Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 KEPEMIMPINAN YANG IDEAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS NILAI QURAoAN DAN SYARIAT UNTUK MEWUJUDKAN KINERJA OPTIMAL Puspita Sari1. Nur Asyikin2. Syafaatul Habib STAIN Bengkalis1,2,3 puspitasaripgr@gmail. com1, nurasyikinnur7@gmail. com2, syfhabib@gmail. ABSTRACT Humans were created to serve Allah and bear the responsibility of leadership, both in the family and society. In Islam, the ideal leader reflects the values of the Qur'an: fair, wise, responsible, exemplary, deliberative, sincere, humble, and upholding human These values are important to apply in Islamic educational leadership. This study uses a literature study method to clarify the Islamic perspective on leadership ethics and its relationship to subordinate performance. Data were collected from various sources such as books and journals, then analyzed in depth to formulate conclusions about Islamic leadership and its influence on the output of the individuals being led. Leadership is the ability to influence, motivate, and direct subordinates to achieve organizational goals effectively and professionally. Islamic leadership emulates the Prophet with the main characteristics, based on the Qur'an: caliph, imamah, and ulu alAmr. Islamic leadership emphasizes justice, wisdom, responsibility, and exemplary in realizing moral, just, and religious value-oriented leadership. Islamic leadership is based on the principles of justice, wisdom, responsibility, exemplary, and sharia. These values include deliberation, sincerity, humility, and respect for human rights as a gift from God. Leaders are responsible Keywords: : Islamic leadership, leadership values in the Koran ABSTRAK Manusia diciptakan untuk mengabdi kepada Allah dan memikul tanggung jawab kepemimpinan, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Dalam Islam, pemimpin ideal mencerminkan nilai Al-QurAoan: adil, bijaksana, bertanggung jawab, menjadi teladan, bermusyawarah, ikhlas, tawadhu, serta menjaga HAM. Nilai-nilai ini penting diterapkan dalam kepemimpinan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk memperjelas perspektif Islam tentang etika kepemimpinan dan hubungannya dengan kinerja bawahan. Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku dan jurnal, lalu dianalisis secara mendalam untuk merumuskan kesimpulan mengenai kepemimpinan Islami dan pengaruhnya terhadap output individu yang dipimpin. Kepemimpinan adalah kemampuan memengaruhi, memotivasi, dan mengarahkan bawahan untuk mencapai tujuan Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 organisasi secara efektif dan profesional. Kepemimpinan Islam meneladani Rasulullah dengan sifat utama, berlandaskan Al-QurAoan: khalifah, imamah, dan ulu al-Amr. Kepemimpinan Islam menekankan keadilan, hikmah, tanggung jawab, dan keteladanan dalam mewujudkan kepemimpinan bermoral, adil, dan berorientasi nilai Kepemimpinan Islam didasarkan pada prinsip keadilan, hikmah, tanggung jawab, keteladanan, dan syariat. Nilai-nilai ini mencakup musyawarah, ikhlas, tawadhu, serta penghormatan terhadap HAM sebagai anugerah Allah. Pemimpin bertanggung jawab kepada Allah dan sesama, membentuk masyarakat adil, bijaksana, harmonis, serta berorientasi pada kebaikan bersama. Kata Kunci: Kepemimpinan islam, nilai-nilai kepemimpinan dalam al-quran. PENDAHULUAN Sejak awal mula manusia ada di dunia, dan salah satu peran terpentingnya adalah sebagai pemimpin atau nabi, yang akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap kelompok, bangsa, atau daerahnya. Hal ini dilakukan agar seseorang dapat memanfaatkan dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan cara yang seminimal dan sebebas-bebasnya sesuai dengan sifat atau peran yang dimaksud. Karena tujuan keberadaan manusia adalah untuk berserah diri kepada Allah semata. Saya memahami sebagai seorang Muslim yang membaca Al-Qur'an dan Hadits bahwa ini berfungsi sebagai contoh bagaimana manusia seharusnya menjalani hidup mereka. Menurut penelitian Wahjosumidjo, kepemimpinan diartikan sebagai "bujukan, seni, atau proses yang melemahkan orang lain," sehingga mereka dapat mencapai tujuan bisnis mereka. Setiap pemimpin dipandu oleh prinsip-prinsip kepemimpinan yang konsisten dengan ajaran Islam, seperti bentuk kepemimpinan yang ideal. Hal-hal yang diperlukan bagi seorang pemimpin yang baik. Prinsip-prinsip pendidikan Islam, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur'an, meliputi keadilan, kebijakan, tanggung jawab, keteladanan, musyawarah, ikhlas, tawadhu, dan ajaran Hak Asasi Manusia (HAM). Al-Qur'an menggambarkan pemimpin yang ideal sebagai seseorang yang tidak hanya memiliki kebajikan tetapi juga integritas, memastikan bahwa ajaran Islam tercermin dalam setiap tindakan. Salah satu poin utama yang dikemukakan Al-Qur'an tentang kepemimpinan adalah keadilan. Pemimpin yang adil menjamin perlakuan yang setara dan benar bagi semua individu yang berada di bawah kepemimpinannya, yang menunjukkan bahwa keadilan merupakan landasan masyarakat yang seimbang. Salah satu ciri kebijaksanaan yang disebutkan dalam AlQur'an adalah bahwa para pemimpinnya mampu membuat keputusan yang tepat dalam situasi sulit dengan menjunjung tinggi moral dan etika Islam. Pemimpin seperti itu, menurut perspektif Al-Qur'an, tidak hanya memiliki rasa tanggung jawab yang kuat. mereka juga memiliki rasa tanggung jawab yang kuat terhadap pendidikan dan pengembangan spiritual, moral, dan intelektual masyarakat. Keteladanan menjadi aspek penting dalam kepemimpinan Islam, di mana seorang pemimpin diharapkan menjadi contoh bagi yang dipimpinnya dengan prinsip-prinsip Islam Musyawarah, dalam konteks kepemimpinan Islam, menunjukkan pentingnya konsultasi dan kerjasama dalam pengambilan keputusan, sejalan dengan Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 dorongan Al-Qur'an untuk mendengarkan pendapat masyarakat. Ikhlas dan tawadhu sebagai sifat-sifat pemimpin mencerminkan rendah hati dan niat tulus, dengan pemimpin yang mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan Pemeliharaan Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi aspek penting, di mana Al-Qur'an menekankan penghormatan terhadap hak-hak individu, jaminan kebebasan, dan perlindungan martabat manusia. Dengan demikian, perspektif Al-Qur'an menetapkan pemimpin ideal dalam pendidikan Islam sebagai figur yang tidak hanya berkuasa, tetapi juga menjalankan nilai-nilai Islam secara menyeluruh, memberikan teladan bagi umat, dan menjamin kesejahteraan serta hak-hak semua individu di bawah kepemimpinannya. Nabi Muhammad menunjukkan kepemimpinan yang efektif di masa hidupnya. Dia adalah individu paling makmur dan signifikan dalam sejarah. Dalam tulisan ini, kita akan mengeksplorasi tentang sosok kepemimpinan yang terdapat dalam Al Qur'an dan bagaimana sosok pemimpin tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks pendidikan Islam. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang sosok kepemimpinan dalam Al Qur'an dan penerapannya dalam pendidikan Islam, diharapkan bahwa para pemimpin pendidikan Islam dapat lebih efektif membimbing generasi masa depan sesuai dengan nilai-nilai Islam, menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan adil, serta memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan umat Islam secara keseluruhan. METODE Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan . ibray Dengan pendekatan studi kepustakaan atau perpustakaan ini adalah untuk lebih memperjelas perspektif Islam terhadap etika kepemimpinan. dengan keluaran orang-orang yang berada di bawah pengawasannya atau Melalui perpustakaan Penulis mengumpulkan dokumen atau data terkait etika untuk penelitian ini. kepemimpinan teknis dan Islami dengan kinerja rendah atau anggotanya menggunakan informasi dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dll. yang lain. agar data yang dikumpulkan dapat direduksi menjadi sesuatu etika diperiksa secara menyeluruh dan kesimpulan mengenai kepemimpinan dari sudut pandang Islam dan hubungannya dengan output bawahan atau individu yang dipimpin. HASIL DAN PEMBAHASAN KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN Secara umum, kepemimpinan mengacu pada kemampuan dan kemauan individu untuk membantu orang lain, membantu orang lain, membantu orang lain, membantu orang lain, membantu orang lain, membantu orang lain, dan membantu orang lain bila diperlukan. Sebagai kesimpulan, diharapkan individu akan terlibat dalam kegiatan yang akan membantu mereka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jika kita mendefinisikan kepemimpinan dengan definisi yang lebih tepat dalam konteks yang lebih rinci, kekuasaan yang sekarang ada mungkin tampak lebih akurat. Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Baik dalam konsep formal maupun informal, tingkat kekuasaan juga sangat bergantung pada perspektif kita mengenai konsep kepemimpinan. (Sunaso 2. Menurut Ade Kohar, perspektif kepemimpinan melibatkan beberapa kriteria yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin dalam suatu organisasi tertentu, sebagaimana dicontohkan oleh Hafidhuddin dan Tanjung. Kriteria pertama (I) adalah kemampuan seorang pemimpin untuk dibimbing oleh bawahannya, yang dianggap sebagai komponen penting dalam memastikan suatu organisasi berjalan secara Kriteria kedua (II) menilai kemampuan seorang pemimpin untuk memahami dan menerima kritik, serta kapasitas mereka untuk menerima kritik. Kriteria ketiga . adalah kemampuan seorang pemimpin untuk secara konsisten melakukan musyawarah, yang dipandang sebagai sifat pemimpin yang sukses. Sebagai pemimpin yang dapat diandalkan, mampu menumbuhkan aspirasi, dan selalu mendukung, seorang pemimpin diyakini dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya secara efektif. Keberhasilan seorang pemimpin dalam konteks ini ditentukan oleh kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi secara optimal. Keseluruhan kriteria tersebut dianggap sebagai panduan untuk menjadi pemimpin ideal yang dapat memimpin tim dan mencapai tujuan organisasi dengan sukses. Peran kepemimpinan memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sangat penting dalam keseluruhan fungsi suatu organisasi. Individu yang berperan sebagai pemimpin dalam struktur organisasi menjadi fokus penelitian ini. Agar seorang pemimpin dapat melaksanakan tugasnya secara efektif, mereka harus memiliki keterampilan pemahaman. Keahlian dalam memengaruhi, memotivasi, dan menilai pekerjaan karyawan merupakan komponen kunci dalam meningkatkan produktivitas Ketika terdapat kinerja yang optimal, sistem dalam suatu organisasi dapat beroperasi dengan presisi. Selain itu, kepemimpinan dapat diartikan sebagai sarana untuk membantu sistem yang ada di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Andi dan Ismail menunjukkan adanya ikatan yang kuat antara manajemen dan kepemimpinan. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa dalam manajemen, kepemimpinan efektif dalam memotivasi orang lain, menyesuaikan harapan, dan menetapkan tujuan yang harus dipenuhi. Selain itu, merupakan komponen kunci dalam membangun sistem dalam organisasi untuk meningkatkan nilai-nilai dan standar yang membangun fokus organisasi pada pekerjaan yang berkualitas tinggi dan profesional. (Putri and Maftuhah 2. KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM Dalam ajaran Islam sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mempunyai orientasi yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang berlaku pada sifat dan tauladan yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dianggap sebagai tokoh panutan yang melampaui standar tertinggi dan menjadi sumber inspirasi yang memberikan penegasan yang tidak mencolok terhadap akhlaknya Allah subhanahu wa ta'ala. Beberapa ciri utama kepemimpinan yang ditegakkan Rasulullah adalah Shidiq Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 . Amanah . Fathonah . , dan Tabligh . (Putri and Maftuhah 2. Penelitian etika memberi tahu kita apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak dapat dilakukan dengan cara yang bermoral, serta apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Etika adalah perbedaan antara perilaku benar dan salah. dalam kegiatan yang tidak etis. Karena etika adalah istilah yang berarti benda. Jika istilah "kepemimpinan" dipahami setelah beberapa lama, maka ia menjadi istilah yang mengacu pada karakter moral. Oleh karena itu, ketika digunakan bersama dengan "kepemimpinan," ia mengacu pada praktik yang dapat diterapkan dengan cara yang normatif melalui tindakan individu, interaksi dengan orang lain, dan peniruan tindakan tersebut terhadap para peserta melalui dialog dua arah, yang mengekspresikan keputusan. (NaAoim 2. Ikatan antar anggota kelompok merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, di mana pemimpin bertindak sebagai katalisator perubahan dan orang lain yang mampu memengaruhi orang lain dengan cara yang berbeda dari cara orang lain memengaruhi mereka. Inilah yang terjadi ketika salah satu anggota kelompok meremehkan anggota kelompok lainnya. Menurut pedoman pada dasarnya, menjadi pemimpin berarti menjadi anggota dan memiliki kemampuan untuk menginspirasi orang lain, bahkan jika itu berarti memberi contoh bagi orang lain untuk diikuti sehingga tujuan tercapai. Secara khusus, seorang pemimpin harus mampu memimpin secara profesional dan menerapkan strategi kepemimpinan yang mereka tahu akan berhasil ketika mereka mengelola tim atau organisasi. Dia memimpin sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. (Suhartawan 2. Dari sudut pandang Al-Qur'an, asas pengertian sebagaimana yang dikemukakan dapat ditemukan dalam ajaran Al-Qur'an. Al-Qur'an, dan Al-Qur'an. Khalifah Dalam bahasa Indonesia, khalifah merupakan subjek dari khalafa, kata kerja lampau untuk kerja yang berarti melawan atau melawan waktu. Dalam pasalpasal lain, istilah ini digunakan untuk merujuk kepada orang-orang yang mendukung Nabi Muhammad . etelah beliau wafa. dalam akidah Islam. Selain itu. Khalifah sering disebut sebagai Amir al-Mu'minn atau "pemimpin orang beriman. " Selain itu. QS. al-Baqarah . : 30 menegaskan konsep "khalifah" sebagai petunjuk dari Allah bahwa manusia dianggap lebih unggul. Sebagaimana dinyatakan dalam QS. FAthir . : 39, istilah khalifah adalah khalaif dalam bentuk jamak. Istilah etimologis "kha", "lam", dan "fa", yang memiliki tiga arti utama"mengganti", "belakang", dan "mengubah"melampaui kata "khalifah". Berdasarkan definisi di atas, khalafayakhlufu-khalifah mengacu pada pekerjaan khalifah sebagai individu yang menjalankan perintah Nabi sebagai pemimpin. Khalifah adalah pemimpin yang datang setelah Nabi dan mampu mengubah perilaku dan sikap rakyat. Ada beberapa perbedaan ulama satu sama lain. Berbagai perspektif telah menyebabkan banyak diskusi tentang identitas dan peran khalifah. Imah dan Ima Istilah "imam" merupakan akar dari istilah "imamah. " Dalam MaqAyis al-Lughah, dijelaskan bahwa istilah "imam" pada awalnya berarti "pemimpin shalat. " Selain itu, imam menyebutkan mereka yang terlibat secara aktif dan yang sebagian besar adalah urusan atau bimbingannya. Selain itu, seorang "khalifah" berfungsi sebagai imam bagi Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 masyarakat umum, dan Al-Qur'an adalah sumber hukum Islam. "Imam" juga bisa menjadi benang yang menonjolkan suatu struktur tertentu. Definisi yang sama juga diberikan oleh al-AsfahAni, yang menyatakan bahwa "imam" adalah orang yang berpartisipasi di dalamnya, yaitu orang yang terutama menjadi petunjuk, kata-kata, atau perbuatannya. "Imam" juga dapat ditemukan dalam buku-buku atau karya sastra Akar kata "imam" adalah "a'immah. " Dalam Al-Qur'an, bentuk tunggal "imam" muncul sebanyak 7 kali, sedangkan bentuk jamak "a'immah" digunakan sebanyak 5 kali, dengan berbagai arti dan tafsir tergantung konteksnya. Mereka dapat menandakan jalan bersama (QS. YAsn . : . , petunjuk (QS. Hud . : . , mengikuti (QS. al-FurqAn . : . , dan petunjuk (QS. al- Ahqaf . : . Demikian pula istilah AupemimpinAy . dapat merujuk pada berbagai konteks dalam Al-QurAoan, misalnya pemimpin yang akan dipanggil oleh Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya bersama rakyatnya (QS. al-IsrAAo . : . , pemimpin orang-orang kafir (QS. al-Tawbah . : . , pemimpin spiritual atau para nabi yang diberi wahyu untuk membimbing manusia dalam berbuat kebaikan, mendirikan shalat, dan bersedekah, seperti Nabi Ibrahim. Ishaq, dan YaAoqub (QS. al-AnbiyAAo . : . , pemimpin dalam arti umum maupun negatif (QS. al-Qashash . : 5 dan . , dan pemimpin yang memberikan petunjuk berdasarkan perintah Allah ( QS. al-Sajdah . : . Ulu AlAmr Ulu al-Amr adalah frase nominal yang terdiri dari dua bagian: AuuluAy dan Aual-amr "Pemilik" atau "pemilik" adalah kata pertama, sedangkan "perintah, arahan untuk melakukan sesuatu, atau keadaan" adalah kata kedua. Dua kata pertama, "al-amr," berasal dari kata "amara-ya'muru," yang berarti mengizinkan atau mendorong sesuatu untuk dilakukan. Karena itu, ulu al-Amr dapat dianggap sebagai pemilik urusan atau pemimpin yang berwenang yang dapat memberikan bimbingan. Alasannya adalah bahwa mereka yang memiliki wewenang memberi perintah juga memiliki kewenangan untuk memanipulasi dan menganalisis berbagai urusan. Dalam kajian semacam itu, "ulu al-Amr" disebut sebagai "pemimpin" secara konsisten. Dalam tafsir. Al-Thabari menyatakan bahwa para ulama tafsir memiliki pendapat yang berbeda mengenai keakuratan ulu al-Amr. Menurut satu kelompok, ini berkaitan dengan penguasa . Diyakini pula bahwa "ulu al-Amr" melindungi orang-orang yang memiliki pengetahuan dan integritas di bidang hukum Islam . hl al-ilmi wa al-fiq. Ada bukti bahwa pernyataan tersebut merujuk kepada Nabi Muhammad, sementara bukti lain menunjukkan bahwa pernyataan tersebut secara khusus merujuk kepada Abu Bakar dan Umar saja. Ibn al-'Arabi menyatakan dalam "Ahkam al-Qur'An" bahwa bukti yang paling meyakinkan untuk klaim ini adalah bahwa "ulu al-Amr" berlaku untuk ulama dan peguasa. Dalam teks tersebut. Fakhruddin al-Razi mencantumkan tiga poin pertentangan yang jelas tentang makna "ulu al-Amr," yaitu: Salah satunya adalah khalifah yang mempunyai petunjuk . hulafA al-rAsyid. kedua adalah pemimpin ekspedisi militer . emimpin perang atau ketiga adalah ulama yang menjelaskan penerapan hukum Islam dan mendidik masyarakat umum tentang Islam. dan empat adalah imam maksum. Dalam tafsirnya. Ibnu Katsir menegaskan bahwa Auulu al-AmrAy secara khusus mengacu pada Namun, dalam artikel yang lebih panjang, terlihat jelas bahwa baik ulama maupun penguasa . Menurut Wahbah al-Zuhaili dalam kitabnya Aual16 Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Tafsr al-MunrAy, sebagian ulama tafsir berpendapat bahwa ulama tafsir berpendapat bahwa ulama yang dimaksud dengan Auulu al-AmrAy adalah orang-orang yang bijaksana atau pemimpin masyarakat yang melek huruf, sedangkan yang lain lagi mengartikan yang menjelaskan hukum Islam kepada masyarakat. Demikian pula, umat Islam percaya bahwa "ulu al-Amr" mengacu pada seorang imam yang kuat. (Amin and Siregar 2. SOSOK KEPEMIMPINAN DALAM AGAMA ISLAM Agar kepemimpinannya efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka setiap pemimpin harus memiliki sejumlah sifat. Dalam konteks agama Islam, keadilan merupakan prinsip dasar. Pengambilan keputusan, penyampaian pendapat, pemenuhan janji, pelaksanaan amanah, dan pengaturan waktu merupakan contoh aspek-aspek Islam yang dianggap sesuai atau sesuai dengan Islam memandang metode syura sebagai pendekatan terbaik untuk menegakkan prinsip-prinsip moral dan menumbuhkan kesejahteraan dan kedamaian di antara masyarakat. Ada konsep-konsep tertentu dalam Islam yang berkaitan dengan Dalam konteks kepemimpinan Islam, beberapa prinsip terpenting antara lain ketaatan pada hukum Islam, tanggung jawab, keadilan, kebijaksanaan, dan Adil . Dalam bahasa Arab, kata "adil" yang berasal dari kata "adala" merujuk pada sejumlah konsep yang terkait dengan keadilan dan kebenaran. Dengan demikian, adil mengandung makna menegakkan keadilan dengan memberikan hak dan perlakuan yang sama kepada setiap orang tanpa menyebutkan perbedaan. Selain itu, sikap adil menyertai pendidikan dengan prinsip-prinsip moral dan etika, yang mendorong empati dan tindakan terhadap orang lain. Konsep-konsep tentang keseimbangan dan keseimbangan juga termasuk dalam adil, di mana tidak ada diskriminasi atau perilaku tidak adil terhadap kelompok atau individu yang Dalam konteks keagamaan, adil sering merujuk pada prinsip keadilan Allah, yang menyatakan bahwa suatu adil mematuhi standar-standar keadilan yang ditetapkan oleh doktrin agama. Dengan memahami prinsip-prinsip ini, orang dapat menerapkan konsep keadilan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari (Irawan 2. Surah Al-Maidah:8 a AeA AEa O a eIAa a aE eI a aO eE aO aEa eO aI aO e a eC aaOIa o ua eIA a AOa aOac aN EacaOIa aIIaO aEOIaO Ca acO aIOIa a eE aCA a A aNa a a accEaEa aOEa eOA ca AO Aaua acIA ca aAO AA a AOa aE eIA a AcEaEa a eOEa O a aN aI n aE aacaaO eE aN aO O a eI a e aEaO o aOua eI eaE aOO a eO a e aA U AIaOUc a eO Aa aCA aAcEEA AOA U aEIa a aI a e aIEaOIa aA Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia . ang terdakw. kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan . Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan . atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan. Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Tafsir Jalalain Ayat Surah Al-Ma'idah 8 ini mengajarkan prinsip-prinsip penting kepada orangorang yang beriman. Dalam ayat ini. Allah menyerukan agar orang-orang yang beriman selalu berdiri sebagai saksi yang adil karena Allah. Mereka dilarang untuk dipengaruhi oleh kebencian terhadap suatu kaum sehingga mereka menjadi tidak adil terhadap mereka. Tidak seharusnya kebencian terhadap suatu kelompok menjadikan seseorang melanggar prinsip keadilan. Allah telah menurunkan wahyu bahwa keadilan lebih dekat dengan ketakwaan. Dengan kata lain, menurut asas keadilan dalam hubungan dengan semua orang, baik musuh maupun sahabat, merupakan cara untuk lebih memahami satu sama lain. Selain itu, orang yang beriman dianjurkan untuk berserah diri kepada Allah karena Allah Maha Mengetahui segala amal perbuatannya. Hal ini memberi kesan kepada mereka bahwa mereka akan menerima wahyu dari Allah berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Oleh karena itu, inti pokok ayat ini adalah perlunya mengamati perilaku orang lain dalam tindakan dan sikap tanpa dipengaruhi oleh kebencian. dalamnya juga dibahas tentang bagaimana memperlakukan orang lain dengan hormat, dengan keyakinan bahwa Allah senantiasa mengetahui apa yang kita Ibnu Katsir Tafsir Wahai beriman, hendaklah kamu semua selalu berdiri teguh atas kebenaran karena Allah SWT, bukan karena manusia, atau bahkan untuk mendapatkan sum'ah popularitas, peringkat, atau pujian dari orang lain. Sederhananya, tindakan-tindakanmu dalam urusan agama dan dunia harusan harus dilakukan dengan ikhlas, semata-mata karena Allah SWT, tanpa motif lain. Hendaklah kamu, para Saksi, memberikan bukti dengan pihak berat atau pihak ringan, tanpa melakukan penzaliman kepada siapa pun, keadilan, kejujuran, objektivitas, dan kebenaran. Hal ini terjadi baik ketika memberikan bukti yang merugikan orang-orang yang dirugikan oleh kesaksian . ihak yang diringankan oleh kesaksia. maupun ketika memberikan bukti yang merugikan orang-orang yang dirugikan oleh kesaksian. Karena keadilan merupakan asas penting dalam perawatan kesehatan, maka penting untuk menyediakan iman yang berintegritas, jujur, dan Terjadinya korupsi dan perlakuan yang tidak adil dalam masyarakat akan menimbulkan berbagai bentuk konflik antar manusia. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyediakan rasa aman guna mencegah terjadinya kerusakan dan ketidakadilan di tengah masyarakat. Tujuan dari Asy-Syahaadah, disebut juga pembuktian, adalah untuk memberikan informasi mengenai suatu peristiwa tertentu dan untuk menyoroti kebenaran di hadapan seorang hakim. Oleh karena itu, informasi ini menjadi landasan bagi hakim dalam menentukan pendiriannya. Oleh karena itu, jangan biarkan perasaan benci atau permusuhan terhadap suatu kelompok mendorong kamu untuk tidak bersikap adil kepada mereka. Sebaliknya, selalu ada keadilan dalam perjumpaan dengan seseorang, baik itu lawan maupun teman. Dibandingkan keadilan, sikap adilmu lebih tepat mencerminkan kebenaran. Selain itu, bersikap adil terhadap musuhmu lebih mendekatkanmu kepada penghindaran dari perilaku dosa secara keseluruhan. (AzZuhaili 2. Keterkaitan: Setiap pimpinan dalam lembaga pendidikan Islam harus Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 bersikap adil terhadap semua mata pelajaran, termasuk pengurus sekolah dan siswa, tanpa memandang ras, golongan, kepercayaan, jenis kelamin, atau asal usul siswa. Hal ini memberikan kesempatan yang sama dalam belajar dan bimbingan kepada semua siswa tanpa diskriminasi berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas. Hal ini juga berlaku bagi kepala sekolah, yang juga harus berhati-hati ketika membandingkan satu guru dengan guru lainnya. (Ikhwan 2. Dalam Islam. Kebijaksanaan, yang juga dikenal sebagai "Hikmah," dianggap sebagai prinsip penting. Kata "Hikmah" berasal dari bahasa Arab "h-k-m" akar, yang berarti hukum atau peraturan, dan menunjukkan keadaan. Dalam kerangka keislaman, kebijaksanaan menekan pemahaman ajaran agama dan prinsip moral. Individu yang bijaksana memiliki pengetahuan yang luas, yang memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang sesuai dan sesuai dengan hukum Islam. Selain itu, kebijaksanaan mengharuskan pemahaman konteks dan situasi yang Seseorang yang bijaksana dapat melihat gambaran besar dan memahami implikasi dari keputusan yang sedang dibahas. Salah satu aspek kebijaksanaan adalah kemampuan untuk membuat keputusan yang baik dan bermakna. Kemampuan ini membantu orang membuat keputusan yang selaras dengan tujuan moral dan keyakinan agama mereka. Konsep syura atau musyawarah dalam Islam sangat erat kaitannya dengan asasasas hukum Islam. Mencari pandangan dan saran orang lain, terutama dari para ahli, merupakan perwujudan sikap bijaksana. Selain itu, kebijaksanaan membantu orang mengatasi perasaan hati dan pikiran mereka, bahkan dalam menghadapi tantangan dan tekanan di tengah-tengah masyarakat, sehingga mereka dapat fokus pada keyakinan agama dan filosofis. Yang terpenting, kebaikan bersama juga mengacu pada kebijaksanaan Islam. Keputusan yang sedang dibahas seharusnya tidak hanya memenuhi kebutuhan sektor swasta tetapi juga memberikan manfaat dan rasa aman bagi seluruh penduduk. Seseorang yang bijaksana juga memiliki kemampuan untuk mengenali tindakan yang tidak bijaksana, yang membantu mereka menjaga pengendalian diri dan integritas moral. Dengan demikian, kebijakan dalam Islam tidak hanya mencakup kejujuran intelektual, tetapi juga integritas moral dan spiritual. Diharapkan penerapan hukum ini akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan kooperatif. Surah Shaad. :27 a aA aO aI a eOIa aN aI aa UaE o aEaEA ca AaO aI aEa eCIa EA a A aI a aO e a eA a caA acI EacaOIa aEA aaO o Aa aO eO UE aEEacaOIa aEA aaO Ia Ia EIA Artinya: AyDan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk nerakaAy. Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir menyatakan bahwa AuDan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Ay Namun Allah menciptakan keduanya sebagai bukti kekuasaan-Nya, sekaligus untuk menjamin agar ketaatan kepada-Nya terlaksana di langit dan bumi. (Dalam hal ini adalah anggapan orang-orang kafir. ) Mereka juga meyakini bahwa hari kiamat dan hari kebangkitan tidak akan diperingati, oleh karena itu penciptaan makhluk19 Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 makhluk dalam hal ini tidak mempunyai tujuan. (Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka masuk nerak. Anggapan mereka yang batil akibat kekafiran. Aspek kepemimpinan yang efektif dalam lembaga pendidikan Islam mencakup keyakinan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kreativitas, inovasi, dan produktivitas yang dapat berkontribusi pada keberhasilan Pengelolaan lembaga tersebut mengidentifikasi pengetahuan dan gaya kepemimpinan setiap pemimpin sebagai faktor penting. Dalam konteks manajerial, kepemimpinan lembaga pendidikan Islam harus menekankan prinsip-prinsip seperti perencanaan, pengorganisasian, tindakan, dan pengendalian untuk memberikan pekerjaan yang efektif dan efisien. (Husaini and Fitria 2. Mas'uliyah (Tanggung Jawa. Menurut pemahaman umum bahasa Indonesia, tanggung jawab mengacu pada situasi di mana setiap individu memiliki kewajiban untuk sepenuhnya menyadari semua yang terjadi dan dapat dijelaskan, dibedah, atau diperdebatkan dalam konteks ini. Dari sudut yang berbeda, tanggung jawab adalah reaksi manusia terhadap tindakan atau perbuatan yang dilakukan, baik yang dilakukan atau tidak. Selain itu, tanggung jawab menjelaskan konsep perilaku sebagai manifestasi dari kesadaran akan Menurut Kodrati, tanggung jawab merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia, yang menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kewajiban yang harus dipenuhi. (Anwar 2. Konsep tanggung jawab dalam Islam mencakup dimensi moral, sosial, dan spiritual serta dianggap sebagai pedoman yang diberikan Allah kepada manusia untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Secara khusus, setiap Muslim memiliki perhatian utama kepada Allah, yang membimbing mereka dalam menjalankan kewajiban agama mereka seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, serta pemahaman mereka tentang hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu. Islam mendorong kepekaan sosial bagi sesama Muslim. Hal ini dengan jelas menguraikan kewajiban keluarga, tetangga, masyarakat, dan manusia pada Konsep seperti kesabaran, ketekunan, dan berbagi penting dalam membantu orang yang membutuhkannya. Menurut ajaran Islam, manusia memiliki kewajiban untuk melindungi lingkungan dan laut, serta untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan setiap orang. Tanggung jawab terhadap diri sendiri berarti menjaga moral dan etika diri sendiri, memperhatikan kebutuhan diri sendiri, meningkatkan kualitas spiritual, dan mengembangkan sifat-sifat karakter yang positif. Islam menganjurkan anggota suatu kelompok untuk memiliki tanggung jawab terhadap orang lain dalam lingkungan kelompok. Suami seharusnya memimpin kelompok dengan adil, sementara Isti memiliki keinginan kuat untuk menegakkan dan mempromosikan keharmonisan di antara anggota Sebagai anggota masyarakat, umat Islam memiliki keinginan kuat untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, menegakkan prinsipprinsip moral, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan sosial dan Selain itu, tanggung jawab terhadap ilmu pengetahuan juga dianut. Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan. Umat Islam diharapkan untuk hidup sesuai dengan ajaran Islam, memberikan kontribusi yang membangun bagi masyarakat, dan mencapai kesejahteraan spiritual dan material dengan memahami dan merangkul semua aspek tanggung jawab ini. Surah Al-Baqarah . a A aacIa aE a aa eIa e eaI Iac a eOIa e a eO a eA e a e a AeIa o aacIa aOaEA U AcEEa Ia eAA a NA a AaE OaEaEA a A aOA a a AEa eO aN aI eEA a A acaaE aO ea aN Ea aN aI aEA AIac aO eA ea EaIaA AaNA AeAA AOA ANA a AIA AEA ACA AaEA AIA a AIA AEA AIA AaEA AOA a AIA a AIA AEA ACA AIA AOA AEA AOA AEA AEA AIA AIA AEA a AA AIA AOA AEA ca aAeIA aAIA a AaeIa eEA aa a a a a a aAEO EC eO aI EEA aaOeIA e An aOA a A a eIIa Ia aI eOEOIa AIA a AA eIaA Artinya: AyAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan Dia mendapat . yang dikerjakannya dan dia mendapat . yang diperbuatnya. (Mereka berdo. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orangorang kafirAy. Menurut Ibnu Katsir, sekalipun Allah Subhanahu wa Ta'ala melakukan hisab . enghitungan amal perbuata. Dia tidak memberikan nasihat yang bijak mengenai hal-hal yang mampu ditangani oleh setiap orang. Sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi tertentu, seperti hati, maka orang tersebut tidak akan mampu menghadapinya. Dalam konteks ini, kebencian terhadap bisikan kihat dianggap sebagai tanda iman. Dengan kata lain, ketika seseorang tidak bahagia dengan hidupnya atau memiliki pikiran negatif, hal itu merusak harga dirinya. Dalam konteks organisasi pendidikan, kepemimpinan berkaitan dengan kepemimpinan dalam pengembangan kebijakan sekolah. Sebagai seorang pimpinan resmi yang diawasi oleh pemerintah, kepala sekolah memiliki rasa tanggung jawab yang kuat yang mendukung studi beberapa topik, seperti pendidikan, ketenagaan, kesiswaan, sarana dan prasarana, keuangan, dan hubungan dengan masyarakat umum. Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin pendidikan, administrator sekolah tidak hanya terampil dalam tugas-tugas administratif tetapi juga memiliki perspektif yang luas dalam mengajar. Sebagai pemimpin pendidikan, upaya dan keuletan kepala sekolah sangat komprehensif dan mengesankan. (Santika 2. Keteladanan (Hasanah Uswa. Salah satu metode pengajaran Islam yang paling efektif yang digunakan oleh seorang guru selama proses pendidikan adalah keteladanan. Tingkah laku, sikap, dan kebiasaan individu semuanya dipengaruhi oleh pendekatan ini. Dalam Al-Qur'an, konsep teladan dijelaskan dengan kata "uswah," yang diikuti oleh makna positif seperti "hasanah," yang berarti baik. Karena itu, ungkapan "uswatun hasanah" Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 menunjukkan teladan yang benar. Frasa ini digunakan tiga kali dalam AlQur'an dan menggambarkan cara hidup para nabi, seperti Muhammad SAW. Ibrahim, dan masyarakat umum, yang taat kepada Allah. Di samping itu, keteladanan juga dapat ditentukan oleh tindakan dan kelambanan para guru dan siswa serta oleh tenaga kependidikan saat ini, yang memiliki contoh-contoh positif. Dengan melakukan hal ini, diharapkan mereka akan menjadi teladan bagi para anggota didik, yang niscaya akan berpartisipasi dalam kegiatan positif yang disebutkan. Mengilustrasikan berbagai contoh teladan adalah langkah pertama dalam membangun kebiasaan perilaku. Jika guru dan tenaga kependidikan percaya bahwa siswa akan menganalisis pekerjaan dan sikap mereka sesuai dengan sifat-sifat karakter, maka mereka harus menjadi contoh utama dalam menjelaskan bagaimana melakukannya. Contoh-contoh ini dapat menggambarkan berbagai aspek seperti kerapian, manajemen waktu, kerja keras, komunikasi dengan orang lain, kasih sayang, memperhatikan didik, kejujuran, menjaga kebersihan, dan aspek-aspek lainnya. (Mustofa 2. Allah berfirman: AaOA a AEaCae aEIa Ea aE eI AaO aA U AcEE aEA a ca AO aEA a ca AcEE aO eE aO eO aI eEa a aOaE a a ca AIaU aE aI eI aEIa aO e aOA a AcEE a aeO U aA Artinya: Sesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut allah. (QS. Al-Ahzab: . Tafsir Al-Muyassar menyatakan: AuAda contoh yang cocok untuk kalian, beriman wahai, perkataan, perbuatan, dan kehidupan Rasulullah Shalallahu AoAlaihi Wasallam. Ay Beliau adalah teladan yang lazim dilakukan oleh orangorang yang ingin berbuat baik, menempuh jalan yang benar, dan taat kepada Allah dan akhirat. Oleh karena itu, menurut Sunnah Rasulullah, peganglah dan ikutilah Sunnahnya adalah buah dari orang yang mampu mengenal Allah, banyak pula yang beristighfar, dan selalu bersyukur dalam segala keadaan. Keterkaitan: Dalam bahasa Arab, "keteladanan," atau "uswah," mengacu pada perilaku positif yang menjadi contoh bagi orang lain. Nabi Muhammad Saw dianggap sebagai teladan bagi semua anggota masyarakat dalam konteks pendidikan Islam. Ajaran guru mencakup berbagai topik, termasuk etika, moralitas, integritas, komunikasi, kepemimpinan, dan prestasi akademik, yang dapat memengaruhi motivasi dan antusiasme siswa. Guru yang positif dapat menginspirasi siswa, sedangkan guru yang negatif dapat menghambat motivasi dan usaha siswa. Langkah-langkah untuk memberi siswa rasa prestasi dengan mendorong perilaku positif dan konsisten, kerja sama tim, dan kerja sama dalam kegiatan yang bermanfaat. Integritas dan konsistensi guru dalam tindakan dan komunikasi mereka juga penting untuk menanamkan nilai-nilai dan sikap positif pada siswa. (Dina 2. Syura (Musyawara. Istilah AumusyawarahAy berasal dari bahasa Arab AusyraAy yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan makna yang kaya dan kompleks. Secara etimologi, syra memiliki makna yang Sebagian ulama memiliki penafsiran yang berbeda-beda mengenai makna istilah AusyraAy. Ibnu AoArabi menyatakan bahwa syra merupakan cara Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 penyelesaian suatu masalah yang di dalamnya terdapat banyak dimensi individual yang berbeda-beda. Selain itu. Ar-Raghib menyatakan bahwa syra atau asy-syra harus dilakukan sesuai dengan al-masyrah, yang menunjukkan bahwa seseorang harus merujuk pendapat yang tersisa kepada pendapat yang Hal ini menunjukkan proses membandingkan satu pendapat dengan pendapat yang lain dan kemudian memilih pendapat yang dianut bersama. Menurut pernyataan Mahmud al-Khalidi, syra adalah kemampuan manusia untuk mencapai tujuan yang signifikan dengan mendiskusikan banyak aspek dari suatu masalah dengan tujuan memperoleh informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan. (Mubarok 2. Terdapat pada surah ashshura:42 a AA EO n a aO a eI aNa eIA aA eO O a eOIa aN n eI aOIa acI aa eC I aN eI Oa eI aACa eO oIA ca AaOEac aOeIa e a a eaO E aa a aN eI aOaCa aIO EA Artinya: Ayjuga lebih baik dan lebih kekal bag. orang-orang yang menerima . seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedangkan urusan mereka . dengan musyawarah di antara mereka. Mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada merekaAy. Menurut Tafsir as-Sa'di. AuSebenarnya jalan yang dimaksud adalah berupa hukuman syari yang diterapkan bagi orang-orang yang berlaku zalim terhadap sesama manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa alasan yang benar?Ay Ini mencakup segala bentuk kezaliman dan memikirkan orang lain, misalnya terhadap nyawa, hati, atau kehormatannya. Menurut kezaliman dan ambang batas mereka, mereka akan mengembangkan suatu kerangka yang sangat disukai. Pelaksanaan program kerja melalui musyawarah kerja kepala sekolah merupakan komponen krusial dalam mencapai tujuan lembaga pendidikan. Melalui pelaksanaan program kerja yang ideal, etos kerja yang kuat, dan pengembangan lingkungan tim yang produktif, lembaga pendidikan dapat meningkatkan tingkat efektivitasnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Ahmad & Pratama, keberdedikasian, kerja sama tim yang solid, dan kehati-hatian dalam melaksanakan program kerja menggarisbawahi pentingnya tindakan dalam sumber daya lembaga pendidikan. Dengan demikian, pelaksanaan program kerja yang terkoordinasi dan responsif terhadap kebutuhan organisasi dapat digunakan untuk menilai efektivitas lembaga pendidikan. (Mualim and Musa Kesucian Niat, atau Ikhlas Kata AuIkhlasAy menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai beberapa arti, antara lain tulus hati . etulusan hat. , kerelaan, dan hati yang bersih . alam kontexts kejujura. Selain itu, dalam konsep asy-syai wa tahdzibuhu. AuIkhlasAy mengacu pada kemampuan untuk mengikuti dan mendukung sesuatu. Secara sederhana, ikhlas merujuk pada: tulus, jujur, murni, bersih, dan jernih . , naja wa salima . , washala . , dan iAtazala . emisahkan dir. Ini juga dapat digunakan untuk menunjukkan perbaikan dan pembersihan aspek tertentu. Secara etimologi, "ikhlas" mengacu pada tindakan membersihkan sesuatu dari campuran atau Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 pencemaran, baik yang bersifat immateri maupun material. Secara istilah, "ikhlas" memiliki gagasan tentang kejujuran seorang hamba dalam keyakinan atau akidah, serta tindakan yang hanya ditujukan kepada Allah. Dalam Kamus Istilah Agama, "ikhlas" mengacu pada melakukan tugas tertentu karena Allah, tanpa ada niat untuk mendapatkan kekayaan bagi diri sendiri, baik dalam bentuk lahiriah maupun batiniah. (Taufiqurrahman 2. Terdapat pada surah Al-Bayyinah :5 a AA aAU acIA U A acN aA a a a AcEE aO Ea OA a A O UE aIIa NA Artinya: . seorang Rasul dari Allah (Muhamma. yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'a. Menurut Tafsir Jalalain "Walau pun demikian, dalam kitab-kitab mereka, yakni Taurat dan Injil, sebenarnya perintah yang ada hanyalah untuk menyembah Allah. Awalnya, perintah itu adalah 'An Ya'budullaaha,' kemudian huruf 'An' dihilangkan dan digantikan oleh huruf 'Li' sehingga menjadi 'Liya'budullaaha,' dengan arti membersihkannya dari kemusyrikan, dengan tetap teguh pada agama Nabi Ibrahim dan agama Nabi Muhammad saat itu telah datang. Namun, mengapa ketika agama itu datang, mereka justru menjadi menolak dan ingkar terhadapnya? Tujuannya adalah agar mereka dapat mendirikan salat dan menunaikan zakat, dan itulah agama yang lurus. Hubungan antara pemimpin dan organisasi pendidikan adalah Setiap individu mungkin terpengaruh oleh tindakan dan kebiasaan ketika mereka Karena energi, pikiran, dan perasaan yang paling terlihat dapat dijelaskan oleh Hukum Tarik-Menarik. Sikap ikhlas, yang terlihat pada individu yang beruntung, menunjukkan keberuntungan dalam beberapa aspek Dalam kepemimpinan pendidikan, konsep Quantum Ikhlas menekankan pentingnya kendali, memastikan hasil yang lebih berkualitas, dan memanfaatkan energi positif untuk menciptakan lingkungan yang meningkatkan pembelajaran dan pengembangan kepribadian siswa. (Rahman et al. Rendah Hati (Tawadh. Dalam bahasa Arab, "rendah hati" dikenal dengan istilah "Tawadhu. " Secara etimologi, kata "tawadhu" berasal dari kata "wadhAa" yang berarti diberkahi, dan juga dari kata "ittadha" yang berarti Selain itu, "tawadhu" juga digunakan sebagai sikap rendah terhadap Menurut definisinya, "tawadhu" berarti menunjukkan rasa hormat terhadap sesuatu yang didiagnosis. Ada pula yang menggunakan "tawadhu" sebagai sarana untuk memahami orang lain karena keutamaannya, menerima kebenaran, dan alasan lainnya. Definisi teknis "Tawadhu" adalah "sikap rendah hati," yang sinonim dengan "sombong" atau "takabur. Ahmad Izzan menjelaskan bahwa tawadhu melibatkan pengakuan terhadap kebenaran dari orang lain dan kemauan untuk belajar dari kesalahan menuju kebenaran. Oleh karena itu, sikap tawadhu diwujudkan dalam mengakui nilai kebenaran yang ada pada orang lain, seperti hubungan murid dan guru di mana murid Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 diharapkan memiliki sikap tawadhu untuk memperoleh ilmu. (Fauziah and Mahpudz 2. Terdapat surah al-araf:7 aAEa eO aN eI a eaE sI acO aI aEIac a aiO aOeIA ca aEaIaCA a AA acIA Artinya: AuDan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kam. dan Kami tidak jauh . ari merek. Allah Subhanahu wa Ta'ala akan bertanya kepada setiap orang tentang tanggapannya terhadap pesan yang disampaikan Rasul-Nya di hari Kiamat. Selanjutnya Dia akan melakukan wawancara dengan Rasulullah mengenai bagaimana mereka menjelaskan risalah-risalah-Nya. Dengan demikian, setiap individu dari berbagai kalangan akan mampu mengutarakan pikiran dan perasaannya mengenai rasul-rasul yang ditujukan kepadanya dan bagaimana menyikapi ayat-ayat-Nya. Pertanyaannya juga akan ditujukan kepada Rasulullah tentang bagaimana mereka menyelesaikan permasalahan mereka dan bagaimana umat mereka menyikapi iman atau kekufuran mereka. Keseluruhan ini mencerminkan aspek solidaritas umum dan tanggung jawab masing-masing pribadi terhadap pesan Allah dan risalah para rasul. Menurut Ar-Razi, pada Hari Kiamat, para rasul tidak akan ditanya tentang halhal yang spesifik dari perbuatan mereka, karena catatan-catatan perbuatan tersebut telah diverifikasi. Faktor-faktor yang mendorong mereka untuk melaksanakan tugas tersebut serta hambatan-hambatan yang menghalangi mereka itulah yang akan didiskusikan dengan mereka. Dengan kata lain, pertanyaan akan difokuskan pada motivasi dan sifat-sifat karakter mereka yang mempengaruhi tindakan mereka. Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk memahami faktor-faktor apa yang menghalangi atau menghalangi operasi bisnis dan bagaimana kaitannya dengan hukum syari'at. Allah SWT, yang memahami dengan cara yang murni keadaan para rasul dan umat mereka, akan memberi mereka informasi yang mencakup semua yang terjadi pada mereka. (Az-Zuhaili 2. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, pemimpin madrasah yang memiliki moralitas yang kuat dan rasa hati yang kuat secara konsisten akan melahirkan pemimpin yang menjunjung tinggi ajaran Islam. Sikap lemah lembut dan rendah hati ini mendorong penuh pemahaman, kepercayaan, dan keterbukaan antara pemimpin dan yang dipimpin. Hal ini mendorong kreativitas dan inisiatif yang tidak diatasi dengan stres dan kekhawatiran. Dengan demikian, dalam sebuah madrasah, seluruh anggota organisasi akan mampu berkomunikasi secara efektif ke segala arah, baik secara horizontal maupun dari atas ke bawah. (Mashabi 2. Pemeliharaan Hak Asasi Manusia atau Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan suatu konsep yang secara damai dimiliki oleh setiap orang sejak lahir, dimulai dari fitrah manusia itu sendiri. Menurut teori ini. HAM merupakan dorongan yang diberikan Allah kepada setiap manusia. Manusia dipandang sebagai makhluk bebas dalam perspektif Syari'ah, yang mempunyai anggota tubuh, hak, tanggung jawab, dan kebebasan. Dasarnya adalah keadilan yang ditegakkan berdasarkan persamaan atau egaliter, tanpa adanya Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 indikasi perbedaan. Hal ini menunjukkan bahwa tugas tidak dapat terselesaikan tanpa kebebasan, namun kebebasan secara eksistensial tidak dapat terselesaikan tanpa adanya tanggung jawab yang menunjang. (Suhaili 2. Terdapat dalam surah Al-An-Am:52 a A a aN eI aI eIA aA aEA a AaOaE ea a a Eac aOeIa aOe eaOIa aac aN eI a eEa O a aO eE aaO a O aa eO eaOIa aO e aNN aIA a aA eOs acO aI Ia eI A a aAEaOeEa Ia eI A A eOs Aa ea aaNa eI Aa a aE eOIa Ia Ia E NA a AEa eO aN eI aI eIA aAEaIa OeIA Artinya:AyJanganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau . mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim. Ay Jalalain berkata, "Hendaklah kita mengusir orang-orang yang beribadah kepada Tuhannya di pagi dan petang, hanya mata yang mencari keridhaanNya, bukan untuk meraih keuntungan duniawi. " Meskipun mereka adalah Muslim yang taat. Muslim lainnya tidak begitu terkesan dengan mereka. Orang-orang musyrik memohon kepada Nabi Muhammad untuk mencerahkan mereka sehingga mereka dapat menjalin hubungan dengannya. Untuk mengakomodasi permintaan mereka. Nabi bersikeras agar mereka memeluk Islam. Akan tetapi, kita sedikit buta terhadap tindakan mereka, dan mereka juga sedikit buta terhadap tindakan mereka, yang dapat menyebabkan mereka diusir. Jadi, jika kita menganiaya mereka, kita tidak akan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka, dan mereka tidak akan teguh dalam menghadapi tindakan kita. Jika kita melakukannya, itu akan menciptakan segalanya, bahkan orang-orang zalim. Sebagai bagian dari tatanan global. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan isu global yang telah diakui sebagai komitmen internasional, termasuk oleh Indonesia. Dalam lingkungan pendidikan, upaya menyebarluaskan prinsip-prinsip HAM yang penting bagi pemahaman bangsa terhadap komponen-komponen HAM. Sesuai dengan prinsip-prinsip yang digariskan dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR), pendidikan menekankan pentingnya nilai-nilai HAM. Pendidikan mengenai HAM harus dilakukan secara sistematis dan terprogram untuk memastikan pemahaman. Prinsip-prinsip HAM harus diinternalisasi melalui kegiatan pendidikan berbasis sekolah sehingga setiap orang dapat memahami dan menghargai kehidupan manusia. Penekanan tanggung jawab terhadap internalisasi HAM mungkin menjadi fokus utama reformasi pendidikan di lembaga pendidikan. Pentingnya HAM dalam pendidikan tidak semata-mata karena komitmen internasional, tetapi juga bersumber dari perlunya perubahan sistem nilai masyarakat modern. UNESCO menggalakkan perlunya memasukkan nilainilai HAM ke dalam setiap kurikulum sekolah guna memperkuat nilai-nilai dan norma-norma yang meliputi toleransi, tanggung jawab, kreativitas, dan Oleh karena itu, peran lembaga pendidikan dalam menggalakkan pemahaman dan pengertian HAM menjadi cukup penting. (Khakim 2. Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 SIMPULAN kepemimpinan didasarkan pada prinsip-prinsip utama seperti keadilan, kebijaksanaan, tanggung jawab, keteladanan, dan kepemimpinan berdasarkan syariat Islam. Nilai-nilai tersebut mencakup pemberian hak yang sama kepada semua, tanggung jawab terhadap Allah dan sesama, serta pentingnya keteladanan dalam Musyawarah . , ikhlas, dan tawadhu juga menjadi bagian integral dari kepemimpinan Islam. Selain itu, pemeliharaan Hak Asasi Manusia (HAM) diakui sebagai hak alamiah yang diberikan oleh Allah. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, diharapkan umat Islam dapat membentuk masyarakat yang adil, bijaksana, dan menghormati hak asasi manusia, menciptakan lingkungan yang harmonis dan berorientasi pada kebaikan bersama. DAFTAR RUJUKAN Amin. Surahman, and Ferry Muhammadsyah Siregar. AuPemimpin Dan Kepemimpinan Dalam Al-QurAoan. Ay Tanzil : Jurnal Studi AlQurAoan 1 . : 27. https://doi. org/10. 20871/tjsq. Anwar. Shabri Shaleh. AuTanggung Jawab Pendidikan Dalam Perspektif Psikologi Agama. Ay Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi 1 . : 11Ae21. https://doi. org/10. 15575/psy. Az-Zuhaili. Wahbah. Tafsir Munir. Jakarta: Gema Insani. Dina. Dina. AuPengaruh Mutu Pendidikan Dan Keteladanan Guru Terhadap Proses Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di SMA Plus Melati Samarinda. Ay Jurnal Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Borneo 4 . 57Ae66. https://doi. org/10. 21093/jtikborneo. Fauziah. Hapsah, and Sahal Mahpudz. AuPembentukan Karakter Rendah Hati Peserta Didik Dalam Al-QurAoan Surah Al-Furqan 63-64 Kajian Ilmu Pendidikan Islam. Ay Jurrnal Masagi 1 . : 1Ae9. https://doi. org/10. 37968/masagi. Husaini. Husaini, and Happy Fitria. AuManajemen Kepemimpinan Pada Lembaga Pendidikan Islam. Ay JMKSP (Jurnal Manajemen. Kepemimpinan. Dan Supervisi Pendidika. https://doi. org/10. 31851/jmksp. Ikhwan. Afiful. AuSistem Kepemimpinan Islami: Instrumen Inti Pengambil Keputusan Pada Lembaga Pendidikan Islam. Ay ISTAWA: Jurnal Pendidikan Islam . 112Ae54. http://scioteca. com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017Eng8ene. pdf?sequence=12&isAllowed=yhttp://dx. org/10. 1016/j. 005https://w. net/publicat ion/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_ Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 MELESTARI. Irawan. Rudi. AuAnalisis Kata Adil Dalam Al-QurAoan. Ay Rayah Al-Islam 2 . : 232Ae47. https://doi. org/10. 37274/rais. Khakim. Abdul. AuHAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM. Ay EVALUASI 2 . Mashabi. Wiwik. AuPeran Komunikasi Efektif Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Ay In . Mualim, and chalid imran Musa. AuManajemen Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjal,. Ay Journal on Education 5. Mubarok. Ahmad Agus. AuMusyawarah Dalam Perspektif Al-QurAoan. Ay Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-QurAoan Dan Tafsir 4 . : 72Ae81. https://doi. org/10. 47435/al-mubarak. Mustofa. Ali. AuMetode Keteladanan Perspektif Pendidikan Islam. Ay CENDEKIA : Jurnal Studi Keislaman . https://doi. org/10. 37348/cendekia. NaAoim. Zaedun. AuEtika Kepemimpinan Dalam Perspektif Islam Dan Korelasinya Terhadap Kinerja. Ay Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam . 195Ae210. https://doi. org/10. 32478/evaluasi. Putri. Maulidya Benita, and Maftuhah. AuKepemimpinan Dalam Prespektif IslamAy 8 . : 36Ae52. Rahman. Fadli. Hakim Syah. Ani Cahyadi, and Syaifuddin Sabda. AuQUANTUM IKHLAS: KAJIAN, ANALISIS, DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM. Ay Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam. Pendidikan. Ekonomi. Humaniora 9 . Santika. I Gusti Ngurah. AuKepala Sekolah Dalam Konsep Kepemimpinan Pendidikan: Suatu Kajian Teoritis. Ay Jurnal Kajian Pendidikan Widya Accarya FKIP Universitas Dwijendra 7 . : 1Ae11. http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/article/view/8 Suhaili. Achmad. AuHak Asasi Manusia (HAM) Dalam Penerapan Hukum Islam Di Indonesia. Ay Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Hadist 2 . Suhartawan. Budi. AuKonsep Kepemimpinan Dalam Perspektif AlQur Ao an. Ay Tafakkur 2: 1Ae23. Sunaso. Budi. Prilaku Organisasi. Ponorogo: Uwais Ispirasi Indonesia. Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib. Intihadh: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam https://ejournal. id/index. php/intihadh/index Volume . Nomor . e-ISSN 3090-7381 p-ISSN 3090-5338 Taufiqurrahman. AuIkhlas Dalam Perspektif Alquran. Ay Eduprof : Islamic Education Journal . 94Ae118. https://doi. org/10. 47453/eduprof. Kepemimpinan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai QurAoan Dan Syariat Untuk Mewujudkan Kinerja Optimal Copyright. Puspita Sari. Nur Asyikin. Syafaatul Habib.