Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Pengembangan Modul Bimbingan Sosial untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa Development of a Social Guidance Module to Enhance Students' Prosocial Behavior Darmawansyah Universitas Islam Negeri Datokarama Palu darmawansyah@uindatokarama. Muhammad Arman Universitas Islam Negeri Datokarama Palu muharman@uindatokarama. Abstract This study aims to investigate the development of a social guidance module to enhance students' prosocial behavior. The research approach used is research and development (R&D). The subjects of this study include expert test subjects, namely academic and practitioner experts, as well as ninth-grade students from State Junior High School (SMP) 5 Tavanjuka Palu for the 2021/2022 academic year. Data was collected using questionnaires and interviews. Data analysis employed both qualitative and quantitative The results of the study indicate that . Students exhibited low levels of prosocial behavior, making the social guidance module designed to improve this behavior highly necessary in schools. The developed module is highly engaging and practical for both teachers and students, as it presents materials directly related to students' prosocial behavior issues and includes appealing images that capture students' Additionally, the module is equipped with Student Worksheets (LKS) as an evaluation tool to assess students' understanding and behavior changes after studying it. The implementation of the social guidance module at SMP 5 Tavanjuka Palu has proven to be effective in enhancing students' prosocial behavior. Keywords: module development, social guidance, prosocial behaviour Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengembangan modul bimbingan sosial dalam rangka meningkatkan perilaku prososial siswa. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian dan pengembangan . esearch and developmen. Subjek penelitian ini terdiri dari subjek uji ahli yaitu ahli akademisi dan praktisi serta siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Tavanjuka Palu tahun ajaran 2021/2022. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen angket dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Siswa menunjukkan tingkat perilaku prososial yang rendah, modul bimbingan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku tersebut sangat diperlukan di sekolah. Modul yang dikembangkan sangat menarik dan praktis bagi guru dan siswa, karena menyajikan materi yang langsung berkaitan dengan masalah perilaku prososial siswa, dilengkapi dengan gambargambar menarik yang memikat perhatian siswa. Selain itu, modul ini juga dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai alat evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman dan perubahan perilaku siswa setelah mempelajarinya. Penerapan modul bimbingan sosial di SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku prososial siswa. Kata Kunci: pengembangan modul, bimbingan sosial, perilaku prososial A year The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. This is Open Access article under the CC-BY-SA License. DOI: https://doi. org/10. 24239/moderasi. Vol2. Iss1. Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Pendahuluan Salah satu fase dalam kehidupan individu adalah masa remaja. Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dan dewasa, yang melibatkan perubahan pada tubuh, pikiran, dan hubungan sosial serta emosional. Perkembangan sosial-emosional melibatkan perubahan dalam perasaan, kepribadian, hubungan interpersonal, dan lingkungan sosial. Selama masa transisi, remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang memengaruhi perkembangan kognitif, fisik, dan psikososial mereka. Salah satu faktor lingkungan yang berperan adalah lingkungan sekolah. 