Strategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa STRATEGI SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN KEMAMPUAN KEPEMIMPINAN SISWA DI SMP NEGERI 3 SURABAYA Anissa Rizki Suwardani (Universitas Negeri Surabaya. Indonesi. , rizkianissa377@gmail. Maya Mustika Kartika Sari (Universitas Negeri Surabaya. Indonesi. , mayamustika@unesa. Abstrak Menumbuhkan kemampuan kepemimpinan pada siswa merupakan hal yang penting yang harus ditumbuhkan dalam diri setiap anak sedini mungkin karena siswa merupakan calon pemimpin di masa mendatang. Tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya serta mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan Teori Kepemimpinan Situasional oleh Kenneth W. Blanchard dan Paul Hersey. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan subjek penelitian ini adalah pembina OSIS. Waka Kesiswaan, dan pengurus OSIS. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dilakukan sekolah dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya ialah dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti oleh keseluruhan siswa sebagai program wajib, perekrutan kepengurusan organisasi siswa yang ketat melalui sistem seleksi dua tahap, pelantikan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang melibatkan praktisi eksternal sekolah, dan pelibatan pengurus OSIS dalam ikut bertanggung jawab pada kegiatan sekolah. Faktor pendukung dalam penumbuhan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya yaitu komitmen kepala sekolah, guru yang berpengalaman, kerja sama dengan pihak eksternal sekolah, dan dukungan orang tua. Faktor penghambat dalam penumbuhan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya yaitu kesulitan siswa dalam membagi waktu antara pemebelajaran sekolah dengan kegiatan di luar pembelajaran dan kurangnya minat dan motivasi dalam diri siswa. Kata Kunci : strategi, kepemimpinan, siswa Abstract Developing leadership skills in students is an important thing that must be developed in every child as early as possible because students are future leaders. The purpose of this study is to describe the school's strategy in developing student leadership skills at SMP Negeri 3 Surabaya and to describe the supporting and inhibiting factors in developing leadership skills. This study uses the Situational Leadership Theory by Kenneth W. Blanchard and Paul Hersey. This study uses a qualitative research design with a case study approach. The determination of the research subjects used a purposive sampling technique and the subjects of this study were the OSIS supervisor, the Vice Principal of Student Affairs, and the OSIS administrators. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis used data collection techniques, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the strategy used by the school in developing student leadership skills at SMP Negeri 3 Surabaya was by implementing the School Environment Introduction Period (MPLS) which was followed by all students as a mandatory program, recruitment of strict student organization management through a two-stage selection system, inauguration of Student Leadership Basic Training (LDKS) involving external practitioners of the school, and involvement of OSIS administrators in taking responsibility for school activities. Supporting factors in the growth of student leadership at SMP Negeri 3 Surabaya are the commitment of the principal, experienced teachers, cooperation with external parties of the school, and parental support. Inhibiting factors in the growth of student leadership at SMP Negeri 3 Surabaya are students' difficulties in dividing time between school learning and activities outside of learning and lack of interest and motivation in students. Keywords: strategy, leadership, students bagi bangsa Indonesia adalah pendidikan. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan. PENDAHULUAN Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan sisw-siswi menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki pengetahuan, wawasan, sikap atau tindalkan di dalam kehidupan berbangsa dan Kunci pembangunan untuk masa mendatang Kajian Moral dan Kewarganegaraan (S. Volume 13 Nomor 4 Tahun 2025, 379 Ae 393 akhlak mulia, dan serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Susiyanto . mengemukakan bahwa di era globalisasi saat ini kemajuan sebuah bangsa pada hakikatnya ditentukan oleh kualitas dari Sumber Daya Manusia, dimana hal tersebut bergantung pada kualitas pendidikan itu sendiri. Ketika berbicara mengenai krisis moral yang terjadi di Indonesia, tidak terlepas dari adanya berbagai bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh para Unwanullah . menyatakan bahwa para ahli sependapat bahwasannya seseorang digolongkan sebagai remaja apabila telah menginjak usia 13-18 tahun, dimana pada masa itu disebut sebagai masa perubahan antara masa anak-anak menuju dewasa. Pada rentan usia 10-18 tahun atau biasa disebut dengan masa remaja yaitu adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Masa ini biasanya terjadi pada masa-masa anak sekolah pada jenjang Pendidikan Sekolah Pertama. Masa ini juga biasa disebut masa pertengahan dimana banyak perubahan yang terjadi, baik secara fisik yang mulai pubertas maupun secara berpikir dan berperilaku sehingga pada masa ini anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang lebih tinggi. Maka dari itu pendampingan dari orang tua, keluarga, dan sekolah sangat penting dalam memberikan arahan terhadap anak. Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan yang seharusnya selalu mengikuti perkembangan zaman dalam menjalankan pendidikannya. Pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) memerlukan dukungan sinergis dari berbagai pihak terkait. Pendidikan memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung kemajuan dan kelangsungan suatu bangsa. Sebagai salah satu institusi pendidikan, sekolah berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses transfer ilmu pengetahuan sekaligus penanaman nilai-nilai sosial, yang menjadi sarana utama dalam meningkatkan mutu SDM di Indonesia. Selain nilai akademis dan intelektual yang perlu dibangun, penanaman nilai moral, akhlak, dann juga jiwa kepemimpinan yang baik, maka akan membnetuk SDM yang memiliki kualitas. Hal tersebut sangat diperlukan mengingat banyak sekali intelektual-intelektual yang ada di tingkat pemerintahan seperti halnya tingkat eksekutif, legislative, dan yudikatif tersangkut sebagai skandal korupsi, narkoba, hingga perzinahan. Bahkan akhir-akhir ini masyarakat Indonesia digemparkan oleh pemberitan seorang inspektur jendral polisi dimana merupakan seorang pemimpin yang dengan mudahnya membunuh ajudannya sendiri. Hal tersebut dapat terjadi akibat intelektualitas yang tidak didampingi dengan akhlak, moral, serta kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan adalah aspek penting dalam kehidupan manusia yang perlu dikenalkan, dibina, dan ditingkatkan sejak usia dini. Upaya ini bertujuan agar generasi muda sebagai calon penerus bangsa dapat tumbuh menjadi pemimpin yang berkomitmen tinggi, bertanggung jawab, serta memiliki kepekaan sosial terhadap kebutuhan Dengan demikian, mereka akan mampu menjalankan perannya secara bijak dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan menggunakan strategi yang tepat merupakan salah satu cara agar sekolah dapat terus berkembang dan mengikuti zaman yang tentunya selalu mengalami Strategi berasal dari Bahasa Yunani stragos, yang berarti AotentaraAo, sedangkan ago berarti AomemimpinAo. Dalam kamus Bahasa Indonesia kata strategi memiliki arti Ausiasat perangAy. Strategi mula-mula digunakan di kemiliteran untuk mendapatkan kemenangan dalam suatu pertempuran dalam melawan musuh. Menurut Sagala . , strategi merupakan suatu rencana menyeluruh yang dirancang untuk menyatukan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya serta kemampuan yang dimiliki, guna mencapai tujuan jangka panjang dan meraih keunggulan dalam persaingan. Strategi ini menjadi pedoman penting dalam menentukan arah tindakan organisasi agar mampu bersaing secara efektif dan berkelanjutan di tengah dinamika lingkungan yang terus berubah. Lebih lanjut. Gaffar . alam Sagala, 2011:. menyatakan bahwa strategi merupakan suatu rancangan yang mencakup pendekatan secara menyeluruh dan terpadu, yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam bertindak, bekerja, serta Strategi ini menjadi acuan utama dalam menghadapi tantangan dan persaingan, dengan tujuan akhir untuk meraih kemenangan dan keunggulan dalam kompetisi yang dihadapi. Penumbuhan kepemimpinan seharusnya menjadi bagian integral pada program Pendidikan untuk pelajar, yaitu