PENDAMPINGAN TAHSIN BAGI REMAJA Rahmat Ramatul Andika 1. Martin Kustati2. Rezki Amelia3. Gusmirawati4 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang1,2,3,4 rahmatulandika123@gmail. com1, martinkustati@uinib. id2, rezkiamelia1987@gmail. com3, gusmirawati27@gmail. Abstrak Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan al-Qur'an di kalangan remaja Muslim dan Muslimah Koto Pulai melalui program tahsin. Tujuan pendampingan ini adalah memperbaiki kemampuan membaca al-Qur'an pada 10 orang remaja. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang terdiri dari tiga tahap: persiapan dan perencanaan melalui observasi lapangan dan kerjasama dengan ustazah, pelaksanaan sesi membaca al-Qur'an dimulai dari juz 30 dengan fokus perbaikan satu hingga tiga surah, serta penjelasan materi tahsin yang terstruktur. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas bacaan al-Qur'an peserta, di mana kemampuan membaca mereka mengalami perbaikan yang konsisten sesuai aturan tajwid. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil menciptakan generasi remaja yang lebih paham dan terampil dalam membaca kitab suci. Kata Kunci : Halaqah. Tahsin. Generasi Muda Muslim Abstract This assistance aims to improve the quality of Qur'an reading among Koto Pulai Muslim and Muslimah teenagers through the tahsin program. The purpose of this service is to improve the ability to read the Qur'an in 10 teenagers. The method used is Participatory Action Research (PAR), which consists of three stages: preparation and planning through field observations and collaboration with ustazah, implementation of Qur'an reading sessions starting from juz 30 with a focus on improving one to three surahs, and structured tahsin material explanation. The results of the service showed a significant improvement in the quality of the participants' reading of the Qur'an, where their reading skills experienced consistent improvement according to the rules of tajweed. In conclusion, this activity succeeded in creating a generation of teenagers who were more knowledgeable and skilled in reading the holy book. Keywords : Halaqah, tahsin, young Muslim generation PENDAHULUAN Al-Qur'an adalah pedoman utama bagi umat Islam yang harus dipahami dan diterapkan (Naila dkk. Nurdin, 2021. Ridwan dkk. , 2. Al-Qur'an, sebagai kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, tidak hanya menyediakan petunjuk hidup tetapi juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tidak akan habis. Setiap muslim dan muslimah mempunyai kewajiban untuk mempelajari dan membaca al-Qur'an dengan benar, termasuk mengikuti kaidah tajwid, terutama karena remaja adalah generasi penerus. Memiliki pemahaman yang baik tentang al-Qur'an sangat penting di tengah arus modernisasi dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. Hal ini dilakukan untuk alasan spiritual serta sebagai bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan. Tahsin al-Qur'an merupakan proses memperbaiki dan meningkatkan kualitas bacaan al-Qur'an menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini (Rahman dkk. , 2023. Rahmita dkk. , 2. Remaja INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 dapat belajar tentang hukum-hukum tajwid, makhraj . empat keluarnya huru. , dan sifat-sifat huruf melalui kegiatan tahsin, sehingga bacaan al-Qur'an mereka tidak hanya benar secara teknis tetapi juga mendalam secara makna. Pembacaan al-Qur'an yang baik dan benar merupakan bagian penting dalam pendidikan agama bagi remaja Muslim. Banyak remaja di Koto Pulai yang belum menguasai tajwid dengan baik. Oleh karena itu, untuk membentuk generasi yang paham dan terampil dalam membaca kitab suci, program tahsin diperlukan untuk meningkatkan kualitas bacaan mereka. Remaja Muslim dan Muslimah di Koto Pulai mengalami kesulitan dalam membaca al-Qur'an secara tepat sesuai dengan kaidah tajwid. Kondisi ini disebabkan oleh minimnya pendampingan serta pembelajaran yang terstruktur dalam mengasah kemampuan mereka dalam membaca kitab suci. Selain itu, kurangnya sarana belajar yang memadai dan terbatasnya waktu yang dialokasikan untuk pembelajaran agama menjadi faktor penghambat bagi para remaja untuk memperbaiki kualitas bacaan Hal ini cukup memprihatinkan, mengingat bacaan al-Qur'an yang benar sangat penting bagi setiap Muslim, terlebih lagi bagi para remaja yang sedang dalam masa pencarian identitas dan pembentukan kepribadian islami. Dalam konteks global, perkembangan teknologi dan modernisasi menyebabkan banyak remaja lebih fokus pada aktivitas digital, sehingga perhatian terhadap pembelajaran agama menurun (Irhasy & Habibah, 2024. Nursam, 2020. Paramansyah & SE, 2. Secara nasional, pemerintah dan berbagai organisasi Islam telah berusaha untuk mengatasi permasalahan ini melalui berbagai program Namun, di tingkat lokal, seperti di Koto Pulai, akses terhadap program tahsin yang berkualitas masih sangat terbatas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program pendampingan tahsin menjadi solusi yang Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan keterampilan membaca al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid (Harmawan dkk. , 2024. Syahuri, 2020. Syaifullah dkk. , 2. Program ini dilakukan melalui tiga tahap utama: pertama, persiapan yang melibatkan observasi lapangan dan diskusi dengan ustazah untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta. kedua, pelaksanaan sesi tahsin, di mana para remaja belajar membaca mulai dari juz 30 dengan fokus pada pembenahan bacaan satu hingga tiga surah secara bertahap. penjelasan teori tajwid secara sistematis yang memudahkan peserta memahami aturan-aturan dalam membaca al-Qur'an. Dengan adanya program ini, diharapkan kemampuan membaca al-Qur'an para remaja Muslim dan Muslimah di Koto Pulai dapat meningkat secara signifikan, sehingga mereka tidak hanya lebih fasih dalam membaca, tetapi juga lebih memahami dan menghayati setiap bacaan. METODE PENELITIAN Di Koto Pulai, program tahsin digunakan untuk membantu remaja Muslim dan Muslimah membaca al-Qur'an. Kegiatan ini dilakukan dari tiga kali pertemuan dan melibatkan 10 remaja. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive, yaitu berdasarkan minat peserta dan kebutuhan mereka untuk meningkatkan pembacaan al-Qur'an mereka. Program ini menggunakan Participatory Action Research (PAR), dimana peserta aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan tidak hanya mengikuti Arah . Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama proses pembelajaran, catatan perkembangan setiap peserta, dan evaluasi berkala terhadap kemampuan membaca al-Qur'an mereka. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kemampuan awal dan akhir peserta dalam membaca al-Qur'an, terutama dalam penerapan tajwid. Program pendampingan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan langkah-langkah sistematis untuk meningkatkan kualitas bacaan al-Qur'an pada remaja INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 Muslim dan Muslimah di Koto Pulai. Berikut adalah tahapan pelaksanaan halaqah tahsin yang diikuti oleh 10 orang remaja: Tahap Pertama Koordinasi dan Sosialisasi tim pengabdian dan ustazah lokal yang menjadi mitra dalam pelaksanaan program ini. Sosialisasi dilakukan kepada orang tua dan remaja yang terlibat, dengan menjelaskan tujuan, jadwal, dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Observasi awal dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta, terutama terkait dengan kemampuan membaca al-Qur'an mereka. Dalam tahap ini, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya tahsin dalam memperbaiki kualitas bacaan al-Qur'an. Tahap Kedua Pelaksanaan Halaqah Tahsin pelaksanaan halaqah tahsin dimulai. Pembelajaran dilakukan secara intensif dalam kelompok kecil, dimulai dari juz 30. Fokus utama adalah pada perbaikan bacaan satu hingga tiga surah, dengan memberikan perhatian khusus pada penerapan aturan tajwid. Setiap peserta membaca secara bergiliran, dan ustazah memberikan koreksi serta penjelasan tajwid yang terstruktur. Metode pembelajaran ini dirancang untuk melibatkan partisipasi aktif setiap peserta, sehingga mereka dapat menginternalisasi pembelajaran secara lebih efektif. Tahap Ketiga Pengamatan dan Pengumpulan Data Selama pelaksanaan halaqah, dilakukan pengamatan berkelanjutan terhadap perkembangan setiap Data dikumpulkan melalui catatan observasi mengenai kesalahan bacaan, penguasaan tajwid, serta tingkat konsistensi dalam perbaikan bacaan. Selain itu, dilakukan evaluasi mingguan untuk mengukur peningkatan kemampuan membaca al-Qur'an. Pengamatan ini menjadi dasar bagi refleksi dan perbaikan metode pembelajaran yang diterapkan. Tahap Keempat Refleksi dan Evaluasi Pada akhir program, refleksi dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan halaqah tahsin. Evaluasi dilakukan terhadap hasil pembelajaran, dengan membandingkan kemampuan awal dan akhir Refleksi ini melibatkan ustazah, peserta, dan tim pendampingan, untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama proses pendampingan serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk perbaikan di masa depan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas bacaan al-Qur'an para peserta sesuai aturan tajwid, yang menjadi indikator keberhasilan program ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kualitas bacaan al-Qur'an di kalangan remaja Muslim dan Muslimah Koto Pulai. Subjek pengabdian ini adalah 10 orang remaja yang terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. Pelaksanaan halaqah tahsin dilakukan secara intensif dalam kelompok kecil, dimulai dengan membaca juz 30. Fokus utama adalah perbaikan bacaan pada satu hingga tiga surah, dengan penekanan khusus pada penerapan aturan tajwid. Setiap peserta membaca secara bergiliran, kemudian ustazah memberikan koreksi dan penjelasan tajwid yang terstruktur. Pendekatan ini melibatkan partisipasi aktif setiap peserta, memungkinkan mereka untuk secara efektif menginternalisasi dan menerapkan pembelajaran yang diterima dalam setiap sesi. Selama pelaksanaan halaqah tahsin, pengamatan dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan setiap peserta. Data dikumpulkan melalui catatan observasi yang mencakup kesalahan dalam bacaan, tingkat penguasaan tajwid, dan konsistensi peserta dalam memperbaiki bacaan mereka dari satu sesi ke sesi berikutnya. Setiap kesalahan yang ditemukan dicatat dan langsung diperbaiki oleh pendamping, yang juga memberikan penjelasan lebih lanjut terkait tajwid yang benar. Selain itu, evaluasi mingguan diterapkan untuk mengukur seberapa besar peningkatan kemampuan membaca al-Qur'an para peserta, dengan fokus pada akurasi penerapan tajwid dan kefasihan bacaan. Data yang diperoleh dari pengamatan ini kemudian menjadi dasar refleksi untuk memperbaiki INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 pendekatan dan metode pembelajaran di setiap pertemuan berikutnya, guna memastikan peningkatan yang berkelanjutan. Gambar 1. Pendampingan Halaqah Tahsin Koto Pulai Gambar 2. Photo Bersama Muslim Dan Muslimah Koto Pulai Pada akhir program halaqah tahsin, dilakukan refleksi untuk menilai efektivitas kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kemampuan awal dan akhir peserta, khususnya dalam penerapan tajwid dan kefasihan membaca al-Qur'an. Proses refleksi ini melibatkan ustazah, peserta, dan tim pendampingan, dengan tujuan mengidentifikasi tantangan yang muncul selama pelaksanaan program serta mencari solusi untuk perbaikan di masa mendatang. Dari hasil evaluasi, ditemukan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca al-Qur'an peserta, baik dalam hal ketepatan tajwid maupun kelancaran bacaan, yang menandakan keberhasilan program pendampingan ini dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Hasil kegiatan pendampingan tahsin ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang intensif dan partisipatif berhasil meningkatkan kemampuan membaca al-Qur'an di kalangan remaja Muslim dan Muslimah Koto Pulai. Penerapan metode participatory action research (PAR) memungkinkan peserta untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar, yang secara signifikan meningkatkan pemahaman mereka terhadap tajwid dan kelancaran bacaan (ARIF, 2024. Paoncongan. Partisipasi aktif setiap peserta dalam halaqah, serta koreksi langsung oleh pendamping, terbukti efektif dalam memperbaiki kesalahan bacaan dan meningkatkan konsistensi penerapan tajwid. Keberhasilan ini didukung oleh penelitian serupa yang menunjukkan efektivitas pendekatan tahsin INOVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur'an. Misalnya, pengabdian oleh pendamping menunjukkan bahwa program tahsin dan tahfidz berkontribusi pada peningkatan keterampilan membaca dan menghafal al-Qur'an. Selain itu, juga menemukan bahwa metode mutqin dalam tahsin mampu meningkatkan penguasaan hukum tajwid dan pelafalan yang tepat. Namun, tantangan yang muncul selama proses pendampingan, seperti perbedaan tingkat kemampuan awal peserta, memerlukan refleksi dan evaluasi berkelanjutan agar program ini dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari kegiatan pendampingan tahsin ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran intensif dan partisipatif melalui metode participatory action research (PAR) berhasil meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja Muslim dan Muslimah Koto Pulai. Program ini terbukti efektif dalam memperbaiki kesalahan bacaan dan meningkatkan penerapan tajwid secara konsisten. Partisipasi aktif peserta dalam halaqah serta koreksi langsung dari pendamping memberikan hasil yang signifikan. Diperlukan evaluasi berkelanjutan untuk mengatasi perbedaan tingkat kemampuan peserta. Selain itu, metode mutqin dapat terus dioptimalkan untuk meningkatkan penguasaan tajwid di masa depan. REFERENSI