2 Sekolah adalah hak dan tanggung jawab setiap warga negara dan berperan sebagai tempat untuk memperoleh pendidikan demi meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Setiap remaja memiliki tanggung jawab perkembangan yang harus dipenuhi, termasuk dalam pentingnya perilaku prososial. Salah satu tanggung jawab perkembangan remaja, seperti yang diungkapkan oleh Havighurst sebagaimana dikutip oleh Ali dan Asrori, adalah kemampuan individu untuk menunjukkan perilaku sosial yang bertanggung jawab. Remaja diharapkan dapat belajar untuk berperan aktif sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan menghormati nilai-nilai sosial dalam perilaku mereka. Istono mengatakan bahwa anak-anak yang menunjukkan perilaku prososial cenderung lebih diterima oleh teman sebaya mereka, sedangkan anak-anak yang kurang menunjukkan perilaku prososial mungkin mengalami kesulitan dalam diterima oleh teman 5 Remaja yang menunjukkan perilaku prososial biasanya suka terlibat dalam aktivitas sosial yang positif, sedangkan yang perilakunya kurang prososial lebih mungkin terlibat dalam aktivitas yang menyimpang. Sebagai bagian dari masyarakat, manusia selalu terhubung dengan lingkungan Karena itu, kita cenderung ingin memberi kontribusi kepada masyarakat. Kita seharusnya menunjukkan perilaku yang membantu, bisa bekerja sama, jujur, empatik, 1Tamsen Rochat and Stephanie Redingeri. AuA Life-Course Perspective on the Biological. Psychological and Social Development of Child Mental Health,Ay Childhood 6 . : 10. 2Ming-Te Wang. Jessica L Degol, and Daphne A Henry. AuAn Integrative Development-in-SocioculturalContext Model for ChildrenAos Engagement in Learning. ,Ay American Psychologist 74, no. : 1086. 3Rehaf A Madani. AuAnalysis of Educational Quality, a Goal of Education for All Policy. ,Ay Higher Education Studies 9, no. : 100Ae109. 4Ali. M & Asrori. Psikologi Remaja Perkembangan Anak Didik. Jakarta: Bumi Aksara. 5Aprian Istiono and Mamang Efendy. AuKematangan Emosi Dan Prososial Pada Relawan Desa Lawan COVID-19 Ditinjau Dari Jenis Kelamin,Ay Psyche 165 Journal, 2021, 32Ae39. 6Madison K Memmott-Elison et al. AuAssociations between Prosocial Behavior. Externalizing Behaviors, and Internalizing Symptoms during Adolescence: A Meta-Analysis,Ay Journal of Adolescence 80 . 98Ae114. Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. memperhatikan hak dan kesejahteraan sesama, serta peduli terhadap orang lain. 7 Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu saling membantu dan peduli satu sama lain. Seperti yang dikatakan oleh Faturrohman, meskipun seseorang mandiri, ada saat-saat di mana ia akan membutuhkan bantuan orang lain. 8 Tujuan dari pendekatan prososial dalam pendidikan adalah menciptakan ikatan yang kuat dalam membangun dan menjaga kerjasama serta hubungan positif dengan orang lain. 9 Hubungan yang baik terlihat dalam bentuk membantu guru dan teman-teman di lingkungan sekolah. Terbentuknya sikap saling tolong-menolong ini menciptakan perilaku positif yang dapat diterapkan di dalam kelas. Perilaku baik kepada sesama mulai berkembang sejak masa anak-anak hingga dewasa. Semakin bertambah usia seseorang, semakin matang pula sosial dan tanggung jawabnya terhadap orang lain. 11 Selama masa remaja, diharapkan seseorang dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan nilai-nilai etika dan moral dalam bentuk perilaku sosial. Perilaku baik yang berlandaskan pada nilai-nilai etika, moral, dan budaya seharusnya dapat membawa keharmonisan dalam masyarakat. 12 Namun, kenyataannya, nilai-nilai prososial di masyarakat semakin menunjukkan penurunan, terutama dialami oleh para remaja. 13 Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hamidah di tujuh daerah di Jawa Timur menunjukkan penurunan kepedulian sosial dan sensitivitas remaja terhadap orang lain dan lingkungannya. Remaja lebih fokus pada pencapaian pribadi tanpa memperhatikan kondisi orang lain di sekitarnya, sehingga cenderung menjadi individualis dan kurang memperhatikan kepentingan sosial. Hal ini berdampak pada meningkatnya perilaku egois dan penurunan interaksi sosial, terutama terlihat di kota-kota besar di mana remaja cenderung materialistik, kurang peduli pada lingkungan, dan mengabaikan norma-norma sosial yang berlaku. 7Rezky Permata Sari. Sri Utami, and Anna Rufaidah. AuPENINGKATAN PERILAKU PROSOSIAL SANTRI MELALUI CINEMATHERAPY,Ay Jurnal Mercusuar: Bimbingan. Penyuluhan. Dan Konseling Islam 3, no. : 45Ae54. 8Sari. Utami, and Rufaidah. 9Yahua CAI. Jialin CHENG, and Jinsong LI. AuRules Can Maintain Harmony? The Influence of Team pro-Social Rule Breaking Climate on Team Performance from the Perspective of Harmony Management,Ay Acta Psychologica Sinica 54, no. : 66. 10Jannatin Nur Octaviani. Sri Utaminingsih, and Siti MasfuAoah. AuPembentukan Sikap Peduli Sosial Anak Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Desa Pringtulis. Jepara,Ay Jurnal Inovasi Penelitian 2, no. : 3453Ae62. 11Ajeng Rahayu Tresna Dewi. Mira Mayasarokh, and Eva Gustiana. AuPerilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini,Ay Jurnal Golden Age 4, no. : 181Ae90. 12Pavel A Kislyakov and Elena A Shmeleva. AuAnalysis of RussiansAo Views on Personal Qualities as a Basis for Prosocial Safe Behavior FactorsAo Identification,Ay The Open Psychology Journal 13, no. 13Kislyakov and Shmeleva. 14Ridho Rismi et al. AuBimbingan Kelompok Dalam Pemahaman Nilai Empati Untuk Meningkatkan Sikap Prososial Siswa,Ay Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia 8, no. : 14Ae19. Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Belakangan ini, ada tanda-tanda perilaku remaja yang menunjukkan kurangnya kematangan dan minat terhadap hubungan sosial. 15 Tren terbaru menunjukkan bahwa remaja sering terlibat dalam tindakan kriminal yang mengancam keamanan masyarakat. Perilaku mereka cenderung bertentangan dengan perilaku prososial, lebih banyak terlibat dalam aktivitas yang mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran di sekitarnya. Keberadaan geng motor yang didominasi remaja telah mengganggu ketenteraman warga, dengan tindakan kriminal seperti pengeroyokan, perampokan, dan penyalahgunaan narkoba. Banyak perilaku negatif terjadi di lingkungan sekolah, termasuk ejekan, kekerasan fisik, dan perilaku agresif Hasil observasi awal menunjukkan bahwa layanan bimbingan sosial di SMP Negeri 5 Tavanjuka belum berjalan efektif. Layanan tersebut lebih fokus pada bimbingan belajar daripada bimbingan sosial sesuai yang diharapkan. Pelaksanaannya hanya mengikuti program nasional tanpa memperhatikan kebutuhan siswa secara spesifik. Siswa cenderung memiliki perilaku prososial yang rendah, seperti enggan bersahabat dengan yang dianggap kurang mampu secara ekonomi, hanya mau membantu jika ada imbalan, acuh terhadap teman yang membutuhkan bantuan, kurang mau berkorban untuk membantu yang sakit, dan enggan membantu dalam pelajaran. Permasalahan ini menjadi latar belakang pentingnya penelitian untuk meningkatkan perilaku prososial siswa, terutama mengingat pentingnya hubungan sosial di antara mereka. Penelitian juga dilakukan mengingat lokasi SMP Negeri 5 Tavanjuka yang berada di daerah rawan konflik di Kota Palu, sehingga bertujuan untuk mencegah munculnya perilaku antisosial yang dapat timbul pada siswa. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian dan Peneliti menerapkan model pengembangan prosedural, yang memberikan langkah-langkah untuk menghasilkan produk. Menurut Sugiyono, metode ini digunakan untuk menciptakan dan menguji keefektifan produk. Analisis kebutuhan dilakukan untuk efektivitasnya di masyarakat. 17 Penelitian pengembangan berorientasi pada produk yang dapat 15Sari. Utami, and Rufaidah. AuPENINGKATAN PERILAKU PROSOSIAL SANTRI MELALUI CINEMATHERAPY. Ay 16Sari. Utami, and Rufaidah. 17Mulin Numan. AuPengembangan Bahan Ajar Statistika Penelitian Pendidikan Matematika,Ay Jurnal Mercumatika: Jurnal Penelitian Matematika Dan Pendidikan Matematika 3, no. : 114Ae28. Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. langsung digunakan. Tujuannya adalah mengurangi kesenjangan antara penelitian teoritis dan penelitian yang menghasilkan produk praktis untuk pengguna. Model pengembangan ini mengikuti strategi yang diusulkan oleh Borg dan Gall karena sesuai dengan kebutuhan penelitian ini. Strategi ini dikenal sebagai penelitian dan pengembangan (Research and Development. R&D), yang melibatkan 8 langkah: Penelitian awal dan pengumpulan informasi. Perencanaan pengembangan. Pengembangan produk awal. Uji lapangan awal . alidasi ahl. Revisi pertama. Uji kelompok kecil. Revisi kedua, dan Uji lapangan terbatas . asil akhi. Hasil Penelitian Pembahasan Penelitian awal dan Pengumpulan Informasi Analisis Kebutuhan Hasil analisis kebutuhan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi juga berdasarkan studi pendahuluan yang melibatkan wawancara dengan guru pembimbing dan siswa di SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu. Dari wawancara dengan dua guru pembimbing di sekolah, terungkap bahwa perilaku prososial siswa masih kurang dalam interaksi sosial. Banyak siswa yang kurang peduli, enggan menolong, dan kurang bekerja sama antarsiswa. Guru pembimbing menganggap bahwa diperlukan modul bimbingan sosial yang menarik bagi siswa. Studi Literatur Penelitian ini melibatkan studi literatur, di mana peneliti mengumpulkan materi tentang pengembangan perilaku prososial siswa. Kegiatan pada tahap ini mencakup studi literatur yang terutama berkaitan dengan pengembangan modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa. Berdasarkan literatur yang dikumpulkan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengembangan panduan perilaku prososial siswa sebagai modul bimbingan sosial merupakan cara yang tepat untuk membantu siswa berinteraksi baik di sekolah maupun di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menunjukkan perilaku prososial akan lebih diterima oleh teman sebayanya dan sebaliknya. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengasah perilaku prososial guna hidup harmonis di manapun. 18Lilis Suryani. Muhammad Kadri, and Arwan Wiratman. AuPengembangan Peta 3D Berorientasi Kearifan Lokal Sulawesi Selatan Untuk Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran 4, no. : 84Ae95. 19Kukuh Andri AKa. AuIntegration Borg & Gall . and Lee & Owen . Models as an Alternative Model of Design-Based Research of Interactive Multimedia in Elementary School,Ay in Journal of Physics: Conference Series, vol. 1318 (IOP Publishing, 2. , 12022. Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Perencanaan Pengembangan Perencanaan pengembangan yang dimaksudkan merupakan hal-hal yang dipersiapkan untuk menyusun modul bimbingan sosial yaitu: Jenis kegiatan pada tahap perencanaan Pada tahap ini jenis kegiatan yang dilakukan adalah pemberian materi-materi yang berkenaan dengan meningkatkan perilaku prososial siswa yang berada pada tahap kegiatan pelatihan. Materi yang diprogramkan Materi-materi yang diprogramkan akan diulakukan terdiri dari 5 materi, dimana masing-masing dalam kelima materi tersebut bertujuan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa. Tenaga yang dipersiapkan Penelitian ini dilakukan langsung oleh peneliti sebagai fasilitator dan didampingi oleh konselor sekolah dan teman peneliti yang membantu mempersiapkan sarana dan prasarana yang akan digunakan. Sarana-prasarana yang diperlukan untuk kegiatan Pelaksanaan kegiatan penelitian ini, sarana-prasarana yang digunakan selain kegiatan dilakasanakan di dalam kelas SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Sarana lainnya adalah: Laptop LCD Lembar kerja . Materi . Alat tulis menulis . Alat-alat untuk permainan . aku, tali, dan boto. Pengembangan Modul Pengembangan modul melibatkan penyusunan materi, sasaran, dan jadwal pelaksanaan kegiatan modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial. Sebelumnya, peneliti telah melakukan analisis kebutuhan melalui wawancara dengan guru pembimbing untuk memulai penyusunan modul di SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu dan diperoleh data kebutuhan siswa terkait dengan masalah perilaku prososial mereka. Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Setelah mengetahui kebutuhan siswa terkait perkembangan perilaku prososial, materi disusun sesuai dengan kebutuhan tersebut dalam modul bimbingan sosial. Rumusan materi didasarkan pada masalah yang dihadapi siswa. Materi-materi dalam modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial dikembangkan dari kebutuhan-kebutuhan siswa sebagai berikut: Definisi perilaku prososial. Pentingnya empati dalam hubungan antarpersona. Membangun semangat kerjasama antar siswa. Prinsip saling membantu dalam kebaikan. Mengenal arti berderma. Hasil Uji Validasi Ahli Tujuan dari validasi ahli adalah memastikan modul memiliki kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan isi materi yang diperlukan untuk memberikan keyakinan bahwa modul tersebut sesuai untuk mengubah atau mengembangkan perilaku tertentu, sesuai dengan maksud peneliti. Validasi modul dilakukan melalui pertimbangan dan penilaian ahli dalam bidang bimbingan dan konseling, serta praktisi. Uji Kegunaan (Utilit. Tabel 1. Hasil Penilaian Uji Kegunaan (Utilit. Modul oleh ahli 1 dan 2 Pernyataan Jumlah Tingkat Kegunaan Ahli 1 Ahli 2 87,55 91,66 Jumlah 89,58 Sumber: Olah data Penelitian Tabel 1 menunjukkan hasil uji kegunaan modul bimbingan sosial yang dinilai oleh 2 ahli, terdiri dari 6 item pernyataan akseptabilitas dengan skala penilaian 1-4. Penilaian oleh kedua ahli menunjukkan bahwa ahli pertama memberikan nilai total 21 . ,55%), sedangkan ahli kedua memberikan nilai total 22 . ,66%). Setiap pernyataan memperoleh nilai 87,5% kecuali pernyataan kedua yang memperoleh 100%. Rata-rata hasil uji kegunaan adalah 89,58%, menunjukkan bahwa modul bimbingan sosial dirancang oleh peneliti dinilai berguna untuk digunakan oleh guru pembimbing di sekolah. Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Uji Kelayakan Tabel 2. Hasil Penilaian Uji Kelayakan (Feasibilit. Modul oleh Ahli 1 dan 2 Pernyataan Tingkat Kelayakan Ahli 1 Ahli 2 Jumlah Jumlah Sumber: Olah data Penelitian Hasil uji kelayakan modul dinilai oleh kedua ahli, terdiri dari 6 item pernyataan akseptabilitas dengan skala penilaian 1-4. Total nilai yang diberikan oleh ahli pertama adalah 21 . ,5%), sedangkan ahli kedua memberikan nilai 22 . ,6%). Untuk setiap pernyataan, item pertama, keempat, dan keenam mendapat nilai 100%, item kedua dan kelima mendapat nilai 75%, sementara item ketiga mendapat nilai 87,5%. Rata-rata hasil uji kelayakan adalah 89,5%. Berdasarkan penilaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa memiliki tingkat kelayakan yang tinggi bagi pembimbing dan siswa di sekolah. Uji Ketepatan (Accurac. Tabel 3. Hasil Penilaian Uji Ketepatan (Accurac. Modul oleh Ahli 1 dan 2 Pernyataan Jumlah Tingkat Kelayakan Ahli 1 Ahli 2 83,33 95,83 Jumlah 89,58 Sumber: Olah data Penelitian Penilaian selanjutnya adalah uji ketepatan modul berdasarkan hasil penilaian kedua Terdapat 6 item pernyataan akseptabilitas dengan skala penilaian 1-4. Hasil penilaian dalam uji ketepatan tidak jauh berbeda dengan hasil penilaian uji kegunaan dan kelayakan Total nilai yang diberikan oleh ahli pertama adalah 20 . ,33%), sementara ahli kedua memberikan nilai 23 . ,83%). Setiap pernyataan, kecuali pernyataan keempat, mendapat nilai 87,5%, pernyataan keempat mendapat nilai 75%, sementara pernyataan kelima dan keenam mendapat nilai 100%. Rata-rata hasil uji ketepatan adalah 89,58%. Berdasarkan hasil Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. penilaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa memiliki tingkat ketepatan yang tinggi bagi guru pembimbing dan siswa di sekolah. Revisi I Revisi modul awal dilakukan berdasarkan masukan dari hasil uji ahli. Data dari ahli menunjukkan bahwa modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa sudah dinilai baik untuk digunakan. Meskipun begitu, ada beberapa saran dari ahli yang perlu dipertimbangkan untuk perbaikan lebih lanjut. Oleh karena itu, dilakukan revisi pada modul bimbingan sosial yang sedang dikembangkan. Uji Coba Produk (Uji Coba Kelompok Keci. Pada tahap ini, peneliti melakukan uji coba dengan kelompok kecil. Uji coba tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan, penerimaan, dan kegunaan modul bimbingan sosial yang telah dikembangkan serta untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum melakukan uji efektivitas dengan kelompok yang lebih besar. Uji kelompok kecil melibatkan 8 siswa kelas IX. Peneliti memilih 8 siswa karena penelitian ini menggunakan uji coba dalam skala yang terbatas. Berikut hasil evaluasi lembar kerja siswa dari sesi I hingga sesi V dalam meningkatkan perilaku prososial. Siswa menjalani kegiatan bimbingan sosial secara langsung dan dinilai melalui pengisian lembar kerja pada setiap pertemuan, bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan penerapan siswa terhadap modul bimbingan sosial. Penilaian dilakukan dengan memberikan penilaian "Kurang" jika siswa belum mampu mengisi dan menjelaskan lembar kerja. Selanjutnya, penilaian "Cukup" diberikan jika siswa dapat melengkapi lembar kerja, namun masih ada bagian yang kurang lengkap, sedangkan penilaian "Baik" diberikan jika siswa mampu mengisi lembar kerja sesuai dengan tujuan yang ingin Tabel 4. Hasil penilaian lembar kerja kegiatan modul bimbingan sosial pada sesi pertama Nama Responden Kurang Jumlah Responden Sumber: Hasil lembar kerja siswa Hasil Penilaian Cukup Baik Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang perilaku prososial, sehingga mereka menyadari pentingnya perilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Hasil analisis lembar kerja siswa pada sesi pertama menunjukkan bahwa siswa mampu menyelesaikan tugas dengan baik sesuai tujuan yang diharapkan. Dari 8 siswa yang dilibatkan dalam pelatihan modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial, 5 siswa berhasil menyelesaikan lembar kerja dengan baik, sementara 3 siswa lainnya berada pada kategori Tabel 5. Hasil penilaian lembar kerja siswa pada sesi kedua Nama Responden Kurang Jumlah Responden Hasil Penilaian Cukup Oo Baik Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Sumber: Hasil lembar kerja siswa Kegiatan pada sesi kedua bertujuan untuk membantu siswa memahami dengan lebih baik tentang empati sebagai fondasi hubungan antarpribadi dan sebagai salah satu aspek penting dari perilaku prososial, sehingga siswa mengerti akan pentingnya memiliki sikap Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar, yaitu 7 siswa, berhasil menyelesaikan dengan baik lembar kerja yang berkaitan dengan pemahaman perilaku prososial, terutama mengenai sikap empati. Hanya 1 siswa yang mendapat penilaian cukup dalam mengerjakan tugas tersebut. Oleh karena itu, pelatihan modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial akan dilanjutkan pada sesi berikutnya dengan menginstruksikan siswa untuk mengikuti pelatihan dan mencatatnya dalam lembar kerja Tabel 6. Hasil penilaian lembar kerja siswa pada sesi ketiga Nama Responden Kurang Jumlah Responden Sumber: Hasil lembar kerja siswa Hasil Penilaian Cukup Baik Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Kegiatan pada sesi ketiga bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan semangat kerjasama di antara sesama siswa. Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar, yaitu 6 siswa, berhasil menerapkan modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial dengan fokus pada pengembangan semangat kerjasama, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Ada 2 siswa yang mendapat penilaian cukup dalam mengerjakan lembar kerja, sehingga pelatihan modul bimbingan sosial akan dilanjutkan pada sesi keempat dengan meminta kembali partisipasi siswa dalam pelatihan dan mencatatnya kembali dalam lembar kerja mereka. Tabel 7. Hasil penilaian lembar kerja siswa pada sesi keempat Nama Responden Kurang Jumlah Responden Hasil Penilaian Cukup Baik Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Sumber: Hasil lembar kerja siswa Kegiatan pada sesi keempat bertujuan untuk membantu siswa meningkatkan perilaku prososial, terutama dalam hal tolong-menolong dalam kebaikan. Hasil analisis lembar kerja siswa pada sesi keempat yang bertujuan untuk menggalakkan semangat tolong-menolong dalam kebajikan menunjukkan secara umum bahwa siswa dapat menyelesaikan tugas dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dari 8 siswa yang terlibat, 6 di antaranya dapat mengisi lembar kerja dengan baik, sementara 2 siswa lainnya memperoleh penilaian cukup dalam mengerjakan tugas tersebut. Tabel 8. Hasil lembar kerja siswa pada sesi kelima Nama Responden Kurang Jumlah Responden Sumber: Hasil lembar kerja siswa Hasil Penilaian Cukup Baik Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Kegiatan pada sesi kelima bertujuan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa, terutama dalam hal sikap ingin berbagi atau berderma dengan sesama. Tabel 4. 9 di atas menunjukkan bahwa 6 siswa dapat menyelesaikan lembar kerja dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan, sementara 2 siswa lainnya memperoleh penilaian cukup dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Hasil dari uji coba kelompok kecil yang melibatkan 8 siswa dalam kegiatan modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa telah mampu melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik. Tingkat kemampuan siswa dalam mengerjakan lembar kerja dari lima sesi pertemuan menunjukkan rata-rata kategori Revisi II Revisi kedua dilakukan berdasarkan hasil uji kelompok kecil yang sudah dilaksanakan dalam lima tahap kegiatan. Proses dari kelima tahap kegiatan ini mencakup persiapan, penyampaian, pelatihan, dan evaluasi. Data yang terkumpul digunakan untuk menganalisis dan melakukan revisi kedua modul bimbingan sosial guna meningkatkan perilaku prososial siswa serta sebagai pedoman untuk tahap selanjutnya, yaitu uji efektivitas dengan kelompok yang lebih besar. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa tidak perlu direvisi. Revisi tahap kedua lebih berfokus pada data kualitatif, seperti saran dan komentar dari siswa. Uji Coba Kelompok Besar Pada tahap ini, peneliti melakukan uji efektivitas modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa dengan melibatkan 40 siswa kelas IX. Hasil penilaian perilaku prososial siswa dari sesi I hingga sesi V menunjukkan tingkat efektivitas modul Setelah lima pertemuan, siswa diminta untuk menilai tingkat perilaku prososial mereka menggunakan pernyataan skala. Hasil analisis menunjukkan perubahan perilaku prososial siswa sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan, yang digunakan untuk mengevaluasi pengaruh modul tersebut. Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. Tabel 9. Data Tingkat Perilaku Prososial Siswa Sebelum dan Setelah Pemberian Pelatihan Modul Bimbingan Sosial. Tingkat Perilaku Prososial Siswa Kelompok Eksperimen Sebelum kegiatan Sesudah kegiatan Sangat Tinggi P(%) P(%) Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Jumlah Interval Sumber: Hasil angket eksperimen Tabel menunjukkan bahwa sebelum pelatihan modul bimbingan sosial, perilaku prososial siswa di SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu mayoritas berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Setelah lima sesi pelatihan, terjadi peningkatan signifikan di mana sebagian besar siswa berpindah ke kategori tinggi dan sangat tinggi, sedangkan yang berada pada kategori rendah dan sangat rendah berkurang secara signifikan. Sebelum pelatihan, 45% siswa berada pada kategori rendah dan 37,5% pada kategori sangat rendah. Setelah pelatihan, 67,5% siswa berada pada kategori tinggi dan 5% pada kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan perubahan positif dalam perilaku prososial siswa setelah mengikuti pelatihan modul tersebut. Melalui uji efektivitas dengan menggunakan bantuan SPSS terlebih dahulu disajikan data tingkat perilaku prososial siswa, baik pretest maupun posttest sebagai berikut: Tabel 10. Data Tingkat Perilaku Prososial Siswa Setelah Pelatihan Modul Bimbingan Sosial Data Sebelum kegiatan Sesudah kegiatan Mean Sig 13, 464 0,000 Sumber: Olah data penelitian Berdasarkan hasil penghitungan dengan menggunakan SPSS melalui paired sample t-test terdapat perbedaan nilai rata-rata setelah perlakuan lebih tinggi dari sebelum diberikan perlakuan pelatihan modul bimbingan sosial, dengan nilai t = 13,464 dengan df = 39 Harga ttabel pada t 0, 05 = 2,02 dengan nilai signifikan (P) = 0,000 < = 0,05. Berdasarkan hasil pengujaian kelompok besar dengan melibatkan sebanyak 40 orang siswa menggunakan mean dari gain skor yaitu rata-rata dari selisih skor pretest dan posttest yaitu sebesar 86,9 sebelum pemberian pelatihan modul bimbingan sosial dan 144,6 sesudah pemberian pelatihan modul bimbingan sosial. Berdasarkan uji perbedaan hasil Pretest dan Posttest pada uji kelompok besar semuanya mengalami peningkatan pada 40 subjek sebesar 13,464. Hal ini berarti bahwa Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa dapat meningkatkan perilaku prososial siswa di SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu. Modul Akhir Bimbingan Sosial Modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial telah mencapai tahap akhir dan siap digunakan oleh guru pembimbing di sekolah. Setelah melalui serangkaian tahapan penelitian, modul ini telah diuji oleh ahli serta melalui uji kelompok kecil dan uji kelompok besar . ji efektivita. Hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan dalam perilaku prososial siswa di SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul bimbingan sosial yang dibuat sangat berguna dan sesuai bagi guru pembimbing dan siswa di SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu. Uji kegunaan, kelayakan, dan ketepatan menunjukkan skor rata-rata sekitar 89,58% untuk masing-masing uji tersebut. Uji kelompok kecil menunjukkan bahwa siswa mampu mengikuti pelatihan dengan baik, dengan sebagian besar dapat menyelesaikan tugas sesuai tujuan. Ini sejalan dengan temuan sebelumnya bahwa modul dapat digunakan oleh siswa. Hasil uji kelompok besar juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam perilaku prososial siswa setelah mengikuti pelatihan, dengan sebagian besar siswa mencapai kategori tinggi dan sangat tinggi. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa modul bimbingan sosial efektif dalam meningkatkan perilaku prososial siswa. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa perilaku prososial siswa dapat ditingkatkan melalui intervensi bimbingan sosial. 20 Studi sebelumnya juga mendukung temuan ini, seperti penelitian yang menyoroti pentingnya bimbingan sosial dalam meningkatkan perilaku positif siswa. Dengan demikian, modul bimbingan sosial ini dapat menjadi panduan yang efektif bagi guru pembimbing dalam membantu meningkatkan perilaku prososial siswa di sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang efektivitas intervensi bimbingan sosial dalam konteks sekolah menengah, serta memberikan landasan bagi pengembangan program-program serupa dimasa depan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan Siswa SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu berdasarkan wawancara dengan guru pembimbing memiliki tingkat perilaku prososial 20Tiara Novia Listiawaty. Wahyu Hidayat, and Tita Rosita. AuEfektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Perilaku Prososial,Ay FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling Dalam Pendidika. 2, no. : 237Ae49. 21Ina Ambar Ambar Wati. AuLayanan Bimbingan Dan Konseling Pribadi Sosial Dalam Menumbuhkan Sikap Positif Siswa,Ay Al-Tazkiah: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam 7, no. : 91Ae111. Moderasi Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Volume 5. No. 1, 2024, h. yang rendah, sehingga modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa sangat dibutuhkan di sekolah. Modul yang dikembangkan sangat menarik dan praktis baik bagi guru maupun siswa karena di dalamnya terdapat materi-materi yang berhubungan langsung dengan masalah perilaku prososial siswa yang disertai dengan gambar-gambar yang menarik sehingga dapat menarik perhatian siswa untuk membacanya. Selain itu modul juga disertai dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai bahan evaluasi untuk siswa guna untuk mengetahui tingkat pemahaman dan perubahan perilaku siswa setelah membacanya. Penerapan modul bimbingan sosial untuk meningkatkan perilaku prososial siswa efektif untuk meningkatkan perilaku prososial siswa di SMP Negeri 5 Tavanjuka Palu. Referensi