Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara (PCN) 2 . 19-22 e-ISSN 2988-2907. p-ISSN 2988-4667 Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara (PCN) Journal homepage: https://w. id/index. php/pcn Pemeriksaan Fisik dan Penyuluhan Kesehatan pada Ibu Nifas di Nagari Rimbo Binuang Physical Examination and Health Counselling for Postpartum Women in Nagari Rimbo Binuang Armita Sri Azhari1*. Rury Trsya Adinda1. Dini Febrina1. Putri1. Nadya Al Fiyah1 Email: armitasria22@gmail. 1Akademi Kebidanan Pasaman Barat. Sumatera Barat. Indonesia *) coresponding author Keywords Abstract Physical examination, health education. Postpartum mothers, immunisation. Umbilical cord care The health of postpartum women is one of the important indicators in determining the quality of health services in an area. In Nagari Rimbo Binuang. Pasaman District, there are still several obstacles in fulfilling basic health services for postpartum mothers, including lack of knowledge about infant care and completeness of immunisation. This community service activity aims to improve the health of postpartum mothers through physical examinations and health counseling, as well as ensuring the completeness of immunisation of toddlers and infants. Activities are carried out directly on postpartum patients with a home visit approach and extra posyandu. Health counselling was carried out by lecturers, while physical examinations were carried out by Akbid Pasbar This activity shows that direct patient pick-up and assistance is effective in increasing postpartum mothers' compliance with the child immunisation schedule. Infant umbilical cord care also improved after counselling and direct guidance, despite challenges such as incomplete health documents and parents' personal preferences in choosing immunisation sites. Intensive and personalised health counselling and physical examination improved the awareness and actions of postpartum mothers towards their own and their babies' health. Continuous efforts and collaboration with local health facilities are needed to overcome existing obstacles and improve the quality of maternal and child health services in Nagari Rimbo Binuang. Kata Kunci Abstrak Pemeriksaan fisik, penyuluhan kesehatan. Ibu nifas. Imunisasi. Perawatan tali pusat Kesehatan ibu nifas merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah. Di Nagari Rimbo Binuang. Kecamatan Pasaman, masih terdapat beberapa kendala dalam pemenuhan layanan kesehatan dasar bagi ibu nifas, termasuk kurangnya pengetahuan tentang perawatan bayi dan kelengkapan imunisasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu nifas melalui pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan, serta memastikan kelengkapan imunisasi balita dan bayi. Kegiatan dilakukan secara langsung pada pasien nifas dengan pendekatan kunjungan rumah dan posyandu ekstra. Penyuluhan kesehatan dilakukan oleh Dosen, sedangkan pemeriksaan fisik dilakukan oleh mahasiswi Akbid Pasbar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penjemputan dan pendampingan pasien secara langsung efektif dalam meningkatkan kepatuhan ibu nifas terhadap jadwal imunisasi anak. Perawatan tali pusat bayi juga mengalami perbaikan setelah penyuluhan dan bimbingan langsung, meskipun terdapat tantangan seperti Azhari et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 2 . , 2024, pp. ketidaklengkapan dokumen kesehatan dan preferensi pribadi orang tua dalam memilih tempat imunisasi. Penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan fisik yang dilakukan secara intensif dan personal mampu meningkatkan kesadaran dan tindakan ibu nifas terhadap kesehatan diri dan bayinya. Diperlukan upaya berkelanjutan dan kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat untuk mengatasi kendala yang ada dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Nagari Rimbo Binuang. Pendahuluan Ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu nifas, termasuk rasa nyeri, umumnya muncul pada beberapa hari pertama setelah persalinan pervaginam. Ibu bisa merasa tidak nyaman karena berbagai alasan, salah satunya adalah nyeri pasca episiotomi. Jahitan episiotomi dapat menyebabkan rasa nyeri yang mengganggu dan menambah ketidaknyamanan bagi ibu . Kesehatan ibu nifas adalah aspek krusial dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak secara keseluruhan. Masa nifas adalah periode penting yang dimulai setelah persalinan hingga enam minggu berikutnya, di mana ibu mengalami banyak perubahan fisik dan psikologis yang memerlukan perhatian khusus . Periode ini juga merupakan masa kritis untuk pemulihan ibu dan adaptasi terhadap peran baru sebagai orang tua, serta memastikan kesehatan bayi yang baru lahir. Di Nagari Rimbo Binuang. Kecamatan Pasaman, pelayanan kesehatan bagi ibu nifas masih menghadapi berbagai tantangan. Data menunjukkan bahwa beberapa ibu nifas di daerah ini kurang memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia, seperti posyandu dan puskesmas, terutama untuk layanan imunisasi dan perawatan bayi. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya perawatan kesehatan pascapersalinan menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan tersebut. Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam mencegah penyakit menular pada bayi dan balita . Namun, di beberapa daerah, tingkat imunisasi masih rendah karena berbagai alasan, termasuk ketidakmampuan mengakses layanan kesehatan dan kurangnya informasi yang memadai (Kementerian Kesehatan RI, 2. Selain itu, perawatan tali pusat yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko infeksi yang dapat berakibat fatal bagi bayi baru lahir . Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas dalam merawat diri dan bayinya. Pengabdian kepada masyarakat melalui pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan bayi di Nagari Rimbo Binuang, serta meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya perawatan kesehatan pasca melahirkan. Metode Untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan pada ibu nifas di Nagari Rimbo Binuang. Kecamatan Pasaman, kami mengadopsi pendekatan yang terstruktur dan terintegrasi. Pertama, kami melakukan persiapan dengan mengidentifikasi lokasi di PMB Ayu S. Tr. Keb sebagai pusat kegiatan serta merencanakan kunjungan ke rumah ibu nifas yang baru melahirkan. Pemeriksaan fisik dilakukan oleh mahasiswa dari Akademi Kebidanan Pasaman Barat yang terampil dalam mengukur parameter kesehatan seperti tekanan darah, berat badan, dan memeriksa tali pusat bayi diawasi oleh Dosen. Selain itu, penyuluhan kesehatan disampaikan oleh Dosen, mencakup pentingnya imunisasi untuk bayi dan balita, teknik perawatan tali pusat yang tepat, asupan gizi bagi ibu menyusui, dan tanda-tanda bahaya pada ibu dan bayi pasca persalinan. Penyuluhan dilakukan secara interaktif untuk memfasilitasi pertanyaan dan diskusi, sehingga meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu nifas terhadap kesehatan diri dan bayinya. Azhari et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 2 . , 2024, pp. Pemantauan terus-menerus juga dilakukan untuk mengamati perubahan perilaku dan pengetahuan ibu nifas setelah penyuluhan, serta mengevaluasi efektivitas kegiatan secara Kolaborasi dengan pihak Puskesmas setempat juga dilakukan untuk memfasilitasi pelayanan imunisasi tambahan . osyandu ekstr. dan mendukung upaya perawatan kesehatan ibu nifas secara holistik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka komplikasi pasca persalinan dan meningkatkan kualitas hidup ibu dan bayinya di Nagari Rimbo Binuang. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu nifas dan bayi di Nagari Rimbo Binuang menghasilkan berbagai temuan yang mencerminkan tantangan serta kemajuan dalam pelayanan kesehatan. Pada tanggal 02 Maret 2024, teridentifikasi bahwa Ny. L jarang membawa kedua anaknya ke posyandu, mengindikasikan rendahnya partisipasi dalam mendapatkan imunisasi yang penting untuk bayi dan balita (WHO, 2. Tim pengabdian merespons dengan menjemput Ny. L ke rumahnya dan mengarahkannya ke posyandu ekstra, meskipun implementasinya tidak optimal karena hanya satu dari dua anaknya yang dibawa, dengan alasan buku imunisasi yang hilang dan preferensi untuk langsung ke puskesmas. Gambar 1. Kegiatan pemeriksaan fisik dan Pada tanggal 03 Maret 2024, dilakukan kunjungan untuk memeriksa perawatan tali pusat bayi Ny. Lisamawati, yang telah putus namun masih terlihat basah di bagian luar. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut terkait perawatan tali pusat, mengingat risiko infeksi yang dapat terjadi pada bayi baru lahir akibat perawatan yang tidak tepat . Meskipun ibu telah melakukan perawatan dengan kain bersih dan air hangat, kondisi tali pusat masih belum optimal, menandakan perlunya tindak lanjut dan pendekatan yang lebih intensif. Pada tanggal 07 Maret 2024, tim memantau perkembangan pusat bayi yang sudah dibawa Ny. Lisamawati ke puskesmas untuk diimunisasi dan pengobatan pusat. Evaluasi menunjukkan bahwa bayi mengalami perbaikan signifikan setelah mendapatkan perawatan medis yang tepat, dengan pusat bayi yang sudah terlihat kering dan tidak basah lagi setelah proses penyembuhan Azhari et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 2 . , 2024, pp. Hasil kegiatan ini menyoroti pentingnya intervensi langsung dan edukasi kepada ibu nifas untuk meningkatkan partisipasi dalam layanan kesehatan dasar, seperti kunjungan posyandu dan perawatan tali pusat yang benar. Meskipun beberapa masalah seperti ketidaklengkapan dokumentasi imunisasi dan perawatan tali pusat yang belum optimal masih menjadi tantangan, upaya kolaboratif antara tim pengabdian, puskesmas, dan keluarga menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan ibu nifas terhadap kesehatan bayi mereka . Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan akses dan pemahaman tentang layanan kesehatan dasar bagi ibu nifas di Nagari Rimbo Binuang. Diperlukan upaya berkelanjutan dan kolaboratif dengan semua pihak terkait untuk mencapai hasil yang lebih optimal dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di wilayah ini. Simpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Rimbo Binuang. Kecamatan Pasaman, menyoroti pentingnya upaya dalam meningkatkan kesehatan ibu nifas dan bayi. Meskipun menghadapi tantangan seperti rendahnya partisipasi dalam imunisasi dan perawatan tali pusat yang belum optimal, kegiatan ini memberikan gambaran tentang perlunya edukasi yang lebih intensif dan kolaborasi yang erat antara penyedia layanan kesehatan dan komunitas lokal. Evaluasi terus-menerus diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas upaya dalam meningkatkan pemahaman dan praktek kesehatan dasar di wilayah ini. Saran Perlunya pendekatan terintegrasi antara penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan fisik yang lebih intensif, peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan dasar seperti posyandu dan puskesmas, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam pemantauan dan perawatan kesehatan ibu nifas dan bayi. Referensi