Dampak Masalah PsikososialA (Yulita Devi Larasat. DAMPAK MASALAH PSIKOSOSIAL REMAJA DI BONG SUWUNG YOGYAKARTA DITINJAU DARI POLA ASUH ORANGTUA THE IMPACT OF YOUTH PSYCHOSOSIAL PROBLEMS IN BONG SUWUNG YOGYAKARTA ASSESSED FROM PARENTING STYLE Oleh: Yulita Devi Larasati. Universitas Negeri Yogyakarta devi2016@student. Abstrak Keberadaan area prostitusi memiliki dampak negatif pada perkembangan anak, namun sejauh ini belum diperoleh secara detail dampak psikososial jika ditinjau dari pola asuh. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi masalah psikososial remaja di AuBong SuwungAy Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di AuBong SuwungAy Yogyakarta. Adapun subjek dalam penelitian berjumlah tiga orang dengan informan kunci berjumlah 3 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara dan pedoman observasi. Uji keabsahan data menggunakan tri Teknik analisis dengan cara mereduksi data kemudian data yang telah direduksi disusun dalam penyajian Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orangtua dan wali subjek adalah otoriter dan permisif karena lingkungan temapt tinggal yang cenderung menerapkan hal serupa. Dampak masalah psikososial yang dialami subjek adalah merasa tidak percaya diri, tertutup, menarik diri dari lingkungan, rendahnya motivasi Kata kunci: psikososial, pola asuh, remaja Abstract The existence of a prostitution area has a negative impact on children's development, but so far it has not been obtained in detail about the psychosocial impact when viewed from the parenting style. This study aims to explore the psychosocial problems of adolescents in AuBong SuwungAy Yogyakarta. This research is a case study research. The location of this research is at "Bong Suwung" Yogyakarta. The subjects in the study amounted to three people with 3 key informants. The instruments used to collect data were interview guidelines and observation guidelines. The validity of the data was tested using triangulation. The analysis technique is by reducing the data, then the data that has been reduced is arranged in the presentation of the data. The results of this study shows that the parenting styles applied by parents and guardians is authoritarian and permissive due to the living environment that tends to apply the same thing. The impact of psychosocial problems experienced by the subject is feeling insecure, closed, withdrawing from the environment, low self-motivation, easily Keywords: psychosocial, parenting style, adolescents seorang anak. Dalam hal ini, orangtua perlu PENDAHULUAN Lingkungan dengan terus menerus mendorong, membimbing, lingkungan awal bagi seorang anak. Segala memotivasi, dan memfasilitasi demi tercapainya tingkah laku dan perkembangan yang muncul pendidikan anak yang baik (Fadillah. dalam diri seorang anak akan mencontoh pada Seperti yang diungkapkan Ani Siti Anisah kedua orangtuanya. Orangtua sebagai salah satu (Bacon. , pola asuh adalah suatu model pihak yang bertanggung jawab besar dalam perlakuan atau tindakan orangtua dalam membina dan membimbing serta memelihara anak agar pengaruhnya dalam perkembangan pendidikan dapat berdiri sendiri. Perhatian, kendali, dan 600 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 tindakan orangtua merupakan salah satu pola asuh sosialnya memberikan efek tersendiri bagi anak. yang akan memberikan dampak panjang terhadap Hal ini sejalan dengan teori ekologi yang kelangsungan perkembangan fisik dan mental Lebih dari itu, pola asuh juga akan (Bronfenbrenner dan Morris, 1998: . bahwa membentuk karakter seorang anak dimasa perkembangan anak dilihat dari tiga sistem yang Karena tidaklah mungkin memahami saling mempengaruhi satu sama lain, yaitu orang dewasa tanpa ada informasi masa kanak- mikrosistem . eluarga, teman sebaga, sekolah, kanaknya, karena itu adalah masa pembentukan. lingkungan tempat tingga. , ekosistem . istem Menurut Maccoby dan Martin (Matthew sosia. , makrosistem . istem terluar lingkungan dan Alina, 2018:. , adanya tiga gaya kontrol Bronfenbrenner pengasuhan Baumrind, yaitu otoriter . rangtua Kesalahan dalam pola pengasuhan akan menuntut dan kurang menanggapi anakny. , menimbulkan masalah pada perkembangan, hal permisif . rangtua sangat tidak terlibat dalam ini berdampak pada kehidupan masa depan anak otoritatif/demokratis yang akan menjadikan anak sulit bersosialisasi . rangtua mendorong anak agar mandiri, tapi dan berkembang sesuai batas kemampuannya, masih memberi batasa. Tapi tidak jarang hal ini merupakan masalah psikososial anak. orangtua juga mengkombinasikan gaya pola asuh (Utami, 2. sesuai dengan kebutuhan anak dan keadaan Perkembangan psikososial anak yang tidak terlaksana pada usia perkembangannya akan Faktor lingkungan merupakan salah satu menjadi masalah psikososial. Di kawasan Bong faktor pendukung dari pola asuh orangtua. Suwung, anak yang tinggal rata-rata berusia 4-16 Idelanya, lingkungan sosial dapat memberikan tahun yang mana mencangkup 3 tahapan baik serta memberikan contoh yang pantas akan perkembangan menurut teori Perkembangan berpengaruh pada tumbuh kembang anak, karena Psikososial milik Erik H. Erikson (Salkind, anak secara langsung berinteraksi dengan apa dan Untuk keperluan penelitian, penulis akan siapa saja yang ada di lingkungan tersebut. meneliti usia remaja 14-16 tahun, yang dalam Namun, kondisi yang demikian tidak tahapan perkembangannya ini adalah dan berlaku di Kawasan Bong Suwung, karena Pubertas & masa remaja. Hal ini berdasarkan kawasan tempat tinggal ini berada di tengah- hasil observasi yang mana lebih memungkinkan tengah kawasan prostitusi Bong Suwung atau untuk menggali informasi pada usia remaja. yang kerap disebut Ngebong oleh warga sekitar. Dimana masalah yang biasa dialami pada yang mana terjadi praktek prostitusi dalam tahapan ini adalah rasa bersalah akibat perasaan lingkungan tersebut, dan adanya kultur prostitusi negatif maupun hukuman yang diterima karena yang melekat erat didalamnya. mencoba melewati batas-batas yang sudah Adanya interaksi anak selama tinggal di mapan, selanjutnya anak merasa rendah diri kawasan Bong Suwung dengan lingkungan karena gagal dalam memantapkan pilihannya. Dampak Masalah PsikososialA (Yulita Devi Larasat. 601 serta merasakan kebingungan peran karena pada pemerintah setempat sebagai kawasan tempat masa ini anak akan memasuki masa remaja dan Banyaknya masalah psikososial yang akan mulai mencari identitas dirinya. Tujuan dari muncul pada anak dari para PSK di lokasi tersebut penelitian ini adalah mengetahui bagaimana membutuhkan penelitian lebih mendalam tentang dampak dari masalah psikososial remaja di stressor psikosoial yang salah satunya adalah pola kawasan Bong Suwung ditinjau dari pola asuh asuh orangtua. yang diberikan orangtua. Dengan demikian peneliti memilih tempat tersebut untuk mengetahui bagaimana dampak METODE PENELITIAN masalah psikososial anak di Bong Suwung Jenis Penelitian Yogyakarta ditinjau dari pola asuh orangtua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi Pengambilan subjek dalam penelitian ini informasi, gambaran, dan pengetahuan yang dengan menggunakan teknik Snowball Sampling akurat tentang dampak masalah psikososial yang menurut Sugiyono . merupakan remaja di Bong Suwung Yogyakarta jika ditinjau teknik pengambilan sampel yang mula-mula dari pola asuh orangtuanya. Penelitian studi kasus jumlahnya kecil, kemudian membersar. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di secara intensif tentang latar belakang masalah kawasan lokalisasi Bong Suwung Yogyakarta. keadaan dan posisi suatu peristiwa yang sedang Subjek yang pertama yaitu RA. RA merupakan berlangsung saat ini, serta lingkungan unit sosial seorang perempuan berusia 16 tahun yang saat ini tertentu yang bersifat apa adanya. masih di bangku SMK. RA saat ini bersekolah di Waktu dan Tempat Penelitian salah satu SMK Negeri di Yogyakarta. RA tinggal Subjek Penelitian Waktu penelitian untuk mengumpulkan data dilakukan mulai bulan November 2019 bersama ibu dan adiknya di kawasan Bong Suwung. hingga bulan Agustus 2020. Dalam penelitian ini, lokasi yang dipilih oleh peneliti berada pada kawasan prostitusi Bong Suwung Yogyakarta di pinggiran rel kereta api Stasiun Tugu. Beralamat di kecamatan Gedongtengen. Kota Yogyakarta. Subjek yang kedua yaitu TA perempuan berusia 16 tahun. Saat ini TA tinggal bersama kedua orangtua dan adik-adiknya. TA memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar dan memilih Penentuan tempat penelitian di kawasan bekerja sebagai pengasuh anak di daerah Badran prostitusi Bong Suwung dengan alasan Bong Yogyakarta. Subjek yang ketiga yaitu NN. Suwung merupakan salah satu tempat prostitusi di Perempuan berusia 15 tahun ini tinggal bersama Yogyakarta yang dapat dikatakan ilegal, karena kakek dan neneknya. NN bersekolah di salah satu kawasan yang di huni tepat berada di pinggiran rel SMP Swasta di kota Yogyakarta. kereta dan bukan merupakan wilayah yang diakui 602 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 Selain ketiga subjek diatas, peneliti Bong Suwung seperti dua sisi mata koin menambahkan 3 subjek lain selaku informan yang berbeda. Ketika siang hari lokasi ini seperti Tiga orang informan kunci tersebut adalah layaknya pemukiman warga pada umumnya, orangtua dan keluarga yang tinggal bersama namun pada malam hari menjadi lokasi hiburan dengan subjek. Namanya akan disamarkan malam dan pelacuran. Pekerja yang setiap harinya menjadi NK. HN, dan ST. NK dan HN merupakan beraktivitas di Ngebong ini ternyata tidak ibu kandung dari RA dan TA, sedangkan ST semuanya bedomisili disana, sebagai pemilik adalah nenek dari NN. warung dan PSK beberapa diantaranya memilih kost di daerah pinggiran rel maupun di kampung Metode Pengumpulan Data sekitar Ngebong. Lokasi Bong Suwung yang Instrument penelitian kualitatif adalah peneliti yang dibantu membuatnya cukup AutersembunyiAy. dengan pedoman wawancara dan pedoman Hiburan malam di kawasan Bong Suwung Keabsahan data menggunakan uji ini setidaknya setiap malam dikunjungi oleh 100- triangulasi, yang meliputi triangulasi sumber dan 300 orang secara silih berganti sebelum pandemi triangulasi Teknik. Triangulasi sumber untuk Covid-19. Ramainya aktivitas prostitusi yang menguji kredibilitas data dengan cara mengecek setiap hari dilakukan di kawasan Bong Suwung data yang telah diperoleh melalui beberapa menyisakan banyak sampah termasuk sampah Sedangkan triangulasi Teknik untuk bungkus kondom yang tertumpuk bersama mengujikredibilitas data kepada sumber dengan sampah plastik makanan dan minuman di Teknik yang berbeda. Data yang diperoleh sepanjang rel barat Stasiun Tugu. Namun dengan Teknik wawancara, lalu dicek dengan sampah-sampah ini menjadi ladang rezeki bagi Kemudian data di reduksi dan pemuling yang tinggal di kawasan Bong Suwung. disajikan, dan dilakukan penarikan kesimpulan. Semenjak Covid-19, hiburan malam di kawasan Bong Suwung HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Terhitung sejak dikeluarkannya SK Hasil Penelitian tanggap darurat Covid-19 oleh Gubernur DIY Lokasi Penelitian pada pertengahan Maret 2020, seluruh aktivitas Penelitian ini dilakukan di kawasan hiburan di kawasan Bong Suwung dihentikan dan prostitusi Bong Suwung Yogyakarta, yang dijaga ketat oleh sejumlah aparat, memastikan Stasiun Tugu tidak ada warganya yang keluar masuk area Bong Wilayah Suwung kecuali untuk alasan yang mendesak, perkampungan yaitu perkampungan Badran, begitupun dengan orang asing yang tidak Kelurahan berkepentingan, dilarang memasuki area Bong Yogyakarta. Bumijo. Kecamatan Jetis Jlagran. Kelurahan Pringgokusuman. Kecamatan Gedong Tengen. Suwung. Dampak Masalah PsikososialA (Yulita Devi Larasat. 