Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Pengaruh Komisaris Independen. Komite Audit, dan Spesialisasi Auditor Terhadap Integritas Laporan Keuangan Sabila Amalia Bahdi1. Auliffi Ermian Challen2 Universitas Yarsi e-mail: sabillaamalia5478@gmail. com, 2auliffi. ermian@yarsi. Diterima 03-10-2024 Direvisi 28-10-2024 Disetujui 31-10-2024 Abstrak - Penurunan integritas laporan keuangan akan mendorong kecurangan laporan keuangan. Untuk menjaga integritas laporan keuangan perusahaan maka diperlukan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komisaris independen, komite audit, dan spesialisasi auditor terhadap integritas laporan keuangan. Integritas laporan keuangan diukur dengan menggunakan C-score sebagai proksi konservatisme. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan program komputer SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan, komite audit berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan, dan spesialisasi auditor berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Artinya jika komite audit dan spesialisasi auditor meningkat maka akan mendorong peningkatan integritas laporan keuangan dan jika komite audit dan spesialisasi auditor menurun maka akan mendorong penuruan integritas laporan keuangan. Kata Kunci: Komisaris Independen. Komite Audit. Spesialisasi Auditor Abstract - A decrease in the integrity of financial statements will encourage financial statement fraud. To maintain the integrity of the company's financial statements, supervision is needed. This study aims to examine the effect of independent commissioners, audit committees, and auditor specialization on the integrity of financial statements. Financial statement integrity is measured using C-score as a proxy for conservatism. The type of data used in this study is secondary data. The population in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016-2020. The sampling technique in this study was purposive sampling. The analysis method used is multiple linear regression with the help of the SPSS computer program. The results of this study indicate that independent commissioners have no effect on the integrity of financial statements, the audit committee has a positive effect on the integrity of financial statements, and auditor specialization has a positive effect on the integrity of financial statements. This means that if the audit committee and auditor specialization increase, it will encourage an increase in the integrity of the financial statements and if the audit committee and auditor specialization decrease, it will encourage a decrease in the integrity of the financial statements. Keywords: Independent Commissioner. Audit Committee. Auditor Specialization PENDAHULUAN Perusahaan di Indonesia dalam penyajian informasi laporan keuangan ada yang baik dalam penyajiannya dan ada juga yang tidak baik atau tidak berintegritas (Febrina, 2. Integritas artinya kualitas, karakter, atau kondisi yang memperlihatkan keutuhan yang bersatu dan mempunyai potensi dan kapabilitas yang mencakup prestise dan keterbukaan (Savitri, 2. Integritas laporan keuangan adalah penyajian laporan keuangan secara jujur dan adil tidak di tutup-tutupi bahkan disembunyikan yang berarti informasi yang disampaikan sepenuhnya jelas dan akurat adanya (Parinduri et al. , 2. Penurunan integritas laporan keuangan secara langsung dapat memicu kasus-kasus kecurangan laporan keuangan yang melibatkan Chief Executive Officer (CEO), komisaris independen, komite audit, audit internal hingga audit eksternal (Nicolin & Sabeni, 2. Corporate Governance yang baik belum diterapkan dalam perusahaan tersebut sehingga banyak direktur perusahaan yang menyalahgunakan otoritas dalam keberlangsungan operasional perusahaan. Selain peran internal perusahaan, peran eksternal yaitu pihak auditor juga ikut serta dalam melakukan pengawasan terhadap penyajian laporan keuangan oleh pihak manajemen (Arista et al. , 2. Untuk menjaga integritas laporan keuangan perusahaan, maka dapat dilakukan pengawasan oleh komisaris independen. Komisaris independen Pengaruh Komisaris Independen. Komite Audit, dan Spesialisasi Auditor A (Sabila dan Auliff. menurut POJK No 33 Tahun 2014 bertugas melakukan pengawasan dan bertanggung jawab atas pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Emiten atau Perusahaan Publik maupun usaha Emiten atau Perusahaan Publik, dan memberi nasihat kepada Direksi. Keberadaan komisaris independen memiliki tujuan untuk mewujudkan objektivitas, independen, fairness, serta dapat memberikan keseimbangan antara kepentingan pemegang saham mayoritas dan pemegang saham minoritas, bahkan sampai pada kepentingan stakeholder lainnya. Oleh karena itu komisaris independen akan mendorong terwujudnya laporan keuangan yang berintegritas. Hal ini sejalan dengan Arista et al. Ayem & Yuliana . Sucitra et al. yang menyatakan bahwa komisaris independen memiliki pengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Namun penelitian Fatimah et al. menunjukkan bahwa komisaris independen tidak mempunyai pengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Juga penelitian Wijaya . menunjukkan komisaris independen mempunyai pengaruh negatif terhadap integritas laporan keuangan. Hal ini mengindikasikan komisaris independen yang kurang memaksimalkan perannya. Sama seperti fungsi komisaris independen, komite audit juga diharapkan berperan penting dalam mengawasi meningkatnya integritas laporan Komite audit menurut POJK NO 55 tahun 2015 yaitu komite yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada dewan komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi dewan Komite audit membantu komisaris dalam mengurangi peluang manipulasi, serta memberikan arahan bagaimana masalah yang terkait dengan kebijakan keuangan (Susilowati et al. , 2. Oleh karena itu komite audit mendorong integritas laporan keuangan perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian Awalin et al. Dewi et al. Emayanti & Muliati, 2. yang menunjukkan hasil bahwa, komite audit berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Namun tidak sejalan dengan Penelitian Atiningsih dan Suparwati . yang menunjukkan komite audit berpengaruh negatif terhadap integritas laporan keuangan. Juga penelitian Fatimah et al. Nurdiniah dan Pradika . yang menunjukkan komite audit tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Selain komisaris independen dan komite audit, integritas laporan keuangan juga dapat diawasi oleh pihak yang bersifat independen, yaitu auditor Auditor yang memiliki suatu keahlian atau spesialisasi akan dapat memberikan hasil audit yang lebih baik (Yulinda, 2. Spesialisasi auditor yaitu auditor yang pelatihan dan pengalamannya sebagian besar terkonsentrasi pada industri tertentu serta menghabiskan sebagian waktu guna melakukan audit pada klien dalam suatu industri (Hegazy et al. , 2. Spesialisasi auditor mendorong peningkatan kualitas Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia audit sehingga dapat meningkatkan integritas laporan keuangan perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Fajaryani . yang menyimpulkan spesialisasi auditor berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan. Sedangkan penelitian Ramadani dan Triyanto . menyimpulkan bahwa spesialisasi auditor tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Hal ini mengindikasikan spesialisasi auditor belum mengoptimalkan peranya. Hasil penelitian dari penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang berbeda mengenai integritas laporan keuangan. Penelitian ini terdapat pembaharuan dengan melihat faktor pengawasan secara internal yakni komisaris independen dan komite audit maupun pengawasan oleh eksternal yakni spesialisasi auditor terhadap integritas laporan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Komisaris Independen. Komite Audit. Dan Spesialisasi Auditor Terhadap Integritas Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode 2016-2020. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Objek perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016 sampai 2020. Seleksi perusahaan dengan menggunakan metode purposive Diperoleh 46 perusahaan yang terpilih sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan perusahaan sampel yang telah diaudit. Laporan tahunan diunduh dari website Bursa Efek Indonesia w. id dan situs resmi perusahaan. Total data yang dikumpulkan Terdapat 77 data outlier yang dikeluarkan, sehingga sisa data yang digunakan dalam pengujian hipotesis sebanyak 153. Tabel 1. Kriteria Penentuan Sampel Kriteria Populasi Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2020 Perusahaan yang mengalami deslisting selama periode 2016 - 2020 Perusahaan yang tidak memiliki menerbitkan laporan tahunan, laporan keuangan audited secara berturut-turut periode 2016-2020 Perusahaan yang tidak mengalami rugi selama periode 2016-2020 Jumlah Perusahaan Total sampel Jumlah unit analisis . ampel x 5 tahu. Outlier Sampel analisis Sumber: Data sekunder yang diolah . Pengaruh Komisaris Independen. Komite Audit, dan Spesialisasi Auditor A (Sabila dan Auliff. Pengukuran Variabel Variabel Dependen Integritas laporan keuangan diukur dengan menggunakan C-score sebagai proksi konservatisme (Tussiana & Lastanti, 2. Alasan untuk menggunakan konservatisme sebagai proxy integritas laporan keuangan adalah konservatisme identik dengan laporan keuangan yang understated . urang saj. yang resikonya lebih kecil daripada laporan keuangan yang overstated . ebih saj. sehingga laporan keuangan yang dihasilkan akan lebih reliable, memenuhi kriteria karakteristik kualitatif informasi akuntansi yang sesuai dengan ketentuan SFAC No. (Verya, 2. Konsep konservatisme merupakan konsep dimana ketika kerugian terjadi maka seluruh kerugian tersebut akan langsung diakui meskipun belum terelaisasi. Manipulasi yang sering dilakukan adalah overstate laba, sehingga untuk menghindari manipulasi laporan keuangan dengan menggunakan prinsip akuntansi konservatisme. Rumus integritas laporan keuangan sebagai yaycnyc = ycIycyycyceyc ycnyc yayaycEycI ycIyceyc ycnyc ycAycCyaycnyc Keterangan: Cit = Integritas Laporan Keuangan. Rpres It =Jumlah pengembangan yang ada dalam perusahaan i pada tahun t. DEPR Res it =Biaya Depresiasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan i pada tahun t. NOA it =Kewajiban keuangan bersih . otal utang total saham total devide. Ae . as total investas. perusahaan i pada tahun t. Variabel Independen . Komisaris Independen Komisaris independen diukur dengan jumlah komisaris independen dari seluruh anggota dewan komisaris perusahaan (Ramadani & Triyanto, 2. Rumus komisaris independen sebagai berikut: yaycuycoycnycycaycycnyc yaycuyccyceycyyceycuyccyceycu = yaycycoycoycaEa yaycuycoycnycycaycycnyc yaycuyccyceycyyceycuyccyceycu ycU100%. yaycycoycoycaEa yccyceycycaycu ycoycuycoycnycycaycycnyc . Komite Audit Komite audit diukur dengan menentukan jumlah anggota komite audit dalam perusahaan (Ramadani & Triyanto, 2. Rumus komite audit sebagai berikut: Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia speciali. = 0. Rumus spesialisasi auditor sebagai berikut: yayaycI = yaycycoycoycaEa ycoycoycnyceycu yayaycE yccycaycoycayco yaycuyccycycycycycn ycU 100% A . yaycycoycoycaEa yceycoycnycyceycu yccycaycoycayco ycnycuyccycycycycycn Analisis Data Penelitian ini bersifat kuantitatif, jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan manufaktur periode 20162020. Teknik pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan analisis regresi linear berganda dengan program SPSS. Metode statistik penelitian ini dapat dinyatakan dengan persamaan: ILK = 0 1(KI) 2(KA) 3(SA) e . Keterangan: ILK = Integritas Laporan Keuangan. Konstanta. 