ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRLOUGH PADA BERITA GEGARA BANDEL STUDY TOUR SMAN 6 DEPOK BERUJUNG DIAUDIT PEMPROV Ai Fitri Padilah Sekolah Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia. Garut. Indonesia e-mail: aifitripadilah@gmail. Agus Hamdani Sekolah Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia. Garut. Indonesia e-mail: gushamdan69@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebijakan pelarangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi, dalam pemberitaan di media massa, yakni Tempo. Kompas. CNN Indonesia, dan Detik. Menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dengan model Norman Fairclough, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana media membingkai kebijakan tersebut dan dampaknya terhadap publik. Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing media memberikan penekanan yang berbeda terhadap kebijakan ini. Tempo. co cenderung fokus pada sisi kebijakan dan posisi pemerintah, sementara Kompas. com dan CNN Indonesia memberikan ruang lebih untuk kritik dan reaksi dari pihak sekolah dan masyarakat. Detik. com lebih menekankan latar belakang dan dampak keputusan pencopotan kepala sekolah yang terkait dengan kebijakan tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa media massa memiliki peran yang signifikan dalam membentuk opini publik dengan cara membingkai informasi secara selektif, sehingga mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kebijakan publik. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran media dalam penyampaian informasi yang objektif dan berimbang guna membantu publik memahami isu-isu kebijakan dengan lebih mendalam. Kata Kunci: analisis wacana kritis, media berita. Norman Fairclough PENDAHULUAN Bahasa memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial karena bukan hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, melainkan juga sebagai alat untuk membentuk realitas sosial. Melalui bahasa, makna dibangun, kekuasaan dipertahankan, dan ideologi direproduksi dalam konteks tertentu. Dalam ranah media massa, bahasa, terutama dalam bentuk pilihan kata atau diksi, bukanlah sesuatu yang netral. Setiap kata yang digunakan dalam pemberitaan membawa bobot ideologis yang dapat memengaruhi sudut pandang dan cara berpikir pembaca terhadap suatu peristiwa (Machin. Salah satu contoh menarik dari penggunaan bahasa yang membentuk pemberitaan mengenai polemik study tour SMAN 6 Depok. Berita berjudul AuStudy Tour. SMAN 6 Depok Berujung Diaudit Pemprov" yang dipublikasikan oleh Detik. Kompas. CNN Indonesia, dan Tempo. Menyoroti Page | 24 penggunaan bahasa yang dianalisis mesostruktural, dan makrostruktural. Diksi ini tidak hanya membingkai sekolah sebagai pihak bersalah, tetapi juga menegaskan posisi pemerintah sebagai otoritas yang sah dan tegas dalam menegakkan aturan. Fenomena ini menjadi relevan pendekatan Analisis Wacana Kritis yang dikembangkan oleh Norman Fairclough. Dalam pandangannya, bahasa dipahami sebagai bagian dari praktik sosial yang tidak berdiri sendiri, tetapi terkait erat dengan struktur sosial dan relasi Fairclough menekankan bahwa Aumedia massa tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan juga membentuk dan memperkuat bahasaAy (Fairclough, 2. Oleh karena itu, analisis terhadap diksi dalam konteks berita tersebut dapat mengungkap bagaimana bahasa dipakai untuk membentuk narasi yang mendukung relasi kekuasaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kedua kosakata tersebut membangun representasi Kata-kata tersebut tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga menciptakan citra sekolah sebagai pelanggar aturan dan pemerintah sebagai aktor yang bertindak tegas. Dalam kerangka teori Fairclough. Aubahasa dalam berita seperti ini bukan hanya deskriptif, tetapi juga performatif: ia membentuk realitas sosial dan memengaruhi opini publikAy (Sahrul. Dengan kata lain, studi ini berfokus pada bagaimana bahasa dalam berita dapat merepresentasikan relasi Analisis mikrostrutural, mesostruktural, dan makrostruktural menjadi bagian dari praktik wacana yang memperkuat posisi otoritas dan menekan pihak yang dianggap melanggar. Oleh karena itu. Aupenting untuk mengkaji bagaimana diksi tersebut tidak hanya membentuk mereproduksi hierarki sosial dan ideologis yang ada di masyarakatAy (Yuliani, 2. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk menganalisis mikrostrutural, mesostruktural, dan makrostruktural dalam pemberitaan mengenai SMAN 6 Depok. Secara khusus, penelitian ini bertujuan: pertama, mengidentifikasi bagaimana media merepresentasikan relasi kuasa antara sekolah dan pemerintah melalui pilihan diksi. kedua, mengkaji dampak diksi tersebut terhadap pembentukan opini publik. dan ketiga, menelaah peran bahasa sebagai instrumen pembentukan kekuasaan dalam pemberitaan media. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam beberapa Dari sisi teoretis, penelitian ini memperkaya khazanah kajian AuAnalisis Wacana Kritis dengan memberikan contoh konkret tentang bagaimana bahasa media membentuk relasi kekuasaan dan mereproduksi ideologiAy (Al-Fatih, 2. Dari sisi praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi bagi jurnalis dan redaktur media agar lebih cermat dalam memilih diksi yang adil dan berimbang. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh (Firmansyah, 2. yang mengungkap bahwa Aupemilihan kata dalam berita politik berpengaruh terhadap pembentukan opini publikAy. Demikian pula studi dari (Nurhalimah, bahwa media sering mereproduksi relasi Page | 25 kuasa melalui diksi yang bias terhadap kelompok tertentu. Namun, berbeda dari penelitian-penelitian tersebut yang berfokus pada wacana politik dan gender, studi ini memperluas kajian pada ranah pendidikan, khususnya kebijakan publik. Sementara dari sisi sosial, studi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi mendeteksi bias dalam pemberitaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh framing bahasa media. Hal ini memperkuat pentingnya literasi media (Kurniawati, 2. bahwa Aukemampuan membaca secara kritis merupakan kunci tersembunyi dalam teks beritaAy. TINJAUAN PUSTAKA 1 Bahasa sebagai Praktik Sosial Bahasa bukan sekadar alat merupakan bagian dari praktik sosial yang kompleks. Dalam konteks teori sosial-konstruksionis, bahasa dipahami sebagai mekanisme utama dalam membentuk dan mereproduksi realitas Dengan kata lain, realitas sosial tidak hadir begitu saja, melainkan dibentuk melalui proses diskursif, yakni melalui bahasa. Menurut Halliday, sistem