Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 3 Nomor 2 Desember 2020 P-ISSN 2622-0105 | E-ISSN 2716-1196 Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Presepsi Taruna terhadap Pelaksanaan E-learning di Politeknik Penerbangan Makassar Cadets Perceptions of the Implementation of E-learning at Aviation Polytechnic of Makassar Agnes Erna Wahyu1. Munawir K. agnezwahyu@gmail. com1, munawir_k@gmail. Politeknik Penerbangan Makassar ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi taruna terhadap pembelajaran e-learning menggunakan learnin management system yang telah difasilitasi oleh kampus dan pembelajaran online, kelebihan dan kekurangan e-learning, apakah materi ajar yang disampaikan oleh dosen dapat dipahami oleh taruna dan persepsi taruna terhadap pembelajaran online itu sendiri. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh taruna Politeknik Penerbangan Makassar dalam masa pandemic Covid-19. Penelitian ini menggunakan data dari hasil angket yang didistribusikan ke seluruh taruna sejumlah 345 taruna dengan menggunakan google form, sehingga memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mengolah data. Dari hasil analis data didapatkan bahwa taruna taruni Politeknik Penerbangan Makassar mempunyai persepsi yang baik dalam menggunakan e-learning dan online, terlebih pada mata kuliah teori. Taruna merasa lebih bersemangat dan lebih memahami materi yang disampaikan oleh dosen karena pembelajaran online lebih bervariasi dan tidak membosankan, serta lebih interaktif dalam pembelajaran. Akan tetapi pembelajaran online masih sulit diterapkan untuk mata kuliah praktik, yang mengharuskan taruna untuk mempraktikkan langsung apa yang telah disampaikan dosen secara teori. Sehingga taruna kesulitan dalam melakukan praktik langsung. Kata kunci: persepsi taruna. e-learning ABSTRACT This study aims to determine the perceptions of cadets towards e-learning learning using the Learnin Management System which has been facilitated by campuses and online learning, the advantages and disadvantages of e-learning, whether the teaching materials delivered by lecturers can be understood by cadets / cadets, and the perceptions of cadets. taruni towards online learning itself. This research is a quantitative descriptive study. The subjects of this study were all cadets of the Makassar Aviation Polytechnic cadets during the Covid-19 pandemic. This study uses data from the results of a questionnaire distributed to all cadets of 398 cadets using Google form, making it easier for researchers to collect and process data. From the results of data analysis, it was found that cadets of Makassar Aviation Polytechnic cadets showed enthusiasm in using e-learning and online, especially in theory Taruna feel more enthusiastic and understand more about the material presented by the lecturer because e-learning is more varied and less boring and more interactive in learning. But it does not apply to practical courses, which require cadets to practice directly what the lecturer has conveyed in theory. So that cadets find it difficult to do direct practice. Keywords: cadet perceptions. e-learning Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 3 Nomor 2 Desember 2020 P-ISSN 2622-0105 | E-ISSN 2716-1196 PENDAHULUAN Pada bulan Desember 2019, masyarakat dunia dikejutkan dengan adanya virus corona yang terdeteksi pertama kali di negara China yaitu di kota Wuhan. Dalam tempo yang sangat singkat, virus ini menyebar dan mengakibatkan korban meninggal yang sangat banyak dan bahkan menyebar ke negara-negara lain. Penyebaran yang sangat cepat ini menyebabkan beberapa negara mulai ditemukan kasus pasien yang terpapar wabah ini dan salah satunya Indonesia. WHO menetapkan virus yang disebut sebagai COVID-19 ini sebagai pandemic karena penyebaran yang sangat cepat dan jauh dari pusat Mulai tanggal 29 Februari 2020. Kepada Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia sesuai dengan SK Kepala BNPB nomor 63 A tahun 2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Indonesia. Menanggapi Menteri Perhubungann RI mengeluarkan surat edaran nomor SE_4_2020 tentang tindak lanjut COVID-19 lingkungan Kementerian Perhubungan. Salah satu intruksi dalam surat edaran tersebut adalah mengurangi/menunda kegiatan di dalam/di luar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan menguatkan hal tersebut dengan Nomor SE. 01/BPSDMP-2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang tindak lanjut pencegahan dan penyebaran COVID-19 di lingkungan BPSDM perhubungan, yang isinya salah satunya adalah pelaksanaan pembelajaran jarak jauh untuk seluruh sekolah di lingkungan BPSDMP termasuk Politeknik Penerbangan Makassar. Seiring dengan surat edaran tersebut. Taruna-taruni Politeknik penerbangan Makassar melaksanakan kegiatan pembelajaran dari rumah masing-masing dan tidak diperkenannya tinggal dalam asrama. Pembelajaran jarak jauh yang selanjutnya disingkat dengan PJJ adalah proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi (Permendikbud No 109/2. Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan di Politeknik Penerbangan Makassar menggunakan metode pembelajaran online. Bentley dkk. , . menjelaskan bahwa berteknologi tinggi yang mengandalkan koneksi internet dalam kegiatan belajar mengajar. Teknologi disini tidak terbatas pada teknologi internet, namun juga termasuk dalam teknologi seperti CD-ROM dan DVD- ROM (Solichin. Salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran online adalah internet. Internet merupakan perpaduan antara teknologi komputer, teknologi audiovisual, teknologi komunikasi dan teknologi pembelajaran itu sendiri, dan sifatnya sudah menyerupai bentuk pembelajaran langsung . irect instructio. yang dapat melayani banyak pengguna . dalam waktu yang bersamaan namun tetap melayani individu mahasiswa dalam kerangka pelaksanaan pembelajaran yang individual. Pembelajaran jarak jauh dapat memanfaatkan berbagai aplikasi teknologi antara lain Google Classroom/ Edmodo/Zoom Meeting/Google Meet/ WhatsApp, e-learning, dan sebagainya. Pembelajaran jarak jauh ini juga bisa disebut dengan pembelajaran Pembelajaran online sampai saat ini masih dianggap sebagai terobosan atau paradigma baru dalam kegiatan belajar mengajar dimana dalam proses kegiatan belajar mengajar karena antara mahasiwa dan dosen tidak perlu hadir ruang Mereka hanya mengandalkan koneksi internet untuk melakukan proses kegiatan belajar dan proses tersebut dapat dilakukan dari tempat yang berjauhan. Pembelajaran online adalah pembelajaran yang memanfaatkan keunggulan komputer sebagai media perantara pengajar dan Pembelajaran online memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapat secara tidak Pembelajaran online memanfaatkan bahan ajar yang bersifat mandiri yang dapat diakses siapa saja dan kapan saja melalui teknologi Pembelajaran online akan memudahkan penyempurnaan dan penyimpanan materi perkuliahan sehingga pemutakhiran bahan ajar Program pembelajaran menggunakan komputer juga dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar (Rossydi, 2. Program pembelajaran dengan komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks (Indiati, 2. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 3 Nomor 2 Desember 2020 P-ISSN 2622-0105 | E-ISSN 2716-1196 Sebagai penyelenggara pendidikan vokasi dengan presentase kuliah prakteknya 60% dan teori 40%. Poltekbang Makassar menerapkan pembelajaran online pertama kali untuk seluruh mata pelajaran di masa pandemi COVID-19 ini. Dalam pembelajaran tatap muka, peserta didik bisa bertemu langsung dengan pendidik. Peserta didik bisa berinteraksi dengan pendidik maupun teman mereka sehingga peserta didik akan secara langsung mendapatkan feedback dari hasil Sementara itu pembelajaran online menawarkan pembelajaran sepanjang waktu dan bisa diakses kapan dan dimana saja. PJJ menjadi pembelajaran dan pencapaian silabusnya. Dosen segera menyesuaikan dengan berbagai aplikasi yang nyaman untuk pembelajaran. Mahasiswa dalam hal ini Taruna bersiap dengan kuota serta perangkat computer/laptop untuk mengikuti pembelajaran dan aplikasi yang telah ditetapkan oleh masing-masing pengampu mata kuliah. Pengalaman penyesuaian dalam penyesuaian aplikasi yang digunakan maupun siklus proses mengajar mengajar yang berubah. Pelajaran dilaksanakan secara tatap muka dan dilaksanakan di laboratorium harus dilaksanakan secara online. Di dalam laboratorium, taruna bisa melakukan uji coba dan mempraktekkan hal-hal yang dijelaskan dalam teori dengan peralatan yang sudah disiapkan oleh laboratorium. Pertanyaan bisa dosen/pengajar dan taruna langsung mendapat penjelasan saat itu juga. Hal ini menjadi kendala tersendiri dalam penerapan pembelajaran online di Politeknik Penerbangan Makassar. Dari kendala tersebut muncul pertanyaan-pertanyaan yaitu apakah pembelajaran terkendala aplikasi? Apakah taruna-taruni memahami dengan baik materi yang disampaikan? Bagaimana dengan pembelajaran praktek yang dilaksanakan secara Dari uraian di atas peneliti tertarik untuk meneliti tentang Persepsi Taruna Terhadap Pembelajaran Online terutama tentang aplikasi yang digunakan oleh dosen/pengajar, apakah materi ajar yang disampaikan oleh dosen dapat dipahami oleh taruna/taruni, dan persepsi tarunataruni terhadap pembelajaran online itu sendiri. METODE Penelitian ini deskriptif kuantitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang persepsi taruna terhadap pembelajaran online yang dilaksanakan selama pandemi COVID-19. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 7Ae10 September 2020 di Politeknik Penerbangan Makassa dengan subjek penelitian Taruna Politeknik Penerbangan Makassar. Teknik menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket persepsi taruna terhadap pembelajaran online. Analisis data menggunakan metode diskriptif dengan mencari frekuensi data yang dipilih oleh responden. Untuk mengetahui sejauhmana persepsi taruna berdasarkan skala likert, dihitung rata-rata nilai pilihan taruna/taruni terhadap seluruh pernyataan yang diberikan. Analisis ini diolah dengan menggunakan program SPSS 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Lokasi Penelitian Politeknik Penerbangan Makassar sebelumnya bernama Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 48 tahun 2019 tanggal 29 Juli 2019 tentang Organisasi dan tata Kelola Politeknik Penerbangan Makassar. ATKP Makassar resmi berubah menjadi Politeknik Penerbangan Makassar. Politeknik Penerbangan Makassar mempunyai 2 . Kampus 1 berada di daerah Maccopa tepatnya di Jalan Poros Makassar Maros KM 25 Maccopa Mandi Maros, sedangkan kampus 2 berdiri di atas tanah seluas 15 hektar di kawasan Desa Untia tepatanya di Jalan Salodong no 1 Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya. Makassar. Politeknik Penerbangan Makassar merupakan perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan (Prihatin. Rossydi & Purbo, 2. dan mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam bidang penerbangan. Program pendidikan yang diselenggarakan adalah program Diploma i Lalu Lintas Udara. Diploma i Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara. Diploma i Teknik Listrik Bandar Udara. Diploma i Teknik Pemeliharaan Pesawat Udara. Mahasiswa Politeknik Penerbangan Makassar disebut Taruna. Selama melaksanakan pendidikannya. Taruna tinggal di asrama. Seluruh kegiatan di asrama diatur dalam peraturan urusan Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 3 Nomor 2 Desember 2020 P-ISSN 2622-0105 | E-ISSN 2716-1196 dinas dalam, sehingga kegiatan teratur mulai dari bangun pagi, belajar, praktek di laboratorium dan simulator sampai beristirahat kembali. Berbagai peraturan ditetapkan dengan tujuan agar taruna focus dalam menjalani pendidikannya dan segala fasilitas akademik dan non akademik disediakan oleh kampus. Hasil Analisis Data Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pertanyaan atau pernyataan yang diberikan oleh . HalAehal yang mendukung pembelajaran . Gambaran Lokasi Pembelajaran online Gambaran mengikuti pembelajaran online adalah sebagai berikut: Total Saat mengikuti pembelajaran online sebagian besar taruna . taruna atau 56,2%) menggunakan HP dan Laptop untuk mengikuti pembelajaran online seperti yang terlihat di tabel Hal yang menarik disini adalah ada 53 Taruna atau sekitar 15,4% taruna hanya menggunakan HP saat mengikuti pembelajaran online, padahal dalam kegiatan pembelajaran online banyak sekali tugas-tugas yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan oleh Taruna dalam waktu tertentu. Koneksi internet yang digunakan Dalam pembelajaran online, taruna membutuhkan koneksi internat. Berikut adalah koneksi internet yang digunakan dalam pembelajaran online. Tabel 1. Lokasi saat melakukan pembelajaran online Tabel 3. Koneksi Internet yang digunakan Lokasi Pembelajaran Online Jml Persen DI luar rumah . auh dari ruma. dan sinyal putus putus Total Di dalam rumah, sinyal lancar Di dalam rumah dan sinyal kadang-kadang putus DI luar rumah . asih sekitar ruma. untuk mencari sinyal yang bagus Koneksi Internet Wifi / Jaringan LAN Internet Selular Total Jml Persen Sebagian menggunakan kuota internet selular untuk mengikuti pembelajaran online yaitu sebanyak 220 taruna atau sebesar 63,8 % dari total responden seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Alat yang digunakan untuk Pembelajaran Saat pembelajaran online, taruna-taruni Politeknik Penerbangan Makassar menggunakan alat yang mendukungnya, seperti terlihat pada tabel di bawah ini : Tabel 2. Alat yang digunakan untuk Pembelajaran Online Alat Online learning Jumlah Persen Laptop HP dan Laptop HP. Laptop. PC/Tablet . Aplikasi yang paling banyak digunakan oleh dosen dalam pembelajaran online . embelajaran onlin. dapat dilihat dari tabel di bawah ini. Tabel 4. Tabel Aplikasi yang digunakan Aplikasi yang Edmodo Googleclassroom Moodle E-learning Zoom Meeting Whatsapp Google Meet Total Jml Persen Dari tabel di atas, sebagian besar dan hampir semua Taruna mengatakan bahwa aplikasi Zoom Meeting yang Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 3 Nomor 2 Desember 2020 P-ISSN 2622-0105 | E-ISSN 2716-1196 paling banyak digunakan dalam kelas onlinenya yaitu sekitar 86,4% atau 9,6% Whatsapp, menggunakan Moodle E-learning dan Edmodo. Google Classroom dan Google Meet seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Materi ajar pada mata kuliah teori Tabel 8. Persentasi materi teori yang dipahami Presentasi materi teori yang dipahami < 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 90% 91% - 100% Total . Aplikasi yang paling disukai dalam pembelajaran online Aplikasi pembelajaran online yang disukai oleh taruna/taruni adalah aplikasi Zoom Meeting. Hal ini dikarenakan 86,4% dosen menggunakan aplikasi Zoom Meeting Taruna kurang pengalaman terhadap pembelajaran dengan aplikasi Tabel presentasi aplikasi yang disukai oleh Taruna dapat dilihat dari tabel 5 dan tabel 6. Jml Persen Sebanyak 247 taruna mengatakan bahwa materi ajar pada mata kuliah teori dapat dipahami sampai 60%-80%, sisanya 98 taruna mengatakan materi ajar hanya bisa dipahami kurang dari 60%. Secara garis besar dapat diambil kesimpulan bahwa saat pembelajaran online, materi teori yang diberikan hanya dapat dipahami sebagian saja. Tabel 6. Aplikasi yang disukai oleh Taruna dalam pembelajaran online Aplikasi yang disukai Jml Persen Google Classroom Moodle E-learning Zoom Meeting WhatssApp Line Google Meet Total Beberapa alasan diungkapkan taruna kenapa menyukai aplikasi tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 9. Persentase materi praktek tanpa lab di Presentasi materi praktek tanpa lab dipahami < 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 90% 91% - 100% Total Tabel 7. Alasan menyukai aplikasi Alasan Menyukai Aplikasi Terbiasa dg aplikasi tsb Mudah menggunakan Materi tersimpan dalam aplikasi tersebut Dapat berinteraksi langsung dengan dosen Total Jml Persen Alasan taruna menyukai aplikasi tersebut adalah karena mudah penggunaan dan bisa berinteraksi dengan dosen pengajar. Persepsi terhadap pembelajaran online Materi ajar pada mata kuliah praktek tanpa lab/simulator Untuk mata kuliah praktek yang tidak membutuhan lab/simulator, sebanyak 185 taruna mengatakan bahwa materi dapat dapat dipahami sampai 61% 100% sedangkan 160 taruna mengaku materi ajar hanya bisa dipahami sampai 60 % saja. Hal ini seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Freq Percent Materi ajar pada mata kuliah praktek yang menggunakan lab/simulator Dalam pembelajaran online, taruna Poltekbang Makassar mengatakan bahwa materi ajar pada mata kuliah praktek yang diberikan oleh dosen sulit dipahami Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 3 Nomor 2 Desember 2020 P-ISSN 2622-0105 | E-ISSN 2716-1196 seperti terlihat dalam tabel 10 di bawah Sebanyak 114 taruna mengatakan materi ajar hanya bisa dipahami 60% 90%, sisanya 231 taruna mengatakan materi ajar sulit dipahami. Tabel 10. Materi ajar pada mata kuliah praktek dengan lab/simulator Presentasi materi praktek lab dapat dipahami < 20% 21% - 40% 41% - 60% 61% - 80% 81% - 90% Total Freq Percent Mata kuliah praktek merupakan mata kuliah yang membuthkan pengalaman dalam belajar, siswa harus mengalami dan mencoba agar dapat memahami materi dengan baik. Persepsi terhadap pembelajaran online Untuk mnegungkap persepsi terhadap menggunakan beberapa pertanyaan dengan menggunakan skala likert yang terdiri dari 4 skala terdiri dari skala . sangat tidak sesuai, . tidak sesuai, . sesuai dan . sangat Hasilnya seperti terlihat dalam tabel dibawah ini. Tabel 11. Tabel hasil persepsi terhadap pembelajaran online Pernyataan Mean Kemampuan Interaksi terus menerus Kemampuan memberikan respon Kemampuan Mencari bahan tambahan di internet Kemampuan menggunakan aplikasi dalam computer Interaksi dan komunikasi dosen selama pembelajaran online lebih akrab Mengutarakan masalah yang dihadapi dalam perkuliahan lebih nyaman secara online daripada tatap muka Mengerjakan soal lebih mudah secara Pembelajaran online lebih terorganisasi Rata Aerata Rata Ae rata yang didapatkan adalah 3,24 yang dapat diartikan bahwa taruna mempunyai persepsi yang baik terhadap pembelajaran online dalam perkuliahan. TarunaAetaruni menyetujui jika pembelajaran online diterapkan pada materi teori sedangkan untuk materi praktek, taruna-taruni tidak setuju jika dilakukan secara online. hal ini terlihat dalam tabel di bawah ini. Tabel 12. Persepsi terhadap penerapan Pembelajaran Online Tidak Total Teori Praktek Non Lab Praktek Lab Metode pembelajaran online di Politeknik Penerbangan Makassar baru diterapkan pada bulan Maret 2020 sebagai dampak dari berkembangnya virus COVID-19 di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Dengan berkembangnya virus yang menyebar di berbagai daerah dan mengancam kesehatan setiap orang termasuk taruna Politeknik Penerbangan Makassar yang menerapkan pendidikan asrama. Dosen dan Taruna mau tidak mau harus menyesuaikan dengan aplikasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran online. Tidak pembelajaran online juga harus disiapkan dengan Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Satuan Penjaminan Mutu diperoleh info bahwa Sebagian taruna-taruni Poltekbang Makassar . ,3%) tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti Pembelajaran Online selama pandemik ini. Sebagian besar taruna Politeknik Penerbangan Makassar melakukan proses pembelajaran online di dalam rumah . 7%) dan masih mendapatkan sinyal dengan baik, 30% tetap melakukan di dalam rumah walaupun terkadang sinyal putus. Hanya sekitar 14% mengalami kesulitan dalam mendapatkan sinyal, tepatnya 32 taruna kesulitan mendapatkan sinyal untuk pembelajaran online. Dalam penggunaan 63,8% taruna/taruni menggunakan koneksi internet selular dan 36,2% Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 3 Nomor 2 Desember 2020 P-ISSN 2622-0105 | E-ISSN 2716-1196 memakai jaringan WIFI. Menurut data BPS . per tahun 2018 terdapat 66,13% wilayah pulau Sulawesi dengan layanan seluler dengan kekuatan penerimaan sinyal kuat, 27,22% wilayah dengan kekuatan penerimaan sinyal lemah, dan 6,64% wilayah yang masih belum dijangkau layanan seluler. Pada saat kebijakan belajar dari rumah ditetapkan, banyak taruna/taruni yang memilih untuk pulang Taruna-taruni Poltekbang Makassar berasal dari berbagai wilayah Sulawesi. Jawa. Nusa Tenggara dan Papua. Bagi taruna/taruni yang tinggal di daerah yang belum mendapatkan sinyal selular, atau mendapatkan sinyal yang lemah akan merasa kesulitan dalam mengikuti pembelajaran online dan terkadang terlambat mengumpulkan tugas kuliah. Taruna sebagian besar menggunakan alat yang sangat memadai dalam pembelajaran online antara lain Laptop dan bahkan Laptop serta HP digunakan untuk pembelajaran online yaitu sebanyak 292 taruna/i. Akan tetapi terdapat beberapa taruna yang hanya menggunakan HP dalam pembelajaran online yaitu sebanyak 53 taruna/taruni. Kemampuan laptop dan telepon memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan yang dilaksanakan dalam bentuk konferensi video maupun yang dilaksanakan dalam kelas-kelas virtual menggunakan layanan aplikasi-aplikasi pembelajaran yang tersedia secara online (Gikas. , & Grant. M, 2. Menurut Widiyono. Aan penggunaan HP dinilai lebih flexible . udah dibawa kemana-mana, dan penggunaannya lebih sederhan. , terdapat berbagai aplikasi yang memudahkan aktivitas belajar dan mudah dalam Jadi penggunaan HP dalam pembelajaran online bukan sebuah penghalang dalam belajar secara online. Senada dengan Firman dan Rahayu . bahwa dimensi laptop dan telepon pintar yang ergonomis memberikan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan dari mana saja. Fitur penyimpanan yang ditawarkan oleh laptop dan telepon pintar juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyimpan bahan ajar yang diberikan oleh dosen sehingga mereka dapat mengakses ulang bahan ajar tersebut sewaktu-waktu. Bagi taruna/taruni menggunakan HP dalam mengikuti pembelajaran online, tugas-tugas yang diberikan oleh dosen akan dikerjakan dengan menggunakan tulisan tangan kemudian di foto dan dikumpulkan kepada dosen. Akan tetapi beberapa taruna/taruni tersebut menemui kendala ketika mengerjakan kuis yang harus segera dikumpulkan dan soal yang dikerjakan membutuhkan bantuan aplikasi tertentu dalam laptop. Pembelajaran Politeknik Penerbangan Makassar menggunakan aplikasi Zoom Meeting yaitu 86,4%. Aplikasi Zoom Meeting inipun menjadi aplikasi favorit Taruna . %) dikarenakan bisa berinteraksi dengan dosen secara virtual, bisa langsung bertanya apabila tidak jelas dan juga mudah dalam penggunaannya. Walaupun menggunakan aplikasi tersebut, akan tetapi aplikasi tersebut mudah dalam penggunaannya, hanya cukup join pada link yang disediakan, otomatis terkoneksi dengan kelas yang sedang Dikutip dari CNN Indonesia . konsumsi data untuk video konferensi menggunakan applikasi Zoom dengan kualitas video 720p selama satu jam menghabiskan data sebesar 540 MB. Hasil survey peneliti di menunjukkan harga kuota data sebesar 1 GB berkisar antara Rp. 000 hingga Rp. Jika diasumsikan bahwa rata-rata taruna/taruni mengikuti 8 . mata kuliah tiap semester dan masing-masing mata kuliah melaksanakan kuliah online menggunakan appllikasi konferensi video selama satu jam setiap minggu, maka mahasiswa harus menghabiskan dana antara Rp. 000 hingga Rp. 000 per minggu, tergantung provider seluler yang digunakan. Dapat dikatakan bahwa biaya ini sangat mahal dan akan memberatkan taruna/taruni selama pembelajaran online. Hasil ini berbeda dengan penelitian Zhafira, dkk . media yang paling digemari oleh mahasiswa dalam kelas online adalah WhatsApp dan Google Classroom. Berdasarkan survey pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh SPM Poltekbang Makassar, 67,9% pembelajaran online di Poltekbang Makassar menggunakan metode campuran yaitu tatap muka dan non tatap muka. Non tatap muka dilakukan melalui aplikasi chat WA, moodle, classroom dan sebagainya. Dosen mengirimkan materi melalui chat maupun melalui WAG. Hal ini sangat membantu Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 3 Nomor 2 Desember 2020 P-ISSN 2622-0105 | E-ISSN 2716-1196 taruna/taruni untuk kembali mengakses materi yang disampaikan dosen dalam virtual meeting. Aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh dengan tatap muka . adalah zoom meeting. Tomlinson . menjelaskan bahwa materi ajar adalah segala sesutau yang dipergunakan dalam pembelajaran yang berisi instruksi, penjelasan, contoh-contoh, serta tujuan yang akan dicapai. Berdasarkan survey pembelajaran jarak jauh pada bulan April 2020, taruna/taruni menyukai materi ajar yang disampaikan oleh dosen dalam bentuk power point yang disampaikan per pertemuan karena simple dan mudah dipelajari. Tentu saja selain modul utama yang telah diberikan oleh dosen. Dalam pembelajaran online, terutama saat pembelajaran dilakukan secara ansyncronous, materi ajar yang mudah dipahami menjadi kekuatan dalam keberhasilan pembelajaran itu Menurut responden, materi ajar yang diberikan oleh dosen pada mata kuliah teori relatif masih bisa dipahami dan untuk materi ajar pada mata kuliah praktek sangat sulit dipahami. Untuk mata kuliah teori, taruna taruni cukup membaca supaya bisa memahami materi. Akan tetapi untuk mata kuliah praktek, taruna/taruni perlu membaca, melihat dan melakukan atau mempraktekkan apa yang dibacanya agar bisa Selain itu taruna/taruni harus mempunyai alatnya untuk bisa mempraktekkan materinya, sedangkan ketika taruna melakukan pembelajaran online, sangat terbatas alat yang dimiliki oleh taruna bahkan taruna tidak memiliki alat yang dibutuhkan untuk praktek. Hal ini sesuai dengan penelitian Anhusadar. La Ode . bahwa materi yang disampaikan melalui perkuliahan online dapat anda pahami oleh mahasiswa sebanyak 2% mahasiswa menjawab sangat dipahami, sebanyak 37% mahasiswa menjawab dipahami, sebanyak 55 % mahasiswa kadang-kadang sebanyak 6% mahasiswa menjawab tidak Menurut Adijaya. N dan Pertiwi. N . bahwa dalam pembelajaran online materi ajar sangat praktis dipergunakan dalam perkuliahan karena dapat diunduh dan dibaca dimana saja. Tetapi disisi lain, mahasiswa sering mengalami masalah dalam mempergunakannya seperti bila mereka mengalami kesulitan dalam memahami materi, instruksi, dan sebagainya maka mereka lebih merasa kesulitan untuk mencari jalan Lebih lanjut mengatakan bahwa dalam pembelajaran online mahasiswa lebih merasa kesulitan dalam memahami materi yang Dalam perkuliahan tatap muka, bila mahasiswa tidak memahami suatu materi, dia bisa menanyakan teman atau dosen secara Widiyono. Aan . menguatkan hal tersebut dengan menyebutkan bahwa perkuliahan daring memberikan gambaran umum tentang kurang optimalnya pemahaman materi dan banyaknya tugas yang diberikan pada mahasiswa sehingga mengakibatkan proses perkuliahan yang kurang efektif. Sedangkan untuk sistem perkuliahan yang efektif selama pandemi adalah daring dan luring secara bergantian dengan memperhatikan prinsip protokol pencegahan Covid-19. Sebagian besar taruna merespon hal yang positif saat mengikuti pembelajaran online seperti mampu mengikuti secara terus-menerus dan merespon dengan cepat selama pembelajaran berlangsung, mampu mencari informasi lain untuk menambah pengetahuan tentang suatu materi melalui internet. Respon yang positif terhadap pembelajaran online yang menjadi modal awal dalam keberlanjutan sistem pembelajaran online untuk diterapkan dalam pembelajaran blended learning. Ada beberapa hal positif yang dirasakan oleh taruna saat pembelajaran online antara lain taruna merasa interaksi dan komunikasi lebih akrab dalam pembelajaran online, bertanya maupun mengungkapkan masalah juga lebih nyaman dilakukan dengan pembelajaran online. Hal ini sejalan dengan penelitian Adijaya. N dan Santosa. P . bahwa mengutarakan permasalahan yang dihadapi dalam perkuliahan kepada dosen lebih nyaman melalui online daripada tatap muka. Menurut Adijaya. N dan Santosa. LP . hal ini mengindikasikan permasalahan perkuliahan enggan mengutarakan permasalahan mereka kepada dosennya secara Dalam pembelajaran online, saat pembelajaran virtual yang terlihat oleh dosen hanya wajah saja dan juga bila dilakukan dengan ansycronous, komunikasi dilakukan via chat atau di kolom pertanyaan yang disediakan. Untuk orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 3 Nomor 2 Desember 2020 P-ISSN 2622-0105 | E-ISSN 2716-1196 diri yang tinggi, sistem ini justru membuat dia tidak malu bertanya, sehingga untuk orang-orang dengan tipe seperti ini sangat diuntungkan dalam pembelajaran online. Seperti yang dikatakan oleh Siska. Sudardjo dan Purnamaningsih . bahwa kepercayaan diri sangat mempengaruhi seseorang dalam komunikasi interpersonal ataupun tatap muka. Jika kepercayaan dirinya rendah maka komunikasi interpersonalnya pun akan rendah yang membuat mereka nyaman berkomunikasi tanpa tatap muka. Dalam mengerjakan soal-soal quis atau ujian pun terasa lebih nyaman karena tidak ada pengawasan langsung dari dosen ataupun pengawas ujian. Hal ini dapat menjadi hal yang negatif ataupun positif. Negatifnya adalah taruna bebas menyontek baik mencari jawaban di dalam buku atau internet, ataupun menyontek teman Positifnya adalah dapat melatih integritas taruna, melakukan perbuatan yang benar walaupun tidak ada pengawasan dari pihak lain dalam hal ini dosen ataupun pengawas. Menurut taruna, pembelajaran online hanya cocok diterapkan untuk pembelajaran teori Hal ini sejalan dengan penelitian Anhusadar. La . bahwa pembelajaran online masih efektif di masa pandemii Covid-19 ini, namun perlu kreativitas dosen untuk mahasiswa mampu memahami materi dengan Untuk pembelajaran praktek tidak bisa diterapkan apalagi di pendidikan vokasi seperti di Politeknik Penerbangan Makassar. Hal ini juga dapat dilihat dari seberapa besar materi dapat dipahami oleh Taruna. Hanya materi teori yang mampu diserap dan dipahami dengan cukup baik oleh Taruna. Dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran online dapat diterapkan untuk mata kuliah teori dengan aplikasi yang mudah digunakan oleh Taruna. Dikarenakan persepsi taruna positif terhadap pembelajaran online dan khusus untuk mata kuliah teori, maka pembelajaran blended learning dapat diterapkan di Politeknik Penerbangan Makassar. Mata kuliah teori secara online dan mata kuliah praktek secara tatap Hal ini akan membuka peluang pemanfaatan asset asrama untuk menampung peserta diklat yang lebih banyak lagi, terutama untuk peserta pelatihan. Hal ini dikarenakan saat pembelajaran online dilaksanakan dari rumah masing-masing. KESIMPULAN Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa taruna taruni Politeknik Penerbangan Makassar menggunakan e-learning dan online, terlebih pada mata kuliah teori. Taruna merasa lebih bersemangat dan lebih memahami materi yang disampaikan oleh dosen karena pembelajaran elearning lebih bervariasi dan tidak membosankan, serta lebih interaktif dalam pembelajaran. Taruna terbantu dengan adanya fitur diskusi atau ruang bertanya memberikan kemudahan dalam memahami materi, karena taruna dapat bertanya tanpa merasa malu, meskipun terkadang jawaban tidak real time . tau saat itu jug. Taruna juga dapata berinteraksi dengan dosen melalui pesan singkat atau aplikasi pengirim pesan (Whatsap. Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini antara lain pemberian kuota internet Taruna setiap bulannya meringankan biaya taruna dalam pembelajaran online dan pembatasan perkuliahan online dengan aplikasi virtual meeting mengingat begitu banyaknya dosen yang menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Perlu menerapkan pembelajaran blended learning, sehingga pembelajaran online dapat diterapkan dalam materi teori dan tatap muka untuk pembelajaran praktek. Untuk metode pembelajaran online dan harus tatap muka. Untuk peneliti selanjutnya, dapat meneliti dengan aspek-aspek yang lebih mendalam lagi seperti pembahasan khusus metode pembelajaran online dengan aplikasi virtual meeting, pembiayaan dalam pembelajaran online, dukungan orang tua dalam pembelajaran online, pembiayaan saat pembelajaran online, dan sebagainya. DAFTAR PUSTAKA