Jurnal Pendekar nusantara P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 Mei 2024 CHARACTER BUILDING UNTUK MENIGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KECAMATAN SEKUPANG KOTA BATAM Cevy Amelia1. Yuditia1. Dhea Amelya Saputri2,Novita Sari2 Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan. Program Studi Psikologi. Universitas Batam Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan. Program Studi Psikologi. Universitas Batam Email: cevy_psychology@univbatam. Abstract Keywords : Character Building. Psychological. Children Kata Kunci : Character Building. Psikologis. Anak The implementation of this community service is to improve children's ability to understand the meaning of their potential which is then applied to their future orientation. This is very good if introduced from an early age, namely children who are already at school and already have optimal creative imagination. This activity supports children's ability to express his aspirations for the future. If trained, it will form character formation that improves psychological well-being in children. Abstrak Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan anak memahami makna dari potensi dirinya yang kemudian diaplikasi dalam orientasi masa depannya. Hal ini sangat baik jika diperkenalkan sejak usia dini yaitu anak-anak yang sudah bersekolah dan sudah memiliki daya imajinasi kreatifitas yang optimal. Kegiatan ini mendukung kemampuan anak mengungkapkan keinginan cita-citanya dalam masa depan. Jika dilatih akan membentuk character building yang meningkatkan kesejahteraan psikologis pada This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pendekar nusantara P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 Mei 2024 PENDAHULUAN Perguruan tinggi pasti tak lepas dari Tri dharma perguruan tinggi, yang terdiri dari Pendidikan. Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Ketiganya menjadi poin penting dalam mewujudkan visi dari perguruan tinggi. Ketiga hal tersebut juga menjadi tanggung jawab semua elemen yang terdapat di Perguruan Tinggi, diantaranya mahasiswa, dosen, serta berbagai sivitas akademika yang Poin Tri Dharma Perguruan Tinggi terakhir adalah pengabdian kepada masyarakat, yakni dengan terjun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas. Tanpa jiwa dan semangat pengabdian kepada masyarakat, tentu saja tidak ada artinya. Mahasiswa hanya menjadi cikal bakal manusia yang egois dan tidak peduli terhadap masyarakat. Hal itu tentu bukan sesuatu yang baik, dimana mahasiswa merupakan harapan besar bangsa ini dan diharapkan mampu tumbuh, berkembang, dan menjadi harapan masa depan bangsa. Pengabdian masyarakat dengan mengangkat judul AuIAoam HEROAy ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat Internasional antara Universitas Batam dan Universiti Teknologi Mara Cawangan Johor. Malaysia. HERO merupakan singkatan dari Hope yang berarti harapan. Self-Efficacy yang berarti efikasi diri. Resilience yang berarti resiliensi, and Optimism yang berarti optimism. anak-anak yang berada di wilayah panti asuhan terkadang sulit untuk membangun 4 modal psikologis untuk meningkatkan motivasi, self-efficacy, optimisme, harapan, dan ketahanan menuju kesuksesan. METODE PELAKSANAAN Susunan Pelaksaan Kegiatan Pelaksanaan Program Pengabdian Internasional dilaksanakan dalam waktu 1 . minggu dengan susunan kegiatan sebagai berikut: Kegiatan Pra Survey . urvey pemilihan lokasi rencana kegiata. , dilaksanakan pada: Tanggal : 09 - 11 November 2023 Waktu : 09. 00 - 15. 00 WIB Tempat : Panti Asuhan di Kota Batam Kegiatan Survey . okasi rencana kegiata. , dilaksanakan pada: Tanggal : 12 November 2023 Waktu : 09. 00 - 14. 00 WIB Tempat : Panti Asuhan Istana Yatim Al Juf Kegiatan briefing dan peyambatan kedatangan peserta pengabdim Internasional dari Universiti Teknologi Mara Cawangan Johor. Malaysia dilaksanakan pada: Tanggal : 13 November 2023 Waktu : 08. 30 - 15:00 WIB Tempat : Universitas Batam Kegiatan Seminar Pengabdian Internasional, dilaksanakan pada: Tanggal : 14 November 2023 Waktu : 08:00 - 15:00 WIB Tempat : Aula Rumengan Hall. Universitas Batam Kegiatan AuIAoam HEROAy di Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri, dilaksanakan pada: Tanggal : 15 November 2023 Waktu : 07. 30 - 16:00 WIB Tempat : Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri. Kampung Tua Patam Lestari. Kelurahan Patam Lestari. Kecamatan Sekupang. Kota Batam Kegiatan penutupan Pengabdian Internasional dilanjutkan dengan Acara Ramah Tamah peserta Pengabdian Internasional dari Universitas Batam bersama peserta Pengabdian Internasional dari Universiti Teknologi Mara Cawangan Johor. Malaysia, dilaksanakan pada: Tanggal : 16 November 2023 Waktu : 09. 00 - 12. 00 WIB Tempat : Universitas Batam This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pendekar nusantara P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 Mei 2024 Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada: Hari/tanggal : Rabu/15 November 2023 Waktu : 10. 30 Ae 11. 00 WIB Tempat : Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri Gambar 1. Tim Pelaksanaan Kegiatan PKM Internasional UNIBA-UiTM Malaysia di Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri Sekupang. Batam Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat di lakukan dengan pohon cita-cita. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia arti dari kata cita-cita adalah keinginan yang selalu ada di dalam pikiran. Cita-cita juga dapat berarti sebagai tujuan yang tak terlupakan untuk dicapai dalam hidup (Arti CitaCita menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, n. Menurut Mutaningtyas dalam (AuApa Itu Impian dan Cita-Cita?,Ay 2. cita-cita adalah keinginan yang selalu ada di dalam pikiran atau tujuan yang ditetapkan oleh seseorang untuk diri sendiri dan hendak dicapai. Secara tidak langsung, cita-cita dapat berarti sebagai tujuan dan pedoman hidup. Sebuah cita-cita yang dimiliki oleh setiap orang itu dapat berasal atau muncul dari beberapa hal, yakni secara internal dan eksternal. Secara internal sendiri dapat berupa bakat, minat, dan pengalaman. Sedangkan secara eksternal berupa keluarga dan lingkungan sekitar. Subjek pengabdian masyarakat adalah anak-anak yang berusia 6 sampai 12 tahun, di mana anak-anak tersebut merupakan siswa sekolah dasar. Pohon cita-cita di buat dengan bahasa yang mudah di mengerti oleh anak-anak. Dengan 4 komponen utama dalam pohon cita-cita yaitu: Pengertian cita-cita Cita-cita adalah keinginan yang selalu ada di dalam pikiran atau tujuan yang ditetapkan oleh seseorang untuk diri sendiri dan hendak di capai. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia arti dari kata cita-cita adalah keinginan yang selalu ada didalam pikiran. Cita-cita juga dapat berarti sebagai tujuan yang tak terlupakan untuk dicapai dalam hidup. Memiliki cita-cita itu penting dan bisa dilihat menjadi nilai tambah bagi seseorang. Karena mereka akan termotivasi, memiliki tujuan dan memiliki semangat hidup. Selain itu, tujuan cita-cita adalah dapat menjelaskan arah dan tujuan hidup dengan Jadi kita tahu apa yang harus dilakukan dan mengapa. Cita-cita juga dapat mengajarkan atau memaksa orang untuk mencapai potensi penuh mereka dan mendorong semangat juang untuk menemukan harapan bagi masa depan. Cara untuk mencapai cita-cita . Usaha Usaha pada anak usia dini memegang peran penting dalam membentuk fondasi untuk mencapai cita-cita di masa depan. Pada tahap perkembangan ini, anak-anak belajar banyak hal yang membentuk pola pikir, kemampuan sosial, dan keterampilan yang akan mereka bawa ke dalam kehidupan dewasa. Usaha pada anak usia dini membantu dalam pembentukan karakter yang kuat. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pendekar nusantara P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 Mei 2024 termasuk nilai-nilai seperti ketekunan, kerja keras, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Melalui usaha, anakanak belajar untuk menghadapi tantangan, menyelesaikan masalah, dan meningkatkan kemampuan belajar mereka. Hal ini mempersiapkan mereka untuk menghadapi berbagai materi pelajaran di masa depan. Usaha membantu anak-anak untuk menjadi mandiri dan percaya diri. Mereka belajar bahwa usaha yang mereka lakukan memiliki dampak pada hasil yang mereka capai. Dengan menanamkan semangat usaha sejak dini, anak-anak akan lebih cenderung memiliki cita-cita yang kuat dan kemauan untuk meraihnya. Mereka belajar bahwa usaha adalah kunci untuk mencapai tujuan. Melalui pengalaman usaha di usia dini, anak-anak menjadi lebih siap menghadapi tantangan di masa depan, baik itu dalam pendidikan, karier, atau kehidupan secara umum. Dengan demikian, usaha pada anak usia dini tidak hanya membantu mereka dalam pencapaian langsung, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi perkembangan mereka ke . Belajar Belajar merupakan fondasi utama dalam mencapai cita-cita karena membuka pintu akses menuju impian dan tujuan yang diinginkan seseorang. Melalui belajar, seseorang memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai cita-cita mereka. Ini bisa berupa pengetahuan akademis, keterampilan teknis, atau bahkan keterampilan sosial yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Belajar membantu membangun fondasi yang kuat dalam mencapai cita-cita. Ini berarti memperoleh pemahaman yang diperlukan, mengasah keterampilan yang relevan, dan mempersiapkan diri untuk tantangan yang mungkin dihadapi diperjalanan menuju cita-cita. Proses belajar memberikan motivasi untuk terus maju menuju tujuan. Semakin seseorang belajar dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam, semakin besar motivasi dan ketekunan yang dimiliki untuk mencapai apa yang . Hadapi Menghadapi tantangan dalam perjalanan mencapai cita-cita memiliki peran yang sangat penting karena membentuk karakter, memperluas kemampuan, dan menguatkan tekad seseorang untuk mencapai tujuan tersebut. Tantangan menguji motivasi dan ketekunan seseorang terhadap tujuan mereka. Saat berhasil mengatasi tantangan, hal ini meningkatkan motivasi dan menunjukkan bahwa dengan kerja keras, hal yang sulit pun dapat diatasi. Tantangan tidak selalu diatasi dengan sukses pada percobaan pertama. Kegagalan dapat menjadi pelajaran berharga yang membantu seseorang memahami kelemahan mereka dan memperbaiki strategi untuk mencapai tujuan. Melalui menghadapi tantangan, seseorang memperoleh pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh dari lingkungan yang nyaman. Pengalaman ini memperkaya pengetahuan dan perspektif seseorang. Menghadapi tantangan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan menuju pencapaian cita-cita. Hal ini membantu seseorang tumbuh, belajar, dan berkembang secara pribadi, mempersiapkan mereka untuk mengatasi rintangan yang lebih besar di masa depan dan akhirnya mencapai tujuan yang mereka Tantangan memberikan kesempatan untuk mengasah karakter seseorang. Saat menghadapi kesulitan, seseorang belajar tentang kekuatan diri, ketahanan mental, dan kemampuan adaptasi yang membangun karakter yang kuat. Tantangan memaksa seseorang untuk keluar dari zona nyaman mereka dan mengembangkan keterampilan atau pemahaman baru. Dengan menghadapi tantangan, seseorang dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Berdoa Meskipun berdoa merupakan pendekatan spiritual, banyak orang merasa bahwa berdoa memberikan kekuatan tambahan dan ketenangan yang mendukung mereka dalam perjalanan mencapai tujuan hidup. Hal ini terkait erat dengan keyakinan dan nilai-nilai personal yang membantu seseorang menghadapi tantangan dan mencapai cita-cita