Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING PADA SEWING PT WXD LISHENG TON Widya Anggraeni1*. Muhammad Choiru Zulfa2. Sisno Riyoko3 A,A,AProgram Studi Teknik Industri. Universitas Nahdlatul Ulama Jepara. Indonesia email korespondensi: widyaanggraeni572@gmail. ABSTRACT PT WXD Lisheng Ton is a textile company that produces office bags based on customer orders. The main problem faced by the company is that the master production schedule has not been aligned with actual production capacity conditions, resulting in unmet order targets. The novelty of this study lies in the application of the Rough Cut Capacity Planning (RCCP) method to evaluate the suitability between available capacity and required capacity in the sewing department. This study aims to analyze an optimal production capacity planning process to meet customer demand at minimum cost. The research method employed Rough Cut Capacity Planning (RCCP) by comparing available capacity with required capacity in each production period. The results show that during the MayAeOctober 2025 period. PT WXD Lisheng Ton was unable to fulfill customer demand in all periods due to insufficient capacity at several workstations. To overcome this capacity shortage, the company has two alternatives: adding additional workers and increasing overtime hours. The cost of adding workers is Rp2,675,000 per month for each additional worker, while increasing overtime hours costs Rp30,000 per hour. These findings provide practical implications for the company in selecting the most cost-efficient capacity planning alternative. Keywords: Rough Cut Capacity Planning. master production schedule. office bag. Jepara Regency ABSTRAK PT WXD Lisheng Ton merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi tas kantor berdasarkan pesanan pelanggan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah jadwal induk produksi yang belum disusun berdasarkan kondisi aktual kapasitas produksi, sehingga target pesanan sering tidak tercapai. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) sebagai dasar evaluasi kesesuaian antara kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada bagian sewing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan kapasitas produksi yang optimal guna memenuhi permintaan pelanggan dengan biaya minimum. Metode yang digunakan adalah Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan membandingkan kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada setiap periode produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode MeiAeOktober 2025. PT WXD Lisheng Ton belum mampu memenuhi seluruh permintaan pelanggan akibat keterbatasan kapasitas pada beberapa stasiun Untuk mengatasi kekurangan kapasitas tersebut, perusahaan memiliki dua alternatif, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja lembur. Penambahan tenaga kerja memerlukan biaya sebesar Rp2. 000 per bulan untuk setiap tenaga kerja tambahan, sedangkan Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . penambahan jam kerja lembur memerlukan biaya sebesar Rp30. 000 per jam. Hasil analisis ini memberikan dasar bagi perusahaan dalam memilih alternatif perencanaan kapasitas yang paling efisien secara biaya. Kata Kunci: Rough Cut Capacity Planning. jadwal induk produksi. tas kantor. Kabupaten Jepara PENDAHULUAN Perkembangan dunia industri yang semakin pesat telah meningkatkan tingkat persaingan antarperusahaan, khususnya pada sektor manufaktur di Indonesia. Perusahaan dituntut untuk mampu meningkatkan efisiensi operasional, menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten, serta memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu agar dapat mempertahankan kepercayaan pasar. Salah satu faktor kunci dalam mendukung keberlangsungan operasi produksi adalah perencanaan kapasitas yang akurat dan terintegrasi dengan kebutuhan produksi aktual. Perencanaan kapasitas produksi yang tidak tepat dapat mengakibatkan ketidakseimbangan antara kapasitas yang tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan, sehingga berdampak pada keterlambatan pengiriman dan meningkatnya biaya Kapasitas produksi didefinisikan sebagai jumlah maksimum output yang dapat dihasilkan dalam periode waktu tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Kapasitas yang direncanakan dengan baik memungkinkan perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan secara optimal dan berkelanjutan. Sebaliknya, kapasitas yang tidak sesuai dengan kebutuhan produksi akan menimbulkan berbagai permasalahan operasional, seperti penumpukan pekerjaan, penggunaan lembur yang berlebihan, atau bahkan ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi target pesanan. Seperti yang dicatat oleh (Lailiyah et al. , 2. keberhasilan penyusunan jadwal produksi sangat bergantung pada ketersediaan kapasitas yang memadai dan sesuai dengan beban kerja aktual. PT WXD Lisheng Ton merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi tas dan berlokasi di Kabupaten Jepara. Jawa Tengah. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis tas, antara lain tas ransel, tas kamera, tas koper, dan tas kantor, dengan sistem produksi berdasarkan pesanan pelanggan. Dalam proses produksinya. PT WXD Lisheng Ton memiliki beberapa departemen utama, salah satunya adalah departemen sewing yang berperan penting dalam menentukan tingkat output produk jadi. Departemen sewing terdiri atas beberapa lini produksi yang masing-masing menangani jenis produk yang berbeda sesuai dengan spesifikasi desain dan tingkat kompleksitas proses. Berdasarkan kondisi aktual perusahaan, salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah ketidaktercapaian target produksi pada produk tas kantor. Data produksi periode Mei hingga Oktober 2025 menunjukkan adanya selisih yang cukup signifikan antara jumlah permintaan dan realisasi produksi tas kantor. Ketidaksesuaian ini mengindikasikan bahwa perencanaan kapasitas yang diterapkan belum sepenuhnya mempertimbangkan keterbatasan sumber daya pada setiap stasiun kerja, khususnya pada lini sewing. Permintaan yang bersifat fluktuatif Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . semakin memperbesar risiko terjadinya ketidakseimbangan antara kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan. Permasalahan tersebut menunjukkan adanya research gap dalam penerapan perencanaan kapasitas produksi yang berbasis pada kondisi aktual sistem produksi. Banyak perusahaan masih menyusun jadwal induk produksi tanpa melakukan evaluasi kapasitas secara menyeluruh pada level agregat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan perencanaan kapasitas yang mampu memberikan gambaran awal mengenai kecukupan kapasitas produksi terhadap rencana produksi yang ditetapkan. Metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengevaluasi kelayakan jadwal induk produksi dengan membandingkan kapasitas yang dibutuhkan dan kapasitas yang tersedia pada tingkat sumber daya utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan kapasitas produksi tas kantor pada bagian sewing PT WXD Lisheng Ton menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Melalui penerapan metode ini, diharapkan perusahaan dapat mengetahui tingkat kecukupan kapasitas produksi serta menentukan alternatif perencanaan kapasitas yang paling efisien secara biaya untuk memenuhi permintaan pelanggan. METODE Gambar 1 Diagram Alur Penelitian 1 Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PT WXD Lisheng Ton, khususnya pada departemen sewing line 8 dalam proses pembuatan tas kantor style Nc1305224RI. Fokus penelitian diarahkan pada analisis kapasitas produksi guna menilai kesesuaian antara kapasitas tersedia dengan kebutuhan produksi perusahaan. 2 Sumber Data Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, baik kualitatif maupun Data primer diperoleh secara langsung melalui observasi dan wawancara di lini produksi sewing, meliputi waktu proses produksi dan jumlah stasiun kerja pada line 8. Data primer merupakan sumber informasi utama yang dikumpulkan langsung dari responden yang berkaitan dengan variabel penelitian (Undari et al. , 2. Data sekunder diperoleh dari dokumen internal perusahaan serta sumber ilmiah yang relevan. Data sekunder yang digunakan meliputi sejarah singkat perusahaan, jumlah unit produksi, jumlah tenaga kerja, data proses dan alur produksi, jadwal kerja efektif, serta data permintaan produk pada periode MeiAeOktober 2025. 