dengan adanya kursus-kursus ataupun aktivitasativitas yang tersebar melalui pengalaman di kegiatan sekolah baik sebagai ekstrakurikuler, intrakurikuler, ataupun kokurikuler. Wren, sebagaimana dikutip dalam Boaden . , menekankan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan yang dapat dimengerti dan diaplikasikan oleh setiap individu. Artinya, kepemimpinan bukanlah keterampilan eksklusif milik segelintir orang, melainkan potensi yang bisa dikembangkan oleh siapa saja melalui pembelajaran dan pengalaman. Sementara itu. Kouzes dan Posner . berpendapat bahwa kepemimpinan bukan hanya tanggung jawab segelintir individu, melainkan merupakan hal yang relevan dan menjadi bagian dari peran setiap orang. Dengan kata lain, setiap individu memiliki kapasitas untuk memimpin dalam konteks dan lingkungannya masing-masing. Mengenal, menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan di usia sekolah merupakan suatu hal yang Strategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa penting karena mereka merupakan kader pemimpin di masa depan yang akan menentukan nasib kemajuan Salah satu usaha dalam pembinaan generasi muda adalah membekali para generasi muda dengan beberapa ketrampilan, salah satu diantaranya ialah penumbuhan sikap kepemimpinan siswa. Penumbuhan sikap kepemimpinan siswa ini dapar dilakukan melalui sebuah wadah yang sudah ada di sekolah yaitu Organsasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Pembinaan terhadap siswa memiliki artian khusus yaitu sebagai usaha atau kegiatan memberikan suatu bimbingan, arahan, pemantapan, peningkatan, sikap mental, arahan dalam pola pikir, perilaku siswa, dan minat bakat atau keterampilan para Pembinaan sikap kepemimpinan siswa sangat penting dalam dunia pendidikan, hal ini dikarenakan siswa sebagai Auagent of changeAy sehingga harus memberikan perubahan di dalam Masyarakat. Pada dasarnya, tujuan utama kepemimpinan adalah mengelola dan mengarahkan manusia secara efektif agar tujuan bersama dapat tercapai dengan optimal. Seseorang dapat dikatakan sebagai pemimpin yang baik apabila mampu memengaruhi dan menginspirasi orang-orang di bawahnya untuk bekerja sama dan berkontribusi dalam meraih tujuan yang telah Sikap kepemimpinan tidak muncul secara otomatis, melainkan perlu dibentuk dan dikembangkan melalui peran penting pilar-pilar pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga unsur ini bekerja bersama untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan sejak dini sehingga individu dapat tumbuh menjadi pemimpin yang berkualitas. Student Leadership (Kepemimpinan Sisw. merupakan upaya yang memiliki tujuan untuk membangunsikap kepemimpinan dalam diri siswa agar menjadi siswa yang memiliki tanggung jawab, siswa yang dapat mengembangakan potensi dalam dirinya, dan juga siswa yang dapat menjalankan perannya sebagai siswa. Student Leadership ini dapat dibangun melalui berbagai macam kegiatan, seperti halnya dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Rapat kerja. Outbond, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, dan juga kegiatan-kegiatan sekolah lainnya yang dibentuk sekolah dalam tujuan menumbuhkan sikap kepemimpinan siswa. SMP Negeri 3 Surabaya merupakan sekolah yang memiliki slogan sekolah yaitu AuSekolah Kebangsaan Mencetak Pemimpin Masa DepanAy seperti yang dikatakan oleh Bapak Lutfi dan Bu Nina selaku Waka Kesiswaan dan Sarana Pra Sarana di SMP Negeri 3 Surabaya. Untuk mendapatkan informasi yang lebih pasti, maka dilakukan wawancara studi pendahuluan dengan Bapak Lutfi dan Bu Nina di SMP Negeri 3 Surabaya. Berdasarkan dari studi pendahuluan yang dilakukan melalui wawancara di SMP Negeri 3 Surabaya, bahwa dengan adanya slogan sekolah kebangsaan mencetak pemimpin masa depan maka tujuan dari sekolah tersebut yaitu mencetak siswa-siswa untuk memiliki kemampuan kepemimpinan. Dengan slogan tersebut siswa-siswi yang baru saja memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), mereka ditumbuhkan kemampuan kepemimpinannya dengan ikut serta di kegiatan-kegiatan sekolah, seperti halnya dengan mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) maupun kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. Dengan mengikuti kegiatan, aktif sebagai pengurus maupun maupun sebagai ketua dalam setiap kegiatan, maka mereka akan mampu menumbuhkan kemampuan Pada jenjang SMP anak memasuki masa-masa perkembangan, salah satunya dalam berpikir Dengan kepemimpinannya maka diharapkan anak pada masa remaja awal dapat di arahkan menjadi pribadi yang baik dan memiliki jiwa kepemimpinan sedini mungkin. Pada masa Sekolah Dasar (SD) mereka belum terlalu diajarkan bagaimana memimpin dan dipimpin, karena pada masa SD mereka masih fokus bermain, berteman, dan belajar, sehingga pada saat masuk ke jenjang pendidikan SMP merupakan waktu yang cocok untuk anak dapat ditumbuhkan jiwa kepemimpinannya. Penumbuhan kemampuan kepemimpinan di SMP Negeri 3 Surabaya yaitu dari banyak aspek kegiatan maupun program yang dibuat oleh sekolah. Di antaranya yaitu dalam keterlibatan siswa dalam kegiatan organisasi, perannya sebagai penanggung jawab, atau aktif sebagai anggota program kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler sekolah yang dapat menumbuhkan kemampuan kepemipinannya. Selain itu yang menjadikan SMP Negeri 3 Surabaya berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain yaitu mengenai kepemimpinannya yang juga ditekankan di dikelas. Bagaimana siswa belajar menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Di SMP Negeri 3 Surabaya juga memiliki suatu program yang diberi nama MR. DOT, program tersebut merupakan singkatan dari Material manager. Responding manager. Disiplin manager. Operation manager, dan Time Dari kata manager sudah mengarah pada kepemimpinan sehingga memang program ini salah satu bentuk strategi sekolah dalam menumbuhkan jiwa Program ini dibentuk oleh Kepala Sekolah Bapak Budi pada masa jabatan di tahun 2015 dan berjalan sampai saat ini. Program tersebut yaitu bagaimana siswa mengimplementasikan kepemimpinannya di kelas, seperti halnya mengatur dan bertanggung jawab dengan kelas ketika ada maupun tidak ada guru pada saat di kelas. Setiap anak juga berhak menjadi perwakilan dalam Material Responding Disiplinmanager. Operation manager, dan Time Kajian Moral dan Kewarganegaraan (S. Volume 13 Nomor 4 Tahun 2025, 379 Ae 393 managerdengan pergantian setiap semester maupun setiap kenaikan kelas. Sedangkan untuk siswa yang belum memiliki kesempatan menjadi Material manager. Responding manager. Disiplin manager. Operation manager, dan Time manager maka siswa tersebut dapat aktif di organisasi ektrakurikuler maupun intrakurikuler sebagai pengurus maupun anggota aktif. SMP Negeri 3 Surabaya mengharuskan semua siswa untuk mengikuti sedikitnya satu organisasi guna menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan Kegiatan lain dalam menumbuhkan kepemimpinan juga terdapat di kegiatan jumat bersih dan jumat berbagi. Pada kegiatan jumat bersih semua siswa dan warga sekolah diharuskan dan diberi tanggung jawab untuk membersihkan seluruh lingkungan sekolah untuk mengajari bagaimana menjadi pemimpin itu harus Sedangkan pada kegiatan jumat berbagi yaitu semua siswa maupun guru diwajibkan membawa satu bungkus nasi untuk dibagi-bagikan kepada yang membutuhkan melalui perwakilan OSIS yang akan langsung turun ke jalan maupun ke suatu tempat untuk membagikan makanan tersebut. Dari kegitan tersebut juga mengajarkan bagaimana pemimpin harus memiliki jiwa kemanusiaan terhadap orang lain. Organisasi Siswa Intra Sekolah yang mulai diberlakukan pada tahun 1970 berfungsi sebagai sarana pembinaan generasi muda, yang ditujukan untuk menyiapkan calon pemimpin bangsa dan pelaku pembangunan nasional. Organisasi ini membekali siswa dengan berbagai kemampuan seperti kepemimpinan, keterampilan praktis, kebugaran fisik, kreativitas, nasionalisme, cita-cita luhur, kepribadian yang kuat, serta akhlak yang mulia. (Asmani, 2012:. Sejak dahulu. SMP Negeri 3 Surabaya telah menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang diwariskan dan terus dilestarikan oleh seluruh warga sekolah. Tradisi positif ini membentuk budaya sekolah yang kuat dan konsisten, sehingga mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki potensi kepemimpinan yang andal. Keberhasilan ini mencerminkan kultur sekolah yang terpelihara dengan baik hingga saat ini. Ada suatu kultur yang dijaga sehigga sampai sekrang SMP Negeri 3 Surabaya mencetak siswa yang berprestasi dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang mumpuni. Sehingga berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti mengangkat judul AuStrategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa di SMP Negeri 3 SurabayaAy. Gedung SMP Negeri 3 Surabaya merupakan salah satu bangunan yang termasuk dalam cagar budaya di Surabaya karena merupakan sekolah tingkat SMP pertama di wilayah Indonesia bagian Timur pada masa penjajahan Belanda yang terletak di Jl. Praban No. 3 Surabaya. Alasan memilih SMP Negeri 3 Surabaya sebagai lokasi penelitian karena jargon dari sekolah tersebut yaitu AuSekolah Kebangsaan Mencetak Pemimpin Masa DepanAy. Sehingga dapat dikatakan bahwa SMP Negeri 3 Surabaya adalah sekolah yang berorientasi untuk meciptakan pemimpin masa depan yang berbudi luhur dan memiliki sikap nasionalisme kebangsaan. METODE Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, terkait strategi sekolah dalam menumbuhkan sikap kepempinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya. Alasan menggunakan pendekatan studi kasus karena pendekatan ini lebih menekankan pada pemahaman yang mendalam mengenai suatu persoalan yang diteliti. Sebagaimana yang diketahui bahwa hakikatnya suatu peristiwa atau fenomena yang kasat mata bukan merupakan suatu fenomena yang nyata . , sehingga pada pendekatan studi kasus pada penelitian ini tepat apabila digunakan untuk mengetahui serta memahami peristiwa maupun fenomena tertentu dalam suatu tempat dan waktu yang tertentu pula. Menurut Robert K. Yin . , studi kasus merupakan suatu bentuk penyelidikan empiris yang dilakukan untuk memahami suatu fenomena dalam situasi kehidupan nyata, terutama ketika garis pembatas antara fenomena yang dikaji dan konteksnya tidak tampak secara jelas, serta ketika penelitian melibatkan penggunaan berbagai sumber data sebagai bukti pendukung. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang berupa hasil observasi, hasil wawancara, dan dokumentasi tentang strategi sekolah dalam menumbuhkan kemampuan kepempinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya. Lokasi penelitian ialah tempat untuk melakukan suatu Penelitian di lakukan di SMP Negeri 3 Surabaya yang beralamatkan di Jl. Praban. No. Genteng. Surabaya. Jawa Timur. Alasan memilih lokasi penelitian di SMP Negeri 3 Surabaya yang mana merupakan salah satu sekolah SMP Negeri 3 Surabaya merupakan sekolah yang memiliki slogan sekolah yaitu AuSekolah Kebangsaan Mencetak Pemimpin Masa DepanAy dengan harapan yaitu sekolah mampu mencetak kader pemimpin di masa depan. Subjek penelitian ini adalah waka kesiswaan, pembina OSIS dan siswa yang sebagai pengurus OSIS. Adapun alasan pemilihan informan tersebut dalam strategi sekolah dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa, bahwa pemimpin tidak hanya berasal naluriah dalam diri sejak lahir tetapi kepemimpinan adalah sebuah proses yang dapat ditumbuhkan sedini mungkin di Sekolah menjadi salah satu tempat yang berpontensi dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa melalui kegiatan-kegiatan sekolah, baik kegiatan ekstrakurukuler, kokurikuler, kegiatan pembiasaan maupun organisasi yang di sekolah. Pemilihan informan Strategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana strategi sekolah dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan hasil data primer. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini merupakan Analysis Interactive Model dari Miles dan Huberman. Seperti yang diungkapkan oleh Miles & Huberman . alam Sugiyono, 2013:. , analisis data kualitatif dilakukan melalui proses yang bersifat interaktif dan berlangsung secara berkelanjutan. Kegiatan ini terus dilakukan sampai informasi yang diperoleh dianggap memadai atau mencapai titik kejenuhan data. Analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi. sesaui dengan slogan sekolah dari SMP Negeri 3 Surabaya. Sekolah yang memiliki nilai historis tinggi ini, dulunya merupakan sekolah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwij. Negeri pertama yang berdiri di kawasan Indonesia Timur. Sekolah tersebut mulai beroperasi sejak tahun 1890 dan berlokasi di Jalan Praban. Surabaya. Sejarah bagaimana dari awal bertujuan mencetak pemimpin masa depan, sehingga hal ini terus menjadi kultur sekolah di SMP Negeri 3 Surabaya. Hal tersebut disampaikan oleh Waka Kesiswaan SMP Negeri 3 Surabaya yaitu Bapak Syahrowi. AuASPEGA ini merupakan salah satu sekolah yang bersejarah di Surabaya. Sekolah ini dulunya atau ada sejak jaman masa penjajahan dan menjadi Sekolah Menengah Pertama yang dulunya itu sebutannya MULO. Dulu SMP 3 dan SMP 4 menjadi satu dan menjadi SMP 1 Surabaya, kemudian setelah itu ada perubahanperubahan hingga akhirnya pisah menjadi SMP 3 dan SMP 4 Surabaya. Ya karena sejarah sekolah yang dari dulu merupakan sekolah yang bisa dikatan sekolah pemimpin karena masih jarangnya sekolah-sekolah yang ada sehinggahal itu menjadikan kultur SPEGA ini merupakan sekolah kebangsaan pencetak pemimpin masa depan, dan juga slogannya yang seperti itu mbakAy. Dari penyampaian oleh Bapak Syahrowi mengenai kultur sekolah sehingga pada saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah memperkenalkan bagaimana sejarah dari SMP Negeri 3 Surabaya karena hal tersebu juga merupakan bagian penting dari pengenalan sekolah. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dilaksanakan selama sepekan pada awal masuk untuk keseluruhan siswa di Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib yang memang harus diikuti oleh seluruh siswa setiap tahun ajaran baru. Dengan kegitan tersebut yaitu proses penumbuhan kemampuan kepemimnan barawal dari keseluruhan siswa yang mengikuti kegiatan MPLS, dimana kegiatan MPLS juga merupakan sarana untuk membantu siswa baru memeperkenalkan program, sarana, dan prasasarana Untuk lebih detailnya tujuan dari MPLS yaitu untuk mengenali potensi diri, membangun hubungan sosial, menumbuhkan sikap positif dan lain sebagainya. dalam menumbuhkan sikap postif terdapat impact yaitu penumbuhan kemampuan kepemimpinan dari berbagai rangkaian kegiatan MPLS yang dilakukan dan tentu saja dari materi maupun pemateri yang juga terdapat beberapa veteran-vetaran Surabaya, tokoh pemimpin dan pahlawan HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini strategi sekolah dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya diantaranya yaitu : . pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti oleh keseluruhan siswa sebagai program wajib, . perekrutan kepengurusan organisasi siswa yang ketat melalui sistem seleksi dua tahap, . pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang melibatkan praktisi eksternal sekolah, dan . pelibatan pengurus OSIS dalam ikut bertanggung jawab pada kegiatan sekolah. Faktor pendukung dalam penumbuhan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya yaitu komitmen kepala sekolah, guru yang berpengalaman, kerja sama dengan pihak eksternal sekolah, dan dukungan orang tua. Faktor penghambat dalam penumbuhan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya yaitu kesulitan siswa dalam membagi waktu antara pemebelajaran sekolah dengan kegiatan di luar pembelajaran dan kurangnya minat dan motivasi dalam diri siswa. Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang Diikuti oleh Keseluruhan Siswa sebagai Program Wajib Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan awal tahun ajaran baru yang dilaksanakan oleh siswa sisi yang baru memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini diadakan untuk siswa baru agar lebih mengenal sekolah. SMP Negeri 3 Surabaya yang merupakan sekolah kebangsaan pencetak pemimpin masa depan, hal tersebut seirama Kajian Moral dan Kewarganegaraan (S. Volume 13 Nomor 4 Tahun 2025, 379 Ae 393 Surabaya yang juga turut serta sebagai pemateri dalam kegiatan MPLS. Seperti yang disampaikan oleh Ketua OSIS SMP Negeri 3 Surabaya. Ananda Nizam dari kelas AuAKegiatan MPLS ini OSIS terlibat dalam penyampaian materi tentang edukasi SMP Negeri 3 Surabaya. Penyampaian materi ini dari OSIS, guru, dan juga kami mendatangkan pemateri dari beberapa tokoh pemimpin atau pahlawan Surabaya. Materi-materinya seperti kegiatan 6S, tepuk-tepuk, dan lain-lain yang diberikan oleh OSIS, sedangkan guru memberkan materi berupa wawasan wiyata mandala, dan dari veteran Surabaya kepemimpinan seorang pahlawan. Sehingga dalam kegiatan MPLS ini guru. OSIS, maupun pihak veteran Surabaya bekerja sama dalam berjalannya MPLS, saling berbagi tugas, seperti ada kakak gugus (Siswa OSIS yang menjaga kelas peserta MPLS). Dengan kegiatan ini harapan saya semoga siswa-siswi baru SMP Negeri 3 Surabaya lebih mengenal sekolah kita ini. Ay Menurut penyampaian oleh Ketua OSIS SMP Negeri 3 Surabaya dapat disimpulkan bahwa setiap aktivitas sekolah itu selalu melibatkan siswa. Dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa-siswinya yaitu dengan aktivitas yang