Vol. 9 No. 2, 2024 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ MODEL GURU YANG IDEAL DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN Ahmad Halid Universitas Islam Jember Email : khalidghunung@gmail. Abstrak: Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar. Pembelajaran juga dikatakan sebagai proses memberikan bimbingan atau bantuan kepada peserta didik dalam melakukan proses belajar. Peran dari guru sebagai pembimbing bertolak dari banyaknya peserta didik yang bermasalah. Dalam belajar tentunya banyak perbedaan, seperti adanya peserta didik yang mampu mencerna materi pelajaran, ada pula peserta didik yang lambah dalam mencerna materi pelajaran. Kedua perbedaan inilah yang menyebabkan guru mampu mengatur strategi dalam pembelajaran yang sesuai dengan keadaan setiap peserta didik. Oleh karena itu, jika hakikat belajar adalah AuPerubahanAy, maka hakikat pembelajaran adalah AuPengaturan untuk mengarah pada perubahan. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka dengan memperkuat analisis isi dari berbagai pendapat para Kata Kunci: Pembelajaran. Guru Ideal PENDAHULUAN Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pembelajaran adalah proses interaksi pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan Secara Nasional, pembelajaran dipandang sebagai suatu proses interaksi yang melibatkan komponen-komponen utama, yaitu peserta didik, pendidik, dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar, maka yang dikatakan dengan proses pembelajaran adalah suatu system yang melibatkan satu kesatuan komponen yang saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Proses pembelajaran ditandai dengan adanya interaksi edukatif yang terjadi, yaitu interaksi yang sadar akan tujuan. Interaksi ini berakar dari pihak pendidik . dan kegiatan belajar secara paedagogis pada diri peserta didik, berproses secara sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran tidak terjadi seketika, melainkan berproses melalui tahapantahapan tertentu. Dalam pembelajaran, pendidik menfasilitasi peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Dengan adanya interaksi tersebut maka akan menghasilkan proses pembelajaran yang efektif sebagaimana yang telah diharapkan Konsep Guru Ideal menurut Syaikh Al Zarnuji dalam kitab TaAlim Mutallim yang dikutip Ahmad Halid yaitu : Seorang guru atau pendidik seharusnya memiliki kealiman yang tinggi, memiliki sifat WaraA, memiliki pengalaman yang lebih banyak, atau dari sisi umur lebih berumur tua, memiliki akhlak yang mulia, berbudi pekerti, dan memiliki akhlakul karimah, memiliki kebijaksananaan, memiliki dasar norma dan pengetahuan, memiliki sifat penyabar . Menurut Indra Nurul Hayat guru yang ideal adalah guru yang multitalenta yaitu memiliki berbagai kemampuan sebagai berikut: kemampuan manajerial, kemampuan sebagai kompetitor, kemampuan sebagai hakim, kemampuan sebagai pelatih, kemampuan sebagai orang tua, kemampuan sebagai motivator, kemampuan sebagai desainer, kemampuan sebagai saudara, kemampuan sebagai peneliti, kemampuan sebagai teman. Guru ideal adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Munif Chotib berpendapat bahwa guru yang ideal adalah Guruyang fokus kepada kondisi peserta didik. Augurunya manusia senantiasa memandang setiap peserta didiknya adalah juara, mengajar dengan hati, mengartikan kemampuan peserta didik dalam arti yang luas, dan menjadi sosok yang menyenangkan bagi siswanyay Sehingga guru harus mendapatkan informasi sebanyak-banayaknya tentang latar belakang siswanya untuk mancari tahu karakteristis dan gaya belajarnya kemudian guru menyesuaikan dengan gaya belajarnya agar peserta didik merasa cocok dengan pola belajar yang diterapkan didalam kelas, membuat siswa merasa senang dan gembira belajar bersama. Menurut K. Hasyim AsyAari bahwa: Kepribadian seorang guru menganjurkan ketika guru hendak mau mengajar maka