Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 HUBUNGAN POSISI KERJA DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA BATU BATA Riri Mulyani1. Burhan Muslim2. Mukhlis3. Awalia Gusti4 Lindawati5 Kemenkes Poltekkes Padang Abstract Every workplace, both formal and informal, has hazards and risks that can lead to accidents and occupational health. One of the informal industries is the brick industry that is at risk of occupational diseases, namely Low Back Pain, which is pain felt in the lower back. One of the brick printing factories is located in Nagari Ganggo Hilia. Bonjol District. In 2022, 65. of workers in Bonjol District experienced complaints of low back pain. The purpose of the study is to determine the relationship between work position and working period with complaints of Low Back Pain in brick workers in Bonjol District. Pasaman Regency in The type of research is a quantitative research with a cross sectional approach in January Ae June 2024. Sampling by census, the entire population was sampled as many as 35 people. Data was collected through interviews and observations. Univariate and bivariate data were analyzed using the Chi-Square statistical test. The results of the study showed that 6% of brick workers experienced Low Back Pain complaints, as many as 62. 9% of brick workers did work with high risk and very high body positions and as many as 65. 7% of brick workers with a long working period. The bivariate results showed that there was a relationship between work position . =0. and working period . =0. with Low Back Pain To reduce the risk of low back pain complaints, brick owners should provide work tools that support workers to work ergonomically such as providing seats so that they do not stand when making bricks and regulating workers' working hours according to the conditions of the work environment. Keywords : Low Back Pain. working position, length of employment Abstrak Setiap tempat kerja baik formal maupun informal memiliki bahaya dan risiko yang dapat menyebabkan kecelakaan dan kesehatan kerja. Salah satu pekerjaan sektor informal adalah industri batu bata yang berisiko penyakit akibat kerja yaitu Low Back Pain adalah nyeri yang dirasakan pada punggung bawah. Salah percetakan batu bata berlokasi di Nagari Ganggo Hilia,Kecamatan Bonjol. Pada tahun 2022 terdapat 65. 7% pekerja di Kecamatan Bonjol mengalami keluhan low back pain. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan posisi kerja dan masa kerja dengan keluhan Low Back Pain pada pekerja batu bata di Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman tahun 2024. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada bulan Januari Ae Juni 2024. Pengambilan sampel dengan sensus yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 35 orang. Data dkumpulkan melalui wawancara dan observasi. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji statistic ChiSquare. Hasil penelitian menunjukan68. 6% pekerja batu bata mengalami keluhan Low Back Pain, sebanyak 62. 9 % pekerja batu bata melakukan pekerjaan dengan posisi tubuh berisiko tinggi dan sangat tinggi dan sebanyak 65. 7% pekerja batu bata dengan kategori masa kerja cukup lama. Hasil bivariat menujukkan bahwa ada hubungan posisi kerja . =0,. dan masa kerja . =0,. dengan keluhan Low Back Pain. Untuk megurangi risiko keluhan low back pain,pemilik batu bata agar menyediakan alat kerja yang mendukung pekerja agar bekerja dengan ergonomis seperti memberikan tempat duduk agar tidak berdiri saat pembuatan batu bata dan mengatur waktu kerja pekerja sesuai kondisi lingkungan kerja. Kata Kunci :Low Back Pain. Posisi Kerja. Masa kerja Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 PENDAHULUAN Setiap lingkungan kerja, baik yang bersifat formal maupun informal, memiliki potensi bahaya dan risiko yang bisa menimbulkan kecelakaan maupun gangguan kesehatan. Kondisi ini lebih mengkhawatirkan pada sektor informal yang umumnya memiliki tingkat kesadaran dan pengetahuan yang rendah terhadap risiko di tempat kerja. Menanggapi hal tersebut, pemerintah menetapkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, di mana Pasal 99 menegaskan bahwa upaya kesehatan kerja bertujuan untuk melindungi para pekerja agar tetap sehat serta terhindar dari gangguan kesehatan dan dampak negatif akibat pekerjaan. Salah satu fokus dari upaya ini adalah sektor industri Secara implisit, regulasi ini dimaksudkan untuk mencegah timbulnya penyakit akibat Salah satu penyakit akibat kerja yaitu Low Back Pain atau nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan pada daerah punggung bawah, dapat berupa nyeri lokal maupun nyeri radikuler atau keduanya. Nyeri punggung bawah ini kondisi ketika punggung bagian belakang terasa sangat nyeri hingga menghambat aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, nyeri bisa terasa hingga ke bokong atau paha bahkanmenjalar hingga ke kaki. Menurut WHO musculoskeletal yaitu low back pain merupakan masalah kesehatan ke-3, dimana tahun 2022 kejadian low back pain berjumlah 17,3 juta orang. Jumlah karyawan di dunia khususnya di bidang industri setiap tahun mengalami nyeri punggung bawah 2- 5% (Melvin et al. , 2. 4 Prevalensi menurut RISKESDAS . penderita kejadian low back pain di Indonesia sebanyak 12. 914 orang atau 3,71 % low back pain di Indonesia ini menduduki peringkat ke-2. 5 Data di Sumatera Barat menurut penelitian Nabila Triana . di Kota Padang terdapat 61,2 % mengalami keluhan Low Back Pain pada ojek online. 6 Menurut penelitian Titania Aurelia . 7% pekerja di Kecamatan Bonjol mengalami keluhan low back pain. Menurut Made Agus dkk, sebagian besar pekerja batu bata mempunyai keluhan low back pain pada posisi kerja yang tidak ergonomis sebesar 93,7% Hasil ini menunjukan secara statistik ada hubungan posisi pekerja dengan keluhan low back pain, sedangkan untuk masa kerja bagian besar responden mempunyai keluhan low back pain pada masa Kerja > 5 tahun dengan jumlah 31 orang . ,6%). Menunjukkan adanya hubungan masa kerjadengan keluhan low back pain pada pekerja batu bata. 7 Implementasi kesehatan dan keselamatan kerja (K. telah menyebar secara luas hampir di setiap sektor industri. Namun, di sektor informal . erusahaan kecil dan menenga. sering kali penerapan K3 nya kurang bahkan tidak diperhatikan oleh pemilik usaha dikarenakan beberapa hambatanakibat kurangnya program promotif dan preventif tentang K3 sehingga banyak pemilik industri yang tidak mengetahui tentang pentingnya akan kesehatan dan keselamatan kerja. Salah satu contoh industri di sektor informal adalah usaha percetakan batu bata. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 Berdasarkan pengamatan selama penelitian yang dilakukan terhadap 3 tempat industri batu bata di Kecamatan Bonjol yaitu Industri Pujana Dela. Industri Mawar Melati dan Industri Andin. Jumlah seluruh pekerja yaitu sebanyak 35 pekerja batu bata. Terdapat 24 orang pekerja mengalami keluhan low back pain dari 35 pekerja. Keluhan yang banyak dirasakan seperti panas pada daerah punggung bagian bawah, nyeri pada punggung bagian bawah secara terus menerus setelah melakukan pekerjaan dan nyeri pada punggung bagian bawah pada sat melakukan pekerjaan. Berdasarkan uraian di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan posisi kerja dan masa kerja dengan keluhan low back pain pada pekerja batu bata di Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman tahun 2024. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman pada bulan Januari Ae Juni Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 pekerja. Pengambilan sampel dengan sensus yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis dataadalah univariat dan bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square. Variabel bebas dari penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi keluhan low back pain . osisi kerja dan masa kerj. dan variabel terikat yaitu low back pain (LBP). HASIL PENELITIAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi Keluhan Low Back Pain Pada Pekerja Batu Bata Keluhan Low Back Pain Frekuensi . Persentase (%) Ada Keluhan Tidak Ada Keluhan Jumlah Pada Tabel 1. dapat diketahui sebagian besar pekerja batu bata mengalamikeluhan low back pain sebanyak 24 orang sebesar . 6%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Posisi Kerja Pada Pekerja Batu Bata Posisi Tubuh Frekuensi . Persentase (%) Risiko Tinggi Risiko rendah Jumlah Pada Tabel 2. dapat diketahui sebagian besar pekerja batubata memiliki posisi kerjayang risiko tinggi dan sangat tinggi sebanyak 22 pekerja dengan persentase . 9%). Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 Tabel 3. Distribusi Frekuensi Masa Kerja Pada Pekerja Batu Bata Masa Kerja Frekuensi . Persentase (%) Lama Baru Jumlah Pada Tabel 3. dapat diketahui sebagian besar pekerja dengan masa kerja kategorilama sebanyak 23 pekerja dengan persentase . 7 %). Tabel 4. Hubungan Posisi Kerja Dengan Keluhan Low Back Pain Pada Pekerja Batu Bata Tidak Ada Ada Jumlah Posisi pKeluhan PR . % CI) Tubuh RisikoTinggi dan sangat 500 . 465 Ae Risiko 0,000 Ringan dan Menengah Jumlah Pada Tabel Pada Tabel 4 diketahui bahwa sebanyak 24 pekerja batu bata yang mengalami keluhan Low Back Pain dengan posisi risiko tinggi dan sangat tinggi yaitu Berdasarkan hasil uji statistic di peroleh nilai p-value < 0. =0,. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan posisi kerja dengan keluhan Low Back Pain. Penelitian ini didapatkan nilai RR sebesar 22. 500 yang artinya seseorang yang memiliki posisi kerja yang berisiko tinggi dan sangat tinggi berpeluang 22. 500 kali keluhan Low Back Pain dibandingkan yang berisiko rendah dan menengah. Tabel 5. Hubungan Masa Kerja Dengan Keluhan Low Back Pain Pada Pekerja Batu Bata Ada Tidak Ada Keluhan Jumlah p-value MasaKerja PR . %CI) Lama Baru Jumlah 0,002 . 419 Ae Pada Tabel 4. 5 diketahui bahwa sebanyak 24 orang pekerja batu bata yang mengalami keluhan Low Back Pain pada masa kerja lama yaitu sebesar 87%. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p-value <0. =0,. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan masa kerja dengan keluhan Low Back Pain. Penelitian ini didapatkan nilai RR sebesar 13. 333 yang artinya seseorang yang memiliki masa kerja lama berpeluang13. 333 kali lebih besar mengalami keluhan Low Back Pain. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 PEMBAHASAN Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 35 pekerja batu bata di Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman diketahui sebanyak 22 pekerja batu bata . 9%) memiliki posisi kerja risiko tinggi dan sangat tinggi. Posisi kerja pekerja batu bata didapatkan risiko posisi tubuh pekerja batu bata terbanyak yaitu dengan skor . sebanyak 22 orang dan risiko posisi tubuh pekerja batu bata denganskor . yaitu sebesar 13 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pengamatan posisi tubuh yang berisiko hampir terjadi pada setiap pekerja batu bata. Para pekerja industri batu bata yang banyak mengalami keluhan low back pain adalah pekerja yang mengangkat beban ada gerakan membungkuk dan memutar punggung. Posisi tersebut bisa mengakibatkan keluhan nyeri pada punggung bawah atau low back pain karena posisi kerja yang tidak nyaman untuk diterapkan, dan tidak menjaga kestabilan tubuh ketika bekerja. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus dan tidak memperhatikan faktor-faktor ergonomi akan lebih mudah menimbulkan keluhan Low back Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sujono . dengan judul Hubungan antara Posisi Kerja terhadap Low Back Pain pada Pekerja Karet Bagian Produksi di PT. X Pontianak. Dimana terdapat posisi kerja dengan risiko tinggi cedera didapatkan pada 24 orang . ,7%) di bagian penggantungan, pengeringan, gerobak gulungan karet, dan pengemasan. 9 Menurut penelitian Erwin Rinaldi,dkk. dari 52 responden terdapat 44,8% pekerja batu bata mempunyai posisi kerja yang buruk atau potur tubuh janggal. 10 Menurut Tarwaka . , posisi kerja yang dibentuk secara alamiah, misalnya tangan terbungkuk, kepala terangkat dan Semakin jauh posisi bagian tubuh dari pusat gravitasi tubuh, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya keluhan subjektiflow back pain. Masa Kerja Hasil penelitian diketahui bahwa 23 responden . 7 %) merupakan pekerja dengan kategori masa kerja lama . Dalam penelitian ini masa kerja lama mulai dari 6-20 tahun dan masa kerja baru 1-4 tahun. Menurut SumaAomur . , masa kerja terpejan faktor risiko fisiologis utama yang dikaitkan dengan kegiatan berulang-ulang dalam waktu yang lama masa kerja mendukung timbulnya keluhan Subjektif Low Back Pain karena apabila postur janggal yang berlangsung terus menuerus maka akan terjadi pembebanan pada bagian lumbal. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Siti Hardiyati,dkk di Desa Karangsono Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak yaitu 29 responden . ,3%) mayoritas telah bekerja lebih dari 5 tahun dengan kategori masa kerjalama sebagaipekerja pada industri batu bata. 13 Masa kerja adalah suatu kurun waktu atau lamanya tenaga kerja bekerja di suatu tempat. Masa kerja dapat mempengaruhi terhadap kinerja pekerja, baik secara positif maupun negatif. Memberi pengaruh positif pada kinerja, yaitu apabila dengan semakin Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 lamanya masa kerja, pekerja semakin berpengalaman dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya, masa kerja memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan keselamatan pekerja bilamana dengan semakin lamanya masa kerja, timbul kebiasaan posisi kerja yang tidak alamiah atau tidak sesuai denganprinsip ergonomi. Keluhan low back pain Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 35 pekerja batu bata di Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman diketahui bahwa lebih dari separuh pekerja batu bata . mengalami keluhan Low Back Pain. Data keluhan Low Back Pain termasuk terdistribusi normal, sehingga pada penelitian ini keluhan Low Back Pain ditentukan berdasarkan nilai mean. Adanya keluhan low back pain jika lebih dari nilai mean, dimana didapatkan adanya keluhan low back pain pada pekerja yang lebih dari nilai mean sebanyak 24 orang dengan nilai mean mulai dari 32-46. Data yang diperoleh dari kuesioner mengenai tingkat keluhan Low Back Pain diketahui pekerja batu bata di Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman terdapat 3 kategori yang selalu dikeluhkan pekerja yaitu panas pada daerah punggung bagian bawah . 7%), nyeri pada punggung bagian bawah secara terus menerus setelah melakukan pekerjaan . dan nyeri pada punggung bagian bawah pada saat bekerja . 4%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Silvia Elzadinita dan Budi Hartono . pada pekerja batu bata mendapatkan lebih dari separuh responden sebanyak 82. pekerja mengalami keluhan Low Back Pain. 33 Penelitian yang dilakukan oleh Nanda . dari 47 pekerja terdapat 28 . 6%) mengalami keluhan Low Back Pain. Kebanyakan pekerja batu bata merasakan nyeri punggung bawah setelah melakukan Rendahnya persentase pekerja batu bata yang memeriksakan melakukan pengobatan terhadap keluhan Low Back Pain. Masih banyak masyarakat yang menganggap keluhan Low Back Pain merupakan masalah yang tidak serius dan tidak mempengaruhi pekerjaan sehingga tidak perlu ditindaak lanjuti. Tidak adanya penyuluhan dan pendirian pos UKK oleh puskesmas setempat juga merupakan salah satu penyebab keluhan low back pain. Menurut teori sumaAomur, dimana rasa nyeri punggung bagian bawah dapat menyebabkan gangguan terhadap pekerjaan yang dilakukan dan menyebabkan tenaga kerja yang mengalami rasa nyeri kadang- kadang juga tidak dapat bekerja sama Cara mengatasi kondisi low back pain salah satu penatalaksanaannya adalah fisioterapi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kusuma dan Setiowati . adapun macam penatalaksanaan antisipasi penghindaran terhadap keluhan Low Back Pain adalah latihan fisik seperti dengan pemberian William Flexion Exercise dapat meningkatkan lingkup gerak sendi dan pengurangan keluhan penderita Low Back Pain. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 Hubungan Posisi Kerja Dengan Keluhan Low Back Pain Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah responden dengan keluhan low back pain dengan kategori posisi tubuh risiko tinggi dan sangat tinggi yaitu sebanyak 20 pekerja . dibandingkan dengan kategori posisi risiko rendah dan menengah yaitu 4 pekerja . 8%). Dilakukan uji statistik p-value = 0. < 0. , yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara variabel posisi kerja dengan keluhan low back pain pada pekerja batu bata di Kecamatan Bonjol Pasaman tahun 2024. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ni Luh Komang . mengenai hubungan posturtubuh dengan keluhan low back pain yang memiliki nilai p-value <0,05 . =0,. , yang berarti ada hubungan posisi kerja dengan keluhan low back pain pada pengrajin ukiran. 14 Penelitian lain yang sejalan dilakukan oleh Robertus . , bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara posisi kerja dengan keluhan low back pain pada pekerja batu bata dengannilai p-value = 0. < 0. Pada penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan posisi kerja dengan keluhan low back pain pada pekerja batu bata di Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman. Posisi kerja yang salah dan dipaksakan dapat menyebabkan mudah Lelah sehingga kerja menjadi kurang efisien, dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan fisik dan psikologis dengan keluhanyang dirasakan pada punggung bawah. Hubungan Masa Kerja Dengan Keluhan Low Back Pain Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah responden dengan keluhan Low Back Pain sebannyak 20 pekerja . %) dengan kategori masa kerja lama dan pekerja kategori masa kerja baru sebanyak 4 pekerja . 3%). Dilakukan uji statistic diketahui p- value = 002 . < 0. , yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara variabel masa kerja dengan keluhan low back pain pada pekerja batu bata di Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2024. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Zaki Ibrahim . dimana ada hubungan antara masa kerja dengan nyeri punggung bawah pada pengrajin batik di Kota Jambi, dengan nilai p-value 0. 004 ( p<0. 43 dan penelitian lain yaitu penelitian SriWahyuningsih . dengan p-value 0. 01 ( p< 0. yang artinya ada hubungan bermakna antara masa kerja dengan keluhan low back pain pada petani karet. Masa kerja merupakan faktor risiko yang santiasa mempengaruhi seorang pekerja terhadap risiko terjadinya low back pain, terutama untuk jenis pekerjaan menggunakan kekuatan kerja tinggi demikian juga pada pekerja pembuat batu bata. Aktivitas kerja yang salah selalu dilakukan berulang-ulang maka risiko low back pain juga semakin besar. Semakin Panjang masa kerja dan tidak diimbangi dengan posisi ergonomi yang tepat dalam bekerja maka pekerja batu bata akan semakin berisiko mengalami kejadian low back pain. Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Padang , http://jurnal. id/ojs/index. php/kesling/index Jurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri. Volume 3 No. 2 April 2025 E-ISSN 2964-0857 SIMPULAN DAN SARAN Lebih dari separoh pekerja batu bata 68. 6 % mengalami keluhan Low Back Pain. Lebih dari separoh pekerja batu bata 62. 9 % melakukan pekerjaan dengan posisi tubuh risiko tinggi dan sangat tinggi. Lebih dari separoh pekerja batu bata 65. 7 % dengan kategori masa kerja Terdapat hubungan bermakna posisi kerja dengan keluhan Low Back Pain pada pekerja batu bata dengan posisi risiko tinggi dan sangat tinggi yaitu sebesar 90. 9% Terdapat hubungan bermakna masa kerja dengan keluhan Low Back Pain pada pekerja batu bata pada masa kerja lama yaitu sebesar 87%. DAFTAR PUSTAKA