bahasa memiliki fungsi ideasional yang memungkinkan pembicara atau penulis membentuk representasi dunia sosial dan mentalnya. Setiap ujaran atau tulisan membawa makna yang tidak terlepas dari posisi sosial, sejarah, dan ideologi pengguna bahasa. AuBahasa pun tidak pernah netral, sebab dalam setiap pilihan kata terkandung preferensi ideologis, bahkan strategi kuasa yang tersembunyiAy (Yuliani, 2. Dalam teori praktik sosial Pierre Bourdieu, bahasa juga dikaitkan dengan kekuasaan simbolik. Bahasa memiliki kekuatan untuk mengklasifikasikan, mengontrol, dan mengatur struktur sosial melalui legitimasi simbolik. Oleh karena itu. Aupenggunaan bahasa dalam ranah publik seperti media tidak hanya bersifat komunikatif, tetapi juga normatif dan hegemonikAy (Al-Fatih, 2 Konsep Dasar Analisis Wacana Kritis Analisis Wacana Kritis (AWK) merupakan pendekatan interdisipliner yang bertujuan membongkar relasi kuasa dan ideologi yang terkandung dalam praktik diskursif. Menurut Van Dijk, wacana adalah bentuk komunikasi yang terstruktur dan digunakan oleh mempertahankan dan mereproduksi Oleh karena itu, analisis wacana kritis memiliki tujuan utama untuk mengungkap Aucara-cara halus di mendominasi, mengecualikan, atau membingkai cara berpikir publikAy Van Dijk dalam (Al-Fatih, 2. Analisis memandang bahwa teks tidak bisa dipisahkan dari konteks sosialnya. Teks tidak berdiri sendiri, melainkan selalu terikat pada proses produksi dan konsumsi yang dipengaruhi oleh institusi, nilai, serta sistem sosial-budaya tempat teks tersebut beredar. Dengan demikian, analisis wacana kritis tidak hanya fokus pada struktur linguistik, tetapi juga memperhatikan struktur sosial dan kekuasaan yang memproduksi serta membentuk teks. Salah satu tokoh penting dalam analisis wacana kritis adalah Norman Page | 26 Fairclough, pendekatan tiga dimensi analisis, yaitu: Teks . , meliputi analisis linguistik seperti kosakata, tata bahasa, dan struktur naratif. Praktik wacana . iscourse practic. , diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi oleh khalayak. Praktik sosial . ocial practic. , mencakup struktur kekuasaan, ideologi, dan sistem sosial yang melatarbelakangi dan dipengaruhi oleh wacana (Fairclough, 2. Pendekatan ini memungkinkan analisis yang mendalam terhadap wacana dengan memahami bahwa bahasa merupakan bentuk praksis sosial yang tidak bisa dilepaskan dari sistem ideologi dan struktur dominasi dalam 3 Bahasa. Ideologi, dan Kekuasaan Dalam kajian analisis wacana kritis, ideologi dipahami sebagai sistem keyakinan yang dimiliki oleh kelompok mempertahankan kekuasaan. Menurut Thompson dalam (Sahrul, 2. Auideologi bekerja melalui representasi simbolik, termasuk bahasaAy. Media penyebaran ideologi karena memiliki mendistribusikan makna secara luas. Bahasa yang digunakan dalam media tidak hanya menyampaikan makna, tetapi juga membingkai realitas. Dalam proses ini, pembaca atau khalayak diarahkan untuk memahami suatu fenomena dengan cara tertentu, sesuai dengan kepentingan ideologis yang terkandung dalam teks. Oleh karena itu, pemilihan diksi, struktur kalimat, bahkan penekanan atau penghilangan informasi, merupakan bagian dari strategi ideologis yang sadar atau tidak, berperan dalam membentuk opini publik. Fairclough menekankan bahwa kekuasaan dalam bahasa dapat bersifat hegemonik, yakni dominasi yang tidak dipaksakan secara langsung, tetapi diperoleh melalui persetujuan sosial yang bersifat kultural. Hal ini tercapai ketika Aunilai-nilai atau representasi tertentu diterima sebagai AoalamiAo atau AonormalAo oleh masyarakat, padahal sebetulnya telah melalui proses konstruksi ideologis dalam wacanaAy (Fairclough, 2. 4 Media Massa sebagai Arena Produksi Wacana Media massa memiliki posisi kontemporer sebagai agen utama pembentuk opini publik. Dalam perspektif wacana kritis, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana dominasi simbolik dan produksi makna yang bersifat politis. Melalui media, kekuasaan dijalankan bukan melalui paksaan fisik, tetapi tersembunyi dalam berita, tajuk, narasi, atau diksi tertentu. Sebagaimana ditegaskan oleh (Machin, 2. Aumedia berperan aktif dalam proses framing sosial, yaitu pembingkaian terhadap suatu isu agar tampak lebih penting atau lebih benar dibanding isu lainnyaAy. Dalam proses framing ini, media mengandalkan perangkat semiotik seperti diksi emotif, penempatan subjek dan objek, serta struktur naratif yang menyiratkan posisi moral tertentu. Dengan terhadap wacana media menjadi penting untuk mengungkap bagaimana relasi kuasa dikonstruksi, bagaimana kelompok atau lembaga tertentu direpresentasikan, dan bagaimana Page | 27 masyarakat diarahkan untuk memahami suatu isu dalam kerangka ideologis METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk memahami pemberitaan mengenai kasus study tour SMAN 6 Depok. AuPendekatan ini sesuai dengan analisis wacana kritis yang fokus pada bagaimana bahasa membentuk, hubungan kuasa serta ideologi tertentuAy (Puspitasari, 2. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah teks berita daring yang memuat terkait dengan peristiwa study tour SMAN 6 Depok. Data berita dikumpulkan dari media daring nasional Detik. Kompas. CNN Indonesia, dan Tempo. Salah satu berita yang dianalisis berkenaan dengan analisis mikrostrutural, mesostruktural, dan Berita peristiwa study tour SMAN 6 Depok ini dipilih karena memiliki relevansi langsung dengan topik penelitian serta memuat penggunaan kosakata yang Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, yaitu mengunduh dan mengarsipkan berita dari portal berita yang relevan. Prosedur pengumpulan data meliputi pencarian berita dengan kata kunci 'Study Tour SMAN 6 Depok' di mesin pencari, pemilihan berita dari media yang kredibel, serta pengarsipan berita untuk dianalisis lebih lanjut. Data yang dipilih harus memenuhi kriteria terkait dengan 'Study Tour SMAN 6 Depok' dalam konteks pemberitaan tersebut. AuSumber data ini dipilih karena portal berita yang digunakan memiliki jangkauan luas dan representasi yang kredibel, serta memengaruhi pembentukan opini publikAy (Budiarto, 2. Analisis data menggunakan model analisis wacana kritis Norman Fairclough yang terdiri dari empat dimensi: pertama, analisis tekstual yang mengkaji pilihan kata, gramatika, dan struktur kalimat dalam berita. analisis intertekstual yang melihat hubungan antara teks satu dengan teks ketiga, analisis kewacanaan yang menganalisis bagaimana teks dikonsumsi oleh publik. dan keempat, analisis praktik sosial-budaya yang menghubungkan teks dengan konteks