mereka. Cara mengatasi tantangan dalam meraih cita-cita : This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pendekar nusantara P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 Mei 2024 . Jaga kesehatan Untuk menghadapi berbagai macam tantangan yang ada dalam mencapai citacita, sangat penting bagi individu untuk menjaga kesehatan. Lingkungan mempunyai peranan penting yang tak terpisahkan dengan kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan sama artinya menciptakan lingkungan yang sehat. Lingkungan yang bersih dan badan yang sehat, tidak akan mudah terserang berbagai penyakit, sehingga aktivitas belajar tidak terganggu dan aktivitas sehari-hari dapat dijalani secara . Cari informasi Informasi memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bidang atau tujuan tertentu. Dengan memiliki pengetahuan yang mendalam, seseorang dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih terarah dalam mencapai tujuan. Informasi membantu dalam mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Baik itu melalui pembelajaran dari sumber-sumber tertentu atau memperoleh wawasan yang berguna dari pengalaman orang lain. Informasi membantu dalam merencanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Dengan memiliki pemahaman yang mendalam tentang proses dan rintangan yang mungkin dihadapi, seseorang dapat merencanakan strategi yang lebih efektif. Informasi bisa menjadi sumber inspirasi untuk inovasi dan kreativitas. Dengan mengetahui apa yang telah dilakukan sebelumnya atau tren terbaru, seseorang dapat menemukan cara baru untuk mencapai tujuan atau menghadapi tantangan dengan pendekatan yang inovatif. Minta dukungan Meminta dukungan tidak hanya memperkuat motivasi dan kesiapan mental seseorang dalam mencapai tujuan, tetapi juga memungkinkan mereka untuk memanfaatkan kekuatan dan sumber daya yang mungkin tidak tersedia jika mereka berusaha sendiri. Hal ini membantu membangun perjalanan menuju cita-cita yang lebih solid dan mendukung. Akar cita-cita Cita-cita sering diibaratkan sebagai akar pohon karena kedua hal ini memiliki keterkaitan yang dalam dalam mencapai suatu tujuan atau impian. Akar pohon menjangkau kedalaman tanah yang luas, memberikan fondasi yang kuat untuk pohon tersebut. Demikian pula, cita-cita menjadi dasar atau fondasi dari impian seseorang. Mereka adalah hal yang mendasari tujuan-tujuan lebih spesifik yang ingin dicapai. Akar pohon adalah sumber utama penyerapan air dan nutrisi yang mendukung pertumbuhan pohon. Sama halnya, cita-cita menjadi sumber motivasi, energi, dan inspirasi yang memberikan "makanan" bagi perjalanan seseorang dalam mencapai tujuan mereka. Akar pohon mempertahankan stabilitas dan kekuatan bagi pohon tersebut. Akar pohon tumbuh secara bertahap, memperluas cakupannya seiring dengan pertumbuhan pohon itu sendiri. Begitu juga dengan cita-cita, yang berkembang seiring perjalanan hidup seseorang, mungkin berubah atau berkembang menjadi tujuan-tujuan yang lebih spesifik atau ambisius seiring Akar pohon memiliki cabang-cabang kecil yang terhubung erat dengan pohon itu sendiri dan lingkungan sekitarnya. Cita-cita seseorang juga mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan lingkungan, orang-orang, dan hal-hal di sekitar mereka dalam mencapai tujuan. Jadi, mirip dengan akar pohon yang menjadi inti yang kuat bagi pertumbuhan dan keseimbangan pohon, cita-cita menjadi pusat atau fondasi dari impian seseorang yang memberikan dorongan dan arah bagi upaya mereka dalam mencapai tujuan yang diinginkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian masyarakat kepada anak-anak panti asuhan "Istana Yatim Al-Jufri" di Kampung Tua Patam Lestari Kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang Kota Batam dilakukan dengan 6 konsep dan tahapan yang ada di HERO, yaitu: This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pendekar