Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PELAYANAN REHABILITASI SOSIAL DI WISMA LANSIA HARAPAN ASRI KOTA SEMARANG Dian Kurnia Damayanti1*. Mintarsih Arbarini 2. All Fine Loretha3. 1,2,3 Program Studi Pendidikan Luar Sekolah. Universitas Negeri Semarang Article history Received : 26 Juni 2024 Revised : 30 Juni 2024 Accepted : 3 Juli 2024 *Corresponding author Email : 1kurniadian496@students. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : . Peran pekerja sosial dalam pelayanan rehabilitasi sosial di Wisma Lansia Harapan Asri, . Faktor pendukung dan penghambat pelayanan rehabilitasi sosial di Wisma Lansia Harapan Asri Kota Semarang. Peneliti menggunakan metode kualitatif sebagai metode Subjek pada penelitian artikel ini adalah Pekerja Sosial. Perawat dan Lansia di Wisma Lansia Harapan Asri. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi . Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa : . Pelaksanaan pelayanan rehabilitasi sosial terhadap klien meliputi pemenuhan fasilitas, perantara, mediator, pembela, pelindung dan pendidik, . Pemaparan faktor penghambat dan faktor pendukung terlaksananya pelayanan rehabilitasi sosial di Wisma Lansia Harapan Asri. Kata kunci: Pekerja Sosial. Lanjut Usia. Pelayanan Rehabilitasi Sosial ABSTRACT This research aims to describe: . The role of social workers in social rehabilitation services at Wisma Lansia Harapan Asri, . Supporting and inhibiting factors for social rehabilitation services at Wisma Lansia Harapan Asri. Semarang City. Researchers use qualitative methods as research methods. The subjects in this research article are Social Workers. Nurses and the Elderly at Wisma Lansia Harapan Asri. Data collection techniques use observation, interview and documentation The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The data validity technique used is source triangulation and technical triangulation. The research results show that: . The implementation of social rehabilitation services for clients includes the provision of facilities, intermediaries, mediators, defenders, protectors and educators, . Explanation of the inhibiting and supporting factors for the implementation of social rehabilitation services at Wisma Lansia Harapan Asri. Keywords: Social Worker. Elderly. Social Rehabilitation Services Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus PENDAHULUAN Penduduk lanjut usia diprediksi akan mengalami peningkatan hingga mencapai lebih dari 16% pada tahun 2050 (United Nations Department of Economic and Social Affairs, 2. Meningkatnya penduduk lanjut usia juga memunculkan beberapa masalah seperti kemiskinan, keterlantaran hingga perilaku kekerasan ketergantungan terhadap orang lain dalam pemenuhuan kebutuhan (Haeruddin, 2. Lanjut usia mengalami penurunan pada fisik dan psikologis (Maharani & Nurullya, 2. Penurunan fisik ditandai dengan kulit yang mulai keriput, pengelihatan serta pendengaran berkurang, tubuh menjadi mudah lelah hingga gerakan menjadi lambat (Firmawati & Ali, 2. Berkurangnya fungsi fisik pada lansia juga biasanya disertai dengan timbulnya Permasalahan yang seringkali dihadapi lanjut usia salah satunya adalah penurunan fungsi psikologis berupa menurunnya kemampuan lansia untuk beradaptasi dengan lingkungannya (Ilmi et al. , 2. Dukungan sosial adalah cara positif untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia. Adanya dukungan kepada lanjut usia dapat membantu lanjut usia untuk terus dapat meningkatkan harapan hidup lanjut usia (Indrayogi et al. , 2. Kesiapan menerima perubahan dalam berbagai bidang kehidupan merupakan salah satu hal yang berubah secara signifikan selama masa tua adalah kehidupan sosial. Perubahan fisik-kognitif bersamaan dengan perubahan sosial, jika tidak ditangani secara positif, perubahan pada bidang sosial yang dialami oleh lanjut usia dapat memicu terjadinya sumber stres tersendiri. (Lopez & Snyder, 2. Alwisol Jung mengatakan bahwa tahap lanjut usia adalah tahap bertambahnya kebutuhan perhatian hampir sama dengan masa kanak-kanak karena dalam fungsi bawah sadarnya kembali seperti masa lalu dan fungsi psikologisnya membuat lanjut usia kesulitan daalam berfikir kedepan yang membuat kesulitan kehidupan tanpa tujuan yang pasti (Pasrah et al. , 2. Pada 2019, jumlah lanjut usia di Indonesia kenaikan sebesar 27,5 juta, atau 10,3%, dan 57,0 juta, atau 17,9%, pada tahun 2045 (Statistik, 2. Penambahan penduduk lanjut usia memiliki konsekuensi yang Hampir setiap aspek kehidupan telah dipengaruhi oleh berbagai kesulitan yang disebabkan oleh penuaan populasi. Indonesia penduduk tua sejak 2021. Fenomena ini mungkin merupakan bonus demografi kedua, yaitu ketika jumlah orang tua meningkat tetapi tetap produktif dan berkontribusi pada ekonomi negara. Perawatan lanjut usia bukan merupakan hal baru di Indonesia, sekarang ini mudah menemukan beberapa fasilitas rehabilitasi lanjut usia yang dikelola oleh badan pemerintah negeri maupun dari pihak swasta. Untuk mencapai tujuan meningkatkan kualitas hidup dan kualitas hidup lansia, maka perlu meningkatkan jenis pelayanan, kualitas pelayanan, dan jangkauan warga lanjut usia. (Akbar, 2. Penting untuk mendapatkan pemahaman tentang harapan dan perawatan cerdas di rumah pelayanan lansia. Pemahaman membantu dalam pengembangan panti lansia pintar yang layak, terjangkau, dan berpusat pada lanjut usia dapat lebih memenuhi kebutuhan lansia di masa depan. (Zhao et al. , 2. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus Sebagaimana (Zastrow, 2. dalam Introduction to Social Work and Social Welfare, pekerjaan sosial adalah profesi yang memiliki peran yang kesejahteraan sosial. Zastrow memaparkan bahwa pekerjaan sosial memiliki tugas dan fungsi utama untuk memberikan pelayanan dalam rangka mencapai keberfungsian Misi utama Pekerja Sosial adalah memenuhi tanggung jawab ini. Pelayanan dasar, kesehatan, dan pelayanan yang terkait dengan kondisi sosial, emosional, psikologis, dan finansial adalah semua masalah dan kebutuhan yang dihadapi oleh orang tua, merujuk pada masalah dan kebutuhan yang telah disebutkan sebelumnya. (Hasbiani, 2. Pelayanan merupakan aktivitas yang ditujukan untuk lingkungan sosialnya atau biasa disebut lanjut usia dapat dikategorikan dalam beberapa kategori menurut ahli yang pertama ialah menurut (Ruth J. Parsons. James D. Jorgensen, 1. peran pekerja sosial dalam pelayanan meliputi fasilitator, broker, mediator, pembela, pelindung dan Sedangkan menurut (Ife, 2. pelayanan pekerja sosial meliputi peranan fasilitatif, peranan educational, peranan repretasional dan peranan teknis. Rehabilitasi bentuk rehabilitasi yang lebih komprehensif pendekatan interdisipliner, multi-tujuan dan holistik. Dalam jenis ini rehabilitasi, beragam layanan rehabilitasi seperti pendidikan, medis, vokasi dan psikologi disediakan dalam satu paket. Tujuannya di sini adalah untuk memastikan bahwa klien berintegrasi kembali sepenuhnya ke dalam masyarakat, dan menghargai miliknya atau kecacatannya, terutama dalam hal cacat tetap (Onalu et al. , 2. Berdasarkan penelitian pada 11 negara, setidaknya satu dari delapan orang lanjut usia melaporkan memiliki tiga atau lebih penyakit kronis, dengan angka tertinggi sebesar 36 persen di AS hingga terendah sebesar 13 persen di Selandia Baru. Setidaknya 10 persen lansia juga fungsional, seperti membutuhkan bantuan dalam berbelanja atau mengelola obatobatan (Osborn et al. , 2. Diikuti oleh penelitian yang dilakukan The National Team for the Acceleration of Poverty Reduction (TNP2K) di tiga wilayah Indonesia yaitu Jakarta. Bali dan Jogjakarta mendapatkan kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat masalah kesehatan dan penyakit di kalangan lansia. Berdasarkan angka menunjukkan bahwa, secara nasional terdapat satu setengah . ,5 perse. penduduk lanjut usia dari 40 persen terbawah mempunyai keluhan kesehatan. Di Jakarta dan Bali, lansia berada pada kelompok 40 terbawah persen mempunyai jumlah masalah kesehatan dan penyakit yang lebih banyak dibandingkan kelompok lain di Jogjakarta. Selanjutnya, tingkat permasalahan kesehatan pada lansia tertinggi terdapat pada 20 persen pengeluaran teratas kelompok, sedangkan angka kondisi sakit tertinggi berada pada kelompok 40 persen menengah (TNP2K. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa sekitar 15% orang dewasa berusia 60 tahun ke atas menderita Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus gangguan mental. Selain itu, perubahan hidup seperti pensiun atau kehilangan juga dapat berdampak pada kesehatan mental individu lanjut usia. Berbicara dengan ahli kesehatan mental untuk diagnosis dan pengobatan dapat membantu meringankan beberapa gejala ini, serta menghubungi kontak darurat untuk mendapatkan Beberapa contoh masalah kesehatan mental yang dialami orang lanjut Penurunan termasuk Alzheimer dan demensia. Depresi. Kecemasan. Gangguan tidur. Gangguan kepribadian yang gejalanya dapat meningkat seiring bertambahnya Permasalahan lansia tidak hanya terbatas pada kesehatan saja. Orang lanjut usia juga dapat menghadapi masalah yang berasal dari luar masyarakat. (Rodriguez. Karangan Blom yang berjudul AuProgram On The Global Social Protection of Older PeopleAy memaparkan bahwa ada tiga faktor utama yang membuat lansia rentan: Lanjut usia sudah tidak produktif secara . Lanjut Usia rentan terhadap permasalahan kesehatan. Lanjut usia memerlukan bantuan dari seorang Meski demikian, kerentanan ini berbeda antara satu orang lanjut usia dengan orang lainnya (Bloom et al. , 2. Salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah untuk upaya mensejahterakan lansia, pemerintah dan lembaga swasta mengadakan lembaga yang disebut panti wredha dalam mensejahterakan lanjut usia, kebutuhan dari lanjut usia. Panti wredha merupakan opsi yang dapat digunakan lanjut usia untuk menghabiskan masa senjanya dan menciptakan kondisi yang tentram antar lanjut usia Wisma Lansia Harapan Asri merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial dari Yayasan Mardiwijana yang bertugas dalam perlindungan, pelayanan dan jaminan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan lanjut Pekerja sosial yang tinggal di dalam wisma lansia itu memiliki peran yang penting karena pekerja sosial yang langsung berhadapan dengan lanjut usia dan membantu lansia. Dukungan dari keluarga yang memungkinkan diberikan dengan intensif yang sama pada saat usia lanjut dapat di gantikan dengan oleh pekerja sosial, pengasuh atau perawat di wisma lansia. Dukungan motivasi positif yang diberikan oleh pekerja sosial di wisma lansia dapat menaikan angka kesejahteraan usia lanjut, maka dari itu pekerja sosial diharapkan memiliki tingkat pendidikan yang sesuai dengan keahlian di bidang perkerjaan sosial, sehingga pekerja sosial dapat membantu mensejahterakan lanjut Sejalan dengan hal tersebut maka peneliti tertarik meneliti tentang peran pekerja sosial kepada lanjut usia di Wisma Lansia Harapan Asri dalam pelayanan rehabilitasi sosial lanjut usia dan hambatan yang ditemui pekerja sosial dalam menjalankan perannya. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan yaitu metode penggambaran tentang keadaan objek yang sesungguhnya secara objektif. Desain (Moleong, 2. digunakan untuk lebih memahami arti dari suatu fenomena dan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus menemukan kaitannya terhadap orangorang pada kondisi tertentu. Alasan penelitian jenis ini karena peneliti ingin memberikan gambaran tentang pelayanan serta rehabilitasi sosial yang dilaksanakan di Wisma Lansia Harapan Asri Kota Semarang sebagai tempat tinggal baru bagi Peneliti ingin mendalami proses rehabilitasi sosial pada lansia serta mendeskripsikan perubahan yang dialami lansia setelah mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial. Kegiatan pendekatan wawancara dan dokumentasi sejak tanggal 19 Februari 2024 hingga 23 April 2024. Lokasi penelitian berada di Wisma Lansia Harapan Asri Kota Semarang yang berada di Jl. Tusam Raya No. Pedalangan. Kec. Banyumanik. Kota Semarang. Jawa Tengah 50268. Penentuan lokasi dikarenakan keterjangkauan lokasi penelitian dengan lokasi penulis, serta setelah melakukan kegiatan observasi ditemukan kecocokan antara teori yang digunakan peneliti dengan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang ada di Wisma Lansia Harapan Asri Kota Semarang. Kegiatan wawancara melibatkan 5 . informan yang terdiri dari 1 pekerja sosial, 2 perawat dan 2 lanjut usia yang terlibat aktif dalam kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial lanjut usia sehingga hasil penelitian akan menjadi lebih bermakna. Triangulasi teknik dan sumber digunakan untuk mencapai keabsahan data (Sugiyono, 2. Triangulasi sumber melibatkan meninjau data dari berbagai sumber melalui berbagai cara atau waktu, seperti pekerja sosial, perawat, dan lanjut melibatkan meninjau data dari berbagai sumber melalui berbagai cara atau waktu. Selanjutnya, (Huberman. & Miles. , 1. Teknik-teknik pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Isi Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan Peran Pekerja Sosial dalam Pelayanan Rehabilitasi Sosial Pelayanan merupakan layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu maupun kelompok rentan yang membutuhkan Wisma Lansia Harapan Asri bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengoptimalkan pelayanan rehabilitasi untuk lansia seperti dengan pihak perawat, dokter, psikolog, keluarga lansia, volunteer organisasi hingga pihak swasta. Pelayanan rehabilitasi sosial meliputi beberapa aspek yaitu : fasilitator, broker, mediator, pembela, pelindung dan pendidik. Peran Pekerja sosial Sebagai Fasilitator Pekerja sosial mengemban tugas sebagai fasilitator yang bertujuan untuk menguntungkan antar individu dan lingkungan sosial. Keterampilam yang dimiliki pekerja sosial akan berdampak pada layanan kesejahteraan sosial lansia, yang merupakan komponen utama yang harus diberikan fasilitator pekerja sosial kepada lansia. (Restiana, 2. Pekerja sosial membantu lanjut usia untuk keberfungsian sosial yang optimal. Peran pekerja sosial dalam kegiatan pelayanan di Wisma Lansia Harapan Asri Kota Semarang melibatkan semua lansia agar pekerja sosial bisa mengerti tentang semua kebutuhan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus mengembangkan potensi yang dimiliki Pemberian motivasi kepada lanjut usia dengan berbagai program pelayanan bimbingan rohani melalui memfasilitasi sarana pemenuhan kebutuhan spiritual melalui acara misa bagi umat katholik setiap hari minggu dan disediakan mushola dan membaca quran bersama bagi lansia yang beragama islam,. Bimbingan fisik seperti disediakan kursi roda bagi lansia yang kesulitan berjalan, kegiatan senam yang diadakan setiap pagi, disediakan gym bagi lansia yang ingin melakukan aktifitas fisik disela waktu luang. Untuk kegiatan kognitif disediakan kartu untuk bermain, halma dan juga congklak. Gambar 1. Lansia Bermain Permainan Kartu Aktivitas pekerja sosial sebagai fasilitator adalah sebagai penyedia layanan dan membantu lansia mengoptimalkan kegiatannya sehari-hari. Fasilitas di wisma lansia sangat lengkap mulai dari penunjang kesehatan seperti kursi roda, ambulance siaga dan adapun mobil yang khusus disediakan untuk lansia yang kesulitan berjalan, berikutnya fasilitas seperti oksigen yang dapat digunakan sewaktu-waktu lansia mengalami sesak nafas. Wisma Lansia Harapan Asri menyediakan kolam ikan yang tadinya tidak terurus lalu dimanfaatkan lansia yang gemar budidaya ikan lalu memanfaatkan fasilitas tersebut untuk budidaya ikan, lalu hasil panen ikan tersebut digunakan untuk acara makan bersama lansia dan dibantu oleh pekerja sosial dalam pelaksanaannya. Gambar 2. Kegiatan Makan Ikan Bersama Tugas sebagai fasilitator tidak berhenti hanya menyalurkan fasilitas kepada lansia namun juga memberikan dukungan serta motivasi kepada lansia agar lansia tidak merasa sendiri. Pemberian kebutuhan makanan sehari-hari kepada lansia juga telah diatur sesuai dengan takaran, jika ada lansia yang tidak suka atau alergi terhadap makanan tertentu dapat disampaikan kepada pekerja sosial agar disediakan menu yang tidak menimbulkan alergi bagi lansia. Pekerja sosial tugasnya dalam menjadi fasilitator yaitu memberikan pelayanan dan memberikan arahan sebaik mungkin kepada lansia mengenai kegiatan yang ada disini, jika ada kegiatan juga pasti akan dibagikan melalui grup lansia Dapat disimpulkan bahwa peran pekerja sosial sebagai fasilitator di Wisma Lansia Harapan Asri Kota Semarang yaitu memberikan dukungan kepada lansia dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh wisma dengan memberikan semua yang mengembangkan potensi mereka, seperti sarana untuk bimbingan fisik, seni, keagamaan, dan keterampilan, sehingga lanjut usia dapat menjadi individu yang Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus bermanfaat bagi masyarakat dan diri mereka sendiri, khususnya di Wisma Lansia Harapan Asri Kota Semarang. Peran Pekerja Sosial sebagai Broker Seorang pekerja sosial yang bekerja menjalankan tugasnya sebagai broker menghubungkan klien atau anak dengan lembaga yang relevan dan membantu mereka berhubungan dengan sumber lain yang dapat membantu dalam pemecahan (Asdar et al. , 2. Lanjut usia biasanya tidak mengetahui sumber yang digunakan untuk pelayanan masyarakat, pekerja sosial bertugas menghubungkan mereka dengan sistem sumber yang (Pujileksono & Wuryanti, 2. Peran pekerja sosial dalam menjadi broker atau perantara yaitu sebagai penghubung antara lansia dengan pihak lainnya, seperti menjalin kerja sama dengan pihak rumah sakit untuk peningkatan layanan kesehatan, penyedia layanan informasi dan bantuan tenaga pekerja dari Pelayanan kesehatan dilakukan dengan adanya kunjungan dokter setiap hari senin-jumAoat dan seminggu dua kali rutin dilakukan pengecekan tensi pada lanjut usia, untuk kesehatan psikologis juga disediakan psikolog untuk menangani masalah tersebut, untuk lansia yang mengalami permasalahan psikologis tidak dipisah dengan lansia lain karena hanya sesekali saja kambuhnya dan akan dipanggilkan psikolog disaat terjadi hal Fisioterapi juga diadakan disini bekerjasama dengan ahli fisioterapi yang akan datang sesuai jadwal terapi masingmasing lansia karena hanya ada 2 ahli, maka dari itu dibagi jadwalnya untuk setiap Wisma Lansia Harapan Asri melakukan seminar kerjasama dengan pihak tertentu untuk membantu lansia Pekerja sosial sebagai perantara antara pihak luar dengan lansia, pekerja sosial akan menilai terlebih dahulu apakah kegiatan yang diadakan sejalan dengan lansia atau tidak lalu setelah itu acara tersebut dapat dilaksanakan. Gambar 3. Pelaksanaan seminar yang diisi oleh dokter Kegiatan yang saat ini sedang terlaksana di Wisma Lansia Harapan Asri adalah dari gereja setiap hari rabu untuk membantu merawat lansia, dan sering diadakan seminar mengenai kesehatan dari RS. Elizabeth atau RS Tlogorejo dan dari puskesmas terdekat juga mengadakan acara Tidak hanya kegiatan seminar saja yang dilaksanakan oleh pihak eksternal namun juga ada relawan dari gereja yang membantu pelaksanaan pelayanan di wisma lansia, tidak jarang mahasiswa juga mengadakan kegiatan seperti senam yang dilaksanakan di hari tertentu untuk membantu menunjang kebugaran lansia. Peran Pekerja Sosial Sebagai Mediator Pekerja sosial memiliki tugas menyelesaikan konflik di antara dua pihak atau lebih, tetap bersikap tidak memihak Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus satu atau lebih pihak dan bersikap netral. Tugas mereka adalah membantu kedua belah pihak mencapai kesejahteraan (Miranti & Nisai, 2. Peran pekerja sosial di Wisma Lansia Harapan Asri yaitu sebagai mediator atau penengah saat terjadi konflik yang terjadi antar lansia. Tidak dapat dipungkiri bahwa konflik pasti akan terjadi antar klien karna adanya faktor usia dan kondisi kesehatan yang sudah menurun. Pekerja sosial bertugas untuk menjadi penengah di antara kedua pihak yang berkonflik agar tujuan kesejahteraan dari kedua belah pihak dapat tercapai tanpa ada yang merasa menang atau kalah. Antar lansia seringkali terjadi kecurigaan satu sama lain dan terjadi salah Permasalahan kesehatan yang paling sering terjadi dikarenakan kondisi tubuh yang sudah tidak fit. Hubungan satu sama lain antar lansia bisa dikatakan cukup dekat, namun tidak dipungkiri bahwa konflik pasti akan terjadi mengingat tinggal bersama satu sama lain tidaklah mudah, maka peran pekerja sosial sebagai penengah dibutuhkan disini. Dalam menangani kasus pekerja sosial harus bersikap netral dan tidak memihak satu pihak agar proses mediasi berjalan dengan baik. Mediasi yang dilakukan antar pekerja dan lansia yang sedang mengalami masalah, memberikan nasihat dan berusaha mendamaikan lanjut usia yang memiliki Untuk permasalahan yang berkaitan dengan masalah kesehatan psikis, disediakan ahli psikologi untuk menangani permasalahan lansia, dan juga dokter untuk permasalahan fisik, kunjungan dokter rutin dilakukan setiap senin-jumat dan ada dokter jaga yang bertugas setiap hari disini. Penyelesaian konflik yang terjadi pada klien dilakukan dengan melibatkan pihak lain, misalnya permasalahan yang terjadi mengenai masalah kesehatan maka akan melibatkan dokter untuk memantu dihadapi lansia. Jika permasalahan yang terjadi yaitu permasalahan antar lansia maka cara mediasi yang dilakukan oleh pekerja sosial yaitu dengan mengajak lansia mengobrol dan menanyakan apa yang sebenernya terjadi lalu selanjutnya pekerja sosial akan memberikan mediasi kepada lansia yang sedang mengalami konflik. Penyelesaian melibatkan keiuarga jika dirasa sulit untuk ditangani pekerja sosial. Pekerja sosial permasalahan yang terjadi dapat diatasi dengan baik dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Peran Pekerja Sosial Sebagai Pembela Pembeda pekerja sosial dengan profesi penolong lainnya adalah advokasi atau pembela. Pekerja sosial melalui kegiatan advokasi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam layanan yang berorientasi pada kebijakan atau pedoman. (Dalrymple & Boylan, 2. Peran advokat melibatkan langkah maju dan berbicara atas nama sistem klien. Peran advokat merupakan salah satu peran terpenting seorang pekerja sosial generalis dapat berasumsi, meskipun terdapat potensi kesulitan (Zastrow et al. Pekerja sosial Wisma Lansia Harapan Asri akan mendengarakan keluhan yang disampaikan lansia kepada pihak yang lebih tinggi agar keluhan lansia dapat didengarkan. Selanjutnya pekerja sosial akan memberikan yang terbaik dalam pelayanan di panti wredha. Peran sebagai pembela akan mengusahakan kepentingan lansia agar lebih diperhatikan jika lansia Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus menyampaikan masukan kepada atasan pekerja sosial akan menjadi perantara. Tugas pekerja sosial di Wisma Lansia Harapan Asri adalah memenuhi hak-hak lansia yang meliputi hak untuk mendapatkan perawatan yang layak dan kehidupan yang baik di wisma karena tujuan lansia memilih tinggal di Wisma Harapan Asri karena ingin mendapatkan kehidupan yang tenang dan religius. Termasuk memberikan saran dan nasihat yang mendorong lansia ke arah yang lebih baik guna mendukung, membela dan melindungi kepentingan klien. Apabila penindasan atau ketidakadilan, maka pekerja sosial Wisma Lansia Harapan Asri akan menggunakan wewenangnya untuk mendapatkan keadilan, namun sejauh ini tidak pernah ada kasus perundungan yang dilakukan lansia kepada sesamanya. Melalui peran sebagai pembela pekerja sosial bekerja untuk memastikan kesempatan yang adil untuk hidup dengan martabat dan memperoleh hak-hak yang seharusnya mereka nikmati. Peran ini menuntut keberanian, dedikasi, dan prinsip-prinsip keadilan sosial dan hak asasi manusia Peran Pekerja Sosial Sebagai Pelindung Tugas pekerja sosial sebagai pelindung adalah untuk melindungi orangorang yang lemah dan rentan. Pekerja sosial bertindak berdasarkan kepentingan klien saat menjalankan fungsi perlindungan (Pujileksono & Wuryanti, 2. Pekerja sosial di Wisma Lansia Harapan Asri bertugas melindungi lansia, jika ada lansia yang memang memerlukan perhatian lebih seperti sudah kesulitan dalam berjalan atau melakukan aktivitas pasti akan dibantu seperti untuk makan akan dibantu oleh pekerja 3 kali sehari, dan mandi akan dibantu pagi dan sore, jika lansia sudah memasuki waktu check-up ke rumah sakit akan didampingi dan ada mobil khusus untuk lansia yang bedrest oleh karena itu klien juga akan merasa aman dalam perjalanan, lalu pekerja sosial akan melihat konidisi lansiabeberapa jam sekali Peran pekerja sosial sebagai pelindung salah satunya adalah melindungi lansia yang memiliki kebutuhan khusus mendapatkan kebutuhan yang sesuai dengan keadaan mereka. Bagi pekerja sosial melindungi sudah menjadi kewajiban mereka dan membantu memaksimalkan penggunaan fasilitas yang tersedia Peran pekerja sosial sebagai pelindung salah satunya melindungi data privasi lansia dari pihak luar dan apabila lansia ingin pergi berjalan-jalan keluar dari panti wredha maka pekerja sosial akan mendampingi lansia saat bepergian, memastikan lansia berangkat dengan aman hingga kembali ke panti wredha. Pekerja membantu lansia termasuk dalam hal memberikan perlindungan, selain itu juga membangun kepercayaan dan memberikan dukungan penuh terhadap lanjut usia yang memiliki suatu keinginan (Kerr et al. , 2. Peran Pekerja Sosial Sebagai Pendidik Peran pekerja sosial sebagai pendidik dapat memerankan dirinya sebagai guru yang selalu memberikan mengajari ketrampilan klien/penerima (Pujileksono Wuryanti, 2. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus Peran pekerja sosial di Wisma Lansia Harapan Asri sebagai pendidik itu merangkai bunga untuk lansia dan kegiatan tersebut didampingi pekerja sosial selama kegiatan pelaksanaanya. Lanjut usia juga merasa senang karena mendapatkan kagiatan yang baru dan menyenangkan. Penelitian (Riani & Halim, 2. aktivitas kognitif yang dilakukan secara cukup penting untuk fungsi kognitif lanjut Lansia yang melakukan aktivitas kognitif secara teratur memiliki fungsi kognitif yang lebih baik daripada lansia yang tidak melakukannya. Aktivitas yang merangsang kognisi harus dilakukan secara teratur, bukan hanya sesekali saja. Pekerja sosial sebagai pendidik memiliki tugas membantu lansia untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya agar lansia memiliki kegiatan dan meningkatkan daya ingat lansia baik dari segi fisik maupun motorik. Gambar 4. Kegiatan Merangkai Bunga Faktor Penghambat dan Pendukung Pelayanan Rehabilitasi Sosial di Wisma Lansia Harapan Asri Faktor pelayanan rehabilitasi sosial dapat berasal dari dalam maupun luar wisma. Adapun beberapa hambatan yang ditemui seperti karakter lansia yang berbeda menyebabkan pekerja sosial harus bisa menyesuaikan diri dengan berbagai karakter yang tidak mudah, karena sejatinya lansia seperti kembali ke masa kanak-kanak dimana hal tersebut merupakan akibat dari penurunan kognitif yang terjadi secara alami. Lansia juga terkadang sulit untuk bekerjasama, seperti menlolak untuk dibantu mandi karena lansia sudah memasuki kondisi tirah baring dan seringkali tidak berterus terang apa yang sebenarnya diinginkan lansia. Hambatan dari luar yang pernah terjadi seperti keluarga yang sulit diajak bekerjasama karena tidak ingin lansia dirujuk ke rumah sakit padahal kondisi lansia sudah tidak memungkinkan jika hanya dirawat oleh dokter jaga dan sudah perawatan yang lebih intensif dari rumah Faktor pelayanan rehabilitasi sosial antara lain seperti, komunikasi antar lansia yang terjalin baik dan memungkinkan untuk lansia saling mendukung satu sama lain apabila ada lansia yang mengalami kesulitan baik dari segi finansial maupun kesulitan untuk berinteraksi dengan Faktor pendukung berikutnya adalah mudahnya kerjasama antar pekerja sosial dan perawat yang ada di wisma, kesejahteraan lansia dan akan sangat kesulitan, semua pihak bekerjasama untuk mendukung kesejahteraan lansia di Wisma Lansia Harapan Asri. Lansia yang tingal di wisma rata-rata memang dari keinginan sendiri dikarenakan ingin hidup yang terjamin dan ada yang mengurus di masa tuanya jadi lansia yang ada di wisma merasa senang saat berada disana dan memudahkan koordinasi antar pekerja dan SIMPULAN Pelaksanaan pelayanan rehabilitasi sosial yang ada di Wisma Lansia Harapan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 1 Juli 2024 Hal : 1 - 12 Available Online at jurnal. id/focus Asri sudah memenuhi kebutuhan lansia dimana pelayanan dari mulai sandang, pangan, dan papan sudah tercukupi dengan Peran pekerja sosial dalam pelayanan rehabilitasi sosial mencakup fasilitator, broker, mediator, pembela, pelindung dan pendidik sudah terlaksana dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan pada lansia. Dengan demikian. Wisma Lansia Harapan Asri menawarkan sebuah model pelayanan dan rehabilitasi sosial lanjut usia yang komprehensif, berorientasi pada kebutuhan Namun kekurangannya adalah Wisma Lansia Harapan Asri hanya memiliki satu orang pekerja sosial saja, dimana hal ini harus diperhatikan mengingat sebuah panti sosial harus memiliki pekerja sosial yang kompeten di bidangnya tidak hanya perawat saja. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kegiatan penelitian hingga penulisan artikel ini, ucapan terima kasih saya ucapkan kepada jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Semarang . Keluarga Besar Wisma Lansia Harapan Asri Kota Semarang dan tim Jurnal Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial sebagai peninjau sekaligus penerbit artikel ini. Bloom. Jimenez. , & Rosenberg. Program On The Global Social Protection of Older People. Dalrymple. , & Boylan. Effective Advocacy in Social Work. SAGE Publication Ltd. Firmawati. , & Ali. Penurunan Fungsi Fisik Dan Dukungan Keluarga Dengan Gangguan Psikososial Pada Lanjut Usia (Lansi. Di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo. Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehata. , 8. https://doi. org/10. 31314/zijk. Haeruddin. Sasaran dan Mekanisme Program ATENSI Lanjut Usia di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Gau Mabaji. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 10. , 168Ae174. https://doi. org/10. 26618/equilibrium Hasbiani. Peran Pekerja Sosial dalam Meningkatkan Kebermaknaan Hidup Lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB. AiauA, 8. 2017, 2003Ae Huberman. , & Miles. Analisis Data Kualitatif. Universitas Pendidikan Indonesia. Ife. Community Development. Pearson Education. DAFTAR PUSTAKA