603 Mayoritas warga Bong Suwung yang berjumlah tiga orang dan berumur 38-58 tahun berstatus pendatang dan tidak memiliki kartu dengan latar pendidikan terkahir adalah SD dan tanda penduduk serta dalam kondisi terisolasi SMA yang berstatus sebagai baby sitter dan buruh membuat mereka kesulitan untuk memenuhi cuci, serta wirausaha. Key informan dalam penelitian ini merupakan orangtua dan nenek pemerintah kesulitan mendata warga Bong Ketiga key informan berperan penting Suwung karena tidak memiliki kartu tanda dalam penerapan pola asuh terhadap ketiga Yayasan Realino Seksi Pengabdian Disisi Masyarakat yang selama beberapa tahun terakhir Tabel 2. Profil Key Informan telah ikut memberdayakan ibu-ibu dan anak-anak di kawasan Bong Suwung, mulai menggalangkan dana untuk membantu kebutuhan pangan warga Bong Suwung dan beberapa komunitas marjinal lainnya selama terdampak pandemi. Deskripsi Hasil Penelitian Deskripsi Subjek Penelitian Subjek Masalah Psikososial Masalah psikososial adalah perubahan ditentukan oleh peneliti berdasarkan pengamatan selama dua bulan peneliti melakukan observasi di lokasi penelitian. Semua data dalam penelitian ini bersumber dari subjek yang berjumlah 3 orang dan 3 orang key informan yang merupakan orang terdekat atau wali dari subjek. Nama subjek yang disajikan berupa inisial. Subjek terdiri dari tiga perempuan berinisial RA . TA . , dan NN . yang berumur 15-16 tahun dengan pendidikan SD dan SMP yang masih psikologis maupun sosial yang bersifat timbal balik dan dapat menjadi faktor penyebab gangguan jiwa terhadap kesehatan atau gangguan Masalah psikososial yang dialami oleh subjek RA. TA, dan NN berbeda-beda, berikut masalah psikososial yang dialami oleh subjek: Rasa takut Berdasarkan berstatus pelajar serta satu orang baby sitter. mengenai perasaan takut, subjek RA mengalami Tabel 1. Profil Subjek Penelitian rasa takut untuk mengutarakan apa yang di rasakan, contohnya ketika RA melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan standar yag ditetapkan NK, maka RA akan mendapat hukuman baik berupa hukuman fisik berupa pukulan, jambakan, atau kepalanya dihantamkan ke tembok maupun Deskripsi Key Informan Data dikonfirmasikan kepada key informan yang hukuman verbal seperti dimarahi dengan katakata kasar. 604 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 . Reaksi fisikal Berdasarkan agresif yang dimilikinya berangkat dari sifat observasi selama penelitian, reaksi fisikal dialami oleh subjek RA yang sering merasakan sakit mudah tersinggung yang dimilki oleh NN, akhirnya NN menjadi seorang yang agresif karena tidak bisa menahan rasa kesalnya ketika Membalas rasa emosinya dengan kepala secara tiba-tiba. Cemas Dilihat dari hasil penelitian dan observasi Pola Asuh Orangtua peneliti mengenai rasa cemas, subjek TA . Pola Asuh Otoriter mengalami kecemasan dan khawatir berlebihan Pola asuh otoriter ini secara garis besar yang menyebabkan timbulnya rasa tidak percaya memiliki peraturan yang keras dalam mengasuh diri lantaran kerap menerima ejekan dari teman- Bilamana setiap peraturan yang sudah teman sekolahnya tentang fisiknya yang dianggap dibuat oleh orangtua dilanggar baik secara memiliki postur tubuh yang lebih besar dibanding sengaja maupun tidak sengaja oleh si anak, maka teman-teman seumurannya dan karena TA yang anak tersebut akan mendapatkan hukuman dan pernah tidak naik kelas. Cemoohan yang diterima TA selama kurang lebih tahun itu penghargaan ketika melakukan sesuatu yang benar atau sudah sesuai dengan perintah . Mudah tersinggung Orangtua yang menerapkan pola asuh otoriter cenderung tidak memberikan kebebasan observasi selama penelitian, perasaan mudah pada anak mereka untuk mengambil keputusan. tersinggung ditemukan pada subjek TA dan NN. Seperti gaya pengasuhan yang diterapkan NK Subjek TA merasa menjadi orang yang mudah pada RA. Berdasarkan tersinggung ketika teman-temannya mengejeknya Cara NK mendidik anak RA dapat dilihat ketika ia selalu mengomentari apa saja yang Sementara subjek NN menyadari bahwa dilakukan oleh anaknya, mulai dari penampilan, dirinya memiliki sifat mudah tersinggung ketika sikap, atau apapun yang menyangkut RA yang memasuki masa SMP dan tinggal bersama sang tidak sesuai dengan dirinya. NK merasa bahwa ayah, dimana ia kerap sekali mudah terpancing apa yang diarahkannya untuk RA adalah hal yang paling benar. Pola Asuh Permisif memiliki masalah. Orangtua yang menerapkan pola asuh . Agresif permisif ini biasanya lebih mebebaskan anak observasi yang telah dilakukan, ditemukan bahwa mereka dalam bertindak. Orangtua juga jarang sikap agresif dimiliki oleh subjek NN. Sikap memberikan hukuman maupun penghargaan atas Berdasarkan Dampak Masalah PsikososialA (Yulita Devi Larasat. 605 tingkah laku anak. Pengawasan yang lebih . Subjek TA longgar terhadap anak menyebabkan anak cenderung menemukan sendiri batasan-batasan dari tingkah lakunya tersebut. Seperti pola asuh yang diterapkan oleh HN kepada TA. Meskipun keputusan TA untuk berhenti sekolah sangat ditentang oleh ibunya, namun saat ini orangtuanya pun sudah menerima Gambar 2. Genogram Subjek TA keputusan apapun yang diambil oleh TA. Bentuk pola pengasuhan permisif ini juga Gambar diatas menceritakan hubungan yang diterapkan ST kepada NN, dimana ST lebih antara TA dengan HN. Pola asuh permisif yang memberikan kebebasan dan rasa maklum ketika diterapkan HN pada TA dapat dilihat dari sikap NN hendak melakukan sesuatu atau berbuat suatu acuh HN pada TA. Selain itu hukuman fisik hanya sempat dirasakan TA ketika kecil dengan intensitas yang sangat rendah. Genogram . Subjek NN Budh Tant Budh Tant Gambar 1. Genogram Subjek RA Gambar 3. Genogram Subjek NN . Subjek RA Gambar diatas menceritakan tentang Gambar diatas menggambarkan hubungan kondisi keluarga RA. Ayah RA yang dalam antara NN dengan kedua orangtuanya dan dengan gambar diinisialkan sebagai XX melakukan ST yang saat ini mengasuhnya. Dari gambar KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangg. pada tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua orangtua NK, kandung NN telah bercerai dan memiliki keluarga mengakibatkan NK menjadi seorang single NN kini tinggal bersama nenek dari sang parent dan membiayai anaknya seorang diri. Dari Sikap acuh tak acuh yang dilakukan oleh gaya pengasuhan yang diterapkan NK pada RA. ST, sang ayah dan ibu kepada NN, yang membuat kerap terjadi controlling pada apa yang boleh dan NN memiliki masalah dengan perasaan mudah tidak boleh dilakukan oleh RA, serta pemberian tersinggung dan juga sikap antisosial. Hal Menurut hukuman baik fisik maupun verbal ketika RA Iskandar (Mundakir, melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan masalah psikososial berarti setiap perubahan pandangan NK. 606 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 psikologis ataupun sosial yang mempunyai dengan kerapnya NN terlibat dalam suatu pengaruh timbal balik dan dianggap berpotensi perkelahian baik verbal maupun non verbal. cukup besar sebagai faktor penyebab terjadinya Dalam penelitian ini peneliti meneliti pola gangguan jiwa atau gangguan kesehatan secara asuh orangtua sebagai faktor dari dampak nyata atau sebaliknya, masalah kesehatan jiwa yang berdampak pada lingkungan sosial. Menurut Menurut Hurlock . 8: . pola asuh orangtua Keliat . 1: . ciri-ciri gangguan psikososial adalah suatu metode disiplin yang diterapkan adalah rasa cemas, khawatir berlebihan, takut, orangtua terhadap anaknya. Baumrind . alam mudah tersinggung, sulit konsentrasi, bersifat Silalahi, 2010: 8-. mengatakan bahwa gaya pola ragu-ragu, merasa kecewa, pemarah dan agresif, asuh orangtua ada tiga tipe, yaitu otoriter, serta terjadinya reaksi fisikal seperti jantung demokratis, dan permisif. Pada penelitian yang telah dilakukan pola asuh yang diterapkan oleh Berdasarkan key informan NK adalah otoriter, sedangkan pada kawasan lokalisasi Bong Suwung, masalah key informan HN dan ST menerapkan pola asuh diantaranya adalah perasaan takut, cemas, mudah Pola asuh otoriter diterapkan NK pada RA tersinggung, agresif, serta terjadinya reaksi sejak masih kecil. Kecenderungan NK menuntut bagaimana cara RA dalam berpakaian, bertindak. Pada subjek RA rasa takut serta reaksi bersosial media menyebabkan RA seorang yang fisikal yang terkadang dirasakan menjadikannya takut untuk melangkah dan mecoba hal baru. memiliki lingkup pertemanan yang tak cukup luas Selain itu hukuman fisik yg diberikan NK pada serta kebiasannya untuk tidak menceritakan apa RA pun turut menjadi penyebab RA seorang yang yang dirasakannya. Ketika terkadang emosi sedih sangat takut untuk bertindak dan mengambil keputusan karena teringat akan hukuman yang mengekspresikannya menjadikan RA tiba-tiba akan diterima jika tak sesuai dengan kemauan diserang rasa sakit pada kepala yang cukup NK. Rasa sakit yang diterima RA akibat hukuman mengganggu aktivitasnya. yang diberikan NK inilah yang terkadang Pada subjek TA, rasa cemas berdampak dirasakannya ketika sedang merasa tertekan. pada timbulnya rasa tidak percaya diri. Perasaan Pola asuh permisif diterapkan HN pada TA sejak masih kecil. Kurangnya waktu untuk menjadikannya sebagai orang yang mudah marah berkumpul bersama keluarga karena harus dan memiliki motivasi belajar yang rendah. membantu suaminya mencari nafkah menjadi Sedangkan pada subjek NN sikap agresif ini salah satu penyebab HN kurang memperhatikan berasal dari perasaan mudah tersinggung yang TA. Sikap agresif NN dapat dibuktikan Pola asuh permisif juga diterapkan ST pada NN. Pola asuh ini dipilih ST karena Dampak Masalah PsikososialA (Yulita Devi Larasat. 607 menurutnya jika ia terlalu mengekang NN. NN inginkan, hal ini merupakan manifestasi dari tidak akan berontak dan menjadi lebih tak terkandali, sempurnanya perkembangan psikososial remaja mengingat ketika tinggal bersama ayahnya. NN pada tahap pubertas dan remaja. Tapi dengan memiliki lingkup pertemanan yang kurang baik pengetahuan tentang ketaatan pada Tuhan yang dan sampai sekarang masih berhubungan dengan diajarkan NK pada RA membuat RA menjadi teman-temannya. anak yang selalu patuh dan menggantungkan Pengendalian dilakukan ST hanyalah memberikan peraturan semua pada Tuhan. tanpa mengekang NN. Berdasarkan hasil reduksi dan penyajian data mengenai masalah psikososial yang dialami subjek dan pola asuh yang diterapkan orangtua dapat disimpulkan bahwa dampak dari masalah psikososial yang dialami remaja di kawasan lokalisasi Bong Suwung berbeda-beda dan pola asuh yang diterapkan orangtua pun berbeda. Dampak masalah psikososial yang dialami subjek TA atas pola asuh permisif yang diterapkan oleh HN adalah merasa tidak percaya diri, rendahnya motivasi diri, serta kurangnya pandangan terhadap apa yang akan dilakukannya Sementara pada subjek NN dampak masalah psikososial yang dialaminya adalah tidak memiliki sosok role model yang menjadikannya SIMPULAN DAN SARAN bingung dalam mengambil sikap sehingga Simpulan menjadi sosok yang agresif dan pemarah. Selain Berikut merupakan kesimpulan mengenai itu dampaknya membuat NN menjadi seorang studi kasus tentang dampak masalah psikososial yang mulai menunjukkan sikap antisosial dengan remaja di kawasan lokaslisai Bong Suwung kebiasaanya mudah terpancing emosi, berkelahi, ditinjau dari pola asuh orangtua, maka dapat dan terlihat pula pada unggahannya di sosial ditarik kesimpulan sebagai berikut. media yang tidak sesuai dengan norma dan Dampak masalah psikososial yang dialami subjek RA atas pola asuh yang diterapkan Saran orangtuanya adalah merasa tidak percaya diri dan cenderung menarik diri dari lingkungan baru. Hal Bagi Orangtua Orangtua ini juga membuat RA menjadi pribadi yang memperhatikan dan menerapkan pola asuh yang kurang bisa mengekspresikan apa yang ia tepat terhadap anak yaitu pola asuh autoritatif rasakan, sehingga hanya memendamnya seorang . Penerapan pola asuh yang tepat diri dan membebaninya. Selain itu RA juga terhadap anak akan memberikan kontribusi positif merasakan kesepian karena kerap ditinggal oleh terhadap perkembangan psikososial anak. NK sehingga merasa tidak memiliki sosok untuk berbagi atau bercerita. Pola asuh otoriter yang diterapkan NK pada RA juga turut membuat RA merasa ragu maupun terbatasi untuk menemukan apa yang sebenarnya ia rasakan, pikirkan, dan DAFTAR PUSTAKA