1 Ae 3 = Koefisien regresi. KI = Komisris Independen. KA = Komite Audit. SA = spesialisasi e = error model HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel Variabel Mean Std. Dev. Min ILK Sumber: Data sekunder yang diolah . Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan variabel dependen integritas laporan keuangan memiliki ratarata 0. Variabel independen komisaris independen (KI) memiliki rata-rata 0. 4155 atau berarti rata-rata perusahaan memiliki % komisaris independen dalam komposisi dewan komisaris sebesar 41%. Variabel jumlah anggota komite audit memiliki rata-rata sebesar 3 orang berarti hal ini telah sesuai dengan ketentuan BEI yaitu sekurangkurangnya 3 orang. Variabel spesialisasi auditor memiliki rata-rata 0. 21 berarti sebanyak 21% perusahaan sampel yang menggunakan jasa audit auditor spesialis. Tabel 3. Hasil Pengujian Hipotesis ILK = -0. 664 - 0,102 (KI) 0. 551 (KA) - 0. 038 (SA) e Var Koef Sig Multikolinearitas Komite Audit= Ocanggota komite audit. Tol . Spesialisasi Auditor Pengukuran spesialisasi auditor dilakukan dengan menghitung presentase jumlah klien yang diaudit dalam satu industry (Ramadani & Triyanto, 2. Spesialisasi Ou 15% . uditor speciali. = 1 Spesialisasi < 15% . uditor non- Max VIF Heteros Sig Pengaruh Komisaris Independen. Komite Audit, dan Spesialisasi Auditor A (Sabila dan Auliff. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Uji Autokorelasi: DW = 1. 532 Kesimpulan: tidak ada autokorelasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa spesialisasi Uji Normalitas: One-sample Kolmogorov-Smirnov Sig. = 0. auditor mempunyai wawasan dan pemahaman yang R-Square = 0. F Ae Statistik = 4. Sig. (F-Statisti. = 0. lebih baik tentang industri klien sehingga Deskripsi: memudahkan untuk mendeteksi adanya kesalahan ILK: Integritas Laporan Keuangan. KI: Komisaris Independen. KA: Komite Audit. SA: Spesialisasi Auditor maupun kecurangan pada laporan keuangan. Sumber: Data sekunder yang diolah . Kemampuan auditor spesialis dalam memberikan kualitas audit, diperoleh dari banyak pengalaman Berdasarkan Tabel 3 dapat disimpulkan industri sehingga dapat mempelajari praktik terbaik bahwa model penelitian memenuhi asumsi klasik dalam suatu industri. Hal ini tentunya mendorong untuk menggunakan analisis regresi berganda. Hasil spesialis auditor dapat meningkatkan integritas One-Sample Kolmogorv-Smirnov laporan keuangan. menunjukkan distribusi residual adalah normal. Untuk pengujian heteroskedastisitas, seluruh variabel KESIMPULAN independen memiliki Sig. > 0. 05 dan model penelitian ini juga bebas dari masalah Berdasarkan pembahasan pada bagian multikolinearitas, seluruh nilai VIF variabel sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa variabel independen lebih besar dari 0. Untuk pengujian komisaris independen tidak berpengaruh terhadap autokorelasi dengan uji durbin watson menunjukkan integritas laporan keuangan. Variabel komite audit tidak terjadi autokorelasi. dan spesialisasi auditor berpengaruh positif terhadap Tabel 3 juga menyajikan hasil pengujian integritas laporan keuangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Bagi komisaris independen tidak memiliki pengaruh meningkatkan integritas laporan keuangan dengan terhadap integritas laporan keuangan . = -1. Sig. = 0. , dengan demikian, hipotesis 1 tidak independen dan komite audit serta memilih kantor Hasil ini sejalan dengan penelitian Fatimah akuntan publik yang spesialisasi auditor. Bagi et al. Ramadani dan Triyanto . yang peneliti selanjutnya yang tertarik meneliti judul yang menunjukkan bahwa komisaris independen tidak sama, diharapkan mampu meneliti seluruh berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. perusahaan yang terdaftar di BEI, memperpanjang Temuan ini mengindikasi bahwa komisaris tahun penelitian, dan menambah jumlah sampel. independen belum memaksimalkan perannya dan juga banyak perusahaan yang tidak memperhatikan komposisi dewan direksi selain itu pengetahuan serta REFERENSI