PENGARUH TINGKAT KEBUTUHAN PENGHARGAAN DAN TINGKAT KOHESIVITAS KELOMPOK TERHADAP TINGKAT MOTIVASI KERJA KARYAWAN PT. X DI GRESIK Luklu Atul Widat Putri1. Idha Rahayuningsih2 Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Gresik e-mail: lulukatulwidatputri@gmail. Idha. rahayuningsih@umg. ABSTRACT This study aims to determine the effect of the level of need for appreciation and the level of group cohesiveness on the level of work motivation of PT. X employees in Gresik. This type of research is correlational quantitative. The sampling technique used saturated sampling, which was 43 employees. The scale used is a Likert scale questionnaire with 5 answer choices. The scale was compiled by researchers with a theoretical basis on the variable level of work motivation with Maslow's theory . n Arep and Tanjun. , the variable level of appreciation needs with Maslow's theory and group cohesiveness variable with Forsyth's theory. Test the validity of the scale using content validity. Reliability test using Alpha Cronbach. Analysis of the data used is multiple linear regression test. The results of this study indicate that there is a significant effect on the level of need for appreciation and the level of group cohesiveness on the level of employee motivation. Based on the results of the study, it is known that other factors that can support employee work motivation are bonuses, leaders, leadership and the environment because they are able to direct their members and can divide tasks well because they affect the level of work For further researchers can conduct research on other factors such as employee performance. KEYWORD: Appreciation Needs. Group Cohesiveness. Work Motivation. ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesivitas kelompok terhadap tingkat motivasi kerja karyawan PT. X di Gresik. Tipe penelitian ini adalah kuantitatif kolerasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, yaitu sebanyak 43 karyawan. Skala yang digunakan angket skala likert dengan 5 pilihan jawaban. Skala disusun peneliti dengan landasan teori pada variabel tingkat motivasi kerja dengan teori Maslow . alam Arep dan Tanjun. , variabel tingkat kebutuhan penghargaan dengan teori Maslow dan variabel kohesivitas kelompok dengan teori Forsyth. Uji validitas skalamenggunakan validitas isi. Uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Analisis data yang digunakan yaitu uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada variabel tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesivitas kelompok terhadap tingkat motivasi kerja Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui faktor lain yang dapat mendukung motivasi kerja karyawan yaitu bonus, pemimpin, kepemimpinan dan lingkungan karna mampu mengarahkan anggotanya dan dapat membagi tugas dengan baik karna mempengaruhi tingkat motivasi kerja. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian pada faktor lain seperti kinerja pegawai. KATA KUNCI Kebutuhan Penghargaan. Kohesivitas Kelompok. Motivasi Kerja. INFO ARTIKEL CORRESPONDING AUTHOR Sejarah Artikel: Diterima: 2 Maret 2024 Direvisi: 7 Maret 2024 Disetujui: 13 Maret 2024 Luklu Atul Widat Putri Universitas Muhammadiyah Gresik Gresik lulukatulwidatputri@gmail. PENDAHULUAN Perkembangan dunia usaha saat ini, telah menyebabkan banyak perubahan pada kondisi perekonomian di Indonesia. Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk mempertahankan serta meningkatkan produk yang dipasarkan baik secara kulitas maupun kuantitas agar tujuan perusahaan tercapai sesuai dengan rencana. Karyawan memiliki peran penting dalam mencapai tujuan yang ditentukan oleh setiap perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu mengelola manajemen karyawan sebaik mungkin. Karyawan dengan efektifitas dan efesiensi kerja yang maksimal akan mampu membantu perusahaan Vol. No. Maret 2024 Halaman | 1 Pengaruh Tingkat Kebutuhan Penghargaan Dan Tingkat Kohesivitas Kelompok Terhadap Tingkat Motivasi Kerja Karyawan PT. X Di Gresik untuk maju dan berkembang. Karyawan dengan efektifitas dan efisiensi kerja yang maksimal akan mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Baik tidaknya karyawan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kemampuan dan kemauan kerja karyawan, fasilitas penunjang kerja serta tepat tidaknya cara pilih perusahaan dalam memberikan motivasi kepada karyawannya (Sinungan, 2003:. Sejalan dengan pendapat Hasibuan . bahwa perusahaan tanpa karyawan ibarat manusia tanpa darah karena karyawan merupakan ujung tombak dan penggerak utama dari setiap organisasi didalam Hal ini menggambarkan betapa pentingnya karyawan dalam sebuah perusahaan. Menyadari pentingnya karyawan dalam suatu perusahaan maka hendaknya karyawan tidak dipandang sebagai aset namun sebagai mitra dalam menentukan keberhasilan perusahaan. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuan dimulai dengan manajemen perusahaan yang baik dan benar. Karena dengan melakukan pengolahan manajemen karyawan dengan baik akan mampu memaksimalkan efektivitas dan efesiensi kerja karyawan dengan pekerjaannya (Simamora, 2004:. Pada saat ini, banyak teknologi dan peralatan canggih yang digunakan akan tetapi tidak akan mampu menunjang perusahaan dalam mencapai tujuan tanpa adanya dukungan dari Karyawan. Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran karyawan untuk mencapai tujuan dalam suatu perusahaan. PT. X merupakan perusahaan yang sedang berkembang serta tidak luput dari berbagai permasalahan. Pemasalahan tersebut dapat dilihat dari munculnya fenomena-fenomena yang merugikan perusahaan, seperti menurunnya produktivitas kerja, tingginya tingkat absensi, serta rendahnya motivasi dari karyawan. Tingkat motivasi kerja yang tinggi menunjukkan karyawan bekerja dengan energik, antusias, dan penuh dengan kemauan untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan karyawan ingin datang bekerja dan antusias untuk bekerja ketika sampai di kantor (Carlaw, 2. Selama peneliti menjadi karyawan disana, idealnya apabila karyawan memiliki tingkat motivasi kerja yang tinggi akan bertangung jawab terhadap tugas maupun dalam menyelesaikan permasalahan, hasil pengumpulan data absensi karyawan PT. X di Gresik devisi ikan pada tahun 2021 : Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Tabel 1. Data absensi karyawan PT. X di Gresik Jumlah Jumlah hari Karyawan Jumlah Absensi Jumlah Rata-rata Sumber : Admin karyawan PT. X Gresik, 26 Juli 2022 Tingkat Absensi (%) 1,69 1,30 2,00 2,04 2,48 1,46 1,59 1,52 1,62 1,11 2,06 1,81 20,68 1,72 Berdasarkan tabel 1. 1 dapat disimpulkan bahwa apabila karyawan memiliki efektifitas dan efesiensi kerja yang maksimal akan mampu menunjukkan kinerja terbaiknya seperti tidak sering melakukan absen, adanya kemampuan dan kemauan untuk bekerja sehingga karyawan bekerja dengan sepenuh hati, tidak sering melakukan absen meskipun dengan kondisi kerja dibawah tekanan (Kasali, 1. Terdapat hampir setiap hari adanya karyawan yang melakukan absen dan datang terlambat tanpa adanya konfirmasi kepada atasan dengan jumlah 20,68%, artinya terdapat 6 sampai 7 karyawan yang absen setiap Hal ini tersebut membuat berkurangnya jumlah karyawan dalam lingkup perusahaan yang akan berpengaruh terhadap hasil produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan, dimana hasil dari produksi ini tergantung pada kinerja karyawan. Semakin sediki karyawan maka barang yang dihasilkan juga akan semakin sedikit, semakin banyak karyawan maka barang yang dihasilkan semakin banyak pula. Karyawan dengan tingkat motivasi kerja yang rendah akan tidak akan memiliki rasa percaya diri terhadap dirinya sendiri, terhadap masa Vol. No. 2 Maret 2024 Halaman | 2 Pengaruh Tingkat Kebutuhan Penghargaan Dan Tingkat Kohesivitas Kelompok Terhadap Tingkat Motivasi Kerja Karyawan PT. X Di Gresik depannya dan terhadap orang lain. Berdasarkan hasil observasi pada lampiran ke 6 serta tabel diatas disimpulkan bahwa tingkat motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan kinerja karyawan. Hal ini juga sangat mempengaruhi terhadap tingkat motivasi kerja karyawan lain, apabila ada beberapa karyawan yang melakukan sering absen maka semakin berat beban tugas kerja karyawan lain sehingga akan menimbulkan rasa malas ketika bekerja. Selain itu, minimnya keterlibatan karyawan juga mempengaruhi tingkat motivasi kerja karyawan. Hampir setiap ada pekerjaan dibagian lain . iperbantukan ke unit lai. sebagian besar karyawan akan menolak dengan berbagai alasan ataupun ketika terdapat pekerjaan yang belum selesai maka karyawan lain yang berada dalam satu tim tidak akan membantu sampai adanya perintah oleh atasan. Berdasarkan ciri-ciri tersebut dapat diartikan bahwa hal tersebut menjadi penyebab kinerja karyawan semakin menurun sebagai dari kurangnya tingkat motivasi pada tenaga kerja. Berdasarkan keterangan diatas harapan yang sesuai dengan data yang diperoleh adalah seorang individu dapat memiliki motivasi kerja yang tinggi adalah bekerja sesuai standar, senang dalam bekerja, merasa berharga, bekerja keras, bekerja tanpa METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat regresi linier berganda yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada variabel lain. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. X yang bekerja secara kelompok dalam menyelesaikan pekerjaannya. Berikut adalah tabel jumlah karyawan pada masing-masing devisi pada PT. X diGresik : Tabel 2. Data Jumlah karyawan PT. X Gresik Nama Divisi Jumlah Karyawan Divisi gudang Divisi transfer Devisi Packing Devisi sortir Total Sumber : Admin PT. X di Gresik, 20 Juni 2022 Dari tabel tersebut diperoleh data bahwa PT. X mempunyai 4 divisi dengan Total jumlah karyawan sebanyak 43 orang. Teknik analisis data yang digunakan analisis linier berganda disebut juga analisis linier Fungsi dari analisis regresi linier berganda adalah untuk mengetahui pengaruh dari variabel kebutuhan penghargaan dan kohesivitas kelompok dengan motivasi kerja karyawan . Selanjutnya seluruh proses analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan alat bantu program computer IMB Statistical Package for Sosial Sciece (SPSS) versi 21. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Asumsi dan Hipotesis Sebelum dilakukan pengujia analisis regresi linier berganda terhadap hipotesis maka terlebih dahulu harus dilakukan suatu pengujian yaitu uji asumsi atas data yang akan diolah sebagai berikut : Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi pada penelitian variabel dependen . ingkat motivasi kerj. dan independen . ingkat Kebutuhan penghargaa. , . ingkat Kohesivitas Kelompo. telah menyebar secara normal atau tidak dilihat dari hasil distribusi data dikatakan normal apabila nilai p > 0,05 sebalik jika p < 0,05 maka distribusi data tidak dikatakan normal (Gunawan, 2018 :. Tabel 3. Hasil uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Unstandardi Residual Sig. Shapiro-Wilk Statistic Sig. Vol. No. 2 Maret 2024 Halaman | 3 Pengaruh Tingkat Kebutuhan Penghargaan Dan Tingkat Kohesivitas Kelompok Terhadap Tingkat Motivasi Kerja Karyawan PT. X Di Gresik a. Lilliefors Significance Correction Sumber : SPSS Version 21 for window Berdasarkan hasil pengujian normalitas pada tabel 4. 7 diperoleh hasil bahwa apabila nilai p > 0,05 bisa dikatakan bahwa variabel tersebut didistribusikan bahwa variabel tersebut normal, dari hasil uji normalitas pada variabel dependen . ingkat Motivasi kerj. dan Independen . ingkat kebutuhan penghargaan, tingkat kohesivitas kelompo. didapatkan nilai signifikansi yaitu sebesar 0, 441 dimana hasil tersebut menunjukkan p > 0,05 hal ini menyatakan bahwa data dikatakan normal. Uji Linearitas Uji Linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antar dua variabel variabel yaitu variabel dependen . ingkat Motivasi kerj. dan independen . ingkat kebutuhan penghargaan, tingkat kohesivitas kelompo. memiliki suatu hubungan tau tidak secara signifikan. Uji Linieritas biasanya digunakan sebagai salah satu syarat utama dalam analisis kolerasai ataupun regresi linier berganda. Pengujian dengan menggunakan SPSS dengan menggunakan test for linierity dengan taraf signifikasi 0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan apabila taraf signifikasi . lebih dari 0,05 (Gunawan, 2018: . Tabel 4. Hasil Uji Linieritas tingkat Kebutuhan Penghargaan dan tingkat Motivasi Kerja Variabel Linearity Keterangan Tingkat Linier Kebutuhan Penghargaan Tingkat Motivasi Sumber : SPSS Version 