YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FENOMENA HOAX DI MEDIA ON LINE PADA ERA POST TRUTH -------------------------------------------------------------------------------------------------Amalliah Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Jakarta. Fakultas Ilmu Komunikasi (Naskah diterima: 12 Agustus 2018, disetujui: 12 Oktober 2. Abstract Social media has become a companion in the daily life of the community, both among adolescents and adults. All the news that happened at that time or that was phenomenal or wanted to meet with friends, distant relatives, we could easily find out the whereabouts and the news or activities carried out. Social media is a necessity for all Indonesians, the news contained in social media, especially news that is phenomenally uploaded, quickly spreads into unfiltered, even difficult to distinguish between original and false news. This requires the intelligence and thoroughness of the community in responding to it. Hoax, now is a necessity that must be faced by people in this digital era. The production of false or false news cannot be separated from the post-truth phenomenon, where truth is no longer based on facts but on a subjective perspective . olitics, religion, class, etc. This phenomenon has placed the community in a situation of mutual suspicion. The audience can no longer tell which news or information is valid, which one is a hoax. This study was arranged using descriptive research methods. The results of this study are then processed and analyzed for the appearance of conclusions. And also use the Theory of Selective Process in Mass Communication which consists of. Selective exposure, selective retention and Selective perception. Ethics is a moral compass in dealing with gray situations and a dilemma due to the situation. Anyone who uploads news must ensure that his actions always maximize the search for truth and minimize the impact of losses on others. Social media ethics means being committed to doing things right when the possibility of error is greater. Keywords: hoax, era of post truth, perception Abstrak Media sosial sudah menjadi pendamping dalam kehidupan sehari hari masyarakat baik itu kalangan remaja sampai orang dewasa. Semua berita yang terjadi saat itu atau yang sedang fenomenal ataupun ingin berjumpa dengan teman, kerabat jauh dengan mudahnya kita dapat mengetahui keberadaan dan kabar ataupun kegitan yang dilakukan. Media social menjadi kebutuhan semua masyarakat Indonesia, berita-berita yang terdapat di media social khususnya berita yang sedang fenomenal terupload dengan cepat menyebar menjadi tidak terfilter bahkan sulit sekali membedakan mana yang berita asli ataupun palsu. Hal ini diperlukan kecerdasan dan ketelitian masyarakat dalam menyikapinya. Hoax, saat ini menjadi sebuah keniscayaan yang harus dihadapi masyarakat di era digital ini. Produksi berita palsu atau bohong tersebut tidak YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . lepas dari fenomena post-truth, dimana kebenaran tidak lagi bersandar pada fakta melainkan pada perspektif subjektif . olitik, agama, golongan, ds. Fenomena ini telah menempatkan masyarakat kepada situasi saling mencurigai. Khalayak tidak lagi dapat membedakan mana berita atau informasi valid, mana yang hoax. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode penelitian deskrip- tif . Hasil penelitian ini kemudian diolah dan dianalisis untuk pengampilan Dan juga menggunakan Teori Proses Selektif dalam Komunikasi Massa yang terdiri dari. Selective exposure . erpaan selekti. , selective retention . engingatan selekti. dan Selective perception . ersepsi selekti. Etika merupakan kompas moral dalam menghadapi situasi abu-abu dan dilema akibat situasi itu. Siapapun yang mengunggah berita harus memastikan tindakannya selalu memaksimalkan pencarian kebenaran dan meminimalkan dampak kerugiannya bagi orang lain. Etika bermedia sosial artinya berkomitmen melakukan halhal benar ketika kemungkinan kesalahan lebih besar. Kata Kunci : hoax,era post truth, persepsi Penggunaan media sosial PENDAHULUAN sebagai jembatan untuk mendorong perubahan kultur dan kebiasaan masyarakat, termasuk tradisional ke masyarakat yang modern. salah satunya adalah menyebarkan berita atau Sangat disayangkan apabila informasi Sebelum peralihan masyarakat kembang seperti ini, setiap orang harus informasi yang tidak akurat terlebih menunjukkan identitasnya ketika berpendapat. Namun ketika ada isu yang belum tentu benar bohong . dengan judul yang sangat seseorang kemudian menyebarkannya begitu penerima kepada opini yang negatif. Terkadang mereka berpikir bahwa tak Opini negatif, fitnah, penyebar kebencian ada sanksi ketika menyebarkan informasi yang yang diterima dan menyerang pihak belum tentu bisa dipertanggungjawabkan itu. ataupun membuat orang menjadi takut. Padahal di Indonesia sudah ada Undang- terancam dan dapat merugikan pihak undang ITE. Saat yang diberitakan sehingga dapat merusak merupakan media komunikasi yang efektif, reputasi dan menimbulkan kerugian tranparasi dan efisien serta memiliki peran Butuh berita cepat yang bisa Pola YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . segera diterima publik. Biasanya dengan judul ataupun tidak. Hoax adalah berita atau yang menarik bahkan bombastis agar bisa menarik perhatian publik untuk kemudian Sebuah terus-menerus Akibatnya hoax dan misinformasi meracuni kehidupan kita sehari-sehari. dengan mudah tersebar. Ketika berita yang Sayangnya, hoax itu justru mendapat sama terus menerus disebarkan dan diterima tempat yang luas di era demokrasi oleh seseorang di media sosial, kecenderungan berbasis teknologi internet ini. Anomali seseorang untuk melihat informasi tersebut ini muncul disebabkan rendahnya tingkat sebagai kebenaran semakin tinggi. melek media masyarakat. Dampaknya Apalagi jika berita tersebut sesuai dengan menjadi luar biasa. Gesekan sosial terus Pada Sikap-sikap intoleransi justru makin mendapat atas nama verifikasi dari keyakinan atau pandangan Tampaknya, pembaca yang sudah ada sebelumnya. Jika dulu perbedaan ideologi politik di masyarakat tempatnya sendiri di kala kran kebebasan umumnya tidak terlalu kentara atau dapat secara sengaja disembunyikan karena berbagai alasan, hari ini kita bisa dengan mudah Akibatnya, banjir sampah hoax menjadi makanan sehari-hari. Ibarat keberpihakan politik seseorang hanya dari polusi yang mengandung racun yang lama-lama Aome-likeAo Aomen-shareAo sana-sini membahayakan kesehatan. Polarisasi ini demikian kuatnya demikian pula dengan informasi palsu sehingga pada tingkatan tertentu secara tidak atau hoax. Jika setiap hari kita terus sadar telah meningkatkan ketegangan sosial di menguyah hoax bukan tak mungkin akan dunia online tersebut yang kerap terbawa mengganggu akal sehat dan kejernihan hingga dunia nyata. Salah satu perangkat Oleh karena itu, sangat penting untuk secara terus-menerus membersih- masyarakat tentang suatu hal adalah dengan kan sampah-sampah hoax yang mem- diproduksinya hoax, baik secara disengaja YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . banjiri kehidupan sosial kita dengan bacaan- orang memercayainya. Post-truth ini bacaan yang bermutu misalnya. justru mendapat coverage yang luas dari II. TINJAUAN PUSTAKA Dengan kata lain, medialah yang 1 Era post-truth Apa itu post-truth? Sebuah istilah yang bersemainya post-truth. Jika kita me- semakin populer belakangan ini. Bahkan, ngamati hiruk pikuk politik di Indonesia. Oxford Dictionary menobatkannya sebagai kira-kira kata paling populer di tahun 2016, dengan menyebutnya sebagai the word of the year. emosional, termasuk melalui isu SARA era post-truth, batas antara kebenaran dan yang sangat kental. Di sini, fakta objektif kebohongan, kejujuran dan ketidakjujuran, tidak lagi penting. Benar atau salah pun fiksi dan non fiksi tidak lagi jelas. Fakta-fakta tidak lagi diperdulikan. Yang penting objektif dipandang tidak lagi penting untuk adalah publik memercayainya. Itulah membangun opini publik. Alih-alih, opini dunia post-truth. dibangun dengan cara membangkitkan emosi 2 Xoax dan keyakinan personal masyarakat. Istilah Hoax Opini post-truth dilekatkan penggunaannya dalam menipu atau mengakali pembaca atau ditampilkan melalui media, sehingga memun- sesuatu, padahal sang pencipta culkan politik post-truth. Penggunaan istilah palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut ini yang paling menonjol misalnya adalah adalah palsu. Salah satu contoh pem- peristiwa Brexit di UK dan kemenangan beritaan palsu yang paling umum adalah Donald Trump di USA. Trump, disebut mengklaim sesuatu barang atau kejadian sebagai contoh pengguna post-truth yang dengan suatu sebutan yang berbeda sangat menonjol dalam kampanye-kampanye Misalnya, ketika Trump menyebut Definisi lain menyatakan hoax adalah Obama adalah AopendiriAo ISIS dan Hilary suatu tipuan sebagai Aoco-founderAonya. Ia tidak peduli mempercayai sesuatu yang salah dan apakah itu benar atau salah. Yang penting, yang digunakan tidak masuk akal yang YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . melalui media online. Hoax bertujuan untuk disamakan dengan pemanfaatan media membuat opini publik, menggiring opini menggunakan perangkat internet. Ke- publik, membentuk persepsi juga untuk hufing hadirannya belum terlalu lama, media fun yang menguji kecerdasan dan kecermatan online sebagai salah satu jenis media pengguna internet dan media sosial. Tujuan penyebaran hoax beragam tapi pada umumnya tumbuhan yang spektakuler. Bahkan hoax disebarkan hampir sebagian besar atau sekedar iseng, menjatuhkan pesaing . lack campaig. , promosi dengan penipuan, menggemari media online. Sekalipun ataupun ajakan untuk berbuat amalan Ae amalan internet tidak sepenuhnya dimanfaatkan baik yang sebenarnya belum ada dalil yang untuk media massa, tetapi keberadaan jelas di dalamnya. Namun ini menyebabkan media online saat ini banyak penerima hoax terpancing segera menyebarkan kepada rekan sejawatnya sehingga akhirnya hoax ini dengan cepat informasi dan berita. Media tersebar luas. 3 Media On Line massa yang popular dan bersifat khas. salah satu Kekhasan media online terletak pada dengan kelahiran situs-situs berita ruang keharusan memiliki jaringan teknologi cyber dalam kategori com, yaitu media informasi dengan menggunakan pe- Sejarah media massa memperlihatkan bahwa sebuah teknologi baru tidak pernah tphon. untuk mengakses informasi menghilangkan teknologi lama. Media online Keunggulan media online adalah mungkin tidak akan bisa menggantikan informasi bersifat up to date, real time, dan praktis. Up to date karena media Media bentuk-bentuk . ermasuk Melainkan, tampaknya menciptakan suatu online dapat cara yang unik untuk memproduksi berita dan suatu informasi atau berita dari waktu mendapatkan konsumen berita ke waktu. Hal ini terjadi karena media 133-. Media (Santana. Online melakukan pembaruan YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . informasi atau berita yang lebih mudah Menurut teori perbedaan dan sederhana. Real time karena media terpaan selektif dan persepsi selektif bertindak sebagai penghalang antara media massa dan efek dan karenanya Teori Proses Selektif dalam Komunikasi Massa. massa atau dampak langsung komunikasi Menurut Atkin . , teori proses selektif mencerminkan pendekatan fungsional massa pada khalayak. Selective exposure . erpaan selekti. penggunaan media. Adapun yang menjadi Terpaan pusat artikulasi teori proses selektif adalah gagasan atau ide bahwa setiap individu menerpa dirinya dengan pesan-pesan media yang dirasa sesuai dengan sikap orang-orang dan minat yang telah ada sebelumnya serta kecenderungan untuk menghindari mengolah informasi yang konsisten dengan pesan-pesan media massa yang dapat Mereka menghindari informasi yang tidak sesuai cenderung untuk menghindari pesan- Sementara itu, menurut Baran dkk . , perspektif mereka. Orang-orang akan yang dimaksud dengan teori proses selektif mencari tema-tema yang tidak hanya adalah proses menarik minat mereka tetapi yang lebih psikologis yang meliputi terpaan selektif, penting adalah sesuai dengan sudut pengingatan selektif, dan persepsi selektif Karena yang dirancang untuk mengurangi disonansi. Teori proses selektif dalam komunikasi massa adalah untuk memperkuat sikap dan memiliki beberapa konsep yaitu selective exposure, selective retention, dan selective YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Namun adakalanya. mereka juga mencari sudut pandang berbeda yang bertentangan bertentangan tersebut. Selective retention . engingatan selekti. Pengingatan selektif adalah proses orang-orang menolak sudut pandang yang bertentangan mengingat dengan lama informasi yang sesuai dengan sikap dan minat yang telah ada Selective exposure . erpaan selekti. sebelumnya dibandingkan dengan informasi Terpaan selektif adalah kecenderungan yang bertentangan dengan sikap dan minat orang-orang untuk menerpa dirinya dengan Bersama dengan terpaan selektif dan pesan-pesan media yang dirasa sesuai dengan sikap dan minat yang telah ada sebelumnya tampaknya ditujukan untuk memperkuat sikap pesan-pesan dan kepercayaan yang telah ada sebelumnya. Selective perception . ersepsi selekti. menciptakan disonansi. Mereka cenderung Persepsi pesan-pesan individu cenderung menafsirkan informasi baru yang konsisten dengan kepercayaan yang Orang-orang akan mencari tema-tema yang telah ada sebelumnya. Persepsi selektif terjadi tidak hanya menarik minat mereka tetapi yang dalam dua cara, yaitu : lebih penting adalah sesuai dengan sudut C Individu gagal untuk memperhatikan atau pandang mereka. Karena itu, alasan mereka mereka salah menerima informasi yang menggunakan media massa adalah untuk tidak sesuai dengan kepercayaannya. memperkuat sikap dan pendapat mereka yang C Individu sering menerima bukti-bukti yang telah ada sebelumnya. Namun adakalanya mendukung pendapat mereka tanpa ragu mereka juga mencari sudut pandang berbeda namun akan menolak informasi yang yang bertentangan dengan sudut pandang mengancam secara hati-hati, mengkritisi mereka guna mendengarkan berbagai macam metode pengumpulan data dan analisis data argumen sehingga dapat mereka gunakan serta mempertanyakan penafsiran hasil. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . persepsi negatif yang akan mem-pengaruhi Pengertian Persepsi Persepsi merupakan salah satu aspek tindakan manusia yang tampak atau nyata. psikologis yang penting bagi manusia dalam Setiap orang mempunyai kecenderungan merespon kehadiran berbagai aspek dan gejala dalam melihat benda yang sama dengan cara di sekitarnya. Persepsi mengandung pe- yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut bisa ngertian yang sangat luas, menyangkut intern dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya dan ekstern. Berbagai ahli telah memberikan adalah pengetahuan, pengalaman dan sudut definisi yang beragam tentang . Persepsi Dari penjelasan di atas dapat merupakan salah satu aspek psikologis yang ditarik bahwa persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga kehadiran berbagai aspek dan gejala di terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri Persepsi mengandung pengertian individu sehingga individu sadar akan segala yang sangat luas, menyangkut intern dan sesuatu dalam lingkungannya melalui indera- Berbagai ahli telah memberikan indera yang dimilikinya. METODE PENELITIAN yang beragam tentang persepsi, makna yang sama. 1 Tipe Penelitian Menurut Kamus Besar Penelitian ini disusun dengan meng- Bahasa Indonesia, persepsi adalah tanggapan gunakan metode penelitian deskriptif. Hasil . langsung dari sesuatu. Proses penelitian ini kemudian diolah dan dianalisis seseorang mengetahui beberapa hal melalui untuk pengampilan kesimpulan. Metode ini panca inderanya. Sugihartono, dkk . 7: . bertujuan untuk memperoleh mengemuka-kan atas sebuah masalah melalui proses Adapun Sugiyono stimulus atau proses untuk menerjemahkan menjelaskan bahwa metode penelitian adalah stimulus yang masuk ke dalam alat indera Persepsi merupakan cara ilmiah untuk mendaptkan AuMetode Penelitian dengan tujuan dapat dan dikembangkan Ada yang mempersepsikan sesuatu itu baik atau persepsi yang positif maupun suatu pengetahuan sehingga gilirannya dapat YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengan-tisifikasi masalahAy. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Sedangkan pengertian metode deskriptif analitis menurut Media sosial yang sudah menjadi suatu AuMetode masyarakat saat ini sudah menjadi gaya hidup Deskriptif adalah suatu metode yang berfungsi yang instan, cepat dan informatif. Masyarakat terbiasa dalam penggunaan media sosial gambaran terhadap objek yang diteliti melalui memberikan pendapat akan tetapi peraturan data atau sampel yang didalam menggunakan media sosial sudah sebagaimana adanya diatur dalam undang-undang yang di buat dan membuat kesimpulan yang pemerintah akan tetapi dalam masyarakat Sugiyono . berlaku untuk umum . Ay Selanjutnya penulis dalam memberikan pendapat hal melakukan penelitian perpustakaan berupa kasus atau persoalan yang sedang terjadi pengamatan pada beberapa berita hoax di media arus utama. Penelitian perpusata- kaan berkomunikasi dengan baik dan sopan, apalagi berbagai literatur yagn berhu- bungan dengan terhadap berita-berita yang bebas tersebar di pokok permasalahan yang diangkat baik itu media sosial seringkali masyarakat yang sudah berupa buku, makalah ataupun tulisan yang sifatnya membantu sehingga dapat dijadikan informatif masih saja percaya terhadap berita- sebagai pedoman dalam proses penelitian. berita yang tersebar di media sosial tanpa di Menurut . masyarakat modern yang selalu haus akan perpustakaan adalah untuk mengumpul- kan informasi dan kebebasan serta kecangihan informasi termasuk informasi yang hoax perpustakaan, hasilnya dijadikan fungsi dasar sekalipun, karena kemudahan mendapatkan informasi inilah masyarakat menjadi kurang Kartini di lapangan. Kartono bermacam-macam praktek penelitian norma-norma instan,cepat Gaya ikut andil dalam penyebaran peka dalam mencari kebenaran dari suatu Hoax saat ini sudah menjadi bagian YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . sehari-hari, ada data-datanya. Sekarang seringkali dalam setiap harinya menerima memblokir dipublish. Ada laporan habis itu informasi hoax baik kita konsultasikan, itu dari informasi ekonomi, social, politik maupun pendidikan. lakukan cyber patroli," pungkas Semuel. Masyarakat selalu mencari informasi yang Sangat berdampak sangat buruk jika hoax sesuai dengan kebutuhannya tapi informasi ditanggapi secara serius oleh masyarakat yang membacanya tanpa dicek dulu kebenarannya. memancing reaksi serta respon bagi yang Informasi hoax sangat merugikan bahkan bisa membaca informasi tersebut atau bisa saja Masyarakat ada yang sengaja membuat hoax untuk Indonesia yang memanfaatkan kecanggihan mengalihkan isu yang sedang ramai di perbincangkan, atau apapun hal tersebut informasi yang sering di kirim lewat social mudah dipercaya dan Hoax menjadi persoalan yang informasi hoax itu dikirimkan secara berantai, dihadapi sejumlah negara di dunia. Penyebaran hanya beberapa persen saja masyarakat yang berita bohong . telah menempatkan paham dan mengetahui kalau berita itu hoax. Khalayak kini lebih memercayai informasi dan pemahaman masing-masing hoax lebih lanjut membuat yang memiliki padangan yang sama. Situasi Menkominfo pada mengumpumkan telah memblokir 6. 000 situs internet terkait penyebaran dilansir laman detik. Seperti Sabtu, atas sebuah peristiwa. Kekuatiran akan bahaya . olitik, ini jelas mengabaikan fakta sebagai sesuatu yang suci dalam praktik produksi informasi. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jonah Berger 26 Agustus 2017. Dirjen Aplikasi Informatika Katherine Kominfo Semuel Abrijani mengatakan. AuTiap menunjuk-kan hari ada situs yang diblokir, ada account yang dibagikan secara viral melalui media sosial diblokir, tiap hari ada laporanya, di websitenya adalah berita yang mampu membangkitkan Milkman (Struhar, 2. yang berita-berita YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . emosi positif atau negatif yang sangat kuat sebagai pendukung argumentasi mereka. Tentu . igh-arousal saja jika informasi atau berita yang ditulis emotion. (Gumilar, at ak. Pengaruh teknologi juga ternyata turut menyuburkan hoax yaitu Algoritma keyakinan pandangan kelompoknya masing- diciptakan untuk politik atau di Facebook dan membantu Post-Truth menjadi fenomena masa pengiklan menyasar target pasarnya, justru Fenomena ini muncul bersamaan dengan menjadi bumerang Jejak berkembangnya fenomena hoax yang tengah digital pengguna Facebook dapat menyebab- masif menyentak akal sehat masyarakat dan kan seseorang terisolasi secara intelektual di dunia politik. Minimnya verifikasi kredibilitas dunia maya. Mengapa? Sebagai sebuah simpul informasi membuat kebohongan dapat masuk komunikasi, misi Facebook adalah membuat dengan mudah melalui celah kebingungan nyaman penggunanya berlama- lama tinggal masyarakat dalam membedakan antara berita, dan berinteraksi pada platfotm mereka. Untuk Facebook menyingkirkan pandangaan- Akibatnya, pandangan yang bertentangan dengan mindset Pasalnya. Post-Truth dapat digunakan senjata politik desinformasi dan instrumen persuasi faktor penting dalam semakin berpengaruhnya Pesan secara sengaja diciptakan agar fake news, hoax dan hate speech mudah menyentuh emosi dan membungkam Filter (Pariser. Rader dan Gray, 2. Distribusi atas informasi yang saling Berkembangnya bertentangan itu dilakukan oleh akun-akun WhatsApp. Facebook, blog pribadi. SnapChat. Twitter. Mereka masing-masing. umumnya dengan mengutip situs media non arus utama maupun website Youtube tersebarnya berita hoax. Banyak jurnalisme warga . itizen journalis. sebagai identitas palsu untuk memfitnah, menghujat, melakukan pembunuhan karakter, tanpa pernah Namun ada juga yang mengunggah merasa bersalah atau menyesal. Masyarakat link atau alamat url dari media arus utama abad 21 sekarang ini adalah masyarakat YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . informasi yang membuat akses pada media dan demokrasi tetapi juga bagi kebebasan sipil. penciptaan opini sangat Pemerintah Majalah internasional "The Economist" terbitan 4 menerapkan tindakan dalam menanggapi era November 2017 mengeluarkan laporan utama "post-truth". pemerintah Indonesia bila fenomena "post-truth Era "post-truth" yang mewabah saat masuk dalam katagori ujaran kebencian seperti ini dapat disebut sebagai pergeseran sosial termuat dalam KUHAP (Pasal 156-. spesifik yang melibatkan media arus utama dan Beberapa undang-undang dan ketentuan lain para pembuat opini. Fakta-fakta bersaing juga bisa menjadi landasan mempidanakan ujaran kebencian seperti UU Nomor 11 Tahun "hoax" Pendekatan . yang dulu dianggap salah satu Elektronik. UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang sumber kebenaran harus menerima kenyataan Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. UU semakin tipisnya pembatas antara kebenaran Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan dan kebohongan, kejujuran dan penipuan, fiksi Konflik Sosial, dan Peraturan Kapolri Nomor 8 dan non-fiksi. Tertangkapnya para pengelola Tahun 2013 "bisnis hoax" dan kabar bohong Saracen. Konflik Sosial. Pemerintah juga mewajibkan menunjukkan bahwa fenomena "post-truth" juga terjadi di Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan pengguna internet terbesar di menggunakan Nomor Induk Kependudukan dunia. Indonesia potensial menjadi target (NIK). Pemerintah berkewajiban melindungi fenomena "post-truth. Baik untuk tujuan warga negara dan kebinekaan bangsa dari ujaran kebencian, berita palsu dan "hoax" yang Perkembangan teknologi informasi dan internet memecah belah masyarakat. Fenomena "post- Teknis Transaksi Penanganan Pemerintah truth memberikan tantangan pada pemerintah dan masyarakat bahwa media sosial dapat kebebasan demokrasi dalam hal informasi dan digunakan dengan bijak tetapi juga bisa akses pada internet. Sementara fenomena "post-truth tidak hanya menjadi ancaman bagi Undang Pemberantasan Informasi dipercaya oleh publik. Media arus utama Undang- Tindak Pidana YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Terorisme, pada pasal 13A, juga menyebutkan guna mendengarkan berbagai macam argumen ancaman pidana. Disebutkan bahwa setiap sehingga dapat mereka gunakan untuk menolak sudut pandang yang bertentangan tersebut. organisasi terorisme dan dengan sengaja Dalam menyebarkan ucapan, sikap atau perilaku, tulisan, atau tampilan dengan tujuan untuk menyeleksi setiap informasi yang beredar di menghasut orang atau kelompok orang untuk media social apalagi saat ini di era post truth melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan dimana sangat sulit membedakan kebenaran yang dapat mengakibatkan tindak pidana dan kebohongan, setiap kejadian atau isu yang terorisme dipidana dengan pidana penjara sedang ramai dimanfaatkan oleh sekelompok paling lama lima . orang yang tidak bertanggung awab dan Masyarakat yang memiliki pandangan memiliki kepentingan sendiri sehingga situasi positif dan mengetahui mengenai informasi hoax yang beredar maka akan memberikan memahami bahwa masyarakat tidak lepas dari konfirmasi mengenai kebenaran mengenai media social sehingga menjadi alat yang tepat indormasi tersebut bahwa berita tersebut tidak oleh sekelompok orang untuk melancarkan pendapatnya dan sikapnya terhadap informasi mengenai berita yang beredar, jika masyarakat masyarakat anggap sebagai informasi yang enggan untuk memberikan konfirmasi maka memiliki ke anehan, sebuah keajaiban atau Mereka atau informasi Sepertinya dalam konsep Selective exposure utamanya yang menyangkut kepentingan dan . erpaan selekti. dalam teori Teori Proses kenyamanan masyarakat. Bahkan bisa dari Selektif dalam Komunikasi Massa dimana pengalaman atau informasi yang terdahulu masyarakat akan menghindari pesan-pesan terkadang masyarakat percaya terhadap informasi yang beredar atau Namun adakalanya mereka juga bisa juga melihat dari informasi sebelumnya bisa mempercayainya. masyarakat memiliki bertentangan dengan sudut pandang mereka persepsi atau pandangan yang berbeda-beda tidak akan mudah YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . tergantung dari mana melihat suatu informasi menghancurkan dan menggusur berita-berita yang bersifat hoax bila memiliki pengalaman bohong agar tidak diberikan tempat. Etika dan verifikasi berita merupakan kunci sukses mengenai informasi yang beredar maka tidak bersosial media. akan mudah percaya tetapi ada juga masyarakat KESIMPULAN Etika merupakan kompas moral dalam pengeahuan tetap percaya atau juga akan menghadapi situasi abu-abu dan dilema akibat meneliti kembali kebenaran informasi tersebut . situasi itu. Bisa dikatakan kabar muslihat yang Jadi tergantung dari mana persepsi masyarakat berisi fitnah dan ujaran kebencian melanggar memandang suatu informasi yang beredar hal prinsip penulisan dan penyebaran berita. ini juga selaras dengan Selective perception Kegiatan jurnalisme, tanpa kecuali jurnalisme . ersepsi selekti. Persepsi selektif memandang warga . etizen journalis. , melalui situs jejaring sosial merupakan aktivitas verifikasi. kepercayaan yang telah ada sebelumnya. Masih rendahnya minat keingintahuan serta kemauan untuk Akurasi Jurnalisme warga tetap harus membaca referensi- keadilan, akuntabilitas, dan kemanusiaan. referensi mengenai hal apapun baik itu social. Salah satu aturan dalam penyebaran berita di ekonomi dan politik menjadikan salah satu penyebab masyarakat sangat mudah percaya minimize harm. Siapapun yang mengunggah dengan berita hoax yang sudah beredar luas. berita harus memastikan tindakannya selalu Solusi untuk menghadapi Post-Truth salah memaksimalkan pencarian kebenaran dan satunya yakni media literasi, lemah di media meminimalkan dampak kerugiannya bagi literasi salah satunya mudah bereaksi, membuat orang lain. Etika bermedia sosial artinya keputusan dan tanpa sadar membuat tersulut. berkomitmen melakukan hal-hal benar ketika Post-Truth kemungkinan kesalahan lebih besar. Netizen jurnalisme baru, kekuatan jurnalisme berada di yang melek etika berarti seseorang yang verifikasi data, premis-premis pernyataannya, memilih untuk melakukan yang lebih dari kemampuan men-deteksi berita tidak benar. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . yang disyaratkan hukum ketimbang yang kurang dari yang diperbolehkan hukum. DAFTAR PUSTAKA