P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 Jurnal Language Education and Literature Penerapan Model STAD Berbantuan Media Pop Up Book pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas i SD Negeri 78 Lubuklinggau Anita Marselina1. Dodik Mulyono2. Tri Juli Hajani3 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau1,2,3 Email: anitamarselina5@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas i SD Negeri 78 Lubuklinggau melalui penerapan model STAD berbantuan media Pop Up Book. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan desain one group pre-test post-test design. Berdasarkan pengujian data maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hasil dari pre-test dengan hasil dari post-test dalam penerapan model STAD berbantuan media Pop Up Book pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas i SD Negeri 78 Lubuklinggau. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji hipotesis uji z diketahui nilai Z hitung = 75 lebih besar dari pada Ztabel dengan taraf signifikan A = 0. 05 diperoleh Ztabel = 1. 64 atau Zhitung A Ztabel atau 3. 75A1. 64 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian terbukti kebenarannya yaitu melalui penerapan model STAD bberbantuan media Pop Up Book, hasil pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas i SD Negeri 78 Lubuklinggau secara signifikan dapat mencapai ketuntasan. Kata Kunci: Bahasa Indonesia. Media. Model. Pop Up Book. STAD ABSTRACT The purpose of this study was to determine the completeness of Indonesian language learning outcomes for third grade students of SD Negeri 78 Lubuklinggau through the application of the STAD model assisted by Pop Up Book media. This type of research is a quasi-experimental, with a one group pre-test post-test design. Based on data testing, it can be concluded that there is a significant relationship between the results of the pre-test and the results of the post-test in the application of the STAD model assisted by Pop Up Book media in learning Indonesian for third grade students of SD Negeri 78 Lubuklinggau. This can be seen from the results of the calculation of the z test hypothesis test, it is known that the value of Zcount = 3. 75 is greater than Ztable with a significant level of = 0. 05 obtained Ztable = 1. 64 or Zcount Ztable or 3. 75A1. 64 then Ho is rejected and Ha is accepted. Thus, the hypothesis that the author proposes in the study is proven true, namely through the application of the STAD model assisted by the Pop Up Book media, the results of learning Indonesian language for third grade students of SD Negeri 78 Lubuklinggau can significantly achieve completeness. Keywords: Indonesian. Media. Model. Pop Up Book. STAD Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language Education and Literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 PENDAHULUAN Pendidikan pada hakekatnya adalah suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja, serta penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung terus menerus. Menurut Arip dan Aswar . , pendidikan merupakan proses yang kompleks, namun kompleksnya selalu seiring dengan perkembangan manusia. Pendidikan juga merupakan usaha, pengaruh dan bantuan yang diberikan kepada peserta didik agar tertuju kepada kedewasaannya, atau lebih tepatnya membantu peserta didik agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Dengan pendidikan pula berbagai aspek kehidupan dikembangkan melalui proses belajar dan distabilkan agar tercipta kondisi yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai serta dapat diperoleh seoptimal mungkin. Berdasarkan penjelasan diatas bahwa, pendidikan itu sangat penting dan berperan besar dalam menunjang pengembangan manusia seutuhnya yang berorientasikan pada nilainilai dan pelestarian serta pengembangan kebudayaan yang berhubungan dengan usahausaha pengembangan manusia tersebut, maka akan tercipta potensi diri seseorang tersebut seperti spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia. Melalui pendidikan akan tercipta proses pembelajaran yang diinginkan, maka akan tercipta pula upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam setiap bidangnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di kelas i SD Negeri 78 Lubuklinggau diperoleh informasi beberapa fakta yang menjadi permasalahan di dalam proses pembelajaran di kelas yaitu guru yang mengajar masih menggunakan pembelajaran konvensional yang berpusat hanya pada guru. Kurangnya menerapkan model pembelajaran serta kurangnya menggunakan media pembelajaran. Keadaan tersebut membuat siswa menjadi bosan dalam mengikuti proses pembelajaran, pengaruhnya terhadap siswa adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa tergolong rendah juga terlihat dari data hasil nilai ulangan harian dari 28 siswa hanya 12 . 86%) siswa yang mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 69. Sedangkan 16 siswa . 14%) lainnya mendapatkan nilai di bawah KKM. Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language Education and Literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 Guru diharapkan mampu menciptakan dan merancang proses pembelajaran yang kreatif dan menarik, sehingga dapat menuntaskan nilai siswa untuk mencapai KKM, salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran STAD. STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Model pembelajaran STAD menurut Slavin . alam Miftahul, 2011:. , adalah model yang membentuk siswa menjadi beberapa kelompok kecil dan memberikan kesempatan kepada setiap siswa dari anggota kelompok untuk mewakili kelompoknya dalam menjawab kuis-kuis yang akan diberikan. Perolehan nilai kuis setiap anggota menentukan skor yang akan diperoleh oleh kelompok mereka. Menurut Sukerti . , model pembelajaran STAD merupakan model pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam mengembangkan aktivitas serta Sebab pada model pembelajaran STAD peserta didik mengerjakan tugas atau pertanyaan yang diberikan oleh guru adanya hubungan antara peserta didik dalam kelompok saling membantu, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk saling membagikan ide-ide, mempertimbangkan jawaban yang paling tepat, serta mendorong peserta didik untuk meningkatkan semangat kerja sama antara peserta didik. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan model pembelajaran STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Model STAD menggunakan atau membentuk siswa menjadi kelompok-kelompok kecil agar memacu siswa untuk saling mendorong dan membantu satu sama lainnya agar menguasai keterampilan dan pembelajaran yang Media Pop Up Book menurut Maisarah, dkk. , . merupakan sebuah buku yang didalamnya terdapat suatu lipatan gambar yang dipotong kemudian muncul membentuk gambar tiga dimensi ketika halaman buku di buka. Pop up book yang dibuat juga sesuai dengan materi pembelajaran yang akan diajarkan sehingga peserta didik tidak terlihat bosan dalam megikuti proses pembelajaran. Media Pop Up Book dapat digunakan secara individu maupun berkelompok. Pop Up Book memiliki bagian yang dapat bergerak atau memiliki unsur 3 dimensi yang sangat menarik dan variatif sehingga akan membuat anak senang, dapat percaya diri serta memberikan kemudahan bagi siswa dalam menyerap Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language Education and Literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 pembelajaran dan membuat siswa tidak bosan dalam proses belajar mengajar. Menurut Masturah, dkk. , . Pop Up Book dapat sebagai bahan ajar siswa secara individu ataupun berkelompok. Pop Up Book bersifat praktis dan dapat menambah semangat dari peserta didik dalam proses pembelajaran karena dapat memvisualisasikan konsep pelajaran dalam bentuk gambar tiga dimensi. Masturah . mengatakan bahwa Pop Up Book merupakan suatu media yang praktis yang dapat menambah minat belajar peserta didik karena menvisualisasikan konsep belajar kedalam gambar yang 3 Menurut Umam . Pop Up Book merupakan inovasi yang berbentuk buku yang dapat menampilkan potensi dan isi dari buku tersebut melalui hasil desain tiga dimensi yang dimunculkan melalui penggabungan lipatan, gulungan maupun putaran. Pop Up Book merupakan buku yang didalamnya berisi gambar yang dapat ditegakkan dan bergerak ketika halamanya dibuka sehingga memunculkan kesan menarik bagi peserta Berdasarkan pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa media Pop Up Book merupakan buku yang didalamnya berisi gambar yang dapat ditegakkan dan bergerak ketika halamanya dibuka sehingga memunculkan kesan menarik bagi peserta didik. Pop Up Book merupakan media yang praktis yang dapat menambah minat belajar peserta didik karena memvisualisasikan konsep belajar kedalam gambar 3 dimensi yang dapat timbul dan bergerak yang akan memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam menyerap materi dan membuat peserta didik tidak bosan selama proses belajar mengajar berlangsung. Pembelajaran bahasa Indonesia menurut Ali . adalah membelajarkan peserta didik tentang keterampilan berbahasa indonesia yang baik dan benar sesuai tujuan dan fungsinya. Mata pelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis, menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara, memahami bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional, menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Berdasarkan pendapat di atas, bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat digunakan untuk dapat mengembangkan aktivitas peserta didik. Mata pelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan peserta didik dalam Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language Education and Literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan. Pembelajaran Bahasa Indonesia sendiri mempunyai tujuan yang tidak jauh berbeda dengan tujuan pembelajaran lainnya, yaitu agar peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, kreativitas dan sikap. Penelitian yang dilakukan oleh Akbar & Huda, . dari Universitas Muria Kudus yang berjudul AuPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan keterampilan bertanya siswa pada pembelajaran bahasa indonesia kelas II di SDN Gadang I Kecamatan sukun kota Malang. Ay Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran STAD pada pembelajaran bahasa Indonesia memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan untuk saling berkerjasama antar peserta didik dalam proses belajar, dan pemahaman serta keterampilan bertanya peserta didik dalam pelajaran bahasa Indonesia. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berbicara khususnya keterampilan bertanya dalam bahasa Indonesia baik secara individu maupun berkelompok ke arah yang lebih baik. Penelitian yang dilakukan Mulya Julita Putri. Desyandri . yang berjudul AuPeningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Model Kooperatif Tipe STAD di Kelas IV SDAy. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada hasil belajar siswa. Pada siklus I Pertemuan I memperoleh nilai rata-rata 70, pada siklus I pertemuan 2 memperoleh nilai rata-rata 78,57 dan terjadi peningkatan pada siklus ke II yang memperoleh nilai rata-rata 85,36. Maka peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkannya model kooperatif tipe STAD di kelas IV SD Negeri Batu Taba Kabupaten Agam sudah berhasil yaitu hasil belajar siswa mengalami peningkatan. METODE Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian Penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali Sugiono . Pada penelitian ini eksperimen peneliti memilih desain One Group Pre-test Post-test Desain yang dilaksanakan tanpa adanya kelompok atau kelas pembanding. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language Education and Literature Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 Teknik sampel yang akan digunakan adalah sampling jenuh. Sampel jenuh adalah sampel yang bila ditambah jumlahnya, tidak akan menambah keterwakilannya sehingga tidak akan mempengaruhi nilai informasi yang telah diperoleh, (Sugiyono 2019:. Alasan peneliti mengambil teknik sampel jenuh ini dikarenakan jumlah populasi relatif kecil yaitu hanya terdapat satu kelas. Sampel penelitian ini adalah kelas i yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Tes. Menurut Arikunto . , tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Pemberian tes ini dilakukan dua kali, yaitu pre-test . es awa. dan post-test . es akhi. Tes ini digunakan untuk menilai kemampuan dan untuk mengetahui hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunkan model STAD. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Data Tes Awal (Pre-tes. Soal Pre-test yang digunakan adalah berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 15 Tes awal . re-tes. yang diikuti 28 siswa. Data hasil analisis hasil belajar siswa sebelum melaksanakan pembelajaran dengan menggunkan model STAD Berbantuan media pop up book. Rata-rata . cuI ) dan simpangan baku . skor tes awal dapat dilihat pada tabel 1 Nilai C 69 C 69 Tabel 1 Rekapitulasi Hasil Tes Awal (Pre-tes. Keterangan Pre-test Frekuensi Presentase Tuntas Tidak Tuntas Jumlah P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 Jurnal Language Education and Literature Berdasarkan tabel 1 diperoleh data bahwa nilai yang tertinggi adalah 80 dan nilai yang terendah adalah 46. Rata-rata . cuI ) nilai secara keseluruhan adalah sebesar 63. jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal siswa sebelum penerapan model STAD Berbantuan media pop up book termasuk belum tuntas, karena nilai rata-rata KKM kurang dari 69 yang telah ditetapkan. Ketuntasan hasil belajar pre-test dapat dilihat pada grafik 4. Grafik 1 Ketuntasan Hasil Belajar Pre-test Siswa Tuntas Tidak tuntas Deskripsi Data Tes Akhir (Post-tes. Hasil tes menemukan perbedaan setelah pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran STAD berbantuan media pop up book, diketahui bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 93 dan nilai terendah 60 sedangkan nilai KKM yaitu C 69. Rata-rata . cuI ) nilai secara keseluruhan adalah sebesar 76. Hal ini berarti terdapat peningkatan yang lebih baik dari sebelumnya dan siswa mampu mencapai KKM C 69, dilihat dari presentase nilai siswa yang tuntas 71. 43% dengan hasil nilai presentase siswa yang masih belum tuntas 57% ini membuktikan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: Nilai C 69 C 69 Tabel 2 Distribusi Frekuensi Hasil Tes Akhir (Post-tes. Keterangan Post-test Frekuensi Persentase Tuntas Tidak Tuntas Jumlah P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 Jurnal Language Education and Literature Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai C 69 dengan kriteria tuntas sebanyak 20 siswa dengan persentase sebesar . 43%), sedangkan siswa yang mendapat nilai C 69 dengan kriteria tidak tuntas adalah sebanyak 8 siswa dengan persentase . 57%). Ini berarti adanya peningkatan yang terjadi setelah penerapan model pembelajaran STAD berbantuan media pop up book dalam kegiatan Grafik 2 Ketuntasan Hasil Belajar Post-test Siswa Tuntas Tidak tuntas Pengujian Hipotesis Uji Normalitas Rekapitulasi hasil perhitungan uji normalitas Pretes dan Postes . dapat dilihat pada tabel 3 Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas Pretes dan Postest Kelas X2 hitung X2 tabel Kesimpulan Pre-test Normal Post-test Normal Berdasarkan tabel 4. 3 diatas menunjukan bahwa nilai dari X hitung data pre-test dan post-test lebih kecil dari X2 tabel (X2 hitung A X2 tabe. Dengan demikian Pre-test dan Post-test berdistribusi normal pada taraf signifikan A = 0,05. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 Jurnal Language Education and Literature Uji Hipotesis Berdasarkan hasil perhitungan data . , hasil uji hipotesis pada data Post-test dapat dilihat pada tabel 4 Tabel 4 Rekapitulasi Hasil Uji Hipotesis data Post-test Tes Post-test Zhitung Ztabel Keterangan Zhitung A Ztabel. Ha diterima Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Zhitung = 3. Selanjutnya membandingkan Zhitung dengan Ztabel pada daftar distribusi z dengan taraf signifikan (A=0,. diperoleh Ztabel Kriteria pengujiannya yaitu jika Zhitung A Ztabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika Zhitung A Ztabel maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh Zhitung A Ztabel . 75 A 1. maka Ho ditolak dan Ha diterima. PEMBAHASAN Berdasarkan pada rumusan masalah Auapakah hasil pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas i SD Negeri 78 Lubuklinggau setelah diterapkan Model Pembelajaran STAD Berbantuan Media Pop Up Book secara signifikan tuntas?Ay. Hasil belajar yang diukur adalah ranah kognitif, model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran STAD, model pembelajaran yang mengelompokkan siswa secara heterogen kemudian dalam kelompok siswa akan berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan, pada tahap ini penulis mengamati kegiatan siswa dalam berkelompok. Selanjutnya penulis memberikan kuis kepada masing-masing siswa mengenai materi yang telah dipelajari, bagi siswa yang dapat menjawab kuis tersebut dengan benar maka akan menambahkan nilai pada kelompok masing-masing. Nilai kelompok yang tertinggi maka akan mendapatkan sebuah hadiah atau reward berupa alat tulis pada akhir pembelajaran. Sebelum melakukannya proses penelitian, penulis melakukan uji instrumen terlebih Uji instrumen ini dilakukan di kelas IV SD Negeri 78 Lubuklinggau yang telah diadakan satu kali petemuan. Uji instrumen ini dilakukan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu soal. Serta untuk menentukan soal yang manakah yang dapat dikategorikan baik sehingga dapat digunakan oleh penulis untuk melakukan suatu penelitian. Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language Education and Literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 Pertemuan pertama dimulai dengan memberikan soal pre-test kepada siswa untuk mengetahui kemampuan tes awal siswa dalam mengetahui materi yang dipelajari. Pada pertemuan kedua penulis melakukan pembelajaran menggunakan model STAD berbantuan media pop up book. Langkah pertama penulis menyampaikan materi pembelajaran tentang lambang dan simbol rambu-rambu lalu lintas. Penulis menggunakan bantuan media pop up book dalam menjelaskan materi. Menyampaikan tujuan pembelajaran serta diberikan motivasi agar siswa dapat mengetahui pembelajaran materi lambang dan simbol ramburambu lalu lintas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, yang tiap kelompoknya terdiri dari 4-5 orang. Penulis membagikan lembar soal yang berisikan permasalahan dan siswa membaca petunjuk serta mengamati soal yang berisikan tentang permasalahan berkait dengan materi lambang dan simbol rambu-rambu lalu lintas. Siswa dalam kelompok melakukan proses diskusi terkait permasalahan yang ada dilembar soal lalu mengidentifikasi masalah pada lembar soal. Setelah siswa dalam kelompok melakukan proses diskusi, maka dilanjutkan dengan tes individu . Siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis. Skor yang didapatkan siswa dari hasil tes individu akan menambah skor kelompok nya masingmasing. Selanjutnya penulis memberikan penghargaan kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai dari hasil belajar individu. Berdasarkan evaluasi, penulis masih menemukan hambatan ketika proses pembelajaran berlangsung, masih terdapat siswa yang bermain dengan teman kelompoknya, suasana kelas menjadi ribut. Namun, kesulitan yang dialami siswa mampu diatasi oleh peneliti dengan adanya ice breaking. Pertemuan ketiga penulis melanjutkan materi tentang lambang pramuka dan lambang negara. Penulis menggunakan bantuan media pop up book dalam menjelaskan Menyampaikan tujuan pembelajaran serta diberikan motivasi agar siswa dapat mengetahui pembelajaran materi lambang pramuka dan lambang negara. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, yang tiap kelompoknya terdiri dari 4-5 orang. Membagikan lembar soal yang berisikan permasalahan dan siswa membaca petunjuk serta mengamati soal yang berisikan tentang permasalahan berkait dengan materi lambang pramuka dan lambang negara. Siswa dalam kelompok melakukan proses diskusi terkait permasalahan yang ada dilembar soal lalu mengidentifikasi masalah pada lembar soal. Setelah siswa dalam Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language Education and Literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 kelompok melakukan proses diskusi, maka dilanjutkan dengan tes individu . Siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis. Beberapa perwakilan kelompok menjawab kuis yang diberikan. Skor yang didapatkan siswa dari hasil tes individu akan menambah skor kelompok nya masing-masing. Memberikan penghargaan berupa alat tulis kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai hasil belajar individu. Siswa benar-benar sudah beradaptasi dan tertarik dengan model STAD berbantuan media Pop Up Book yang di terapkan, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif serta penyampaian materi dapat lebih baik. Dengan berkelompok siswa dapat menjadi tutor sebaya bagi temannya yang belum memahami materi dan pada saat kuis siswa menjadi lebih semangat dalam mengikuti kuis tersebut. Pertemuan keempat penulis memberikan tes akhir . ost-tes. pada siswa yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan pengetahuan dan pemahaman siswa setelah diterapkannya model STAD berbantuan media pop up book. Berdasarkan hasil post-test yang ditunjukkan maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas i SD Negeri 78 Lubuklinggau signifikan tuntas setelah diterapkannya model STAD berbantuan media pop up book. Hal ini di tunjukkan berdasarkan nilai rata-rata siswa yang telah mencapai KKM (A. dari 28 siswa terdapat 20 siswa yang tuntas dan 8 siswa yang tidak tuntas. Hasil dari penelitian dan analisis uji-z dengan nilai post-test menunjukkan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas i SD Negeri 78 Lubuklinggau stelah diterapkan model STAD berbantuan media pop up book signifikan tuntas. Hal ini ditunjukkan dengan hasil dari tes akhir yaitu diperoleh Zhitung = 3. 75 dengan derajat kebebasan Ztabel = (A-0,. = 1. 64 sehingga Zhitung A Ztabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Uji hipotesis pada penelitian ini dapat terbukti kebenarannya dan hipotesis diterima. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian model STAD berbantuan media Pop Up Book siswa kelas i SD Negeri 78 Lubuklinggau yaitu Zhitung = 3. 75 dan Ztabel 1. 64 karena Zhitung A Ztabel maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia dengan menggunkan model STAD Berbantuan media Pop Up Book siswa kelas i SD Negeri Lubuklinggau secara signifikan tuntas. Hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language Education and Literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page: 67-76 DAFTAR PUSTAKA