415 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 Analisis Konsep New Urbanism Dan Dampak Pada Perilaku Mobilitas Masyarakat Perkotaan di Indonesia Aisiyah Nur Rahmawati Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya E-mail : 08040120077@student. Article History: Received: 24 November 2023 Revised: 03 Desember 2023 Accepted: 05 Desember 2023 Keywords : Urbanism. New Urbanism. Urban Community Mobility Challenges. PENDAHULUAN Abstract : In recent years, one of the urbanism phenomena that has occurred in Indonesia is the existence of villages located in urban centers. Urban mobility is the most critical challenge encountered in various cities. The frequent occurrence of traffic jams, air pollution, and people's dependence on using private transportation rather than public transportation is a challenge to urban mobility that requires sustainable solutions. The concept of new urbanism can be used as a way to approach urban planning to overcome problems that are related to urban design. One of the cities in Surabaya that applies the concept of new urbanism is Jambangan Village, where the dominant community has implemented several indicators of Asian New Urbanism to become a sustainable village. The aim of this research was to explain the concept of new urbanism implemented in cities in Indonesia and to analyze the impact of implementing new urbanism on the mobility behavior of urban communities in Indonesia. The research taken in this journal is qualitative research with the research approach used, namely a library research approach. This approach prioritizes reviews of the literature by collecting data from various sources. The existence of the new urbanism concept can have a positive impact on Jambangan Village if it is handled Indonesia memiliki tingkat urbanisasi yang kurang baik terhadap perekonomian apabila dibandingkan dengan beberapa negara di Asia. Pada tahun 1990-an, masyarakat Indonesia masih banyak yang memilih untuk tinggal di pedesaan daripada di perkotaan. Seiring dengan berjalannya waktu bersamaan dengan adanya pembangunan ekonomi dan meningkatnya jumlah penduduk, membuat penduduk semakin banyak yang memilih untuk melakukan urbanisasi kampung kota (Ahmad Erani Yustika, 2. Tidak hanya di Indonesia fenomena urbanisasi ini terjadi melainkan terjadi di seluruh kota-kota di dunia. Pada tahun 2014 berdasarkan data yang didapatkan dari Persatuan Bangsa-Bangsa, penduduk yang sudah memilih untuk tinggal di kota ini sebanyak 54% dan nantinya akan terus meningkat pada tahun 2050 hingga mencapai 66% a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 (PUPR, 2. Pembangunan di kota-kota besar yang ada di Indonesia semakin banyak sehingga bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang ke kota-kota besar dengan tujuan untuk mencari pekerjaan dan tempat tinggal yang baru. Hal inilah yang biasanya disebut dengan urbanisasi. Apabila pemerintah tidak melakukan tindakan pengendalian mengenai urbanisasi yang berkelanjutan, nantinya bisa mengakibatkan beberapa Beberapa masalah yang saat ini dihadapi oleh Indonesia yaitu bertumbuhnya jumlah penduduk pada tingkat yang tinggi, banyaknya penduduk dari desa yang pindah ke kota, dan adanya perubahan pengelompokan wilayah perkotaan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan wilayah lain yang berada di sekitarnya. Adanya urbanisasi diakibatkan oleh tidak meratanya fasilitas pembangunan yang disediakan pemerintah terlebih antara pedesaan dengan perkotaan (Harahap, 2. Sumber: (Badan Pusat Statistik, 2. Gambar 1. Persentase Penduduk Daerah Perkotaan di Indonesia Tahun 2010-2035 Komposisi penduduk yang tinggal di perkotaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Menurut data yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS), persentase masyarakat Indonesia pada tahun 2020 yang tinggal di wilayah perkotaan sebesar 56,7%. Persentase yang telah disebutkan tersebut diperkirakan akan terus mengalami peningkatan pada tahun 2035 menjadi sebesar 66,6%. Jika pertumbuhan penduduk terus mengalami peningkatan, tentunya akan membuat kota-kota besar semakin berkembang dan akan berpengaruh negatif pada daerah yang ditinggalkan seperti menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi dikarenakan di usia produktifnya penduduk sebagian besar lebih memilih untuk tinggal di kota-kota besar. Bukan hanya itu, urbanisasi yang berkembang dengan cepat juga bisa menyebabkan berbagai tantangan lainnya di perkotaan seperti kemacetan yang mana nantinya juga bisa mengakibatkan polusi udara. Oleh karena itu, diperlukan adanya konsep pembangunan kota yang berkelanjutan untuk menangani tantangan dalam hal mobilitas dan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Salah satu konsep dari pembangunan kota yang berkelanjutan yaitu New Urbanism. Konsep new urbanism yakni pendekatan perencanaan perkotaan yang sering digunakan berbagai negara untuk mengatasi masalah yang memiliki keterkaitannya dengan urban desaign. New urbanism memberikan karakteristik desain spesifik agar tujuan dari new urbanism sendiri yakni menggunakan lahan dan strategi desain bisa menurunkan tingkat penggunaan kendaraan pribadi dan terciptanya lingkungan yang lebih nyaman untuk ditinggali bisa terealisasikan. Bukan hanya itu, new urbanism juga mengungkapkan apabila dalam kehidupan sehari-hari bisa a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 menempatkan kegiatan dengan jarak yang bisa dijangkau dengan jalan kaki serta memberikan akses jalan dan jalur bagi para pejalan kaki yang saling terkait. Dengan adanya akses tersebut nantinya akan meningkatkan para pejalan kaki dan menurunkan para pengguna kendaraan Salah satu pokok utama dari new urbanism yaitu kawasan penduduk dirancang untuk para pejalan kaki dan transportasi umum sama halnya dengan mobil . Para ahli new urbanism memiliki kepercayaan jika kawasan wilayah untuk berkendara lebih dipersempit dan disediadakannya akses bagi pejalan kaki yang dikaitkan dengan jalan nantinya akan bisa menanggulangi kemacetan lalu lintas serta polusi udara yang terjadi di perkotaan (Haryadi & Riyanto, 2. Wilayah perkotaan di Indonesia akan terus mengalami peningkatan dan perubahan. Adanya peningkatan ini diikuti dengan bergantungnya pada transportasi pribadi, kemacetan lalu lintas, dan masalah polusi udara. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemahaman mengenai bagaimana penerapan konsep new urbanism mempengaruhi perilaku mobilitas masyarakat perkotaan yang ada di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan mengenai konsep new urbanism di implementasikan di kota yang ada di Indonesia serta menganalisis dampak penerapan new urbanism pada perilaku mobilitas masyarakat perkotaan di Indonesia. LANDASAN TEORI Konsep New Urbanism Nama lain dari new urbanism diantaranya yaitu Traditional Neighborhood Development (TND). Perencanaan Neotradisional Transit Oriented Development (TOD) atau Compact Development. New urbanism yakni tindakan yang digunakan untuk menuntaskan problem yang memiliki kaitan dengan urban desaign. Gerakan ini mengakui jika konsep neotradisional ini berpacu dari karakteristik kota lama di Amerika Serikat dan bisa menuntaskan permasalahan mengenai perumahan yang terletak di pinggir kota yang disebabkan dengan adanya pendekatan konvensional (Kwanda, 2. Konsep New Urbanism yakni konsep perencanaan wilayah yang spekulasi utamanya adalah tindakan mengenai adanya kegagalan utama yang ada pada perancangan wilayah kota modern. Kegagalan yang dimaksud yakni tidak terbentuknya suatu komunitas yang sempurna pada kota yang menyebabkan penduduk wilayah tersebut merasakan keasingan pada lingkungan mereka sendiri. Selain itu,yang awalnya di wilayah tempat tinggal mereka banyak terdapat komunitas yang utuh berubah menjadi hancur karena keinginan untuk melengkapi kebutuhan terhadap kegiatan modern mereka. Kegagalan lainnya yaitu adanya kota atau wilayah modern ini menyebabkan kerusakan yang ada di lingkungan serta mendayagunakan sumber daya alam secara melebihi batas. Selain itu juga pemakaian kendaraan bermotor secara pribadi yang berlebihan juga menyebabkan adanya polusi udara yang tidak baik bagi kesehatan (Azizstra & Fajriyanto, 2. Menurut CNU dan HUD . yang ada pada Rahnama. Roshani. Hassani, dan Hossienpour . bahwa new urbanism mempunyai 10 prinsip yang bertujuan unuk menuntaskan masalah mengenai perkotaan baik itu satu bangunan saja ataupun meliputi satu komunitas atas semuanya yang berada wilayah pembangunan. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya yaitu : Walkability adalah prinsip new urbanism terkait dengan kawasan ramah pejalan kaki agar pengguna kendaraan pribadi bisa berkurang sehingga tersedianya jalur bagi pejalan kaki lebih layak lagi dan dijadikan hal yang penting untuk diperhatikan. Menurut Krambeck . adanya aspek keselamatan, kenyamanan, dan keamanan menjadi a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 aspek yang harus dimiliki pedestrian supaya berjalan bisa dijadikan alternatif sarana transportasi pada transportasi daerah. Connectivity yakni prinsip yang memiliki hubungannya dengan akses pedestrian jika berada pada jalur yang mempunyai tata tertib lalu lintas baik itu di jalan raya, jalan sempit, maupun di gang sempit. Bukan hanya itu, wilayah pedestrian harus ramah publik yang membuat pejalan kaki merasa nyaman ketika berjalan kaki. Konektivitas yang baik antar ruang pada suatu wilayah mempunyai tanggungjawab terhadap pemerataan kepadatan penduduk di suatu wilayah. Dengan adanya prinsip ini, tingkat kriminalitas akan berkurang karena meratanya suatu wilayah yang mana setiap sudut tersebut nantinya bisa dijangkau dengan mudah antara satu dengan yang lain. Mixed use & diversity ditekankan pada prinsip konsep new urbanism yang mana pendekatanya ditekankan pada penggunaan mixed use building dan keberagaman masyarakat pada suatu wilayah. Diharapkan dengan konsep new urbanism ini bisa meminimalisir penggunaan lahan, penghematan konsumsi energi dan mampu meningkatan pembangunan ekonomi daerah dengan tercukupnya kebutuhan secara Mixed housing yaitu prinsip konsep new urbanism yang mempunyai keterkaitannya dengan penggabungan beragam jenis rumah baik itu jenis, ukuran maupun harga dalam satu wilayah. Quality of Architecture & Urban Desaign yang mana hal ini menekankan pada keindahan, estetika, kenyamanan serta terciptanya Ausense of placeAy di suatu wilayah, terbentuknya suatu wilayah dan lingkungan yang indah dari karakteristik arsitektur sehingga bisa menyehatkan jiwa masyarakat di wilayah tersebut. Struktur lingkungan pertentangan tradisional memiliki keterkaitan dengan kemampuan untuk membedakan antara tepi dan pusat, ruang publik, ruang terbuka publik yang disusun sebagai civil art. Density increased memiliki keterkaitan dengan masalah dari padatnya bangunan, rumah, sampai layanan masyarakat yang bertujuan agar masyarakat mudah dalam mencapai suatu wilayah. Smart transportation yang berkaitan dengan diterapkannya jaringan transportasi dengan kualitas tinggi agar terhubung dengan beberapa wilayah. Keberlanjutan yang memiliki keterkaitan dengan diterapkannya keberlanjutan dalam segi ekonomi, sosial, maupun ekologi suatu wilayah. Quality of life berkaitan dengan terciptanya lingkungan yang bisa mengoptimalkan kualitas hidup masyarakat sehingga bisa menciptakan kehidupan yang bahagia bagi masyarakatnya (Ikhsani & Sari, 2. Tantangan Mobilitas Masyarakat Perkotaan Mobilitas masyarakat perkotaan yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya di perkotaan. Mayarakat melakukan mobilitas dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak tersedia sebelumnya di wilayah asal mereka. Mobilitas masyarakat perkotaan juga meliputi bermacam-macam mode transportasi yang dipakai sehari-hari seperti bersepeda, berjalan kaki, menggunakan transportasi umum maupun transportasi pribadi. Adanya mobilitas penduduk ini menjadi salah satu faktor pendorong perubahan kondisi sosial ekonomi suatu daerah. Apabila mobilitas penduduk tidak terkendali, akan menyebabkan turunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan. Dalam hal proses urbanisasi, mobilitas penduduk ini nantinya akan tidak tertahan dan akan terus meningkat a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 seiring dengan berjalannya waktu. Mengalirnya penduduk dari desa ke kota adalah penyebab dari adanya kesenjangan pertumbuhan antara desa dengan kota terutama yang berhubungan dengan pertumbuhan sosial ekonomi (Ismail et al. , 2. Mobilitas penduduk ini biasanya dikarenakan oleh faktor pendorong berhubungan dengan daerah asal baik secara langsung maupun tidak langsung dan faktor penarik biasanya lebih condong dari daerah Faktor pendorong mobilitas penduduk disebabkan oleh 3 faktor diantaranya yaitu faktor ekonomi yang terjadi dikarenakan adanya ketimpangan pembangunan dan tidak meratanya bermacam-macam fasilitas sosial ekonomi antara daerah satu dengan daerah lainnya, faktor pendidikan seseorang yang mana jika seseorang tersebut memiliki pendidikan yang tinggi tentunya akan mendorong untuk melakukan perubahan terhadap daerah asalnya ke daerah tujuan. Hal ini dikarenakan anggapan mereka mengenai pendidikan tinggi yang mereka miliki bisa bersaing di tempat baru. Faktor pendorong yang terakhir yakni fasilitas transportasi yang mana dengan adanya peningkatan jalan desa bisa membuat peningkatan desa meningkat, mendorong dan memperluas komersialisasi pertanian serta meningkatkan produksi pertanian (Muuzi, 2. Selain adanya faktor pendorong, menurut Lee . terdapat juga faktor penarik mobilitas penduduk yang menyebabkan masyarakat memilih untuk melakukan mobilitas penduduk perkotaan diantaranya yaitu terbukanya lapangan pekerjaan, ependapatan yang diperoleh lebih tinggi dari daerah sebelumnya, dapat memperoleh pendidikan yang tinggi, lingkungan yang nyaman, serta adanya kemajuan di tempat yang baru. Adanya peningkatan mobilitas perkotaan merupakan terpusatnya perhatian pada lalu lintas manusia dan juga barang, bukan lalu lintas kendaraan. Hal ini bertujuan agar sistem mobilitas perkotaan bisa tercipta secara efisien, fleksibel, urusan pengguna jalan yang harus diperhatikan, aman dan terjangkau. Ini berarti mengutamakan angkutan umum, pejalan kaki, sepeda, serta kendaraan pengangkut barang yang nantinya disediakan fasilitas transportasi umum yang menarik dan efisien serta kebutuhan berkendara akan berkurang baik kendaraan bermotor ataupun mobil. Ditingkatkannya mobilitas diperlukan banyaknya perubahan perilaku masyarakat jika dibandingkan dengan hal teknik. Adanya peningkatan mobilitas ini dimulai dengan keikutsertaanya peran masyarakat, konsultasi. FGD, pengembangan konsensus dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan (Peter Midgley et al. Tantangan mobilitas masyarakat perkotaan merupakan permasalahan kompleks yang ditemui penduduk perkotaan. Tantangan yang dihadapi masyarakat diantaranya kemacetan lalu lintas yang nantinya membuat kepadatan lalu lintas dan waktu perjalanan menjadi lama, masyarakat lebih dominan memakai transprtasi pribadi seperti mobil maupun sepeda motor, terbatasnya infrastruktur yang tersedia seperti jalanan yang rusak, trotoar tidak aman, dan sistem transportasi yang dirasakan kurang nyaman dan tidak efisien, aksesbilitas terhadap transportasi umm dikarenakan tidak semua masyarakat mempunyai akses yang sama, ketidaksetaraannya akses terhadap beberapa kelompok seperti peyandang disabilitas, dan kelompok yang berpendapatan rendah. Selain adanya tantangan mobilitas masyarakat perkotaan yang kompleks, terdapat pula dampak negatif yang bisa saja mempunyai resiko yang signifikan yang harus masyarakat hadapi diantaranya yaitu polusi udara yang disebabkan dari banyaknya kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang bisa menyebabkan masalah bagi kesehatan masyarakat, kemacetan lalu lintas yang bisa mengakibatkan peningkatan pemakaian bahan bakar dan terbuangnya waktu secara sia-sia, perubahan iklim global yang berasal dari emisi gas rumah kaca transportasi perkotaan seperti kenaikan suhu dan perubahan cuaca ekstrim. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 METODE PENELITIAN Penelitian yang diambil pada jurnal ini merupakan penelitian kualitatif. Sugiyono . berpendapat bahwa metode penelitian kualitatif yaitu metode yang dipergunakan untuk mengkaji objek alamiah yang mana peneliti dijadikan sebagai instrumen kunci, teknik yang digunakan dalam mengumpulkan datanya dilakukan secara gabungan, analisis datanya memiliki sifat induktif, dan hasil penelitiannya cenderung memberatkan pada makna dibandingkan dengan Tujuan dari penelitian kualitatif yakni agar bentuk dan isi kepribadian manusia dipertahankan dan kualitas-kualitasnya dianalisis, alih-alih mengubahnya menjadi etentitas kuantitatif (Mulyana, 2. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan tinjauan pustaka . ibrary researc. yang mana merupakan aktivitas penelitian yang dilakukan dengan metode dikumpulkannya informasi dan data menggunakan bantuan berbagai macam bahan yang ada di perpustakaan seperti hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, catatan, buku referensi, artikel, serta bermacam-macam jurnal yang memiliki keterkaitan dengan problem yang ingin Agar mendapatkan penyelesaian problem yang dihadapi, maka kegiatan ini dilakukan secara sistematis untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data dengan memakai metode atau teknik (Sari & Asmendri, 2. Pendekatan ini mengutamakan ulasan dari literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, esai, dan literatur lainnya yang membahas mengenai konsep new urbanism dan permasalahan mobilitas di Indonesia. Semua literatur ini diperoleh dari pencarian menggunakan aplikasi publish or perish yang meliputi Google Scholar dan sebagainya. Cara analisis data yang dipakai untuk pengolahan data yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif dikarenakan pengerjaan data tidak dikerjakan dengan mengukur data sekunder yang terkait, melainkan mengkaji secara kritis dan mendalam mengenai bahan pustaka yang sesuai. Data referensi di atas akan dikaji dan dianalisis secara kualitatif guna mencari jawaban atas rumusan masalah tentang masalah yang diteliti. Data yang disiapkan yakni data yang berupa kata dan diperlukan pengerjaan agar lebih ringkas dan teratur. HASIL DAN PEMBAHASAN New Urbanism mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan dengan merancang lingkungan yang lebih padat, beragam, dan berjalan kaki. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih efisien (UN-Habitat, 2. Konsep New Urbanism menekankan pentingnya membangun kota yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Dengan menyediakan fasilitas berjalan kaki, sepeda, dan transportasi publik yang baik, maka New Urbanism dapat membantu mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat perkotaan. Mobilitas lebih erat dengan perpindahan manusia dan tidak terbatas pada jenis kendaraan atau moda yang digunakan dan tidak terbatas pada perpindahan hanya dari satu titik ke titik lainnya. Mobilitas dapat dimaknai sebagai kemampuan atas pergerakan manusia untuk mengakses berbagai layanan publik dengan ragam pilihan moda kendaraan yang terjangkau, aman, ramah lingkungan, dan Penggunaan kata mobilitas perkotaan sendiri merujuk pada penggunaan transportasi umum,transportasi umum massal, dan kendaraan tidak bermotor. Istilah mobilitas perkotaan dipakai agar dapat mengubah pembiasaan yang ada di kota untuk mengoptimalkan kemampuan jaringan fasilitas sistem kendaraan publik dan kendaraan tidak bermotor yang tidak mengorbankan kemudahan dan efisiensi aksesibilitas warga kota (Siregar & Rachmita, 2. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 Untuk meningkatkan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan dan berkurangnya pada penggunaan kendaraan pribadi maka pemerintah bisa mengembangkan transportasi publik yang lebih efektif. Untuk menangani hal tersebut, pemerintah diharuskan mempersiapkan kendaraan massal berbasis. Namun, jika pemerintah terus-menerus dituntut mempersiapkan prasarana jalan untuk membantu pergerakan lalu lintas akan menjadi suatu hal yang dianggap kurang efisien. Oleh karena itu, pemerintah akan mengembangkan angkutan umum yang efisien seperti Bus TransJakarta (Kementerian Perhubungan Republik, 2. Transportasi publik diharapkan bisa menarik minat masyarakat dengan lebih ditingkatkan lagi kualitas layanannya dengan menyediakan kendaraan yang aman, bersih, nyaman serta terjaminnya keamanan dan kenyamanan penumpang. Pengembangan teknologi transportasi yang ramah lingkungan juga perlu diperhatikan agar bisa mengurangi dampak negatif transportasi terhadap lingkungan. Transportasi ramah lingkungan yang dimaksudkan yaitu penggunaan bahan bakar yang lebih efisien, mengembangkan transportasi yang ramah lingkungan, dan menggunakan energi Salah satu kota yang ada di Provinsi Jawa Timur yang berfokus untuk menjalankan kampung-kampungnya menjadi kampung berkelanjutan yakni Kota Surabaya. Program Kampung Hijau (Surabaya Green and Clea. menjadi salah satu program yang bergerak pada tahun 2005 dan sampai saat ini masih berjalan. Kegiatan ini bukan hanya dijalankan pemerintah Kota Surabaya tetapi pihak lain juga bisa memberikan dukungan seperti Uniliver dan Jawa Pos (Prasetiyo et al. , 2. Salah satu kampung di Surabaya yang dijadikan sebagai cerminan kampung berkelanjutan yaitu Kampung Jambangan. Warga Jambangan memiliki peran dalam merealisasikan kampung sebagai kampung berkelanjutan yang ada di Surabaya. Salah satu peran peran masyarakat yaitu dalam bentuk partnership yang mana pemerintah dan juga masyarakat merupakan partner yang setimbang. Maksudnya yaitu semua masyarakat diberikan kesempatan untuk memberikan ide mengenai keadaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan (Mufidah & Sari. Berdasarkan hasil analisis data yang sudah dilakukan oleh Rukmana & Sucipto . didapatkan 80% Kampung Jambangan sudah mengimplementasikan beberapa indikator Asian New Urbanism untuk menjadi kampung berkelanjutan. Indikator yang telah dicapai sesuai indikator Asian New Urbanism diantaranya yaitu Self Sufficiency. Shifting and Floating Values. Conservation of Environmental, dan Land as Resource. Pada indikator Shifting and Floating Values Kampung Jambangan mempunyai lahan yang sedikit bagi wilayah perkotaan. Yang mana dalam prinsip new urbanism hal tersebut bisa memanfaatkan lahan mix use. Pembangunan dilakukan secara vertikal untuk tetap menjaga kelayakan permukiman warga sehingga membuat kebutuhan lingkungan bisa terpenuhi seperti adanya supermarket, warung kelontong, perbankan dan apotek. Yang dimaksud pembangunan vertikal seperti adanya toko yang dibangun 2 lantai yang mana di lantai 1 digunakan sebagai tempat jualan dan di lantai kedua digunakan sebagai tempat tinggal (Nassar & Elsayed, 2. Pada indikator Land as Resource, adanya keterbatasan sumber daya lahan yang dimanfaatkan masyarakat Kampung Jambangan untuk kegiatan Pada indikator Self sufficiecy dijelaskan bahwa Kampung Jambangan sudah melakukan inovasi urban farming pada setiap rumah. Hal tersebut tentunya sesuai dengan prinsip Quality of Architecture & Urban Desaign yang mana hal ini menekankan pada keindahan, estetika, kenyamanan serta terciptanya Ausense of placeAy. Perubahan yang terjadi dijadikan sebagai tempat tanaman yang dibuat dari botol bekas lalu diolah kembali dengan dipercantik dan dihias menggunakan warna. Jenis tanaman yang ada di Kampung Jambangan yakni sayursayuran hidroponik, tanaman hias, tanaman toga yang mana hasilnya bisa dijual dan untuk tanaman toga bisa dijadikan minuman herbal. Tentunya hal ini sesuai dengan penelitian yang a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 pernah dilakukan sebelumnya jika Kampung Jambangan merupakan kampung kreatif dan sehat (Sugianti & Ekomadyo, 2. Namun, terdapat 1 indikator yang belum sesuai yaitu mengenai Transport and Mobility yang mana adanya transportasi umum di Kampung Jambangan tidak didukung dengan prasarana transportasi umum seperti halte. Padahal Kampung Jambangan ini lokasinya cukup strategis untuk mendapatkan transportasi umum. Transportasi yang melewati Kelurahan Jambangan menuju arah Masjid Al Akbar Surabaya yaitu transportasi umum jenis H2P, sedangkan untuk transportasi umum jenis H2 menuju arah Wonokromo (Rukmana & Widyastuty, 2. Dalam pengimplementasian prinsip connectivity konsep new urbanism terdapat tantangan yang dihadapi masyarakat Kampung Jambangan diantarannya yaitu memiliki keterbatasan lahan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kota yang berkelanjutan dan dibutuhkan sumber daya yang cukup seperti support dari masyarakat tenaga ahli, serta dana. Namun, hal tersebut menjadi tantangan bagi Kampung Jambangan sendiri untuk mengimplementasikan konsep new urbanism untuk menekankan pada pengembangan kota yang padat, beragam, dan ramah bagi Selain itu, terdapat juga tantangan pada pengimplementasian prinsip walkability konsep new urbanism yaitu terbatasnya infrastruktur yang tersedia juga menjadi tantangan untuk mengembangkan lingkungan yang ramah pejalan kaki dan berkelanjutan bagi Kampung Jambangan seperti jalan yang sempit dan kurangnya fasilitas bagi pedestrian dan sepeda. Bukan hanya itu, masyarakat yang memiliki ketergantungan dengan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi utama juga menjadi penghambat dalam mengembangkan lingkungan yang ramah pejalan kaki dan berkelanjutan. Selain ada tantangan dalam pengimplementasian konsep new urbanism terdapat peluang untuk Kampung Jambangan dalam menerapkan konsep new urbanism yakni dengan adanya potensi wisata yang bisa dikembangkan menggunakan konsep ini dengan lebih ditekankan pada pengembangan kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sehingga hal tersebut nantinya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjadi pendorong agar Kampung Jambangan bisa berkembang menjadi lingkungan yang berkelanjutan. Pemerintah Surabaya sudah menunjukkan support yang diberikan mengenai berkembangnya kota yang Support yang diberikan pemerintah ini memberikan peluang Kampung Jambangan untuk mendapatkan sumber daya serta dukungan yang dibutuhkan dalam pengimplementasian konsep New Urbanism. KESIMPULAN Konsep New Urbanism yakni konsep perencanaan wilayah yang spekulasi utamanya adalah tindakan mengenai adanya kegagalan utama yang ada pada perancangan wilayah kota modern. Dalam konsep new urbanism terdapat 10 prinsip yang harus diperhatikan diantaranya yaitu Walkability. Connectivity. Mixed Use & Diversity. Mixed Housing. Quality of Architecture & Urban Desaign. Struktur lingkungan pertentangan tradisional. Density Increased. Smart Transportation. Keberlanjutan. dan Quality of Life. Dengan adanya konsep new urbanism ini bisa dijadikan solusi untuk menangani masalah tantangan mobilitas masyarakat perkotaan baik yang ada di Indonesia. Pemerintah perlu mengembangkan transportasi publik yang lebih efektif dengan mempersiapkan kendaraan massal berbasis. Diperlukan juga pengembangan teknologi transportasi yang ramah lingkungan juga perlu diperhatikan agar bisa mengurangi dampak negatif transportasi terhadap lingkungan. Pada studi kasus yang ada di salah satu Kota Surabaya dampak konsep new urbanism terhadap Kampung Jambangan yakni dapat menggurangi penggunaan transportasi pribadi karena letak yang strategis dapat mendorong penggunaan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 transportasi berkelanjutan seperti penggunaan transportasi yang efisien, tersedianya jalur bagi pesepeda yang aman serta fasilitas bagi pedestrian yang nyaman seperti trotoar yang aman dan lebar sehingga bisa mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat perkotaan. Adanya konsep new urbanism ini dapat memberikan dampak positif bagi Kampung Jambangan apabila dilakukan penanganan yang tepat seperti meningkatnya kualitas hidup masyarakat, meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang berkembangnya kota yang berkelanjutan serta transportasi yang berkelanjutan. DAFTAR REFERENSI Ahmad Erani Yustika. Industrialisasi Pinggiran. Pustaka Pelajar. Azizstra. , & Fajriyanto. Evaluasi Penataan Kawasan Kerajinan Gerabah Kasongan Dengan Pendekatan New Urbanism. Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia, 163Ae Harahap. Dampak Urbanisasi Bagi Perkembangan Kota Di Indonesia. Society, 1. , 35Ae36. https://doi. org/10. 33019/society. Haryadi. , & Riyanto. Kepadatan Kota Dalam Perspektif Pembangunan (Transportas. Berkelanjutan. Teknik Sipil Dan Perencanaan, 9. , 88. Ikhsani. , & Sari. Kajian Penerapan Prinsip New Urbanism di Jalan Ahmad Yani Kota Tegal terhadap Dimensi Fungsi dan Dimensi Sosial. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 20. , 39Ae47. https://doi. org/10. 23917/sinektika. Ismail. Sahabuddin. Idrus. , & Karim. Faktor Mempengaruhi Keputusan Pembelian pada Online Marketplace pada Mahasiswa Universitas Hasanuddin. SEIKO: Journal Management Business, 5. , 49Ae59. https://doi. org/https://doi. org/10. 37531/sejaman. Krambeck. The Global Walkability Index. Massachusetts Instituteof Technology. Kwanda. Karakter Fisik Dan Sosial Realestat Dalam Tinjauan Gerakan New Urbanism. DIMENSI (Jurnal Teknik Arsitektu. , 29. , 52Ae63. Lee. Suatu Teori Migrasi. Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada. Mufidah. , & Sari. Partisipasi Masyarakat Jambangan Rw 03 Dalam Mewujudkan Surabaya Kota Layak Anak Melalui Progam Inisiasi Kampung Ao E Arek Suroboyo ( IKAS ) Immarotul Mufidah Maya Mustika Kartika Sari Kajian Moral dan Kewarganegaraan. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 5. , 130Ae144. Mulyana. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosda Karya. Muuzi. POLA MOBILITAS PENDUDUK KAWASAN PINGGIRAN KOTA BAUBAU (STUDI PADA KEC. BETOAMBARI DAN KEC. WOLIO). UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR. Nassar. , & Elsayed. From Informal Settlements to sustainable communities. Alexandria Engineering Journal, 57. , 2367Ae2376. Peter Midgley. Parikesit. , & Vincent. Urban Mobility in Indonesia. Jurnal Prakarsa Infrastruktur Indonesia, 6. , 1Ae33. https://media. com/media/publications/45351-ID-mobilitas-perkotaan-di-indonesia. Prasetiyo. Kamarudin. , & Dewantara. Surabaya green and clean: Protecting urban environment through civic engagement community. Journal of Human Behavior in the Social Environment, 29. , 997Ae1014. Publik. dan I. TRANSPORTASI PUBLIK HARUS MAMPU MENARIK MINAT ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Juli-Desember 2023 MASYARAKAT Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Kementerian Perhubungan Republik. https://dephub. id/post/read/transportasi-publik-harus-mampu-menarik-minatmasyarakat-4404 PUPR. Panduan Praktis Implementasi Agenda Baru Perkotaan - New Urban agenda. Kementerian PUPR . KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMDAN PERUMAHAN RAKYAT BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN. https://pustaka. id/biblio/panduan-praktis-implementasi-agenda-baru-perkotaan-newurban-agenda-buku-1-pengantar-agenda-baru-perkotaan/2GJ8L#::text=Agenda Baru Perkotaan (New Urban Agenda/NUA), merupakan,mewujudkan pembangunan perkotaan yang berk . Roshani. Hassani. , & A. Use Principles of New Urbanism Approach in Designing Sustainable Urban Spaces. International Regional Science Review, 2. , 195Ae203. Rukmana. , & Sucipto. Evaluasi Kampung Kota Berkelanjutan Melalui Pendekatan Asian New Urbanism (Studi Kasus: Kampung Jambangan Kota Surabay. Jurnal Planologi, 17. , 126. https://doi. org/10. 30659/jpsa. Rukmana. , & Widyastuty. Resource identification of Jambangan Kampong Surabaya City through Auasian New UrbanismAy approach. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 562. , 3Ae10. https://doi. org/10. 1088/17551315/562/1/012001 Sari. , & Asmendri. Penelitian Kepustakaan (Library Researc. dalam Penelitian Pendidikan IPA. Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 6. , 41Ae53. Siregar. , & Rachmita. MOBILITAS PERKOTAAN INKLUSIF KOLABORATIF STUDI KASUS: JAKARTA. INDONESIA. Statistik. Badan Pusat Statistik. (BPS - Statistics Indonesia. https://w. id/statictable/2014/02/18/1276/persentase-penduduk-daerah-perkotaanhasil-proyeksi-penduduk-menurut-provinsi-2015---2035. Sugianti. , & Ekomadyo. Strategi Kampung Kreatif sebagai Upaya Perbaikan Lingkungan Kota menurut Kerangka Pemenuhan Kebutuhan Manusia (Studi Kasus: Kampung Jambanga. In Prosiding Temu Ilmiah IPLBI. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. UN-Habitat. Panduan Internasional Tentang Perencanaan Kota Dan Wilayah. ISSN : 2828-5298 .