Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 055 Ae 060 PEMBERDAYAAN SANTRI BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM UPAYA MENDUKUNG ERA NEW NORMAL Omo Sutomo 1. Dewi Indah Sari2. Siti Rusyanti3. Yayah Rokayah4. Hadits Lisentiya Armal5. Istiana Annisa6. Yunita Sari7 1,3,4Jurusan Kebidanan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten 2,7Jurusan Keperawatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten 5,6Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten E-mail korespondensi: dewi. indah@poltekeksbanten. Abstrak: Pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan yang berfokus pada bidang keagamaan yang menciptakan peserta didik menjadi masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama atau ahli agama. Kondisi sanitasi yang belum memenuhi syarat kesehatan memiliki dampak bagi kesehatan santri. Keadaan pondok pesanteren yang belum mendukung hidup sehat secara optimal disebabkan salah satu faktonya karena penerapan PHBS yang belum Pada era New Normal, protokol kesehatan tetap dilakukan penerapan baik oleh santri, pengelola pondok pesantren maupun juga keluarga pengunjung agar masyarakat pondok pesantren dan juga keluarga santri dapat mengoptimalkan derajat kesehatannya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan diskusi grup dan simulasi yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2022 bertempat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Desa Padasuka dan Al-Azzeriyah Desa Jagabaya Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai PHBS, para santeri dapat melakukan cuci tangan pakai sabun yang benar, tersedianya sarana cuci tangan dan jamban Diharapkan masyarakat pondok pesantren dan juga keluarga pengunjung agar selalu membiasakan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan protocol kesehatan di Era New Normal. Kata Kunci: Era New Normal. Santri. Hidup Sehat Abstract: Islamic boarding school is a type of education that focuses on the religious field which creates students into people who understand and practice the values of religious teachings or religious Sanitary conditions that do not meet health requirements have an impact on the health of One of the factors is that the condition of Islamic boarding schools which do not support optimal healthy living is due to the poor implementation of PHBS. In the New Normal era, health protocols continue to be implemented by both students, boarding school managers and visiting families so that the boarding school community and also students' families can optimize their health status. The method used in this community service is health education with a group discussion and simulation approach which will be carried out from July to November 2022 at the Al-Muhajirin Islamic Boarding School in Padasuka Village and Al-Azzeriyah. Jagabaya Village. Warunggunung District. Lebak Regency. The result of this community service is an increase in knowledge and attitudes regarding PHBS, santeri can wash their hands with soap properly, and the availability of hand washing facilities and healthy latrines. It is hoped that the Islamic boarding school community and also visiting families will always get used to implementing clean and healthy living habits and implementing health protocols in the New Normal Era. Keywords: New Normal Era. Santri. Healthy Living ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 055 - 060 Pendahuluan Peningkatan derajat kesehatan merupakan salah satu penilaian dalam indeks pembangunan manusia. Peningkatan derajat kesehatan didasari oleh sebuah perilaku setiap individu, di tatanan rumah tangga, kantor, tempat umum dan sebagainya. Terdapat sebuah program yang telah dibentuk dalam meningkatkan sebuah derajat kesehatan, yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS merupakan gabungan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran kelompok ataupun masyarakat itu sendiri . dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Kementerian Kesehatan RI, 2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri . di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan Dengan demikian. PHBS mencakup beratus-ratus bahkan mungkin beriburibu perilaku yang harus dipraktikkan dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Di bidang pencegahan dan penanggulangan penyakit serta penyehatan lingkungan harus dipraktikkan perilaku mencuci tangan dengan sabun, pengelolaan air minum dan makanan yang memenuhi syarat, menggunakan air bersih, menggunakakan jamban sehat, pengelolaan limbah cair yang memenuhi syarat, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di dalam ruangan dan lain-lain (Kementerian Kesehatan RI, 2. Pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan yang berfokus pada bidang keagamaan yang untuk menciptakan peserta didik menjadi masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama atau ahli agama. Kehadiran institusi Pendidikan pesantren diperkirakan sejak 300-400 tahun dan telah tersebar di seluruh Indonesia khususnya di Pulau Jawa (Imam SyafeAoi, 2. Kementerian Agama mencatat bahwa terdapat sekitar 26. 973 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2020. Urutan tertinggi diduduki oleh provinsi Jawa Barat sebanyak 8343 pondok pesantren. Urutan kedua diikuti oleh provinsi Banten yang memiliki pondok pesantren sebanyak 4. Urutan ketiga diduduki oleh provinsi Jawa Timur yang memiliki pondok pesantren sebanyak 4. serta urutan terendah pendirian pondok pesantren di Provinsi Papua yang hanya terdiri dari 18 pondok. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa sebagian besar pesantren di berbagai wilayah di Indonesia belum memiliki sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan. Kondisi sanitasi yang belum memenuhi syarat kesehatan tersebut memiliki dampak bagi kesehatan santri. Penelitian yang dilakukan oleh Fahham tahun 2019 menjelaskan banyak santri yang pernah terkena skabies, diare, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Peneliti lainnya menemukan bahwa sanitasi lingkungan pesantren masih tergolong kurang baik, terutama kebersihan dapur, kamar tidur santri pemeliharaan air limbah dengan riwayat penyakit diderita oleh santri yaitu, dari 41 santri hanya 8 santri yang pernah terjangkit penyakit kulit (Rosmila, 2. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 055 - 060 Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada beberapa pondok pesantren yang ada di Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak, diperoleh hasil untuk sarana sanitasi termasuk kategori kurang, hal ini dapat dilihat ada asrama santri putra dan putri yang belum memiliki atau tidak cukup sarana MCK (Mandi Cuci Kaku. , tidak ada wastafel untuk sarana cuci tangan dan juga keadaan asrama tidak tertata rapih dan kurang bersih. Hasil observasi perilaku para santri terlihat tidak semua menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker. Selain itu dilakukan juga wawancara kepada para santri untuk memperoleh informasi mengenai sosialisai kesehatan yang mereka dapatkan terakhir kali dan hasil yang diperoleh mereka belum mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dari petugas kesehatan dalam tiga tahun terakhir dan juga sosialisasi untuk menghadapi keadaan new normal era pandemik. Kondisi ini tentu sangat memprihatikan dan akan mempengaruhi kesehatan warga pondok pesantren. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis akan melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan judul AuPemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal Di Pondok PesantrenAy. Metode Pelaksanaan Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan dengan mengaplikasikan metode atau pendekatan sistem . nput-proses-outpu. Input berkenaan dengan kemampuan awal baik pengetahuan maupun keterampilan kader terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mendukung New Era di Pondok Pesantren. Untuk mendapat informasi pengetahuan santri tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam mendukung Era New Normal di Pondok Pesantren, dilakukan pengukuran dengan mengajukan pertanyaan dengan kuesioner sebelum dan setelah dilakukan intervensi/penyuluhan kesehatan. Sedangkan untuk mengetahui keterampilan para santri dalam mencuci tangan yang baik dan benar dilakukan pengamatan dengan daftar ceklist. Proses, berkaitan dengan upaya atau kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam hal ini telah dilakukan penyuluhan kesehatan terkait dengan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan santri tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam mendukung Era New Normal di Pondok Pesantren. Output, merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebelum dan setelah pengabdian kepada masyarakat di pondok peasantren Al-Muhajirin Desa Padasuka dan Pondok pesantren Azzaeniyah Desa Jagabaya kecamatan Warunggunung. Hasil Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut: Perizinan kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah mendapat Rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Lebak dengan nomor rekomendasi Nomor: 070/245-BAKESBANGPOL/2021 ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 055 - 060 Perjanjian Kerjasama Untuk mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat, telah ditandatangani Piagam Perjanjian Kerjasama antara Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten dan Kecamatan Warunggunung tentang Kerjasama Dalam Melaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Wilayah Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten Tahun 2022, dengan Nomor: HK. 01/1. 2/5862/2022 dan Nomor: 441. 7/363-Kec/Vi/2022. Sosialisasi dan koordinasi kegiatan Kegiatan sosialisasi dan koordinasi dimaksudkan untuk mendapat kesamaan persepsi, dukungan kegiatan dari mitra kerja dalam hal ini pihak kecamatan Warunggunung, desa Padasuka dan desa Jagabaya. Kepala Puskesmas Warunggunung serta pihak Pondok Pesantren Al-Muhajirin dan Al-Azzeriyah. Perberdayaan Para Santri Kegiatan pemberdayaan kader dilakukan melalui penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) selama satu hari pada tanggal 25 September 2022 di Pondok pesantren Al-Muhajirin dan Al-Azzeriyah. Penyampaian materi disampaikan secara ceramah, tanya jawab serta praktik mencuci tangan yang benar bagi para santri yang dilakukan standing westafel yang hasil bantuan . Selama Pendidikan kesehatan dan praktik diupayakan menerapkan protokol kesehatan. Untuk mendapat pemahaman para santri tentang PHBS serta praktik mencuci tangan yang benar maka dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan . re dan pos. Hasil dari pengukuran pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan adalah sebagai berikut: Tabel 1. Descriptive Statistics Tingkat Pengetahuan Santri Pre dan Post Pendidikan Kesehatan Pada Pesantren Al-Muhajirin Responden Pre Post Selisih R10 R11 R12 R13 R14 ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 055 - 060 Responden R15 R16 R17 R18 R19 R20 Rata-rata Pre Post 8,15 Selisih 2,95 Pada tabel diatas diketahui adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan Pendidikan kesehatan dari rata-rata skor pengetahuan 5,2 menjadi 8,15. Tabel 2. Descriptive Statistics Tingkat Pengetahuan Santri Pre dan Post Pendidikan Kesehatan Pada Pesantren Al-Azzeriyah Responden R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 Rata-rata Pre Post Selisih 5,15 7,95 Pada tabel diatas diketahui adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan Pendidikan kesehatan dari rata-rata skor pengetahuan 5,15 menjadi 7,59. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 055 - 060 Menyalurkan bantuan . Dalam upaya mendorong perubahan perilaku dalam hal ber-PHBS, maka disalurkan bantuan sebagai stimulus sebanyak 4 paket standing westafel masing-masing pondok pesantren 2 paket dan 2 paket jamban sehat masingmasing pondok pesantren 1 paket. Bantuan bertujuan sebagai pendorong perubahan perilaku dalam hal ini ber-PHBS di lingkungan pondok pesantren. Monitoring dan Evaluasi Untuk mendapatkan gambaran penerapan keterampilan santri dalam hal ini kemampuan dalan keterampilan mencuci tangan yang benar dan pemanfaatan standing westfel dan jamban sehat, diakukan monitoring dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan para santri dapat melakukan cuci tangan dengan langkah yang diajarkan, memanfaatkan standing westafel serta jamban sehat. Diskusi Pelaksaan pendidikan kesehatan pada santri pondok pesantren dilakukan secara dua arah sehingga hasil pengukuranpengetahuan mengalami peningkatana sebelum dan setelah diberikan Pendidikan kesehatan. Kendala utama dari pelaksanaan kegiatan ini adalah gangguan teknis . emadaman linstri. sehingga pada saat melakukan Pendidikan kesehatan dilakukan tanpa pengeras suara dan juga media penyajian. Hal ini mempengaruhi penyampaian pesan yang dilakukan oleh Tim Pengabdian masyarakat karena posisi pondok pesantren sasaran tepat di pinggir jalan utama. Secara umum kondisi tersebut tidak mempengaruhi kegiatan pegabdian kepada masyarakat secara Berdasarkan hasil dari pengabdian kepada masyarakat didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan dengan hasil rata-rata pengetahuan santri. Peningkatan pengetahuan dalam kegiatan ini dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu factor pengalaman, kebiasaan yang telah dilakukan santri saat berada di lingkungan keluarga, media, dan telah diberikan penyuluhan yang dilakukan oleh Tim Puskesmas di awal era Covid-19. Pengetahuan yang dimiliki oleh para santri ini diharapkan dapat merubah perilaku dan sikap yang masih kurang mendukung terhadap kesehatan (Notoatmojo, 2. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat secara optimal dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya ketersediaan sarana penunjang. Hal ini seperti penelitian yang dilakukan oleh Budiman,dkk . yang mengemukakan bahwa fasilitas yang lebih lengkap memberikan pengaruh yang signifikan. Penelitian lain yang dilakukan oleh Suryani . mengungkapkan hal yang sama, dengan keterserdian saran membuat peran besar masyarakat dalam menjalankan PHBS. Keadaan di masyarakat kadang sarana atau fasilitas yang tersedia kadang liner dengan perilakuk yang Penelitian yang dilakukan oleh Ardiansa . sarana dan prasarana tidak mempengaruhi tindakan PHBS, artinya sarana dan prasarana yang baik belum tentu membuat orang memiliki kebiasaan melakukan PHBS. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kami memberikan stimulus untuk penyediaan sarana PHBS seperti sarana cuci tangan berupa wastafel dan juga jamban, pemberian masker. Stimulus ini diharapkan mampu untuk melakukan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 055 - 060 perubahan perilaku dari negative menjadi perilaku positif dalam pelaksanaan PHBS dan adanya proses belajar untuk penguatan perilaku menguntungkan (Wahab. Rohmalina Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan santri pondok pesantren Al-Muhajirin dan AlAzzeriyah di wilayah kecamatan Warunggunung kabupaten Lebak tentang PHBS dilaksanakannya pendidikan kesehatan. Para santri terbiasa mencuci tangan yang baik setelah mendapat keterampilan cara mencuci tangan yang benar. Dimanfaatkanya bantuan/stimulus standing westafel dan jamban sehat oleh para santri di lingkungan pondok pesantren. Para santri terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dilingkungan pondok pesantren. Ucapan Terima Kasih