sosial yang lebih luas, seperti relasi kuasa antara pemerintah dan sekolah (Fairclough, 1. Pendekatan ini memungkinkan untuk mengungkap bagaimana teks dapat mereproduksi hubungan kuasa yang ada dalam Keabsahan data dijaga dengan triangulasi sumber dan teori. Triangulasi membandingkan pemberitaan dari berbagai media yang relevan untuk menemukan pola penggunaan diksi dan framing yang serupa atau berbeda. AuTriangulasi teori menggunakan teori analisis wacana kritis Fairclough, serta konsep kekuasaan dari Foucault dan simbolik dari BourdieuAy (Sari, 2. Dengan menggunakan berbagai teori ini, pemahaman yang lebih mendalam tentang relasi kuasa yang muncul dalam pemberitaan tersebut. Prosedur penelitian meliputi tahap persiapan yang mencakup penentuan fokus penelitian dan pengumpulan berita daring, pengolahan Page | 28 data dengan mengklasifikasikan data berdasarkan berita yang berkenaan dengan 'Study Tour SMAN 6 Depok', analisis data dengan menggunakan model Analisis Wacana Kritis Fairclough, interpretasi dengan menghubungkan temuan dengan teori, dan akhirnya penyajian hasil dalam bentuk naratif yang sistematis. Dengan pendekatan ini, mengungkap bagaimana Aupenggunaan mereproduksi relasi kuasaAy (Hidayati. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Analisis Berita Detik. AuPenjelasan SMAN 6 Depok soal Biaya Study Tour Rp 3,8 Juta Ramai DisorotAy Berita ini diterbitkan oleh Detik. com pada 24 Februari 2025 dan mengangkat klarifikasi dari pihak SMAN 6 Depok mengenai biaya study tour yang dianggap mahal oleh sebagian orang tua Dalam berita ini, pihak sekolah memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembiayaan dan subsidi silang yang diterapkan, serta kegiatan yang dilakukan selama study tour Analisis Mikrostruktural Pilihan Diksi Pada tataran mikrostruktural, berita ini memilih kata-kata yang tegas dan informatif. Pilihan kata seperti Aubiaya study tour Rp 3,8 jutaAy. Ausubsidi silangAy, dan AumusyawarahAy memberikan penjelasan yang langsung mengenai inti permasalahan dan cara penyelesaiannya Kutipan berita: AuJujur kami tidak menutupi ya kalau pembiayaan itu memang besarnya Rp Ay Di sini, kata "jujur" memberikan nuansa keterbukaan dari pihak sekolah, menyiratkan bahwa mereka tidak menutupi besarnya biaya tersebut, meskipun berita ini sedang viral dan Penggunaan kalimat langsung ini menegaskan bahwa sekolah terbuka mengenai biaya tersebut. AuBiaya study tour dibebankan sebesar Rp 3. 8 juta. Ay Pilihan kata AudibebankanAy di sini menunjukkan bahwa biaya tersebut adalah kewajiban yang ditetapkan oleh pihak sekolah. Kata ini memberikan kesan bahwa biaya tersebut tidak dapat dihindari, menciptakan kesan bahwa beban biaya ini bukan pilihan, melainkan sesuatu yang sudah ditentukan Struktur Kalimat Berita ini menggunakan kalimat yang jelas dan mudah dipahami, dengan struktur yang langsung mengarah pada poin utama tanpa bertele-tele. Sebagai contoh, kalimat AuSyahri mengakui biaya study tour dibebankan sebesar Rp 3,8 jutaAy langsung menyampaikan informasi inti yang menjadi masalah dalam pemberitaan ini. Kutipan berita: AuSyahri mengakui biaya study tour dibebankan sebesar Rp 3. Ay Kalimat ini secara langsung menyatakan bahwa pihak sekolah mengakui biaya tersebut tanpa adanya Penyataan ini juga berfungsi untuk mengurangi persepsi bahwa biaya tersebut disembunyikan atau tidak transparan. AuJujur kami tidak menutupi ya kalau pembiayaan itu memang besarnya Rp Ay (Detik. com, 2. Penggunaan kata AujujurAy dalam konteks ini bertujuan untuk menegaskan bahwa pihak sekolah mengakui besarnya biaya tersebut tanpa ada usaha untuk Page | 29 menyembunyikannya, kesan transparansi. Konteks Visual Berita ini tidak menampilkan elemen visual dalam bentuk gambar atau video, namun informasi mengenai kegiatan study tour, seperti kunjungan ke kampus di Surabaya dan Malang, memberikan gambaran yang jelas tentang jenis kegiatan yang dilakukan selama study tour. Penjelasan ini memperkaya berita dengan informasi yang konkret dan lebih mudah dibayangkan oleh pembaca. Kutipan "Kegiatan itu meliputi kunjungan ke kampus-kampus di wilayah Jawa Timur, yakni Surabaya dan Malang. Kalimat ini menggambarkan kegiatan yang dilakukan selama study tour, yang memberi gambaran visual bagi pembaca mengenai destinasi yang Hal ini juga memberikan konteks positif mengenai tujuan pendidikan dari study tour, yang bertujuan untuk memperkenalkan siswa kepada dunia perguruan tinggi. Analisis Mesostruktural Profil Media Detik. com sebagai media digital terkemuka di Indonesia dikenal dengan pemberitaan yang cepat dan up to date. Dalam kasus ini. Detik. com menyajikan berita ini dengan objektivitas yang cukup tinggi, memberi ruang bagi pihak SMAN 6 Depok untuk menjelaskan situasi yang terjadi dan mekanisme subsidi silang yang diterapkan dalam pembiayaan study tour. Proses Produksi Berita Proses produksi berita ini menunjukkan usaha Detik. com dalam menghadirkan perspektif yang seimbang dengan menyertakan kutipan dari pihak Pihak sekolah juga memberi penjelasan mengenai cara mereka membantu orang tua yang tidak mampu membayar penuh biaya study tour. Kutipan berita: AuSyahri menjelaskan orang tua siswa mengajukan kepada pihak sekolah apabila tidak sanggup membayar study tour. Ay Kalimat ini menunjukkan adanya komunikasi terbuka antara pihak sekolah dan orang tua. Hal ini menandakan bahwa pihak sekolah menyediakan solusi bagi orang tua yang kesulitan dalam membayar biaya study tour, yang menggambarkan keterbukaan dan kesediaan pihak sekolah untuk mencari jalan keluar. Analisis Makrostruktural Konteks Sosial dan Budaya Berita dinamika sosial di lingkungan sekolah, khususnya terkait dengan pembiayaan Konsep subsidi silang yang diterapkan oleh SMAN 6 Depok menunjukkan usaha pihak sekolah untuk memastikan bahwa siswa dari keluarga tidak mampu tetap dapat berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan seperti study Hal ini menggambarkan kesadaran sosial dan budaya dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kutipan berita: AuAda yang sanggupnya cuma separuhnya atau Rp 50. 000, kita kan Ay Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak sekolah tidak hanya menegakkan aturan pembayaran, tetapi juga fleksibel dalam menyesuaikan dengan kemampuan orang tua siswa. Proses komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam penyelesaian masalah pembiayaan, yang menandakan adanya rasa saling Konteks Politik dan Institusional Dalam konteks politik dan Page | 30 mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh sistem pendidikan publik, di mana biaya pendidikan sering menjadi isu sensitif, terutama terkait dengan ketidakmampuan sebagian orang tua untuk membayar. Tindakan SMAN 6 Depok dalam menerapkan subsidi silang dapat dilihat sebagai bentuk respons terhadap keterbatasan ekonomi yang ada di masyarakat, namun hal ini juga menjadi perdebatan publik yang berisiko merusak citra institusi pendidikan Kutipan berita: AuGubernur Jawa Barat (Jaba. Dedi Mulyadi mencopot Kepala SMA Negeri 6 Depok lantaran kegiatan karyawisata . tudy tou. Ay Kalimat ini menunjukkan adanya konsekuensi politik dari permasalahan Pencopotan kepala sekolah oleh ketegangan politik yang terkait dengan keputusan-keputusan institusional yang diambil oleh pihak sekolah, terutama dalam hal pengelolaan biaya pendidikan. Implikasi terhadap Persepsi Publik Persepsi publik terhadap SMAN 6 Depok dan biaya study tour ini Sebagian masyarakat mungkin mengapresiasi kebijakan subsidi silang yang diterapkan, namun sebagian lainnya bisa menilai bahwa biaya sebesar Rp 3,8 juta tetap terlalu tinggi bagi beberapa keluarga. Dampak memperburuk citra SMAN 6 Depok jika tidak ditangani dengan tepat, terutama karena adanya kritik terkait biaya yang dianggap memberatkan orang tua siswa. Kutipan berita: AuPadahal yang nggak mampu-nggak mampu ini terbantu. Jadi rasanya kalau yang terbantu ini menjerit aneh gitu ya. Ay (Kompas. com, 2. Pernyataan ini menggambarkan ironi dalam persepsi publik. Pihak sekolah merasa telah membantu siswa yang tidak mampu, namun pemberitaan negatif tentang keberatan orang tua siswa dapat memperburuk citra sekolah. Hal ini menandakan bahwa meskipun implementasinya tidak sepenuhnya memunculkan potensi ketegangan dalam persepsi masyarakat. Analisis Berita Kompas. com AuSMAN 6 Depok Bantah Biaya "Study Tour" Capai Rp 5,5 JutaAy Berita Kompas. com pada 18 Februari 2025 dengan judul "SMAN 6 Depok Bantah Biaya Study Tour Capai Rp 5,5 Juta" mengungkapkan klarifikasi dari pihak sekolah terkait dengan biaya study tour yang sebelumnya dikritik oleh gubernur terpilih Jawa Barat. Dedi Mulyadi. Dalam pemberitaan tersebut, pihak sekolah membantah informasi yang beredar mengenai besaran biaya yang mencapai Rp 5,5 juta, dan memberikan penjelasan bahwa biaya yang harus dikeluarkan oleh siswa adalah Rp 3,8 juta, dengan rincian biaya yang sudah mencakup transportasi, akomodasi, serta kegiatan selama perjalanan. Artikel ini juga menyajikan perbedaan pandangan antara pihak sekolah dan gubernur mengenai kebijakan dan pelaksanaan study tour tersebut. Analisis Mikrostruktural Pilihan Diksi Berita ini menggunakan diksi yang memberikan kesan penegasan dan Pilihan kata seperti AumenepisAy. Autawar menawarAy, dan Ausubsidi silangAy digunakan untuk menggambarkan upaya pihak sekolah dalam memberikan penjelasan yang jelas dan transparan terkait biaya study Kutipan berita: Page | 31 "Syahri Ramadhan mengatakan, besaran biaya kunjungan objek belajar (KOB) atau study tour mencapai Rp 3,8 juta. Kalimat ini memberi informasi yang tegas dan langsung mengenai besaran biaya, sekaligus menepis tuduhan yang berkembang. Penggunaan kata AumenepisAy menunjukkan bahwa pihak sekolah ingin mengklarifikasi informasi yang salah. AuAda tawar menawar . engan pihak trave. dan setelah disepakati ada di angka Rp 3,8 juta dan itu sudah disetujui . eluruh piha. Ay Kata Autawar menawarAy memberikan gambaran bahwa proses penentuan biaya ini melibatkan diskusi dan kesepakatan bersama, tidak hanya keputusan sepihak dari pihak sekolah. Ini keterlibatan berbagai pihak dalam meningkatkan transparansi. Struktur Kalimat Berita ini menggunakan kalimat yang langsung, mudah dipahami, dan cukup padat informasi. Kalimat-kalimat tersebut memuat penjelasan yang berfungsi untuk menyampaikan inti masalah dengan efisien, tanpa terlalu bertele-tele. Kutipan berita: "Syahri sekolah tidak pernah membebani agar membawa uang tambahan selama perjalanan. Kalimat menjelaskan kebijakan pihak sekolah, yang memberi penekanan pada kenyamanan dan transparansi biaya bagi orang tua. Tidak adanya beban uang tambahan juga menunjukkan upaya sekolah untuk meringankan beban orang Konteks Visual Meskipun berita ini tidak menyertakan gambar atau video, penggunaan narasi yang jelas tentang tujuan study tour ke Surabaya. Malang, dan Bali memberikan gambaran yang cukup untuk membantu pembaca membayangkan tujuan dan konteks kegiatan tersebut. Penyebutan tentang kegiatan di desa Kungkuk. Batu. Malang juga memberi kesan bahwa tujuan edukasi study tour bukan sekadar wisata, tetapi juga kegiatan observasi lingkungan dan budaya. Kutipan berita: "Siswa juga akan tinggal bersama penduduk desa Kungkuk. Batu. Malang. Jawa Timur, untuk observasi Penjelasan ini menambah dimensi visual bagi pembaca dengan menggambarkan jenis kegiatan yang dilakukan di lokasi study tour. Analisis Mesostruktural Profil Media Kompas. com adalah media terkemuka yang dikenal dengan pemberitaan yang mengutamakan Dalam Kompas. com menyajikan kedua belah pihak: pihak sekolah yang memberikan klarifikasi dan gubernur terpilih yang memberikan kritik. Penyajian informasi yang seimbang ini memperlihatkan upaya untuk memberikan gambaran yang adil tentang situasi yang ada. Proses Produksi Berita Proses produksi berita ini terlihat berusaha mengklarifikasi isu yang berkembang dengan menyertakan pernyataan langsung dari pihak sekolah, yang memberikan perspektif berbeda terhadap berita yang sebelumnya Berita ini juga menggambarkan adanya dialog antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Kutipan berita: Page | 32 AuUntuk yang tidak mampu, di sekolah ini tidak pernah dipaksakan harus membayar, apalagi sampai ada yang bilang Aoyang enggak ikut juga harus bayarAo, itu berita yang sangat salah. Ay Kalimat ini menunjukkan bahwa pihak sekolah berusaha mengklarifikasi Ini menunjukkan sikap responsif dari media dalam menghadirkan perspektif yang Analisis Makrostruktural Konteks Sosial dan Budaya Berita ini mengangkat isu yang sangat relevan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia, terutama terkait biaya pendidikan yang sering menjadi perhatian banyak orang tua. Penyebutan tentang subsidi silang di SMAN 6 Depok menunjukkan upaya untuk mengatasi kesenjangan ekonomi di kalangan orang tua siswa. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mereka yang tidak mampu membayar penuh biaya study Kutipan berita: AuAda sebuah budaya baik yang kita pertahankan ketika orangtua murid yang mampu akan membantu yang tidak mampu. Bahasanya subsidi silangAAy Pernyataan ini mengindikasikan budaya gotong royong dan solidaritas sosial, yang masih sangat lekat dalam budaya masyarakat Indonesia, terutama di lingkungan pendidikan. Konteks Politik dan Institusional Terkait dengan konteks politik, berita ini menyiratkan ketegangan antara kebijakan lokal di tingkat sekolah dan kritik dari pejabat publik, yaitu Gubernur Dedi Mulyadi. Keputusan politik tentang penghentian kegiatan ketegangan antara kebijakan pendidikan yang dijalankan oleh sekolah dan respons dari pemerintah daerah. Kutipan berita: AuDedi Mulyadi meminta kepada kepala sekolah SMAN 6 Depok, enggak usah deh study tour-nya. Ay Pernyataan ini mencerminkan pengaruh politik terhadap kebijakan pendidikan, dengan mengedepankan pertimbangan ekonomi yang dapat memengaruhi citra sekolah. Implikasi terhadap Persepsi Publik Berita ini dapat memengaruhi persepsi publik, yang terbelah antara mendukung kebijakan subsidi silang atau menganggap biaya study tour masih terlalu tinggi. Penegasan bahwa pihak sekolah memberikan solusi bagi orang tua yang kesulitan membayar bertujuan untuk memperbaiki citra sekolah, namun kritik yang datang dari gubernur dapat memperburuk persepsi negatif terkait biaya pendidikan di sekolah Kutipan berita: AuSaya meminta kepada kepala sekolah SMAN 6 Depok, enggak usah deh study tour-nya. Ay Pernyataan ini menciptakan dampak politik yang lebih luas, di mana ketegangan antara sekolah dan pemerintah daerah, serta mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat. Analisis Berita Tempo. co "Polemik Study Tour SMAN 6 Depok. Anggota DPRD Jabar: Banyak Cara Tanpa Harus ke Luar Kota" Berita ini mengangkat polemik tentang keputusan SMAN 6 Depok yang tetap melaksanakan kegiatan study tour ke luar provinsi, meskipun Gubernur Jawa Barat telah mengeluarkan surat edaran yang melarang hal tersebut. Polemik ini memunculkan beragam Page | 33 reaksi dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Jawa Barat. Hasbullah Rahmad, yang menilai bahwa ada pendidikan kewarganegaraan tanpa harus melibatkan biaya besar seperti study tour luar kota. Dalam analisis ini, kita akan mengkaji berita ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis, mengacu pada tiga level analisis mikrostruktural, mesostruktural, dan makrostruktural. Analisis Mikrostruktural Pilihan Diksi Pilihan kata dalam berita ini mencerminkan ketegangan antara pemerintah daerah dan sekolah terkait kebijakan pendidikan. Salah satu istilah "objek pendapatan", yang menggambarkan tuduhan terhadap sekolah yang diduga mengutamakan keuntungan finansial daripada pendidikan itu sendiri. Kata ini cukup kuat dan memberikan konotasi negatif terhadap kegiatan study tour yang diadakan oleh SMAN 6 Depok, menegaskan bahwa ada anggapan eksploitasi terhadap siswa. Kutipan "Hasbullah menganggap keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencopot Kepala SMAN 6 Depok sebagai bentuk peringatan bagi menjadikan siswa sebagai objek Kutipan ini menunjukkan bahwa Hasbullah menilai keputusan Gubernur sebagai respons tegas terhadap praktik yang dianggap eksploitasi terhadap Kata "objek pendapatan" menyiratkan bahwa kegiatan study tour pendidikan, melainkan lebih kepada tujuan finansial, di mana sekolah dianggap memanfaatkan siswa untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Struktur Kalimat Struktur kalimat dalam berita ini penggunaan kalimat majemuk yang menggabungkan berbagai pendapat dan Kalimat-kalimat yang panjang ini mengundang pembaca untuk memahami sudut pandang yang lebih mendalam terkait kebijakan pendidikan. Kutipan berita: "Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun kembali menyinggung bahwa kasus ini perlu mendapat perhatian dari sekolah lain agar tidak Ay (Tempo. co, 2. Kalimat ini menyampaikan pesan langsung dan memuat elemen kritik sosial yang tajam terhadap praktik sekolah yang terlalu fokus pada aspek Penggunaan kata "perhatian" menggambarkan bahwa Hasbullah berharap polemik ini dapat memberikan pelajaran bagi sekolah-sekolah lain agar tidak mengulang kesalahan serupa. Struktur kalimat ini juga memberikan tekanan pada pentingnya perhatian terhadap kebijakan pendidikan yang lebih berfokus pada nilai pendidikan daripada keuntungan ekonomi. Gaya Bahasa Berita ini menggunakan gaya bahasa yang lugas dan tidak bertele-tele, dengan tujuan untuk menyampaikan pesan yang jelas dan mudah dipahami. Penggunaan kalimat langsung dari tokoh seperti M. Hasbullah Rahmad juga memberikan kesan bahwa berita ini bersifat faktual dan mengedepankan suara narasumber yang relevan. Kutipan "Siswa dapat belajar sejarah, keberadaan dan fungsi peranan tuan tanah di Depok zaman dulu, baik Page | 34 sebelum Pernyataan ini mengusulkan alternatif kegiatan yang lebih relevan dan terjangkau, seperti pembelajaran sejarah lokal, yang bisa menjadi pilihan study tour yang lebih bermanfaat. Penggunaan istilah "belajar sejarah" mengedepankan nilai pendidikan yang terhadap sejarah dan budaya lokal, yang lebih mendalam dan bermanfaat untuk kewarganegaraan (PKN). Analisis Mesostruktural Profil Media Tempo. co dikenal sebagai media dengan pendekatan jurnalistik yang kritis dan berimbang. Dalam berita ini. Tempo. co berhasil menyajikan dua sisi cerita, yaitu pihak sekolah yang menyampaikan permohonan maaf dan pihak DPRD yang memberikan kritik terhadap kebijakan tersebut. Ini Tempo. berusaha menyajikan informasi yang tidak hanya mengedepankan satu perspektif, tetapi juga menimbang argumen dari berbagai pihak. Kutipan "Pihak sekolah sendiri sudah melaksanakan study tour tersebut. Kutipan ini menyoroti bahwa pihak sekolah tidak sepenuhnya menanggapi kebijakan Gubernur dengan kesalahan mereka dan meminta maaf. Ini mencerminkan adanya usaha untuk yang telah diambil, serta menunjukkan bahwa pihak sekolah masih ingin berkoordinasi dengan pihak pemerintah. Hal ini memberi gambaran bahwa meskipun ada pelanggaran, ada juga pengakuan kesalahan yang diikuti dengan permintaan maaf, yang terhadap aturan yang berlaku. Proses Produksi Berita Berita ini disusun dengan mengutamakan pernyataan langsung dari narasumber yang terlibat, seperti anggota DPRD M. Hasbullah Rahmad dan Humas SMAN 6 Depok. Syahri Ramadan. Penyajian informasi yang beragam ini memberi pembaca pemahaman yang lebih luas tentang permasalahan yang terjadi, serta posisi masing-masing pihak dalam polemik ini. Kutipan berita: "Kami sekali lagi mohon maaf dan mohon arahan serta bimbingan Bapak selaku Gubernur Jawa Barat. Kutipan ini menunjukkan bahwa pihak sekolah merasa perlu untuk secara formal mengakui kesalahan dan mencari bimbingan