sebaiknya bersuci dari hadas dan najis terlebih dahulu, membersihkan diri, memakai wewangian, dan mengenakan pakayan terbaik yang sesuai dengan zamannya. Guru melakukan itu semua dengan niat untuk memuliakan ilmu dan mengagungkan syariAat Allah Tala, menyebarkan ilmu, menghidupkan agama islam, menyampaikan hukum-hukum Allah Tala yang mana manusia diamanahi untuk mengerjakannya dan diperintahkan untuk menjelaskannya, menambah ilmu dengan menampakkan kebenaran dan kembali kepada yang haq, dan sebagai sarana untuk berzikir bersama kepada Allah Tala, berdoa untuk keselamatan saudara sesame muslim dan mendoakan para pendahulu yang sholih . Ngalim Purwanto menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Auilmu pendidikan teori dan praktisAy. Guru harus memiliki sikap adil, harus percaya dan suka terhadap muridmuridnya. harus memiliki kesabaran dan mau berkorban untuk mensukseskan tugastugas pendidikan. Seorang guru juga haruh berwibawa didepan siswanya. Guru juga harus menjadi orang yang pengembira, bersikap baik kepada guru-guru lainnya. Bersikaap baik terhadap masyarakat. Sebagai guru juga harus menguasai benar-benar mata pelajarannya, memiliki rasa suka terhadap pelajaran yang diampuhnya, gurus harus berpengetahuan luas. Sejalan dengan hal tersebut. Allah pun memerintahkan kepada umat manusia agar sebagian dari mereka ada yang berkenan memperdalam ilmu dan menjadi pendidik guna meningkatkan derajat diri dan peradaban dunia . Sebagaimana firman Allah SWT: AaEA a a a a a aa A EaEa a aA acC aNO e aA EAAE A aCa EI aI aN I ae a a AOI aEaIAa aO e aaE e acA o aAEa O aaE aI a AaOI aOaEaI aaO C O aI aN IA AEA AaIA AIA AOI aEI EIIaIA a e a a a ca a Aua a a a eO u a aE aN I E aE aN I aO aOIA Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi . e medan Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitan kepustakaan dengan cara mengkaji berbagai pendapat para ahli dibidang pendidikan. Pendapat yang dirujuk dalam penelitian ini antara lain Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional. Syaikh Al Zarnuji dalam kitab TaAlim Mutallim. Undang-Undang Republic Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Hasyim AsyAari Aupendidikan akhlak untuk pengajar dan pelajar Aukitab Adabul Alim Wal MutallimAy dan pendapat Imam al Ghazyly. Imam Ibnu Miskawaih. Imam al Mawardi. Imam Ibnu Syny. Imam Ibnu JamaAoah. Imam Ibnu Taimiyah. KAJIAN TEORI Model Guru Yang Ideal Dalam Perspektif Pembelajaran Hal-hal yang harus dilakukan agar pembelajaaraan menjadi pembelajaraan ideal meliputi tiga Langkah yaitu . Memilih Metode Pembelajaran yang Baik . Pembelajaran Aktif (Active Learnin. dalam Kaitannya dengan Belajar Aktif . Cara Meningkatkan Belajar Memilih Metode Pembelajaran yang Baik Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang tidak terlepas dari berbagai komponen belajar yang saling mendukung. Komponen-komponen tersebut antara lain berkaitan dengan pemilihan strategi, metode dan teknik pembelajaran dengan tujuan untuk mewujudkan suatu pembelajaran yang efektif dan bermakna bagi peserta didik. Untuk menentukan strategi pembelajaran yang baik, guru dituntut harus mampu menguasai berbagai metode dan teknik dalam pembelajaran. Untuk itu agar mendapatkan hasil yang baik, maka pembelajaran harus direncanakan, karena tanpa rencana yang baik maka pembelajaran tidak akan mempunyai arah yang jelas. Perencanaan pembelajaran dapat dimulai dari strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam rangka memanfaatkan sumber yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang diharapkan sehingga akan memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran. Jadi sasaran utama dari penggunaan strategi dalam pembelajaran ini yaitu agar kegiatan pembelajaran dapat berhasil sesuai dengan apa yang direncanakan. Pembelajaran agar materi yang disampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh peserta Jenis metode pembelajaran sangat bermacam-macam, tinggal bagaimana seorang guru menggunakan metode mana yang sesuai dengan rencana yang dibuatnya. Teknik pembelajarana dalah penera pandari pemilihan strategi dan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran. Meskipun masing-masing guru menggunakan metode yang sama namun dalam proses pembelajaran mereka dapat menggunakan teknik yang berbeda. Dengan kata lain bahwa teknik merupakan isi dari suatu metode, namun tidak ditentukan secara pasti teknik seperti apa yang akan digunakan karena tergantung dari pribadi gurunya. Masalah soal, pembelajaran kuantum, pembelajaran siklus, pembelajaran kooperatifdan lain-lain yang di dalamnya memuat berbagai metode dan teknik pembelajaran. Dengan kata lain, metode dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran. Pembelajaran Aktif (Active Learnin. dalam Kaitannya dengan Belajar Aktif Belajar aktif dapat memacu siswa agar bersemangat mengikuti pembelajaran. Salah satu pendekatan yang efektif untuk membuat siswa aktif belajar baik secara fisik maupun mental adalah pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangka. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru saat melaksanakan PAKEM seperti pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, penataan ruang dan organisasi kelas. Selain menggunakan PAKEM guru juga dapat menggunakan model pembelajaran aktif. Model pembelajaran aktif . ctive learnin. adalah suatu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam Model pembelajaran aktif memiliki banyak kelebihan-kelebihan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran aktif . ctive learnin. dapat meningkatkan hasil belajar siswa Cara Meningkatkan Belajar Ada beberapacara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas belajar siswa, yaitu: Kesiapan Fisikdan Mental. Bila siswa tidak siap belajar, maka pembelajaran akan berlangsung sia-sia atau tidak efektif. Dengan siap fisik dan mental, maka siswa akan dapat belajar secara aktif. Tingkatkan Konsentrasi. Saat belajar berlangsung, konsentrasi menjadi factor penentu yang amat penting bagi keberhasilannya. Tingkatkan Minat dan Motivasi. Tidak akan ada keberhasilan belajar diraih apabila siswa tidak memiliki minat dan motivasi Gunakan Strategi Belajar. Menggunakan berbagai strategi belajar yang cocok sangat penting agar perolehan hasil belajar menjadi maksimal. Belajar Sesuai Gaya Belajar. Setiap individu demikian pula siswa memiliki gaya belajar dan jenis kecerdasan dominan yang berbeda-beda. Guru harus mampu memberikan situasi dan suasana belajar yang memungkinkan agar semua gaya belajar siswa terakomodasi dengan baik. Pemilihan strategi, metode, teknik dan model pembelajaran yang sesuai akan sangat berpengaruh Belajar Secara Holistik . , mempelajari sesuatu tidak bias sepotongsepotong. Informasi yang dipelajari harus utuh dan menyeluruh. Perlu untuk menekankan hal ini kepada siswa, agar mereka belajar secara holistic tentang materi yang sedang mereka pelajari. Pengetahuan akan informasi secara holistic dan utuh akan membuat belajar lebih bermakna. Berbagi pengetahuan yang baru atau sudah dimiliki akan menjadikan informasi atau pengetahuan itu terelaborasi dengan mantap. Uji Hasil Belajar. Ujian atau tes hasil belajar penting karena ia dapat menjadi umpan balik kepada siswa yang bersangkutan sampai sejauhmana penguasaan mereka terhadap suatu materi belajar. Siswa menjadi mempunyai peta kekuatan dan kelemahan hasil belajar mereka sehingga mereka dapat memperbaiki atau Komponen-Komponen Pembelajaran Ideal Pembelajaran dapat dikatakan sebagai suatu sistem, karena pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan, yaitu membelajarkan siswa. Sebagai suatu sistem, tentu saja kegiatan belajar mengajar mengandung komponen. Proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai komponen yang satu sama lain saling berinteraksi, dimana guru harus memanfaatkan komponen tersebut dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang ingin direncanakan. Di dalam UU. RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. Bab IV Pasal 29 ayat 1 disebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, memiliki hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama pada pendidik di Perguruan Tinggi. Guru adalah pelaku utama yang merencanakan, mengarahkan, dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam upaya memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada peserta didik di sekolah. Seorang guru haruslah memiliki kemampuan dalam mengajar, membimbing dan membina peserta didiknya dalam kegiatan pembelajaran . Berdasarkan keputusan Menpan No. 26/ MENPAN/ 1989. Tanggal 2 Mei 1989 dijelaskan, bahwa guru terlibat langsung dalam proses pendidikan. Oleh karena itu guru memegang peranan yang sangat menentukan bagi tujuan pendidikan. Guru haruslah meningkatkan kemampuan profesinya agar dapat melaksanakan tugas dengan baik. Pada kenyataan di lapangan, banyak dijumpai masalah berikut: Penampilan . guru di depan kelas dalam KBM belum memuaskan, padahal kualifikasi keguruannya beragam. Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) mulai menuntut adanya penyesuaian dari guru untuk mengembangkan pendidikan di sekolah. Dari kenyataan di lapangan tersebut, dapat dikatakan bahwa seorang guru merupakan komponen yang sangat menentukan dalam pelaksanaan strategi Strategi pembelajaran tidak dapat diaplikasikan tanpa adanya guru. Keberhasilan suatu penerapan strategi pembelajaran sangat tergantung dengan guru dalam menggunakan metode, teknik dan taktik pembelajaran. Seorang guru yang memberikan materi pelajaran dengan hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran akan berdeda dengan seorang guru yang menganggap mengajar adalah proses pemberian bantuan kepada peserta didik. Sama halnya dengan guru, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat dari aspek siswa yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Terdapat siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Perbedaan tersebut tentunya memerlukan perlakuan yang berbeda. Sikap dan penampilan siswa di dalam kelas juga merupakan aspek lain yang mempengaruhi proses Oleh sebab itu, peran siswa juga sangat mempengaruhi guru dalam proses pembelajaran, begitupun sebaliknya . DjaAofar Siddik mengungkapkan persoalan yang sering terjadi antara guru dengan siswa adalah konsep pendidikan yang memposisikan para guru atau pedidik yang dikelompokkan pada proses pembelajaran yang terpusat pada guru . eacher centere. atau terpusat pada siswa . tudent centere. Dalam pendidikan Islam, istilah fitrah manusia terdapat pada seluruh aspek rohaniah dan jasmaniah manusia, baik berupa sifat dasar moral atau bakat keterampilan yang dimiliki. Menurut pandangan Islam, kecenderungan dan bakat yang dimiliki siswa akan dapat dilakukan apabila siswa tersebut memperoleh pengalaman dan pengetahuan. Maka, tidak semua yang ingin diketahui oleh siswa dapat diperoleh dengan sendirinya tanpa bantuan guru. Siswa dan guru, masingmasing mempunyai kedaulatan yang sama dalam hal bekerja sama dalam proses PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Karakteristik Guru Ideal Dalam Perspektif Pembelajaran Karakteristik Guru Karakter adalah satu kualitas atau sifat yang tetap terusmenerus dan kekal yang dapat dijadikan cirri untuk mengidentifikasikan seorang pribadi, suatu objek atau kejadian. Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sebagai guru. Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu belum dapat disebut guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru professional yang menguasai betul seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu atau pendidikan prajabatan. Oleh karena itu, kepribadian bagi seorang guru merupakan faktor yang menentukan terhadap keberhasilan melaksanakan tugas sebagai pendidik. Kepribadian dapat menentukan apakah guru menjadi pendidik dan pembina yang baik ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didik. Tugas-tugas guru (Piet A Sahertian, 1994. Tugas guru umumnya dibedakan menjadi tiga meliputi . Tugas Personal, tugas pribadi menyangkut pribadi guru. Itulah sebabnya setiap guru perlu menetap dirinya dan memahami konsep dirinya. Guru itu digugu dan Dalam bukunya Student Teacher in Action. Wiggens menulis tentang potret diri sebagai pendidik. Ia menulis bahwa seorang guru harus mampu berbaca pada dirinya sendiri. Bila ia berkaca pada dirinya, ia akan melihat bukan satu pribadi, tetapi ada tiga pribadi yaitu: saya dengan konsep diri (Self Concep. Saya dengan ide diri saya (Self Ide. , dan Saya dengan realita saya (Self Realit. Tugas Sosial, misi yang diemban guru adalah misi kemanusiaan. Mengajar dan mendidik adalah tugas pemanusiaan manusia. Guru punya tugas social. Menurut Langeveld. AuGuru adalah seorang penceramahan jamanAy. Lebih seram lagi tulisan AuGuru dalam Masa PembangunanAy. Dalam tulisan itu Soekarno Abdul Majid and Dian Andayani. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Hlm 68, 2004. menyebut pentingnya guru dalam masa pembangunan. Tugas guru adalah mengabdi kepada masyarakat. Oleh karena itu tugas guru adalah pelayan manusia . ogos humanior. Tugas Profesional, sebagai suatu profesi, guru melaksanakan peran profesi. Sebagai peran profesi, guru memiliki kualifikasi professional, seperti yang dikemukakan Marion Edmon Kualifikasi professional itu antara lain menguasai pengetahuan yang diharapkan sehingga ia dapat memberi sejumlah pengetahuan kepada para siswa dengan hasil yang baik. Cara Menjadi Guru Ideal Secara Umum (Hamzah B. Un. Konsep guru ideal adalah gambaran seorang guru yang diharapkan oleh peserta Seorang guru harus bisa menjadi ideal bagi peserta didiknya dengan memenuhi beberapa kriteria sebagai seorang guru agar dapat dijadikan suri tauladan bagi peserta didik dan juga dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat dari guru ideal mereka 3. Untuk menjadi seorang guru yang ideal secara umum haruslah memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Syarat utama untuk menjadi seorang guru, yaitu : Guru harus berijazah. Guru harus sehat rohani dan jasmani. Guru harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berkelakuan baik. Guru haruslah orang yang bertanggung jawab. Guru di Indonesia harus berjiwa nasional. Cara Menjadi Guru Ideal Menurut Islam (Salman Rusydi. Guru memang sosok yang dimuliakan dalam Islam, tetapi kemulian itu akan luntur jika guru tidak mampu menerapkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh setiap berikut pandangan tokoh-tokoh terkemuka dalam Islam tentang makna guru dengan segenap dimensinya5, yaitu : Imam al Ghazyly6 Pendidik atau guru sejati . menurut Imam al Ghazali adalah guru yang Cerdas. Penuh Kasih Sayang. Diniatkan Sebagai Ibadah,7 Menyesuaikan dengan Kemampuan Murid. Penuh Simpati. Menjadi Teladan. Memahami Kemampuan Murid, dan Memiliki Komitmen Tinggi8 Piet Sahertian. Piet A Sahertian, 1994. 12-13, n. Ahmad Halid. Pesantren Menggerakkan Perubahan Sosial Di Tengah-Tengah Kepulauan Kecil: Menelusuri Perjalanan Panjang Pesantren Mambaul Falah Tambilung Tambak Bawean Gresik (Yogyakarta: Litera, 2. Hamzah Uno. Profesi Kependidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. 29, n. Rusydie. Kembangkan Dirimu Jadi Guru Multitalenta. Ahmad Halid. Budaya Organisasi Pesantren: Konstruksi Budaya Ahlussunnah Wal JamaAoah. Mendidik Santri Berkualitas (Ponorogo: UWAIS: Inspirasi Indonesia, 2. Ahmad Halid. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM SURAT LUQMAN (Jember, 2. Ahmad Halid. AuPROSPEK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : STUDI ANALISIS TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Imam Ibnu Miskawaih Pendidik atau guru sejati . menurut Ibnu Miskawaih adalah manusia ideal seperti yang terdapat pada konsepsinya tentang manusia ideal karena beliau menyejajarkan posisi guru dengan posisi nabi, terutama dalam hal cinta kasih. 9 Cinta kasih kepada Allah menempati urutan pertama, barulah cinta kasih murid kepada Jika tidak dapat mencapai derajat ini maka dinilai sama dengan teman atau saudara, karena dari mereka itu dapat juga diperoleh ilmu dan adab. Menurut beliau, guru haruslah Bisa Dipercaya. Pandai. Dicintai. Sejarah Hidupnya Jelas Tidak Tercemar di Masyarakat. Menjadi Cermin atau Panutan, dan Harus Lebih Mulia dari orang yang Imam al Mawardi Pendidik atau guru sejati . menurut Ibnu al Mawardi adalah orang yang TawadhuAo. Multi Peran. Ikhlas, secara harfiah. Mencintai Pekerjaan Sebagai Guru. Tidak Mengutamakan Ekonomi,1 Penuh Persiapan. Disiplin. Kreatif Memanfaatkan Waktu Luang. Kreatif, guru harus memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi. Sadar Diri. Lemah Lembut dan Penuh Kasih Sayang, dan Menjadi Motivator. Imam Ibnu Syny Menurut beliau guru yang baik . adalah guru yang Berakal Cerdas,1 Beragama. Mengetahui Cara Mendidik Akhlak. Cakap Dalam Mendidik Anak. Berpenampilan Tenang. Jauh Dari Olok-Olok dan Main-Main Dihadapan Muridnya. Tidak Bermuka Musam. Sopan Santun. Bersih, dan Suci Murni. Imam Ibnu JamaAoah Guru dalam pandangan beliau merupakan mikrokosmos manusia, dan secara umum dapat dijadikan sebagai tipologi makhluk terbaik. Maka, derajat guru berada setingkat di bawah derajat para nabi. Secara garis besar, ada enam criteria untuk bisa INDONESIA,Ay FAJAR Jurnal Pendidikan Islam . 5Ae20, https://ejurnal. id/index. php/FAJ/article/view/2741. Rusydie. Kembangkan Dirimu Jadi Guru Multitalenta. Ahmad Halid and Riza Faishol. AuThe Concept 0of the Ideal Teacher According To Kh . Muhammad Hasyim,Ay FAJAR Jurnal Pendidikan Islam . 44Ae64, https://doi. org/https://doi. org/10. 56013/fj. Rusydie. Kembangkan Dirimu Jadi Guru Multitalenta. Ahmad Halid. AuPROSPEK PEMBELAJARAN2 DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KONTEKS ERA GLOBAL DAN MANAJEMEN PEMBIAYAANNYA,Ay L-Ashr: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar 9, no. : 34Ae48, https://doi. org/https://doi. org/10. 56013/alashr. Rusydie. Kembangkan Dirimu Jadi Guru Multitalenta. Ahmad Halid. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 4MULTIDISIPLINER Pada Perguruan Tinggi Umum (Jember: UIJ Kyai Mojo, 2. menjadi seorang guru yang ideal dan dicintai oleh murid. 1 Diantaranya adalah Mampu Menjaga Akhlak Selama Melaksanakan Tugas Pendidikan. Tidak Menjadikan Profesi Guru Sebagai Kegiatan Untuk Menutupi Kebutuhan Ekonomi. Mengetahui Situasi Sosial Kemasyarakatan Dengan Baik. Penuh Kasih Sayang dan Sabar1 , dan Bersedia Menolong Sesuai Dengan Kemampuan yang Dimiliki. Imam Ibnu Taimiyah Guru dalam pandangan Ibnu Taimiyah hendaknya memiliki ciri kepribadian seperti KhulafaAo. Misi perjuangan nabi dalam bidang pengajaran. Menjadi panutan. Tidak Main7 Main, dan Sering Membaca Kitab Suci. KESIMPULAN Konsep guru ideal yang sangat menarik adalah pendapat syaikh az-Zarnuji adalah : . Haruslah orang yang lebih alim . andai, cerda. , . Bersifat waraAo . enjaga harga dir. , . Berpengalaman atau lebih tua, . Berbudi luhur, . Bijaksana, dan . Penyabar. Dan Relevansi antara konsep guru ideal menurut Syaikh al-Zarnyjy denganUndang-undang nomor 14 tahun 2005 yaitu . Berilmu atau memiliki ilmu pengetahuan sama halnya dengan memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pedagogik. Bersifat WaraAo berbudi pekerti luhur, bijaksana dan penyabar berarti telah memiliki salah satu standar kompetensi guru . ompetensi kepribadia. Berpengalaman atau lebih tua dapat dikatakan telah memiliki kompetensi profesional dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. DAFTAR PUSTAKA