Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 RAJA AMPAT DALAM PERSIMPANGAN: DILEMA PEMBANGUNAN BERBASIS TAMBANG DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Petrus Atong Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Univesitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia. Email: atong. petrus@gmail. Abstract: Raja Ampat, known as the world's ecotourism paradise for its rich marine biodiversity, now faces a major dilemma between nickel mining exploitation and the preservation of sustainable tourism. one hand, the increasing global demand for nickel makes this region a target for the expansion of the mining industry. On the other hand, the tourism sector has proven to make a significant contribution to local revenue and the well-being of the local community. This research aims to analyze the tension between these two development interests, as well as their impact on the environment and indigenous communities. Using a qualitative descriptive method with a literature study approach, the study results show that mining activities have a negative impact on the marine ecosystem, customary laws such as "sasi," and the local social structure. Conversely, sustainable tourism can promote environmental conservation while providing long-term economic benefits. However, tourism also brings its own challenges, such as coral reef degradation due to tourist activities and a lack of regulation for managing visits. Therefore, strengthening conservation policies, engaging indigenous communities, and rejecting mining are strategic steps in maintaining the ecological and developmental balance of Raja Ampat. Keywords: Raja Ampat. sustainable tourism. nickel mining. Abstrak: Raja Ampat, yang dikenal sebagai surga ekowisata dunia dengan kekayaan biodiversitas lautnya, kini menghadapi dilema besar antara eksploitasi tambang nikel dan pelestarian pariwisata berkelanjutan. Di satu sisi, meningkatnya permintaan global terhadap nikel menjadikan kawasan ini sebagai target ekspansi industri pertambangan. Di sisi lain, sektor pariwisata telah terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah serta kesejahteraan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketegangan antara dua kepentingan pembangunan tersebut, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat adat. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas tambang berdampak negatif pada ekosistem laut, hukum adat seperti "sasi", dan struktur sosial setempat. Sebaliknya, pariwisata berkelanjutan mampu mendorong konservasi lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka Namun demikian, pariwisata juga membawa tantangan tersendiri seperti degradasi terumbu karang akibat aktivitas wisatawan dan kurangnya regulasi pengelolaan kunjungan. Oleh karena itu, penguatan kebijakan konservasi, pelibatan masyarakat adat, serta penolakan terhadap tambang menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekologi dan pembangunan Raja Ampat. Kata Kunci: Raja Ampat. pariwisata berkelanjutan. tambang nikel. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 PENDAHULUAN Raja Ampat merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Papua Barat Daya. Raja Ampat terdiri dari beberapa gugusan kepulauan sehingga disebut juga sebagai Kepulauan Raja Ampat. Raja Ampat terkenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alamnya. Pada tahun 2025. Raja Ampat dinobatkan sebagai salah satu dari lima destinasi wisata terbaik di dunia oleh National Geographic. Posisi ini menempatkan Raja Ampat sejajar dengan destinasi wisata kelas dunia lainnya seperti Alaska. Patagonia dan Islandia. Penilaian ini kekayaan biota laut dan pengalaman wisata yang berkesan (Batam Tourism Politechnic. Bagi wisatawan. Raja Ampat menjadi tempat yang sempurna untuk Bagi para penggiat konservasi. Raja Ampat merupakan jantung dari segitiga terumbu karang yang memiliki 75% spesies karang dunia dan pusat keanekaragaman hayati baik di darat maupun lautan,. Bagi masyarakat setempat. Raja Ampat tidak hanya memberikan keindahan alam saja tetapi juga sebuah sumber kehidupan (Greenpeace, 2. Sektor pariwisata telah menjadi andalan perkembangan ekonomi di berbagai kota maupun kabupaten seperti yang selama ini terus dikembangkan di Raja Ampat (Setijawan, 2. Sektor menciptakan lapangan kerja, meningkatkan membangun bidang sosial ekonomi. Sehingga, sektor pariwisata dianggap sebagai aset yang dapat membangun P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 daerah dengan potensi pariwisata sekaligus pembangunan nasional (Rasyid dkk, 2. Dalam era pariwisata modern. Raja Ampat harus dilihat dari perspektif pembangunan berkelanjutan. Raja Ampat rentan terhadap eksploitasi dan kerusakan akibat aktivitas manusia yang berpikir bahwa Raja Ampat memiliki sumber daya yang tak terbatas. Paradigma pariwisata sebagai pembangunan berkelanjutan harus bergeser dari mengejar keuntungan ekonomi menjadi sarana untuk mendidik masyarakat dan melestarikan lingkungan (Syaparuddin, 2. Parisiwata berkelanjutan sangat mengutamakan konservasi, karna hal ini bermanfaat bagi penduduk lokal dari segi ekonomi dan berpolusi rendah. Di Raja Ampat, sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi di perairan (Nikijuluw dkk. Hal ini selaras dengan tujuan utama dari pembangunan berkelanjutan yaitu meminimalisir kerusakan lingkungan dan melindungi lingkungan yang mengalami kerusakan (Kawuryan dkk, 2. Ekowisata sebagai impelementasi pariwisata berkelanjutan merupakan wisata alam yang bertanggungjawab dengan pemahaman dan dukungan terhadap usaha-usaha konservasi sumber daya alam serta peningkatan pendapatan masyarakat Sehingga konsep ekoswisata di Raja Ampat harus dipertahankan (Syaparuddin. Kawasan konservasi perairan di Raja Ampat diatur melalui beberapa peraturan, termasuk Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Kawasan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat dan Keputusan Menteri Kelautan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 36/KEPMEN-KP/2014 tentang Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat. Selain itu, ada juga Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 18 Tahun 2014 tentang Tarif Layanan Pemeliharaan Jasa Lingkungan pada Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kawasan Konservasi Perairan Pada Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 27 Tahun 2008 tentang Kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Raja Ampat. Tetapi kini. Raja Ampat sebagai kawasan konservasi laut yang dikenal sebagai surga bawah laut dunia, menghadapi ancaman serius dari aktivitas pertambangan nikel. Kawasan konservasi yang sekaligus sebagai ikon ekowisata Indonesia tersebut dikhawatirkan akan Kerusakan implikasi dari eksploitasi sumber daya mineral menyusul terbitnya izin tambang di wilayah tersebut (Nurdiansyarani, 2. Nikel merupakan salah satu hasil tambang yang memiliki nilai strategis dari segi perekonomian. Nikel merupakan mineral yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, dan menjadi salah satu bahan inti untuk pembuatan produk otomotif, arsitektur dan konstruksi serta industri elektronik (Merdeka, 2. Kegunaan nikel pada industri baja tahan karat . tainless stee. diketahui menyerap lebih dari 60% produksi nikel Selain itu nikel juga menjadi bahan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 pembuatan bateri litihium-ion yang sudah banyak digunakan dalam kendaraan listrik (EV), ponsel, laptop dan perangkat elektronik lainnya. Tingginya permintaan terhadap kebutuhan nikel menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia khususnya di Raja Ampat yang memiliki cadangan nikel. (Kargoku, 2. Uraian kompleksitas yang dialami Raja Ampat pada saat ini. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas ketegangan antara tambang dengan prinsip pariwisata METODE PENELITIAN Pendekatan adalah metode deskriptif kualitatif Peneliti informasi-informasi yang relevan dari berbagai sumber, seperti jurnal, portal berita media sosial. Informasi-informasi tersebut kemudian dikutip, dianalisis sehingga menjadi sebuah hasil penelitian yang utuh. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Potensi dan Dampak Pembangunan Berbasis Tambang Minat global terhadap nikel meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir karena perannya yang sangat vital dalam transisi menuju energi bersih dan teknologi masa depan. Salah satu pendorong utamanya adalah kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus berkembang pesat. Nikel merupakan bahan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 lithium-ion, khususnya tipe NMC . ickel-manganesecobal. , yang memungkinkan kapasitas energi lebih tinggi dan jangkauan tempuh kendaraan yang lebih jauh. International Energy Agency memperkirakan permintaan nikel untuk baterai akan meningkat lebih dari 19 kali lipat pada tahun 2030 seiring melonjaknya produksi kendaraan listrik Selain itu, nikel juga digunakan secara luas dalam industri baja tahan karat, menjadikannya komoditas serbaguna dengan nilai ekonomi tinggi (International Energy Agency, 2. World Bank bahkan menempatkan nikel sebagai salah satu dari lima mineral paling penting dalam mendukung agenda energi terbarukan dunia (World Bank Group, 2. Indonesia, sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia sekitar 21 juta ton atau 22% dari cadangan global menjadi pemain kunci dalam rantai pasok nikel global. Hal ini menarik minat besar dari investor internasional, termasuk perusahaan seperti Tesla. LG, dan CATL, yang mulai membangun ekosistem baterai di Indonesia (Badan Geologi Kementerian ESDM, 2. Secara rinci. Indonesia tercatat memiliki potensi Cadangan nikel 17,7 miliar ton bijih dan 177,7 juta ton logam dengan cadangan nikel yang dapat diakses sebesar 5,2 miliar ton bijih dan 57 juta ton logam (Meilanova, 2. Angka-angka tersebut bahkan hanya angka sementara karna belum semua potensi nikel di Indonesia tereksplorasi penuh (Purwanto. Selain itu adanya potensi defisit nikel kelas 1 untuk baterai karena produksi P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 global belum mampu mengejar laju Dengan demikian, dari perspektif ekonomi, nikel menjadi komoditas strategis yang tidak hanya menjanjikan nilai tambah besar, tetapi juga menempatkan negara produsen terkhusus Indonesia pada posisi tawar yang tinggi dalam peta industri global (Campagnol dkk, 2. Pada tahun 2021 terjadi lonjakan ekspor nikel karena produksi nikel yang meningkat di Indonesia. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun produksi sebelumnya, di tahun tersebut volume ekspor nikel meningkat hingga 6 kali lipat atau sebesar 520% (Kusnandar, 2. Pada tahun 2023. Indonesia sebagai produsen sudah menghasilkan 1,8 juta metrik ton nikel atau setara 50% dari total produksi nikel secara global (Anam, 2. Bahkan di tahun 2024, nikel dunia diproduksi oleh Indonesia sebanyak 70%. Peningkatan tersebut seolah menjadikan Indonesia sebagai AurajaAy produksi nikel dunia. Keuntungan yang perusahaan saja, tetapi untuk Indonesia juga dari aspek pajak perusahaan, pajak karyawan, royalti dan biaya ekspor (Muliawati, 2. Kontribusi yang besar tersebut menunjukkan peran penting Indonesia dalam memenuhi kebutuhan global akan Ekspor nikel juga menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara tetapi disatu sisi keberadaan nikel yang melimpah tetap saja memerlukan tenaga ahli, teknologi dan infrastruktur yang memadai dalam pengolahannya. Hal ini masih harus menjadi perhatian bagi pemerintah (Purwanto, 2. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 Selain menjadi pemasukan negara paling besar, kegiatan pertambangan nikel menjanjikan pembukaan lapangan kerja, penunjang di wilayah terpencil. Kemudian adanya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam rantai produksi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mikro dan memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan regional (UNESA, 2. Tetapi iming-iming positif dari pertambangan nikel tersebut tidak serta merta diterima oleh masyarakat Raja Ampat. Sejumlah pertambangan nikel di kawasan tersebut. Penolak pertambangan nikel tentu saja didasari adanya dampak sistematis yang lingkungan yang negatif hingga dampak sosial dan budaya. Masyarakat merasa sebagai obyek wisata, selama ini Raja Ampat telah berupaya menerapkan model berkelanjutan yang menyumbang ratusan miliar rupiah per tahun bagi daerah. Tambang dan pariwisata tidak bisa berjalan bersamasama. Kegiatan pertambangan dengan cara apapun akan selalu merusak lingkungan. Sebaliknya, pariwisata membutuhkan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan, apalagi terdapat trend masyarakat dunia saat ini yang sangat memperhatikan aspek keberlanjutan (Pusparisa, 2. Kegiatan pertambangan nikel di Raja Ampat Proses pembukaan lahan dan deforestasi menyebabkan sedimentasi yang mengalir ke wilayah pesisir dan mengancam keberadaan terumbu karang. Padahal, terumbu karang merupakan daya P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 tarik utama pariwisata bahari Raja Ampat dan juga menjadi tumpuan ekonomi masyarakat lokal. Bahkan beberapa tambang diketahui beroperasi di pulaupulau kecil yang secara hukum tidak boleh ditambang (Antari, 2. Realitas adanya pelanggaran undang-undang dan Mahkamah Konstitusi. berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil telah ditulis dengan jelas dilarang melakukan aktivitas tambang di pulau kecil. Pulau-pulau kecil dan perairan sekitarnya diprioritaskan untuk kepentingan konsercasi. budidaya laut. usaha perikanan dan kelautan serta industri perikanan secara lestari. pertanian organik dan peternakan. dan pertahanan keamanan negara (Putra & Rahayu, 2. Selain itu pertambangan yang dilakukan bertentangan dengan hukum adat dan budaya lokal yang dikenal sebagai AusasiAy. AuSasiAy merupakan aturan adat yang melarang pengambilan sumber daya alam dalam jangka waktu tertentu. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian Aktivitas menjadi kontradiktif dengan prinsip adat masyarakat Raja Ampat, mengancam nilai budaya dan spiritual mereka. Adanya pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat adat juga akan memicu konflik sosial dan mengganggu stabilitas kawasan (Rahmadi. Munculnya kritikan dari berbagai pihak direspon pemerintah dengan mencabut izin usaha tambang (IUP) Tambang itu di antaranya FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 beroperasi di pulau-pulau kecil Raja Ampat. Pencabutan didasari oleh penyidikan Kementerian Lingkungan Hidup pertambangan yang masuk ke kawasan Geopark (Maulana & Maulana, 2. Langkah meskipun belum menyelesaikan akar persoalan secara total. Pentingnya penegakan hukum karena pelanggaran berat yang sudah dilakukan dan kerusakan lingkungan yang tidak bisa Selain itu, masyarakat Raja Ampat juga dirugikan dari segi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan Konsistensi negara dalam penegakan peraturan juga menjadi perhatian karena banyaknya perizinan usaha yang secara administrative sudah terpenuhi tetapi menjadi masalah saat kegiatan ekonomi yang dilakukan dinyatakan illegal (Akbar, 2. Potensi dan Tantangan Pariwisata Berkelanjutan Sedangkan pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat, keberadaan kawasan konservasi laut yang dikelola secara berkelanjutan di Raja Ampat meningkatkan nilai ekonomi ekosistem laut ekosistem seperti keanekaragaman hayati, perlindungan pantai, dan karbon biru . lue Nilai ekonomi dari jasa ekosistem ini dapat melampaui potensi ekonomi tambang atau perikanan ekstraktif jika dikelola dengan benar (United Nations Development Programme, 2. Raja Ampat yang terkenal sebagai pusat megabiodiversitas laut dunia, rumah P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 bagi lebih dari 550 spesies karang keras dan 500 spesies ikan karang (Rahmadi, 2. Pada tahun 2020, ekowisata Raja Ampat menyumbang 15% PAD atau sekitar Rp. PAD ini berasal dari retribusi penginapan, pajak kapal wisata dan pungutan wisatawan asing. Pada 2024. PAD mengalami peningkatan signifikan dengan masuknya Rp. 150 miliar Pendapatan Asli Daerah. Pemasukan tersebut didapat dari kunjungan wisatawan yang mencapai 30. 000 orang per tahun, 70% nya adalah wisatawan mancanegara. Dampak ekonomi tidak langsung juga muncul seperti peningkatan jumlah homestay, restoran, transportasi lokal, hingga pelaku UMKM yang bergantung pada keberadaan wisatawan. Potensi ini tentu saja bersifat jangka panjang dan dapat terus tumbuh selama ekosistem dijaga (Hatami, 2. Pendapatan yang terus meningkat dari sektor pariwisata di Raja Ampat sebenarnya sudah membuktikan bahwa ekowisata dalam menjadi tulang punggung Raja Ampat tanpa harus bergantung pada sektor pertambangan. PAD yang terus bertambah tiap tahunnya semestinya menjadi acuan utama dalam pengelolaan wilayah pesisir Raja Ampat. Dengan adanya peraturan perundang-undangan pariwisata berkelanjutan juga menjadi pilihan nyata untuk menjaga alam sekaligus mendorong ekonomi (Astuti & Utomo, 2. Selain menjual keindahan alamnya sebagai daya tarik wisata. Raja Ampat memiliki warisan budaya yang kaya yaitu tradisi masyarakat adat. Wisatawan mancanegara dapat merasakan budaya FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 yang unik ini melalui pertunjukan seni, kerajinan tangan dan interaksi dengan penduduk setempat (Renwarin, 2. Masyarakat Adat Raja Ampat secara kehidupan ekonomi sejak dalam memang tidak bergantung pada pertambangan karena mereka mampu mengelola laut berdasarkan kebutuhan dan kemampuan Terlebih laut bukan hanya sekadar sumber perikanan tetapi berperan sebagai penentu jati diri masyarakat adat Raja Ampat. Hingga saat ini masyarakat adat Raja Ampat masih memegang hukum adat AuSasiAy (Mukhaer, 2. Sasi masyarakat adat Raja Ampat yang telah diwariskan sejak abad ke-15 pada masa Kesultanan Tidore. Tradisi ini menetapkan larangan sementara mengambil hasil laut di wilayah tertentu untuk menjaga kelestarian spesies seperti teripang, lobster, dan kerang. Ketika sasi dilanggar, masyarakat percaya akan datang malapetaka atau hukuman Tradisi ini tidak hanya dijaga oleh pemuka adat, tetapi juga didukung oleh tokoh agama, menjadikannya sistem konservasi berbasis nilai lokal yang kuat. kampung Kapatcol, kelompok perempuan Waifuna berhasil menghidupkan kembali praktik sasi dengan dukungan LSM, dan kesejahteraan masyarakat melalui panen laut bernilai ekonomi tinggi. Kini, banyak kampung di Misool mengikuti jejak ini, dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mulai memetakan kawasan sasi sebagai bagian dari konservasi berbasis kearifan lokal (Utomo, 2. Namun, di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan dan status Raja Ampat P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 lingkungan dan masuknya industri Penolakan terhadap tambang muncul dari berbagai berorientasi pada pelibatan masyarakat adat sebagai penjaga utama kelestarian alam Raja Ampat (Mukhaer, 2. Hal tersebut menunjukkan juga kegiatan pariwisata sekalipun tetap membawa tantangan-tantangan bagi Raja Ampat. Persoalan yang muncul di Raja Ampat pada aspek pariwisata itu sendiri adalah kerusakan terumbu karang akibat aktivitas penyelaman dan snorkeling yang tidak terkendali. Banyak wisatawan, terutama yang tidak didampingi oleh pemandu lokal berlisensi, sering kali menyentuh atau menginjak karang, yang berakibat pada degradasi ekosistem laut. Terumbu karang Raja Ampat sangat sensitif terhadap gangguan fisik, dan pemulihannya bisa memakan waktu puluhan tahun. Selain itu, ancaman datang dari pembuangan limbah plastik dan deterjen dari kapal wisata serta homestay yang tidak memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai (WWF Indonesia. Tantangan lainnya adalah lonjakan wisatawan yang tidak diiringi dengan pembatasan jumlah kunjungan . arrying capacit. menyebabkan penumpukan di beberapa titik wisata populer seperti Piaynemo dan Wayag. Hal ini tidak hanya mempercepat degradasi alam, tetapi juga menurunkan kualitas pengalaman wisata itu sendiri. Belum semua destinasi di Raja Ampat memiliki sistem manajemen pengunjung berbasis kuota harian atau FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 sistem zonasi, sehingga konsentrasi (Conservation International Indonesia. Dengan demikian, pemerintah daerah, masyarakat adat dan pemangku kepentingan kini dihadapkan pada pilihan besar, yaitu memaksimalkan potensi tambang jangka pendek atau menjaga alam untuk generasi mendatang. Tambang nikel bisa membawa kekayaan instan, tetapi juga berisiko merusak ekosistem yang tak Sebaliknya, berkelanjutan menawarkan penghasilan jangka panjang dan stabil meskipun tetap terdapat ancaman ekosistem hanya saja tidak seberat dampak yang ditimbulkan oleh pertambangan (Hatami, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil kajian, dapat Raja Ampat menghadapi dilema serius antara eksploitasi sumber daya tambang dan pelestarian pariwisata berkelanjutan. Potensi ekowisata yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat dan daerah terancam oleh kebijakan tambang yang berisiko merusak ekosistem dan mengabaikan peran masyarakat adat. Selain itu, peningkatan kunjungan wisatawan turut menimbulkan tantangan berupa tekanan terhadap lingkungan, budaya lokal, dan infrastruktur dasar. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat dari pemerintah untuk menolak aktivitas tambang di wilayah konservasi, memperkuat pengelolaan pariwisata berbasis komunitas dan daya dukung lingkungan, serta melibatkan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 masyarakat adat secara aktif dalam proses pengambilan kebijakan. Di sisi lain, kelembagaan pariwisata di tingkat lokal perlu diperkuat, baik dari segi kapasitas sumber daya manusia, regulasi zonasi, hingga sistem pengawasan dan edukasi wisatawan, guna memastikan bahwa pariwisata yang berkembang benar-benar mendukung keberlanjutan ekologis dan sosial Raja Ampat. DAFTAR PUSTAKA