lebih lanjut dari pihak yang Hal ini mencerminkan adanya hubungan hierarkis antara pihak sekolah dengan Gubernur sebagai pemangku kebijakan, yang seharusnya memberikan arahan yang jelas terkait dengan kebijakan pendidikan di Nilai-nilai yang Disorot Berita ini menyoroti nilai pendidikan yang harus mengedepankan prinsip kearifan lokal dan tidak tergantung pada kegiatan yang memerlukan biaya besar. Hal ini terlihat dalam kritik yang disampaikan oleh M. Hasbullah Rahmad yang menekankan pentingnya pengayaan pendidikan yang tidak memerlukan perjalanan jauh atau biaya tinggi. Dengan cara ini. Tempo. juga menyuarakan nilai keadilan sosial yang berkaitan dengan pembiayaan Kutipan berita: "Kita kan tidak mau siswa itu menjadi objek pihak sekolah untuk mencari cash back. Page | 35 Kutipan ini mengungkapkan kritik terhadap praktik yang dianggap mengeksploitasi siswa sebagai sumber Frasa "cash back" dalam konteks ini mengacu pada keuntungan finansial yang diperoleh sekolah dari Hasbullah seharusnya tidak digunakan sebagai sarana untuk mencari keuntungan, pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter siswa. Analisis Makrostruktural Konteks Sosial dan Budaya Isu ini sangat relevan dengan konteks sosial Indonesia, di mana biaya pendidikan sering kali menjadi masalah bagi banyak keluarga. Banyak orang tua yang kesulitan untuk memenuhi biaya pendidikan anak-anak mereka, dan kebijakan yang mengharuskan siswa untuk mengikuti study tour ke luar kota sering kali dianggap sebagai beban Berita ini mengangkat persoalan tentang ketimpangan sosial yang tercermin dalam kebijakan pendidikan yang dapat berdampak pada ekonomi keluarga, serta pentingnya mempertimbangkan kondisi sosialekonomi siswa dalam setiap kebijakan Kutipan berita: "Pasti dibelain, tapi jangan sampai memberatkan bayar study tour, ibunya pinjam dari pinjol, akhirnya hidupnya tidak akan terbebas dari Kutipan ini menyentuh persoalan ekonomi keluarga siswa yang dipaksa untuk mencari pinjaman agar anak mereka dapat mengikuti study tour. Penyebutan "pinjol" . injaman onlin. mengarah pada masalah sosial yang lebih besar tentang utang konsumtif yang mengikat banyak keluarga. Kritik ini mencerminkan perhatian terhadap ketimpangan sosial yang muncul dari kebijakan yang melibatkan biaya tinggi. Konteks Politik dan Institusional Berita ketegangan antara kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengeluarkan larangan study tour ke luar kota dengan keputusan SMAN 6 Depok yang melanggar aturan tersebut. Ketegangan ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh politik dalam pendidikan di tingkat lokal, yang sering kali mempengaruhi kebijakan sekolah. Kutipan berita: "Dari awal Pak Gubernur sudah mengingatkan, agar sekolah tidak jual beli seragam, melakukan study tour keluar kota. Kutipan ini menggambarkan bahwa Gubernur Jawa Barat sudah mengingatkan dengan tegas agar kebijakan yang ada tidak melibatkan memberatkan masyarakat. Hal ini pemerintah di tingkat daerah berusaha untuk membatasi komersialisasi dalam sektor pendidikan, yang sering kali berujung pada eksploitasi. Implikasi terhadap Persepsi Publik Berita memengaruhi cara pandang publik terhadap praktik pendidikan yang melibatkan biaya tambahan. Kritik terhadap kebijakan sekolah dan eksploitasi siswa bisa mengarah pada profesionalisme institusi pendidikan. Ini bisa menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan harus bersifat inklusif dan berfokus pada kebutuhan siswa, bukan pada profit yang dihasilkan dari kegiatan Kutipan berita: "Sekolah kan sifatnya pendidikan, tidak boleh jual buku, seragam, study Page | 36 Kutipan ini mengingatkan bahwa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan materi. Kalimat ini menekankan bahwa sekolah seharusnya memprioritaskan kualitas pendidikan, bukan praktik yang merugikan masyarakat, seperti jual beli seragam atau study tour yang tidak relevan dengan tujuan pendidikan. Analisis Berita CNN Indonesia "Kepsek SMAN 6 Depok Dicopot Dedi Mulyadi. Pihak Sekolah Buka Suara" Berita ini mengangkat polemik terkait kegiatan study tour di SMAN 6 Depok yang berujung pada pencopotan kepala sekolah oleh Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi. Dalam analisis ini, kita akan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dengan memeriksa mesostruktural, dan makrostruktural. Analisis Mikrostruktural Pilihan Diksi Berita ini menggunakan pilihan kata yang cukup tegas dan formal, mencerminkan ketegangan antara pihak sekolah dan pihak gubernur. Salah satu kata yang penting adalah "subsidi silang", yang menunjukkan bahwa sekolah mencoba memberikan solusi untuk keluarga yang tidak mampu dengan cara yang dianggap adil. Kata ini menunjukkan adanya upaya dari pihak sekolah untuk mengatasi masalah sosialekonomi dengan cara yang lebih namun hal ini juga menimbulkan kontroversi karena sistem tersebut dapat dipersepsikan sebagai bentuk ketidaksetaraan. Kutipan berita: "Syahri menuturkan berita semakin Dedi Mulyadi mengimbau sekolah agar study tour dibatalkan atau ditunda. " (CNN, Kutipan ini mengindikasikan bahwa setelah pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi yang lebih bersifat imbauan, polemik semakin berkembang. Kata "viral" di sini menunjukkan bahwa berita yang muncul cepat menyebar, mengundang perhatian publik yang lebih luas, dan memperburuk situasi. Kata "imbauan" juga menunjukkan bahwa gubernur tidak langsung melarang kegiatan tersebut, melainkan hanya memberikan saran yang kemudian Struktur Kalimat Berita ini menyajikan kalimat yang cukup panjang dengan informasi yang terperinci tentang pernyataan pihak sekolah. Dalam hal ini, kalimat panjang digunakan untuk memberikan konteks dan membangun pemahaman tentang kompleksitas situasi yang dihadapi oleh pihak sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pihak sekolah mencoba memberi penjelasan yang komprehensif mengenai keputusan Kutipan berita: "Kami mempertimbangkan apabila ini lanjut, apa yang menjadi dampak. Apabila ini kita setop H-1, apa impactnya. Kutipan ini menggambarkan pertimbangan mendalam dari pihak sekolah tentang konsekuensi keputusan Struktur mengandung dua alternatif keputusan keputusan, yang mencakup dampak finansial dan sosial yang harus ditanggung oleh orang tua siswa. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam berita ini cenderung formal dan komunikatif, dengan tujuan untuk menyampaikan fakta secara jelas kepada Pihak sekolah mengemukakan Page | 37 penjelasan mereka secara terbuka untuk sementara Gubernur Dedi Mulyadi juga mengungkapkan pendapatnya dengan pendapat yang mencolok. Kutipan "Syahri Ramadhan mengatakan permasalahan itu muncul usai viral pemberitaan terkait orang tua yang protes mengenai biaya study tour. Pernyataan ini menekankan bahwa masalah muncul setelah adanya protes dari orang tua terkait biaya yang tinggi, yang kemudian memicu polemik lebih luas. Kata "viral" dan "protes" menggambarkan bagaimana masalah sosial ini berkembang di media, menunjukkan adanya ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Analisis Mesostruktural Profil Media CNN Indonesia, sebagai media nasional, berusaha menyajikan berita ini dengan memberikan informasi lengkap dari dua perspektif utama: pihak sekolah dan gubernur. Media ini menampilkan kedua belah pihak dengan memberikan ruang bagi pihak SMAN 6 Depok untuk menjelaskan mekanisme pembiayaan dan keputusan yang diambil. Hal ini menunjukkan keberimbangan dalam mengutamakan satu sudut pandang. Kutipan berita: "Dedi Mulyadi sebelumnya menyatakan hari kerja pertama sebagai gubernur Jabar dirinya langsung memecat kepala SMAN 6 Depok garagara kegiatan study tour. Kutipan ini menunjukkan langkah tegas dari Gubernur yang segera mencerminkan sikap otoriter yang pemerintah daerah memiliki dampak langsung terhadap institusi pendidikan. Proses Produksi Berita Berita ini menyajikan dua sisi yang saling berlawanan, yaitu keputusan gubernur untuk memecat kepala sekolah dan alasan dari pihak sekolah yang merasa terpaksa melanjutkan kegiatan study tour karena masalah Dengan demikian. CNN Indonesia berusaha memberi gambaran menyeluruh tentang kedua posisi tersebut, yang dapat mempengaruhi cara pandang publik terhadap kebijakan gubernur dan kebijakan sekolah. Kutipan "Keputusan study tour dilanjutkan karena pihak travel hanya akan mengembalikan pembayaran sebesar 25 persen jika perjalanan study tour Kutipan ini menjelaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan kegiatan study tour bukan hanya berdasarkan kebijakan sekolah, tetapi juga faktor finansial yang memengaruhi keputusan Hal ini menunjukkan bahwa keputusan ini tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan, tetapi juga oleh dampak ekonomi yang harus ditanggung oleh pihak sekolah dan orang tua siswa. Nilai-nilai yang Disorot Berita ini menyiratkan bahwa kebijakan yang berkaitan dengan biaya pendidikan harus lebih memperhatikan Penggunaan istilah "subsidi silang" menunjukkan bahwa pihak sekolah mencoba untuk membuat biaya study tour lebih terjangkau bagi semua siswa, meskipun praktik ini memunculkan Ini mengarah pada pertanyaan tentang keadilan sosial dalam kebijakan pendidikan yang ada di Indonesia. Kutipan berita: Page | 38 "Di mana orang tua murid yang memiliki rezeki lebih atau dari ekonominya tidak mampu. Kutipan ini menyoroti adanya perbedaan sosial ekonomi di antara orang tua siswa, yang dapat memengaruhi akses mereka terhadap kegiatan pendidikan. Meskipun ini adalah bentuk solidaritas sosial, sistem ini berisiko menciptakan ketimpangan dalam partisipasi siswa dalam kegiatan pendidikan tertentu. Analisis Makrostruktural Konteks Sosial dan Budaya Isu ini sangat relevan dengan konteks sosial Indonesia, di mana banyak keluarga yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar, termasuk biaya pendidikan anak. Berita ini menyoroti ketegangan antara kebijakan yang melibatkan biaya tinggi dan memastikan bahwa pendidikan di Jawa Barat lebih terjangkau bagi semua Ketegangan ini memunculkan perdebatan tentang seberapa jauh memperhitungkan kondisi ekonomi Kutipan berita: "Dedi Mulyadi Menurutnya lebih baik siswa-siswi di Depok belajar di lingkungannya, bukan ke provinsi yang jauh. Kutipan ini menunjukkan bahwa Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pendidikan yang berfokus pada lingkungan lokal, bukan kegiatan yang memerlukan biaya tinggi dan jarak Ini mencerminkan pandangan pemahaman tentang lingkungan sekitar Konteks Politik dan Institusional Tindakan Gubernur Dedi Mulyadi yang segera memecat kepala sekolah setelah pelantikan menandakan bahwa kebijakan pendidikan di tingkat daerah dapat dipengaruhi oleh dinamika politik. Keputusan ini mencerminkan cara-cara tegas yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mengimplementasikan kebijakan yang sejalan dengan visi politik mereka, meskipun ada perbedaan pendapat dengan institusi pendidikan yang lebih rendah. Kutipan berita: "Saya langsung kerja, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya bepergian ke luar provinsi. Kutipan ini menunjukkan langkah cepat dan langsung dari Gubernur Dedi Mulyadi dalam menanggapi pelanggaran kebijakan, yang menegaskan otoritas kebijakan pendidikan di wilayahnya. Implikasi terhadap Persepsi Publik Berita terhadap kebijakan pendidikan di Jawa Barat, khususnya yang terkait dengan biaya dan keadilan sosial. Tindakan pemerintah daerah yang melarang study tour dan mengeluarkan kebijakan yang lebih memperhatikan kesejahteraan siswa dapat menciptakan persepsi bahwa kebijakan pendidikan harus lebih keberlanjutan, bukan komersialisasi. Kutipan berita: "Menurutnya lebih baik siswa-siswi di Depok belajar di lingkungannya, bukan ke provinsi yang jauh. Kutipan pandangan Gubernur bahwa pendidikan seharusnya lebih fokus pada penguatan Page | 39 pemahaman mencerminkan filosofi pendidikan yang lebih inklusif dan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat. 2 Pembahasan Perbedaan Penyajian Kasus di Media yang Berbeda Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan cara penyajian dan framing dalam berita yang diterbitkan oleh berbagai media, seperti Tempo. Kompas. CNN Indonesia, dan Detik. Meskipun semua media mengangkat isu yang sama, yaitu kebijakan gubernur terkait dengan kegiatan study tour di SMAN 6 Depok dan pencopotan kepala sekolah, setiap media memiliki cara yang berbeda dalam menyajikan informasi tersebut. Tempo. Cenderung memberikan fokus lebih pada perspektif kebijakan gubernur dan langkah tegas yang diambil sebagai bagian dari kebijakan Pendekatan ini menunjukkan sikap objektif yang berusaha menjaga keberimbangan dalam menyampaikan pernyataan dari pihak pemerintah dan pihak sekolah. Kompas. Di sisi lain, mengungkapkan lebih banyak perspektif dari pihak sekolah dan orang tua siswa, terutama terkait dengan alasan mengapa kegiatan tersebut tetap dilaksanakan meskipun telah ada larangan dari gubernur. Ini menunjukkan upaya media untuk keinginan sekolah untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa. CNN Indonesia Lebih menekankan pada dampak sosial dan politik dari kebijakan tersebut, dengan