Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. PENGARUH KETELADANAN DAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP EGOSENTRISME ANAK USIA DINI Rizqi Syafrina Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini rizqi@uwgm. Mahkamah Brantasari Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini mahkamah@uwgm. Reni Ardiana Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini reniardiana@uwgm. Yuni Ika Pratiwi Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini ika@uwgm. Auditia Risela Echaristy Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini riselaauditia@gmail. Monika Meyssi Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini monikameyssi@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana egosentrisme masa kanak-kanak awal dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan peneladanan peran. Periode emas, yang berlangsung dari usia 4 hingga 6 tahun, adalah waktu kritis bagi perkembangan karakter dan kepribadian anak. Selama fase ini, keterampilan sosial anak, khususnya penekanan sikap egosentris, sangat dipengaruhi oleh gaya pengasuhan yang digunakan dan contoh yang diberikan oleh orang tua melalui sikap dan perilaku sehari-hari mereka. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik survei. 177 orang tua anak usia 4-6 tahun menjadi responden. Skala Likert digunakan dalam instrumen penelitian, dan karena data tidak terdistribusi secara normal, uji korelasi Spearman digunakan untuk Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang kuat antara egosentrisme anak dan permodelan peran orang tua. Kecenderungan anak untuk menjadi egosentris berkurang seiring dengan peningkatan tingkat peniruan peran. Meskipun dampaknya lebih kecil dibandingkan dengan peneladanan, gaya pengasuhan juga terkait dengan egosentrisme. Selanjutnya, ada korelasi positif antara pola asuh orang tua dan peneladanan peran. Pendekatan pengasuhan demokratis adalah yang paling berhasil dalam menurunkan pola pikir egosentris anak. Signifikansi percontohan peran orang tua dan praktik pengasuhan dalam membentuk pandangan sosial anak-anak di usia muda oleh karena itu didukung oleh penelitian ini. Mengurangi kecenderungan egosentris pada anak-anak dapat dicapai melalui pola asuh yang konsisten dan upaya untuk memperkenalkan mereka pada teladan positif. Kata Kunci : Keteladanan orang tua. Pola asuh. Egosentrisme. Anak usia dini. Pola asuh P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Abstrack This study aims to analyze the influence of parental role modeling and parenting styles on egocentrism in early childhood. The age of 4Ae6 years is considered a golden age, serving as a critical foundation for personality and character development, where parents play a central role in shaping childrenAos social behavior. This research employed a quantitative method with a survey approach. The participants were 177 parents of children aged 4Ae6 years. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through SpearmanAos correlation test, as the data were not normally distributed. The findings indicate that parental role modeling has a significant relationship with childrenAos egocentrism. the higher the level of role modeling, the lower the tendency of egocentric behavior. Parenting styles also showed a significant relationship, although the effect was weaker than that of role modeling. Furthermore, a positive correlation was found between parental role modeling and parenting Among the parenting styles, the democratic approach was identified as the most influential in reducing egocentric tendencies in early childhood. In conclusion, this study emphasizes the importance of parental role modeling and parenting styles in minimizing egocentrism during early childhood. Providing consistent positive role models and applying democratic parenting can effectively foster healthier social attitudes in children. Keywords : Parental role modeling. Parenting styles. Egocentrism. Early childhood. Democratic parenting PENDAHULUAN Perkembangan anak usia dini terjadi Perkembangan sosial emosional, atau sangat cepat pada saat ini, oleh karena itu kemampuan anak untuk menyesuaikan diri membutuhkan jenis stimulasi yang tepat dengan norma dan peraturan masyarakat, untuk mencapai potensi penuhnya. Periode adalah salah satu area yang membutuhkan ini dikenal sebagai golden age, yakni masa perhatian khusus. (Anzani. dan Insan, ketika anak memiliki kemampuan optimal 2. menegaskan bahwa perkembangan sosial emosional di pengaruhi kematangan pembelajaran sehari-hari. Pada tahap ini, organ tubuh sekaligus menjadi faktor penting perkembangan menjadi fondasi penting bagi dalam pembentukan kepribadian di masa pembentukan kepribadian dan karakter anak. Salah satu masalah yang sering Menurut muncul pada aspek ini adalah egosentrisme, merujuk pada perubahan fisik, sedangkan yaitu ketidakmampuan anak membedakan perkembangan mengacu pada perubahan sudut pandang diri dengan orang lain psikologis yang dialami individu. Aspek (Khadijah. , 2. Gagasan Piaget tentang tahap praoperasional, di mana anak-anak (Wiyani, hanya dapat melihat dari perspektif mereka emosional, nilai agama, serta fisik-motorik. sendiri, konsisten dengan ini (Heo. Han. Stimulasi ini bergantung pada peran aktif . Koch. , & Aydin, 2. Kondisi ini orang tua di rumah maupun guru di lembaga sering menimbulkan perilaku sulit diatur. PAUD. marah ketika keinginannya tidak terpenuhi, enggan bergantian, hingga muncul tantrum. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Perilaku Variabel independen dalam penelitian ini adalah permodelan peran orang tua, yang Menurut Wibowo, keluarga adalah sumber ditunjukkan melalui penggunaan bahasa yang utama perkembangan karakter, khususnya sopan, praktik ritual keagamaan, penggunaan pakaian yang bersih dan sopan, serta (Wahyuning. W, 2. Pertumbuhan seorang perlakuan yang penuh kasih sayang dan baik anak dibimbing oleh orang tuanya, yang terhadap anak-anak. Selanjutnya, filsafat berperan sebagai pengasuh dan teladan. Meskipun pendekatan pengasuhan yang ketat demokratis, dan permisif juga diselidiki. Variabel dependen penelitian, egosentrisme bermusuhan, pendekatan yang penuh kasih anak, dinilai menggunakan sejumlah metrik, termasuk tingkat kemandirian anak, empati (Hidayah. Menurut Rohner kanak-kanak pandangan egosentris, dan pemahaman sudut pandang sosial. Studi ini menggunakan kecerdasan emosional yang berkaitan dengan kuesioner dengan skala Likert sebagai bertambahnya usia (Wahyuning. W, 2. Pernyataan yang positif . mendapat skor mulai dari 4 Hubungan timbal balik antara orang . angat setuj. , 3 . , 2 . idak setuj. , tua dan anak untuk memenuhi kebutuhan dan 1 . angat tidak setuj. pernyataan yang fisik dan psikologis mereka dikenal sebagai negatif . idak menguntungka. mendapat skor mulai dari 1 . angat setuj. , 2 . , 3 Bentuknya bergantung pada pandangan orang tua, . idak setuj. , dan 4 . angat tidak setuj. kebutuhan anak, serta harapan terhadap Taberl 1. Serbaran butir Skala kerterladanan perkembangan anak di masa depan. Dengan demikian, keteladanan dan pola asuh yang Aspek tepat menjadi kunci penting dalam membantu Berbahasa yang Rajin beribadah mengembangkan kecerdasan emosional sejak dini (Wahyuning. W, 2. METODE PENELITIAN Studi ini melibatkan 177 orang tua Butiran 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12 13, 14, 15, 16 17, 18, 19, 20 Berpakaian rapi dan sopan Memperlakukan kasih sayang. Jumlah Butiran yang mermiliki anak usia dini antara 4 dan 6 P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Serterlah dilakukan ujicoba, koerfisiern alpha keteladanan orangtua adalah 0,895 independen dan dependen. Perangkat lunak bernama SPSS untuk Windows versi 16 Taberl 2. serbaran butir Skala Pola Asuh digunakan untuk memproses data. Asperk Pola Asuh Otoriter Pola Asuh Demokratis Pola Asuh Permisif Jumlah Butiran 1, 2, 3, 4. Butiran Jumlah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, Subjeik dalam penelitian ini adalah orangtua yang meimiliki anak usia 4-6 tahun. Orang tua yang meimeinuhi syarat meinjadi subjeik peineilitian beirjumlah 177 orang. Setelah dilakukan ujicoba, koefisien Beirikut deingan rincian datanya: alpha pola asuh orantua adalah 0,613. Tabel 4. Deskripsi Subjek Penelitian Tabel 3. sebaran butir Skala Egosentrisme Orangtua deingan Anak 4 Ae 5 Tahun 5 Ae 6 Tahun Keduanya Aspek Kemampuan Empati dan Sikap Sikap Butiran 1, 2, 10 Butiran Jumlah 3, 7, 4, 6, 8, 12 5, 9, 12, normalitas dilakukan sebelum melakukan Jumlah Untuk memastikan apakah data Jumlah Penelitian Usia analisis regreisi linier dasar. Distribusi normal residu adalah tanda regresi yang baik. Uji pendekatan survei sebagai bagian dari menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov, metode kuantitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan kecenderungan, sikap, atau bahwa data dinyatakan normal apabila nilai pandangan suatu populasi secara numerik signifikansi . lebih besar dari 0,05. Berdasarkan populasi tersebut (Creswell, 2. Karena keteladanan menunjukkan nilai signifikansi pendekatan korelasi Rank Spearman dapat sebesar p = 0,000, variabel pola asuh sebesar menentukan dampak antara dua variabel p=0,048, dan variabel egosentrisme sebesar p yang bersifat ordinal atau tidak terdistribusi = 0,000. Karena ketiga nilai signifikansi secara teratur, pendekatan ini digunakan berada di bawah 0,05. Akibatnya, dapat untuk menguji hubungan antara variabel dikatakan bahwa tidak ada distribusi data dari P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Akibatnya, metode non parametrik digunakan Teknik analisis data dalam penelitian untuk melakukan analisis korelasi, yaitu uji ini menggunakan uji korelasi Rank Spearman korelasi Rank Spearman. untuk mengetahui adanya pengaruh antara keteladanan orang tua dan pola asuh terhadap Untuk egosentrisme pada anak usia dini. Analisis hubungan linier antara variabel-variabel dilakukan dengan bantuan perangkat lunak tersebut, kemudian dilakukan uji linearitas. SPSS for Windows versi 16. Kriteria yang digunakan adalah bahwa data Berdasarkan dikatakan linier apabila nilai signifikansi ditemukan bahwa keteladanan orang tua deiviation from lineiarity lebih besar dari memiliki pengaruh yang signifikan terhadap 0,05. Hasil pengujian menunjukkan nilai tingkat egosentrisme anak usia dini. deiviation from lineiarity sebesar p = 0,009. Tabel 7. Hasil Uji Korelasi Menggunakan yang berakti lebih kecil dari 0,05. Akibatnya. Rank Spearman penyimpangan dari lineiaritas. Tabel 5. Kategorisasi Keteladanan Orangtua Norma X < 40 40 O X O X > 60 Kategori Reindah Sedang Jumlah Presentase 2,26% 11,86% Tinggi 85,88% Berdasarkan data di atas ditemukan bahwa sebagian besar subjek keteladanan orangtua yang tinggi . ,88%). Sedangkan 11,86% tingkat sedang dan 2,26% tingkat keteladanan Hal ini menunjukkan secara keteladanan yang tinggi Setelah menggunakan uji Rank Spearman, kita melakukan uji korelasi variabel pola asuh, untuk melihat dari ketiga pola asuh yakni pola asuh otoriter, pola asuh demokratis dan pola asuh permisif yang memiliki pengaruh terhadap egosentrisme anak usia dini. Tabel. 8 Uji Korelasi Rank Spearman Pola Asuh Otoriter Tabel 6. Kategorisasi Egosentrisme Norma X < 30 30 O X O 40 X > 40 Kategori Rendah Sedang Jumlah Presentase 3,95% 31,07% Tinggi 64,97% Berdasarkan Spearman antara pola asuh otoriter dan egosentrisme anak usia dini, diperoleh nilai P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. koefesinsi korelasi sebesar 0,011 dengan nilai Berdasarkan signifikansi (Sig. 2-tailei. sebesar 0,881. Hal SpearmanAos rho, diperoleh bahwa terdapat ini menunjukkan jika tidak ada korelasi hubungan positif yang signifikan antara keteladanan orang tua dengan egosentrisme anak . = 0,618. p = 0,. Selain itu, pola asuh juga memiliki hubungan yang signifikan Tabel. 9 Uji Korelasi Rank Spearman Pola namun lemah deingan egosentrisme anak . = Asuh Demokratis 0,154. p = 0,. Hal ini menunjukkan bahwa keteladanan orang tua pola asuh mempengaruhi tingkat egosentrisme anak usia dini. Selain itu diketahui bahwa pola demokratis yang memiliki pengaruh pada Berdasarkan egoseintrisme anak usia dini. Spearman antara pola asuh demokratis dan egosentrisme anak usia dini, diperoleh nilai Pembahasan koefesien korelasi sebesar 0,358 dengan nilai Keluarga signifikansi (Sig. 2-tailei. sebesar 0,000. Hal pertama yang membentuk karakter dan ini menunjukkan jika pola asuh demokratis perilaku anak. Orang tua berperan penting melalui keteladanan sehari-hari, baik berupa sikap, nilai moral, maupun norma sosial yang Tabel. 10 Uji Korelasi Rank Spearman Pola dapat diinternalisasi anak. Keteladanan yang Asuh Permisif konsisten terbukti mampu menumbuhkan kepedulian, dan kerja sama (Ishlahunnisa. Berdasarkan Spearman antara pola asuh permisif dan egosentrisme anak usia dini, diperoleh nilai koefesen korelasi sebesar -0,083 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailei. sebesar 0,274. Hal ini menunjukkan jika tidak ada korelasi egosentrisme anak usia dini. Hasil Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan egosentrisme anak usia dini . = 0,618. Meskipun korelasi bersifat positif, interpretasi temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi keteladanan yang ditunjukkan orang tua, semakin rendah kecenderungan anak untuk bersikap egosentris. Hal ini P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. mengembangkan empati dan perspektif sosial bagian wajar dari perkembangan kognitif. Pola asuh juga berhubungan dengan lingkungan keluarga tetap menjadi faktor kunci yang menentukan arah perilaku sosial Pola menunjukkan hubungan signifikan . = anak ke arah yang lebih positif. 0,358. p = 0,. , yang berarti pendekatan ini mampu mendorong anak mengekspresikan PENUTUP diri sekaligus belajar memahami orang lain. Kesimpulan Sebaliknya, pola asuh otoriter . = 0,011. Keteladanan 0,. dan permisif . = -0,083. p = 0,. tidak menunjukkan hubungan signifikan. Hal egosentrisme anak usia dini. Keteladanan ini menunjukkan bahwa pola asuh kaku menjadi contoh nyata yang membentuk perilaku anak secara langsung. Pola asuh juga membentuk perilaku sosial yang sehat. Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara Dengan demikian, peran orang keteladanan dan pola asuh . = 0,244. tua sebagai teladan utama sangat penting 0,. Artinya, orang tua yang konsisten dalam membentuk karakter dan mengarahkan memberikan teladan baik cenderung pula perkembangan sosial anak. menerapkan pola asuh positif. Kedua aspek Saran ini saling melengkapi dalam menciptakan Bagi Orangtua strategi pengasuhan yang holistik. Temuan Orang tua disarankan untuk senantiasa penelitian ini sejalan dengan teori Piaget, memberikan keteladanan positif melalui yang menyebut egosentrisme sebagai ciri perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai alami tahap praoperasional. Anak usia dini moral, empati, dan kepedulian sosial. Selain cenderung berfokus pada dirinya sendiri dan itu, penerapan pola asuh yang seimbang, khususnya pola asuh demokratis, penting (Khadijah, 2016. Serjati, 2. Namun, melalui teladan positif dan pola asuh mengekspresikan pendapat secara bebas demokratis, kecenderungan tersebut dapat namun tetap dalam batasan yang terarah. berkurang seiring bertambahnya usia dan Dengan demikian, orang tua berperan sebagai pengalaman sosial. Secara keseluruhan, keteladanan dan pola asuh demokratis dalam mengurangi kecenderungan egosentris pada membentuk perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Meskipun egosentrisme merupakan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Bagi Institusi Pemerintah melalui dinas terkait dan menyelenggarakan program pelatihan atau penyuluhan berkelanjutan bagi orang tua dan guru tentang pentingnya pola asuh dan perkembangan sosial-emosional anak usia Secara konseptual, hal ini menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya Kontribusi menyediakan program pendampingan dapat memperkuat fondasi karakter, empati, serta keterampilan sosial anak sejak usia dini, yang menjadi bekal penting bagi perkembangan kepribadian di masa depan. DAFTAR PUSTAKA