Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau KORELASI HASIL BELAJAR IPA SISWA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS Vi SMP NEGERI 7 LUBUKLINGGAU Wahyu Arini Program Studi Pendidikan Fisika. Universitas PGRI Silampari. Indonesia ARTICLE INFORMATION A B S T R A C T Received: 29 September 2022 Revised: 18 Oktober 2022 Available online: 10 Desember 2022 This research aims to determine whether there is a significant relationship between learning outcomes and motivation to study science subjects in class Vi students of SMP Negeri 7 Lubuklinggau. The research population was all students of class Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau consisting of 6 classes totaling 163 students and the research sample was class Vi1 students with a total of 27 students. The data analysis technique used in this research is the product moment correlation technique. Based on the results of the study it was found that as many as 20 students answered that their learning motivation was sufficient, and there were 16 students whose learning outcomes were classified as very good. The existence of a relationship between learning motivation and learning outcomes is proven by obtaining an rxy of 0,599 which is greater than rtable at a significant level of 5% = 0,382 So that rxy > rtable is obtained, namely 0,599 > 0,382 which is in the medium category. Then the t test was carried out, and ttable = 2,060 and tcount 3,733 were tcount > ttable so that Ho is rejected and Ha is accepted. This shows "there is a relationship between learning motivation and science learning outcomes for class Vi students of SMP Negeri 7 Lubuklinggau". KEYWORDS Correlation. Learning Outcomes. Learning Motivation. CORRESPONDENCE E-mail: wahyuarini282@gmail. INTRODUCTION Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Guru berperan sebagai fasilitator untuk menciptakan suasana belajar yang menarik karena pemerintah menganjurkan setiap guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang menarik. Pembelajaran adalah usaha sadar diri seorang guru untuk membelajarkan dan megarahkan interaksi peserta didik dengan sumber belajar lainnya dalam rangka untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Hidayat, 2. Faktor internal yang mempengaruhi dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran siswa salah satunya adalah motivasi belajar. Motivasi bersifat hasil belajar . , yaitu perubahan yang terjadi pada perubahan emosional yang diakibatkan oleh adanya stimulus dari luar. Menurut Hidayat . belajar adalah suatu aktivitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan memperbaiki perilaku dan sikap, serta Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau mengukur kepribadian. Dalam pengertian lain, belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri individu berkat ada interaksi antar sesama individu dan individu dengan lingkungan. Menurut Hanafy . Belajar merupakan aktivitas, baik fisik maupun fisikis yang menghasilkan perubahan tingkah laku yang baru pada diri individu yang belajar dalam bentuk kemampuan yang relative konstan dan bukan disebabkan oleh kemantangan atau sesuatu yang bersifat sementara. Hasil belajar menunjukan kemampuan siswa yang sebenarnya yang telah mengalami proses pengalihan ilmu pengetahuan dari seseorang yang dapat dikatakan dewasa atau memiliki pengetahuan kurang. Dengan adanya hasil belajar, orang dapat mengetahui seberapa jauh peserta didik dapat menangkap, memahami, memiliki materi pelajaran tertentu. Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Menurut Purwanto . menyatakan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar dengan tujuan pendidikan. Manusia memiliki potensi kejiwaan yang dapat mendidik dan diubah perilakunya yang meliputi domain kognitif, afektif, dan psikomotorik belajar mengusahakan perubahan perilaku. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar shingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai (Sardiman. Fadlin . menyatakan bahwa motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku dan keberhasilan. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi seorang siswa. Maka guru harus selalu berusaha meningkatkan motivasi siswa sehingga seluruh perhatian terpusat pada pelajaran. Motivasi merupakan pendorong seseorang untuk lebih giat berusaha untuk mencapai prestasi terbaiknya. Seseorang yang memiliki motivasi belajar, secara tidak langsung memiliki cita-cita ataupun aspirasi yang harus diwujudkan. Dalam proses belajar mengajar motivasi sangat besar peranannya terhadap hasil belajar. Karena dengan adanya motivasi dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Pada semua usia, motivasi memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan seseorang dan mempunyai dampak yang besar. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung akan mempunyai sikap positif untuk berhasil (Slameto. SMP Negeri 7 Lubuklinggau merupakan sebuah institusi sekolah yang diduga tidak terlepas dari permasalahan-permasalahan di atas. Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Berdasarkan pra survey dan hasil wawancara dengan guru dan beberapa siswa di SMP Negeri 7 Lubuklinggau, menurut pemaparan dari beberapa siswa bahwa motivasi belajar baik tampak pada siswa ketika proses pembelajaran di sekolah, seperti siswa tekun dalam mengerjakan tugas, siswa ulet dalam menghadapi kesulitan belajar, siswa menunjukkan minat dalam belajar, siswa lebih senang bekerja mandiri dalam belajar, dan yakin dalam mempertahankan pendapatnya. Namun dapat diketahui bahwa masih rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun pemaparan guru masih adanya siswa yang memiliki motivasi rendah terhadap pembelajaran IPA sehingga sulit untuk memahami materi pembelajaran, masih ada sebagian siswa yang membuat keributan di kelas dan tidak memperhatikan sewaktu guru mengajar, masih ada siswa yang asalasalan membuat tugas. Hal tersebut menjadi acuan bahwa masih ada siswa yang memiliki motivasi rendah karena siswa yang memiliki motivasi belajar akan nampak melalui kesungguhannya untuk terlibat didalam kegiatan belajar, seperti menyimak isi pelajaran, mencatat pelajaran, aktif bertanya, mengemukakan pendapat, menyimpulkan pelajaran, membuat resume dan tekun dalam mengerjakan tugas atau soalsoal. Sebaliknya, siswa yang tidak memiliki motivasi belajar umumnya kurang mampu bertahan untuk belajar dalam waktu yang cukup lama serta kurang sungguh-sungguh dalam belajar. Berdasarkan permasalahan yang diuraikan di atas, maka penelitian ini pening untuk dilakukan guna mengetahui apakah hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar secara kongkrit. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuKorelasi Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa Kelas Vi SMP Negeri 7 LubuklinggauAy. RESEARCH METHOD Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sedangkan sifat dari penelitian ini adalah bersifat korelasi atau hubungan, yaitu penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. dengan mengukur koefisiensi atau signifikansi dengan menggunakan Pada penelitian ini, yang menjadi variabel bebas adalah motivasi belajar dan Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. peneliti memilih kelas Vi1 sebagai subjek penelitian karena sudah menyangkup semua katagori siswa. Adapun banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 27 siswa. Untuk dapat memperoleh data yang objektif atau valid tentang korelasi motivasi belajar dengan hasil belajar IPA siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu angket, kuesioner dan Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis angket langsung tertutup, yaitu angket yang dirancang sedemikian rupa untuk merekam data tentang keadaan yang dialami oleh responden sendiri, kemudian semua alternatif jawaban yang harus dijawab oleh responden telah tertera dalam angket tersebut. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk ceklist dengan skala Likert model skala empat. Pada angket ini, responden disediakan 20 pernyataan yang berbentuk ceklist dengan masing-masing pernyataan terdiri dari empat alternatif jawaban yaitu SL . SR . KK . adang-kadan. , dan TP . idak perna. Dokumentasi dalam penelitian ini dipergunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan profil sekolah yang meliputi sejarah berdirinya sekolah, visi dan misi sekolah, data guru, data siswa, struktur organisasi sekolah, fasilitas sekolah dan denah lokasi SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari uji linearitas, korelasi product moment, koefisien determinasi, dan uji signifikan. RESULTS ANDDISCUSSION Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Populasi dalam penelitin ini yaitu seluruh kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau tahun pelajaran 2022/2023. Setelah diadakan pemilihan sampel dengan purposive sampling, terpilih satu kelas dari enam kelas yaitu kelas Vi1 sebagai sampel penelitian. Untuk mengetahui secara umum data tentang motivasi belajar siswa, peneliti menggunakan angket yang ditujukan kepada siswa yang merupakan sampel dalam Peneliti menyebarkan angket kepada 27 siswa sebagai responden. Ada 20 item pertanyaan dengan 4 alternatif jawaban yaitu selalu (SL) diberi nilai 4, sering (SR) diberi nilai 3. Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau kadang-kadang (KK) diberi nilai 2, dan tidak pernah (TP) diberi nilai 1. Selain melakukan pengumpulan data angket motivasi belajar siswa peneliti juga meminta data hasil belajar siswa berupa nilai ulangan harian kepada guru bidang studi IPA (Ilmu Pengetahuan Ala. Berdasarkan data angket motivasi belajar siswa dapat diketahui bahwa jumlah item soal pada angket yakni sebanyak 20 item soal. Adapaun item peryataan yang meiliki skor tertinggi yaitu pada item nomor 17 dengan indikator tidak mudah melepaskan hal yang diyakini. Adapula beberapa item soal yang memiliki jumlah nilai skor angket rendah yaitu ada 1 item pernyataanl yakni item nomor 13 pada indikator cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin. Demikian dapat diketahui bahwa ada 1 item pernyataan yang ekstrim terdapat pada satu indikator dari 8 indikator motivasi belajar Berdasarkan angket motivasi belajar siswa, diperoleh skor tertinggi sebesar 72 dan skor terendah sebesar 43. Kemudian untuk mengetahui Penentuan jumlah kelas interval (K) digunakan rumus yaitu jumlah kelas = 1 3,3 log n, dimana n adalah jumlah sampel atau responden. Dari perhitungan diketahui bahwa n = 27. sehingga diperoleh banyak kelas 1 3. 3 log 27 = 5,7 dibulatkan menjadi 6 kelas interval. kemudian nilai hasil angket motivasi belajar di atas dibuat dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Tabel 1. Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Angket Motivasi Belajar No Interval Frekuensi Presentase 67 Ae 72 14,8 % 61 Ae 66 11,1% 55 Ae 60 25,9% 49 Ae 54 25,9% 43 Ae 48 22,2% 37 Ae 42 100,0% Jumlah Berdasarkan tabel dan diagram batang di atas, frekuensi variabel Motivasi Belajar mayoritas pada interval 55-60 dan 49- 54 sebanyak 7 siswa . ,9%) dan paling sedikit terletak pada interval 37-42 sebanyak 4 siswa . %). Penentuan kecenderungan variabel Motivasi Belajar, setelah nilai minimum (Xmi. sebesar 20 dan nilai maksimum (Xma. sebesar 80 maka selanjutnya mencari rentang data dihitung dengan rumus nilai maksimal Ae nilai minimal. Sedangkan panjang kelas . /K sebagai berikut: Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Tabel 2. Distribusi Kategorisasi Motivasi Belajar Skor Frekuensi Persentase Kategori 60 Ae 80 25,9% Baik 39 Ae 59 74,1% Cukup 18 Ae 38 Kurang 100,0% Total Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan pie chart seperti berikut: Motivasi Belajar Tinggi Sedang Rendah Gambar 1. Pie Chart Motivasi Belajar Berdasarkan tabel dan pie chart distribusi kategorisasi motivasi belajar di atas diketahui bahwa dari 27 siswa yang menjadi sampel penelitian, diketahui bahwa frekuensi motivasi belajar pada kategori baik sebanyak 7 siswa . ,9%), frekuensi motivasi belajar pada kategori cukup sebanyak 20 siswa . ,1%), dan frekuensi motivasi belajar pada kategori kurang sebanyak 0 siswa . %). Sedangkan untuk data hasil belajar dapat dilihat pada tabel 3 berikut: Tabel 3. Kriteria Penilaian Hasil Belajar Nilai Predikat Ket Frekuensi 80 Ae 100 Sangat Baik 70 Ae 79 Baik 60 Ae 69 Cukup 50 Ae 59 Kurang 0 Ae 49 Sangat Kurang Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan pie chart seperti berikut: Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Hasil Belajar Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Gambar 2. Pie Chart Hasil Belajar Berdasarkan tabel dan pie chart di atas, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas Vi tergolong sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang tediri dari 27 siswa yang menjadi sampel penelitian. 16 siswa memiliki hasil belajar yang tergolong sangat baik dan 11 siswa lainnya memiliki hasil belajar yang tergolong baik. Data penelitian dikatakan linier jika nilai signifikansi linearity kurang dari 0,050 dan jika nilai deviation from linearity lebih dari 0,050. Berdasarkan hasil uji linieritas menunjukan nilai signifikansi linearity variabel X terhadap Y sebesar 0,006 kurang dari 0,050 dan nilai deviation from linearity uji linieritas variabel X terhadap variable Y sebesar 0,461 atau lebih besar dari 0,050 artinya data pada penelitian ini terdistribusi linier. Atau dapat juga dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel. Untuk mengetahui apakah variabel bebas dan variabel terikat mempunyai pengaruh yang linier apa tidak. Kriteria pengujian linieritas adalah jika nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel pada nilai taraf signifikansi 0,05, maka hubungan antara variabel bebas terhadap varibel terikat adalah linier. Hasil linieritas menunjukkan bahwa Fhitung < Ftabel yaitu pada variabel Motivasi Belajar . ,133 < 3,. dan signifikansi sebesar 0,461 > 0,05. sehingga kedua variabel tersebut dapat dikatakan linier. Hipotesis dalam penelitian ini adalah AuAda Korelasi Motivasi dengan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas Vi SMP Negeri 14 LubuklinggauAy. Setelah diperoleh nilai rxy maka dilakukan interpretasi dengan mengkonsultasikan pada rtabel. dengan cara membandingkan antara rxy yang diperoleh dengan besarnya rtabel yang tercantum dalam tabel nilai AurAy product moment pada taraf signifikan 5% dengan N = 27 maka pada taraf signifikan 5% diperoleh harga rtabel = 0,381. Ternyata, rxy yang Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau diperoleh sebesar 0,598 yaitu lebih besar dari pada rtabel pada taraf signifikan 5% = 0,381. Sehingga diperoleh rxy > rtabel yaitu 0,598 > 0,381. maka tingkat keterkaitan antara variabel X dengan variabel Y yaitu korelasi motivasi belajar dengan hasil belajar mata pelajar IPA siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau dengan nilai koefisien 0,598 berada pada kategori sedang. Kemudian, untuk melihat seberapa besar sumbangan . variabel motivasi belajar terhadap hasil belajar, dapat dihitung dengan menggunakan rumus koefisien determinan. Dan dipeoleh koefisien determinasinya adalah 35,76%. Hal ini menunjukkan bahwa, motivasi belajar hanya memberikan kontribusi terhadap hasil belajar sebesar 35,76%. Selanjutnya, untuk menentukan hipotesis dalam penelitian ini maka penulis melakukan pengujian signifikan koefisien korelasi dengan uji t pada taraf siginifikan = 0,05. Diperoleh ttabel = 2,060 dan thitung 3,732. thitung > ttabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan antara motivasi belajar dengan hasil belajar terdapat korelasi yang siginifikan, dengan kata lain bahwa Auada hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPA siswa kelas Vi SMP Negeri 7 LubuklinggauAy. Hasil angket motivasi belajar diketahui skor tertinggi yaitu 72 dan skor terendah yaitu 43. Sedangkan skor item pernyataan tertingi yaitu item nomor 17 pada indikator tidak mudah melepaskan hal yang diyakini dan skor item pernyataan terendah yaitu item nomor 13 pada indikator cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin. Berdasarkan hal tersebut, beberapa motivasi belajar siswa dikatakan sudah cukup baik dan harus dipertahankan, misalnya dalam hal tekun menghadapi tugas, ulet dalam menghadapi kesulitan belajar, menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah, dapat mempertahankan pendapatnya dan tidak mudah melepaskan hal yang diyakininya. Namun demikian, ada beberapa motivasi belajar siswa yang perlu ditingkatkan agar siswa memiliki motivasi belajar yang lebih baik, seperti siswa harus lebih senang mengerjakan tugas-tugasnya secara mandiri, siswa harus lebih senang mengerjakan tugas-tugas rutin, siswa harus lebih sering mempelajari materi secara berulang-ulang, dan senang melakukan kegiatan kreatif yang dapat menunjang kegiatan belajarnya. Berdasarkan tabel distribusi kategorisasi motivasi belajar di atas, dapat diketahui bahwa dari 27 siswa yang menjadi sampel penelitian. Motivasi belajar pada kategori baik sebanyak 7 siswa . ,9%), motivasi belajar pada kategori cukup sebanyak 20 siswa . ,1%), dan motivasi belajar pada kategori kurang sebanyak 0 siswa . %). Maka dapat dipahami bahwa motivasi belajar siswa tergolong cukup, karena sebanyak 20 siswa atau . ,1%) siswa menjawab motivasi belajar cukup. Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Berdasarkan tabel hasil belajar siswa, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas Vi tergolong sangat baik. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang tediri dari 27 siswa yang menjadi sampel penelitian. 16 siswa memiliki hasi belajar yang tergolong sangat baik dan 11 siswa lainnya memiliki hasil belajar yang tergolong baik. Dan tidak ada siswa yang memiliki hasil belajar yang tergolong cukup, kurang dan sangat kurang. Hasil analisis data yang berhasil dikumpulkan dalam penelitian ini, dengan menggunakan rumus product moment menunjukkan bahwa hasil N = 27 pada taraf signifikan 5% diperoleh harga rtabel = 0,381. Ternyata rxy yang diperoleh sebesar 0,598 adalah lebih besar daripada rtabel . ada taraf signifikan 5% = 0,. Sehingga diperoleh rxy > rtabel yaitu 0,598 > 0,381. Maka dapat diketahui tingkat keeratan hubungan antara variabel X dengan variabel Y yaitu hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar IPA siswa kelas Vi SMP Negeri 14 Lubuklinggau dengan nilai koefisien = 0,598 berada pada kategori sedang. Kemudian, untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel motivasi belajar terhadap hasil belajar, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan rumus koefisien determinan dapat diketahui bahwa variabel motivasi belajar memberikan kontribusi terhadap hasil belajar sebesar 35,76%. Adapun pengujian hipotesis dalam penelitian ini peneliti melakukan pengujian signifikan koefisien korelasi dengan uji t, dan ternyata diperoleh harga thitung > ttabel = 3,732 > 2,060, sehingga Ho ditolak dan Ha Hal ini berarti bahwa ada hubungan antara variabel X dan variabel Y yaitu. AuAda hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar IPA siswa kelas Vi SMP Negeri 7 LubuklinggauAy. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 7 Model Lubuklinggau pengujian hipotesis dalam penelitian ini peneliti melakukan pengujian signifikan koefisien korelasi dengan uji t, dan ternyata diperoleh harga thitung > ttabel = 3,732 > 2,060, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa ada hubungan antara variabel X dan variabel Y yaitu. AuAda hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar IPA siswa kelas Vi SMP Negeri 7 LubuklinggauAy. Jurnal Prespektif Pendidikan- Vol. 16 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau REFERENCES