JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Produk Kreatif Bagi Siswa-Siswi SMP Negeri 15 Mesuji Wiji Rahayu Astuti1*. Untung Nopriansyah2 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung E-mail: wrahayu094@gmail. Diterima : 05 - 09- 2024 Direvisi : 07 -12- 2024 Disetujui : 08 -12- 2024 Dipublikasikan : 04 -01- 2025 Abstrak Sampah plastik menjadi masalah yang tidak akan habis, karena selama jumlah penduduk bertambah maka sampah jumlah sampah plastik yang ada juga akan bertambah. Semakin meningkat jumla penduduk maka semakin meningkat pula jumlah sampah yang ada. Limbah plastik dapat dijadikan produk yang memiliki nilai fungsional dan nilai estetika apabila dikelola menjadi sebuah produk. Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan mootivasi kepada siswa dan siswi tentang cara menangani limbah plastik untuk berbagai kerajinan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan sosialisasi, penyajian materi, praktek pelatihan pembuatan produk dan evaluasi. Hasil dari kegiatanpengabdian ini yaitu adanya peningkatan kreativitas, pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik pengeloalaan sampah, menghasilkan produk limbah berbahan plastik menjadi produk yang memiliki nilai estetika dan fungsional. Kata kunci: Sampah Plastik. Produk Kreatif. Kerajinan. Abstract Plastic waste is a problem that will never end, because as long as the population increases, the amount of plastic waste available will also increase. As the population increases, the amount of waste increases. Plastic waste can be made into a product that has functional and aesthetic value if it is managed into a product. The aim of this training activity is to provide motivation to students on how to handle plastic waste for various crafts. The method used in this activity is descriptive qualitative through a socialization approach, material presentation, product manufacturing training practices and evaluation. The results of this service activity are increased creativity, knowledge and skills regarding waste management techniques, producing plastic waste products into products that have aesthetic and functional value. Keywords: Plastic Waste. Creative Products. Craft. PENDAHULUAN Sampah plastik masih menjadi permasalahan, terutama bagi kelestarian alam. Pembuangan sampah plastik ke dalam air dan tanah menambah tingkat kesengsaraan alam. Sampah plastik yang notabene terbuat dari bahan anorganik sangat sulit dan tidak mungkin diuraikan oleh bakteri pengurai dalam jangka waktu yang singkat. Sampah plastik ini jika ditimbun dalam tanah membutuhkan waktu berjuta-juta tahun untuk menguraikannya. Apabila dibakar hanya akan menjadi gumpalan dan butuh waktu lama untuk mengurainya. Jika sampah plastik itu terlalu lama tertimbun dalam tanah, tertumpuk, ataupun hanyut dalam perairan maka yang akan terjadi adalah pemanasan global yang berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri (Sudarwati, 2. (Aminudin, 2. Permasalahan sampah merupakan masalah yang tidak akan habis, karena selama masih hidup akan tetap selalu meproduksi sampah. Produksi sampah selalu berbanding lurus dengan Jurnal Lentera Pengabdian : Wiji Rahayu Astuti. Untung Nopriansyah JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. bertambahnya jumlah penduduk. Semakin bertambah banyak jumlah penduduk, semakin tinggi juga akan sampah yang diproduksi. Sampah seringkali dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu, jorok, bau, sulit untuk diurai menjadi tanah, mengganggu pandangan mata, mengganggu kesehatan dan bahkan penyebab banjir. Secara sederhana sampah dalam rumah dapat bagi menjadi 3 kategori, yakni sampah beracun, seperti batere bekas, bola lampu bekas dan barang-barang yang mengandung zat kimia. Kemudian sampah padat yang tidak dapat diurai, seperti plastik, botol, kaleng, dsb. Dan terakhir barang-barang yang masih dapat diurai oleh tanah seperti sisa sayuran, daun-daun, dan sebagainya. Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 3R: Reduce. Reuse & Recycle. Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah-sampah yang telah ada dan mendaur ulang sampah sampah yang telah terpakai. Salah satu sampah yang dapat didaur ulang adalah Selama ini plastik yang telah tidak dipakai lagi dibuang begitu saja, yang akhirnya akan mencemarkan lingkungan (Aminudin, 2. Kreativitas pemanfaatan sampah plastik menjadi produk kreatif yang tepat guna adalah solusi yang baik untuk mengubah sampah plastik menjadi menjadi barang yang berguna kembali, bahkan memiliki nilai jual serta dapat dikreasikan menjadi barang yang mempunyai nilaiestetika dan nilai jual. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan yang baik untuk anak-anak maupun orang dewasa supaya bisa menjadi individu yang mampu menjaga kebersihan lingkungan. Dimulai dari membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan sampah-sampah plastik yang masih didaur ulang. Tujuan dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran siswa dan siswa SMP Negeri 15 Mesuji terhadap pengelolaan sampah plastik dengan melakukan daur ulang sampah menggunakan metode ecobrick sebagai salah satu bentuk penjngkatan kreatifitas. Setelah itu sampah tersebut akan dikreasikan menjadi barang yang bermanfaat serta mempunyai nilai ekonomis. METODE Dalam upaya peningkatan kreatifitas siswa dan siswa SMP Negeri 15 Mesuji, metode yang digunakan pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yaitu kualitatif deskriptif. Teknik analisis data secara deskriptif adalah cara membahas data yang sudah dikumpulkan, diproses dan disajikan dengan cara menilai data tersebut (Alfatih, 2. Proses kegiatan ini dimulai oleh Mahasiswa KKN dengan pertemuan bersama pihak sekolah untuk memperoleh dukungan dan pendampingan dari tenaga pendidik dan murid. Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa-siswi SMP Negeri 15 Mesuji memahami program kerja yang akan dilakukan. Kemudian menyampaikan materi mengenai dampak negatif sampah plastik dan materi seputar jenis-jenis produk, cara membuat dan bahanbahan yang diperlukan untuk membuat produk kreatif tepat guna tersebut. Penyampaian materi dilakukan secara lisan pada siswa-siswi kelas 8. Proses pembuatan dimulai dengan mengumpulkan sampah plastik salah satunya botol plastik dengan ukuran 1,5 liter dan alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat produk. Setelah semua alat dan bahan terkumpul, botol bisa diisi dengan sampah plastik hingga penuh lalu disusun menjadi sebuah produk yang diinginkan. Proses pembuatan sangat sederhana sehingga siapapun dan dimanapun bisa dilakukan. Metode Jurnal Lentera Pengabdian : Wiji Rahayu Astuti. Untung Nopriansyah JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. ini dirancang untuk meminimalisir sampah yang ada di sekitar sekolah dengan menjadikannya sebuah produk yang bermanfaat dan sebagai upaya peningkatan kreatifitas siswa dan siswi. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil Dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMP Neger 15 Mesuji Aspek Hasil Metode Kualitatif Deskriptif dengan Pendekatan Sosialisasi. Penyajian Materi. Praktik Pelatihan dan Evaluasi. Narasumber Wiji Rahayu Astuti Materi Pemanfaatan Limbah Sampah Plastik Menjadi Produk Kreatif Jumlah Peserta 8 Peserta Feedback Peserta 80% Peserta Memahami Bahaya Sampah Plastik Bagi Lingkungan dan Kesehatan Hasil Produk Yang 2 Pot Bunga dari Botol Plastik Dikerjakan Jumlah Mahasiswa 3 Mahasiswa Pembimbing Proses Pembuatan Pot Mengumpulkan Bahan Utama Seperti Sampah Botol Plastik. Sampah Plastik Ringan. Triplek Bekas. Menyiapkan Alat Seperti Gunting. Lem. Tali dan Sebagainya. Perubahan Aktivitas 85% Peserta Mulai Mencoba Membuat Produk Kreatif Lain Menggunakan Sampah Plastik. Berdasarkan Tabel 1, analisis hasil kegiatan pengabdian Masyarakat di SMP Negeri 15 Mesuji menunjukan pencapaian signifikan dalam upaya meningkatkan kreatifitas siswa dan siswi dengan mengelola sampah plastik. Kegiatan pembuatan produk kreatif ini sangat sesuai apabila diterapkan disekolah karena pengumpulan bahan yang mudah dan proses pembuatan yang sangat sederhana. Program pengabdian ini merupakan salah satu bentuk pelatihan serta pendampingan pembuatan produk kreatif yang memiliki nilai fungsional dalam upaya peningkatan kreatifitas dan meminimalisir sampah plastik. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur untuk mencapai tujuan pelatihan di SMP Negeri 15 Mesuji. Tahap pertama adalah sosialisasi, yang dilaksanakan pada 5 Agustus 2024 oleh penanggung jawab kegiatan. Sosialisasi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan selama pelatihan, menyampaikan materi mengenai pemanfaatan sampah plastik menjadi produk kreatif, serta membentuk kelompok dan menentukan jadwal Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 6 hari dengan 2 kelompok peserta, dan puncaknya dilaksanakan pada 6 Agustus 2024. Tahap kedua adalah persiapan, yaitu pengumpulan alat dan bahan, termasuk botol air mineral 1,5 liter, bungkus minuman atau makanan, tutup botol plastik, serta alat seperti gunting, lem tembak, pisau, dan wadah plastik Proses pengumpulan alat dan bahan dilakukan selama dua hari, yakni pada 6 dan 7 Agustus 2024. Tahap ketiga adalah pelatihan, yang diawali dengan ceramah dan dilanjutkan Jurnal Lentera Pengabdian : Wiji Rahayu Astuti. Untung Nopriansyah JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. dengan praktik langsung. Botol-botol plastik yang masih dalam kondisi baik diisi dengan limbah plastik hingga padat, kemudian disusun di atas tripleks yang telah disiapkan, membentuk kotak atau bentuk lain sesuai desain, dan direkatkan dengan lem tembak. Tahap terakhir adalah evaluasi, di mana seluruh program kerja dievaluasi untuk mendapatkan saran dan kritik atas produk yang dihasilkan. Setelah kegiatan selesai, penanggung jawab menutup acara dengan memberikan pesan kepada peserta untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari guna meningkatkan kreativitas dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang lebih bermanfaat. Gambar 1. Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pot Bunga Dengan menggabungkan penyuluhan dan pelatihan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat dan meingkatkan kreatifitas. Kemudian partisipasi pihak sekolah dan murid diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap program ini , sehingga upaya meminimalisir sampah plastik melalui pembuatan produk kreatif di SMP Negeri 15 Mesuji dapat mencapai hasil yang optimaldan berkelanjutan. KESIMPULAN Pelatihan pembuatan produk kreatif melalui pengelolaan sampah plastik oleh siswa siswi telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan keterampilan praktis siswa. Peserta berhasil menciptakan berbagai produk inovatif dari sampah plastik, yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga membangkitkan kreativitas. Namun, ada ruang untuk perbaikan dalam hal materi pelatihan, fasilitas, dan metode evaluasi. Dengan menerapkan saran yang diberikan, pelatihan dapat lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang. Kegiatan ini baik untuk dilaksanakan, karena dapat meminimalisir pencemaran lingkungan oleh limbah plastik dan mengembangkannya menjadi barang tepat guna. Jurnal Lentera Pengabdian : Wiji Rahayu Astuti. Untung Nopriansyah JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. UCAPAN TERIMAKASIH Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat terlaksana dengan sukses, berkat dukungan dari berbagai pihak, untuk itu penulis ucapkan terima kasih kepada LP2M Universitas Negeri Raden Intan Lampung yang telah mendukung program pengabdian masyarakat. Bapak Dosen Pembimbing Lapangan. Kepala Desa. Kepala Sekolah. Bapak/Ibu Guru. Siswa dan Siswi SMP Negeri 15 Mesuji dan Masyarakat Desa Sumber Makmur Kecamatan Mesuji. Kabupaten Mesuji yang telah bekerjasama serta tim mahasiswa yang ikut aktif berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA