Journals of Ners Community Volume 17. No 1. January-December, 2026, pp . E-ISSN . Doi: https://doi. org/10. 55129/jnerscommunity. v17i1/3219 Efektivitas Imunisasi Tetanus Toxoid terhadap Calon Pengantin: Literature Review Bella Safitriyana Universitas Islam Sultan Agung. Indonesia Corresponding Author: bellasafitriyanabella3@gmail. Artikel Info: Diterima: 06-02-2026 Disetujui: 20-02-2026 Diterbitkan: 09-03-2026 Kata Kunci: imunisasi TT. Accepted: 06-02-2026 Approved: 20-02-2026 Published: 09-03-2026 Keywords: of prospective ABSTRAK Latar Belakang: Program imunisasi Tetanus Toksoid (TT) untuk wanita usia subur (WPA) dan wanita hamil merupakan strategi utama untuk mengendalikan infeksi tetanus yang menyebabkan kematian ibu dan bayi. Imunisasi TT merupakan persyaratan pemeriksaan kesehatan pranikah wajib yang bertujuan untuk mencegah tetanus neonatal. Tetanus neonatal menyerang bayi baru lahir di bawah usia satu bulan, dengan angka kematian kasus yang sangat tinggi mendekati hampir 100% pada kasus yang tidak diobati, terutama yang memiliki masa inkubasi kurang dari 7 Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai metode edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap calon pengantin tentang imunisasi Tetanus Toxoid. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review sistematis melalui pencarian di database Google Scholar dan Garuda dengan kata kunci imunisasi TT, edukasi, dan calon pengantin. Setelah proses skrining . ree Indonesia/Inggri. , terpilih 10 artikel yang relevan untuk dianalisis. Temuan dan Implikasi: Edukasi melalui berbagai metode . eramah, penyuluhan, webinar, e-bookle. terbukti meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif calon pengantin terhadap imunisasi TT. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, dukungan keluarga, dan sikap dengan pelaksanaan imunisasi TT. Kesimpulan: Imunisasi TT merupakan upaya preventif krusial pada calon pengantin, dan edukasi yang terstruktur berperan penting dalam meningkatkan cakupan imunisasi. ABSTRACT Backround: The Tetanus Toxoid (TT) immunization program for women of childbearing age (WPA) and pregnant women is the main strategy to control tetanus infections that cause maternal and infant deaths. immunization is a mandatory premarital health screening requirement that aims to prevent neonatal tetanus. Neonatal tetanus affects newborns under one month of age, with very high case mortality rates approaching nearly 100% in untreated cases, especially those with an incubation period of less than 7 days. Objective: This literature review aims to analyze the effectiveness of various educational methods in increasing the knowledge and attitudes of brides-to-be about Tetanus Toxoid immunization. Methods: This study used a systematic literature review method through searches in Google Scholar and Garuda databases with the keywords TT immunization, education, and bride-to-be. After the screening process using inclusion criteria . ree fulltext, in Indonesian/Englis. , 10 relevant articles were selected to be analyzed. https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana Findings and Implications: Education through various methods . ectures, counseling, webinars, e-booklet. has been proven to increase knowledge and form a positive attitude of brides-to-be towards TT immunization. There is a significant relationship between knowledge, family support, and attitudes with the implementation of TT immunization. Conclusion: TT immunization is a crucial preventive effort for brides-tobe, and structured education plays an important role in increasing immunization coverage. This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International license https://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. PENDAHULUAN Pasangan calon pengantin harus mempersiapkan segala sesuatu yang harus mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bertujuan agar dapat memiliki proses reproduksi yang aman. Pemberian imunisasi TT pada calon pengantin dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk mempersiapkan kehamilan guna melindungi janin hingga mampu menurunkan angka risiko terkena tetanus neonatorum. Di negara sedang berkembang seperti Indonesia, insiden dan angka kematian dari penyakit tetanus masih cukup tinggi. Kekebalan terhadap tetanus hanya dapat diperoleh melalui imunisasi tetanus toxoid (Desy Ardillah et al. , 2. Imunisasi tetanus toxoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Vaksin tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan. Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) artinya pemberian kekebalan terhadap penyakit tetanus pada calon ibu dan bayi yang akan dikandungnya (Astr Safariah & Sri Dewi Mulyani, 2024. Baiq Ricca Afrida et al. , 2025. Lubis et al. , 2. Pemberian pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan sesksual secara komprehensif dengan mencakup Undang-Undang Perkawinan, keluarga sakinah, rumah tangga ideal, serta kesehatan reproduksi. Namun, kegiatan kursus calon pengantin sebagai sarana penyediaan pengetahuan kesehatan reproduksi belum berjalan optimal akibat beberapa kendala, seperti keterbatasan dana dan rendahnya partisipasi calon pengantin Program (KIE) Kesehatan Reproduksi dan Seksual di Puskesmas pun belum terealisasi secara maksimal, sehingga calon pengantin memasuki pernikahan dengan pengetahuan yang terbatas Kurangnya pengetahuan calon pengantin . tentang imunisasi TT menyebabkan sikap negatif mereka, karena informasi yang diterima hanya sebatas permukaan. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui penyuluhan tentang urgensi imunisasi TT serta risiko yang ditimbulkan jika imunisasi tersebut Penyuluhan ini disampaikan secara menyeluruh dan intensif melalui media massa maupun komunikasi langsung serta sosialisasi kepada Wanita https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana Usia Subur (WUS), khususnya calon pengantin. Setelah intervensi, peneliti membuka sesi tanya jawab bagi partissipan yang masih memiliki pertanyaan terkait imunisasi TT. Pasangan calon pengantin wajib mempersiapkan segala hal terkait kesehatan, di antaranya pemeriksaan kesehatan pranikah . remarital checku. Tindakan preventif ini penting untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan pada individu, pasangan, maupun keturunan mereka nanti guna meningkatkan mutu sumber daya manusia sejak lahir. Pendekatan ini diterapkan pada tahap sebelum pernikahan, melibatkan Kementerian Kesehatan. BKKBN. Kementerian Agama, serta puskesmas. Contoh pelayanan kuncinya mencakup imunisasi Tetanus Toxoid (TT) (Ike Sri Wahyuni et al. Yolandia & Febriyani, 2. Imunisasi TT (Tetanus Toxoi. adalah strategi pencegahan penyakit menular paling efektif, khususnya untuk melindungi dari tetanus penyakit berbahaya akibat bakteri memicu kejang otot hebat hingga berpotensi fatal, terutama pada ibu hamil dan bayi baru lahir. Berdasarkan kerjasama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama, calon pasangan yang akan menikah diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan pra-nikah, termasuk imunisasi TT sebagai syarat mutlak dari aturan pemerintah. Pernikahan memerlukan persiapan matang, salah satunya menjaga kesehatan fisik. Bagi calon pengantin wanita, salah satu dokumen administratif wajib adalah surat keterangan bebas TT, yang dikeluarkan untuk melengkapi persyaratan pendaftaran di Kantor Urusan Agama (KUA). Pernikahan yang ideal adalah ikatan harmonis antara pria dan wanita sebagai pasangan hidup. Saat memilih calon pasangan, penting untuk melakukan penelusuran mendalam terhadap kepribadiannya, serta riwayat kesehatan kedua belah pihak, baik wanita maupun pria. Calon mempelai kini sudah familiar dengan pemeriksaan kesehatan pranikah, khususnya pemberian imunisasi tetanus toksoid (TT) bagi calon pengantin wanita. Program imunisasi TT ini merupakan inisiatif pemerintah yang ditujukan untuk mencegah infeksi tetanus, yang menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi (Anggriani et al. , 2. Meskipun program imunisasi TT bagi calon pengantin telah diatur dalam kebijakan pemerintah, cakupannya di berbagai daerah masih belum optimal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan dan sikap negatif calon pengantin menjadi faktor penghambat utama. Penelitian Neni et . menemukan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penerimaan imunisasi TT, sementara Nisa et al. menambahkan bahwa dukungan keluarga dan sikap ibu pra-nikah turut berpengaruh. Namun, belum terdapat sintesis komprehensif yang membandingkan efektivitas https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana berbagai metode edukasi yang telah dilakukan, sehingga sulit bagi tenaga kesehatan untuk menentukan pendekatan edukasi yang paling tepat. Kesenjangan penelitian ini menjadi urgensi dilakukannya literature review yang sistematis. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai metode edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap calon pengantin tentang imunisasi tetanus toxoid di Indonesia. METODE PENELITIAN Penulisan literature review dimulai dengan pencarian literature pada database elektronik, yaitu: Google Scholar. Garuda. Pencarian menggunakan kata kunci: imunisasi TT, edukasi, calon pengantin. Jurnal-jurnal tersebut kemudian disaring dengan kriteria inklusi, full-text gratis, berbahasa Inggris dan Indonesia. Hasil skrining menggunakan kriteria inklusi didapatkan beberapa jurnal terkait. Jurnal dibaca kembali pada judul yang mencantumkan lokasi penelitian di Indonesia, full text gratis. Kemudian dipilih 10 jurnal yang akan dianalisis. Penelitian ini menggunakan metode literature review sistematis dengan pendekatan naratif-tematik, mengacu pada panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik Google Scholar. Garuda. PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci: Auimunisasi TTAy. AuedukasiAy. Aucalon pengantinAy. Autetanus toxoidAy. AupengetahuanAy, dan AusikapAy, dengan operator Boolean AND/OR. Kriteria inklusi meliputi: artikel berbahasa Indonesia atau Inggris, diterbitkan tahun 2019Ae2025, tersedia full text, dan membahas topik edukasi/pengetahuan/sikap terkait imunisasi TT pada calon pengantin atau wanita usia subur. Kriteria eksklusi meliputi artikel duplikat, opini tanpa data empiris, dan artikel tidak relevan setelah pembacaan teks Dari total artikel yang ditemukan, dilakukan skrining judul dan abstrak, kemudian pembacaan teks lengkap, dan akhirnya terpilih 10 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis secara tematik. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Penelitian Terdahulu Judul Penulis Tanggal Tujuan Metodologi Artikel Publika Penelitian Penelitian Edukasi Sunarsi. Ceramah Imunisasi Ana Terdapat 3 Mariza, (Tetanus Fijri Toxoi. Rachmawa Pada Calon ti, . https://journal. id/index. php/JNC/index Hasil Dan Pembahasan Terjadi rata-rata Bella Safitriyana Judul Artikel Penulis Tanggal Publika Pengantin (Cati. Penyuluha Imunisasi Tetanus Toksoid Untuk Calon Pengantin Dan Wanita Usia Subur Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Suriyani Juli Tan. Witriastika Suci. Rina Kusumarat Peningkata Fadhila Tsania April Tujuan Penelitian Metodologi Penelitian Hasil Dan Pembahasan 6,66% rata-rata 78,67% dan 85,33% Tujuan dari Penelitian Melakukan Pengabdian menggunak dan Kepada an metode pembinaan Masyarakat (PKM) ini dengan adalah untuk menggunak webinar pengabdian kader kesehatan di masyarakat kelurahan (PKM) Tetanus Toksoid (TT) metode para penyuluhan kader, . dukasi dengan nilai rata-rata . dan konseling ) 58,6 menjadi Wanita Usia Subur (WUS) yang datang ke poli KIA di Puskesmas mitra, serta Tujuan Metode Hasil penelitian ini yang https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana Judul Artikel Penulis Pengetahu Imunisasi Tetanus Toxoid Sebagai Upaya Promotif Untuk Cegah Infeksi Tetanus Pengetahu an Calon Pengantin Wanita Tentang Imunisasi Tetanus Toxoid (T. Tanggal Publika Tujuan Penelitian Metodologi Penelitian Hasil Dan Pembahasan Richa wanita usia subur, tentang menikah atau ini adalah wanita usia Siti Desem Rahmah. Anna Malia 2022 Tujuan penelitian ini ini secara Deskriptif data yang dalam tabel wanita usia subur (WUS) toxoid (TT) mereka dan bayi mereka. Hasil penelitian ini besar calon baik tentang imunisasi TT 65% dengan yang paling cukiup atau https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana Judul Artikel Penulis Tanggal Publika Pemberian Edukasi Imunisasi (Tetanus Toxoi. Pada Calon Pengantin Di Klinik Delica Care. Titha Oktobe Novia Asdiny. Arum Dwi Anjani. Devy Lestari Nurul Aulia. Hubungan Pengetahu Dan Sikap Calon Pengantin (Cati. Dengan Pemberian Rifda Neni. Desem Waytherlis ber Apriani. Yuni Ramadhan Tujuan Penelitian Metodologi Penelitian Hasil Dan Pembahasan serta jadwal Tujuan Metode ini Hasil penelitian ini menggunak penelitian ini meningkatkan an imunisasi TT, yang satu personal syarat wajib pada calon bulan untuk yang normal. Imunisasi TT tetanus pada ibu dan bayi Tujuan Jenis Terdapat ini dengan signifikan Analitik sikap rancangan crossimunisasi TT . etanus https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana Judul Artikel Penulis Tanggal Publika Tujuan Penelitian Metodologi Penelitian Hasil Dan Pembahasan Imunisasi Tt Catin imunisasi TT . etanus Hubungan Pengetahu Dukungan Keluarga. Dan Sikap Ibu PraNikah Dengan Pelaksanaa Imunisasi Tetanus Toxoid (Tt Catin ) Mahdiyatu Februar Tujuan untuk Nisa, i 2024 Retno Sugesti. keluarga, dan sikap ibu pranikah dengan tetanus toxoid (TT Cati. Hubungan Dukungan Ade Nur April Ratna Sari, 2023 Tujuan penelitian ini toxoi. hal positif dapat n cakupan imunisasi TT . etanus toxoi. pada Metode Hasil penelitian ini ini dengan menunjukan Deskriptif nikah di UPT pendekatan telah imunisasi TT catin, uji chisquare kan adanya Metode Hasil penelitian penelitian ini https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana Judul Artikel Penulis Tanggal Publika Calon Rita Ayu Suami. Yolandia. Pengetahu Dan Kecemasa Calon Pengantin Terhadap Imunisasi Tetanus Toxoid Pengaruh E-Booklet Terhadap Pengetah uan dan Sikap Calon Penganti n Tentang Persiapan Kehamila n Sehat Aprianti N. Juni Faizaturra 2025 History A . Tujuan Penelitian Metodologi Penelitian calon suami, tetanus toxoid ini Adalah pra eksperime Hasil Dan Pembahasan EBooklet Diharapkan edukasi ini, secara fisik dan mental yang positif. Tujuan Jenis Penelitian ini ini adalah bahwa pengaruh E- dengan besar calon Booklet desain pre pengantin eksperimen pemberian t one group edukasi epengetahuan sikap postets https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana Judul Artikel Penulis Tanggal Publika Tujuan Penelitian Metodologi Penelitian Hasil Dan Pembahasan Puskesmas Nipah. Edukasi Ambo Juni Tujuan Metode ini Hasil Kader Dalle. Hj. penelitian ini dengan penelitian ini Kesehatan Ningsih Untuk Jaya meningkatkan kegiatan Penjaringa . pengabdian bahwa masyarakat edukasi Imunisasi Tetanus pendekatan kader Toxoid imunisasi TT pendidikan kesehatan Pada Ibu ibu kesehatan Hamil Dan dan dan Wanita wanita usia demontrasi n Usia Subur subur, serta kader dalam ikan imunisasi toxoid (TT) edukasi 25% nilai di atas 60%, dengan rata-rata Sumber: Data diolah Edukasi https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan. Pasangan calon pengantin (CPG) perlu mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan reproduksinya (Fitri et al. , 2025. Mulyaningsih et al. , 2. Tujuannya untuk mempersiapkan proses reproduksi yang aman dan sehat. Imunisasi tetanus toxoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Fitri et al. , 2. Kemudian tim melakukan peninjauan dan didapatkan hampir seluruhnya memiliki pengetahuan sebatas definisi. Berdasarkan hal tersebut, maka tenaga kesehatan wajib memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya calon pengantin, dan bidan memberikan penegasan kepada calon pengantin untuk segera melakukan imunisasi TT sebagai upaya pencegahan penyakit tetanus. Edukasi diberikan untuk menambah pengetahuan. Agar mediator bisa mengubah kebiasaan (Sunarsih et al. , 2. Berbagai sumber informasi mengenai imunisasi tenaga kesehatan, media massa, maupun pengalaman pribadi menunjukkan bahwa imunisasi tidak hanya melindungi bayi dari penyakit, melainkan juga memberikan sejumlah manfaat tambahan. Akibatnya, sebagian besar calon pengantin memiliki pemahaman yang baik tentang keuntungan imunisasi, terutama vaksin TT bagi mereka Selain vaksin TT untuk calon pengantin, ada pula pemberian vaksin TT sebagai bagian standar dari Asuhan Antenatal Care (ANC) selama kehamilan, yang dikenal dengan konsep 10 T Keuntungan vaksin TT bagi calon pengantin terletak pada pencegahan infeksi tetanus saat hubungan seksual pertama, di mana robeknya selaput dara sering menimbulkan luka terbuka yang memudahkan masuknya bakteri penyebab tetanus ke dalam vagina (Keb Ni Wayan Erviana Puspita Dewi et al. , 2024. Rahmah & Malia, 2. Pengetahuan berperan besar dalam menentukan sikap seseorang terhadap imunisasi TT bagi calon pengantin, baik menerima maupun Individu dengan pengetahuan memadai cenderung bersedia mengikuti vaksinasi tersebut, sedangkan mereka yang pengetahuannya rendah lebih mungkin menolaknya Data dari penelitian ini mengungkapkan bahwa calon pengantin dengan pengetahuan kurang jumlahnya lebih dominan dalam tidak menjalani imunisasi TT, dibandingkan dengan kelompok yang memiliki pengetahuan cukup atau baik. Tingkat pengetahuan memang menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan penerimaan atau penolakan imunisasi TT calon pengantin (Keb Ni Wayan Erviana Puspita Dewi et al. , 2. Pada program PKM kali ini, kader turut dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan imunisasi TT yang ditujukan untuk calon pengantin . serta wanita usia subur (WUS). Sosialisasi bagi kader https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana dilaksanakan melalui webinar dengan melibatkan 7 kader di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Tegal Parang, yang diprioritaskan karena rendahnya capaian program imunisasi di sana. Selain itu, kegiatan ini dilengkapi dengan penyerahan media cetak berupa poster dan flyer kepada kepala Puskesmas Kelurahan Tegal Parang, dengan harapan materi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam pembinaan rutin kader kesehatan setempat terkait imunisasi TT untuk catin. WUS, dan ibu hamil . (Kusumaratna et , 2. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dijalankan oleh dosen. Kegiatan ini mencerminkan komitmen dan kompetensi profesional dosen, sehingga peluang untuk melanjutkan dan mengembangkannya secara optimal perlu terus dibuka lebar. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa peningkatan pengetahuan serta keterampilan kader kesehatan mengenai imunisasi tetanus toxoid ini bukanlah yang pertama dilakukan di Puskesmas Mangasa. Kota Makassar. Sebelumnya, petugas puskesmas telah mempelopori pelatihan serupa dengan memberikan pemahaman dasar tentang imunisasi tersebut kepada kader kesehatan. Oleh karena itu, program kali ini berfungsi sebagai langkah lanjutan untuk menyegarkan pengetahuan mereka, yang dikombinasikan dengan demonstrasi penyuluhan langsung oleh kader kesehatan (Dalle et al. , 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting berjalan lancar dan sukses. Acara ini diikuti oleh 17 peserta, dengan komposisi 82,35% wanita usia subur (WUS) berusia 15-49 tahun serta 17,64% pria dewasa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan komunitas. Dalam pelaksanaannya, peserta menerima presentasi materi mengenai pengertian imunisasi TT serta urgensi pemberian vaksin tersebut sebelum pernikahan. Selanjutnya, mereka dibagikan file digital poster imunisasi TT yang memuat poin-poin krusial tentang manfaat vaksin ini. Desain poster tersebut telah dikembangkan secara khusus (Richa, 2. Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan individu atau Pengetahuan ini berperan sebagai jembatan utama dalam mengubah pola kebiasaan sehari-hari. Dengan pemahaman yang memadai, seseorang atau kelompok lebih mudah menerima informasi baru, menerapkannya ke dalam perilaku, serta mengadopsikannya dalam gaya hidup harian. Imunisasi merupakan proses pemberian kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu melalui pengenalan zat khusus ke dalam tubuh, sehingga membuatnya tahan terhadap infeksi yang sedang menyebar atau berpotensi membahayakan. Istilah ini berasal dari kata "imun", yang artinya https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana kebal atau resisten. Namun, imunisasi untuk satu jenis penyakit hanya melindungi terhadap penyakit tersebut saja. untuk penyakit lain, diperlukan vaksinasi terpisah (Novia Asdiny et al. , 2. Peneliti meyakini bahwa penyuluhan menggunakan e-booklet dapat secara efektif meningkatkan pemahaman calon pengantin tentang imunisasi TT. Sebagai media digital, e-booklet dianggap lebih menarik dan mudah dijangkau oleh calon pengantin, yang biasanya sudah familiar dengan perangkat teknologi. Penyajian informasi secara interaktif dan berbasis visual membuatnya lebih mudah dicerna daripada pendekatan tradisional seperti kuliah atau bacaan cetak. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan mendalam bagi calon pengantin mengenai urgensi imunisasi TT (Aprianti et al. , 2. Pengetahuan didefinisikan sebagai proses persepsi manusia terhadap suatu objek melalui indera, yang dipengaruhi oleh tingkat perhatian dan interpretasi individu. Selain itu, nilai odds ratio (OR) sebesar 0,04 mengindikasikan bahwa responden dengan pengetahuan baik hanya 0,04 kali lebih mungkin melakukan imunisasi TT dibandingkan mereka dengan pengetahuan kurang (Nisa et al. , 2024. KESIMPULAN Efektivitas imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada calon pengantin, dapat disimpulkan bahwa imunisasi TT merupakan upaya preventif krusial yang wajib dilakukan untuk melindungi kesehatan calon ibu dan bayi masa depan dari risiko infeksi tetanus yang memiliki angka kematian sangat tinggi, terutama tetanus neonatorum (Neni et al. , 2. Sebagian besar calon pengantin memiliki pengetahuan yang baik terkait manfaat imunisasi TT, namun masih terdapat sebagian yang memiliki pemahaman terbatas mengenai pengertian, jadwal, dan efek sampingnya. Edukasi yang diberikan melalui berbagai metode seperti ceramah, penyuluhan, webinar, hingga media digital berupa e-booklet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif terhadap imunisasi TT. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga . erutama calon suam. , dengan pelaksanaan imunisasi TT pada calon pengantin. Keterlibatan kader kesehatan juga berperan penting dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan cakupan imunisasi TT bagi calon pengantin serta wanita usia subur. Literature review ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, pencarian database terbatas pada Google Scholar dan Garuda sehingga artikel-artikel internasional yang terindeks di PubMed atau Scopus mungkin Kedua, jumlah artikel yang dianalisis . masih tergolong https://journal. id/index. php/JNC/index Bella Safitriyana sedikit untuk menghasilkan kesimpulan yang sangat kuat. Ketiga, kualitas metodologis masing-masing artikel belum dinilai secara formal menggunakan alat penilaian kualitas studi . ritical appraisa. Untuk penelitian ke depan, disarankan agar dilakukan systematic review yang lebih komprehensif dengan cakupan database yang lebih luas, mengikutsertakan artikel internasional, serta menggunakan protokol PRISMA secara penuh disertai penilaian kualitas studi. Selain itu, diperlukan penelitian eksperimental yang membandingkan efektivitas berbagai metode edukasi secara langsung untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang lebih kuat bagi tenaga kesehatan. UCAPAN TERIM KASIH Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan artikel literature review ini. Terima kasih khusus disampaikan kepada Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang telah memberikan dukungan akademik sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada para peneliti dan penulis artikel ilmiah yang karyanya menjadi sumber referensi dalam kajian ini. Selain itu, penulis menghargai kontribusi berbagai institusi kesehatan dan akademisi yang telah menyediakan akses terhadap berbagai sumber literatur ilmiah yang digunakan dalam penelitian ini. Dukungan dan kontribusi tersebut sangat membantu dalam memperkaya analisis mengenai efektivitas edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap calon pengantin terhadap imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi tenaga kesehatan, akademisi, serta masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya imunisasi TT sebagai upaya pencegahan tetanus pada ibu dan bayi. REFERENCES