3 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Wawancara, dilakukan untuk memperoleh informasi umum mengenai perusahaan dan kebijakan operasional yang berkaitan dengan proses produksi. Observasi, dilakukan secara langsung pada lini sewing untuk mengamati jumlah operator, jumlah mesin, serta waktu kerja setiap proses. Dokumentasi, dilakukan dengan mengumpulkan arsip perusahaan, data waktu standar, serta informasi teknis konfigurasi produk. Studi pustaka, dilakukan dengan mengkaji buku teks, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pengukuran waktu kerja dan metode RCCP. 4 Metode Pengolahan Data 1 Pengukuran Waktu Kerja Pengukuran waktu kerja dilakukan menggunakan metode Stopwatch Time Study, yaitu pengukuran waktu secara langsung terhadap elemen kerja dengan stopwatch, yang diperkenalkan oleh Frederick W. Taylor (Sutalaksana, 2. Metode ini digunakan untuk memperoleh waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku yang menjadi dasar perhitungan kapasitas produksi. 2 Uji Keseragaman Data Uji keseragaman data bertujuan untuk memastikan bahwa data waktu pengamatan berada dalam batas kendali statistik. Batas kontrol ditentukan dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan rumus berikut (Dwi Permana et al. , 2. yaAyaya = ycuO ycoyua . yaAyayaA = ycuO Oe ycoyua . Keterangan: ycuO= rata-rata data yua= standar deviasi yco= konstanta tingkat kepercayaan . % = . Data dikatakan seragam apabila seluruh data berada di antara BKA dan BKB. 3 Uji Kecukupan Data Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Uji kecukupan data dilakukan untuk mengetahui apakah jumlah data pengamatan telah mencukupi dengan tingkat ketelitian 5%. Rumus uji kecukupan data adalah sebagai berikut (Sutalaksana, 2. yco ycAA = . c Oo ycAOcycu 2 Oe(Ocyc. ( Ocyc. Keterangan: ycA A = jumlah pengamatan yang diperlukan ycA= jumlah pengamatan aktual ycu= waktu pengamatan yc= derajat ketelitian yco= tingkat keyakinan Jika ycA A O ycA, maka data dianggap mencukupi. 4 Penentuan Waktu Siklus Waktu siklus merupakan waktu rata-rata penyelesaian suatu aktivitas kerja, yang dihitung dengan rumus (Wignjosoebroto, 2. OcycU ycOyc = ycA . Keterangan: OcycU= total waktu pengamatan ycA= jumlah pengamatan 5 Penentuan Waktu Normal Waktu normal dihitung dengan menyesuaikan waktu siklus terhadap faktor penilaian kinerja operator . erformance ratin. , menggunakan persamaan berikut (Sritomo, 2. ycOycu = ycOyc y ycEycI . Keterangan: ycOycu = waktu normal ycOyc = waktu siklus ycEycI= performance rating 6 Penentuan Waktu Baku Waktu baku diperoleh dengan menambahkan faktor kelonggaran . ke dalam waktu normal, dengan rumus (Sutalaksana, 1. ycOycu y100% . ycOyca = 100%Oe%yaycoycoycuycycaycuycayce Keterangan: ycOyca = waktu baku ycOycu = waktu normal Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . 5 Metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) Rough Cut Capacity Planning (RCCP) merupakan metode untuk mengevaluasi kecukupan kapasitas produksi terhadap Jadwal Induk Produksi (MPS) (Sinulingga, 2009. Matswaya et , 2. Langkah-langkah penerapan RCCP dalam penelitian ini meliputi: Penyusunan Jadwal Induk Produksi (MPS) Identifikasi konfigurasi produk dan waktu proses Identifikasi sumber daya produksi Perhitungan kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan 1 Perhitungan Kapasitas Tersedia Kapasitas tersedia dihitung menggunakan persamaan berikut (Vincent Gaspersz, 2. yaycaycyycaycycnycycayc ycNyceycycyceyccycnyca = ycAycE y yaya y ycIEaycnyceyc y yaya y 60 . Keterangan: MP = jumlah tenaga kerja atau mesin JK = jam kerja per hari HK = jumlah hari kerja 2 Perhitungan Kapasitas yang Dibutuhkan Kapasitas yang dibutuhkan dihitung berdasarkan MPS dengan rumus berikut: yaycaycyycaycycnycycayc yaycnycaycycycEaycoycaycu = ycAycEycI y ycIycycu ycNycnycoyce y ycEycycuycyycuycycycn ycAyceycycnycu . 6 Analisis dan Evaluasi Hasil perhitungan RCCP dibandingkan antara kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada setiap stasiun kerja. Ketidakseimbangan kapasitas digunakan sebagai dasar untuk memberikan rekomendasi perbaikan, seperti penambahan tenaga kerja, penyesuaian jam kerja, atau penambahan mesin produksi. HASIL DAN PEMBAHASAN 3 Pembahasan Pembahasan ini bertujuan untuk menginterpretasikan hasil pengolahan data dan analisis kapasitas produksi menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) pada departemen sewing PT WXD Lisheng Ton dalam rangka memenuhi permintaan tas kantor style Nc1305224RI periode Mei hingga Oktober 2025 dengan biaya minimum. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang konsisten antara kapasitas produksi yang tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan. Ketidakseimbangan ini dipicu oleh fluktuasi permintaan pelanggan yang tidak diimbangi dengan perencanaan kapasitas berbasis data waktu baku dan keterbatasan aktual sumber daya produksi. Kondisi tersebut memperkuat temuan bahwa perencanaan kapasitas tanpa mempertimbangkan kondisi riil stasiun kerja berpotensi menyebabkan kegagalan pencapaian target produksi (Heizer. Render, & Munson. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . 1 Interpretasi Hasil Pengukuran Waktu Kerja Pengukuran waktu kerja dilakukan untuk memperoleh waktu baku . tandard tim. sebagai dasar utama dalam perhitungan kapasitas produksi. Tahapan pengukuran meliputi uji keseragaman data, uji kecukupan data, penentuan rating factor menggunakan metode Westinghouse, penetapan allowance, serta perhitungan waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku. SK 2 1,200 1,000 0,800 0,600 0,400 0,200 0,000 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 BKA BKB data pengamatan Gambar 2 Hasil Uji Keseragaman Data pada Stasiun Kerja 2 Hasil uji keseragaman data menunjukkan bahwa seluruh data waktu pengamatan berada di antara batas kontrol atas dan batas kontrol bawah, sehingga data dinyatakan stabil dan tidak dipengaruhi oleh penyimpangan ekstrem. Menurut Wignarajah dan Suresh . , data pengukuran waktu kerja dikatakan seragam apabila seluruh titik observasi berada dalam batas kendali statistik. Rata-rata . E) : xE = Standar deviasi : E =Oo Batas Kontrol Atas : Batas Kontrol Bawah : Ocycu ycn ycuycn . ycA Oc. E Oex. ycAOe1 BKA = xE kE . BKA = xE Oe kE . Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Hasil perhitungan Uji Keseragaman Data Stasiun Kerja 2: Rata-rata . E) xE = Ocycu ycn ycuycn ,8 0,9 0,96 U 0,9 0,8 0,9 xE = xE = 0,79 menit Standar deviasi Oc. E Oex. 2 E =Oo ycAOe1 . ,79Oe0,. ,79Oe0,. ,79Oe0,. 2 U . ,79Oe0,. ,79Oe0,. ,79Oe0,. 2 E =Oo E = 0,003 Batas Kontrol Atas BKA = xE kE BKA = 0,99 Batas Kontrol Bawah BKB = xE - kE BKB = 0,79 Uji kecukupan data menunjukkan bahwa jumlah pengukuran aktual (N) lebih besar dibandingkan jumlah pengukuran minimum yang dibutuhkan (NA. , sehingga data dinyatakan memadai dan tidak diperlukan pengambilan data tambahan. Secara teoritis, pengukuran waktu kerja dianggap cukup apabila memenuhi kondisi NAo < N (Wignarajah & Suresh, 2. ycAA = [ yco/ycOoycAOcycu 2 Oe(Ocyc. 2 Ocycu ] . 2/0,05Oo30. Oe . 2 32,810 ycA A = 0,123 Penyesuaian kinerja operator dilakukan menggunakan rating factor metode Westinghouse yang mempertimbangkan aspek keterampilan, usaha, kondisi kerja, dan Tujuan penyesuaian ini adalah untuk menormalkan waktu kerja aktual agar mencerminkan kinerja operator rata-rata (Niebel & Freivalds, 2. Waktu siklus dihitung menggunakan persamaan: OcycU . ycOyc = ycA 0,8 0,9 0,9 U 0,9 0,8 0,9 Ws = 26,47 Ws = Ws = 0,882 ycAA = [ Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . Waktu normal dihitung menggunakan persamaan: ycOycu = ycOyc y ycEycI . = 0,882 y 1,050 = 0,926 menit Waktu baku dihitung menggunakan persamaan: ycOyca = ycOycu y 100%Oeyaycoycoycuycycaycuycayce . Wb = Wn ycu 100% Oe %yaycoycoycuycycaycuycayce Wb = 0,926 ycu 100% Oe 10% Wb = 0,926 ycu Wb = 1,029 menit di mana ycOyca adalah waktu baku . , ycOycu adalah waktu normal . , dan allowance merupakan kelonggaran kerja dalam persen. Waktu baku yang dihasilkan mencerminkan waktu standar yang realistis dan menjadi dasar dalam perencanaan kapasitas produksi (Niebel & Freivalds, 2. 2 Analisis Kapasitas Produksi Menggunakan RCCP Metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian antara rencana produksi dalam Master Production Schedule (MPS) dengan kapasitas sumber daya utama. RCCP berfungsi sebagai alat evaluasi awal untuk mengidentifikasi potensi kekurangan kapasitas sebelum dilakukan perencanaan yang lebih rinci (Stevenson, 2018. Heizer et al. , 2. Kapasitas yang dibutuhkan . apacity requiremen. dihitung menggunakan persamaan: yaycI = ycE y ycOyca . CRsk-1= 12. 250 x 1,202 = 14. 725 menit di mana yaycIadalah kapasitas yang dibutuhkan . , ycEadalah jumlah permintaan . , dan ycOyca adalah waktu baku . enit/uni. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada beberapa stasiun kerja kritis, khususnya pada periode Mei 2025, nilai kapasitas yang dibutuhkan melebihi kapasitas yang tersedia sehingga terjadi capacity shortage. Kapasitas tersedia dihitung menggunakan persamaan: yaya = ycc y Ea y yce . yayca = 23 Hari y 8 Jam y 1 Operator yayca =184 jam = 11. 040 menit di mana yayaadalah kapasitas tersedia . , yccadalah jumlah hari kerja efektif. Eaadalah jam kerja efektif per hari, dan yceadalah jumlah tenaga kerja. Ketidaksesuaian antara yaycIdan yayamengindikasikan perlunya tindakan korektif untuk mencegah keterlambatan pemenuhan pesanan (Slack et al. , 2. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . 3 Evaluasi Alternatif Pemenuhan Kapasitas Untuk mengatasi kekurangan kapasitas produksi, penelitian ini mengevaluasi dua alternatif strategi, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja lembur. Alternatif penambahan tenaga kerja dihitung menggunakan persamaan: yaycIOeyaya yayc = yaya . 25 Oe 11. = 0,334 = 1 orang Total biaya penambahan tenaga kerja dihitung dengan persamaan: ycNyayceyc = yayc y ycOycyycaEa . = 1 x 2. = Rp. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa alternatif ini memerlukan penambahan tenaga kerja dalam jumlah besar dengan total biaya yang relatif tinggi karena melibatkan biaya tenaga kerja Alternatif kedua adalah penambahan jam kerja lembur yang dihitung dengan persamaan: ya = yaycI Oe yaya . ya = 14725 Oe 11040 ya = 3. 685 menit/bulan Total biaya lembur dihitung menggunakan persamaan: ycNyayco = yco y ycNycaycycnyce yayceycoycaycyc. ycNyayco = yco y 30. ycNyayco = 61,4 y Rp. ycNyayco = Rp. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya lembur secara signifikan lebih rendah dibandingkan penambahan tenaga kerja. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa lembur merupakan solusi jangka pendek yang fleksibel dan ekonomis dalam menghadapi lonjakan permintaan yang bersifat fluktuatif (Stevenson, 2018. Lailiyah et al. , 2. 4 Implikasi Manajerial Berdasarkan perbandingan kedua alternatif, penambahan jam kerja lembur merupakan opsi paling efisien untuk memenuhi target produksi dengan biaya minimum. Selain memberikan penghematan biaya yang signifikan, strategi ini tidak memerlukan perubahan struktural organisasi dalam jangka pendek. Namun demikian, penerapan lembur tetap perlu mempertimbangkan aspek kelelahan pekerja dan regulasi ketenagakerjaan. Secara keseluruhan, penerapan metode RCCP terbukti mampu memberikan dasar pengambilan keputusan yang rasional dan berbasis data dalam perencanaan kapasitas produksi, khususnya pada industri manufaktur dengan pola permintaan yang fluktuatif. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis kapasitas produksi menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) pada bagian sewing PT WXD Lisheng Ton, dapat disimpulkan bahwa pada periode Mei hingga Oktober 2025 perusahaan belum mampu memenuhi seluruh permintaan tas kantor karena kapasitas produksi yang tersedia pada beberapa stasiun kerja lebih rendah dibandingkan kapasitas yang dibutuhkan. Ketidakseimbangan ini menunjukkan bahwa penyusunan jadwal induk produksi sebelumnya belum mempertimbangkan kondisi riil waktu baku dan keterbatasan sumber daya produksi. Penerapan metode RCCP mampu mengidentifikasi secara dini terjadinya kekurangan kapasitas sekaligus memberikan dasar pengambilan keputusan yang rasional dalam pemilihan strategi pemenuhan kapasitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua alternatif penyesuaian kapasitas, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja lembur, di mana alternatif lembur terbukti lebih efisien untuk diterapkan dalam jangka pendek karena mampu memenuhi kebutuhan kapasitas dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan penambahan tenaga kerja. Dengan demikian, metode RCCP tidak hanya berperan sebagai alat evaluasi kelayakan jadwal induk produksi, tetapi juga sebagai model perencanaan kapasitas yang efektif dan berbasis data aktual dalam mendukung pengambilan keputusan manajerial pada industri manufaktur dengan pola permintaan yang fluktuatif. Copyright . 2026 x, x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Industrikrisna 2026 Jurnal Industrikrisna Vol. No. Maret 2026 Hal 1 Ae 15 ISSN 2301-9530 . dan ISSN 2829-7709 . DAFTAR PUSTAKA