21 for window Berdasarkan tabel 4 data hasil uji linearitas dapat dikatakan bahwa apabila nilai signifikansi > 0, 05 maka variabel tersebut memiliki hubungan yang linier. diketahui bahwa nilai signifikasi dari lineritas sebesar 0,114 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linier antar variabel kebutuhan penghargaan diri dengan motivasi kerja. Tabel 5. Hasil Uji Linearitas tingkat Kohesivitas Kelompok dengan tingkat Motivasi Kerja Variabel Tingkat Kohesivitas Kelompok Tingkat Motivasi Linearity Keterangan Linier Sumber : SPSS Version 21 for window Berdasarkan tabel 5 data hasil uji linearitas dapat dikatakan bahwa apabila nilai signifikansi > 0,05 maka variabel tersebut memiliki hubungan yang linier. diketahui bahwa hasil nilai signifikasi dari lineritas sebesar 0,339 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linier antar variabel kohesivitas kelompok dengan motivasi kerja. Uji Multikolinearitas Tabel 6. Hasil UJi Multikolineritas Tolerance VIF Tingkat Kebutuhan Penghargaan Tingkat Kohesivitas Sumber : SPSS Version 21 for window Keterangan Tidak terjadi Tidak terjadi Vol. No. 2 Maret 2024 Halaman | 4 Pengaruh Tingkat Kebutuhan Penghargaan Dan Tingkat Kohesivitas Kelompok Terhadap Tingkat Motivasi Kerja Karyawan PT. X Di Gresik Berdasarkan tabel 6 hasil uji multikolinieritas dapat diketahui bahwa nilai toleransi untuk variabel kebutuhan penghargaan (X. dan kohesivitas kelompok (X. sebesar 0,857 diamana lebih besar dari 0,10. Sementara itu nilai dari VIF untuk variabel kebutuhan penghargaan (X. dan kohesivitas kelompok (X. adalah 1,167 < 10. Untuk mengetahui nilai toleransi > 0,1 dan nilai VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinieritas (Ghazali, 2013:. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas dalam model regresi berdasarkan pengambilan keputusan dalam uji multikolinieritas. Uji Heterokedastitas Tabel 7. Hasil Uji Heterokedastistas Tingkat Kebutuhan Penghargaan Tingkat Kohesivitas Kelompok Sumber : SPSS Version 21 for window Keterangan Tidak terjadi Heterokedasitas Berdasarkan hasil pada tabel 7 nilai sig 0,692 dimana lebih besar dari 0,05 Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedasitas dalam model regresi. Berdasarkan perhitungan validitas dan reliabilitas terhadap kuisioner tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesifitas kelompok terhadap tingkat motivasi kerja, maka aitem-aitem yang tidak sahih . tidak akan dipergunakan lagi. Data yang berasal dari aitem-aitem yang sahih digunakan pada analisis penelitian. Tujuan dari analisis data ini digunakan untuk mengetahui pengaruh kebutuhan penghargaan dan kohesivitas kelompok terhadap motivasi kerja dengan menggunakan bantuan program SPSS 21. 0 for window. Tabel 8. Hasil uji Regresi Berganda Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. X2. X1 Sumber : SPSS Version 21 for window Berdasarkan tabel 8 Hasil analisis data dari teknik analisis regresi berganda diperoleh nilai R Square 882 jadi dapat disimpulkan bahwa pengaruh dari variabel kebtutuhan penghargaan dengan motivasi kerja adalah sebesar 88, 20%. Sedangkan 11,82% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari penelitian. Model Tabel 9 Hasil Uji Anova Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X2. X1 Sumber : SPSS Version 21 for window Sig. Berdasarkan tabel 9 hasil uji Anova diperoleh hasil nilai F hitung 150. 112 dengan probability 0,000 < Sehingga dapat disimpulkan bahwa variael tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesivitas kelompok berpengaruh terhadap tingkat motivasi kerja karyawan, maka dapat disimpulkan banwa Ho ditolak dan Ha diterima pada hipotesis pertama. Vol. No. 2 Maret 2024 Halaman | 5 Pengaruh Tingkat Kebutuhan Penghargaan Dan Tingkat Kohesivitas Kelompok Terhadap Tingkat Motivasi Kerja Karyawan PT. X Di Gresik Variabel Tabel 10 Hasil UJi koefisien Regresi Berganda Unstandardized Coefficients (Constan. Tingkat Kebutuhan Tingkat Kohesivitas Sig. Std. Eror Sumber : SPSS Version 21 for window Pada tabel 10dapat diketahui jika nilai signifikansi < 0,05 maka variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen, pada variabel tingkat kebutuhan penghargaan diperoleh nilai signifikansinya sebesar 0, 008 < 0,05 dengan koefisien regresi linier berganda, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh tingkat kebutuhan penghargaan terhadap tingkat motivasi kerja karyawan pada hipotesis kedua. Pada variabel tingkat kohesivitas kelompok diperoleh nilai signifikasinya sebesar 0. 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh tinkat kohesivitas kelompok dengan tingkat motivasi kerja karyawan pada hipotesis ketiga. Persamaan regresi linier berganda dapat dirumuskan sebagai berikut : Y = a b1X1 b2X2 Keterangan : : Nilai prediksi variabel dependen : Konstanta, yaitu nilai YAo jika X1 dan X2= 0 b1,b2 : Koefisien regresi, yaitu nilai peningkatan atau penurunan variabel YAo yang didasarkan variabel X1 dan X2 : Variabel Independen ( kebutuhan penghargaan ) X2 : Variabel independen ( Kohesivitas Kelompok ). Berdasarkan rumus tersebut diperoleh nilai prediksi variabel dari tabel 4. 14 sebagai berikut Y = 11,305 0,142X1 1, 112X2. Persamaan regresi linier berganda ini digunakan untuk memprediksi mengenai pengaruh tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesivitas kelompok terhadap tingkat motivasi kerja, berdasarkan persamaan regresi berganda ini dapat menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai kebutuhan penghargaan maka nilai motivasi kerja bertambah dan setiap penambahan 1% nilai kohesivitas kelompok maka nilai motivasi kerja bertambah. Uji koefisien regresi terlihat pada kolom sig atau significan variabel independen sebesar 0. Syarat pengambilan keputusan dalam pengukuran koefisien regresi adalah sebagai berikut : Jika probability > 0,05 maka H0 diterima. Ha ditolak. Jika probability < 0,05 maka H0 ditolak. Ha diterima. Berdasarkan syarat pengambilan keputusan yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan variabel independen dan dependen memiliki tingkat signifikan dibawah 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh antara tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesivitas kelompok terhadap tingkat motivasi kerja karyawan PT. X di Gresik, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh tinggi tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesivitas kerja pada karyawan jika semakin tinggi tingkat motivasi kerja, dan semakin rendah tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesivitas kerja maka akan semakin rendah motivasi kerja. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan analisis data yang telah dilakukan dalam penelitian disimpulkan beberapa hal. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan antara tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesivitas kelompok terhadap tingkat motivasi kerja karyawan di PT. X Gresik. Hal ini menunjukkan semakin tinggi tingkat kohesivitas Vol. No. 2 Maret 2024 Halaman | 6 Pengaruh Tingkat Kebutuhan Penghargaan Dan Tingkat Kohesivitas Kelompok Terhadap Tingkat Motivasi Kerja Karyawan PT. X Di Gresik dalam sebuah kelompok maka semakin tinggi pula tingkat motivasi kerja, dan sebaliknnya semakin rendah tingkat kohesivitas dalam sebuah kelompok maka tingkat motivasi kerja semakin rendah. jadi hipotesis penelitian yakni ada Pengaruh positif antara tingkat kebutuhan penghargaan dan tingkat kohesivitas kelompok terhadap tingkat motivasi kerja karyawan PT. X di Gresik dapat Berdasarkan uraian tersebut disimpulkan bahwa tingkat motivasi kerja merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan kinerja karyawan. Adanya Pengaruh antara tingkat kohesivitas kelompok terhadap tingkat motivasi kerja karyawan PT. memberikan informasi bahwa tinggi rendahnya motivasi kerja karyawan dapat dipengaruhi oleh kohesivitas Temuan dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa penyebab rendahnya motivasi kerja karyawan PT. X dikarenakan rendahnya tingkat kohesivitas karyawan dalam suatu kelompok. Salah satu contoh, bila karyawan mempunyai masalah atau konflik dengan rekan kerjanya akan membuat karyawan tersebut enggan untuk menyapa rekannya, malu untuk bertanya, susah untuk bekerja sama sehingga kejadian seperti ini akan membuat karyawan malas untuk bekerja. REFERENSI