(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. DETEKSI GEN PANTON-VALENTINE LEUKOCIDIN (PVL) PADA ISOLAT METHICILLIN-SENSITIVE STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MSSA) DARI ULKUS KAKI DIABETIK DETECTION OF THE PANTON-VALENTINE LEUKOCIDIN (PVL) GENE IN METHICILLIN-SENSITIVE STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MSSA) ISOLATED FROM DIABETIC FOOT ULCERS Muhammad Fikrah Daud 1 Poltekkes Kemenkes Surabaya. Indonesia (Email Korespondensi: fikrahdaud@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang berisiko tinggi mengalami infeksi dan amputasi. Staphylococcus aureus merupakan patogen utama yang banyak ditemukan pada luka ulkus diabetikum, termasuk jenis Methicillin Sensitive Staphylococcus aureus (MSSA). Salah satu faktor virulensi penting dari MSSA adalah gen Panton-Valentine Leukocidin (PVL), yang berperan dalam merusak sel leukosit dan memicu nekrosis jaringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gen PVL pada isolat MSSA dari pasien dengan ulkus kaki diabetik. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimental Sampel berupa swab ulkus kaki diabetik yang diisolasi dan diidentifikasi sebagai MSSA melalui uji fenotipik dan uji sensitivitas antibiotik menggunakan cakram Deteksi gen PVL dilakukan secara molekuler dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional menggunakan primer spesifik LukS-PV dan LukF-PV. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 30 sampel yang diteliti terdapat 18 sampel . %) yang teridentifikasi Staphylococcus aureus. Dari 18 sampel tersebut terdapat 8 sampel . %) yang termasuk MSSA, dan dari 8 sampel isolat MSSA yang dideteksi gen PVL diperoleh hasil negative . %) pada semua sampel. Kesimpulan: Tidak terdeteksi gen PVL pada total 8 isolat MSSA yang diambil dari swab pasien dengan ulkus kaki diabetik, menunjukkan semua isolat MSSA tersebut negatif tidak membawa gen PVL. Kata kunci : Ulkus kaki diabetik. Staphylococcus aureus. MSSA. Gen PVL ABSTRACT Background: Diabetic foot ulcer is one of the chronic complications of diabetes mellitus, with a high risk of infection and amputation. Staphylococcus aureus is a major pathogen frequently isolated from diabetic foot ulcers, including the Methicillin-Sensitive Staphylococcus aureus (MSSA) strain. One of the important virulence factors of MSSA is the Panton-Valentine Leukocidin (PVL) gene, which plays a role in leukocyte destruction and tissue necrosis. Objective: This study aimed to detect the presence of the PVL gene in MSSA isolates obtained from diabetic foot ulcer patients. Methods: This was a descriptive quantitative study with a laboratory experimental approach. Samples were collected as swabs from diabetic foot ulcers and then cultured and identified as MSSA through phenotypic tests and antibiotic susceptibility testing using cefoxitin discs. Detection of the PVL gene was performed molecularly using conventional Polymerase Chain Reaction (PCR) with specific primers targeting LukS-PV and LukF-PV. Results: Out of 30 total samples examined, 18 samples . %) were identified as Staphylococcus aureus. Among them, 8 isolates . %) were (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. classified as MSSA. Molecular detection revealed that all MSSA isolates . %) tested negative for the PVL gene. Conclusion: The PVL gene was not detected in any of the MSSA isolates derived from diabetic foot ulcer swabs, indicating that these isolates do not carry the PVL virulence gene. Keywords : Diabetic foot ulcer. Staphylococcus aureus. MSSA. PVL gene PENDAHULUAN patogen yang paling umum diisolasi dari Diabetes melitus merupakan salah satu infeksi kaki diabetik, penyakit yang menjadi perhatian penting Staphylococcus aureus memiliki strain karena selalu meningkat setiap tahunnya yang resisten terhadap antibiotik golongan - (RifAoat. Hasneli, & Indriati, 2. Indonesia (Methicillin Sensitive prevalensi diabetes melitus secara global (Wicaturatmashudi. Yuliyanti. Oktaviani, & antibiotik golongan -laktam ((Tabassum et Wibowo, , 2. Meskipun MSSA lebih sensitif Diabetes Federation. Menurut International MSSA Staphylococcus terhadap antibiotik, penelitian menunjukkan penderita diabetes di Indonesia diperkirakan bahwa infeksi yang disebabkan oleh MSSA mencapai 19,5 juta jiwa. Ulkus kaki diabetik adalah salah satu komplikasi yang sering (Nugraheni Mortalitas dalam 30 hari untuk pasien dengan infeksi MSSA adalah 30,7%, yang kemungkinan amputasi sekitar 15% hingga menunjukkan bahwa infeksi MSSA harus 30% dan tingkat kematian akibat komplikasi tetap ditangani dengan serius (Horvyth et al. Penderita . , (MRSA) (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Penyebab Panton-Valentine Leukocidin (PVL) adalah salah satu faktor virulensi yang dimiliki MSSA (Jannah, 2. Toksin ini diabetikum salah satunya disebabkan oleh berfungsi menghancurkan sel-sel leukosit, infeksi bakteri (Zuliana. Suliati, & Endarini, menghambat efektivitas terapi antibakteri diabetes juga menjadi faktor bakteri untuk (Gillet et al. , 2. dalam (Karmakar. Jana, dapat berkembang biak (Cahyaningtyas & Dutta. Dua, & Ghosh, 2. Pasien ulkus Werdiningsih, 2. Menurut penelitian kaki diabetik dengan infeksi MSSA yang yang dilakukan oleh Maity et al. , . positif PVL meningkatan risiko amputasi. Staphylococcus aureus merupakan salah satu Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pany. Hiperglikemia | 10 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Sharma. Sen. Pal, . BAHAN DAN METODE karakteristik dan prevalensi gen PVL pada Penelitian ini merupakan penelitian MSSA dari pasien dengan ulkus kaki deskriptif kuantitatif dengan pendekatan diabetik menunjukkan hasil dari 105 . %) isolat MSSA yang teridentifikasi positif gen menganalisis data observasi gen PVL yang PVL terdapat 48 pasien . ,4%) telah di PCR Di Indonesia sendiri penelitian tentang Penelitian ini dilakukan di laboratorium gen PVL pada isolat MSSA masih terbatas. Poltekkes Kemenekes Surabaya pada bulan Sebagian April sampai bulan Mei tahun 2025. Sampel difokuskan pada strain MRSA. Salah satu berupa swab ulkus kaki diabetik pasien studi yang dilakukan oleh Yoeke, . di perawatan luka yang diperoleh dari Rumat RSUD Dr Soetomo Surabaya menunjukkan Institute hasil 65 isolat . % dari total isola. penelitian didapatkan dengan metode total teridentifikasi MSSA. Dari 65 isolat tersebut Data penelitian disajikan dalam 9 isolat . %) terdeteksi gen PVL, hasil bentuk tabel dan diagram yang dinyatakan tersebut lebih tinggi dibanding MRSA yang dengan persentase dari hasil uji fenotipik dan hanya 5%. Studi ini juga menjelaskan Surabaya. Besaran PCR. Deteksi gen PVL menggunakan primer pentingnya penelitian yang berkelanjutan 5'F- untuk memahami peran gen PVL dalam CAGGAGGTAATGGTTCAt-3' menyebabkan tingkat keparahan infeksi yang 5'R- disebabkan oleh MSSA. GCATCAAGTGTATTGGATAGCaG Kasus ulkus pada pasien diabetes melitus yang terus meningkat dan persentase LukS-PV LukF-PV C-3', memiliki produk amplikon sebanyak 560 bp. amputasi yang masih tinggi di Indonesia akibat semakin memburuknya ulkus kaki HASIL Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel diabetik membuat penelitian ini menjadi sangat penting. Tabel 1. Isolasi dan Identifikasi Methicillin Sensitive Staphylococcus aureus (MSSA) Jumlah Sampel Positif Persentase (%) Keterangan MSSA | 11 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. MSSA Bukan MSSA Gambar 1. Persentase Hasil Isolasi dan Identifikasi Bakteri Identifikasi metode difusi cakram pada media Mueller diinokulasikan sampel pada media BAP Hinton Agar untuk mendapatkan Methicillin (Blood Agar Plat. kemudian dilakukan Sensitive Staphylococcus aureus (MSSA). pengamatan koloni serta pewarnaan gram. Dari tabel dan diagram di atas dipeoleh Selanjutnya sebanyak 8 isolat . %) yang teridentifikasi BAP dilakukan uji biokimia pada media MSA bakteri MSSA dari total 30 sampel. (Mannitol Salt Aga. dan dilakukan uji MSSA katalase dan kuagulase untuk mendapatkan PVL bakteri Staphylococcus aureus. Setelah itu Hasil deteksi dapat dilihat pada tabel dan gambar dibawah ini. menggunakan disk cefoxitin 30 AAg dengan Gambar 2. Hasil Elektroforesis Produk PCR Tabel 2. Hasil Deteki Gen PVL Jumlah isolat Positif Persentase (%) Keterangan Negatif Gen PVL Berdasarkan hasil deteksi gen PVL menunjukkan tidak terdapat pita DNA pada yang dilakukan terhadap 8 isolat MSSA semua isolat di 560 bp. Pita DNA hanya dengan kode sampel 004, 007, 008, 015, 020, terbentuk pada kontrol positif yang muncul 023, 024, 025 dari swab ulkus diabetikum pada 560 bp yang dianalisis menggunakan | 12 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Hasil mengindikasikan bahwa semua isolat yang gambaran yang lebih akurat mengenai diteliti negatif tidak membawa gen PVL. prevalensi gen PVL pada MSSA. Penambahan variabel lain seperti tingkat PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keparahan luka dalam penelitian mungkin seluruh isolat MSSA yang diperoleh dari perlu dilakukan untuk melihat distribusi serta pasien ulkus diabetikum di Rumat Institute peran gen PVL pada ulkus kaki diabetes. Surabaya pada bulan April sampai Mei tahun KESIMPULAN DAN SARAN 2025 tidak membawa gen PVL. Temuan ini Penelitian ini menunjukkan bahwa dari delapan isolat MSSA yang diperoleh, tidak terdahulu yang melaporkan keberadaan gen ditemukan isolat yang membawa gen PVL. PVL pada isolat MSSA. Misalnya, studi Hasil ini menunjukkan rendahnya prevalensi yang dilakukan oleh Yoeke, . di RSUD gen PVL pada MSSA dalam populasi pasien Dr Soetomo Surabaya menunjukkan hasil 65 yang diteliti. isolat MSSA terdapat 9 isolat . %) terdeteksi gen PVL. Disarankan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel Perbedaan hasil ini dapat disebabkan yang lebih besar dan pendekatan molekuler oleh beberapa foktor diantaranya faktor geografis, variasi genetik bakteri, atau mengidentifikasi faktor virulensi lainnya. karakteristik populasi pasien. Salah satu Selain itu, studi klinis terkait korelasi antara keterbatasan penting dalam penelitian ini faktor virulensi dan keparahan luka perlu adalah jumlah sampel yang relatif sedikit. dikembangkan untuk mendukung terapi yang Hanya lebih efektif. MSSA diperoleh dan dianalisis keberadaan gen UCAPAN TERIMA KASIH PVL. Ukuran sampel yang kecil ini dapat Penulis membatasi kemampuan generalisasi hasil kepada Jurusan Teknologi Laboratorium penelitian dan meningkatkan risiko bias Medis. Poltekkes Kemenkes Surabaya, atas Jumlah sampel yang terbatas juga dapat memengaruhi probabilitas deteksi gen bimbingan akademik yang diberikan selama PVL pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima prevalensinya sangat rendah dalam populasi kasih juga ditujukan kepada seluruh pihak Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar pengumpulan dan analisis data. | 13 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. DAFTAR PUSTAKA