Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6 . , 2026 p-ISSN: 2774-6291 e-ISSN: 2774-6534 Available online at http://cerdika. id/index. php/cerdika/index Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Minuman Keras pada Remaja Kampung Tomon Satu di Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua Pegunungan Tinus Bahabol*. Avelinus Lefaan. Josh R. Mansoben Universitas Cenderawasih. Indonesia Email: Tinusbahabol09@gmail. Keywords: community participation. in addressing. alchol abuse among adolescents Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat. Dalam Penanggulangan. Minuman Keras Pada Remaja Abstract This research aims to describe community participation in overcoming alcohol abuse in adolescents involved in alcohol abuse and identify the factors that influence this behavior in Tomon Satu Village. Dekai District. Yahukimo Regency. Liquor abuse, especially Cap Rat, which has a high alcohol content, is a social phenomenon of concern because it has an impact on changes in adolescent behavior, such as stealing, getting into fights, and losing emotional control. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data was collected through in-depth interviews with the village chief and sixteen teenagers who were known to consume alcohol, as well as documentation from relevant sources. The results of the study showed that the factors that encourage alcohol abuse include curiosity . ndividual factor. , poor communication with parents, peer influence, and easy access to alcohol in the village environment. These findings affirm the importance of the role of families, communities, and village governments in carrying out prevention through education, supervision, and rule These collaborative efforts are key to reducing deviant behavior among adolescents. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan parsitipasi masyarakat dalam penanggulangan minuman keras pada remaja yang terlibat dalam penyalahgunaan minuman keras serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut di Desa Tomon Satu distrik Dekai. Kabupaten Yahukimo. Penyalahgunaan minuman keras, khususnya Cap Tikus yang memiliki kadar alkohol tinggi, menjadi fenomena sosial yang memprihatinkan karena berdampak pada perubahan perilaku remaja, seperti mencuri, terlibat perkelahian, dan kehilangan kontrol emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala desa dan enam belas remaja yang diketahui mengonsumsi minuman keras, serta dokumentasi dari sumber-sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong penyalahgunaan minuman keras meliputi rasa ingin tahu . aktor individ. , komunikasi yang buruk dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, serta mudahnya akses terhadap minuman keras di lingkungan desa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa dalam melakukan pencegahan melalui edukasi, pengawasan, dan penegakan aturan. Upaya kolaboratif tersebut menjadi kunci untuk mengurangi perilaku menyimpang di kalangan PENDAHULUAN Permasalahan Minuman Keras di Indonesia merupakan musuh yang sangat menakutkan, karena semakin dilakukan upaya pencegahan, semakin bertambah pula jumlah pengedar. Hampir semua elemen masyarakat menjadi bagian dari tumbuh suburnya penyediaan, pengedaran dan pemakai minuman keras (MIRAS) yang mengandung alkohol, mulai publik figur, politisi, masyarakat biasa bahkan aparat penegak hukum, dan yang sangat mencengangkan adalah para remaja yang adalah harapan masa depan Gereja dan pemerintah atau kepada bangsa dan negara nyatanya menjadi sasaran pengguna dari minuman keras. Peningkatan jumlah korban minuman keras (MIRAS) setiap saat menambah kekuatiran berbagai pihak oleh karena masuknya minuman keras dari luar maupun dari lokal dikalangan generasi muda. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan bangsa dan negara pada masa yang akan datang. Karenanya pemerintah melalui Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 memberi kewenangan kepada aparat penagak hukum untuk dapat bertindak dalam kaitan dengan pencegahan, pengendalian dan penegakan hukum sebagaimana terdapat dalam jiwa undang-undang dimaksud. Penyalahgunaan minuman keras . terus mengalami peningkatan seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan globalisasi, yang memudahkan komunikasi serta distribusi antara pengguna, pengedar, dan pemasok hingga membentuk jaringan berskala besar. Miras merupakan minuman beralkohol yang mengandung etanol dan bersifat memabukkan, baik yang diproduksi melalui proses fermentasi maupun distilasi, dengan pengertian dan pengaturannya di Indonesia diatur dalam berbagai regulasi (Afrisal, 2. Data global dan nasional menunjukkan tingginya angka konsumsi miras, termasuk di Indonesia, dengan kelompok usia remaja dan generasi muda sebagai kelompok paling rentan. Kondisi ini mengindikasikan potensi peningkatan penyalahgunaan miras yang signifikan apabila tidak dilakukan pengendalian secara serius dan berkelanjutan. Di Papua, termasuk Kabupaten Yahukimo, penyalahgunaan miras telah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan hampir mendekati kondisi darurat, dengan sasaran utama remaja usia produktif. Peredaran miras yang menjangkau hingga wilayah terpencil, termasuk melalui jalur laut dan sungai ke Kota Dekai, berdampak pada meningkatnya perilaku menyimpang, tindak kriminal, serta rusaknya masa depan generasi muda. Keterlibatan remaja dalam kelompok-kelompok kekerasan, putus sekolah, dan gangguan sosial lainnya menjadi bukti nyata seriusnya permasalahan ini, sehingga diperlukan peran aktif dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan untuk menanggulangi serta mencegah penyalahgunaan miras demi menyelamatkan generasi muda, khususnya di Kampung Tomon Satu. Distrik Dekai. Kabupaten Yahukimo. Hal ini tentunya menjadi keprihatinan dan perlu mendapat perhatian semua elemen masyarakat dalam menanggulangi serta mencegah maraknya peredaran minuman keras di Papua, sebab bila di kaitkan dengan data yang terungkap tentang kelompok sasaran. yang adalah usia remaja maka dipastikan harapan untuk mencapai target Sumber Daya Manusia generasi muda Papua yang tangguh dan mampu yang dapat bersaing dengan daerah lain di Indonesia dalam mengisi pembangunan di masa depan pastinya tidak dapat tercapai bahkan yang ada hanyalah kita akan berjumpa dengan orang-orang atau generasi penerus pembangunan yang lemah, sakit dan tak berdaya oleh karena hasil mengonsumsi minuman keras yang berkepanjangan dalam hidup, karenanya peneliti akan melakukan penelitian tentang penyalahgunaan minuman keras (MIRAS) dan pasrtisipasi masyarakat dalam penanggulangan dari sudut pandang sosiologi. Beberapa penelitian telah mengkaji faktor penyebab dan upaya penanggulangan penyalahgunaan miras di kalangan remaja. Hidayat, . menegaskan bahwa penyalahgunaan alkohol di kalangan remaja dapat mengarah pada gangguan perilaku dan moral, termasuk tindakan kriminal seperti pencurian dan kekerasan fisik, pelanggaran norma sosial seperti membangkang terhadap otoritas, serta penyimpangan seksual. Konsumsi alkohol mengganggu fungsi kognitif dan mengurangi kapasitas remaja dalam membedakan perilaku yang dapat diterima secara sosial. (Widodo & RofiAoah, 2. memperkuat temuan tersebut bahwa konsumsi alkohol sering kali menyebabkan menurunnya kemampuan kontrol diri dan meningkatnya perilaku agresif, termasuk kemarahan yang tidak terkendali dan tindakan (Lintong et al. , 2. menyebutkan bahwa kandungan alkohol dalam minuman keras tradisional seperti "Cap Tikus" tergolong tinggi, bahkan melampaui kadar alkohol dalam minuman beralkohol komersial tertentu. (Miradj, 2. mengungkapkan bahwa alkohol secara langsung memengaruhi fungsi otak, terutama bagian yang mengatur kontrol impuls dan kesadaran sosial, yang menjelaskan mengapa remaja yang mengonsumsi miras cenderung agresif dan impulsif. Sutirayati . alam Tampomalu et al. , 2. menjelaskan bahwa penyalahgunaan alkohol pada remaja tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal . sikologis, stres, rasa ingin tah. , tetapi juga faktor eksternal seperti kurangnya komunikasi dalam keluarga, pengaruh lingkungan, tekanan teman sebaya, serta kemudahan akses terhadap alkohol. (Rori, 2. menyatakan bahwa lingkungan sosial dengan tingkat akses alkohol yang tinggi akan meningkatkan risiko penyalahgunaan alkohol di kalangan remaja. (Kartono, 1. menegaskan bahwa dalam fase perkembangan remaja, pengaruh teman sebaya sangat dominan dan sering kali lebih kuat dibandingkan pengaruh keluarga atau sekolah. (Oemara et al. , 2. menekankan pentingnya pendekatan edukatif dan kolaboratif dalam menanggulangi penyalahgunaan alkohol dan zat adiktif, dengan melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, dan lembaga seperti BNN. Meskipun berbagai penelitian telah dilakukan, masih terdapat kesenjangan . dalam hal kajian tentang partisipasi masyarakat secara spesifik di wilayah pedalaman Papua, khususnya Kampung Tomon Satu. Distrik Dekai. Kabupaten Yahukimo. Belum banyak penelitian yang mengkaji secara mendalam bentuk-bentuk partisipasi masyarakat adat, tokoh agama, aparat keamanan, dan pemerintah kampung dalam upaya penanggulangan miras pada Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan secara umum untuk mengungkapkan dan menganalisis fenomena penyalahgunaan minuman keras di kalangan remaja di Kampung Tomon Satu. Distrik Dekai. Kabupaten Yahukimo. Provinsi Papua Pegunungan, serta secara khusus untuk mengetahui dan menganalisis proses penyebaran penyalahgunaan minuman keras di kalangan remaja dan bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya menanggulangi permasalahan tersebut. Adapun manfaat penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Yahukimo, khususnya Distrik Dekai dan Kampung Tomon Satu beserta badan dan lembaga terkait dalam merumuskan kebijakan penanggulangan penyalahgunaan minuman beralkohol, mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan minuman keras, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang sosial kemasyarakatan terkait perilaku menyimpang pada remaja sebagai generasi penerus bangsa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan jenis studi kasus yang bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena penyalahgunaan minuman keras . di kalangan remaja di Kampung Tomon Satu. Distrik Dekai. Kabupaten Yahukimo, dengan menekankan pada makna, proses, serta realitas sosial sebagaimana dipahami oleh subjek penelitian. Fokus penelitian meliputi faktor penyebab penyalahgunaan miras yang bersumber dari individu dan lingkungan, proses penyebaran miras di kalangan remaja, serta partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan. Informan ditentukan secara purposive sebanyak sembilan orang yang terdiri atas remaja pengguna miras, orang tua, masyarakat, pedagang miras, aparat pemerintah, pihak gereja, aparat keamanan, dan kepala suku. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi dengan analisis mendalam dalam konteks alamiah . atural settin. Hasil analisis disajikan secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap permasalahan penelitian, yang selanjutnya disusun secara sistematis dalam proposal penelitian yang terdiri atas tiga bab utama, yaitu pendahuluan, tinjauan pustaka dan kerangka berpikir, serta metode penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyalagunaan Minuman Keras Oleh Remaja di Kampung Tomon Satu Jenis-jenis minuman beralkohol yang umum dikonsumsi remaja: Remaja cenderung mengonsumsi bir, minuman beralkohol beraroma . lavored alcoholic beverage. , dan vodka, disusul rum, tequila, serta minuman keras tradisional seperti "Cap Tikus" karena mudah didapat, rasa lebih "ringan", atau kadar alkohol tinggi. Minuman dengan kadar alkohol rendah-sedang: A Bir (Lager. Ale. Stout, dll. ABV 4-8%). A Minuman Beralkohol Beraroma (Flavored Alcohol. Ready-to-Drink/RTD, seperti cooler atau premixed minuma. A Sake (Jepang. ABV 16%). Minuman keras sulingan (Spiri. dengan kadar alkohol tinggi: A Vodka (Biji-bijian/kentang. ABV 40-95%). A Whisky (Biji-bijian fermentasi. ABV 40-50%). A Rum (Sari tebu/molase. ABV 36-50% atau lebi. A Tequila (Agave biru. ABV 40-46%). A Gin (Biji-bijian, rasa juniper. ABV 35-40%). Minuman tradisional lokal: A Cap Tikus (Sulingan saguer/enau, kadar bisa mencapai 40% , populer di daerah tertentu seperti Sulawesi Utar. Proses remaja mengkonsumsi minuman keras Para remaja mengonsumsi minuman keras . karena alasan sosial . enyesuaikan diri, percaya dir. , mengatasi stres, atau mencari kesenangan/ketenangan. Dampaknya berbahaya bagi fisik . angguan hati, tidu. dan mental . epresi, cemas, perilaku agresi. , serta memicu masalah sosial seperti kriminalitas dan kecelakaan. Alasan remaja minum miras A Sosial/Psikologis: Menyesuaikan diri dengan teman, meningkatkan kepercayaan diri, mengatasi stres/masalah emosional. A Rasa Ingin Tahu/Meniru: Menguji batasan atau meniru perilaku orang dewasa/kakak. Dampak negatif konsumsi miras pada remaja A Kesehatan Fisik: Gangguan hati, gangguan tidur (REM), mual, pusing, risiko cedera permanen. A Kesehatan Mental: Kecemasan, depresi, sulit mengendalikan emosi . udah A Perilaku & Sosial: Kecelakaan . engemudi mabu. , perilaku seks tidak aman, kekerasan/perkelahian, masalah hukum, mengganggu ketertiban. faktor-faktor yang mempunyai remaja mengkonsumsi minuman keras Faktor utama remaja mengonsumsi minuman keras meliputi tekanan teman sebaya . eer pressur. , stres/masalah mental, kurangnya pengawasan/pengetahuan orang tua, akses mudah, lingkungan sosial/budaya permisif, dan rasa penasaran atau mencari identitas diri. a Faktor-faktor yang mempengaruhi remaja: A Lingkungan & Sosial: Pergaulan . eman sebay. , lingkungan keluarga . rang tua peminum, kekerasa. , budaya/kebiasaan minum di lingkungan, dan ketersediaan minuman keras yang mudah diakses. A Psikologis: Stres, depresi, kecemasan, masalah kesehatan mental, mencari kesenangan . , menghilangkan masalah, rasa penasaran, dan mencari jati diri/penerimaan kelompok. A Keluarga: Pola asuh . urang pengawasan/perhatian, terlalu permisi. , keluarga dengan riwayat penyalahgunaan zat, atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). A Pengetahuan & Sikap: Kurangnya pengetahuan tentang dampak negatif alkohol dan sikap yang membenarkan konsumsi alkohol. A Genetika: Kerentanan genetik terhadap kecanduan . isalnya memiliki orang tua pecandu alkoho. proses penyebaran minuman keras pada remaja di kampung Penyebaran minuman keras . pada remaja di kampung sering kali terjadi melalui akses laut dari makasar kirim ke Timika, dari Timika kirim ke Asmat, dari Asmat kirim lewat kapal ke lokbon atau pelabuhan deaki Yahukimo. Proses ini melibatkan beberapa dinamika sosial dan ketersediaan fisik barang. A Proses Penyebaran A Akses Mudah dari Penjual Lokal A Pengaruh Teman Sebaya (Tekanan Kelompo. A Kurangnya Aktivitas dan Pengawasan A Keinginan untuk "Mencoba" dan Stres Bentuk partisipasi masyarakat terhadap minuman keras pada remaja Partisipasi masyarakat terhadap miras remaja meliputi pengawasan lingkungan, sosialisasi bahaya, penegakan sanksi sosial/adat, kerjasama dengan aparat, dan dukungan pendidikan keluarga/agama. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang tidak toleran terhadap konsumsi alkohol di bawah umur melalui kontrol sosial dan edukasi terpadu. Bentuk partisipasi masyarakat: A Pengawasan & kontrol lingkungan: Memantau pergaulan, melarang penjualan miras ke remaja, dan menyita miras . elalui tokoh masyarakat/perangkat des. A Edukasi & sosialisasi: Memberikan pemahaman dampak miras melalui penyuluhan, keluarga, sekolah, dan tokoh agama. Penegakan aturan/sanksi sosial: Memberikan teguran, sanksi fisik . ush-u. , denda, atau membuat perjanjian tertulis. berat diserahkan ke aparat. A Kerjasama dengan pihak berwenang: Bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah desa untuk memberantas peredaran miras ilegal. A Dukungan keluarga: Mendorong komunikasi terbuka orang tua, pendidikan agama sejak dini, dan menjadi contoh yang baik. A Aktivitas positif: Mengalihkan remaja ke hobi atau kegiatan bermanfaat . lahraga, berkebu. sebagai alternatif. Informan Penelitian Dalam Penelitian ini, peneliti mewawancarai 9 orang informan, . ke 9 orang informan ini di kelompokan kedalam tiga kategori, , yaitu kategori remaja, kategori orang tua dan kategori pedagang Penjual minumankeras apparat pemerintah, gereja, apparat keamanan, kepala suku. Kesimpulan hasil wawancara para informan seperti yang ada dalam tabel-tabel di bawa ini juga ada di halaman 38-48 Bawah. Tanggal Wawancara : Hari Senin 15 Januari 2025 Tempat/Waktu : Alamat Jln Sosial Kampung Tomon Satu Distrik Dekai Kab Yahukimo. Jam Pagi 10 Wit Selesai Identitas Informan 1 Nama : Ivanto Silak Umur : 14 Tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Pendidikan Formal : SMP Pekerjaan : Pelajar Bagaiman Terjadinya Penyalagunaan Minuman Keras Pada Remaja di kampung Tomon Satu distrik Dekai kabupaten Yahukimo? Jawaban: Kombinasi factor psikologis individu . eperti tekanan teman sebaya, rasa ingin tahu, stress dan pelarian dari masala. Bagaimana Proses Penyebaran Penyalahgunaan Minuman Keras pada remaja di Kampung Tomon Satu Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua Pegunungan? Jawaban:Pengaruh lingkungan social, seperti teman sebaya dan keluarga , serta akses mudah yang didapat dari lingkungan dekitar, termasuk dirumah atau dari penjual yang tidak taat aturan. Faktor-faktor lain seperti rasa ingin tahu dan masalah psikologis seperti stres dan depersi juga berperan dalam proses penyebarannya Bagaimana Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Menanggulangi Penyalahgunaan Minuman Keras pada remaja di Kampung Tomon Satu Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua Pegunungan? Jawaban:Edukasi dan sosialisasi:Mengadakan penyuluhan dan kampanye social tentang bahaya minuman keras. Melibatkan narasumber dari pihak berwenang seperti polisi atau Badan Narkotika(BN) untuk memberikan edukasi di sekolah atau lingkungan komunitas. Memberikan edukasi dini dan contoh yang baik dari keluarga untuk menghindari konsumsi minuman keras berlebihan. Tanggal Wawancara : Hari Kamis 8 Februari 2025 Tempat/Waktu : Alamat Jln Pemukiman Jalur 2 Kampung Tomon Satu Distrik Dekai Kab. Yahukimo. Jam 9 Pagi Wit Selesai Identitas Informan 2 Nama : Benias Sama Umur : 29 Tahun Jenis Kelamin : Laki-Laki Pendidikan Formal : SMA Pekerjaan : Pelajar Hasil Wawancara Bagaiman Terjadinya Penyalagunaan Minupan Keras Pada Remaja di kampung Tomon Satu distrik Dekai kabupaten Yahukimo? Jawaban: Kombinasi factor psikologis individu . eperti tekanan teman sebaya, rasa ingin tahu, stress dan pelarian dari masala. Bagaimana Proses Penyebaran Penyalahgunaan Minuman Keras pada remaja di Kampung Tomon Satu Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua Pegunungan? Jawaban:Pengaruh lingkungan social, seperti teman sebaya dan keluarga , serta akses mudah yang didapat dari lingkungan dekitar, termasuk dirumah atau dari penjual yang tidak taat aturan. Faktor-faktor lain seperti rasa ingin tahu dan masalah psikologis seperti stres dan depersi juga berperan dalam proses penyebarannya Bagaimana Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Menanggulangi Penyalahgunaan Minuman Keras pada remaja di Kampung Tomon Satu Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua Pegunungan? Jawaban:Edukasi dan sosialisasi:Mengadakan penyuluhan dan kampanye social tentang bahaya minuman keras. Melibatkan narasumber dari pihak berwenang seperti polisi atau Badan Narkotika(BN) untuk memberikan edukasi di sekolah atau lingkungan komunitas. Memberikan edukasi dini dan contoh yang baik dari keluarga untuk menghindari konsumsi minuman keras berlebihan. Hasil Wawancara Dengan Informan Kesimpulan dari hasil penelitian 9 informan atau narasumber tentang partisipasi masyarakat tentang menggonsumsi minuman keras beralkohol di kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan adalah sebagai berikut: Kategori Remaja Disebabkan karena , tidak kontrol diri sendiri, dan masa remaja di tandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan untuk mencoba hal-hal baru termasuk miras pada remaja di kampung tomon satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. Disebabkan tekanan teman sebaya, remaja tersebut ingin merasa diterima dalam kelompoknya sehingga mengikuti kebiasaan teman untuk bersenang- senang bersosialisasi keteman yang lain, pada remaja kampung tomon satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. Disebabkan karena pengaruh lingkungan dan pergaulan dalam kebiasaan buruk pada remaja di kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Dikarenakan pengaruh media sosial remaja kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. Kategori Orang Tua Disebabkan karena kurang perhatian orang tua pada remaja di kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Dikarenakan kurangnya kasih sayang orang tua pada remaja di kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. Disebabkan karena kurangnya pola asuh yang salah, pada remaja kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. Kategori aparat pemerintah, keamanan, gereja, kepala suku dan penjual Miras Dikarenakan kurangnya kepedulian pemerintah kampung tomon satu distrik Dekai. Disebabkan karena pemerintah kurang sosialisasi peredaran minuman keras pada remaja di kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. Disebabkan karena kurang penegahkan hukum tentang pelarangan penjualan minuman keras beralkohol di kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. Disebabkan karena kurangnya pembinaan nilai rohani oleh pihak gereja terhadap remaja di kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. Dikarenakan kurang sosialisasi kepada masyarakat oleh kepala suku tentang peredaran minuman keras pada remaja di kampung Tomon Satu distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. Dari Hasil Penelitian 9 orang informan ini di kelompokan tiga kategori yaitu. remaja, orang tua, aparat pemerinta, aparat keaman, gereja kepala suku, pedagang penjual miras, di simpulkan bahwa : Kurangya Parsitipasi Terhadap Mengkonsumsi Minuman Keras Beralkohol Di Kampung Tomon Satu Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan. Aspek Budaya dan Tradisional Minuman Beralkohol Tradisional: Masyarakat Papua memiliki minuman beralkohol lokal, seperti Sopi, yang merupakan minuman tradisional hasil fermentasi dan Swansrai yang sering disebut sebagai 'cheers' ala Papua. Penggunaan dalam Upacara Adat: Minuman ini tidak hanya untuk konsumsi biasa, tetapi juga kerap hadir dalam upacara adat atau ritual sebagai bagian dari tradisi dan kebersamaan Aspek Sosial dan Permasalahan Minuman Keras Oplosan (Mira. : Di luar tradisi, ada masalah besar minuman keras oplosan yang mematikan, sering disebut "miras". Minuman ini diproduksi secara ilegal dan memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi, seringkali membahayakan nyawa. Dampak Negatif: Konsumsi minuman keras, terutama miras oplosan, menyebabkan berbagai masalah sosial seperti: Kesehatan: Kerusakan saraf permanen, kebingungan, dan penurunan koordinasi. Keamanan: Pemicu tindak kriminalitas dan kekerasan, yang sering dilaporkan dalam berita. Kecanduan: Adanya dorongan sosial dan ketersediaan minuman beralkohol yang dapat memicu kecanduan, terutama di kalangan masyarakat dengan ekonomi rendah. Partisipasi Masyarakat Pada Minuman Keras di Kampung Tomon Satu Partisipasi masyarakat di kampung Tomon Satu Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo terhadap minuman keras . sangat penting dalam upaya mengatasi peredaran dan dampaknya, di mana pemerintah daerah mendorong keterlibatan aktif masyarakat untuk melaporkan penjualan miras ilegal dan membentuk tim pengawas di kampung-kampung, serta masyarakat diharapkan menolak peredaran miras yang merusak moral dan keamanan, seperti yang ditegaskan oleh tokoh adat, agama, dan pejabat pemerintah. Bentuk Partisipasi Masyarakat: Melaporkan Penjualan Ilegal: Masyarakat diajak untuk melaporkan lokasi penjualan minuman beralkohol yang melanggar peraturan kepada aparat keamanan atau pemerintah daerah. Membentuk Tim Pengawas: Di beberapa kampung masing-masing untuk membentuk tim pengawas memperantas peredaran dan penjualan minuman keras di lingkungan Sosialisasi dan Edukasi: Masyarakat berpartisipasi dalam sosialisasi bahaya miras yang dilakukan oleh keamanan dan tokoh masyarakat, serta berperan dalam mengingatkan warga untuk menjauhi miras. Dukungan terhadap Pelarangan: Tokoh adat, tokoh agama, pihak gereja dan masyarakat secara umum mendukung kebijakan pelarangan miras dan upaya memberantasnya karena miras sering menjadi sumber masalah. Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Minuman Keras Pada remaja di Kampung Tomon Satu distrik dekai Perilaku merupakan tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku mengkonsumsi minuman keras di kalangan remaja akhir-akhir ini tampak menonjol di masyarakat. Sejauh ini yang menjadi kekhawatiran terbesar yang dirasakan oleh orang tua, juga masyarakat adalah penyalahgunaan minuman keras di kalangan anak remaja. Berdasarkan hasil wawancara bersama salah seorang tokoh masyarakat, beliau Ketakutan terbesar yang dirasakan oleh orang tua yang memiliki anak remaja saat ini adalah masalah pergaulan remaja yang terjadi saat ini. Dimana kebanyakan anak-anak yang bergaul dengan teman sebayanya mengikuti yang sering dilakukan temannya, baik itu hal yang baik atau buruk tanpa memikirkan dampak buruk yang akan diterima oleh anak tersebut. Salah satu kenakalan remaja yang saat ini menjadi penyakit yang sudah menjamur di tengah masyarakat adalah perilaku minuman keras khususnya dikalangan anak remaja usia 1524. Permasalahan peserta didik makin hari semakin kompleks dan memprihatinkan. Lebih memprihatinkan lagi kasus mengkonsumsi minuman keras ini berlangsung di lingkungan Sesuai dengan pernyataan Bapak Enggiahap kepala kampung mengatakan: Individu Perilaku Remaja yang terjeumus minuman keras yang terjadi dikalangan peserta didik salah satu faktornya yaitu karena lingkungan pertemanan yang awalnya mereka hanya mencoba karena rasa penasaran dan juga desakan oleh teman-teman yang lain . Perilaku seseorang tidak timbul dengan sendirinya, tetapi sebagai adanya rangsangan . baik dari dalam dirinya sendiri . maupun dari luar individu . Perilaku minum minuman keras ini terjadi karena seringnya melakukan hal tersebut secara berkala atau berulang-ulang sehingga menimbulkan kebiasaan. Berdasarkan hasil wawancara tersebut peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa penyebab para peserta didik memiliki perilaku minum minuman keras antara lain: Keluarga Salah satu penyebab para peserta didik memiliki perilaku konsumtif terhadap minuman keras adalah keluarga. Permasalahan yang terjadi di lingkungan keluarga adalah salah satu penyebabnya, yang mana seharusnya keluarga menjadi tempat yang nyaman bagi para anak remaja tetapi malah menjadi alasan utama mereka mengkonsumsi minuman keras ini dikarenakan kurangnya kasih sayang yang mereka dapatkan sehingga mereka mencari kenyamanan di tempat lain yang tidak seharusnya. Maka dalam kesempatan tersebut kalangan remaha berupaya mencari pelarian dengan cara minuman keras. Kebanyakan anak-anak yang mengkonsumsi minuman keras ini sesungguhnya tidak mendapatkan izin dari orang tua. Sesuai dengan pernyataan Ibu. Jerni, beliau mengatakan: Kami sebagai orang tua tidak pernah mengizinkan anak kami untuk mengkonsumsi minuman keras. Karena itu sangat merugikan bagi diri mereka sendiri dan juga kami sebagai orang tua. Dampak buruknya bagi kesehatan mungkin belum mereka rasakan saat ini, tapi dikemudian hari pasti akan mereka rasakan juga. Kami mengetahui anak kami mengkonsumsi minuman keras pun ada laporan dari tetangga. Padahal harapan kami sebagai orang tua adalah agar anak kami sukses dan dapat membuat bangga keluarga. Teman sebaya Lingkungan pertemanan merupakan faktor pemicu peserta didik memiliki perilaku minum minuman keras. Selain karena merupakan tempat bergaul juga pengaruh teman sebaya dan merasa kurang perhatian dari orang-orang yang mereka harapkan. Dikalangan remaja khususnya remaja yang masih berstatus sebagai peserta didik rentan terhadap pengaruh negatif yang disebabkan karena persoalan pergaulan. Awalnya mereka hanya di ajak oleh teman, lalu ada keinginan untuk mencoba-coba. Motif ingin tahu ini yang menyebabkan para remaja tersebut ingin mencoba berbagai hal tanpa mengetahui dampak buruk yang ditimbulkan. Setelah mengkonsumsi minuman keras dengan frekuensi yang sering menyebabkan mereka kecanduan terhadap minuman keras tersebut bahkan ada yang dari awal mengkonsumsi sudah merasa ketagihan. Kenikmatan Minuman Keras Minuman keras selalu mempunyai kenikmatan tersendiri bagi peminumnya, tak terkecuali bagi mereka yang sudah biasa mengkonsumsi atau yang baru mulai mencoba minuman minuman keras pertama kali. Kenikmatan yang dirasakan setelah mengkonsumsi minuman keras antara lain merasa lebih percaya diri, pemberani, senang, santai, pikiran tenang, perasaan seperti melayang-layang, perasaan malu berkurang dan menyenangkan. Sesuai dengan pernyataan Saudara Ivanto S dia mengatakan: Saya mengkonsumsi miras itu umur SMP dikarenakan mengikuti pergaulan temanteman. Saya merasa kecanduan minum alkohol itu sejak pertama kali minum karena menimbulkan beberapa perasaan yang enak. Seperti badan terasa ringan, keberanian semakin bertambah setelah meminum miras tersebut. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perilaku minuman keras pada anak remaja ini memiliki beberapa tahapan. Diantaranya yaitu: Coba-coba karena ajakan teman dan rasa penasaran yang muncul dalam diri . Kebiasaan dikarenakan seringnya mengkonsumsi minuman keras dalam jumlah dan waktu tertentu. Kecanduan dimana seseorang merasa ada yang kurang jika tidak mengkonsumsi minuman keras dalam jangka waktu tertentu. Hal ini sesuai dengan pendapat Furhman, beliau menjelaskan mengenai tahapan perilaku minuman keras yaitu: Tahap eksperimen . oba-coba atau penasara. Biasanya seseorang mengkonsumsi minuman keras pada saat-saat tertentu dan umumnya dikonsumsi bila seseorang berada di tengah-tengah kelompoknya. Toleransi terhadap minuman keras pada tahap ini masih rendah. Tahap kebiasaan. Pada tahap ini akan terjadi apabila pada tahap eksperimen penggunaannya makin meningkat. Individu akan mengajak teman sebaya yang juga memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman keras. Maka sudah mulai muncul gejala-gejala peningkatan toleransi untuk mendapatkan efek seperti yang didapatkan sebelumnya. Tahap ketergantungan. Ini terjadi jika keinginan untuk mengkonsumsi minuman keras secara teratur sudah meningkat. Muncul gangguan yang bersifat fisik maupun psikologis. Perilaku yang ditunjukan oleh para peserta didik adalah perilaku pengekspresian terhadap keinginan terhadap kebebasan yang ditunjukan dengan sikap tidak mau diatur yang cenderung melakukan hal-hal yang selalu bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dampak Perilaku Minuman Keras Terhadap Remaja di Kampung Tomon Satu Distrik Dekai Minuman keras adalah minuman yang mengandung etanol atau juga yang disebut sebagai minuman beralkohol, akibat dari minuman ini dapat menyerang kesadaran orang yang mengkonsumsinya akibatnya akan mengalami mabuk. Bahaya minuman keras bagi kesehatan sudah sangat sering diberitakan. Bila dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka panjang, minuman keras bisa merusak organ tubuh dan menyebabkan kecanduan. bahkan, tidak jarang juga keracunan minuman keras yang bisa berakibat fatal. Alasan seseorang mengkonsumsi minuman keras agar mereka merasa lebih tenang. Namun, manfaat minuman keras dapat diperoleh jika mengkonsumsinya secara bijak, yaitu jumlah yang tidak berlebihan dan tidak terlalu sering. Akibat dari mengkonsumsi minuman keras adalah menimbulkan kecanduan, karena minuman keras atau minuman beralkohol ini mengandung zat adiktif, yaitu zat yang jika masuk ke dalam tubuh manusia walaupun dengan jumlah sedikit akan menimbulkan efek kecanduan yang luar biasa. Saat ini minuman keras seperti sudah biasa di kalangan peserta didik. Minuman keras ini banyak disalahgunakan oleh para peserta didik sebagai alat untuk mencari Mereka tidak menghiraukan akan dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan minuman keras dan juga karena kurangnya kesadaran merupakan penyebab dari penyalahgunaan minuman keras tersebut. Dampak minuman keras yang dirasakan oleh penggunanya sesuai dengan pernyataan Saudara kepala Kampung: Efek yang saya rasakan setelah mengkonsumsi minuman keras adalah tanah seperti bergoyang sehingga saya sudah tidak bisa berdiri tegap. Kepala pusing dan penglihatan menjadi kabur, namun pikiran saya menjadi tenang dan juga rasa keberanian dalam diri saya Pernyataan lain dari Saudara BL Yang saya rasa habis minum minuman keras itu seperti muntah-muntah, pikiran saya menjadi tidak tenang, pusing dan juga muncul rasa keberanian dalam diri dan pikiran tidak karuan sehingga menyebabkan tidak sadarkan diri. Berdasarkan wawancara di atas dapat diketahui bahwa minuman keras ini selain berdampak pada kesehatan berdampak pula pada pola pikir atau tingkah laku manusia. Salah satu contohnya ketika selesai mengkonsumsi minuman keras membuat seseorang tidak sadarkan diri. Penyalahgunaan minuman keras memiliki beberapa dampak diantaranya: Dampak Minuman Keras Terhadap Kehidupan Bermasyarakat Mengkonsumsi minuman keras yang dilakukan di lingkungan masyarakat justru berdampak pula pada ketentraman masyarakat, dengan kecanduan minuman keras seseorang dapat melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat. Minuman keras merupakan hal yang paling berbahaya bagi perkembangan sosial para anak remaja. Minuman keras ini sangat memabukkan dan bisa membuat orang kecanduan, sehingga akibat lebih lanjut adalah bisa merusak hubungan sosial dengan sesama manusia bahkan dengan Allah. Perubahan sikap juga dirasakan oleh orang tua ketika mereka sudah mulai kecanduan minuman keras. Sebagaimana pernyataan Musa silak beliau mengatakan: Anak-anak itu kalau minta uang terus tidak dikasih pasti marah-marah ke orang tua tanpa tau apa kesusahannya orang tua. Kadang miris juga perasaannya kita sebagai orang tua. Penyalahgunaan minuman keras saat ini merupakan permasalahan yang cukup berkembang di tengah-tengah masyarakat dan menunjukan kecenderungan yang meningkat dari tahun ke Menurut pernyataan Bapak Engkiahap bahabol selaku. Kepala kampung Tomon Satu beliau berpendapat bahwa: Pelanggaran yang dilakukan di masyarakat setelah mengkonsumsi minuman keras sepertinya perkelahian, pencurian, membuat keributan dimalam hari dengan menggunakan knalpot bogar itu semua menjadi laporan masyarakat ke kantor desa. Para anak remaja ini juga pernah di proses karena kedapatan mencuri mesin pompa air yang berada di sekitaran kampung tomon satu dan itu semua merupakan dampak yang tidak baik dari mengkonsumsi minuman Kebanyakan yang melakukan pelanggaran tersebut adalah anak sekolah, kemungkinan besar ini sudah bukan karena minuman keras namun mengarah ke penyalahgunaan narkoba. Kami dari pihak kepala kampung tidak sampai menyelesaikan permasalahan ini kepihak yang berwajib, melainkan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan di kantor desa. Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa akibat dari penyalahgunaan minuman keras menimbulkan kenakalan-kenakalan, perkelahian, pencurian, munculnya geng remaja, perbuatan asusila dan premanisme. Dampak Minuman Keras Terhadap Remaja Remaja merupakan generasi penerus bangsa bahkan peserta didik menjadi harapan orang tua atas perkembangan masa depan keluarga. Maju mundurnya sebuah bangsa ditentukan oleh generasi muda saat ini. Oleh karena itu, remaja khusunya peserta didik adalah generasi yang mempunyai peran besar dalam menentukan arah perbaikan bangsa dan keluarga serta masa depannya. Enggiahap bahabol kepala kampung Tomon Satu distrik dekai Kabupaten yahukimo. Wawanacara. 15 Januari 2025 di Kantor desa kepekaan dan kepedulian terhadap kondisi di Salah satu langkah untuk mewujudkan harapan dan cita-cita bangsa dan orang tua adalah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah wadah yang di dalamnya diisi dengan seseorang yang terpelajar disebut dengan anak remaja, dan pendidikan tersebut diharapkan dapat membawa para anak remaja mencapai prestasi belajar sehingga bisa bermanfaat bagi bangsa dan membuat bangga orang tua. Namun, anak remaja saat ini tidak bisa mencapai prestasi yang baik sesuai dengan harapan dan cita-cita bangsa dan orang tua dikarenakan pengaruh mengkonsumsi minuman keras. Ketika sudah dipengaruhi oleh minuman keras kehidupan sebagai seorang anak remaja yang memiliki keinginan untuk berprestasi lama kelamaan akan menurun. Berdasarkan wawancara Bersama kepala desa beliau menjelaskan: Perilaku mengkonsumsi minuman keras ini sangat mengganggu kepada anak remaja. Sehingga mengakibatkan para anak didik tidak lagi berkonsentrasi dalam mau inign sekolah karena dia mengkonsumsi minuman keras. Karena pergaulannya juga biasa saling mengajak untuk pemalas. Biasanya anak remaja yang memiliki prestasi bagus di sekolah setelah pergaulannya tidak baik, prestasinya jadi menurun drastis dan ini menjadi tugas utama seorang orang tua agar bagaimana para anak didik ini dapat meninggalkan hal-hal yang tidak baik Pernyataan lain dari masyarakat bapak yoni murip menyatakan: Seorang anak remaja seharusnya mampu mengendalikan diri dan menjauhkan keinginan untuk mencoba-coba minum minuman keras yang mengakibatkan kemabukan dan berakhir pada prestasi belajar peserta didik yang menurun secara total. Sebagaimana wawancara bersama Bapak kepala kampung beliau mengatakan: Peran kami sebagai kepala suku dalam mengedukasi para anak remaja mengenai bahaya narkoba adalah mendatangkan Tim Sosialisasi dari pihak BNN (Badan Narkotika Nasiona. untuk memberikan edukasi secara langsung kepada para anak remaja. Kalau untuk kepala suku secara khusus, kami para kepala suku memberitahukan hal-hal yang membahayakan mereka seputaran pengetahuan yang dimiliki oleh para masyarakat setempat. Selaras dengan pernyataan bapak neri bahabol keamanan menjelaskan: Untuk mengedukasi anak yang bermasalah biasanya ada dari pihak kepolisian dan BNN (Badan Narkotika Nasioana. memberitahukan bahaya mengkonsumsi minuman keras seperti Kami selaku gereja hanya memberitahukan seadanya mengenai dampak kedepannya mengkomsumsi minuman keras dan rokok itu seperti kesehatan terganggu, semangat dalam meraih masa depan yang sebelumnya menjadi tujuan utama menjadi pudar karena pergaulan yang kurang baik. Salah satu upaya yang tidak hentinya yang sering kami lakukan adalah memberikan nasehat kepada para anak remaja. Dan juga Saya sebagai kepala Satuan polisi pamong praja (SATPOL PP ) beberapa pihak telah lakukan mulai dari pelarangan, pensitaan tempat jualan minuman ikut kegiatan sosialisasi tentang bahayanya miras di kampung tomon satu distrik dekai yahukimo Menurut Musa silak selaku orang tua beliau mengatakan: Kalau untuk memberi edukasi kepada anak-anak tentang bahaya minuman keras itu biasa kami memberikan nasehat terus menerus kepada mereka ketika di rumah. Tidak hanya menasehati tapi juga memantau perilaku mereka di luar rumah. Adakah perubahan atau tidak, jangan sampai anak tersebut bergaul dengan teman yang tidak baik. Upaya dalam menghindari atau bahkan berhenti dari perilaku minuman keras tidak hanya menjadi upaya yang diusahakan oleh orang tua. Namun, menjadi tugas dan tanggung jawab diri sendiri bahkan masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil wawancara bersama Bapak fotohap yahuli beliau selaku kepala suku besar mengatakan Saya pikir sederhana saja agar mereka mengurangi mengkonsumsi minuman keras caranya dengan melakukan pendekatan secara persuasif karena perilaku anak yang seperti ini tidak boleh dikasari. Dan juga kegiatan-kegiatan yang bisa memberdayakan mereka seperti RISMA dapat diaktifkan kembali, membaur ke masyarakat dan mengajak mereka bergabung agar mereka memiliki kesibukan yang bermanfaat yang ada di RISMA itu sendiri. Diharapkan dengan cara seperti ini bisa mengalihkan perhatian mereka dengan melakukan hal-hal baik. Dan salah satu kegiatan yang telah diprogramkan oleh Kepala distrik bekerjasama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat untum memberhentikan penjual minuman keras yang ada di kampung tomon distrik dekai. Pernyataan lain perwakilan pemerintah kepala distrik dekai. Ya saya sebagai mewakili pemerintah dan sekaligus kepala distrik dekai sudah mengeluarkan surat edaran untuk pelarangan penjualan miras di kampung tomon satu distrik dekai kab Yahukimo. Adapun kerjasama yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan juga orang tua agar para anak remaja memiliki kesadaraan yang baik dan meningkatkan kembali mengurangi minum . yang sempat menurun. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dampak yang terjadi anak remaja setelah mengkonsumsi minuman keras di antaranya yaitu: Menurunnya prestasi belajar. Emosi yang tidak stabil. Kejahatan ditengah masyarakat yang semakin merajalela. Usaha dan upaya yang dilakukan oleh orang tua, dan juga masyarakat di kalangan anak remaja sudah sangat baik. Hanya saja diperlukan kerjasama dan koordinasi yang baik antara pihak orang tua dan pihak tertentu sehingga anak remaja yang memiliki perilaku minumminuman keras dapat berkurang secara signifikan dan menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi anak remaja. Penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data lapangan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Terdapat 9 narasumber, yang terdiri dari 2 orang Remaja, 1 Orang Tua, 1 orang Masyarakat, 1 orang Pedagang Minuman Keras, 1 orang Aparat Pemerintah, 1 orang Gereja, 1orang Aparat Keamanan, 1 orang Kepala Suku, dan remaja . Wawancara dilaksanakan pada pada tanggal 15 Januari Sampai Dengan 29 Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peredaran penyalahgunaan minuman keras dari luar masuk melalui kapal oleh pedakang minuman keras , dan yang lain khususnya minuman local seperti wiro saguaro dan minuman lain, telah meluas di kalangan remaja di Kampung Tomon Satu Distrik Dekai. Namun, belum terdapat langkah konkret dari pemerintah distrik, orang tua, maupun remaja itu sendiri untuk menangani permasalahan ini. Para remaja menunjukkan perilaku menyimpang, seperti mencuri, tidak mampu mengontrol emosi, dan sering terlibat dalam perkelahian akibat pengaruh alkohol. Penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan perilaku dan faktor penyebab penyalahgunaan minuman keras, tetapi juga mengidentifikasi upaya pencegahan yang telah dilakukan. Berdasarkan data yang diperoleh, penyalahgunaan minuman keras sangat berpengaruh terhadap perilaku remaja, terutama dalam aspek emosi dan sosial. Mereka menjadi mudah tersulut emosi, sulit dikendalikan, dan cenderung melakukan tindakan menyimpang. Faktor penyebabnya bervariasi, mulai dari faktor individu, keluarga, lingkungan pertemanan, hingga ketersediaan minuman keras yang mudah diakses di desa dan sekitarnya. Perilaku menyimpang yang ditunjukkan oleh remaja akibat konsumsi minuman keras seperti Cap Tikus merupakan fenomena yang cukup memprihatinkan dan selaras dengan hasil penelitian (Hidayat, 2. Dalam penelitiannya. Hidayat menegaskan bahwa penyalahgunaan alkohol di kalangan remaja dapat mengarah pada gangguan perilaku dan moral, termasuk di dalamnya tindakan kriminal seperti pencurian dan kekerasan fisik, pelanggaran norma sosial seperti membangkang terhadap otoritas, serta penyimpangan seksual. Konsumsi alkohol mengganggu fungsi kognitif dan mengurangi kapasitas remaja dalam membedakan perilaku yang dapat diterima secara sosial. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya kecenderungan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari aturan sosial dan hukum. Seiring dengan itu, temuan Widodo dan RofiAoah . juga memperkuat bahwa konsumsi alkohol di kalangan remaja sering kali menyebabkan menurunnya kemampuan kontrol diri dan meningkatnya perilaku agresif, termasuk kemarahan yang tidak terkendali dan tindakan kekerasan terhadap orang lain. Dalam konteks sosial, perilaku seperti ini tentu menimbulkan keresahan baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat secara luas. Beragam bentuk perilaku menyimpang yang diperlihatkan oleh remaja dalam penelitian ini menunjukkan bahwa wiro wiski dan minuman lain, sebagai salah satu jenis minuman keras tradisional yang memiliki kadar alkohol tinggi, memainkan peran signifikan dalam mempengaruhi aspek psikososial remaja. (Lintong et al. , 2. menyebutkan bahwa kandungan alkohol dalam wiro dan minuman lain termasuk tinggi, bahkan melampaui kadar alkohol dalam minuman beralkohol komersial tertentu. Konsumsi minuman ini oleh remaja, terutama tanpa pengawasan orang tua maupun otoritas Distrik, mengakibatkan penurunan kesadaran, kontrol diri, serta penurunan daya tanggap terhadap lingkungan sekitar. Akibatnya, perilaku seperti mencuri, berkelahi, merusak fasilitas umum, dan bahkan melakukan kekerasan terhadap sesama menjadi lebih sering terjadi. (Miradj, 2. mengungkapkan bahwa alkohol secara langsung memengaruhi fungsi otak, terutama bagian yang mengatur kontrol impuls dan kesadaran sosial. Hal inilah yang menjelaskan mengapa remaja yang terlibat dalam konsumsi minuman menunjukkan perilaku yang cenderung agresif, impulsif, dan tidak sesuai dengan norma masyarakat. Lebih lanjut, pemahaman tentang penyebab remaja mengonsumsi minuman keras dapat dikaji melalui teori yang dikemukakan oleh Sutirayati . alam Tampomalu et al. , 2. Teori ini menjelaskan bahwa penyalahgunaan alkohol pada remaja tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh faktor eksternal yang berasal dari lingkungan sosialnya. Faktor internal mencakup aspek-aspek seperti kondisi psikologis remaja, tingkat stres, kepribadian, serta rasa ingin tahu yang tinggi yang umum terjadi pada masa remaja. Sementara itu, faktor eksternal meliputi kurangnya komunikasi efektif dalam keluarga, pengaruh lingkungan tempat tinggal, tekanan teman sebaya, serta kemudahan akses terhadap alkohol di sekitar mereka. Interaksi antara faktor internal dan eksternal ini memperbesar peluang terjadinya penyimpangan perilaku, terutama apabila tidak ada mekanisme kontrol atau pendampingan yang kuat dari lingkungan terdekat remaja, seperti keluarga, sekolah, atau tokoh masyarakat. Faktor yang Mempengaruhi Remaja Mengonsumsi Minuman Keras Beralkoh Adalah: Individu di dorong dari dalam sendiri . Orang Tua . Lingkungan sekitarnya . Lingkungan Sekolah . Media social Sumber: Hasil wawancara remaja di kampung tomon satu, 2025 Dari lima faktor yang ditelusuri dalam penelitian ini, ketersediaan alkohol yang mudah diakses merupakan faktor yang paling dominan, dengan 2 remaja dari total responden menyebutkan hal ini sebagai alasan utama mereka mengonsumsi minuman keras. Faktor ini menggambarkan lemahnya sistem pengawasan dan regulasi di tingkat kampung terhadap distribusi dan konsumsi alkohol. Selain itu, komunikasi yang buruk dengan orang tua juga diidentifikasi sebagai penyebab yang cukup signifikan. Data ini menunjukkan pentingnya peran lingkungan sosial, terutama pengawasan orang tua dan peraturan distrik, dalam mencegah penyalahgunaan alkohol. Tidak adanya responden yang menyebutkan sekolah sebagai faktor penyebab menunjukkan bahwa peran lembaga pendidikan, meskipun penting, kurang memberikan pengaruh langsung dalam hal ini. Sebaliknya, pengaruh teman sebaya juga sangat kuat, dengan 8 responden menyatakan bahwa bujukan dan tekanan dari teman merupakan pemicu utama mereka terlibat dalam konsumsi alkohol. Dengan demikian, data ini memberikan gambaran konkret bahwa penyalahgunaan minuman keras oleh remaja bukanlah semata-mata masalah pribadi, tetapi berkaitan erat dengan struktur sosial di sekitarnya. Temuan mengenai faktor dominan seperti ketersediaan alkohol yang mudah diakses diperkuat oleh penelitian Rori, . , yang menyatakan bahwa lingkungan sosial dengan tingkat akses alkohol yang tinggi akan meningkatkan risiko penyalahgunaan alkohol di kalangan remaja. Hal ini menggambarkan pentingnya kontrol sosial dalam mencegah penyalahgunaan alkohol. Apabila pengawasan distribusi minuman keras tidak dilakukan secara ketat oleh aparat distrik, maka potensi konsumsi oleh remaja semakin tinggi. Selain itu, budaya permisif terhadap konsumsi alkohol dalam lingkungan tertentu juga turut memperparah Tidak adanya sanksi sosial maupun hukum yang tegas mendorong remaja untuk terus mengulangi perilaku menyimpang tersebut. Dalam konteks ini, peran pemerintah distrik dan aparat hukum menjadi krusial dalam membatasi peredaran minuman keras dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya konsumsi alkohol, terutama bagi kalangan remaja. Di samping itu, pengaruh teman sebaya juga menjadi faktor penting yang tidak dapat Penelitian menunjukkan bahwa remaja cenderung mengikuti perilaku kelompoknya demi mendapatkan pengakuan, rasa diterima, dan solidaritas sosial. Dalam banyak kasus, keputusan untuk mencoba alkohol untuk pertama kalinya sering kali dipicu oleh ajakan atau dorongan dari teman sebaya. Hal ini sesuai dengan pendapat (Kartini Kartono, 1. , yang menegaskan bahwa dalam fase perkembangan remaja, pengaruh teman sebaya sangat dominan dan sering kali lebih kuat dibandingkan pengaruh dari keluarga atau sekolah. Oleh karena itu, intervensi dalam bentuk pembinaan kelompok sebaya yang positif dapat menjadi strategi efektif untuk menanggulangi perilaku menyimpang ini. Kegiatan seperti forum remaja, pembinaan karakter, dan pelatihan kepemimpinan perlu digiatkan agar remaja memiliki ruang yang sehat untuk berinteraksi dan mengembangkan identitas diri. Upaya pencegahan yang ditemukan dalam penelitian ini mencakup imbauan kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, kerja sama antara pemerintah desa dan pihak kepolisian untuk menertibkan peredaran Minuman geras, serta sosialisasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tentang bahaya alkohol dan narkoba. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga dan seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi persoalan sosial ini. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian (Oemara et , 2. , yang menekankan pentingnya pendekatan edukatif dan kolaboratif dalam menanggulangi penyalahgunaan alkohol dan zat adiktif lainnya. Melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah distrik, hingga lembaga negara seperti BNN, merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan bebas dari pengaruh negatif alkohol. Selain itu, pendekatan berbasis komunitas memungkinkan terciptanya rasa memiliki dalam upaya pencegahan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dari perubahan sosial yang diharapkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di Kampung Tomon Satu. Distrik Dekai. Kabupaten Yahukimo, dapat disimpulkan bahwa penyalahgunaan minuman keras di kalangan remaja masih dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran individu, lemahnya perhatian dan pengawasan keluarga, pengaruh teman sebaya, serta maraknya penjualan minuman keras beralkohol ilegal tanpa izin, yang berdampak pada meningkatnya kenakalan remaja, gangguan kesehatan, menurunnya prestasi belajar, serta munculnya perilaku kriminal dan sosial yang meresahkan Oleh karena itu, diperlukan upaya penanggulangan yang komprehensif dan berkelanjutan melalui pengendalian diri remaja, peningkatan peran dan keteladanan orang tua, penguatan nilai-nilai keagamaan dan adat oleh tokoh masyarakat dan kepala suku, penyediaan wadah kegiatan positif oleh pemerintah kampung dan distrik, pembinaan kerohanian oleh pihak gereja, serta pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran minuman keras ilegal, sehingga partisipasi seluruh unsur masyarakat dapat bersinergi dalam mencegah penyalahgunaan minuman keras dan menyelamatkan masa depan generasi muda di Kampung Tomon Satu. Saran yang dapat diberikan adalah: bagi remaja, hendaknya meningkatkan kesadaran diri akan bahaya miras dan memilih kegiatan positif. bagi orang tua, perlu meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap anak. bagi pemerintah kampung dan distrik, agar memperketat pengawasan peredaran miras, menegakkan sanksi tegas terhadap penjual ilegal, serta menyediakan program pembinaan remaja berbasis keterampilan. tokoh agama dan adat, agar secara rutin memberikan sosialisasi dan pembinaan moral. bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengkaji efektivitas program intervensi berbasis masyarakat dalam menurunkan angka penyalahgunaan miras pada remaja di wilayah pedalaman Papua. DAFTAR PUSTAKA Afrisal. Metode Penelitian Kualitatif. Depok: Rajawali Pers. Alwasilah Chaedar A. Pokoknya Kualitatif. Dasar-dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Dunia Pustaka Jaya. Amanda Maudy P. Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Remaja ( Adolescent Sustance Abuse ) Juli 2017 Anwar Yesmil. Adang. Sosiologi Untuk Universitas. Bandung : PT. Refika Aditama. Atmadja N. Ariyani L. Sosiologi Media. PT. Raja Grafindo Persada. Baskoro Novi E. Rekonstruksi Hukum terhadap Anak Penyalahguna Narkotika. Bandung: PT. Refika Aditama. Beal, . Pembangunan Berbasis Masyarakat. Alfabeta. Burlian Paisol. Patalogi Sosial. Jakarta Bumi Aksara. Data Anev Ungkap KSS TP. Narkoba dua tahun terakhir periode 2017-2018. Januari- Maret 2019 Serta Pemetaan Daerah Rawan Narkoba di Provinsi Papua. Jayapura: Direktorat Serse Narkoba Polda Papua. Derri Huby Prasetya . Program Studi Sosiologi Departemen Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosiologi Universitas Airlangga Tahun 20016 /20017 Gerungan W. Psikologi Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama. Hidayat Farid. Dampak Sosial Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja di Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Pattallasing Kabupaten Takalar. http// repository. Hisyam Ciek Julianti. Perilaku Menyimpang. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Irawan Nata dkk. Awas Narkoba Masuk Desa. Jakarta: Deputi Bidang Pencegahan BNN. Iskandar Anang. Politik Hukum Narkotika. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo. Iwa Agus dkk. Seminar Narkoba. Bandung: Majalah Tulang Elisa. Jubi. Jayapura: 28 Desember 2019. Jubi. Jayapura: Selasa 29 Oktober 2019. Kartono Kartini. Patalogi Sosial 3. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada. Manopo Hendri A. Peran Gereja Dalam Mengatasi Bahaya Narkoba. Yogyakarta : Andi. Penggunaan Narkotika Dikalangan Remaja Meningkat. Puslitdatin BNN RI. 12 Agustus 2019. By Puslitdatin. 12 Agustus 2019 Raden Ikhlas Maulana Adhyaksa: Program Study Pisikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Universitas Islam Suna Kalijaga Yokjakarta Tahun 2018 Rahayu Atika dkk, . Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Remaja. Lansia. Program Study Kesehatan Masyarakat FK UNLAM. Airlangga University Press. Rosdian Utang. Pemberdayaan Desa Dalam Sistim Pemerintahan Daerah. CV. Pustaka