dilakukan oleh siswa, dan salah satunya yaitu dari kegiatan OSIS. Dimana saat setiap kegiatan sekolah tentu saja ada OSIS sebagai penggerak atau pembantu sekolah dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan Kepemimpinan dalam sekolah tidak hanya guru memberikan atau menyampaikan sesuatu agar siswanya bisa tetapi bagaimana guru tersebut menggunakan siswa agar siswa itu memiliki kepemimpinnya sendiri. Sehingga dapat dikatakan OSIS juga bagian dari siswa, karena mulai proses masuk sekolah dengan diberikan kegiatan MPLS yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi baru dan dilanjutkan dengan OSIS yang juga siswa dalam sekolah tersebut mengkoordinir berbagai kegiatan-kegiatan sekolah. Sehingga dari awal tersebut sudah melakukan proses pelibatan OSIS dalam setiap kegiatan-kegiatan sekolah. Pelibatan OSIS dalam ikut serta bertanggung jawab di kegiatan sekolah artinya OSIS merupakan bagian dari sekolah dan OSIS juga merupakan sarana untuk memicu dalam menumbukan kemampuan kepemimpinan siswa di Sekolah dapat dipresentasikan oleh kepala sekolah serta jajarannya dan OSIS juga bagian dari siswa di sekolah. Organisasi Siswa Intra sekolah (OSIS) adalah satu-satunya organisasi yang ada di sekolah yang merupakan salah satu upaya dalam pembinaan kesiswaan. OSIS di sekolah memiliki peranan yang cukup penting, diantaranya yaitu sebagai wadah dalam melatih kepemimpinan siswa melalui ekstrakurikuler. OSIS berperan sebagai pemicu tumbuhnya motivasi, keterlibatan aktif dalam bertindak, serta menjadi penggerak berbagai aktivitas yang diarahkan untuk meraih tujuan bersama. OSIS juga harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dan menyelesaikan persoalan perilaku menyimpang siswa. Sehingga dari sini juga bisa disimpulkan bahwa OSIS juga bagian dari sekolah yang dimana OSIS adalah dari siswa di sekolah tersebut. Perekrutan Kepengurusan Organisasi Siswa yang Ketat melalui Sistem Seleksi Wawancara Dua Tahap OSIS, atau Organisasi Siswa Intra Sekolah, secara formal merupakan lembaga organisasi siswa yang legal dan diakui keberadaannya di lingkungan sekolah dalam sistem pendidikan Indonesia. Keberadaan OSIS telah disahkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sejak tanggal 21 Maret 1970. Maka dari itu sekolah wajib membentuk OSIS yang tujuannya yaitu sebagai penggerak siswa untuk aktif berkontribusi di sekolah. Organisasi ini mulai ada di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan dilanjut di sekolah menengah atas (SMA). Di bangku Sekolah Dasar tidak memiliki OSIS karena OSIS merupakan organisasi siswa yang lebih sesuai untuk siswa tingkat SMP dan SMA/SMK. Tujuan dari OSIS yaitu untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, organisasi , dan kerjasama siswa yang biasanya sudah lebih matang pada usia SMP dan SMA. Selain itu, kegiatan OSIS bisa menjadi beban yang berat bagi anak SD yang masih fokus pada pembelajaran dasar dan bermain. OSIS diakui oleh pemerintah dan memiliki peran penting pembinaan kesiswaan di sekolah. Peran penting OSIS dalam sekolah ialah mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah dan juga sebagai sarana pengembangan potensi diri bagi siswa. Struktus keorganisasian OSIS terdiri dari Pembina yang berasal dari guru yang ada dalam sekolah tersebut dan pengurus OSIS yang berasal dari siswa dari sekolah tersebut dan dipilih juga oleh siswa yang ada dalam sekolah tersebut. Kaderisasi perekrutan pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekola. merupakan proses yang bertujuan untuk meyeleksi dan pengangakatan calon pengurus OSIS untuk periode berikutnya. Setiap tahun sekolah selalu melakuan kaderisasi perekrutan pengurus OSIS baru untuk menggantikan pengurus OSIS yang sudah purna atau dinyatakan lulus dari sekolah, sehingga proses kaderasasi perektrutran pengurus OSIS selalu mengalami perguliran pengurus OSIS. Hal tersebut diungkapkan oleh Bapak Baskoro Dwi Cahyo selaku Pembina OSIS SMP Negeri 3 Surabaya sebagai berikut. Strategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa AuAPerekrutan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah atau biasa kita sebut OSIS di sini kita lakukan terbuka, jadi maksudnya siapapun boleh mendaftar, tetapi proses perekrutan biasanya kita buka pada tahun ajaran baru dan kita tujuakan pada anak-anak kelas 7 sebagai penerus pengkaderan OSIS yang telah purna. Ay Melalui penjelasan dari Bapak Baskoro tersebut maka dapat disimpulkan bahwasanya proses perekrutan pengurus OSIS ini tidak ada paksaan maupun larangan dari pihak manapun. perekrutan pengurus OSIS yaitu sebagai proses pergantian atau perguliran pengurus OSIS yang dimana tujuannya agar OSIS dalam sekolah tersebut tetap ada dan terus berkembang untuk lebih baik. Pada penuturan perekrutan OSIS dilakukan secara terbuka memiliki tujuan untuk memilih siswa yang memiliki kemauan serta potensi kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, dan kualitas kepribadian baik lainnya untuk menjalankan tugas kpengurursan OSIS. Dengan masuk ke dalam OSIS tentu saja memiliki pengalaman dan kemampuan yang lebih dibandingkan dengan anak yang kurang beruntung bisa lolos dan masuk dalam kaderisasi perekrutan pengurus OSIS. Selama menjabat sebagai pengurus OSIS maka akan banyak melakukan kegiatan sekolah yang di dalamnya selalu terlibat pengurus OSIS untuk mengurusi suatu kegiatan agar berjalan dengan baik dan lancar. Secara fungsional OSIS berfungsi sebagai alat pembantu sekolah dalam memajukan atau menjalankan kegiatan-kegiatan yang ada dalam sekolah tersebut. Seperti apa yang telah dituturkan oleh Bapak Syahrowi mengenai OSIS adalah salah satu ujung tombak kesuksesan program sekolah, maka diharapkan dengan mengikuti OSIS atau aktif sebagai anggota OSIS akan memiliki pengalaman yang lebih banyak, belajar berpikir kritis, berkomunikasi, dan juga mental yang terlatih dalam menghadapi masalah atau tuntutan dalam suatu kegiatan. Tahapan-tahapan kaderisasi atau perekrutan pengurus OSIS di SMP Negeri 3 Surabaya dimulai dari pendaftaran. Siswa yang berminat menjadi calon pengurus OSIS bisa mendaftarkan diri ke panitia, dimana panitia tersebut adalah dari anak-anak oengurus OSIS itu sendiri yang bertugas sebagai panitia kaderisasi perekrutan pengurus OSIS. Setelah waktu pendaftaran hingga penutupan pendaftaran ditutup, maka tahap yang selanjutnya adalah Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Almer Nizam Pratama dari kelas 8I sebagai Ketua OSIS SMP Negeri 3 Surabaya. AuATahapan pertama dalam perekrutan pengurus OSIS baru itu tentu saja dimulai dari pendaftaran kak, nanti setelah waktu yang telah kita berikan untuk bisa mendaftar habis tahap selanjutnya kita lakukan wawancara, dan yang bertugas mewawancarai ini dari pengurus OSIS kelas 9 Kemaren yang mendaftar itu sekitar 125 anak kemudian yang kita ambil atau yang nantinya akan lolos itu dipilih 35 anak. Semuanya full dari kelas 7 karena memang perekrutan ini ditujukan untuk menggantikan pengurus OSIS dari kelas 9 yang nantinya akan purna. Ay Dari yang disampaikan oleh Nizam. Ketua OSIS SMP Negeri 3 Surabaya maka bisa diambil kesimpulan bahwa perekrutan pengurus OSIS baru yang ada di SMP Negeri 3 Surabaya tersebut menggunakan proses perekrutan terstruktur karena diawali dengan pendaftaran dan dilanjut dengan tes berupa tes wawancara. Peminat yang juga banyak bisa diartikan bahwa siswa-siswi SMP Negeri 3 Surabaya memiliki ketertarikan dan kemauan yang tinggi sebagai pengurus OSIS di sekolah. Proses perekrutan ini juga bertujuan sebagai proses untuk mencari pengganti atau pengurus baru yang nantinya menggantikan pengurus OSIS dari kelas 9 yang akan purna tugas. Tes wawancara yang juga dilakukan dalam dua tahap. Yaitu wawancara pertama dilakukan oleh pengurus OSIS inti dari kelas 9 kemudian hasil dari tes wawancara tersebut diserahkan kepada guru yang berwenang dalam perekrutan pengurus OSIS. Seperti yang disampaikan oleh Pembina OSIS. Bapak Baskoro. AuAJadi saya tambahkan ya, setelah pendftaran itu baru ketika sudah terkupul beberapa, kemudian baru dilakukan seleksi sama teman-teman OSIS terlebih dahulu, sama anggota-anggotanya itu sama panitia diseleksi dulu, setelah tersaring beberapa mungkin sudah yang terbaik, setelah itu ada wawancara ke dua. Wawancara kedua itu yang akan diwawancarai diseleksi lagi oleh Bapak dan Ibu guru. Bapak dan Ibu guru ini yang bertugas yaitu teman-teman staf dari kesiswaan. Seperti itu, jadi terstruktur nantinya, sama seperti pemilihan calon ketua OSIS juga sama. Ay Dari hasil wawancara tersebut perekrutan pengurus OSIS tidak serta-merta dengan mendaftar bisa langsung lolos tetapi juga melalui seleksi tes wawancara yang dilakukan secara dua tahap. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan juga sesuai untuk menilai kemampuan komunikasi dan ekspresi diri calon pengurus OSIS, selain itu juga bisa menggali informasi tentang pengalaman, minat, dan motivasi calon pengurus OSIS. Selanjutnya juga bisa menilai kemampuan berpikir kritis dan pengambilan Keputusan, melihat kepribadian dan sikap calon pengurus OSIS serta menentukan kesesuaian calon pengurus dengan visi dan misi OSIS. Dengan wawancara juga membantu panitia seleksi memahami lebih baik tentang calon pengurus dan memilih yang paling sesuai Kajian Moral dan Kewarganegaraan (S. Volume 13 Nomor 4 Tahun 2025, 379 Ae 393 untuk posisi yang tersedia. Kemudian dengan dua kali tahap wawancara juga memperketat bagaimana proses perekrutan tersebut dilakukan. Hasil tersebut kemudian diolah oleh guru yang berwenang dalam proses perekrutan dan dilakukan tes wawancara tahap kedua oleh guru yang bertugas dalam proses perekrutan tersebut. Setelah itu Dari hasil wawancara tersebut perekrutan pengurus OSIS tidak sertamerta dengan mendaftar bisa langsung lolos, tetapi juga melalui seleksi tes wawancara yang dilakukan secara dua Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan juga sesuai untuk menilai kemampuan komunikasi dan ekspresi diri calon pengurus OSIS, selain itu juga bisa menggali informasi tentang pengalaman, minat, dan motivasi calon pengurus OSIS. Selanjutnya juga bisa menilai kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan, melihat kepribadian dan sikap calon pengurus OSIS serta menentukan kesesuaian calon pengurus dengan visi dan misi OSIS. Dengan wawancara juga membantu panitia seleksi memahami lebih baik tentang calon pengurus dan memilih yang paling sesuai untuk posisi yang tersedia. Kemudian dengan dua kali tahap wawancara juga memperketat bagaimana proses perekrutan tersebut dilakukan. Dengan dilibatkannya guru dalam ikut serta proses perekrutan maka harapannya tentu saja agar dari seleksi tersebut menghasilkan calon pengurus OSIS yang berkompeten dan sesuai dengan kriteria pengurus OSIS yang Setelah tahap penyeleksian dengan dua kali seleksi wawancara, selanjutnya ialah pengumuman hasil kelolosan pengurus OSIS baru di SMP Negeri 3 Surabaya. Hasil pengumuman diberikan secara tertulis dan ditempel di papan pengumuman sekolah. Hasil recruitment dari 125 pendaftar calon pengurus OSIS dipilih 35 calon pengurus OSIS yang dinyatakan lolos seleksi. Setelah proses perekrutan pemilihan anggota atau pengurus OSIS sudah dilaksanakan dan diumumkan melalui pengumuman tertulis, maka selanjutnya dilakukan pemilihan ketua OSIS SMP Negeri 3 Surabaya. Pemilihan ketua OSIS juga dilakukan secara terstruktur, sistematis dan ketat. Hal ini dilakukan karena untuk tujuan mendapatkan atau menghasilkan ketua OSIS yang memang berkompeten dari calon-calon ketua OSIS yang baik akan terpilih yang satu yang terbaik. Mulai dari pendaftaran sudah terlihat antusias pendaftar sebagai calon ketua OSIS. Seperti yang telah disampaikan oleh Nizam sebagai ketua OSIS terpilih bahwasannya perekrutan pengurus OSIS bersifat terbuka, tidak harus dari anak-anak yang terlihat mampu tapi yang kelihatan mau. Karena yang mampu jika tidak mau juga akan percuma, tidak akan berjalan baik. Sedangkan yang mau akan melatih dirinya untuk mampu dan berkembang menjadi bai. Hal ini sejalan dengan kepemimpinan itu bisa ditumbuhkan oleh diri sendiri dengan kemauan dan Pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang melibatkan Praktisi Eksternal Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa merupakan salah satu bentuk Upaya untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan di sekolah yang kelak bisa dijadikan bekal, salah satunya yaitu dalam mencetak pemimpin masa depan yang memiliki kompeten, berintegritas, dan memiliki daya Acara Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa ini adalah suatu hal penting dalam mempersiapkan para peserta didik untuk dapat menumbuhkan jiwa kepempinan dan juga untuk mengambil peran dalam kepemimpinan yang ada di sekolah. Kegiatan ini dilakukan rutin pada setiap tahunnya dengan tujuan mengembangkan sumber daya siswa dan juga sebagai cara untuk mengenalkan siswa kepada konsep-konsep organisasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Bapak Baskoro selaku Pembina OSIS SMP Negeri 3 Surabaya sebagai berikut. AuAKegiatan LDKS ini kita lakukan setiap tahun pada bulan agustus sampai September. Untuk tempat itu juga kondisional, kadang Dinas Pendidikan itu tidak memperbolehkan keluar dari sekolah kadang juga memperbolehkan, tetapi masih dalam lingkup Kota Surabaya. Jadi Dinas Pendidikan sendiri memberikan informasi bahwasannya kalau memang membikin LDKS itu sebisa mungkin memanfaatkan fasilitas dari Pemkot Surabaya, seperti kayak yang di Kenjeran ap aitu Kenpark ya?, kemudian Hutan Mangrove. Cuma kemaren itu kita pakai yang di Notherdam. Wisata Bukit Mas Surabaya itu letaknya dekat UNESA yang di Lidah. Ay Dari apa yang Bapak Baskoro sampaikan mengenai kegiatan LDKS dari SMP Negeri 3 Surabaya tersebut dilakukan di sekolah atau di luar sekolah sesuai dengan izin yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Karena tujuan utama dari LDKS adalah menumbuhkan kemampuan kepemimpinan maka dari hal sederhana apapun bisa belajar bagaimana memimpin dan dipimpin. Kota Surabaya memiliki berbagai fasilitas yang tentu saja harus dimanfaatkan terutama oleh masyarakat Kota Surabaya itu sendiri. Dengan menggunakan fasilitas yang ada tentu saja ikut andil memajukan fasilitas yang sudah dibentuk dan disediakan oleh Pemkot Surabaya. Sehingga alasan dari Dinas Pendidikan yang menyarankan untuk menggunakan fasilitas di Kota Surabaya dan tidak ke luar kota salah satunya yaitu untuk kemajuan Kota Surabaya. Dalam kegiatan LDKS biasanya terdapat pemberian materi, praktek kerja sama maupun paktek kepemimpinan. LDKS di sekolah merupakan tahapan yag harus dilalui Strategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa siswa sebelum akhirnya dilantik menjadi pengurus. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya oleh SMP Negeri 3 Surabaya sebagai salah satu jalur pembinaan siswa dan juga sudah menjadi program tahunan yang sudah dioragnisir oleh pihak sekolah. Pada tahun 2024 SMP Negeri 3 Surabaya melaksanakan kegiatan LDKS di Northerdam. Wisata Bukit Mas Surabaya. Tetapi pada tahun sebelumya. LDKS dilakukan penuh di sekolah karena tidak diberikannya izin oleh dinas pendidikan. Hal ini bukan menjadi pengahalang yang berarti, karena dimanapun tempat dilakukankanya LDKS memiliki satu tujuan untuk memberikan berorganisasi dan mengarahkan potensi kepemipinan. Pada tahun lalu LDKS SMP Negeri 3 Surabaya dilaksanakan 2 hari, satu hari pertama dilakukan pembekalan dengan memberikan materi-materi oleh Bapak Ibu Guru SMP Negeri 3 Surabaya. Selang satu hari kemudian dilaksanakan LDKS di luar. Tujuan dari LDKS ini yaitu untuk lebih berani dalam menyampaikan pendapat dan berbicara di depan umum, serta memiliki karekteristik seorang pemimpin yang berani, bijaksana, berintelektual dan memiliki keterampilan pemahaman berorganisasi yang lebih baik dan benar. Sehingga untuk menambah materi dan penguatan pelatihan LDKS maka SMP Negeri 3 Surabaya bekerja sama dengan pihak eksternal sekolah. SMP Negeri 3 Surabaya bekerja dengan trainer dari Power Inspiration Training Center. Hal ini diungkapkan oleh Amel sebagai sekretaris OSIS SMP Negeri 3 Surabaya. AuAKalau untuk kegiatan LDKS yang di luar sekolah kemaren pematerinya ada dari Bapak Ibu guru SPEGA dan bekerjasama dengan pihak luar Jadi ada trainer luar yang juga memeberikan materi-materi tambahan dan kegiatan outbound juga beberapa dihandle oleh Untuk trainernya dari Power Inspiration Training Center, ini ada websitenya nanti saya kirim aja ya kak. Kalau untuk materi yang diberikan itu mengenai kepemimpinan, mindset leader, kerja sama, kunci kesuksesan kerja sama, organisasi dan yang terakhir kita outbound. Outbound ini kita dilatih untuk kerja sama antar tim, dan juga kekompakan, begitu kak. Ay Dengan dilakukannya kegiatan LDKS di luar sekolah tentu saja memberikan kesan kepada siswa-siswi pengurus OSIS karena mereka akan belajar dan menambah wawasan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi pengurus OSIS merupakan salah satu jalur pembinaan yang difokuskan pada kompetensi individu. OSIS memiliki tujuan yang utama yaitu mengembangkan jiwa kepemimpinan siswa. Kepimimpinan yang dimkasud bukanlah suatu jabatan melainkan sebagai cara pengembngan diri dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Program LDKS memiliki tujuan memberikan bekal kepada pengurus OSIS yang nantinya akan menjadi pemimpin seluruh anggota OSIS di lingkup sekolah. Dilaksankannya