Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 447 Ae 458 EKSPLORASI MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI DALAM MEMBENTUK NIAT MENGGUNAKAN KEMBALI APLIKASI KESEHATAN Oleh Ariefah Yulandari Departemen Manajemen. Universitas Setia Budi Surakarta Email : yolanyolan79. feusb@gmail. Diah Ayu Anggraini Departemen Manajemen. Universitas Setia Budi Surakarta Email : diahayuanggraini12@gmail. Didik Setyawan Departemen Manajemen. Universitas Setia Budi Surakarta Email : didiksetyawan1977@gmail. Nang Among Budiadi Departemen Manajemen. Universitas Setia Budi Surakarta Email : nangamongbudiadi@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract The application of Technology Acceptance Model in the use of health applications requires development. This study examines the development of an extended Technology Acceptance Model by adding the variables of convenience, perceptual disturbance, and self-efficacy. Respondents in this study were users of the Halodoc health application, as many as 250 respondents were selected based on purposive random sampling. Hypotheses testing were carried out using SEM (Structural Equation Modelin. analysis with the AMOS method which resulted in seven supported hypotheses and two unsupported hypotheses, namely perceptual disturbances which had no effect on perceived usefulness and perceived ease of use. The test results indicate the intention to reuse the Halodoc health application because the user gives a positive attitude towards the health application. The high positive attitude is due to the user's perception that health applications provide ease of use and usefulness in their use which are formed by convenience and self-efficacy, not because of disturbances perceived by application users. The implication of the results of the study is the need to provide convenience in use and provide confidence for users that the application is easy to use and useful, thereby increasing attitudes and intentions to continue using. Keyword : Technology Acceptance Model. Convenience. Perceptual Disturbance. SelfEfficacy kesehatan mencapai 600% tahun 2018 sampai tahun 2020 . com, 2. Masa pandemi covid-19 pengguna aplikasi kesehatan mengalami peningkatan 3 kali lipat dalam rangka . id, 2. Kemanfaatan dari aplikasi kesehatan ini menjadikan populer untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dalam pengambilan keputusan yang lebih peduli terhadap perilaku hidup sehat melalui layanan saran dari profesional kesehatan (Tao et al. , 2. Aplikasi kesehatan memudahkan penggunanya dan dirasa PENDAHULUAN Pertumbuhan dan ketersediaan internet memberikan pengaruh perkembangan beragamnya Aplikasi yang mengalami perkembangan yaitu aplikasi kesehatan yang memberikan kemanfaatan dalam menyampaikan informasi kesehatan, konsultasi kesehatan dengan dokter, dan pembelian obat. Aplikasi kesehatan juga bisa meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan layanan kesehatan lengkap secara online yang harusnya didapatkan dengan bertemua langsung dengan profesional kesehatan. Indonesia, pertumbuhan pengguan aplikasi lebih murah untuk memantau kesehatannya. Namun adanya kekhawatiran pengguna mengenai komunikasi antara dokter dan pengguna, akurasi diagnosa, serta perlindungan hukum yang kurang menjadikan 61,2% jumlah pengguna aplikasi kesehatan memberikan evaluasi negatif untuk tidak lanjut menggunakan kembali (Indriyarti dan Wibowo, 2. Pengalaman interaksi yang buruk dengan aplikasi kesehatan yang belum sepenuhnya dipahami menyebabkan pengguna pengabaikan untuk menerimanya dan perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut. Studi tentang adopsi teknologi baru cenderung menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) sebagai model dasar. TAM sebagai model dasar membutuhkan modifikasi yang kontekstual untuk menjastifikasi faktor-faktor yang mampu meningkatkan model dalam memprediksi pada konteks yang spesifik (Beldad et al. , 2018. Tao et , 2. Keterbatasan penerimaan teknologi dalam pembentukan sikap menggunakan kembali aplikasi kesehatan hanya dijelaskan oleh kegunaan persepsian dan kemudahan memberikan efek rendahnya niat menggunakan kembali (Wagner et , 2016. Huang dan Ren, 2019. Hsieh et al. Isu penolakan penerimaan teknologi dalam penggunaan aplikasi kesehatan berhubungan disebabkan adanya efikasi diri yang rendah, ketidaknyamanan aplikasi, dan adanya gangguan dalam penggunaannya (Papa et al. , 2018. Balapour et al. , 2019. Hsieh et al. , 2. Efikasi diri menjadi faktor penentu dalam penerimaan aplikasi kesehatan mobile. Peran kemudahan persepsian untuk meningkatkan penerimaan aplikasi kesehatan mobile (Vinnikova et al. , 2. Tingginya efikasi diri yang dimiliki individu dapat memperkuat keyakinan diri dalam menggunakan aplikasi kesehatan untuk pencarian informasi kesehatan secara online yang memberikan kemudahan dan kemanfaatan bagi penggunanya dalam memprediksi niat untuk terus menggunakan (Huang dan Ren, 2. Sikap yang mengarah pada penggunaan kembali aplikasi kesehatan kurang memberikan penjelasan yang disebabkan rendahnya keyakinan efikasi diri individu (Hsieh et al. , 2. Maka pembentukan sikap untuk menggunakan kembali aplikasi mengungkapkan peran efikasi diri melalui peningkatan kegunaan persepsi dan kemudahan persepsian (Balapour et al. , 2. Studi terdahulu mengungkapkan terdapat 25% pengguna aplikasi kesehatan dari keseluruhan penggunaan yang merasa mendapatkan gangguan pada smartphone yang digunakannya kurang lebih 3-4 menit (Throuvala et al. , 2. Gangguan yang terjadi bisa berupa kehilangan keamanan data pribadi, keakuratan diagnosa, dan kesalahan komunikasi yang menyebabkan adanya ketakutan bagi individu untuk terus menggunakan (Indriyarti Wibowo. Individu dipersepsikan rentan terhadap pencurian data pribadi (Trang et al. , 2. Gangguan terjadi adanya ketidaknyamanan tampilan aplikasi kesehatan yang menyebabkan penurunan kondisi fisik individu (Soares et al. , 2. Tingginya gangguan dari aplikasi kesehatan yang digunakan dipersepsikan tidak memberikan kemudahan dan Keterbatasan tersebut memberikan dampak pada kurangnya penjelasan yang komperhensif dalam memengaruhi sikap untuk menggunakan kembali aplikasi kesehatan mobile. Kenyamanan penggunaan aplikasi kesehatan mobile diperlukan dalam memberikan kemudahan dan kemanfaatan untuk terus menggunakan (Papa et al. , 2018. Soares et al. , 2. Aplikasi kesehatan daring yang memberikan kenyamanan dalam penggunaannya dapat mempermudah dan memahami aplikasi sistem informasi dapat memberikan dampak penggunaan sebenarnya (Reddy et al. , 2018. Fahlevi, 2. Aplikasi kesehatan daring hendaknya mampu memberikan kenyamanan untuk mempermudah penggunaan dan memberikan kemanfaatan dalam berniat menggunakan kembali bagi (Reddy et al. , 2018. Dutta, 2. Jika individu menganggap bahwa tidak mendapatkan kenyamanan yang diberikan aplikasi menjadikan tidak melanjutkan untuk terus Popularitas mendorong perlunya pengkajian dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna untuk mendapatkan informasi dan layanan kesehatan pada pengguna smart phone di Indonesia. Kebaruan dari studi ini adalah mengkaji TAM yang diperluas dengan memasukkan faktor efikasi diri, gangguan persepsian, dan kenyamanan dalam menjelaskan kemudahan persepsian dan kegunaan persepsian untuk menguji penerimaan pengguna terhadap aplikasi kesehatan mobile. KAJIAN PUSTAKA