ACESA. Vol. No. April 2023, 56Ae66 id/index. php/ACESA Keragaman Bentuk dan Struktur Ume Kbubu di Pulau Timor Aditya Hanggara Timbulong1 . Christopher Daniel2 . Doni Chandra3 . Yvonne Krisna Putri4 . Agus Dwi Hariyanto5 , 1,2,3,4 Mahasiswa Program Studi Magister Arsitektur. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Kristen Petra Surabaya. Bidang Teknologi Bangunan. Program Studi Magister Arsitektur. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Kristen Petra Surabaya. 1b22220016@john. id, 2b22220014@john. 3b22220018@john. id, 4b22220013@john. 5adwi@petra. Abstract. Pulau Timor memiliki berbagai jenis rumah adat yang berbeda nama, bentuk, struktur, fungsi dan sebagainya. Desa Maslete, desa Boti dan desa Kaenbaun memiliki jejak keturunan suku atoni. Ada tiga jenis rumah adat di ketiga desa tersebut yaitu Ume Kbubu. Sonaf Nis None, dan Ume Lopo. Ume Kbubu memiliki keragaman yang cukup banyak dibandingkan dengan kedua jenis rumah adat yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan keragaman dan persamaan Ume Kbubu ketiga desa di pulau Timor dan kemungkinan penyebab keragaman tersebut. Metode analisis penelitian menggunakan pendekatan Pengumpulan data menggunakan metode studi literatur yang divisualisasikan dalam bentuk 3D model mencakup tampilan luar . entuk banguna. dan tampilan dalam . Ume Kbubu ketiga desa tersebut memiliki keragaman pada elemen-elemen arsitekturnya terutama bentuk, dan sistem struktur. Persamaan dari ketiga Ume Kbubu terletak pada elemen pondasi, lantai, dan penutup atap. Terjadinya keragaman pada Ume Kbubu di ketiga desa disebabkan oleh sumber daya alam sekitar, perbedaan letak desa dari kota, kebiasaan dan sifat masyarakat setempat. Keywords: Bentuk. Keragaman. Struktur. Ume Kbubu. Pendahuluan Rumah tradisional merupakan bangunan yang memiliki ciri khas tersendiri pada elemen struktur, bentuk, hiasan, cara pembuatan, dan fungsi yang diwariskan secara turun-temurun dan digunakan untuk kehidupan sehari-hari oleh penduduk sekitar (Said, 2004: . Rumah tradisional dibangun dengan menggunakan cara yang sama oleh beberapa penduduk tanpa atau sedikit sekali mengalami perubahan sehingga rumah tradisional terbentuk berdasarkan adat dan tradisi yang ada pada masyarakat. Rumah tradisional dapat juga disebut rumah adat atau rumah asli atau rumah rakyat (Said, 2004: . Ariani . 4: . mengatakan bahwa jenis dan bentuk rumah adat di Indonesia jumlahnya sangat banyak dan beraneka ragam. Salah satu provinsi dengan rumah tradisionalnya yang beragam ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ir. Phillipus Jeraman . mengatakan bahwa NTT sangat kaya di bidang Arsitektur, dan memiliki setidaknya 10 ragam arsitektur tradisional. Aparat Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) mengemukakan bahwa masyarakat NTT terdiri atas berbagai suku yang mendiami daerah-daerah yang tersebar di seluruh daerah NTT. Salah satunya adalah suku Atoni yang merupakan suku asli pulau Timor. Menurut H. Schulte Nordholt, sebagian besar masyarakat yang mendiami pulau Timor, menyebut diri mereka sendiri sebagai Atoni Pah Meto, the people of the dry land. Suku Atoni juga dikenal sebagai suku Dawan dan suku ini menempati bagian barat dan tengah pulau Timor. Gambar 1. Peta pulau Timor Sumber: Adriana Bria, 2019 Pulau Timor adalah sebuah pulau yang terletak diantara negara Timor Leste dan kawasan Timor Barat, bagian dari Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Banyak ditemukan pegunungan dan juga lempengan bumi, sehingga banyak dari warga yang bermukim di area lereng gunung, dan sangat dipengaruhi oleh lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Suku Atoni yang mendiami wilayah tengah pulau Timor tersebar di desa-desa yang berada pada Timor Tengah Selatan (TTS), dan Timor Tengah Utara (TTU). Jejak keturunan suku Atoni dapat dilihat dari tradisi yang masih diterapkan pada berbagai desa yang ada dan rumah adat yang serupa namun sebenarnya tidak sama. Pada wilayah TTS, terdapat desa Boti yang didiami oleh suku Boti yang dapat disebut keturunan suku Atoni. Desa Boti merupakan desa yang masih memegang adat dan budaya orang Timor, dan pada desa ini juga menganut animisme (Salukh, 2. Pada wilayah TTU, terdapat desa Maslete dan desa Kaenbaun yang juga merupakan desa yang ditinggali oleh keturunan suku Atoni. Pada wilayah TTS dan TTU, terdapat berbagai macam jenis rumah adat yang berbeda nama, fungsi, bentuk, struktur, dan sebagainya. Rumah adat yang ada pada wilayah TTS, dan TTU dibagi menjadi tiga yaitu Ume Kbubu. Sonaf Nis None, dan Ume Lopo. Ketiga desa tersebut memiliki keragaman yang cukup banyak pada jenis rumah adat Ume Kbubu dibandingkan dengan dua jenis rumah adat yang lain. Ada beberapa penelitian terdahulu terkait rumah adat Ume Kbubu di desa Maslete, desa Boti, dan desa Kaenbaun. Buku yang berjudul AuBangunan Adat Timor di Desa Maslete dan Desa BotiAy yang ditulis oleh Titien Saraswati . sebagian besar berisi dokumentasi dari survey site yang memuat sejumlah informasi mengenai bentuk, sistem struktur, sambungan yang digunakan oleh Ume Kbubu di desa Maslete dan desa Boti. Selain buku tersebut, ada juga penelitian yang dilakukan oleh Tjong Mei Lang . terkait makna rumah adat tradisional di desa Maslete, dan tentunya juga ada dokumentasi cukup lengkap yang membahas luar dan dalamnya rumah tradisional di desa Maslete khususnya terkait Ume Kbubu. Penelitian yang dilakukan oleh Dima . membahas konsep ruang dan sistem struktur secara lengkap mengenai Ume Kbubu di desa Kaenbaun. Penelitian- Timbulong. et al. / Keragaman / ACESA. Vol. No. April 2023, 56Ae66 penelitian tersebut sudah cukup banyak mengandung informasi mengenai Ume Kbubu di desa Maslete, desa Boti dan desa Kaenbaun sehingga akan digunakan sebagai referensi dari penelitian Penelitian ini lebih menekankan pada keragaman bentuk dan sistem struktur apa saja yang ada pada Ume Kbubu di desa Maslete, desa Boti, dan desa Kaenbaun. Elemen bentuk dan sistem struktur merupakan faktor penting dalam menentukan keragaman antar rumah tradisional. Meskipun nama rumah tradisional antara ketiga desa tersebut sama namun belum tentu bentuk dan sistem strukturnya juga sama. Dalam kasus rumah tradisional Ume Kbubu antara ketiga desa ditemukan keragaman dalam bentuk dan sistem strukturnya, hal ini menunjukkan bahwa rumah tradisional di Indonesia, tepatnya di pulau Timor ini sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan membahas mengenai keragaman, persamaan, dan penyebab terjadinya keragaman pada rumah adat Ume Kbubu di tiga desa yang berbeda melalui analisis elemen arsitektur terutama bentuk dan strukturnya. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dalam pelaksanaannya menggunakan analisis deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode arsip dengan studi Metode arsip dilakukan dengan cara mengumpulkan jurnal dari penelitian-penelitian sebelumnya, buku-buku, dan juga foto-foto yang berhubungan tentang rumah adat desa Maslete, desa Boti, dan desa Kaenbaun. Data yang didapatkan kemudian akan digunakan untuk meneliti bagian-bagian rumah dan tradisi dari adat masyarakat yang kemudian dijadikan pendukung data Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif, dimana data yang sudah dikumpulkan akan dianalisis lebih dalam dengan cara membuat 3D model baik secara tampilan luar . maupun tampilan dalam bangunan . Tujuan pembuatan 3D model berdasarkan referensi adalah untuk mempermudah proses analisis keragaman bentuk dan struktur Ume Kbubu di ketiga desa tersebut. Analisis ini terkait dengan sistem struktur, elemenelemen di dalam bangunan, dan sambungan-sambungan yang digunakan pada Ume Kbubu di ketiga desa. Hasil Analisis dan Pembahasan Adat dan Kebiasaan Suku Atoni di Pulau Timor. NTT Suku Atoni sering disebut juga suku Dawan. Atoin Meto, ataupun Atoni Pah Meto. Umumnya orang Atoni bertempat tinggal di pedalaman Pulau Timor bagian barat yang tersebar di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Kupang. Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Timor Tengah Utara. Pemukiman Suku Atoni sebagian besar berpusat pada lereng-lereng gunung dengan kondisi tanah yang amat kering, karena itu mereka menamakan dirinya Atoni Pah Meto yang berarti orang yang mendiami daerah kering (Mubyarto, . Orang-orang yang tinggal di kota menyebutkan orang Atoni dengan sebutan Auorang gunungAy atau Auorang asliAy, sedangkan Atoni sendiri berarti AumanusiaAy (Suparlan, . Gambar 2. Perkiraan letak desa Maslete, desa Boti, dan desa Kaenbaun Sumber: Djarot Purbadi, et al dan Google Maps Letak desa Maslete dan desa Kaenbaun berdekatan, yaitu dekat dengan kecamatan Kefamenanu. Desa Maslete merupakan sebuah perkampungan adat yang terletak tidak jauh dari jalan umum Kota Kefamenanu. Rumah-rumah adat yang ada di kampung ini bercampur dengan perumahan masyarakat sekitar dan tidak memakai pagar pembatas (Artanegara, 2. Begitu juga dengan desa Kaenbaun yang letaknya tidak jauh dari kecamatan Kefamenanu. Orang Kaenbaun terkenal sebagai orang yang sangat hormat dan taat kepada leluhur, antara lain karena selalu memulai dan mengakhiri kegiatan dengan ritual adat, baik ritual siklus pertanian maupun siklus Ketaatan kepada tradisi tampaknya menjadi semacam paradigma dalam kehidupan warga desa Kaenbaun (Djarot Purbadi, et al. Dua desa ini yang letaknya berdekatan dengan kecamatan Kefamenanu diduga sudah bercampur dengan kehidupan masyarakat modern. Berbeda dengan desa Boti yang terletak di Timor Tengah Selatan yang dinilai jarang terdengar oleh dunia luar, hal tersebut terjadi karena mereka hidup jauh dari perkotaan yaitu di daerah pegunungan (Gunawan, 2. Desa Boti kurang lebih berjarak 40 km dengan kota Soe. Pemda mengatakan bahwa suku Boti masih menganut animisme, punya adat dan aturan sosial sendiri, masih dipimpin oleh raja, dan memiliki cara hidup tradisional yang berbeda dengan masyarakat Perbedaan-perbedaan tersebut yang dianggap sebagai salah satu sebab mengapa Suku Boti dianggap AutertinggalAy dan AusulitAy untuk diajak terlibat dalam program-program Djono. Perbedaan Bentuk dan Struktur pada Ume Kbubu Desa Maslete. Desa Boti, dan Desa Kaenbaun Berikut ini tabel perbandingan bentuk dan struktur rumah adat suku Atoni Ume kbubu pada desa Maslete, desa Boti, dan desa Kaenbaun. Elemen Arsitektur Ume Kbubu Desa Maslete Ume Kbubu Desa Boti Ume Kbubu Desa Kaenbaun Gambar 3. Bentuk Ume Kbubu desa Maslete Sumber: Artanegara, 2020 Gambar 4. Bentuk Ume Kbubu desa Boti Gambar 5. Bentuk Ume Kbubu Bentuk Timbulong. et al. / Keragaman / ACESA. Vol. No. April 2023, 56Ae66 Ume Kbubu di desa Maslete memiliki bentuk lingkaran dengan diameter 3-5 meter. Berdasarkan gambar di atas. Bentuk atap di desa Maslete berbentuk lebih runcing dibandingkan dengan 2 Ume Kbubu di desa boti dan desa kaenbaun dan juga terdapat teras pada Ume Kbubu sebagai tempat menerima Dengan adanya teras ini. Ume Kbubu di desa Maslete ini terkesan terhadap lingkungan sekitar. Sumber: Saraswati. Berdasarkan gambar di atas. Ume Kbubu di desa Boti memiliki bentuk lingkaran dengan tonjolan pada bagian depan yang berfungsi sebagai entrance atau pintu masuk. Berbeda dengan desa Maslete dan desa Kaenbaun, rangka atap Ume Kbubu desa Boti menerus hingga ke tanah desa Kaenbaun Sumber: Purbadi, et al. Berdasarkan gambar di atas. Ume kbubu di desa Kaenbaun memiliki bentuk yang serupa dengan ume kbubu yang terdapat di desa Maslete, tetapi dengan bentuk atap yang lebih halus dan tidak terlalu runcing, dan tidak memiliki teras Diameter Ume Kbubu di Kaenbaun berukuran 5-6 meter. Dinding Gambar 7. Dinding dari rangka Sumber: Penulis, dibuat ulang Gambar 6. Dinding dan berdasarkan Saraswati. susunan rangka dinding Berdasarkan hasil pengamatan Sumber: Penulis, dibuat Ume Kbubu di desa boti, dinding ulang berdasarkan Lang, pada rumah ini berbeda dengan . Ume Kbubu desa lainnya, dimana Dinding terbuat dari papan kayu merah tanpa finishing dindingnya dibutuhkan ni ana yang konstruksinya dijepit atau tiang setinggi 0. 5-1 meter dengan balok kayu bagian sebagai rangka dinding, tetapi atas dan bawah . akpani pada desa boti rangka atap yang Kolom anak yang berupa usuk dan reng menjadi berfungsi menahan rangka rangka dinding seperti pada gambar di atas. Rangka atap dinding disebut Ni Ana, terdiri dari usuk yang berasal dari kolom ini berdiri tegak lurus, batang kayu diameter 5-7 cm bentuknya seperti pada kolom dengan panjang 400-500 cm, lalu umumnya, dan tiap kolom reng dari belahan bambu ukuran tersebut menopang jurai 1x3 cm. rangka atap seperti gambar di Gambar 8. Rangka dinding, kolom anak, dan ring balok Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Dima. Material pelapis dinding bagi Ume Kbubu desa Kaenbaun juga sama seperti Ume Kbubu dari desa Maslete, yaitu terbuat dari Namun ada sedikit perbedaan pada tiang yang menopang rangka dinding yaitu tiang anak (Ni An. Pada gambar di atas, terlihat tiang anak pada rumah ini mengikuti bentuk tiang induk yang ujung puncaknya berbentuk AuYAy yang berfungsi untuk menahan ring Tiang anak selain berfungsi sebagai penopang rangka dinding namun sekaligus membantu tiang utama menahan beban rangka atap melalui ring LangitLangit Struktur Atap Gambar 10. Rangka langit-langit dan rangka atap Sumber: Penulis Gambar 9. Rangka langitlangit dan rangka atap Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Lang, . Atap Ume Kbubu desa Maslete memiliki 2 balok utama yang ditopang oleh 4 tiang utama yang dicoak, lalu terdapat 2 tingkat tunis atau balok anak, yang pertama sebanyak 6 balok dan yang kedua sebanyak 12 balok, lalu tunis paling tengah menahan beban 1 tiang penyangga sebagai penopang pucuk atap. Langit langit rumah tertutup oleh loteng yang terdiri dari Nono tefu . alok pertama pembentuk rangka loteng yang menumpu di atas ni tef. Nono . alok berukuran lebih kecil dari suaf yang melintang di atasny. , dan Tunis . alok berukuran lebih kecil dari nono yang Konstruksi langit langit menggunakan sistem sendi dan ikat (Tjong Mei Lang. Gambar 11. Detail rangka loteng Sumber: Lang. Berdasarkan gambar di atas, terdapat 2 balok utama yang ditopang oleh 4 tiang utama yang sudah di coak agar lebih mudah ditopang dan juga diikat. Lalu diatas 2 balok utama terdapat tunis . alok ana. yang terdiri dari 2 lapis, lapisan pertama terdapat balok anak berjumlah 4 buah dengan diameter 6-7 cm. Letak tunis pada lapisan bawah bersilangan dengan letak balok utama, lalu pada lapisan kedua berjumlah 6 buah dan letaknya bersilangan juga dengan tunis lapisan pertama atau posisinya sejajar dengan balok utama. Lalu terdapat juga kolom tengah di atas balok anak tersebut dengan diameter 10-15 cm yang berfungsi sebagai penopang pucuk atap. Gambar 12. Rangka langitlangit dan rangka atap Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Dima. Ume Kbubu desa Kaenbaun tidak terdapat loteng. Bangunan pada desa ini menggunakan Tfa kayu yang melintang pada bagian dalam memperkuat struktur atap dan . Fungsi Tfa ini secara tidak langsung sama dengan fungsi loteng Ume Kbubu kedua perbedaannya hanya berupa rangka kayu dan persediaan makanannya digantung. Pada struktur atap terdapat nok (Lae. penopang usuk (Sua. Nok biasanya terbuat dari bahan kayu lingkungan sekitar desa (Dima. Kolom Gambar 13. Letak kolom Ume Kbubu desa Maslete Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Lang, . Ume Kbubu desa Maslete memiliki 4 kolom utama Gambar 14. Letak kolom Ume Kbubu desa Boti Sumber: Penulis Terdapat 4 kolom utama dengan ketinggian sekitar 2 m . iameter 20-30 c. , dan 2 tiang tambah Gambar 15. Kolom utama Ume Kbubu desa Kaenbaun Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Dima. Ume Kbubu desa Kaenbaun memiliki struktur kolom yang unik dibanding desa Maslete dan desa Boti. Pada desa ini, kolom utama Ume Kbubu ini hanya Timbulong. et al. / Keragaman / ACESA. Vol. No. April 2023, 56Ae66 dengan ketinggian 1. 5m dan lebarnya sekitar 20cm, kolom dinding . i an. menopang dinding penutup papan kayu merah dan kolom . i menumpu struktur rangka pada bagian depan sebagai jalan masuk dengan ketinggian 1-1. iameter lebih kecil dari tiang utam. yang terbuat atau berbahan dari kayu kasuari atau kayu kusambi (Saraswati, 2016, . juga kayu putih atau kayu merah yang kuat dan tahan terhadap cuaca (Iswanto, 2. berjumlah 1 yang terletak di tengah bangunan seperti pada gambar di atas. Kolom utama atau induk ini dapat disebut juga ni enaf. Kolom tersebut berbentuk AuYAy pada puncaknya untuk menyangga nok. Kolom anak juga berperan dalam menahan beban atap melalui ring balok yang menjadi tumpuan dari usuk. Joint KolomBalok Gambar 18. Isometri sistem struktur Ume Kbubu desa Kaenbaun Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Dima. Gambar 16. Isometri sistem struktur Ume Kbubu desa Maslete Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Lang, . Terdapat 4 kolom utama yang berfungsi untuk menopang rangka loteng dimana ujung dibiarkan bercabang / tercoak agar dapat menyangga 2 balok diatasnya . lalu menopang nono dan tunis Terdapat juga ni ainaf / tiang bubungan yang berfungsi untuk menyangga puncak atap rumah yang jumlahnya semua pertemuan Gambar 17. Isometri sistem struktur Ume Kbubu desa Boti Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Saraswati. Pada bangunan ini joint kolom utama - balok utama dengan cara dicoak pada bagian atas 4 kolom agar balok bisa bertumpu dan lebih mudah diikat, lalu 2 balok utama tersebut menahan beban 2 tingkat dari balok anak, lalu pada balok anak di atasnya terdapat tiang penyangga atap dengan diameter yang lebih kecil dari kolom utama. Pada bangunan ini, penyatuan bentuk struktur dan penutup atap dominan menggunakan sistem ikatan pada sambungannya. Terdapat 3 bahan untuk menggunakan tanaman rambat yang disebut tufe, serat kulit bambu, dan serat nanas hutan yang disebut ektani (Dima. Cara mengikatnya tetap sama namun bahan yang Sambungan dengan nok, dan sambungan kolom anak dengan ring balok antar join ini disatukan dengan cara diikat. Kolom utama, dan kolom anak ditanam dalam tanah yang dikelilingi pondasi batu. Pintu Gambar 20. Ilustrasi tampilan penutup pintu Sumber: Penulis Gambar 21. Tampilan akses masuk bangunan Sumber: Saraswati. Gambar 19. Tampilan akses Pada gambar di atas, akses masuk kedalam Ume Kbubu desa Boti masuk bangunan melalui tonjolan pada bagian Sumber: Penulis, dibuat depan dengan tinggi 1 meter ulang berdasarkan Lang, dimana untuk memasuki Ume Sesuai gambar di atas. Ume Kbubu, orang harus merangkak Kbubu desa Maslete hanya untuk masuk. Pada akses masuk memiliki sebuah pintu pada ini, penghuni menggunakan dinding pembatas siAou dan bahan kain sebagai pintu/penutup Jumlah pintu yang dari akses tersebut. sehingga suhu udara didalam rumah hangat (Tjong Mei Lang, 2. Gambar 22. Tampilan akses masuk bangunan Sumber: Purbadi, et al. Jika dilihat pada gambar, akses masuk rumah hampir sama dengan akses masuk Ume Kbubu desa Maslete yaitu hanya terdapat 1 pintu masuk pada depan rumah dan pintunya terbuat dari papan kayu yang Namun terdapat perbedaan, dimana Ume Kbubu desa Maslete memiliki ventilasi sedangkan Ume Kbubu di desa Kaenbaun ventilasi tersebut. Ventilasi / Bukaan Gambar 26. Tampak 3D model keseluruhan dari luar Sumber: Penulis Gambar 24. Tampilan celah kecil pada rangka atap Timbulong. et al. / Keragaman / ACESA. Vol. No. April 2023, 56Ae66 Sumber: Penulis Gambar 23. Tampilan celah kecil pada dinding dan ventilasi di atas pintu Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Lang, . Dinding terbuat dari kayu yang disatukan sehingga terdapat celah kecil untuk sirkulasi udara. Pada gambar di atas, terlihat ventilasi diatas pintu masuk utama sehingga dapat membantu sirkulasi udara yang masuk dan keluar. Gambar 25. Akses masuk rumah Sumber: Saraswati. Berdasarkan gambar di atas, tidak terdapat bukaan sebagai pertukaran udara selain pintu, namun terdapat celah kecil pada dinding yang juga bisa menjadi sirkulasi udara, tetapi tidak seefektif Ume Kbubu desa yang lain, dimana bangunan ini dindingnya tertutup dengan material penutup atap yaitu alang-alang. Gambar 27. Dinding bambu Sumber: Dima. Berdasarkan gambar di atas, tidak ada bukaan ventilasi pada bangunan ini, namun dindingnya terbuat dari bambu yang memungkinkan sirkulasi udara dan berkas cahaya masuk melalui celah-celah kecil pada Elemen Pengisi Ruang Interior Gambar 28. Denah Ume Kbubu desa Maslete Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Lang, . Berdasarkan gambar di atas. Bangunan ini terbagi menjadi 2 zona yakni SiAou yang merupakan area penerima tamu dan Nanan sebagai tempat memasak, makan, tidur dan menyimpan benda pusaka dan keramat. Gambar 29. Denah Ume Kbubu desa Boti Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Saraswati. Berdasarkan gambar, elemen pengisi ruang interior rumah ini ada tempat tidur buat anak dan orangtua, tungku, perabot lalu ada struktural yaitu kolom dan rangka atap yang menerus sampai ke tanah. Bentuk denah bangunan ini memiliki tambahan setengah lingkaran pada bagian depan yang digunakan sebagai akses masuk. Gambar 30. Denah Ume Kbubu desa Kaenbaun Sumber: Penulis, dibuat ulang berdasarkan Dima. Berdasarkan gambar di atas, elemen pengisi ruang interior pada bangunan ini ada area istirahat, area memasak, area ritual adat yang terletak ditengah-tengah (Dima, 2. Bentuk denah ini mirip dengan denah Ume Kbubu desa Maslete hanya saja tidak memiliki SiAou . eras penerima tam. Persamaan pada Ume Kbubu Desa Maslete. Desa Boti, dan Desa Kaenbaun Elemen-elemen arsitektur yang memiliki persamaan yaitu terletak pada pondasi, pelapis lantai, dan penutup atap. Pondasi yang digunakan pada ketiga Ume Kbubu adalah sistem pondasi baki karena terbuat dari batu. Batu gunung ceper akan disusun secara melingkar dengan diameter yang dibutuhkan. Batu-batu ini berfungsi untuk menahan dinding agar tidak langsung menyentuh tanah dan juga untuk menahan agar air tidak masuk ke dalam Ume Kbubu saat terjadi hujan. Pondasi batu ini juga berfungsi sebagai penopang dinding dan kolom-kolom Ume Kbubu yang langsung ditanam ke tanah. Seiring zaman, sebagian Ume Kbubu sudah menggunakan pondasi batu kali dengan material semen (Dima, 2. Gambar 31. Sketsa detail pondasi dan keterangannya . iri & tenga. , pondasi Ume Kbubu desa Kaenbaun . Sumber: Juta . alam Florianus 2004, p. 48 & . dan Dima . Persamaan kedua terletak pada elemen lantai di ketiga Ume Kbubu yang berupa tanah. Persamaan ketiga terletak pada material penutup atap dari ketiga desa sama-sama menggunakan material alang-alang yang disebut hun dengan berbagai ukuran atau panjang sesuai kebiasaan desa masing-masing. Batang alang-alang diikat menyerupai sapu kemudian diikatkan pada Tanpani. Gambar 32. Tanpani sebagai tempat mengikat alang-alang . , dan Tanpani pada Ume Kbubu yang belum selesai . Sumber: Dima. Kesimpulan Ume Kbubu dari ketiga desa di pulau Timor memiliki keragaman dan ada juga beberapa Keragaman yang cukup signifikan antara Ume Kbubu desa Maslete, desa Kaenbaun, dan desa Boti terletak pada bentuk, dan sistem struktur. Bentuk Ume Kbubu desa Maslete terkesan lebih terbuka dengan adanya tambahan teras penerima tamu, dan sistem strukturnya terdiri dari 4 kolom ditengah yang dicoak untuk menopang balok. Ume Kbubu desa boti memiliki bentuk unik yang memiliki tonjolan yang berfungsi sebagai teras namun tertutup , atapnya yang sampai tanah berfungsi sebagai dinding dan sistem strukturnya mirip dengan desa Maslete namun usuk dan rengnya sampai tanah sehingga kesannya sangat tertutup. Ume Kbubu desa Kaenbaun juga unik karena memiliki sistem struktur yang berbeda dengan kedua desa lainnya, di mana sistem strukturnya hanya memiliki 1 kolom utama yang menopang seluruh rangka atap dan bentuknya mirip dengan desa Maslete namun tidak memiliki teras dan bentuk atapnya sedikit berbeda. Persamaan Ume Kbubu di ketiga desa yaitu terletak pada pondasi yang terbuat dari batu gunung ceper yang disusun melingkar, lalu persamaan kedua pada pelapis lantai yang masih menggunakan tanah asli sebagai lantai rumah, kemudian persamaan ketiga terletak pada penutup atap yang menggunakan material lokal yaitu alang-alang. Keragaman Ume Kbubu di ketiga desa dipengaruhi oleh sumber daya alam yang tentu mempengaruhi perbedaan pada material dan cara penggunaannya karena bergantung oleh material lokal yang ditemukan di sekitar area desa. Desa Boti yang lebih tertutup, jauh dari kota, susah diakses, dan kebiasaan masyarakat setempat yang berbeda memiliki perbedaan dari 2 desa lainnya yaitu Desa Maslete dan Desa Kaenbaun yang lebih Timbulong. et al. / Keragaman / ACESA. Vol. No. April 2023, 56Ae66 terbuka, mudah diakses, dan masyarakat yang lebih terbuka akan globalisasi juga. Hal-hal tersebut yang menimbulkan keragaman pada Ume Kbubu di ketiga desa terutama pada bentuk dan sistem Daftar Pustaka