kegiatan LDKS memiliki tujuan untuk memberikan pelatihan kepada siswa agar dapat mengasah jiwa kepemimpinna yang dimilikinya. Selain itu tujuan lainnya yaitu untuk meningkatkan kempuan dalam berorganisasi, meningkatkan dan mengarahkan potensi kepemimpinan yang ada dalam dirinya. Hal ini disampaikan oleh Pembina OSIS. Bapak Baskoro Dwi Cahyo mengenai tujuan dilakukannya kegiatan LDKS sebagai berikut. AuATujuan LDKS ini karena memang anak-anak ini sudah terpilih, terpilih sebagai anggota OSIS, di situ anak-anak benar-benar ditumbuhkan rasa jiwa kepemimpinannya. Jadi nanti kalau memang sudah terpilih maka anak-anak yang dipilih akan ditumbuhkan jiwa kepemimpinannya. Belajar organisasi seperti apa, karena memang masih baru belum mengenal organisasi. Bagaimana bekerja sama dengan tim, menyelesaikan masalah, setelah itu juga sama berfikir kritis ketika di organisasi, seperti itu mbak. Ay Dengan dilakukannya kegiatan LDKS oleh SMP Negeri 3 Surabaya yaitu tujuan utamanaya untuk menumbuhkan kemampuan atau jiwa kepemimpinan setiap individu. Belajar berorganisasi, bekerja sama dengan tim, menyelesaikan masalah dan juga belajar berfikir kritis. Harapan dari kegiatan LDKS adalah impact untuk siswa-siswi itu sendiri. Harapan untuk lebih mandiri, bertanggung jawab atas dirinya sendiri maupun kelompok, memiliki jiwa kepemimpinan, bisa berpikir kritis dan juga tanggap dalam segala hal. Semua harapan tersebut adalah harapan positif yang diharapkan bisa terwujud dengan adanya atau dengan dilakukannya kegitan LDKS. Setiap kegiatan yang dimaksudkan untuk hal yang baik tentu ditujukan untuk kebaikan bersama. Belajar menumbuhkan jiwa kepemimpinan melalui LDKS juga termasuk proses belajar kelak menjadi pemimpin yang baik dan berintegritas. Sehingga LDKS juga memberikan manfaat bagi siswa maupun guru, terlebih bagi siswa-siswi itu sendiri. Karena belajar berorganisasi tidak bisa sematamata didapatkan dalam kegiatan belajar mengajar saat pembelajaran sekolah, tetapi pada dasarnya belajar berorganisasi bisa didapatkan melalui kegiatan yang nantinya kita dapatkan dari suatu pengalaman. Kajian Moral dan Kewarganegaraan (S. Volume 13 Nomor 4 Tahun 2025, 379 Ae 393 Pelibatan Pengurus OSIS dalam Ikut Bertanggung Jawab Kegiatan Sekolah Pada setiap masa kepengurusan. OSIS senantiasa merancang dan melaksanakan program-program konkret sebagai bentuk upaya untuk mengembangkan potensi serta mendorong kreativitas para siswa dan siswi SMP Negeri 3 Surabaya. Berbagai aktivitas tersebut diselenggarakan di luar jam pelajaran sebagai sarana untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap kepemimpinan siswa. Pelaksanaan kegiatan OSIS mencakup bentuk kokurikuler maupun ekstrakurikuler, yang seluruhnya dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan arah dan tujuan kegiatan selaras dengan visi Hal ini disampaiakan oleh Bapak Muhammad Syahrowi selaku Waka kesiswaan SMP Negeri Surabaya. AuAAnak-anak OSIS ini sebagai ujung tombak kesuksesan dari program-program sekolah, mereka lebih terbiasa mengatur kegiatan-kegiatan sekolah sehingga pengalaman yang mereka miliki tentu saja juga berbeda dengan anak yang tidak Ay Seperti yang telah diungkapkan oleh Bapak Syahrowi mengenai pelibatan OSIS dalam kegiatan sekolah. Tentu banyak kegiatan sekolah yang dimana OSIS sebagai pembantu pelaksana maupun penggerak kegiatan sekolah. Hal ini disampaikan oleh Nizam sebagai Ketua OSIS SMP Negeri 3 Surabaya. AuAJadi kalau misalkan melibatkan banyak anakanak misalnya itu setelah ujian akhir semester gitu Mungkin memperingati hari-hari besar kita kadanngkadang bisa bikin event buat anak-anak berlomba gitu, ikut kegiatan. Classmeeting itu acaranya setelah ujian niatnya kita kan mengasih rehat anak-anak buat anak-anak refresh gitu kan. Kalau dari kegiatannya ada lomba-lomba banyak dan berhadiah, sehingga membuat anak-anak itu termotivasi dan semakin tahu lah, bagaimana melihat cara pandangnya mengenai OSIS itu bisa membuat dan menyiapkan event-event ini dan mungkin kalau untuk yang masih kelas 7 bisa kedepannya termotivasi untuk ikut daftar OSIS. Ay Jadi setiap selesai ujian semester satu maupun semester dua OSIS SMP Negeri 3 Surabaya selalu membuat kegiatan classmeeting dimana tujuannya yaitu mengisi waktu dan memberikan kegiatan yang menarik setelah dilakukannya ujian. Dengan kegiatan classmeeting yang pada dasarnya kegiatan di luar pembelajaran siswasiswi akan tertarik dan merasa senang. Banyak diberikan lomba-lomba yang berhadiah tentu membuat siswa-siswi lebih termotivasi lagi dalam mengikuti kegiatan classmeeting yang diberikan oleh OSIS. Selain kegiatan classmeeting tentu saja masih banyak kegiatan penurus OSIS yang ikut serta bertanggung jawab dalam kegiatan Dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat. OSIS dapat menjadi wadah yang efektif untuk mengembangkan potensi siswa dan memajukan sekolah. OSIS akan terlihat maju dengan adanya ide-ide kreatifnya dalam membuat dan menjalankan kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah. Sekolah yang tidak memiliki kegiatan tentu akan kurang diminati karena dengan adanya kegiatankegiatan bisa menjadi cara promosi atau branding sekolah. Tentu OSIS juga berperan penting, sehingga OSIS dapat dikatakan sebagai ujung tombak sekolah karena memang perannya yang sangat penting dalam pelibatan kegiatankegiatan sekolah. OSIS sendiri tentu saja juga memiliki program tahunan yang sudah dirancang dan akan dilaksankan pada setiap tahunnya. Program yang tidak pernah terlewat salah satunya adalah pelatihan atau pengarahan petugas upacara bendera. Hal ini disampaikan oleh Amel sebagai sekretaris OSIS SMP Negeri 3 Surabaya. AuAIya kak upacara sekolah juga tentu saja melibatkan OSIS, karena mulai dari pemimpin upacara, protokol, pembawa naskah Pancasila, pembaca teks Pembukaan UUD 1945. Pembaca doa, dan pemimpin pasukan, pengibar bendera itu dari kita, tetapi setiap minggunya kita ada pergantian petugas, setiap kelas mendapat jadwal untuk menjadi petugas dan itu juga dari kita kak yang mengajari atau mengarahkan. Ketika upacara peringatan hari besar biasanya diambil dari OSIS dan berkolaborasi dengan guru, seperti itu kak. Ay Dengan demikian. OSIS dapat berperan aktif dalam kegiatan upacara dan membantu meningkatkan kesadaran dan rasa nasionalisme siswa serta menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab. OSIS sebagai contoh dan panutan oleh siswa-siswi di sekolah sehingga pengurus OSIS harus mampu memberikan teladan yang Selain kegiatan umun yang ada dalam sekolah OSIS SMP Negeri 3 Suarabaya juga membuat program sebagai hiburan atau wadah aspirasi siswa-siswi. Program Spega Voice ini dirancang dan dijalankan oleh pengurus OSIS SMP Negeri 3 Surabaya yang bertujuan untuk mengisi waktu istirahat di sekolah dengan kegiatan yang Setiap waktu istirahat selalu ada kegiatan yang nantinya bisa di dengar melalui radio kelas yang terpasang di setiap sudut ruang kelas. Jadwal yang dibuat pengurus OSIS juga bervariasi agar setiap harinya ada perubahan topik. Pada hari senin jadwalnya AuNgobrol Bareng Sang BintangAy, artinya dari pihak OSIS selalu tahu Strategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa informasi dan selalu mencari informasi mengenai hasilhasil kejuaran yang diperoleh oleh siswa-siswi SMP Negeri 3 Surabaya. Pengurus OSIS akan mengundang teman-temannya yang sudah menorehkan prestasi dan diwawancarai di ruang siaran, sehingga seluruh siswa-siswi bisa mendengarkan cerita anak-anak yang telah mendapatkan penghargaan atau memenangkan perlombaan. Hari selasa dengan jadwal memutarkan lagu-lagu sesuai keinginan anak-anak yang dikirimkan melalui media social berupa Instagram Spega Voice. Pada hari rabu dengan tema salam sapa untuk siswa maupun guru, selanjutnya hari kamis dengan tema AuNews Talk SpegaAy yang membahas informasi kegiatan-kegiatan di SMP Negeri 3 Surabaya. Terakhir untuk hari jumat membahas berita di dunia dengan Bahasa Inggris karena pada hari jumat diadakan progam English Friday, dimana pada hari jumat diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris dalam kegiatan di sekolah. Selain itu tentu ada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang biasanya diadakan pada tahun ajaran baru. Pengurus OSIS bertugas merancang kegiatan dan berpartisipasi sebagai pelaksa kegiatan, tentu dengan bimbingan dan arahan dari guru. Setiap kegiatan yang telah dilaksanakan oleh OSIS tentu memiliki harapan agar kegiatan yang dilaksanakan bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Tetapi pada kenyataannya tentu ada saja halangan atau hambatan yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan. Sehingga setelah terlaksananya kegiatan selalu ada kegiatan evaluasi oleh pengurus-pengurus OSIS. Hal ini disampaikan oleh Nizam sebagai Ketua OSIS. AuASetelah mengadakan event kita selalu mengadakan evaluasi, jadi kalau ada yang kurang-kurang gitu bisa jadi bahan evaluasi. Setiap event kan ada koordinator, ada sie dokumentasi, kegiatan, perlengakapan, dan lainlain, jadi kalau ada yang kurang-kurang dari situ kita evaluasi sehingga event selanjutnya bisa lebih Ay Evaluasi merupakan proses penting untuk menilai kinerja, evektivitas, atau pencapaian suatu kegiatan. Dengan melakukan evaluasi, kita dapat mengetahui sejauh mana pencapaian tujuan, mengidentifikasi kelemahan dan mengambil Langkah-langkah perbaikan yang tjuannya utuk menigkatkan kualitas kegiatan di masa depan. Dengan melakukan evaluasi kegiatan MPLS, pengurus OSIS maupun sekolah dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan kegiatan tersebut, serta dapat memperbaiki dan meningkatkan kualiats kegiatan MPLS di kedepannya. Dalam pengkaderan OSIS di SMP Negeri 3 Surabaya terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat. Faktor-faktor tersebut bisa muncul dalam diri siswa maupun dari pihak luar seperti orang tua ataupun fasilitas Pelaksanaan pengkaderan OSIS di SMP Negeri 3 Surabaya cukup ketat karena tujuannya juga memaksimalkan potensi dalam diri siswa. Semua kegiatan yang ada di sekolah baik yang berkaitan dengan OSIS atau dengan yang lainnya tidak terlepas dari peran guru sebagai faktor pendukung. Hal ini disampaikan oleh Bapak baskoro selaku Pembina OSIS. AuAAlhamdulillah ya kita didukung oleh sekolah, mulai dari kepsek, waka, staf semua mendukung kegiatan ini. Jadi alhamdulillah LDKS, pengkaderan OSIS, kegiatan-kegiatan OSIS lainnya juga berjalan lancar dengan faktor-faktor Ay Kepala sekolah memiliki peran penting dalam pengkaderan OSIS sebagai penentu kebijakan, pengawan, dan juga sebagai motivator. Mereka memberikan bimbingan, fasilitas, dan dukungan agar OSIS dapat menjalankan program-programnya dengan baik, serta menciptakan kader-kader yang berkualitas. Secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai pemimpin suatu sekolah, dimana diselenggarakan proses belajar mengajar yang terjadi interaksi antara guru yang memberikan Pelajaran dan siswa sebagai penerima Keberhasilan sekolah sangat tergantung pada bagaimana kepemimpinan kepala sekolah, sehingga hal ini juga berkaitan dengan kepala sekolah sebagai faktor pendukung dalam pengkaderan OSIS. Hal tersebut juga disampaikan oleh waka kesiswaan sebagai berikut. AuAFaktor pendukungnya itu banyak mbak, mulai dari kita di dukung oleh kepala sekolah, dukungan atau kerja sama dengan instansi luar seperti contohnya kita bekerja sama dengan trainer luar untuk menambah wawasan dan materi anak-anak juga itu mbak, kemudian dukungan orang tua. Orang tua yang tidak memberikan dukungan itu yang jadi penghambat, ditambah kultur sekolah yang positif mauapun guru-guru di sisni yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam mengembangkan kepemimpinan, jadi seperti itu Ay Sesuai dengan apa yang telah Bapak Syahrowi sampaiakan tersebut, faktor-faktor pendukung dalam pengkaderan OSIS yang pertama yaitu kepala sekolah. Dukungan berpengaruh dengan pengkaderan OSIS maupun dengan kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. Selain kepala sekolah, dukungan dari orang tua wal murid siswa juga memiliki Faktor Pendukung dan Penghambat dalam pengkaderan OSIS di SMP Negeri 3 Surabaya Kajian Moral dan Kewarganegaraan (S. Volume 13 Nomor 4 Tahun 2025, 379 Ae 393 peran penting dalam proses pengkaderan OSIS. Guru yang berkompeten, kerja sama dengan pihak eksternal sekolah dan kultur sekolah yang positif dapat mendukung kegiatan Untuk meningkatkan faktor pendukung ada beberapa strategi yang sekolah terapkan. Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Syahrowi. AuAStrategi ya mbak, bisa dengan meningkatkan komunikasi dengan orang tua, membuat kegiatankegiatan yang mendukung pengembangan kepemimpinan, kita juga harus menghargai kemampuan kepemimpinan siswa, jadi semisal meraka berani memberikan ususlan, memberikan pendapat, kita hargai, kita olah, kita musyawarahkan dengan begitu anak akan lebih percaya diri dan berani berpendapat. Selain itu kita selalu membangun jaringan dengan lembaga lain seperti yang tadi sudah saya sampaikan kita bekerja sama dengan trainer dalam kegiatan LDKS kemaren. Ay Untuk meningkatkan dan mempertahankan faktor pendukung dalam pengkaderan OSIS di SMP Negeri 3 Surabaya menurut yang telah disampaikan tersebut yaitu pengembangan kepemimpinan, mengakui dan menghargai kemampuan kepemimpinan siswa, dan terus menjalin Kerjasama dengan pihak eksternal sekolah dalam menambah wawasan siswa. Selain adanya faktor pendukung, tentu ada faktor penghambat dalam pengkaderan OSIS. Hal ini disampaikan oleh Bapak Baskoro selaku Pembina OSIS. AuAKalau penghambat itu anak-anak yang sebenarnya kita lihat itu mampu tetapi anak ini enggan mendaftar, karena males ribet. Mungkin karena anak ini anak yang introvert, yang tidak terbuka dengan temannya. Sebenarnya bapak ibu guru maupun temannya juga memberi tahu. Ada beberapa contoh yang awalnya tidak ikut tidak tertarik kemudian dia mau. Tetapi ada juga yang tetap tidak ikut, itu juga ada, ya karena ada faktor lain lagi. Ay Bapak Syahrowi selaku Waka Kesiswaan SMP Negeri 3 Surabaya juga turut menyampaiakan. AuAfaktor penghambatnya itu salah satunya anak yang tidak berminat, tidak ada motivasi, orang tua yang tidak mengizinkan, kemudan waktu kesibukan dia yang harus les dan lain-lain, dan tidak siap untuk menerima tanggung jawab karena kalau ikut OSIS itu harus siap mental harus bisa membagi waktu anatara kegiatan dan sekolah, harus siap datang paling pagi, lpulang paling sore karena mungkin ada rapat, atau kegiatan yang melibatkan OSIS kemudian terkadang harus merelakan waktu libur demi mengurusi atau mempersiapkan kegiatan. Jadi mungkin seperti itu Ay Menurut yang telah disampaika oleh Pembina OSIS dan Waka Kesiswaan SMP Negeri 3 Surabaya faktorfaktor penghambat dalam pengkaderan OSIS diantaranya yaitu faktor-faktor penghambat dalam pengkaderan OSIS diantaranya yaitu persepsi siswa yang kurang berminat dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kurangnya partisipasi dan dukungan orang tua dalam program kepemimpinan serta keterbatasan waktu yaitu karena jadwal sekolah yang padat membuat sulit untuk mengalokasikan waktu untuk kegiatan kepemimpinan. Dengan mengetahui penyebab faktor pengahambat dalam pengkaderan OSIS maka harus ada strategi dalam mengatasi hambatan tersebut. Untuk mengatasi hambatan dalam pengakaderan OSIS yaitu dengan meningkatkan kesadaran dan komitmen guru, mengadakan pelatihan dan workshop untuk guru dan siswa, dan dengan membangun kerja sama dengan pihak eksternal sekolah. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitain melalui observasi yang dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara ke berbagai narasumber yang menyebutkan bahwa SMP Negeri 3 Surabaya memiliki strategi dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa. Menurut teori kepemimpinan oleh Paul Hersey dan Ken Blanchard pada tahun 1996 atau yang biasa dikenal dengan Teori Kepemimpinan Situasional merupakan cara membimbing para pemimpin untuk menuju kepemimpinan yang lebih efektif berdasarkan situasi orang-orang. Teori Kepemimpinan Situasional menyoroti bahwa efektivitas gaya kepemimpinan sangat ditentukan oleh sejauh mana kesiapan atau tingkat kedewasaan pengikutnya yang dalam konteks penelitian ini merujuk pada para siswa. Menurut Teori ini pemimpin yang baik harus mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan berdasarkan tingkat. Pertama ialah kompetensi atau ability yaitu kompetensi mengenai pengetahuan dan keterampilan individu. Dan yang kedua ialah komitmen atau willingness yaitu tingkat motivasi dan kepercayaan diri individu dalam melakukan suatu tugas. Penerapan Teori Hersey dan Blanchard sangat relevan dengan penumbuhan kepemimpinan siswa yang dibentuk melalui kegiatan-kegiatan OSIS, karena Teori Hersey dan Blanchard menyesuaikan pendekatan guru dengan perkembangan siswa Teori Hersey dan Blanchard membagi gaya kepemimpinan menjadi empat kategori berdasarkan kombinasi arahan dan dukungan. Tabel 4. 