memberikan perhatian lebih pada tanggapan masyarakat terhadap Berita menyajikan banyak kutipan dari masyarakat yang mengkritik keputusan tersebut, memperlihatkan dinamika sosial yang muncul setelah kebijakan itu Detik. Memberikan proses pencopotan kepala sekolah dan kebijakan yang diterapkan, menekankan pada tindakan gubernur dan reaksi sekolah terhadap tindakan tersebut. Detik. com lebih banyak menggunakan ketegangan antara pemerintah dan institusi pendidikan. Framing Media dan Pembentukan Citra Publik Dalam hal framing, keempat media ini memperlihatkan bagaimana media memainkan peran penting dalam membentuk citra publik dari seorang figur atau kebijakan. Pembentukan citra publik terhadap Dedi Mulyadi, sebagai gubernur yang baru menjabat, sangat terlihat dalam pemberitaan media ini. Meskipun langkah tegas yang diambil dapat dipandang sebagai bentuk kepemimpinan yang berani, cara pemberitaan yang terlalu menonjolkan tindakan tegasnya dapat menimbulkan kesan otoriter, tergantung pada perspektif pembaca. Dalam hal ini. Tempo. co cenderung lebih menyoroti alasan rasional di balik keputusan gubernur, yakni untuk mengurangi beban biaya pendidikan yang dianggap tidak sesuai dengan standar ekonomi Kompas. com memberikan ruang untuk perspektif dari pihak sekolah kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh orang tua siswa, dan alasan Page | 40 yang diberikan oleh pihak sekolah untuk melanjutkan kegiatan tersebut meskipun ada larangan. CNN Indonesia dan Detik. com lebih banyak menyajikan narasi yang menggambarkan ketegangan antara keputusan yang diambil oleh kepala sekolah, menciptakan ruang untuk pertanyaan tentang keadilan dan keputusan yang mempengaruhi banyak pihak. Dinamika Kekuasaan dan Politik dalam Pendidikan Analisis ini juga mengungkapkan bahwa media secara tidak langsung menyuarakan dinamika kekuasaan dalam ranah pendidikan, yang kerap kali mencerminkan ketegangan antara pemerintah pusat atau daerah dengan pihak sekolah. Kebijakan yang diambil oleh gubernur untuk melarang kegiatan study tour ini, meskipun ditujukan untuk mengurangi beban biaya yang dianggap tinggi, namun keputusan untuk menggambarkan betapa besar pengaruh politik dalam dunia pendidikan. Tempo. Menunjukkan lebih banyak sisi kebijakan dari perspektif pemerintah dengan menekankan kebijakan yang diharapkan dapat meredakan tekanan sosial yang muncul terkait dengan biaya pendidikan yang tinggi. Kompas. Memberi dampak keputusan tersebut terhadap pihak sekolah, di mana terdapat kesan bahwa kebijakan tersebut dipaksakan tanpa mempertimbangkan keinginan atau kebutuhan komunitas sekolah, yang menyebabkan ketegangan antara kebijakan pemerintah dan tindakan CNN Indonesia Mengangkat kritik masyarakat terhadap kebijakan ini, menunjukkan ketidakseimbangan dalam kebijakan yang diambil, serta dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ini mencerminkan masyarakat . rang tua sisw. dan Detik. Menggambarkan menimbulkan persepsi bahwa tindakan tersebut lebih berfokus pada penegakan aturan ketimbang memberi ruang bagi kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel dan adaptif. Keterlibatan Publik dan Reaksi Masyarakat Selain itu, reaksi publik terhadap keputusan tersebut juga menjadi bagian penting dalam analisis ini. Media mengungkapkan beragam respon dari masyarakat, baik yang mendukung keputusan gubernur maupun yang Ketegangan pemerintah dalam sektor pendidikan tidak hanya mempengaruhi stakeholder pendidikan, tetapi juga memperlihatkan keputusan-keputusan pemerintah yang berhubungan dengan pendidikan. Tempo. co menunjukkan bagaimana sebagai langkah positif untuk menekan pengeluaran yang tidak perlu dalam sistem pendidikan. Kompas. com memberikan ruang bagi kritikan orang tua siswa dan sekolah yang merasa kebijakan tersebut tidak adil bagi siswa yang tidak memiliki kemampuan finansial Page | 41 untuk pendidikan yang lebih mahal. CNN Indonesia menyoroti sisi ketidakpuasan masyarakat dan Detik. ketegasan keputusan yang diambil oleh gubernur dan dampaknya terhadap institusi pendidikan. Hasil analisis berita dari berbagai media menunjukkan bahwa media massa berperan penting dalam framing dan pembentukan opini publik terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam bidang pendidikan. Meskipun tujuan dari kebijakan gubernur adalah untuk mengurangi beban ekonomi bagi masyarakat, namun implementasi yang tidak mempertimbangkan kepentingan pihak-pihak lain, seperti sekolah dan orang tua siswa, dapat menimbulkan ketegangan dan kritik dari publik. Berita Tempo. Kompas. CNN Indonesia, dan Detik. com memperlihatkan bagaimana media memainkan peran penting dalam persepsi, dan memperlihatkan dinamika masyarakat terkait dengan kebijakan SIMPULAN Berdasarkan wacana kritis terhadap berita-berita yang diterbitkan oleh Tempo. Kompas. CNN Indonesia, dan Detik. com, dapat disimpulkan bahwa media massa memiliki peran penting dalam membentuk citra publik terkait kebijakan pendidikan, khususnya dalam konteks kebijakan pelarangan kegiatan study tour oleh Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi. Framing yang dibangun masing-masing menunjukkan perbedaan penekanan terhadap kebijakan tersebut, baik dari sisi kebijakan, dampak sosial, maupun reaksi yang ditimbulkan. Media seperti Tempo. co lebih menekankan pada sisi kebijakan dan posisi pemerintah, menggarisbawahi ketegasan Gubernur dalam menjalankan aturan untuk mengurangi beban biaya pendidikan bagi masyarakat. Sebaliknya, media lain seperti Kompas. com dan CNN Indonesia memberikan ruang yang lebih besar untuk menyuarakan kritik dan keberatan dari pihak sekolah dan kebijakan tersebut, terutama terkait memberatkan orang tua siswa. Detik. mengungkapkan sudut pandang yang lebih mendalam mengenai latar belakang kebijakan dan keputusan yang diambil, serta dampaknya terhadap persepsi masyarakat terhadap kepala sekolah yang dicopot. Semua media ini memberikan gambaran yang berbeda tentang pengaruh kebijakan gubernur, baik dalam konteks pengelolaan pendidikan di tingkat sekolah maupun reaksi dari para pemangku kepentingan Hasil analisis ini menunjukkan bahwa media memiliki peran signifikan dalam mempengaruhi opini publik, dengan cara mereka membingkai informasi yang disampaikan. Media massa tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen masyarakat terhadap kebijakan publik. Dengan demikian, penting bagi media untuk menyajikan informasi yang berimbang dan kritis, agar publik dapat Page | 42 memperoleh pemahaman yang lebih holistik terhadap isu-isu yang ada. DAFTAR PUSTAKA