Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 90 - 99 Available Online at jurnal. id/focus KONTRIBUSI REMITAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA DI DESA LIMA LARAS Nur Azlina1*. Mujahiddin2. 1,2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Article history Received : 14 Desember 2025 Revised : 8 Februari 2026 Accepted : 11 Februari 2026 *Corresponding author Email : Mujahiddin@umsu. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk konstribusi yang dihasilkan dari remitan pekerja migran Indonesia dalam pemenuhan kehidupan sosialekonomi keluarga di Desa Lima Laras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan jumlah informan sebanyak delapan orang yang diambil secara purposive. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi serta dianalisis dengan teknik analisis data interaktif yang diajukan oleh Model Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan, pendidikan, kepemilikan harta-benda keluarga pekerja migran Indonesia mengalami peningkatan akibat adanya Namun untuk remitan sosial berupa keterampilan yang didapatkan PMI, tidak berkontribusi terhadap mata pencaharian PMI ketika sudah pulang ke daerah asal. Hal ini disebabkan karena keterampilan dan keahlian yang PMI dapatkan harus dilakukan di tempat khusus, tidak tersedianya alat untuk mengaplikasikan keterampilan, dan tidak tersedianya tempat kerja sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Kata kunci: Keluarga PMI. Remitan. Kebutuhan Hidup ABSTRACT The purpose of this study was to determine the contribution generated by remittances from Indonesian migrant workers to fulfill the socio-economic needs of families in Lima Laras Village. This study used a qualitative approach with descriptive methods, with eight informants selected purposively. Data in this study were collected through interviews, observation, and documentation and analyzed using interactive data analysis techniques proposed by the Miles Huberman Model. The results showed that the income, education, and property ownership of Indonesian migrant workers' families increased due to However, social remittances in the form of skills acquired by migrant workers did not contribute to their livelihoods upon their return to their hometowns. This was due to the skills and expertise acquired by migrant workers having to be practiced in a special place, the lack of tools to apply the skills, and the lack of workplaces appropriate to their skills. Key word: PMI Families. Remittances. Living Needs Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 90 - 99 Available Online at jurnal. id/focus PENDAHULUAN Migrasi ekonomi dan transisi demografi dalam suatu negara. Ketika suatu negara mengalami kemunduran ekonomi yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi populasinya yang tinggi, sangat tidak mungkin aktivitas perekonomian negara tersebut dapat menyerap kelebihan tenaga kerja (Chen, 2. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga tidak terlepas dari masalah pembangunan yaitu ketimpangan (Panjaitan. Ketimpangan ini nampak jelas di antara perkembangan angkatan kerja di satu pihak dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja di pihak lain. Hal ini dapat dilihat dari tingginya jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada FebruariMaret 2025 tercatat sebesar 4,76% atau sekitar 7,28 juta orang (Margaretha, 2. Lulusan Sekolah Dasar (SD) memiliki TPT rendah . arena Auterpaksa bekerjaA. , sedangkan TPT sedangkan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Perguruan Tinggi (PT) justru memiliki TPT lebih tinggi. Kondisi pekerjaan yang tersedia tidak sesuai dengan kualifikasi, serta adanya kesenjangan antara ketersediaan lapangan kerja dengan pertumbuhan angkatan kerja (Mustakim. Menurut Wawa dalam Diyantoro & Alie, 2. bahwa di saat pemerintah belum sepenuhnya berhasil mencari jalan keluar atas persoalan pengangguran, pilihan untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tampil sebagai solusi alternatif yang Indonesia. Beberapa mendorong mereka untuk mengadu nasib ketidakseimbangan kemampuan ekonomi negara asal, di mana terjadi persoalan tentang kemiskinan dan meningkatnya Di sisi lain kesempatan kerja di luar negeri masih terbuka dengan tingkat upah yang ditawarkan cukup tinggi, menjadi daya tarik tersendiri bagi tenaga kerja Indonesia untuk mencari pekerjaan di luar negeri (Abdurrahman, 2. Berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pada tahun 2023 jumlah pekerja migran meninggalkan Indonesia mencapai 247. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingakan pada tahun 2022 yang 802 orang. Dari jumlah itu, sektor formal masih mendominasi dengan 760 penempatan dan sektor informal 205 penempatan (BP2MI, 2. Di Desa Lima Laras. Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara, rata-rata masyarakat yang berusia kerja memilih untuk menjadi PMI. Pada tahun 2023 lalu, data Kantor Desa Lima Ras menunjukkan sebanyak 13 orang melaporkan diri berstatus sebagai PMI. Angka tersebut bukanlah angka final dari laporan di Kantor Desa Lima Laras, karena pada faktanya banyak masyarakat yang berangkat keluar negeri untuk menjadi PMI tidak melapor atau tidak melakukan pemberitahuan terlebih dahulu ke Desa. Minimnya lapangan pekerjaan yang masyarakat yang hanya bertumpu pada menyebabkan penduduk Desa Laras tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan Sehingga upaya peningkatan pendapatan keluarga ditempuh dengan jalan menjadi PMI yang bergaji lebih tinggi. Daerah tujuan utama PMI asal Desa Lima Laras adalah Negara Malaysia. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai tenaga kerja kontrak atau bekerja yang bersifat non-permanen. Sebagian hasil kerja PMI tersebut dikirim ke keluarganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak-anak PMI tersebut juga berupaya untuk menabung yang akan digunakannya kelak ketika mereka kembali ke kampung Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 90 - 99 Available Online at jurnal. id/focus Terlepas dari persoalan yang dihadapi PMI di negara lain, mereka berkonstribusi terhadap daerah asal yang ditinggalkannya Remitan didefenisikan sebagai pengiriman uang atau barang oleh para pakerja dari luar negara . empat mereka berkerj. ke keluarga atau kerabat di negara asal (Hidayatulloh Hidayat. Berdasarkan hasil observasi di Desa Lima Laras pada tahun 2024 lalu, rata-rata remitan PMI yang dikirimkan ke keluarga setiap bulannya berkisar di antara Rp. 000,- sampai dengan Rp. 000,-. Studi atau penelitian tentang remitan PMI memang telah banyak dilakukan, dengan fokus penelitian yang beraneka Misalnya, penelitian yang berkaitan dengan faktor besaran remitan (Cahyadi et , 2. , pengelolaan dan pemanfaatan dana remitan (Diyantoro & Alie, 2014. Bougas, 2015. Pratama, 2015. Maghribie et , 2. , dan perubahan sosial yang dihasilkan dari pengiriman remitan (Rahayu & IKIP, 2008. Primawati, 2011. Sukesi & Rosalinda, 2017. Nitza et al. , 2. Keseluruhan studi tersebut memberikan pemahaman terkait dinamika sosialekonomi yang dihasilkan dari pengiriman remitan PMI. Penelitian melengkapi kajian-kajian sebelumnya yang berkaitan erat dengan remitan PMI di luar Adanya dikirimkan oleh PMI kepada keluarga yang ada di daerah asal tentu akan memberikan dampak nyata terhadap perubahan sosialekonomi keluarga PMI. Itu mengapa kajian tentang remitan PMI sampai saat ini masih relevan untuk dibahas karena remitan merupakan indikator penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Dampak-dampak tersebut dapat dilihat dari adanya perubahan perilaku dan gaya hidup, serta perubahan status sosial, disamping peningkatan ekonomi keluarga. Oleh karenanya, rumusan masalah yang hendak dijawab dalam penelitian ini adalah Bagaimana Konstribusi Remitan Pekerja Migran Indonesia Kehidupan Sosial-Ekonomi Keluarga di Desa Lima Laras? Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui PMI pemenuhan kehidupan sosial-ekonomi keluarga khususnya di Desa Lima Laras Kabupaten Batu Bara. Temuan yang dibahas pada penelitian ini nantinya akan memberikan manfaat teoretis bagi kajian ilmu kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial, khususnya pada globalisasi kesejahteraan sosial atau pekerjaan sosial internasional. METODE Penelitian deskriptif, yaitu penggambaran secara PMI terhadap kehidupan sosial ekonomi keluarga di Desa Lima laras. Pendekatan kualitatif bersifat subjektif dari sudut pandang partisipan, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan (Syafni & Mujahiddin, 2. Jenis penelitian ini informan dalam bentuk verbal atau katakata. Informan dalam penelitian ini diambil secara purposive yaitu berdasarkan (Semiawan, 2. Pertimbangan tertentu ini, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau orang-orang yang memiliki kedekatan dengan objek/situasi sosial yang diteliti. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 8 . orang yang merupakan keluarga dari PMI yang menghasilkan remitan di Desa Lima Laras. Teknik pengumpulan data dalam wawancara, observasi dan dokumentasi. Data-data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan teknik analisis data Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 90 - 99 Available Online at jurnal. id/focus interaktif yang diajukan oleh Model Miles Huberman yang terdiri dari tiga hal utama yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, sebagai suatu hal yang jalin-menjalin pada saat pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar untuk membangun wawasan umum. HASIL DAN PEMBAHASAN Konstribusi remitan PMI dari Desa Lima Laras Kabupaten Batu Bara dilihat dari aspek sosial-ekonomi keluarga yang kepemilikan harta benda, kondisi rumah dan mata pencaharian. Berikut masingmasing pembahasan pada setiap aspek: Aspek Pendapatan Masalah dikaitkan dengan masalah pendapatan atau selanjutnya akan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Pendapatan adalah semua penerimaan, baik berupa tunai maupun non tunai yang merupakan hasil dari penjualan barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu (Ramadhan et al. , 2. Banyaknya kebutuhan hidup yang semakin hari semakin kompleks akan mendorong seseorang untuk mempunyai pekerjaan dengan penghasilan atau pendapatan yang besar. Penghasilan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhankebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian, serta untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti berobat, membayar iuran dan lain sebagainya. Menjadi PMI merupakan salah satu jalan yang dipilih masyarakat untuk merubah kehidupan menjadi lebih baik dari Keinginan bekerja untuk mendapatkan pendapatan yang layak bagi para PMI ini, disebut oleh Weber sebagai meningkatkan kesejahteraan keluarganya agar keluar dari kemiskinan (Abdillah. Kontribusi remiten PMI terhadap dikemukakan oleh Ibu LE, sebagai berikut: AuSebelum suami saya menjadi PMI, kehidupan keluarga kami lumayan susah dan pendapatan kurang, suami saya yang bekerja sebagai ojek pendapatannya tidak menentu, apalagi sekarang rata-rata semua orang sudah punya sepeda motor sendiri. Mau mencari pekerja lain, disini lowongan pekerjaan susah didapatkan, oleh karena itu suami saya merantau keluar negri menjadi PMIAy (Wawancara. September 2. Dari pernyataan di atas terlihat bahwa mencari pekerjaan di dalam negeri dengan tingkat upah/gaji yang besar dianggap masyarakat sangatlah sulit, apalagi dengan latarbelakang pendidikan yang rendah. Adanya perbedaan besar gaji antara negara tujuan dengan negara asal, serta nilai tukar uang luar negri dengan rupiah yang cukup tinggi, menjadikan bekerja sebagai PMI menghasilkan pendapatan yang cukup Jumlah gaji yang diterima PMI tentu berbeda setiap orangnya. Perbedaan gaji tersebutterkait dengan standar upah yang diterapkan negara tujuan PMI bekerja dan bidang pekerjaan PMI (Diyantoro & Alie. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan Ibu E. W yang adiknya sudah bekerja di Malaysia selama 7 . tahun dan berpenghasilan lebih kurang Rp. 000,/bulan. Sedangkan suami dari Ibu Al yang baru bekerja selama 4 . tahun di Malaysia mendapatkan penghasilan Rp. 000,-/bulan. Besarnya remitan memiliki hubungan yang searah dengan besarnya pendapatan, di mana semakin tinggi pendapatan maka semakin besar nominal remitan yang dikirimkan kepada keluarga. Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap 5 . keluarga PMI di Lima Laras, ditemukan bahwa remitan yang didapatkan keluarga didaerah asal dari suami/anak yang menjadi PMI cukup besar yaitu berada Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 90 - 99 Available Online at jurnal. id/focus disekitar rentang Rp. 000 Ae Rp. Selain dalam bentuk uang para pekerja PMI juga mengirim barang-barang seperti pakaian, perabot rumah tangga, alat Remitan atau lazim disebut dengan kiriman yang ditujukan kepada keluarga, dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, biaya AuSetelah suami saya bekerja di Malaysia. Rp. 000 perbulan, karena adanya kiriman ini pendapatan keluarga kami membaik, bertambah dan dapat dikatakan menjadi tenang. Uang tersebut Alhamdulillah dapat memenuhi kebutuhan makan sehari hari, jajan anak, dan biaya pendidikan anakAy (Hasil wawancara September 2025 dengan Ibu Al Istri dari Seorang PMI). Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa remitan secara umum berpengaruh terhadap berbagai transformasi sosial ekonomi yang berlangsung di daerah asal pekerja (Primawati, 2. Aspek Pendidikan Bagi keluarga yang ditinggalkan. Penggunaan remitan dalam pendidikan pada dasarnya merupakan rencana jangka PMI/keluarga pendidikan anak dan keluarga mereka. Hal ini dikarenakan dengan menyekolahkan anak- anak mereka sampai ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga akan memajukan tingkat pendidikan ke depannya. Pada umumnya alokasi remitan yang digunakan dalam biaya pendidikan pada keluarga PMI di Desa Lima Laras antara lain adalah untuk pembayaran uang sekolah (SPP), pembelian seragam, pembelian buku-buku pelajaran, kursus dan juga uang saku bagi anak-anak para PMI. Kontribusi remiten PMI terhadap pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Ibu Rh, sebagai berikut: AuUang kiriman sangat membantu dalam menyekolahkan adiknya, seperti membantu dalam pembayaran SPP dan membeli seragamAy (Wawancara. September 2. Keluarga PMI di Lima Laras yang diteliti juga menunjukkan bahwa mereka menyekolahkan anak dengan harapan bisa jenjang pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan pendidikan orang tuanya. Jika sebelumnya, sebagian besar memiliki tingkat pendidikan SD. SMP dan SMA/SMK. Kondisi memunculkan harapan orang tua agar Tidak hanya itu, kiriman yang didapat keluarga dari remitan juga dapat membahwa perubahan secara sosial bagi Jika sebelumnya mereka selalu meminjam uang ke orang lain untuk membayar SPP, namun setelah adanya kiriman remitan, mereka tidak lagi harus meminjam uang untuk membayar SPP. Oleh karena itu, berdasarkan hasil wawancara di atas terhadap beberapa keluarga PMI di Desa Lima Laras maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kehidupan keluarga PMI di Desa Lima Laras secara sosial dari segi pendidikan mengalami peningkatan dan kehidupan yang lebih baik setelah adanya remitan dari anak atau suaminya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia. Remitan dari PMI terbukti pembiayaan pendidikan keluarga. Kepemilikan Harta Benda Secara umum dapat digambarkan bahwa dengan adanya remitan yang datang dari pelaku migrasi selama berada di luar perubahan-perubahan dalam peningkatan kehidupan sosial ekonomi keluarga di desa asal (Primawati. Perubahan kondisi sosial ekonomi Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 90 - 99 Available Online at jurnal. id/focus yang paling sering ditemukan setelah kepemilikan aset (Lausiry & Tumuka, 2. Pemilikan kekayaan atau aset adalah memiliki nilai tinggi dalam suatu rumah tangga seperti halnya uang, perhiasan, barang-barang yang bernilai jual tinggi serta kepemilikan lahan sebagai investasi kekayaan dan kendaraan pribadi. Di Desa Lima Laras sendiri setelah suami/anak menjadi PMI menunjukkan bahwa status sosial ekonomi keluarganya berdasarkan kekayaan dan kebendaan yang Remitan sebagai hasil dari aktivitas migrasi yang dilakukan oleh PMI digunakan keluarga untuk menambah harta benda baik yang bersifat produktif maupun konsumtif. Salah satu harta yang dipilih keluarga PMI di Desa Lima Laras untuk pengalokasian remitan adalah kepemilikan tanah atau lahan perkebunan. Kontribusi remiten PMI terhadap kepemilikan/ harta benda sebagaimana dikemukakan oleh Ibu EW, sebagai berikut: AuRemitan ada digunakan untu membeli lahan perkebunan kelapa, tidak telalu lebar tapi lumayanlahAy (Wawancara. September 2. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa beberapa keluarga PMI di Desa Lima Laras menggunakan remitan untuk pembelian tanah baik berupa lahan perumahan ataupun perkebunan. Tanah sebagai harta yang harganya semakin hari semakin mahal, menyebabkan para keluarga PMI memilih tanah untuk menginvestasikan hasil remitan. Pembelian tanah juga dijadikan sebagai simpanan untuk mendirikan rumah keluarga PMI di kemudian hari nanti. Besarnya remitan yang didapatkan keluarga pada umunya juga memberikan kontribusi dalam kepemilikan barangbarang elektronik bagi keluarga PMI di Desa Lima Laras. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, terlihat perabotan yang ada di rumah PMI cukup lengkap misalnya televisi, kulkas, handphone, kipas angin, mesin cuci dan parabola digital, bahkan dari 5 . keluarga yang diteliti diantaranya ada 1 . keluarga yang sudah memasang Wi-fi di rumahnya. Selain kepemilikan barang elektronik keluarga PMI di Lima Laras juga mengalokasikan remitan untuk pembelian kendaraan. Kontribusi remiten PMI terhadap dikemukakan oleh Ibu LE, sebagai berikut: AuUntuk pembelian kendaraan ada, sepeda motor satu, yang saya gunakan untuk ngantar anak sekolah ituAy . September Pembelian sepeda motor pada dasarnya mempunyai fungsi sebagai sarana mobilitas mereka, baik untuk mengantar anak sekolah, pergi bekerja ataupun kegiatan yang lainnya. Kontribusi remitan lainnya yaitu dalam kepemilikan tabungan. Beberapa keluarga PMI di Desa Lima Laras memiliki tabungan dari uang remitan yang didapatkan. Uang tersebut ditabung dibank maupun dalam bentuk emas. Hal ini sejalan dengan Primawati . bahwa dalam perspektif yang lebih luas, remitan dari migran dipandang sebagai suatu instrumen dalam memperbaiki keseimbangan pembayaran, merangsang tabungan dan investasi di daerah asal. Tabungan ditujukan sebagai mendatang yang tak terduga misalnya jika mendapat musibah sakit atau ingin membeli sesuatu. Sumbangan penambahan harta benda baik bersifat konsumtif maupun produktif tentunya akan meningkatkan kepemilikan asset oleh (Suyanto. Dengan bertambahnya kepemilikan asset ini memberikan dampak juga dalam bentuk meningkatkan reputasi dan citra sosial mereka di lingkungan masyarakat. Kedua hal ini menjadi model strategis remitansi untuk menjelaskan determinasi aliran Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 90 - 99 Available Online at jurnal. id/focus halamannya (Hidayatulloh & Hidayat. Kondisi Rumah Memiliki rumah yang bagus merupakan keinginan semua orang. Memanfaatkan remitan dari PMI merupakan salah satu cara yang dilakukan keluarga di daerah asal untuk membangun rumah. Tenaga kerja indonesia pada umumnya memiliki banyak uang setelah bekerja di luar negeri, keluarga yang dialokasikan kebeberapa bentuk investasi salah satunya yaitu merenovasi rumah. Biaya yang digunakan untuk renovasi rumah berbeda-beda kemampuan masing-masing. Pemanfaatan remitansi dalam bentuk rumah dilakukan secara bertahap. Kontribusi remiten PMI terhadap kondisi rumah sebagaimana dikemukakan oleh Ibu EW, sebagai berikut: AuRumah ini di bangun oleh adek saya, dulu rumah kami dindingnya dari papan, setelah adik saya bekerja kemalaysia dan mendapakan gaji yang cukup banyak, setiap bulan dia mengirimkan uang yang sebagian dari uang itu kami gunakan untuk memperbaiki rumah, pertama kami membangun fondasi, berjarak waktu yang cukup lama setelah uang terkumpul lumayan banyak kami lanjutkan mambagun dinding dan atap, dan insyaallah yang akan datang mau memplaster dinding dan membuat terasAy (Wawancara. September 2. Berdasarkan observasi yang penulis lakukan, secara fisik yang terlihat bahwa dengan adanya keluarga PMI yang mengalokasikan hasil remitan untuk pembangunan rumah, memperlihatkan bentuk rumah yang berbeda dengan rumah warga yang tidak menjadi migran ataupun tidak mengalokasikan pada renovasi, dimana PMI yang mengalokasikan pada renovasi rumah menjadi tampak bagus dan Bentuk kondisi bangunan rumah yang dihasilkan dari pemanfaatan remitan para PMI di Desa Lima Laras sangat terlihat secara fisik, yaitu terdapat perubahan sebelum dan sesudah menjadi PMI. Rumah keluarga PMI sebelum bekerja diluar negeri masih tergolong biasa, seperti pengunaan atapnya masih seng, lantainya semen, dan dindingnya kayu, namun setelah ada anggota keluarga yang menjadi PMI ratarata bentuk bangunan rumahnya berubah menjadi bentuk bangunan yang modern. Bahan bangunan atap tebuat dari genting, dengan dinding tembok dan lantai terbuat dari keramik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa remitan memberi pengaruh terhadap perubahan kondisi perumahan penduduk di Desa Lima Laras. Para keluarga PMI beranggapan bahwa membangun rumah merupakan salah satu ciri khas kesuksesan mereka selama menjadi PMI. Hal ini erat kaitannya dengan fungsi investasi, mereka akan membangun rumah atau membeli tanah di daerah asal sebagai simbol kesejahteraan, prestisius dan kesuksesan di daerah rantau (Primawati, 2. Mata Pencaharian Remitan tidak hanya berupa uang atau barang, tetapi dapat juga berupa gagasan atau ide-ide pengetahuan, pengalaman baru yang diperoleh selama bekerja didaerah tujuan. Keterampilan yang diperoleh dari pengalaman bermigrasi akan sangat bermanfaat bagi migran jika nanti kembali ke desanya, selain ide-ide baru pembangunan desanya (Putra et al. , 2. Tidak ubahnya dengan mantan PMI di Desa Lima Laras, berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan beberapa mantan PMI, mereka menyatakan bahwa setelah menjadi PMI di luar negeri ada beberapa keterampilan dan pengalaman baru yang mereka dapatkan. Keterampilan mengoperasikan alat berat, memasak, dan merakit barang- barang elektronik. Dari hasil wawancara, para PMI di Desa Lima Laras pada umumnya memiliki dan mendapatkan keterampilan serta ilmu baru Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hal : 90 - 99 Available Online at jurnal. id/focus setelah bekerja di luar negri. Namun dari 3 . mantan PMI yang diwawancarai ditemukan juga bahwa keterampilan dan pengalaman yang mereka dapatkan ketika bekerja di luar negri, tidak dapat mereka gunakan setelah pulang ke daerah asal atau bahkan diajarkan kepada orang lain. Hal ini disebabkan keterampilan dan keahlian yang mereka dapatkann harus dilakukan di tempat khusus, tidak tersedianya alat, dan dan tidak tersedianya tempat kerja menyalurkan keterampilan yang dimiliki. Maka dapat dikatakan bahwa remitan pengalaman yang di dapatkan oleh mantan PMI di Desa Lima Laras tidak dapat berkontribusi dalam mengubah mata pencaharian mereka setelah pulang ke daerah asal. Mantan PMI di Lima Laras tidak mampu memanfaatkan remitan sosial yang didapatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga atau memberdayakan masyarakat sekitar. SIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian disimpulan yaitu: Pertama, tingkat pendapatan keluarga PMI di Desa Lima Laras meningkat setelah adanya remitan dari suami/anak yang bekerja sebagai PMI. Pendapatan yang meningkat membatu keluarga PMI di Lima Laras dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kedua, kehidupan sosial keluarga, peningkatan yang lebih baik setelah adanya Remitan berkontribusi dalam keluarga PMI di Lima Laras seperti dalam pembayaran uang sekolah (SPP), pembelian seragam, kursus, dan uang saku bagi anakanak para PMI. Ketiga, remitan digunakan keluarga untuk menambah harta benda seperti, membeli tanah, barang-barang elektronik, kendaraan dan memiliki tabungan dari uang remitan yang didapatkan. Keempat, perubahan kondisi rumah keluarga PMI sesudah adanya remitan. Rumah keluarga PMI di Desa Lima Laras sebelum bekerja di luar negeri masih tergolong biasa, namun setelah ada anggota keluarga yang menjadi PMI rata-rata bentuk bangunan rumahnya berubah menjadi bentuk bangunan yang modern. Kelima, remitan sosial yang berupa didapatkan PMI, tidak berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat atau merubah mata pencaharian PMI ketika sudah pulang ke daerah asal. Hal ini disebabkan karena keterampilan dan keahlian yang PMI dapatkan harus dilakukan di tempat khusus, tidak tersedianya alat untuk mengaplikasikan keterampilan, dan tidak tersedianya tempat kerja sesuai dengan keterampilan yang Berdasarkan simpulan tersebut maka penelitian ini memberikan rekomendasi Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara agar dapat memaksimalkan skill atau potensi yang dimiliki PMI dengan memfasilitasi ruang keterampilan mereka sehingga setelah pulang dari luar negeri mereka masih dapat berkonstribusi secara ekonomi khususnya bagi keluarga mereka. DAFTAR PUSTAKA