3 Perilaku Kpemempinan Strategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa Gay Nama Gaya ini digunakan saat siswa mulai menunjukkan semangat dan motivasi tinggi, tetapi masih kekurangan kemampuan atau pengalaman dalam berorganisasi. Biasanya tahapan ini terjadi pada siswa di kelas 8 awal yang sudah mengikuti OSIS dari kelas 7 kemudian di kelas 8 awal mereka sudah memiliki seditkit pengalaman, sehingga meraka sudah belajar berorganisasi. Ciri-ciri pada pembinaan ini diantaranya yaitu. Pembina oSIS yang masih harus menjelaskan alasan dibalik Keputusan agar mereka paham dan terarahkan. Selanjutnya Pembina juga masih mengarahkan, tetapi pada tahap membimbing ini pengurus OSIS yang kelas 8 awal diberikan ruang untuk mereka bertanya dan Selanjutnya yaitu siswa bisa mulai diajak memahami tujuan kegiatan di OSIS, sehingga mereka bukan sekedar menjalankan tugas kemudian selesai, tetapi meraka paham apa yang mereka kerjakan. tahapan kedua ini yaitu tahapan membimbing selaras dengan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dimana tujuannya membimbing sekaligus membangun semangat Tahapan ketiga atau tahap menengah, yaitu siswa sudah bisa tetappi masih perlu didorong. Gaya kepemimpinan ini disebut sebagai gaya kepemimpinan Mendukung atau participating. Gaya ini mulai diterapkan saat siswa sudah memiliki kemampuan yang memadai , tetapi kadang mereka kurang percaya diri atau semangtanya masih naik turun dan belum stabil. Ciri-ciri pembinaanya yaitu yang pertama Pembina akan menjadi mitra diskusi, dimana Pembina suda memposisikan diri sebagai pendukung sehingga saat terjadi permaslahan atau perumusan suatu kegiatan, maka pengurus OSIS sudah bisa berdiskusi dengan Pembina dan menjadikan Pembina OSIS sebagi mitra mereka dalam berorganisasi. Kedua yaitu keputasan sudah mulai diambil bersama, tidak lagi sebagai yang hanya menjalankan tugas tetapi mereka sebagai pengurus OSIS sudah diberikan tanggung jawab untuk mengambil keputusan. Dan yang ketiga mereka sudah focus membangunkepercayaan diri siswa dalam memimpin dan berinisiatif. Pada tahap ini kepercayaan diri pengurus OSIS sudah mulai muncul, dan mereka sudah mulai belajar memimpin di suatu kegiatan Tahapan ini yaitu pada siswa pengurus OSIS kelas 8 yang sudah pertengahan aatau akhir sehingga mereka sudah dilibabtkan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Terakhir yaitu tahap mandiri, di tahap ini pengurus OSIS sudah mulai siap dalam memimpin. Gaya mendelegasikan atau delegating. Gaya ini digunakan pada siswa yang sduah berpengalaman, memiliki kemampuan tinggi, dan motivasi yang kuat. Biasanya ini terjadi pada Ciri-Ciri Kapan Memberitahu Tinggi Untuk siswa yang belum n atau kurang percaya diri Menjual Tinggi Untuk siswa yang mulai namun masih Partisipasi Rendah Untuk siswa yang sudah terampil tapi Mendelegasika Rendah Untuk siswa yang sudah mandiri dan secara penuh Pada tahap awal dapat dikaterokan bahwa siswa belum siap memipin, pada tahap ini karekteristiknya yaitu kurang pengalamanan, masih ragu, dan belum tau apa yang harus dia lakukan. Gaya kepemimpinan yang cocok menurut teori ini yaitu mengarahkan atau telling, dimana contohnya yaitu guru memberi instruksi yang jelas dan spesifik kepada pengurus OSIS. Jadi ini cocok untuk siswa atau pengurus OSIS yang baru pertama kali menjadi pengurus OSIS yang baru. Karena pada saat itu mereka masih minim pengalaman dan belum memahami tugastugas organisasi. Ciri-cirinya yaitu seorang Pembina OSIS yang memberikan instruksi secara rinci, karena masih pertama kali dalam berorganisasi sehingga pengalaman yang mereka miliki tentang berorganisasi juga masih Kedua yaitu proses kerjanya harus dipandu secara langsung agar mereka terarahkan dan mulai belajar berorganisasi, belajar menghandle suatu kegiatan yang ada di sekolah. Dan yang ketiga ciri-cirinya yaitu adanya penekanan pada penguasaan teknis dan disiplin pada diri Tahapan ini memang tahapan untuk belajar. Tahap kedua yaitu tahap belajar, padada tahpa ini siswa sudah mulai menunjukkan ketertarikan atau sudah antusias dalam suatu kegiatan di organisasi OSIS, tetapi mereka belum stabil. Gaya kepemimpinan ini disebut sebgai gaya kepemimpinan Membimbing atau selling. Kajian Moral dan Kewarganegaraan (S. Volume 13 Nomor 4 Tahun 2025, 379 Ae 393 pengurus OSIS di kelas 9. Ereka sudah memiliki sedikit banyak pengalaman mula dari kelas 7, kemudian kelas 8, dan saat kelas 9 mereka sudah cukup dianggap mampu dan memilki pengalaan tinggi. Ciri-ciri pembinaannya yaitu yang pertama Pembina OSIS hanya memantau dan memberi kepercayaan penuh karena siswa pengurus OSIS kelas 9 sudah dirasa memiliki pengalaman dan sudah belajar kemudian juga sudah ada bimbingan sehingga pada kelas 9 mereka sudah dirasa memiliki kemampuan. Kedua yaitu pengurus OSIS pada kelas 9 biasanya mereka sudah dibeikan tanggung jawab penuh atas kegiatan OSIS. Dan yang ketiga pengrus OSIS kelas 9 sudah focus pada evaluasi dan penguatan karakter kepemimpnann mereka. Sehingga dari yang awalnya masuk organisasi OSIS mereka mulai ditumbuhkan kemampuan kepemimpinannya, kemudian mereka belajar, selanjutnya mereka berpartisipasi dan di kelas 9 mereka sudah ada penguatan karakter kepemimpinan dan bisa Penerpanan Teori Hersey dan Blanchard ini dalam kegiatan OSIS memberikan pendekatan yang terstruktur dan adaptif terhadap pengembangan kepemimpinan siswa. Dengan pendampingan yang sesuai dengan tingkat kepemimpinan siswa, dianaranya yaitu meningkatkan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab, mendorong partisipasi aktif dan pengambilan Keputusan, serta melatih kemampuan manejerial dan komunikasi. Dengan pendekatan situasional ini, siswa dapat belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang posisi, tetapi juga proses pembelajaran, pengembangan diri, dan kesiapan untuk mengambil peran sesaui potensi. Teori Hersey dan Blanchard sangat relevan untuk membantu guru atau Pembina OSIS dalam menumbuhkan kepemimpinan Pengurus OSIS secara bertahap dan sesuai dengan tingkat kesiapan. Dengan memahami tingkat kematangan siswa, pembimbing dapat memilih pendekatan yang tepat, sehingga proses pembinaan menjadi lebih efektif dan siswa dapat tumbuh menjadi pemimpin yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu berkolaborasi. Negeri 3 Surabaya yang meliputi: . Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang Diikuti oleh Keseluruhan Siswa Sebagai Progam Wajib. Perekrutan Kepengurusan Organisasi Siswa yang Ketat melalui Sistem Seleksi Dua Tahap. Pelantikan Latihan Dasar Kepemimpinann Siswa (LDKS) yang Melibatkan Pihak Eksternal Sekolah. Pelibatan Pengurus OSIS dalam ikut bertanggung jawab di kegiatan Sekolah. Dalam pelaksanaan strategi sekolah untuk menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa terdapat beberapa faktor pendukung yaitu komitmen kepala sekolah, guru yang berpengalaman, kerja sama dengan pihak eksternal sekolah, kultur sekolah yang positif, dan dukungan orang. Faktor penghambat dalam penumbuhan kepemimpinan siswa di SMP Negeri 3 Surabaya yaitu kesulitan siswa dalam membagi waktu antara pemebelajaran sekolah dengan kegiatan di luar pembelajaran dan kurangnya minat dan motivasi dalam diri siswa. Hubungan antara teori yang dikemukan oleh Paul Hersey dan Ken Blanchard mengenai teori kepemimpinan situasional yaitu proses penumbuhan kepemimpinan pada siswa terbagi menjadi empat tahapan. Teori Hersey dan Blanchard sangat relevan untuk membantu guru atau Pembina OSIS dalam menumbuhkan kepemimpinan Pengurus OSIS secara bertahap dan sesuai dengan tingkat Dengan memahami tingkat kematangan siswa, pembimbing dapat memilih pendekatan yang tepat, sehingga proses pembinaan menjadi lebih efektif dan siswa dapat tumbuh menjadi pemimpin yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu berkolaborasi. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam strategi sekolah dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpian siswa di SMP Negeri 3 Surabaya maka saran yang dapat diajukan diantaranya yaitu bagi guru kepemimpinan siswa dengan membimbing, mengarahkan serta memotivasi siswa-siswi dalam ikut aktif kegiatan di Tujuannya agar siswa-siswi bisa belajar dari pengalaman berorganisasi sehingga anak mampu melatih diri mereka menjadi pemimpin di masa depan. Selain itu dengan berorganisasi mereka juga dapat mengembangkan kemampuan intelektual dan kemampuan kognitifnya. Sedangkan bagi Siswa diharapkan mampu menumbuhkan kemampuan kepemimpinannya dengan mengikuti organisasi di sekolah. Dengan mengikuti organisasi diharapkan siswa-siswi akan mendapatakan pembelajaran dari pengalaman, dapat berpikir kritis, membagi waktu anata sekolah dengan kegiatan, percaya diri dan mental yang bagus. PENUTUP Simpulan SMP Negeri 3 Surabaya merupakan sekolah yang memiliki slogan sekolah yaitu AuSekolah kebangsaan mencetak pemimpin masa depanAy. Penumbuhan kemampuan kepemimpinan di SMP Negeri 3 Surabaya yaitu dari banyak aspek kegiatan maupun program yang dibuat oleh sekolah. Hasil penelitian terdapat tiga strategi pokok dalam menumbuhkan kemampuan kepemimpinan siswa di SMP Strategi Sekolah dalam Menumbuhkan Kemampuan Kepemimpinan Siswa DAFTAR PUSTAKA