Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 142-148 JAKA Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 142-148 http://publikasi. id/index. php/jaka KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERAN AUDIT INTERNAL SEBAGAI FAKTOR PENENTU KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN WONOSOBO Rayi Hidayati1* dan Hayu Wikan Kinasih2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang. Indonesia *Corresponding Author: hayu. wikan@dsn. 1,2Progdi Akuntansi. Diterima: Mei 2023. Direvisi: Mei 2023. Dipublikasikan: Mei 2023 ABSTRACT This study was conducted to analyze the Competence of Human Resources and the Role of Internal Audit in relation to the determination of the Quality of Financial Statements of the Regional Government of Wonosobo District. The object of this research is the financial management section of the OPD of Wonosobo District. The number of respondents in this study were obtained 51 respondents from 43 Regional Apparatus Organizations (OPD) in Wonosobo Regency. The analysis technique used to analyze the relationship between variables in this study is multiple linear regression analysis. The results of the research showed that Human Resources Competencies and The Role of Internal Audit are able to explain the variable of the quality of Local Government Financial Statements of Wonosobo District as much as 58. 1%, with the result that the two independent variables are positively and significantly effect on the quality of Local Government Financial Statements of Wonosobo District Keywords: Quality of Local Government Financial Statements. Human Resources Competency. The Role of Internal Audit. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Peran Audit Internal dalam kaitannya dengan penentuan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo. Objek penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah bagian pengelola keuangan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Wonosobo. Jumlah responden dalam penelitian ini sejumlah 51 responden yang berasal dari 43 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Wonosobo. Teknik analisa yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variable dalam penelitian ini yakni analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Peran Audit Internal mampu menjelaskan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo sebesar 58,1% dengan hasil bahwa kedua variable indepeden berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo. Kata Kunci: Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Kompetensi Sumber Daya Manusia. Peran Audit Internal Rayi Hidayati dan Hayu Wikan Kinasih: KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERAN AUDIT INTERNAL SEBAGAI FAKTOR PENENTU KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN WONOSOBO PENDAHULUAN Menurut Undang Ae undang No. 23 Tahun 2014 tentang otonomi daerah, mengakibatkan setiap daerah diberikan hak, kewenangan serta kewajiban dalam menangani serta mengatur masyarakat daerahnya sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku. Keberadaan otonomi daerah ini mengakibatkan tiap Ae tiap daerah memiliki tanggung jawab atas pengelolaan keuangannya masing-masing. Karena hal tersebut, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk melakukan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan yang berlaku. Pengelolaan keuangan yang ada pada Kabupaten Wonosobo dari tahun 2016 hingga tahun 2020 dilakukan dengan baik dan akuntabel. Hal ini dapat dilihat melalui opini yang diperoleh yakni WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan daerah yang disusun pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo. Dalam raihan opini terbaiknya masih terdapat beberapa catatan yang perlu diperbaiki seperti yang tertera dalam artikel media online mengenai sistem pengendalian yang ada pada pemerintah Wonosobo serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Catatan tersebut oleh Manaf . yakni penatausahaan dan pengamanan aset belum dilakukan dengan tertata dan menyebabkan belum terselesaikan pendataan aset daerah dengan baik. Catatan yang diberikan BPK tersebut berasal dari temuan terkait pengelolaan BMD atau Barang Milik Daerah. Seperti yang diterangkan BPPKAD . permasalahan yang dijumpai ini diakibatkan penerapan aturan mengenai pengelolaan BMD pada Kabupaten Wonosobo belum dilakukan secara benar demikian, hal tersebut berakibat kepada prosedur perencanaan dan penganggaran pengadaan barang tidak sesuai dengan penggunaannya, barang yang digunakan tidak optimal, dan rendahnya manfaat barang milik daerah untuk mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penyebab lain yang menjadi faktor munculnya temuan tersebut yakni penatausahaan barang milik daerah yang belum dilaksanakan secara tepat, data yang tersedia kurang akurat, penyusunan laporan kurang tepat waktu serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Diketahui bahwa SDM pengelolaan aset hanya terdiri dari 13 orang, diantaranya 6 orang PNS dan 7 orang pegawai PNS. Dengan formasi personil tersebut diperlukan peran serta dari Organisasi Perangkat Daerah lainnya selaku Pengguna Barang Milik Daerah untuk membantu mewujudkan tata kelola aset yang tertib. Laporan keuangan pemerintah daerah berasal dari laporan keuangan yang disusun oleh OPD . rganisasi perangkat daera. yang selanjutnya diringkas dan digabungkan sehingga terbentuk laporan keuangan Pemerintah Daerah. Laporan ini disusun sebagai wujud pertanggungjawaban yang dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat serta acuan bagi pemerintah dalam membuat keputusan (Nazaruddin dan Syahrial, 2. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010, diberikan beberapa karakteristik bagi sebuah laporan keuangan agar dapat dikatakan berkualitas. Karakteristik tersebut terdiri dari relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami (Septiana et al. , 2. Dalam rangka mewujudkan laporan keuangan yang berkualitas, maka diperlukan beberapa unsur diantaranya adalah kompetensi sumber daya manusia. Sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 karakteristik yang harus ada pada diri seorang Pegawai Negeri Sipil yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku dalam melaksanakan tugasnya (Septiana et al. , 2. Ketiga karakteristik tersebut merupakan bagian yang membentuk adanya kompetensi dari sumber daya manusia itu sendiri. Riset yang dilakukan Septiana et al. Irafah et al. , serta Cahmawati & Romadhon . menunjukkan hasil bahwa sumber daya manusia dengan kompetensi yang ada pada dirinya dapat memberikan pengaruh atas kualitas laporan finansial pada pemerintah daerah. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 142-148 Selain untuk mewujudkan pelaporan keuangan yang berkualitas, laporan keuangan harus disajikan secara tepat dan wajar. Salah satu yang memiliki andil untuk mewujudkan ketepatan pelaporan keuangan adalah keberadaan auidit internal. Peran audit internal pada pemerintah saait ini menjadikewenangan dari APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerinta. , yakni Inspektorat serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Penelitian yang telah dilakukan oleh Nazaruddin dan Syahrial . dan Irafah et al. , . menyatakan bahwa kualitas laporan keuangan dipengaruhi oleh adanya peran audit internal. Namun, terdapat perbedaan pandangan dalam riset yang diteliti oleh Suyono . Cahmawati & Romadhon . dan Septiana et al. memberikan hasil yakni peran audit internal tidak memiliki pengaruh pada kualitas laporan keuangan. TINJAUAN PUSTAKA Stewardship Theory Teori stewardship menurut Marheni . merupakan teori yang menerangkan mengenai kondisi dimana steward atau manajer pengelola tidak memiliki keinginan pribadi dan mengutamakan kepentingan pemilik. Maksud dari hal tersebut ialah para manajer pemerintah lebih mementingkan hasil pokok mereka untuk kebutuhan organisasi. Teori stewardship lebih mengutamakan upaya dalam meraih tujuan bersama dan bukan pada tujuan Apabila muncul perbedaan dalam kepentingan antara steward dengan prinsipal, steward akan lebih mementingkan nilai kebersamaan. Dalam teori stewardship. Jefri . menjelaskan bahwa kinerja organisasi yang efektif dan efisien dapat menciptakan kesuksesan organisasi yang dapat memberikan kepuasan terhadap stakeholder dan organisasi. Teori ini dapat digunakan dalam organisasi non profit lainnya serta organisasi sektor publik. Pada organisasi sektor publik pemilik sumber daya atau prinsipal memiliki keterbatasan dalam melaksanakan fungsi pengelolaan, dengan demikian fungsi tersebut dilimpahkan kepada manajer pemerintah sebagai steward yang lebih mampu dan mengerti mengenai masalah tersebut. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kompetesi sumber daya manusia (SDM) ialah aspek penting dalam menunjang terciptanya kualitas yang ada pada laporan finansial. Kompetensi yang layak dalam sumber daya manusia melambangkan keahlian yang seharusnya ada pada diri tiap individu baik dalam bentuk ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku serta keterampilan yang diperlukan dalam memenuhi kewajibannya (Adha Inapty & Martiningsih, 2. Dengan demikian diperlukan kompetensi sumber daya manusia yang sesuai dengan bidangnya untuk dapat melahirkan laporan finansial yang memiliki kualitas. Organisasi sektor publik memiliki tujuan untuk menciptakan pemerintahan yang baik dengan mewujudkan kepentingan bersama. Hal tersebut memerlukan motivasi manajemen pemerintah untuk lebih mementingkan kepentingan organisasi (Marheni, 2. Dalam teori stewardship, pemilik sumber daya sebagai prinsipal memberikan kepercayaan kepada manajer pemerintah sebagai steward dalam melaksanakan fungsi pengelolaan. Dengan demikian, diperlukan perhatian lebih terhadap kompetensi sumber daya manusia dalam mengelola laporan keuangan untuk mewujudkan organisasi yang baik. Rayi Hidayati dan Hayu Wikan Kinasih: KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERAN AUDIT INTERNAL SEBAGAI FAKTOR PENENTU KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN WONOSOBO Riset yang telah dilangsungkan sebelumnya oleh Septiana et al. Irafah et al. , dan Tawaqal & Suparno . memberikan kesimpulan yang membuktikan bahwa kompetensi SDM membawa dampak positif terhadap terwujudnya kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Dalam beberapa riset sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk menciptakan suatu laporan finansial yang mempunyai informasi yang berkualitas perlu adanya kompetensi SDM yang akan mengelola serta menyusun laporan tersebut. Berlandaskan pada penjelasan diatas, hipotesis yang dikemukakan pada riset ini, yakni : H1 : Kompetensi sumber daya manusia memiliki pengaruh positif pada kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Pengaruh Peran Audit Internal terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Pentingnya pengawasan dalam penyusunan laporan keuangan dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahan penyampaian informasi yang dapat merugikan pihak internal maupun eksternal. Peran ini dilaksanakan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Dalam PP No. 60 Tahun 2008 menyebutkan Pengawas Internal atau APIP mempunyai tugas untuk mengaudit, mereviu, melakukan evaluasi, monitoring dan pendampingan atau pengawasan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan (Septiana et al. , 2. Teori stewardship merupakan teori yang digunakan dalam organisasi sektor publik karena dalam teori ini lebih mengedepankan tujuan bersama (Marheni, 2. Teori ini menunjukkan manajer pemerintah memberikan pelayanan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Pelayanan yang dapat diberikan salah satunya melalui pengawasan dari audit internal untuk memperhatikan transparansi pengelolaan laporan keuangan dari setiap kegiatan yang melibatkan sumber daya milik prinsipal. Menurut Nazaruddin dan Syahrial . Irafah et al. dan Setyowati et al. membuktikan dalam hasil penelitiannya bahwa kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dipengaruhi secara signifikan oleh peran audit internal. Dalam beberapa riset yang telah dilaksanakan memberikan kesimpulan bahwa informasi mengenai keuangan yang termuat pada laporan finansial juga tak bisa lepas dari peran audit internal. Berlandaskan penjelasan diatas, hipotesis yang dikemukakan pada riset ini, yakni : H2 : Peran audit internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang ada pada lingkup pemerintahan Kabupaten Wonosobo dengan jumlah total 43 OPD yang terdiri atas 1 Sekretaris Daerah, 1 Inspektorat, 5 Badan, 15 Dinas, 15 Kecamatan, 1 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 5 puskesmas. Nonprobability sampling merupakan teknik yang dipilih pada penelitian ini, dengan menggunakan metode purposive sampling. Kriteria yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Bekerja lebih dari satu tahun pada kantor Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Wonosobo. Pegawai yang melaksanakan fungsi akuntansi/keuangan. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 142-148 Alat analisis menggunakan regresi berganda. Alat ukur variabel penelitian tampak seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Indikator variabel penelitian Variabel Kualitas Laporan Keuangan Indikator variabel . Relevan, . Andal, . Dapat Dipercaya, . Dapat Dibandingkan . Pengetahuan, . Keterampilan, . Sikap Perilaku . Independensi, . Kompetensi, . Obyektif. Kompetensi Sumber Daya Manusia Peran Audit Internal ANALISA DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan di atas diperoleh data sebanyak 51 responden, dengan hasil pengolahan sebagai berikut: Tabel 2. Asumsi Klasik Asumsi Normalitas Multikolinearitas Heteroskedastisitas . ji Glejse. Kriteria Hasil Keterangan Signifikansi KS < 0,05 Tolerance < 0,10 dan VIF > 10 KompSDM. VIF 1,46. Tol 0,706 PeranAI. VIF 1,46. Tol 0,706 Terdistribusi Normal Tidak terdapat Multikolinearitas Sig. > 0,05 KomSDME Sig. 0,083 PeranAIE Sig. 0,212 Tidak terdapat KS = 0,769 Sumber: data primer diolah . Berdasarkan hasi pengujian asumsi klasik pada model regresi yang dibentuk, diketahui bahwa semua asumsi terpenuhi sehingga analisis lebih lanjut dapat dilakukan. Uji model dilakukan dengan menggunakan uji Simultan dan koefisien deternimasi, sedangkan uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. hasil pengujian tampak seperti pada Tabel 3. Tabel 3. Uji Model dan Hipotesis Uji Model Hasil Sig. 0,000 Adjusted R square 0,581 Kesimpulan Signifikansi model 0,000 di bawah 0,05 maka disimpulkan model fit dan layak untuk dilanjutkan. 58,1% variable independent dalam model regresi mampu menjelaskan veriabel dependen Kualitas Laporan Keuangan Uji Hipotesis KomSDM E KLKD Sig. 0,000 1= 0,550 Hipotesis satu diterima PeranAI E KLKD Sig. 0,005 2= 0,322 Sumber: data sekunder diolah . Hipotesis dua diterima Melihat dari hasil pengujian yang dilakukan antara variable Kompetensi SDM dan Kualitas Laporan Keuangan pada Kabupaten Wonosobo, membuktikan bahwa kompetensi SDM memberikan pengaruh secara positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo. Hasil tersebut membuktikan apabila SDM yang ada dalam organisasi perangkat daerah memiliki kompetensi dalam bidangnya, maka kualitas yang dimiliki laporan keuangan yang disusun oleh pemerintah daerah juga akan sesuai dengan Rayi Hidayati dan Hayu Wikan Kinasih: KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERAN AUDIT INTERNAL SEBAGAI FAKTOR PENENTU KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN WONOSOBO standar yang diterapkan. Sejalan dengan teori yang digunakan yakni stewardship theory bahwa dalam melakukan fungsi pengelolaan keuangan untuk mewujudkan organisasi sektor publik yang baik diperlukan sosok dalam pemerintahan, sebagai steward, yang kompeten. Dengan adanya dukungan dari SDM yang kompeten maka akan terwujud sebuah laporan keuangan yang berkualitas. Laporan keuangan yang berkualitas itu sendiri akan mampu menciptakan informasi yang akuntabel serta dapat berguna dalam pengambilan keputusan (Jefri, 2. SDM yang kompeten pada Kabupaten Wonosobo dibuktikan bahwa sebesar 80,3% responden menempuh pendidikan terakhir dengan gelar Diploma dan Sarjana, atas jumlah tersebut diketahui bahwa 66,6% berlatar belakang pendidikan yang berkaitan dengan keuangan yakni Akuntansi dan Manajemen. Selain latar belakang pendidikan, kompetensi sumber daya manusia juga berkembang seiring dengan waktu dalam melaksanakan pekerjaan terkait pengelolaan keuangan. Hal ini terbukti bahwa responden pada penelitian ini sebesar 80,4% telah melaksanakan pekerjaan terkait pengelolaan keuangan lebih dari 4 tahun lamanya. Melihat hasil dari periode pekerjaan tersebut, sebesar 47,1% responden telah melakukan pelatihan yang berkaitan mengenai keuangan sebanyak lebih dari 3 kali. Didukung dengan skor yang dihasilkan pada penyebaran kuesioner sebesar 3,97 yang masuk pada kategori tinggi memiliki arti yakni sumber daya manusia di Kabupaten Wonosobo yang mempunyai kompetensi berperan penting dalam menghasilkan laporan finansial yang berkualitas. Hasil riset ini juga sejalan dengan hasil riset yang telah dijalankan oleh Septiana et al. Irafah et al. dan Tawaqal & Suparno . bahwa kompetensi SDM memberikan pengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Selain kompetensi SDM, variable lain yang juga diuji untuk melihat pengaruh pada kualitas laporan keuangan pemerintah daerah adalah peran audit internal. Peran audit internal dalam penelitian ini memberikan pengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo. Kualitas pada laporan keuangan itu sendiri akan mungkin terwujud apabila terdapat peran audit internal di dalamnya. Segala pelaksanaan kegiatan yang melibatkan anggaran keuangan negara harus dilakukan pengawasan oleh audit internal atau Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Peran audit tersebut membantu pemda dalam merancang laporan keuangan pemerintah daerah yang mempunyai kualitas (Setyowati et al. , 2. Sesuai dengan stewardship, dijelaskan bahwa kepentingan bersama merupakan tujuan utama sehingga pemerintah sebagai steward akan memberikan pelayanan dengan maksimal untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (Marheni, 2. Pelayanan tersebut dilakukan APIP dalam mengawasi jalannya penyusunan laporan keuangan, dengan demikian hasil akhir dari laporan keuangan OPD akan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Keberhasilan laporan finansial yang berkualitas pada Kabupaten Wonosobo disebabkan karena pentingnya peran APIP dalam melakukan reviu dan membantu dalam pengelolaan laporan keuangan. Hal ini dapat dilihat dari skor yang dihasilkan pada penyebaran kuesioner sebesar 4,23 yang masuk pada kategori sangat tinggi setuju bahwa audit internal berperan penting dalam melahirkan laporan finansial yang memiliki kualitas. Dengan demikian, koordinasi antara pengelola keuangan dengan APIP dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan SAP. Hasil dalam riset ini serupa dengan riset yang diteliti oleh Nazaruddin dan Syahrial . Irafah et al. , . dan Setyowati et al. , . bahwa peran audit internal berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 142-148 SIMPULAN Penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan objek pengelola keuangan pada OPD se-Kabupaten Wonosobo, berhasil membuktikan bahwa kompetensi SDM dan peran audit internal secara parsial berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah KETERBATASAN DAN SARAN Hasil penelitian yang dilakukan ini hanya mampu memberikan kontribusi sebesar 58,1% dalam menjelaskan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, sehingga untuk penelitian mendatang disarankan untuk menambahkan variabel lain untuk meningkatkan kontribusi penelitian, seperti penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), peran teknologi informasi, pemahaman basis akrual akuntansi dan penerapan sistem informasi akuntansi DAFTAR PUSTAKA