nusantara P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 Mei 2024 Pada tahap awal kegiatan merupakan refleksi dari bagian self efficacy atau efikasi diri. Kegiatan ini dilakukan dengan tim melakukan sharing session tentang akademik mereka. Beberapa anak ada yang malu untuk mengungkapkan hal hal yang terjadi di sekolah mereka, tetapi sebagian anak lagi berani untuk mengungkapkan hal-hal akademisnya, bahkan beberapa peserta bercerita tentang masalah akademis di sekolah, seperti kesusahannya dalam pelajaran Di sini tim menjelaskan kepada anak-anak tetang cita-cita dari pohon cita-cita tersebut, tentunya dengan Bahasa yang mudah di mengerti oleh anak-anak yang berusia 6 Ae 12 tahun. C Tim memulai dengan pengertian cita-cita dan tim menanyakan kepada peserta apakah peserta ada yang tau apa itu cita-cita. Salah satu anak ada yang langsung menjawab dengan cepat dan lantang, dengan jawaban. AuCita-cita itu mimpi kita kalau udah besar nanti!Ay, jawaban lain juga dapat mereka katakan, seperti. AuCita-cita itu apa yang mau kita lakukan kalau udah gede!Ay. Lalu tim memberikan hadiah kepada anak-anak yang sudah berani untuk menjawab. C Lalu setelah pengertian cita-cita, tim melanjutkan ke cara yang dilakukan untuk menggapai cita-cita. Empat cara seperti: . Usaha, . Belajar, . Hadapi, dan . Berdoa tim menjelaskan kepada anak-anak. C Lalu, tim melanjutkan ke pembahasan setelahnya yaitu mengatasi tantangan dalam meraih cita-cita. Cara mengatasi tantangan dapat dilakukan dengan : . Jaga kesehatan, . Cari informasi, dan . Minta dukungan. C Pembahasan terakhir yaitu akar cita-cita. Tim menjelaskan bahwa dari kelebihan diri merupakan akar dari cita-cita. Kelebihan diri dapat digunakan sebagai potensi untuk menggapai cita-cita di masa yang akan datang. Setelah mereka mendengar penjelasan materi dari pohon cita-cita, tim menanyakan apakah mereka sudah paham tentang apa itu cita-cita. Dan kemudian tim menanyakan apa cita-cita mereka secara langsung. Salah satu anak ada yang langsung menjawab dengan cepat dan lantang, dengan jawaban. AuCita-cita ku jadi tentara angkatan laut biar bisa naik kapal!Ay. Beberapa anak ada yang bingung tentang cita cita mereka sendiri, jadi tim menanyakan hobi mereka apa dan dari situ tim sampaikan bahwa hobi bisa menjadi cita cita. Seperti hobi main bola bisa jadi pemain sepak bola, hobi memasak bisa menjadi chef, dan hobi menggambar bisa menjadi pembuat komik. Tapi disisi lain ada anak yang dengan semangat mengatakan apa yang mereka cita citakan. Seperti, beberapa anak ingin bercita cita sebagai dokter, tantara, polisi, polwan, ustadzah, pembuat komik, chef, dll Gambar 2. Tim Dosen Psikologi UNIBA Menjelaskan Manfaat Cita-Cita Kepada Anak Yatim Piatu Panti Asuhan Al-Jufri Tingkat Sekolah Dasar This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pendekar nusantara P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 Mei 2024 Bagian keempat merupakan refleksi dari bagian hope atau harapan. Setelah tau apa cita cita mereka, tim membagikan kertas kosong dan pena untuk menuliskan nama dan cita cita mereka masing-masing. Kemudian tim meminta mereka untuk menempelkan hasil tersebut ke sterofom dengan menggunakan pin madding Di sesi terakhir ini, tim memberikan mereka game untuk menumbuhkan rasa optimis dalam diri mereka, sehingga game merupakan refleksi dari bagian optimism atau optimisme. Sebelum memulai game, tim menjelaskan bagaimana cara mainnya. Cara bermain game nya adalah sebagai berikut: Pertama terdapat sebuah wadah yang berisi 20 kertas bertuliskan nama hewan dan dalam wadah pertama ini akan terdapat 5 zonk atau yang berisikan tulisan kosong. Setelah itu tim meminta mereka untuk mengambil masing-masing satu kertas, tim meminta untuk mereka tetap memegang atau menggenggam kertas tersebut dan tidak boleh membuka atau melihat isinya. Setelah kertas berjalan dan di ambil masing-masing satu, semua anak anak tersebut merasa ragu dan cemas mereka takut bahwa yang mereka ambil itu adalah kertas zonk. Ada anakanak yang berusaha untuk mengintip isi kertas mereka. Setelah mereka memegang kertas masing-masing, tim mengeluarkan wadah selanjutnya yang di mana wadah tersebut berisikan 15 kertas dan terdapat zonk nya hanya 2 saja. Lalu, tim menanyakan pada mereka bahwa siapa di sini yang ingin menukar kertas yang kalian pegang dengan yang baru? Lalu tim menambahkan kalau misalnya ada yang mau menukar, boleh ditukar. Kemudian, kertas di jalankan secara bergantian, beberapa anak ada yang mengambil kertas baru, sementara ada sekitaran 2 atau 3 anak yang tidak mengambil kertas Setelah selesai kertas tersebut tetap di pegang dan tidak boleh di lihat atau di buka. Setelah semuanya memegang kertas yang baru dan ada yang tidak mengambil kertas baru, tim meminta mereka untuk membuka kertas mereka masing-masing dan meminta mereka menyebutkan satu satu apa yang mereka dapatkan. Lalu tim pun menanyakan di sini apa ada yang dapat kertas kosong? Semua menjawab. AuTIDAK KAK!Ay. Sesi terakhir yaitu merefleksikan resilience atau resiliensi merupakan penjelasan dari game yang anak-anak mainkan. Lalu tim di sini menjelaskan kepada mereka bahwa mereka harus percaya atas pilihan mereka dan jangan terpengaruh oleh omongan orang. Biarkan orang mengatakan kepada mereka bahwa mimpi atau cita-cita mereka terlalu tinggi, anggap aja itu sebagai penyemangat untuk menggapai cita-cita itu. Mereka harus bisa membantah omongan orang itu dengan menjadi apa yang mereka inginkan. 1 Gambar dan Foto This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pendekar nusantara P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 Mei 2024 Gambar 3. Hasil dari cita-cita anak-anak Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri Sekupang Batam KESIMPULAN HERO (Hope. Self Efficacy. Resilience. Optimis. bagi anak-anak panti asuhan adalah investasi yang berharga. Melalui pendekatan ini, mereka dapat memperoleh keterampilan psikologis yang kuat untuk menghadapi rintangan, membangun keyakinan pada diri sendiri, mengembangkan sikap pantang menyerah, dan memandang masa depan dengan optimisme. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi landasan penting bagi perkembangan mereka menuju kesuksesan pribadi dan profesional. Bagi anak-anak panti asuhan, mencapai cita-cita memiliki arti yang sangat besar. Citacita bukan hanya sekadar impian, tapi juga merupakan pilar dalam membangun identitas dan masa depan mereka. Proses meraih cita-cita membantu mereka melampaui tantangan masa lalu, memupuk keyakinan akan kemampuan diri, serta memberikan tujuan yang jelas dalam hidup. Ketika mereka berhasil mencapai cita-cita, hal itu memberi rasa pencapaian dan pengakuan atas usaha serta bakat yang dimiliki. Selain itu, meraih cita-cita juga membuka peluang untuk perubahan positif dalam kehidupan mereka, memberikan harapan akan masa depan yang lebih baik, dan memberdayakan mereka untuk menjadi individu yang mandiri serta sukses. UCAPAN TERIMA KASIH Kami melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional ini atas berkat kerjasama lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Batam dan Universiti Teknologi Mara Cawangan Malaysia. Ucapan terima kasih kami dari program studi Psikologi Universitas Batam kepada ibu Dr. Malahayati Rusli Bintang. Sc. MPH atas kepercayaan membangun atmosfir aktif dalam melakukan kegiatan PPM di lingkungan Universitas Batam serta mendukung pembiayaan pelaksanaan kegiatan PKM ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Panti Asuhan Istana Yatim AL-Jufri Sekupang sebagai tempat pelaksanaan kegiatan serta semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan bahwa mereka tidak memiliki konflik kepentingan dalam kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA