Vol. No. 1, 2024 Doi : https://doi. org/10. 70371/jise. Pengaruh Dompet Digital dan Kualitas Produk terhadap Niat Beli Konsumen JOURNAL OF (Studi : Geprek Mb Bandar Lampun. INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Rifki Hidayat1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Muhammad Alfarezi2 AThe Author. 2024 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia M Abdullah Umar3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Corresponding Author: Rifki Hidayat E-mail : rifkihidayat@alifa. Abstract: This study aims to determine the effect of digital wallets and product quality on consumer purchase intentions in Geprek MB Lampung. Consumer purchase intention is an attitude of a consumer or potential customer who tends to be interested then makes a decision to spend on the goods or services he wants. This research is of the quantitative type. The population in this study is all customers of all Geprek MB Bandar Lampung consumers during the observation period, which is one month. The total population was 10,985 consumers while for the sample with the slovin technique, 111 respondents were obtained. The result of this study is that partially, e-wallet and product quality have a positive effect on consumer purchase intent, while simultaneously digital wallets and product quality also have a positive and significant influence on consumer purchase intent. Keywords: Product Quality. Purchase Intention. E-Wallet Pendahuluan Menurut Halim dan Iskandar . , agar sebuah usaha dapat mencapai kesuksesan dalam menghadapi persaingan serta mewujudkan tujuannya dalam menarik dan mempertahankan pelanggan, maka usaha tersebut perlu berfokus pada penyediaan produk dan layanan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Produk atau jasa tersebut harus memiliki kualitas yang layak dan harga yang terjangkau, serta didukung dengan sistem pembayaran yang praktis dan mudah diakses. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk memahami perilaku konsumen di segmen pasar yang menjadi targetnya. Dengan pemahaman tersebut, pelaku usaha dapat memicu dan meningkatkan niat beli dari konsumen. Arifin . menyatakan bahwa niat beli merupakan suatu dorongan atau keinginan dalam diri konsumen yang mengarah pada tindakan membeli suatu produk atau layanan, sebagai bentuk kepastian atas minat konsumen terhadap suatu Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi niat beli konsumen, salah satunya adalah penggunaan dompet digital serta kualitas dari produk yang ditawarkan. Dalam beberapa tahun JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION terakhir, masyarakat Indonesia telah mengalami pergeseran besar ke arah sistem pembayaran nontunai (Fiona dan Hidayat, 2. Perubahan ini semakin cepat terjadi saat pandemi COVID-19, ketika pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial dan menjaga jarak, yang mendorong masyarakat untuk menggunakan alat pembayaran digital. Salah satu bentuk inovasi yang berkembang adalah penggunaan e-wallet atau dompet digital sebagai alternatif alat pembayaran yang aman dan efisien. Sejak saat itu, penggunaan dompet digital terus tumbuh dan kini telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Bank Indonesia . mengungkapkan bahwa dalam kegiatan belanja online, masyarakat cenderung lebih sering menggunakan dompet digital dibandingkan rekening bank. Beberapa aplikasi yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia antara lain ShopeePay. OVO. GoPay. DANA, dan LinkAja. Pada tahun 2020. ShopeePay tercatat sebagai dompet digital dengan tingkat penggunaan tertinggi, yakni sebesar 34%, diikuti oleh OVO sebesar 28%. GoPay 17%. DANA 14%, dan LinkAja 8%. Riset terbaru yang dilakukan oleh InsightAsia berjudul Consistency That Leads: 2023 E-Wallet Industry Outlook juga memperkuat fakta ini, menunjukkan bahwa 74% responden aktif menggunakan dompet digital untuk berbagai kebutuhan transaksi finansial, menjadikannya metode pembayaran yang paling dipilih dibandingkan dengan uang tunai atau transfer bank. Faktor lainnya yang juga berpengaruh terhadap niat beli konsumen adalah kualitas produk. Kualitas produk mencakup kondisi fisik, fungsi, serta karakteristik dari barang atau jasa yang ditawarkan, dan harus sesuai dengan ekspektasi konsumen. Menurut foodsafely. , kualitas makanan ditentukan oleh berbagai aspek seperti sumber bahan, warna, aroma, tekstur, metode pengolahan, dan kehalalan produk. Karakteristik negatif seperti pembusukan, kontaminasi, perubahan warna, dan bau tidak sedap dapat menurunkan nilai suatu produk, sementara karakteristik positif meningkatkan daya tarik produk tersebut di mata konsumen. Hal ini menjadikan kualitas produk sebagai elemen penting dalam membentuk niat beli yang kuat. Penelitian ini dilakukan di Geprek MB Bandar Lampung, sebuah usaha kuliner yang bergerak di bidang makanan siap saji. Geprek MB menawarkan dua jenis layanan penjualan, yaitu penjualan secara ekspres dan prasmanan. Lokasi usahanya dipilih dengan cermat dan strategis sehingga memudahkan akses konsumen, baik untuk pembelian secara langsung . maupun melalui layanan daring . Awalnya, target pasar Geprek MB adalah pelajar dan mahasiswa. Namun, seiring waktu, konsumen dari berbagai kalangan mulai menunjukkan minat terhadap produk Geprek MB. Selain itu, usaha ini juga menjamin kehalalan setiap produk makanan yang mereka tawarkan kepada konsumen. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai Pengaruh Dompet Digital dan Kualitas Produk terhadap Niat Beli Konsumen (Studi pada Geprek MB Bandar Lampun. Kajian Pustaka Niat Beli Konsumen Menurut Durianto . , minat beli konsumen merupakan suatu bentuk keinginan atau kecenderungan yang muncul dari dalam diri individu untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk tertentu, yang juga mencakup seberapa besar jumlah produk yang akan dibeli dalam kurun waktu tertentu. Niat beli ini mencerminkan kondisi psikologis atau mental konsumen yang menandakan adanya perencanaan untuk membeli sebuah produk dengan merek tertentu. JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Pemahaman terhadap niat beli ini sangat penting bagi para pemasar karena dapat memberikan gambaran mengenai perilaku konsumen di masa mendatang, sehingga strategi pemasaran dapat disusun lebih tepat sasaran. Dompet Digital Bank Indonesia menjelaskan bahwa dompet digital adalah layanan berbasis elektronik yang berfungsi untuk menyimpan data terkait instrumen pembayaran, seperti kartu pembayaran dan/atau uang elektronik, yang juga memungkinkan penyimpanan dana guna melakukan transaksi pembayaran. Sementara itu. Effendy . menambahkan bahwa dompet digital menggunakan teknologi yang dijalankan melalui server dan diakses melalui aplikasi yang harus terhubung dengan jaringan internet. Untuk dapat menggunakan layanan ini, pengguna harus terkoneksi dengan penyedia layanan. Dompet digital pada dasarnya terdiri dari dua elemen utama, yaitu perangkat lunak . dan informasi, yang keduanya berperan penting dalam mendukung kelancaran transaksi digital. Kualitas Produk Menurut Ekaprana. Jatra, dan Gianpari . , kualitas adalah suatu kondisi yang bersifat dinamis dan berkaitan dengan berbagai aspek seperti produk, layanan, sumber daya manusia, proses, serta lingkungan yang mampu memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi konsumen. Dalam konteks layanan, kualitas sangat ditentukan oleh kemampuan penyedia dalam memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen dengan cara penyampaian yang konsisten, sehingga dapat meminimalkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Di sisi lain, mengacu pada org . , kualitas dalam produk makanan mencakup seluruh karakteristik yang dapat mempengaruhi nilai produk tersebut. Faktor negatif dalam kualitas produk makanan dapat berupa pembusukan, kontaminasi, perubahan warna, bau tidak sedap, sedangkan faktor positif meliputi asal-usul bahan, warna, aroma, tekstur, teknik pengolahan, serta aspek kehalalan yang menjadi nilai tambah penting terutama bagi konsumen Muslim. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, yang bertujuan untuk mengukur dan mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih berdasarkan data yang bersifat numerik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik untuk melihat pengaruh atau keterkaitan antar variabel yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan Geprek MB Bandar Lampung selama periode satu bulan, dengan jumlah total 985 konsumen. Karena jumlah populasi cukup besar, maka penelitian ini menggunakan sampel sebagai perwakilan dari populasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa mempertimbangkan tingkatan atau kelompok dalam populasi. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 10% atau 0,1. Rumus perhitungan dengan teknik slovin adalah sebagai berikut: AANAA = AA10. = 111 Responden 1 N. 2 985 . 2 JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai sumber tidak langsung seperti buku, jurnal, dan literatur lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner yang disebarkan kepada responden sebagai alat utama untuk memperoleh data. Selain itu, penelitian ini juga memiliki kerangka konseptual yang menggambarkan hubungan antar variabel yang diteliti, yang dirancang berdasarkan fokus permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah seperti gambar berikut: Gambar 1. Kerangka Konseptual Hasil dan Diskusi Uji validitas dan reliabilitas Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Confirmatory Factor Analysis (CFA), yang bertujuan untuk menguji keabsahan instrumen yang digunakan dalam CFA digunakan untuk memastikan bahwa setiap item dalam kuesioner benar-benar mengukur variabel yang dimaksud. Sementara itu, uji reliabilitas dilakukan dengan melihat nilai CronbachAos Alpha. Nilai Cronbach Alpha digunakan untuk menilai konsistensi internal dari instrumen yang digunakan, yaitu sejauh mana butir-butir dalam kuesioner memberikan hasil yang Jika nilai Cronbach Alpha tinggi, maka instrumen dianggap reliabel. Tabel 1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Item Pearson Cor X1. X1. X1. X1. Kualitas Produk (X. X2. X2. X2. X2. 4 0,901 Niat Beli (Y) Sumber : output data SPSS V-21 Dompet Digital (X. Nilai Signifikan Reliabilitas Keterangan VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Tabel 1 diatas menjelaskan bahwa nilai Pearson Cor dari X1. X2 dan Y > 0,30 dengan nilai signifikan adalah 0,000 < 0,05 dengan keterangan valid maka artinya bahwa instrument data yang digunakan dalam penelitian adalah valid. Sedangkan berdasarkan nilai reliabilitas X1 = 0,910. X2 = 0,812, dan Y = 0,744 > 0,60 artinya seluruh instrumen variabel dependen dan variabel independen dalam penelitian ini adalah reliable. Keputusan dari uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini adalah valid dan reliabel, artinya penelitian dapat dilanjutkan ke uji selanjutnya. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Teknik ini digunakan untuk mengetahui pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap satu variabel dependen. Dalam proses pengujian ini, digunakan tiga jenis uji, yaitu: uji T . ntuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel depende. , uji F . ntuk mengetahui pengaruh semua variabel independen secara simultan terhadap variabel depende. , serta uji RA . ntuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel independen secara bersama-sama dalam menjelaskan variabel depende. Persamaan regresi yang digunakan dalam pengujian ini berbentuk: Y = b1X1 b2X2 e Di mana: : Niat Beli Konsumen : Konstanta : Koefisien : Dompet Digital : Kualitas Produk : Error Tabel 2. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coeffcients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig 7,190 2,011 3,088 ,000 (Constan. Dompet Digital (X. ,759 ,600 ,666 ,000 Kualitas Produk (X. ,721 ,501 ,529 ,002 Dependent Variable: Niat Beli Konsumen Sumber : Hasil output data SPSS versi 21 . ata diola. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan, diperoleh bentuk persamaan regresi sebagai berikut: Y = 7,190 0,759X1 0,721X2 e Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai variabel dependen (Y) dipengaruhi oleh dua variabel independen, yaitu X1 dan X2. Nilai konstanta sebesar 7,190 berarti bahwa jika nilai X1 . ariabel pertam. dan X2 . ariabel kedu. dianggap nol, maka nilai dasar atau awal dari Y adalah JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION sebesar 7,190. Koefisien regresi sebesar 0,759 untuk X1 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan pada variabel X1 akan menyebabkan peningkatan sebesar 0,759 pada variabel Y, dengan asumsi variabel X2 tetap. Sementara itu, koefisien sebesar 0,721 untuk X2 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada variabel X2 akan menaikkan nilai Y sebesar 0,721, dengan asumsi X1 tidak berubah. Nilai e dalam persamaan ini merepresentasikan faktor kesalahan atau variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model namun turut memengaruhi Y. Persamaan ini menggambarkan hubungan linier positif antara kedua variabel independen terhadap variabel Tabel 3. Hasil Uji T (Parsia. Model Sig 3,088 ,000 (Constan. Dompet Digital (X. ,666 ,000 Kualitas Produk (X. ,529 ,002 Dependent Variable: Niat Beli Konsumen Sumber : Hasil output data SPSS versi 21 . ata diola. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari Tabel 3 mengenai uji t (Parsia. , dapat dijelaskan sebagai berikut: - Variabel X1 yang mengacu pada Dompet Digital menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, serta nilai T sebesar 0,666. Hal ini menunjukkan bahwa Dompet Digital (X. memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap niat beli konsumen (Y). Artinya, semakin tinggi penggunaan dan pemahaman konsumen terhadap dompet digital, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian. - Variabel X2 yang merujuk pada Kualitas Produk menunjukkan nilai signifikansi 0,002 yang juga lebih kecil dari 0,05, dengan nilai T sebesar 0,529. Ini menunjukkan bahwa Kualitas Produk (X. berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap niat beli konsumen (Y). Dengan kata lain, semakin baik kualitas produk yang ditawarkan, semakin besar pula kemungkinan konsumen untuk berniat membeli produk tersebut. Secara keseluruhan, baik Dompet Digital maupun Kualitas Produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen, yang menunjukkan bahwa kedua faktor ini sangat penting dalam mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Tabel 4. Hasil Uji F (Simulta. ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression 200,755 77,974 41,009 . Residual 412,860 79 4,518 Total 613,615 Dependent Variable: Niat Beli Konsumen Predictors: (Constan. Dompet Digital. Kualitas Produk Sumber : Hasil output data SPSS versi 21 . ata diola. JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Berdasarkan hasil yang diperoleh dari Tabel 4 Uji F di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000, yang mana nilai ini lebih kecil dari 0,05. Selain itu, nilai F Hitung yang tercatat sebesar 41. 009 juga lebih besar dibandingkan dengan nilai F Tabel yang sebesar 4,67. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Dompet Digital (X. dan Kualitas Produk (X. secara simultan atau bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Niat Beli Konsumen (Y). Dengan kata lain, perubahan pada kedua variabel tersebut, baik Dompet Digital maupun Kualitas Produk, dapat memberikan dampak yang jelas dan signifikan terhadap keputusan konsumen dalam menentukan niat beli mereka. Tabel 5. Hasil Uji R2 (Koefisien Determinas. Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Dompet Digital. Kualitas Produk Sumber : Hasil output data SPSS versi 21 . ata diola. Berdasarkan Tabel 5 Uji R2 diatas, diketahui bahwa nilai R adalah 0,60 atau 60%, nilai tersebut artinya mendekati 1, maka variabel dikatakan memiliki hubungan yang kuat. Sedangkan nilai R-Square adalah 0,311 atau 0,31% artinya sebanyak 31% variabel Niat Beli Konsumen dipengaruhi oleh Dompet Digital dan Kualitas Produk sedangkan 69% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Pembahasan Pengaruh Dompet Digital Terhadap Niat Beli Konsumen Variabel X1 (Dompet Digita. memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan dengan nilai T adalah 0,666, maka Dompet Digital (X. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen (Y). Artinya semakin baik dan luas layanan dompet digital yang dimiliki oleh suatu bisnis usaha, maka akan tinggi pula niat beli konsumennya. Saat ini kemudahan dalam pembayaran sudah sangat banyak ditawarkan oleh beberapa jenis bisnis usaha di Indonesia dan konsumen juga merespon dengan baik hal tersebut. Hal tersebut juga akan mempermudah dalam bertransaksi. Dompet digital dapat digunakan dengan fasilitas Qris. Karena sejak dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini pemerintah juga dengan gencar mempromosikan alat pembayaran secara cashless, apalagi ditambah dalam masa pandemic covid 19 lalu yang memaksa untuk jaga jarak sehingga program non tunai dapat berkembang dengan cepat. Hingga saat ini dimanfaatkan oleh banyak pengusaha dengan menawarkan kemudahan transaksi dalam Dan oleh sebab itu dengan dompet digital dapat meningkatkan niat beli konsumen. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Nabila . dan Mukarramah . yang menyatakan Dompet Digital memiliki pengaruh terhadap niat beli JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Niat Beli Konsumen Variabel X2 (Kualitas Produ. menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05, dengan nilai T sebesar 0,529. Hal ini menunjukkan bahwa Kualitas Produk (X. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen (Y). Artinya, semakin baik kualitas produk yang ditawarkan, semakin besar kemungkinan konsumen Geprek MB Bandar Lampung untuk memiliki niat beli yang tinggi. Dalam suatu bisnis, produk makanan harus memenuhi standar kualitas tertentu, seperti kehalalan, kandungan gizi, kebersihan, kesehatan, dan kelayakan konsumsi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ekaprana. Jatra, dan Giantari . , serta penelitian oleh Arianto dan Difa . yang menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap niat beli konsumen. Namun, temuan ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Halim dan Islandar . , yang menyatakan bahwa kualitas produk tidak memiliki pengaruh terhadap niat beli konsumen. Pengaruh Dompet Digital dan Kualitas Produk Terhadap Niat Beli Konsumen Uji F dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai F Hitung 41. 009 > T Tabel 4. maka variabel Dompet Digital (X. dan Kualitas Produk (X. secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Beli Konsumen (Y). Artinya semakin banyak pengguna dompet digital dan semakin baik kualitas produk Geprek MB Bandar Lampung maka semakin tinggi tingkat niat beli konsumennya. Artinya konsumen pastinya akan memilih makanan yang bermutu, berkualitas, mengenyangkan dan tentunya dijamin halal, dan ketika bisnis tersebut didukung dengan kemudahan pembayaran akan tentunya menaikan jumlah pembeli disana. Kesimpulan Kesimpulan pada penelitian ini adalah: - Variabel X1 (Dompet Digita. memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan dengan nilai T adalah 0,666, maka Dompet Digital (X. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen (Y). - Variabel X2 (Kualitas Produ. memperoleh nilai signifikansi 0,002 < 0,05 dan dengan nilai T adalah 0,529, maka Kualitas Produk (X. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen (Y). - Uji F diatas, nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai F Hitung 41. 009 > T Tabel 4. maka variabel Dompet Digital (X. dan Kualitas Produk (X. secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Beli Konsumen (Y). Keterbatasan penelitian ini adalah : - Penelitian hanya berfokus ke factor dompet digital dan kualitas produk sebagai variabel yang mempengaruhi niat beli konsumen, sedangkan masih banyak faktor yang mampu mempengaruhi variabel tersebut. - Waktu penelitian hanya diatasi 1 bulan saja, sehingga populasi responden yang didapat JOURNAL OF INTERDISCIPLINARY SCIENCE AND EDUCATION Saran yang diberikan penulis pada penelitian ini adalah : - Beberapa usaha bisnis, khususnya UMKM dapat menjadikan contoh usaha Geprek MB Bandar Lampung dimana untuk pembayarannya sudah menggunakan dompet digital dengan fasilitas Qris. - Bagi penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain contohnya pemasaran melalui media sosial dan penggunaan e-commerce . ofood, shopefood, grabfood dan lain sebagainy. , karena pada uji R2, variabel dompet digital dan kualitas produk mempengaruhi 31% dari niat beli konsumen serta masih ada 69% faktor lainnya. Daftar Pustaka