Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. PERSEPSI DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN KINERJA PRAMUWISATA LOKAL MELALUI PELATIHAN : STUDI KASUS DESA ENDE Oleh Moh Azhar Amin . Isdar Wahim2. Jumraidin3 1,2,3 Program Usaha Perjalanan Wisata. Politeknik Pariwisata Lombok. Indonesia telp/fax 62370 6158030/ 6287709052016 Email: 1aminazhar079@gmail. com, 2isdar@ppl. id, 3jumraidin@ppl. Abstract This research aims to explore the perceptions and challenges in the development of local tour guide performance through training in Ende Tourism Village. Central Lombok. This case study provides an overview of the success of West Nusa Tenggara Province in managing tourism as a cultural heritage beneficial to the community. Ende Village, with its cultural richness and natural beauty, holds significant tourism potential. However, local tour guides in Ende still face complex challenges, particularly in enhancing foreign language skills after initial training. Despite this, significant opportunities arise with the frequency of visits by foreign tourists, yet the threat of increasing competition underscores the need for innovative and proactive marketing strategies. Therefore, this study proposes to delve into the perceptions of local tour guides regarding the training they receive and identify key obstacles to be addressed, focusing on SWOT analysis to understand strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the development of local tourism in Ende Village. Keywords: Perception. Performance Challenges of Local Tour Attendants. Training. Ende Village. SWOT PENDAHULUAN Perkembangan Pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengagumkan dalam mengelola pariwisata sebagai warisan budaya yang patut dijaga (Kuswandi Dengan pengembangan ikon pariwisata yang unik. NTB kesejahteraan masyarakatnya secara signifikan khususnya di Pulau Lombok, sementara itu upaya memperkuat destinasi unggulan terus dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan melakukan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal (Richter et al. , 2. Pulau Lombok telah menjadi destinasi wisata yang menarik dengan keindahan pantaipantai gunung-gunung menakjubkan, dan desa wisata yang memiliki (Suryatmodjo et al. , 2. Desa wisata potensial di Kabupaten Lombok Tengah adalah Kampung Sasak Ende, yang menjanjikan potensi kearifan lokal serta atraksi seni tradisional yang dapat menjadi internasional maupun domestik (Munir, 2. Untuk mengembangkan potensi pariwisata di Desa Ende perlu untuk melakukan pemberdayaan masyarakat lokal seperti pramuwisata lokal yang terampil di Desa Ende. Keberadaan seorang Pramuwisata Lokal di Desa Ende sangat penting untuk menyampaikan budaya lokal dan pengetahuan sejarah kepada pengunjung dan dalam memperkuat hubungan antara wisatawan dan destinasi wisata (Pelu et al. , 2. Namun, pramuwisata di Ende memiliki tantangan kompleks karena hambatan keterampilan. Untuk mengatasi ini, pendekatan holistik dan a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a berkelanjutan diperlukan, salah satunya masyarakat lokal (Pramuja et al. , 2. Menurut (Rida Eka, 2. Pelatihan pramuwisata lokal merujuk pada kegiatan yang melibatkan proses melatih atau meningkatkan suatu keterampilan dan pengetahuan bagi yang mengikutinya. Pramuwisata Lokal Desa Ende telah mengikuti beberapa pelatihan yang diadakan oleh pemerintahan salah satunya pada 1 Desember 2023. Komando Distrik Militer (Kodi. Lombok Tengah mengadakan sebuah pelatihan berbahasa asing bagi pramuwisata lokal di Desa Ende. Lombok Tengah (Rosidi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta profesionalisme pramuwisata lokal dalam berkomunikasi kepada wisatawan merasa nyaman saat Meskipun Desa Ende telah mampu mempertahankan daya tariknya sebagai destinasi wisata yang unik, tantangantantangan tetap ada dalam pengembangan sektor pariwisata lokal. Salah satu tantangan utamanya adalah meningkatkan kinerja pramuwisata lokal melalui pelatihan yang Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang persepsi pramuwisata lokal terhadap pelatihan yang mereka terima, serta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kinerja pramuwisata lokal menggunakan analisis SWOT . , . , . , . METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti memilih metode kualitatif deskriptif untuk lebih memahami fenomena dalam mengumpulkan data (Fadli, 2. Teknik pengumpulan data dalam sebuah penelitian adalah hal yang paling penting dilakukan karena akan dijadikan sebagai acuan untuk mempermudah peneliti dalam mengumpulkan data yang akan diteliti (Ismayani, 2. Jadi untuk Persepsi Tantangan Pengembangan Kinerja Pramuwisata Lokal melalui Pelatihan di Desa Ende peneliti menggunakan 3 aspek, yakni observasi, wawancara, serta dokumentasi : Observasi Menurut Ichsan & Ali . Penggunaan merupakan hal yang umum dalam penelitian kualitatif. Peneliti secara aktif terjun ke lapangan untuk mengamati langsung fenomena yang sedang diteliti. Wawancara Dalam penelitian ini, peneliti kepada pramuwisata lokal yang sudah mengikuti pelatihan di Desa Ende untuk memahami lebih mendalam pengembangan kinerja pramuwisata lokal melalui pelatihan. Dokumentasi Menurut Nurhadi . Dokumentasi merujuk pada rekaman yang memiliki bukti yang dapat diandalkan dan sah secara hukum. Peneliti dokumentasi saat pramuwisata lokal mendokumentasikan langsung saat wawancara kepada pramuwisata lokal dalam bentuk bukti fisik seperti foto untuk menguatkan data yang diperoleh Adapun teknik keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti memanfaatkan triangulasi sumber sebagai metode untuk memeriksa kevalidan data. Peneliti akan membandingkan berbagai jenis sumber dokumentasi untuk memastikan data yang lebih akurat. a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. HASIL DAN PEMBAHASAN tentang seni presean, yang merupakan warisan Gambaran Umum budaya dari suku Sasak. Desa Ende adalah sebuah potret yang Desa Ende juga sudah terbilang memikat dari kehidupan pedesaan tradisional destinasi yang cukup lengkap, karna sudah di Lombok yang menawarkan pesona kekayaan budaya yang kental. Berdiri pada Berikut beberapa fasilitas yang tahun 1998. Desa Ende telah menjadi tujuan tersedia di Desa Ende. wisata yang dikenal sejak awal tahun 2000. Tabel. 1 Fasilitas Pendukung di Desa Ende Desa ini dihuni oleh 30 kepala keluarga ( Sumber Pokdarwis Desa End. dengan total 135 penduduk, yang mayoritas Fasilitas Keterangan merupakan suku Sasak. Desa Ende terletak di 1 Papan Informasi dusun Piang Tansang-ansang, bagian dari desa 2 Toilet Sengkol. Kecamatan Pujut. Kabupaten 3 Kantor Sekretariat Lombok Tengah. Secara Geografis terletak 4 Area Parkir pada koordinat 08A - 50 LS dan 116A - BT. Balai Pertemuan berbatasan sebelah Utara Desa Rembitan, 6 Sanggar Seni Sebelah Barat Desa Sukadana, sebelah timur 7 Sport Foto Desa Pengembur dan sebelah selatan desa Ketara. desa ini juga terletak strategis tidak 8 Musholla jauh dari Bandara Internasional Lombok. 9 Kios Souvenir 10 Gazebo 11 Menara Pantau 13 Tempat Registrasi 14 Rumah Adat 15 Koperasi 16 Sanggar Tenun 17 Bale Jajajar Dengan fasilitas yang mendukung. Pemerintahan mengadakan pemberdayaan Sumber Daya Manusia atau pelatihan pramuwisata lokal di Desa Ende seperti Gambar 1. Peta Lokasi Desa Ende Lombok Komando Distrik Militer (Kodi. Tengah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sumber : Peneliti, 2. (Kemenparekra. Indonesia Tourism Di Desa Ende sebagian besar warga Development Corporation (ITDC) dan juga bekerja sebagai petani, peternak, pramuwisata para mahasiswa Universitas Mataram (Unra. lokal dan menenun untuk menjaga kearifan yang melakukan pengabdian sekaligus budaya lokal yang telah menjadi bagian yang memberikan pelatihan tentang istilah-istilah tak terpisahkan dari identitas mereka. Salah teknis dalam bahasa Inggris yang berkaitan satu seni budaya yang ditampilkan di Desa Sasak Ende adalah kelestarian budaya meningkatkan kualiatas pelayanan kepada tradisionalnya, seperti perumahan suku sasak (Bale Ada. , pertunjukan alat musik gendang Pada tanggal 1 Desember 2023 Kodim Beleq dan presean. Bahkan sejak usia dini, 1620 Lombok tengah. Nusa Tenggara Barat anak-anak di Desa Ende sudah diajarkan (NTB), menggelar pelatihan bahasa inggris a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a dan teknik memandu wisata bagi pramuwisata lokal di Desa Ende. Pelatihan ini bertujuan berkomunikasi dalam bahasa inggris dan memberikan keterampilan teknis dalam memandu wisata sehingga lebih professional supaya wisatawan lebih aman dan nyaman saat berkunjung di Desa Ende. Gambar 1. Dokumentasi pelatihan yang di adakan Kodim 1620 Lombok Tengah (Sumber : https://w. Pelatihan-pelatihan seperti ini menjadi langkah yang penting dalam upaya meningkatkan kinerja pramuwisata lokal di Desa Ende. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang teknis memandu wisata dan penggunaan bahasa inggris untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, para pramuwisata lokal dan masyarakat desa dapat berperan secara lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata yang Analisis SWOT Setelah dilakukan analisis SWOT . , . , opportunities . , dan threats . ) tentang persepsi dan tantangan pengembangan kinerja pramuwisata lokal melalui pelatihan di desa ende dengan pramuwisata lokal terdapat hasil sebagai . Strengths (Kekuata. Setelah mengikuti pelatihan, pramuwisata lokal mengungkapkan bahwa kekuatan yang diperoleh adalah pengetahuan yang lebih luas. Mereka memperoleh pemahaman mendalam tentang cara menjalankan kegiatan pariwisata di tempat mereka sendiri, memanfaatkan pengetahuan itu dalam penerapan praktis di Desa Ende. Selain itu, mereka menemukan nilai tambah dalam berbagi pengalaman dan teknik dengan sesama pramuwisata lokal, mengembangkan inovasi dan strategi yang lebih baik. Lebih lanjut, pramuwisata lokal juga menguatkan berkomunikasi menggunakan bahasa asing dengan menerapkan strategi "Learning Doing". Ini berinteraksi lebih efektif dengan kualitas layanan dan pengalaman wisata yang mereka tawarkan. Dengan demikian, pelatihan telah memperkuat pengetahuan, keterampilan praktis, dan pengembangan pariwisata di Desa Ende. Weaknesses (Kelemaha. Berdasarkan hasil wawancara dengan pramuwisata lokal, terungkap bahwa kelemahan utama yang mereka hadapi setelah mengikuti pelatihan adalah kesulitan dalam mendapatkan akses atau dukungan untuk pelatihan lanjutan dalam bahasa asing. Para pramuwisata lokal mengungkapkan pelatihan awal, mereka kesulitan menemukan sumber daya atau kesempatan untuk mengembangkan a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. keterampilan berbahasa asing mereka Oleh karena itu, pramuwisata lebih lanjut. Hal ini membatasi lokal melihat peluang ini sebagai kemampuan mereka untuk terus landasan untuk pertumbuhan karier memperbaiki kemahiran berbahasa dan kontribusi yang lebih besar dalam asing yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata di Desa melayani dan berinteraksi dengan Ende. wisatawan asing. Keterbatasan akses . Threats . ini dapat menghambat pertumbuhan Hasil karier mereka dan membatasi potensi pramuwisata lokal menyoroti ancaman potensial yang muncul setelah pengalaman wisata yang lebih baik. mengikuti pelatihan, yaitu persaingan Oleh karena itu, mereka menyatakan yang lebih ketat dengan destinasi pariwisata lainnya, baik di dalam dukungan dan kesempatan untuk negeri maupun internasional. Dengan pelatihan lanjutan dalam bahasa asing meningkatnya daya tarik bagi agar mereka dapat terus meningkatkan wisatawan asing. Desa Ende rentan keterampilan mereka dan memberikan menghadapi persaingan yang semakin layanan yang lebih baik kepada ketat dalam menarik perhatian wisatawan asing di Desa Ende. Destinasi wisata lainnya . Opportunities (Peluan. dapat menawarkan berbagai atraksi Menurut wawancara dengan yang serupa atau bahkan lebih pramuwisata lokal, terdapat peluang kunjungan wisatawan ke Desa Ende. Hal ini memaksa pramuwisata lokal Mereka untuk terus meningkatkan kualitas menyadari bahwa Desa Ende sering layanan dan pengalaman wisata yang mereka tawarkan agar dapat bersaing mancanegara, membuka peluang besar secara efektif. Selain itu, mereka harus untuk meningkatkan kemampuan mengembangkan strategi pemasaran berkomunikasi dalam bahasa asing. yang lebih inovatif dan efisien untuk Dengan memiliki kemahiran berbahasa mempromosikan Desa Ende sebagai yang lebih baik, pramuwisata lokal destinasi wisata unggulan. Dengan dapat lebih efektif dalam memahami mengantisipasi ancaman ini dan dan melayani kebutuhan wisatawan mengambil langkah-langkah proaktif asing, meningkatkan pengalaman wisata mereka di Desa Ende. Peluang ini tidak hanya berdampak positif pada mempertahankan daya tarik Desa Ende sebagai tujuan wisata yang menarik pengembangan pariwisata secara bagi wisatawan domestik maupun keseluruhan di Desa Ende. Dengan kemampuan berbahasa yang lebih baik, mereka dapat menjadi lebih kompetitif dalam industri pariwisata dan membantu meningkatkan daya tarik wisata Desa Ende sebagai tujuan wisata yang ramah bagi wisatawan a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a Gambar 1. Dokumentasi wawancara terhadap pramuwisata lokal Desa Ende (Sumber : Peneliti 2. Adapun simpulan dari hasil analisis SWOT dari wawancara dengan pramuwisata lokal di Desa Ende menunjukkan beberapa hal. Kekuatan pramuwisata lokal setelah pelatihan termasuk pengetahuan yang lebih luas, pemahaman mendalam tentang operasional komunikasi yang diperkuat dengan strategi "Learning by Doing". Namun, kelemahan utama yang muncul adalah kesulitan dalam mendapatkan akses atau dukungan untuk pelatihan lanjutan dalam bahasa asing, yang membatasi kemampuan mereka untuk terus meningkatkan keterampilan berbahasa asing. Di sisi peluang, terdapat potensi besar untuk meningkatkan kemahiran berbahasa dengan frequensi kunjungan wisatawan mancanegara ke Desa Ende, yang juga membuka peluang bagi pertumbuhan karier dan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan pariwisata Namun, persaingan yang semakin ketat dengan destinasi wisata lainnya, baik di dalam negeri maupun internasional, menjadi ancaman yang perlu diantisipasi dan ditangani secara proaktif untuk mempertahankan daya tarik Desa Ende sebagai destinasi wisata yang PENUTUP Kesimpulan Dari SWOT pramuwisata lokal di Desa Ende menyoroti persepsi dan tantangan yang dihadapi setelah mengikuti pelatihan. Meskipun pelatihan telah pengetahuan yang lebih luas, pemahaman praktis tentang operasional pariwisata, dan kemampuan komunikasi yang diperkuat, pramuwisata lokal masih menghadapi kelemahan dalam mendapatkan akses untuk pelatihan lanjutan dalam bahasa asing. Hal ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk terus meningkatkan keterampilan berbahasa asing, yang menjadi krusial dalam melayani wisatawan asing. Namun, peluang besar muncul dari meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Desa Ende, yang membuka peluang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kontribusi dalam pengembangan pariwisata lokal. Ancaman datang dari persaingan yang semakin ketat dengan destinasi wisata lainnya, baik di dalam negeri maupun internasional, yang menuntut pramuwisata lokal untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisata untuk tetap bersaing. Oleh karena itu, penting bagi pramuwisata lokal untuk mengantisipasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mempertahankan daya tarik Desa Ende sebagai destinasi wisata yang menarik Saran Penelitian ini dapat mengeksplorasi persepsi dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kinerja pramuwisata lokal melalui pelatihan di Desa Wisata Ende. Fokus pada studi kasus ini memungkinkan untuk memahami secara mendalam bagaimana pelatihan dapat memengaruhi persepsi pramuwisata lokal terhadap pengembangan kinerja mereka serta mengidentifikasi hambatan utama yang perlu diatasi, seperti akses terhadap pelatihan lanjutan dalam bahasa asing. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang peluang yang muncul, seperti peningkatan kemahiran berbahasa dan kontribusi positif terhadap a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. pengembangan pariwisata lokal, serta sebagai Alat Pembuktian dalam menganalisis ancaman persaingan yang Penanganan Tindak Pidana Korupsi di semakin ketat dengan destinasi lain. Dengan Indonesia. UNES Law Review, 6. , demikian, saran penelitian ini dapat 7749Ae7758. memberikan pemahaman yang lebih baik . Pelu. Kurniawan. , & Akbar. Pengembangan mendukung pertumbuhan pariwisata lokal di wisata syariah dalam mendorong Desa Wisata Ende. pertumbuhan ekonomi daerah . tudi wisata halal Nusa Tenggara Bara. DAFTAR PUSTAKA