kebutuhan informasi tersebut apakah hal tersebut sudah efektif dan efisien atau belum. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Thematic Map Gambar 5 Thematic Map (Sumber: Elaborasi penulis menggunakan Biblioshin. Gambar Thematic Map menunjukkan kajian yang banyak dikaji dan menilai seberapa banyak peluang untuk mengkaji hal tersebut kedepannya. Sharma et al. , . menjelaskan tata cara dalam membaca peta seperti diatas. Peta Tematik diatas dibingkai pada Centrality . dan Impact . Impact adalah ukuran perkembangan tema yang dipilih dan Centrality mengukur pentingnya tema sentral. Peta tematik memiliki empat bagian. Tema yang ada di bagian kiri bawah peta (Emerging or Declining Theme. adalah tema yang menurun dalam kajiannya dan dalam tahun ke tahun tema tersebut mulai menghilang. Bagian kiri atas (Niche Theme. mewakili skema penelitian yang sudah dikembangkan dan berkembang dengan baik, tetapi dalam daerah kajian terisolasi dari kajian yang lebih umum atau dapat dikatakan sebagai kajian yang bersifat lebih khusus dalam suatu penelitian. Tema di bagian kanan bawah (Basic Theme. disebut dengan skema dasar yang berarti sudah banyak penelitian yang dilakukan pada tema-tema ini. Tema di bagian kanan atas (Motor Theme. adalah yang kajian terbaru untuk dapat dikembangkan kedepannya. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Emerging or Declining Themes Emerging or Declining Themes dapat diartikan sebagai kajian yang sudah menurun dan sudah mengalami kejenuhan dalam penelitian, atau bisa saja adalah kajian yang baru saja naik dalam hal intensitas namun belum mampu menyamai kajian yang sudah naik dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam visualisasi diatas tema ini berisi kajian mengenai AuKebutuhan InformasiAy. AuPerilaku Pencarian InformasiAy. AuPerilaku InformasiAy. AuMahasiswaAy, dan juga kajian mengenai AuIlmu PerpustakaanAy. Kajian seperti ini tetap dapat dikaji dengan melihat apakah kajian tersebut adalah kajian yang telah lama dikaji hingga mengalami kejenuhan atau karena kajian tersebut adalah kajian baru namun dengan kuantitas yang belum banyak untuk dikaji Niche Themes Niche Themes dapat diartikan sebagai tema yang dikembangkan dengan baik, hanya saja kajian pada jenis ini terisolasi dengan kajian yang lebih umum, atau dapat disebut dengan kajian yang lebih khusus. Dalam visualisasi diatas tema ini berisi kajian mengenai AuArsipAy. AuArsip StatisAy. AuDigitalAy. AuPreservationAy, dan AuArchive ManagementAy. Kajian ini tetap direkomendasikan untuk dikaji kedepannya. Basic Themes Basic Themes dapat diartikan sebagai kajian yang sudah umum untuk Dalam visualisasi diatas tema ini berisi kajian mengenai AuInformation LiteracyAy. AuMedia SosialAy. AuAcademic LibraryAy. AuInternetAy. AuCollection RepositoryAy. AuPromosi DevelopmentAy. AuInstagramAy. AuInstitutional PerpustakaanAy. AuPerpustakaan Perguruan TinggiAy. AuOpacAy. AuLibraryAy. AuDigital LibraryAy. AuSchool LibraryAy. AuLibrary ServicesAy. AuLibrariansAy. AuCovid-19Ay. AuInformation TechnologyAy. AuLayanan PerpustakaanAy. AuKompetensiAy. Kajian-kajian diatas telah umum dikaji dan tetap dapat Namun, jika ingin mencari kajian yang lebih baru, dapat melihat rekomendasi pada bagian Motor Themes seperti penjelasan di bawah. Motor Themes Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Motor Themes dapat diartikan sebagai kajian yang berkembang dengan baik dan direkomendasikan untuk dikaji untuk kedepannya. Dalam visualisasi AuBibliometricsAy. AuKnowledge ManagementAy. AuCitation AnalysisAy. AuOpen AccessAy, dan juga AuRepositori InstitusiAy. Dengan melihat data diatas (Motor Theme. yang menunjukkan dikembangkan dalam penelitian kedepannya. Hal ini dapat disebabkan Menurut Brookes Sulistyo-Basuki . menyatakan bahwa tujuan umum bibliometrika adalah : Untuk dapat merancang sistem dan jaringan informasi yang lebih Meningkatkan efisiensi proses pengolahan informasi dengan lebih baik. Untuk dapat mengidentifikasi dan mengukur efisiensi pada jasa bibliografi yang ada. Memberikan pandangan kedepannya mengenai kecenderungan penerbitan. Penemuan dan elisitasi hukum empiris yang dapat menyediakan dasar untuk pengembangan sebuah teori dalam Ilmu Informasi kedepannya. Selain perkembangan internet sekarang ini, peneliti melihat penelitian berbasis analisis bibliometrik lebih mudah dilakukan karena sumber data yang telah dikelola dengan baik serta proses akses yang lebih mudah, murah, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Database seperti Clarivate Analytics Web Science . ttp://w. ttp://w. Google Scholar Scopus . ttp://scholar. Science Direct . ttp://w. atau database lainnya yang sudah dikelola dengan baik telah menyediakan data yang mampu mempermudah dalam analisis bibliometrik. Karena bibliometrik berfungsi mengevaluasi dalam beberapa tahun yang berbeda karena setiap tahun hasilnya tentu akan memiliki potensi untuk berbeda. Selain itu penulis Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 melihat objek penelitian yang sangat luas, ini juga akan mempermudah dalam pencarian novelty penelitian dari satu peneliti dan peneliti lainnya misalnya adanya alat visualisasi yang lebih baik lagi kedepannya. Seperti pada beberapa tahun terakhir analisis bibliometrik banyak menggunakan VosViewer (Van Eck & Waltman, 2. , dalam beberapa tahun terakhir munculah alat visualisasi yang lebih baru dan dianggap lebih baik lagi yaitu program R Biblioshiny (Aria & Cuccurullo, 2. hal seperti ini akan menambah antusias peneliti untuk meneliti mengenai kajian bibliometrik Jaringan kolaborasi atau Co-authorship Network Berikut Co-authorship Network Biblioshiny. Gambar 6 Collaboration Network (Sumber: Elaborasi penulis menggunakan Biblioshin. Gambar 6 adalah Collaboration Network yang berisi beberapa cluster dari kolaborasi beberapa penulis kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi selama 10 tahun terakhir . Jaringan kolaborasi (Glynzel & Schubert, 2. Dalam data diatas dapat diketahui ada 8 cluster berbeda yang diketahui dari perbedaan warna yang ada. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Tabel 2 kolaborasi penulis dalam rentang 10 tahun . (Sumber: Elaborasi penulis mengenai AuCollaboration NetworkAy menggunakan Biblioshin. No Cluster Penulis Instansi Merah Yusup PM. Komariah N. Saepudin Universitas E. Rachmawati TS. Damayani NA. Padjadjaran Rusmana A, dan Erwina W. Biru Winoto Y. Sukaesih S. Kurniasih Universitas Rohanda dan Padjadjaran Nurislaminingsih R Hijau Tupan T. Nashihuddin W, dan AuCenter For Rahayu RN Scientific Documentation and InformationAy (LIPI) Ungu Yanto A. Prijana P, dan Rohman Universitas Padjadjaran Orange Prasetyawan YY dan Krismayani I Universitas Diponegoro Coklat Anwar RK dan Rizal E Universitas Padjadjaran Merah Irhandayaningsih dan Universitas Christiani L Diponegoro Abu-abu Rusmono D dan Agustina S Universitas Pendidikan Indonesia Beberapa hasil data penulis seperti diatas menunjukkan penulis yang paling produktif adalah Winoto Y (Yunus Winot. dengan 39 publikasi, disusul Yusup PM (Pawit Muhammad Yusu. dengan 32 publikasi, dan posisi ketiga ditempati oleh Komariah N (Neneng Komaria. dengan 27 publikasi. Ketiganya berasal dari Universitas Padjadjaran. Dalam Co-authorship Network Universitas Padjadjaran sangat mendominasi dengan mengumpulkan 4 cluster warna dari 8 cluster warna yang ada. Peneliti dari Universitas Padjajaran sangat produktif dan banyak kolaborasi antar peneliti dari Universitas Padjajaran itu sendiri. Untuk menelusuri data diatas, peneliti mencoba mewawancarai secara online peneliti Yunus Winoto sebagai penulis paling produktif dalam kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi mengenai produktivitasnya dalam meneliti dan juga bagaimana Universitas Padjajaran mampu memiliki Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Yunus Winoto mengungkapkan bahwa ada 2 alasan mengapa beliau dan peneliti lainnya dari Universitas Padjajaran begitu produktif dalam meneliti adalah yang pertama karena faktor dorongan dari instansi Universitas Padjajaran yang selalu memberikan perhatian serta reward Alasan kedua adalah suatu perwujudan kepakaran seorang peneliti yang ditunjukkan dengan penelitian dan publikasi ilmiah. Yunus Winoto juga menjelaskan mengapa banyak peneliti di Universitas Padjajaran saling berkolaborasi alasannya karena dengan peneliti dari instansi sendiri serta peneliti yang sudah dikenal dengan baik hal ini juga akan mempermudah dalam penelitian. Tidak menutup kemungkinan dalam tahun kedepannya akan melakukan penelitian dengan peneliti dari pihak di luar Universitas Padjadjaran. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENUTUP Simpulan Setelah mengetahui hasil dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan beberapa hal yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini antara lain, kajian yang paling relevan dalam kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi adalah kajian mengenai AuInformation LiteracyAy. AuMedia SosialAy, dan AuLayanan PerpustakaanAy. Jurnal dengan publikasi terbanyak adalah AuMedia PustakawanAy. AuANUVA: Jurnal Kajian Budaya. Perpustakaan, dan InformasiAy dan juga AuBerkala Ilmu Perpustakaan dan InformasiAy. Selanjutnya, dalam analisis Co-occurrence dapat diketahui beberapa tren yang paling banyak dikaji untuk tahun 2021 adalah kajian mengenai AuSystematic Literature ReviewAy, dan AuPandemi Covid-19Ay. Dalam skema Cooccurrence Network menunjukkan beberapa kajian yang saling terhubung misalnya kajian mengenai perpustakaan yang berkaitan dengan fungsi dan kompetensi pustakawan dalam layanan perpustakaan. Hal ini sesuai dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca melalui program literasi informasi dengan dukungan teknologi informasi serta perkembangan media Kajian yang sangat menarik dan direkomendasikan untuk dapat dikaji kedepannya adalah kajian mengenai AuBibliometricsAy. AuKnowledge ManagementAy. AuCitation AnalysisAy. AuOpen AccessAy, dan juga AuRepositori InstitusiAy. Suatu kajian menjadi populer dapat disebabkan berbagai faktor misalnya terdapat kebijakan terbaru, atau suatu peristiwa luar biasa seperti pandemi Covid-19. Kajian yang tidak membutuhkan kontak secara langsung, akan menjadi populer untuk dibahas. Selanjutnya dalam analisis Co-authorship network dapat diketahui bahwa penulis paling produktif adalah Winoto Y (Yunus Winot. Yusup PM (Pawit Muhammad Yusu. dan juga Komariah N (Neneng Komaria. yang ketiganya berasal dari Universitas Padjadjaran. Dari 20 penulis terbanyak, 12 diantaranya berasal dari Universitas Padjadjaran. Dari 8 cluster kolaborasi antar penulis, 4 cluster menunjukkan penulis berasal dari Universitas Padjadjaran. Menurut Winoto Y dari Universitas Padjajaran yang merupakan penulis paling produktif, ada beberapa faktor yang membuat peneliti dapat produktif. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 misalnya adanya tingkat tanggung jawab pribadi sebagai seorang peneliti, dukungan dari instansi, dan kolaborasi dengan peneliti lainnya. Ucapan Terima kasih Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Universitas Negeri Malang yang telah membantu peneliti dalam hal fasilitas maupun pendanaan dalam mensukseskan penelitian ini. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA