Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 1-8 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24384 SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Lilih Muplihah*. Yoni Sunaryo2. Nur Eva Zakiah3 Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Galuh Ciamis. Jl. Martadinata No. Ciamis. Indonesia E-mail: 1 lilihmuflihah29@gmail. ABSTRAK Kemampuan pemahaman konsep merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki siswa untuk belajar konsepkonsep matematika yang lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis berbagai perspektif teoritis mengenai definisi, indikator, serta upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR). Teknik pengumpulan data yang dilakukan berdasarkan kepada hasil kajian literatur dari artikel yang didapatkan dari Google Schoolar. Terdapat 10 artikel yang menjadi sumber data dalam penelitian ini dalam kurun waktu 2016-2026. hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan pemahaman konsep merupakan elemen yang penting dalam proses pembelajaran. Karena terkadang siswa sering mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah matematika. kelemahan dan kesulitan siswa dalam menjawab menjawab soal matematika disebabkan oleh rendahnya penguasaan matematika seperti kurangnya pemahaman konsep. Indikator pemahaman konsep matematis meliputi . menyatakan ulang sebuah konsep, . mengklasifikasi obje-objek menurut sifat-sifat tertentu, . memberi contoh dan non contoh dari konsep, . menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, . menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu, . )mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Selain itu, model pembelajaran seperti Student Teams Achievement Division (STAD). ECIRR (Elicit. Confront. Identify. Resolve. Reinforc. Problem Based Learning (PBL) dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Kata kunci: kemampuan pemahaman konsep matematis, systematic literature review Dikirim: Mei 2026. Diterima: Juni 2026. Dipublikasikan: Juni 2026 Cara sitasi: Muplihah. Sunaryo. Zakiah. Systematic Literature Review: Kemampuan Pemahaman Konsep Pada Pembelajaran Matematika. Proceeding Galuh Mathematics National Conference, 6. , 1-8. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 1-8 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24384 PENDAHULUAN Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika serta mengalami dampak buruk bagi sikap dan motivasi belajar siswa (Febriyani et al. ,2. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan yang dimiliki siswa dalam hal memahami konsep matematika. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis dikarenakan matematika selalu dianggap sulit dan menakutkan bagi siswa (Murnaka & Dewi 2. Kelemahan dan kesulitan siswa dalam menjawab soal pemecahan masalah disebabkan oleh rendahnya penguasaan matematika, seperti konsep matematika (Hartati & Abdullah, 2. Apabila siswa belum menguasai kemampuan dasar dalam memahami konsep matematika maka tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak mungkin tercapai dan dipastikan siswa akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah (Netriwati. Dalam matematika, menguasai konsep adalah kunci untuk memecahkan masalah. Karena setiap solusi membutuhkan aturan tertentu, dan aturan tersebut dibangun diatas pemahaman konsep, maka penguasaan konsep yang luas akan meningkatkan kemampuan dalam mencari Struktur pembelajaran matematika bersifat hierarki dan sistematis, dimana materi disusun secara logis dari tingkat yang paling mendasar hingga yang paling rumit. Oleh karena itu, penguasaan konsep prasyarat menjadi fondasi krusial bagi siswa untuk dapat memahami materi selanjutnya dengan baik (Rismawati & Hutagaol, 2. Pemahaman konsep matematis merupakan hal yang penting dalam pembelajaran matematika, karena dengan memahami konsep akan memudahkan peserta didik dalam menerapkan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan memudahkan peserta didik dalam menyelesaikan soal yang diberika oleh guru (Meidianti et ,2. Berdasarkan Permendiknas No. 22 tahun 2006, penguasaan konsep merupakan salah satu fokus utama dalam pendidikan matematika. hal ini mencakup kemampuan siswa dalam memahami materi, mengaitkan berbagai konsep, serta menerapkan prosedur atau algoritma secara fleksibel, presisi, dan efektif guna menyelesaikan berbagai persoalan (Yanti et al. ,2. Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan hal yang penting yang harus dimiliki oleh siswa. Karena sebuah konsep yang benar akan mengantarkan pada pembelajaran yang bermakna (Murnaka & Dewi, 2. Pemahaman didefinisikan sebagai proses kognitif yang melibatkan kemampuan untuk menjelaskan, menafsirkan, serta memeberikan gambaran dan uraian kreatif secara mendalam (Mawaddah & Maryati, 2. Di sisi lain, konsep merujuk pada representasi gagasan atau pengertian dalam pikiran. Dalam konteks matematika, siswa dianggap memahami konsep apabila siswa mampi menyusun strategi penyelesaian masalah, melakukan kalkulasi dasar, merepresentasikan ide melalui simbol serta melakukan konversi antar-bentuk matematis (Mawaddah & Maryati, 2. Menurut Sayekti . Kemampuan pemahaman konsep matematis yaitu kecakapan siswa untuk mengolah ide, mengekspresikannya secara sistematis, serta menciptakan alur penyelesaian masalah yang sesuai dengan pemahaman personal untu kemudian diterapkan pada konsep yang relevan . Pemahaman konsep yang mendalam memungkinkan siswa untuk menyampaikan kembali materi, mengidentifikasi contoh relevan berdasarkan definisi, serta menerapkan teori dalam penyelesaian masalah. Tujuan utamanya adalah memastikan penguasaan materi matematika secara komprehensif (Annajmi, 2. Oleh karena itu, pemahaman konsep yang baik akan memudahkan siswa dalam mencapai kemampuan matematis lainnya (Nurhayati & Ratnaningsih. Tanpa pemahaman konsep yang kuat, siswa akan kesulitan dalam mengaplikasikan prosedur matematika ke dalam situasi masalah yang berbeda atau lebih kompleks. Pentingnya menggali definisi kemampuan pemahaman konsep matematis dari berbagai literatur terletak pada upaya untuk membangun landasan teoritis yang kuat, sehingga mampu memaknai materi menjadi pengetahuan yang bermakna. Selain definisi, identifikasi indikator pemahaman konsep, seperi menyatakan ulah sebuah konsep, mengklasifikasi objek, menjadi sangat penting sebagai alat ukur objektif untuk mengevaluasi sejauh mana siswa menguasai Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 1-8 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24384 Dengan mensisntesis berbagai perspektif ahli mengenai definisi dan indikator, peneliti dapat menyusun instrumen penilaian yang valid untuk mendiagnosis kemampuan pemahaman konsep matematis siswa secara komprehensif. Adapun pertanyaan penelitian ini sebagai berikut: . apa definisi dari kemampuan pemahaman konsep matematis menurut berbagai literatur. apa saja indikator-indikator kemampuan pemahaman konsep matematis. Strategi atau model pembelajaran apa yang efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi serta menafsirkan semua penelitian yang tersedia. Triandini . menjelaskan langkah-langkah SLR sebagai berikut: . Research Question atau pertanyaan penelitian, dibuat berdasarkan topik yang dipilih oleh peneliti. Search Process atau proses pencarian, digunakan untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian yang didapatkan dari sumber-sumber yang relevan. Inclusion and Exlusion Criteria, pada tahap ini dilakukan pemutusan layak atau tidaknya data yang digunakan dalam penelitian SLR. Quality Assesment, pada tahap ini data yang telah ditemukan akan dievaluasi berdasarkan pertanyaan kriteria pada penilaian kualitas yang telah ditetapkan. Data Collecting atau pengumpulan data merupakan tahap dimana data-data penelitian yang sudah ada dikumpulkan. Dan . Data Analysis, pada tahap ini, data yang telah dikumpulkan akan dianalisa untuk menunjukan hasil dari pertanyaan dan dilakukan penarikan kesimpulan. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data terkait pemahaman konsep matematis siswa, analisis data pada artikel dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan tahapan-tahapan tersebut maka peneliti mencari artikel dengan kata kunci kemampuan pemahaman konsep matematis, lalu artikel dipilih dengan kriteria yang telah ditetapkan, kemudian data yang telah dikumpulkan dianalisis dan diambil kesimpulan. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 artikel yang diperoleh dari Google Scholar yang diterbitkan pada periode 2016 Ae 2026. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Definisi kemampuan pemahaman konsep matematis dari berbagai artikel sebagai berikut: Tabel 1. Sintesis Definisi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Penulis Rahayu et al. Karim & Nurrahmah . Sayekti . Senkey et al. Definisi Pemahaman konsep matematis merupakan kecakapan siswa dalam mengingat dan mengomunikasikan ide melalui bahasa sendiri, sekaligus mampu mengaitkan serta menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam penyelesaian masalah. Pemahaman konsep matematis berarti siswa tidak hanya sekedar hafal, tetapi juga mampu memilah ide-ide yang ada dan menggunakan perhitungan yang bermakna untuk menjawab tantangan dalam berbagai situasi nyata. Kemampuan pemahaman konsep matematis yaitu kecakapan siswa untuk mengolah ide, mengekspresikannya secara sistematis, serta menciptakan alur penyelesaian masalah yang sesuai dengan pemahaman personal untu kemudian diterapkan pada konsep yang Kemampuan pemahaman konsep matematis adalah sebuah keterampilan dalam menyerap dan menafsirkan suatu konsep matematika kemuadian mampu mengaitkan dalam konsep yang berbeda dan mampu menyatakan kembali dalam bentuk matematis serta membuat algoritma secara tepat dan akurat. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 1-8 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24384 Meidianti et al. Pratiwi et al. Hendriana . Mendrofa . Diana et al. Febriani et al. Kemampuan pemahaman konsep adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan mengerti secara benar suatu gagasan atau ide, tanpa mengubah arti makna atau konsep tersebut. Pemahaman konsep adalah penguasaan yang mendalam terhadap definisi, karakteristik, dan penjelasan suatu gagasan yang mencakup kemampuan individu dalam menginterpretasikan teks, diagram, maupun fenomena yang berhubungan dengan teori-teori dasar yang bersifat Pemahaman konsep matematis merupakan kecakapan intelektual yang memungkinkan siswa untuk mengidentifikasi, menafsirkan, dan mengaplikasikan prinsip-prinsip matematika ke dalam berbagai kondisi nyata secara akurat. Pemahaman konsep adalah kecakapan siswa dalam penguasaan materi dimana siswa tidak hanya mengingat, melainkan mampu mengkontruksikan makna ide-ide pembelajaran dan mampu Pemahaman konsep adalah fondasi utama untuk menguasai prinsip dan teori matematika. Pemahaman konsep matematis merupakan keterampilan siswa untuk mengungkapkan dari bahasa kemudian menyampaikanya menggunakan bahasanya, mengaplikasikan konsep ke dalam masalah dan menghubungkan satu konsep ke konsep lainnya. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis adalah kecakapan kognitif peserta didik dalam menyerap dan memaknai materi matematika sehingga bukan hanya menjadi hafalan, melainkan pengetahuan bermakna yang mampu dijelaskan kembali dengan bahasa sendiri, diinterpretasikan ke dalam berbagai bentuk representasi, serta dikaitkan antar-konsep untuk menyelesaikan masalah dan menjalankan prosedur al-goritma secara akurat, efisien, dan tepat dalam konteks sehari-hari. Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Indikator kemampuan pemahaman konsep merupakan ciri atau tanda yang menunjukan sejauh mana siswa mampu memahami konsep. Adapun indikator kemampuan pemahaman konsep matematis menurut (Sengket et al. ,2. Mengemukakan kembali konsep Menkategorikan topik berdasarkan sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsep Memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep Mengemukakan konsep dalam beragam bentuk representasi matematis Mengelaborasi sayarat perlu atau cukup dari suatu konsep Memilih prosedur tertentu Menggunakan serta memanfaatkannya Menerapkan konsep atau algoritma penyelesaian suatu masalah Indikator pemahaman konsep menurut peraturan pemerintah pendidikan dasar dan menengah No 506/C/Kep/2004 (Mayasari & Habeahan, 2. Menggunakan gambar untuk membantu menyelesaikan masalah Memberikan contoh dan bukan contoh untuk sebuah konsep Mengklasifikasi contoh dalam sebuah konsep Mampu menerapkan persamaan matematika antara konsep dan prosedur Memahami dan menggunakan pola yang tepat untuk memecahkan masalah Menerapkan persamaan atau perbedaan untuk menyelesaikan masalah Menurut Haeruman (Rosmawati & Sritresna, 2. indikator kemampuan pemahaman konsep matematis adalah sebagai berikut: Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 1-8 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24384 Menyatakan ulang sebuah konsep Mengklasifikasikan objek-objek menutur sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya Memberi contoh dan bukan contoh dari sutu konsep Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep Menggunakan, memanfaatkan dan melilih prosedur atau operasi tertentu Mengaplikaskan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah Sedangkan menurut NCTM (Vevi et al. ,2. indikator pemahaman konsep matematis Mendefinisikan konsep berupa verbal dan tulisan Memberikan contoh dan bukan contoh Menggunakan berbagai diagram, model dan simbol untuk mempresentasikan konsep Membuat suatu bentuk representasi ke dalam bentuk yang lain Mengetahui makna dari konsep Menyebutkan sifat dan syarat dari suatu konsep Membedakan berbagai jenis konsep Menurut Klickpat & Findell . alam Ridia & Firmansyah, 2. indikator kemampuan pemahaman konsep matematis yaitu: Menjelaskan ulang sebuah konsep Mengklasifikasikan berbagai objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut Mengimplementasikan konsep secara algoritma Menyajikan contoh yang dipelajari Berdasarkan tinjauan terhadap berbagai literatur, dapat disimpulkan bahwa indikator kemampuan pemahaman konsep adalah sebagai berikut: Menyatakan ulang sebuah konsep Memberikan contoh dan non-contoh Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi Mengelompokan objek berdasarkan sifat-sifat tertentu serta mengidentifikasi syarat perlu atau Mengaitkan antar konsep Mengaplikasikan konsep pada pemecahan masalah Upaya Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis memerlukan strategi yang tidak hanya sekedar menghafal rumus, tetapi mengajak siswa mengkontruksi makna dalam konsep. Berbagai kajian menujukan bahwa pendekatan kolaboratif dan kontruktivis menjadi kunci utama dalam proses ini. Strategi Student Teams Achievement Division (STAD), misalnya, menekankan pada interaksi social dan pertukaran opini untuk memperkuat ingatan jangka panjang terhadap fakta dan prosedur melalui diskusi kelompok (Anggriani & Septian,2. Selaras dengan hal tersebut, model ECIRR (Elicit. Confront,Identify. Resolve. Reinforc. memperdalam proses kontruksi dengan memfasilitasi siswa untuk mengonfrontasi dan merekontruksi pengetahuan awal mereka guna membangun pemahaman baru yang lebih kokoh (Tiana, 2. Melengkapi kedua pendekatan tersebut. Problem Based Learning (PBL) memberikan konteks nyata yang mendorong partisipasi aktif siswa serta memastikan siswa akan memperoleh pengetahuan dan konsep yang relevan dengan situasi atau permasalahan yang ada (Rahma & Kurniawati, 2. Berdasarkan tinjauan terhadap ketiga strategi di atas, dapat disimpulkan bahwa peningkatan pemahaman konsep matematis yang optimal tidak dapat dicapai melalui satu metode tunggal yang kaku, tetapi terletak pada keterlibatan kognitif siswa dalam menghubungkan pengetahuan awal Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 1-8 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24384 dengan pengalaman belajar yang bermakna. Untuk meciptakan suasana belajar yang komprehensif, dimana siswa tidak hanya memahami AoapaAo konsepnya, tetapi juga AomengapaAo dan AobagaimanaAo konsep tersebut bekerja dalam suatu konsep nyata. Penggunaan model pembelajaran seperti ECIRR menjadi sangat relevan karena mampu menjembatani miskonsepsi siswa melalui tahap konfrontasi dan resolusi, yang pada akhirnya akan membentuk struktur pemahaman konsep yang lebih sistematis dan tahan lama dibandingkan metode pembelajaran konvensional. KESIMPULAN Kemampuan pemahaman konsep matematis adalah kecakapan kognitif peserta didik dalam menyerap dan memaknai materi matematika sehingga bukan hanya menjadi hafalan, melainkan pengetahuan bermakna yang mampu dijelaskan kembali dengan bahasa sendiri, diinterpretasikan ke dalam berbagai bentuk representasi, serta dikaitkan antar-konsep untuk menyelesaikan masalah dan menjalankan prosedur al-goritma secara akurat, efisien, dan tepat dalam konteks sehari-hari. Berdasarkan tinjauan terhadap berbagai literatur, dapat disimpulkan bahwa indikator kemampuan pemahaman konsep adalah sebagai berikut: . menyatakan ulang sebuah konsep, . memberikan contoh dan non-contoh, . menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi, . mengelompokan objek berdasarkan sifat-sifat tertentu serta mengidentifikasi syarat perlu atau cukup, . mengaitkan antar konsep, . mengaplikasikan konsep pada pemecahan masalah. Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis dapat dilakukan melalui penerapan strategi pembelajaran yang menekankan aktif, seperti Student Teams Achievement Division (STAD). ECIRR (Elicit. Confront,Identify. Resolve. Reinforc. , dan Problem Based Learning (PBL). Strategi-strategi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif, bakerja sama, serta mengaitkan konsep matematika dengan konteks nyata. REKOMENDASI Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah dilakukan, penulis merumuskan beberapa rekomendasi sebagai berikut: Bagi Pendidik Diharapkan dapat menekankan pembelajaran pada aspek indikator pemahaman konsep matematis, seperti kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, agar siswa tidak hanya menghafal rumus namun memahami materinya. Bagi peneliti selanjutnya Kajian ini terbatas pada 10 artikel dari basis data Google Schoolar. Peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan sumber data dari basis data internasional lainya ( seperti Scopu. serta melakukan meta analisis yang lebih mendalam. Bagi Praktisi Pendidikan Hasil sistesis indikator dalam artikel ini dapat digunakan sebagai panduan dalam menyusun instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis siswa. UCAPAN TERIMAKASIH