Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2024. Hal. 14 Ae 18 e-ISSN 2985-3036 Pelatihan Pijat Bayi Sebagai Upaya Bounding Attachment di Desa Bongan. Kabupaten Tabanan Imelda Rismayani Gampur1. Rini Winangsih2. Elisabet Sulastina3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Advaita Medika Tabanan e-mail: imelda. rismayanigampur@gmail. Abstract Children are the future of the country, it is important to ensure they grow and develop to their full potential. However, in reality, there are obstacles that impact children's growth and development. Other problems are a lack of awareness of the benefits of baby massage therapy in encouraging children's growth and development, the inability of volunteers or health cadres to provide safe and effective baby massage therapy, as well as financial limitations that make baby massage therapy unaffordable for the poor. The aim of doing baby massage is as an effort to bond attachment. The preparation stage is carried out during the assessment and approach. The implementation stage is carried out by providing information about baby massage and. The evaluation stage is carried out by assessing the mother's knowledge and skills in carrying out baby The result: the preparation stage by visiting the Bongan village head to find out the profile of the village population and prepare the main and supporting facilities. In the implementation stage of delivering baby massage training material, cadre participants who previously did not have sufficient knowledge about baby massage, after the training, their knowledge and skills increased. In the evaluation stage, mothers are given an in-depth understanding of the benefits of baby massage therapy, appropriate baby massage techniques, as well as medical knowledge related to their child's growth and development. They will receive direct direction and assistance from a competent trainer. In conclusion: Community Service activities related to baby massage training as a Bounding Attachment effort were carried out in Bongan Village. Tabanan Regency on Thursday. July 4 2024, which was attended by 28 people. Keywords : Training, baby massage, bounding attachment Abstrak Anak merupakan masa depan negara, penting untuk memastikan mereka tumbuh dan berkembang secara maksimal. Namun pada kenyataannya terdapat kendala yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Permasalahan lainnya adalah kurangnya kesadaran akan manfaat terapi pijat bayi dalam mendorong tumbuh kembang anak, ketidakmampuan relawan atau kader kesehatan dalam memberikan terapi pijat bayi yang aman dan efektif, serta keterbatasan biaya yang menyebabkan terapi pijat bayi tidak terjangkau bagi masyarakat kurang mampu. Tujuan dilakukannya pijat bayi adalah sebagai salah satu upaya bonding attachment. Tahap persiapan dilakukan pada saat asesmen dan pendekatan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan memberikan informasi tentang pijat bayi dan. Tahap evaluasi dilakukan dengan menilai pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melaksanakan pijat bayi. Hasil yang diperoleh: tahap persiapan dengan mendatangi kepala desa Bongan untuk mengetahui profil penduduk desa dan menyiapkan sarana utama dan penunjang. Pada tahap pelaksanaan pemberian materi Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2024. Hal. 14 Ae 18 e-ISSN 2985-3036 pelatihan pijat bayi, peserta kader yang sebelumnya belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang pijat bayi, setelah dilakukan pelatihan pengetahuan dan keterampilannya Pada tahap evaluasi, ibu diberikan pemahaman yang mendalam tentang manfaat terapi pijat bayi, teknik pijat bayi yang tepat, serta pengetahuan medis terkait tumbuh kembang anak. Mereka akan mendapatkan pengarahan dan pendampingan langsung dari trainer yang kompeten. Kesimpulan: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat terkait pelatihan pijat bayi sebagai upaya Bounding Attachment telah dilaksanakan di Desa Bongan. Kabupaten Tabanan pada hari Kamis, 4 Juli 2024 yang diikuti oleh 28 orang. Kata Kunci : Pelatihan, pijat bayi, bounding attachment PENDAHULUAN Masalah kesehatan yang utama di masyarakat adalah masalah tumbuh kembang Karena anak-anak adalah masa depan negara, penting untuk memastikan mereka tumbuh dan berkembang secara maksimal. Namun pada kenyataannya, terdapat sejumlah hambatan yang mungkin berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan Permasalahan masyarakat antara lain kurangnya kesadaran akan manfaat terapi pijat bayi dalam mendorong tumbuh kembang anak, ketidakmampuan tenaga relawan atau kader kesehatan dalam memberikan terapi pijat bayi yang aman dan efektif, serta keterbatasan finansial yang membuat terapi pijat bayi tidak terjangkau bagi masyarakat (Kustiyati & Wahyuningsih, 2. Para profesional kesehatan modern telah secara ilmiah menunjukkan banyak manfaat dari terapi sentuhan dan pijat bayi, terutama bila dilakukan oleh orang lanjut usia seperti saya, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Manfaat pijat bayi antara lain sirkulasi darah yang lebih baik, tidur yang lebih nyenyak untuk anak, peningkatan pencernaan dan metabolisme, serta memperkuat ikatan ibu-anak, dan masih banyak lagi manfaat yang belum disadari oleh para ibu. AKB sangat berkaitan dengan kemampuan seorang ibu untuk merawat bayinya sejak dilahirkan. Ibu nifas terutama primipara membutuhkan pendampingan dalam merawat bayi, hal ini disebabkan karena belum adanya pengalaman merawat bayi (Giri. Subrhata dan Sumiati, 2. Pada saat ini sedang marak nama AuBaby SpaAy yaitu pijat bayi yang dilakukan sudah bertujuan untuk stimulasi tumbuh kembang dan dilakukan oleh tenaga yang sudah terlatih, namun biasanya dengan biaya relatif mahal yang tidak terjangkau oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Berdasarkan hal tersebut maka dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan stimulasi tentang pemijatan bayi untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan praktek tentang pijat bayi Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2024. Hal. 14 Ae 18 e-ISSN 2985-3036 kepada ibu yang memiliki anak usia 0-24 bulan agar ibu dapat melakukan secara mandiri pijat bayi kepada anaknya (Sudiarti et al. , 2. Jika bayi mendapat pengasuhan . , kasih sayang . , dan rangsangan . secara maksimal, maka tumbuh kembangnya akan maksimal. Cara umum untuk menstimulasi anak adalah dengan memijatnya (Kemenkes RI, 2. Bidan mempunyai kewenangan untuk melaksanakan pemantauan dan menstimulasi tumbuh kembang bayi dan anak. Salah satu bentuk stimulasi tumbuh kembang yang selama ini dilakukan yaitu pijat bayi. Berdasarkan hasil penelusuran tersebut yang dilakukan pengabdi melalui hasil survey mawas diri dalam kegiatan PKM melalui wawancara dengan bidan desa, diketahui bahwa pelatihan mengenai pijat bayi sebagai upaya bounding attachment masih jarang dijumpai dan belum pernah dilakukan di Desa Bongan. Kabupaten Tabanan. Berdasarkan hal tersebut, pengabdi tertarik memberikan pelatihan kepada ibuibu yang berdomisili di Desa Bongan. Kecamatan Tabanan. Kabupaten Tabanan dengan tujuan melakukan pijat bayi sebagai upaya bounding attachment. METODE PELAKSANAAN Pengabdian diikuti oleh ibu-ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan yang berdomisili di Desa Bongan. Kabupaten Tabanan sebanyak 28 bayi balita. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap Tahap persiapan dilakukan pada saat penjajagan dan pendekatan kepada Kepala Desa Bongan. Bidan Desa Bongan dan studi pendahuluan ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan memberikan infomasi tentang pijat bayi dan pelatihan cara melakukan pijat bayi yang benar. Tahap evaluasi dilakukan dengan melakukan penilaian pengetahuan dan keterampilan ibu melakukan pijat bayi sekaligus penilaian bounding attachment. Kontribusi partisipasi mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini seperti memberikan ijin dan waktu pelaksanaan pengabdian, memfasilitasi pengumpulan kader, dan memfasilitasi tempat pelaksanaan pengabdian. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap persiapan dilakukan pada saat penjajagan dan pendekatan kepada Kepala Desa Bongan, bidan desa Bongan dan studi pendahuluan ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan. Caranya dengan mengunjungi kepala desa Bongan untuk mengetahui profil penduduk desa serta dan mempersiapkan sarana utama dan pendukung yang dibutuhkan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan ini akan melibatkan kader dari masing-masing Rukun Tetangga di desa Bongan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan memberikan infomasi tentang pijat bayi dan pelatihan cara melakukan pijat bayi yang benar. Penyampaian materi tentang pelatihan Pijat bayi dilakukan oleh satu orang pemateri. Materi peltihan adalah tentang apa itu pijat bayi, tujuan dan manfaat pijat bayiserta hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2024. Hal. 14 Ae 18 e-ISSN 2985-3036 melakukan pijat bayi. Peserta kader yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pijat bayi, setelah dilakukan pelatihan mereka jadi bertambah pengetahuan dan ketrampilannya. Di sisi lain, selama demonstrasi teknik bayi, para peserta menunjukkan rasa saling menghormati satu sama lain, dan sebagian dari mereka dengan lembut mendemonstrasikan teknik pijat bayi. Tahap evaluasi dilakukan dengan melakukan penilaian pengetahuan dan keterampilan ibu melakukan pijat bayi sekaligus penilaian bounding attachment. Setelah dilakukan pelatihan tentang pijat bayi, proses peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para kader dapat terjadi melalui beberapa tahapan, yaitu: edukasi dan pelatihan: dalam tahap ini, ibu-ibu diberikan pemahaman mendalam mengenai manfaat terapi pijat bayi, teknik-teknik pijat bayi yang tepat, serta pengetahuan medis terkait tumbuh kembang anak. Pelatihan ini dilakukan melalui metode-metode pembelajaran seperti diskusi, demonstrasi. Praktikumnya, setelah mendapatkan pemahaman teoritis, para ibu akan diberi kesempatan untuk mempraktikkan teknikteknik pijat bayi yang telah dipelajari. Dalam tahap ini, mereka akan mendapatkan arahan dan pendampingan langsung dari pelatih yang kompeten dalam melakukan terapi pijat bayi. Setelah itu para ibu akan mendapatkan supervisi langsung dalam menerapkan teknik pijat bayi. KESIMPULAN Telah terlaksana kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat terkait pelatihan pijat bayi Pelatihan Pijat Bayi Sebagai Upaya Bounding Attachment di Desa Bongan. Kabupaten Tabanan pada hari Kamis, tanggal 4 Juli 2024 yang dihadiri oleh 28 bayi dan balita. Kegiatan ini didukung penuh oleh tim STIKES Advaita Medika Tabanan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang pelatihan pijat bayi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan bounding attachment dalam keluarga dan membantu mengatasi masalah kesehatan pada bayi. Meningkatnya pengetahuan ibu tentang pijat bayi dalam melakukan pijat bayi sebagai upaya bounding attachment sehingga tercipta generasi yang sehat dan cerdas. Meningkatnya keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi sehingga dapat mengurangi ketergantungan ibu pada orang lain seperti terapis, ibu mertua dan bidan. Tumbuhnya partisipasi ibu yang memiliki bayi dan membangun kepercayaan diri dalam merawat DAFTAR PUSTAKA